Showing posts sorted by relevance for query pteridophyta. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pteridophyta. Sort by date Show all posts

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta). Pengertian Tumbuhan Paku, Ciri – Ciri Tumbuhan Paku, Klasifikasi Tumbuhan Paku, Struktur Akar, Batang, dan Daun Tumbuhan Paku, Manfaat atau Fungsi Tumbuhan Paku, dan penjelasan lengkap tentang Tumbuhan Paku atau Pteridophyta.

Pengertian Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Sumber: caratanam.com
Tumbuhan paku disebut juga dengan Pteridophyta. Tumbuhan paku adalah tumbuhan dengan tingkatan lebih tinggi dari lumut lantaran mempunyai akar, daun, serta batang sejati.

Tidak hanya itu, walaupun habitat paling utama tumbuhan paku pada tempat yang lembab (higrofit), tetapi tumbuhan paku dapat juga hidup di beberapa tempat seperti di air (hidrofit), permukaan batu, tanah, dan bisa pula melekat (epifit) pada pohon.

Ciri - Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Sumber: jenistanaman.com
Berikut ini beberapa ciri tumbuhan paku, salah satunya mencakup:
  1. Organisme multiseluler serta eukariotik 
  2. Udah mempunyai akar, daun serta batang sejati, hingga disebut dengan kormophyta berspora. 
Susunan Akar 

Akar tumbuhan paku berupa serabut dengan kaliptra pada ujungnya. Jaringan akarnya terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.
Susunan Batang 

Sama halnya dengan jaringan akarnya, susunan batang tumbuhan paku juga terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.

Pada silinder pusat itu ada berkas pembuluh angkut, yakni xilem serta floem. Berkas pembuluh ini bertindak dalam proses fotosintesis serta mengedarkan hasil fotosintesis ke semua sisi tubuh tumbuhan.

Susunan Daun 

Susunan daun tumbuhan paku terdiri atas jaringan epidermis, mesofil, serta pembuluh angkut. Sedangkan bentuk tumbuhan paku sendiri terdiri atas beraneka ragam jenisnya, mencakup:

Bila dilihat dari ukuran daun, daun tumbuhan paku ada yang memiliki ukuran kecil (mikrofil) serta memiliki ukuran besar (makrofil).

Daun mikrofil tidak bertangkai serta tidak bertulang, dan bebentuk rambut atau sisik. Sedangkan daun makrofil bertangkai, bertulang daun, jarngan tiang, bunga karang, serta mempunyai mesofil dengan stomata, dan bebentuk

Bila dilihat dari manfaatnya, daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora (sporofil) serta tidak menghasilkan spora (tropofil).

Daun tropofil disebut juga sebagai daun steril serta mempunyai klorofil hingga berfungsi dalam proses fotosintesis dalam menghasilkan glukosa.

Sedangkan daun sporofil disebut juga sebagai daun fertil lantaran menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan.

Biasanya habitat tumbuhan paku pada tempat yang lembab, dapat di darat, perairan, maupun melekat.

Tumbuhan paku bisa bereproduksi secara seksual ataupun secara aseksual. Tumbuhan paku memiliki sifat fotoautotrof, lantaran mempunyai klorofil hingga bisa berlangsungnya proses fotosintesis.

Dalam siklus hidup tumbuhan paku, pada fase metagenesis ada fase sporofit yakni tumbuhan paku sendiri. Fase sporofit pada metagenesis mempunyai karakter yang lebih menguasai atau dominan dibandingkan dengan fase gametofitnya.

Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Tumbuhan paku (Pteridophyta) bisa diklasifikasikan jadi empat kelas jika dilihat dari morfologi tubuh, salah satunya yakni:

Psilophyta (paku purba/paku telanjang) 
Sumber: philipt.smugmug.com
Tumbuhan paku kelas ini belum mempunyai daun serta akar, tetapi batangnya udah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang dengan sporangium diujungnya. Sporofil memiliki kandungan satu jenis spora, di kenal dengan istilah homospora. Misalnya, Rhynia Major serta Psylotum sp

Equisetophyta/Sphenophyta 
Sumber: botanika.bf.jcu.cz
Tumbuhan paku kelas ini memeiliki batang yang serupa dengan ekor kuda, mempunyai daun serupa kawat, serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Tumbuhan paku kelas ini juga dikenal dengan sebutan paku ekor kuda. Misalnya, Equisetum debile.

Lycophyta (paku kawat/paku rambat) 
Sumber: efaothman.com
Kelas Lycophyta, tumbuhan paku berdaun kecil, tersusun spiral, batang seperti kawat, sporangium terkumpul dalam strobilus serta muncul pada ujung ketiak.
Misalnya, Lycopodium sp (paku rane), Lycopodium clavatum (paku kawat), Selaginella sp.

Filicinae/Pterophyta (paku sejati) 
Sumber: pakmono.com
Tumbuhan paku kelas ini udah lebih tinggi tingkatannya di banding kelas sebelumnya. Kelas Pterophyta udah mempunyai akar, batang, serta daun sejati. Daun tumbuhan ini memiliki ukuran besar hingga disebut dengan megafil.

Batangnya bisa tumbuh di atas ataupun di bawah tanah. Karakteristik kelas ini adalah daun mudanya menggulung (circinnatus) serta ada sorus pada bagian permukaan bawah daun.

Misalnya, Asplenium nidus (paku sarang burung), Salvinia natans (paku sampan), Adiantum farleyense (ekor merak), serta yang lain.

Bersumber pada bentuk sporanya, tumbuhan paku bisa dibedakan jadi tiga jenis, yakni:

Paku Homospora 

Tumbuhan paku homospora membuahkan spora dengan ukuran yang sama serta tidak bisa dibedakan antara spora jantan serta spora betina. Tumbuhan bentuk ini juga dikenal dengan sebutan paku isospora. Misalnya, Lycopodium sp (paku kawat).

Paku Heterospora 

Tumbuhan paku bentuk ini membuahkan spora yang berbeda ukuran hingga disebut dengan an-isospora. Spora jantan disebut dengan mikrospora lantaran memiliki ukuran kecil, sedangkan spora betina memiliki ukuran lebih besar hingga disebut dengan makrospora. Misalnya, Selaginella sp (paku rane).

Paku Peralihan 

Paku peralihan adalah tumbuhan paku dengan jenis kelamin yang tidak sama, tetapi ukuran sporanya sama. Misalnya, Equisetum debile (paku ekor kuda).

Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku cukup berperan penting walaupun ada banyak orang yang tidak tahu manfaat tanaman itu. Berikut ini beberapa peranan dan manfaat tanaman paku, mencakup:

Tanaman Hias 
Sumber: perawatantanamanhias.blogspot.co.id
Banyak tanaman paku yang dipakai sebagai tanaman hias dalam kehidupan. Contoh, Adiantum Cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung), serta Platycerium biforme (paku simbar menjangan).

Sayuran 
Sumber: makanananda.blogspot.co.id
Tumbuhan paku yang digunakan sebagai sayuran umpamanya Marsilea crenata (semanggi) serta Pteridium aquilinum (paku garuda).

Pupuk Hijau 
Sumber: boholfarmerkado.com
Tumbuhan paku yang banyak digunakan sebagai pupuk hijau adalah Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azolle yang dapat mengikat gas N2 bebas.

Obat-Obatan 
Sumber: anneahira.com
Tumbuhan paku ada yang dipakai sebagai obat diuretik yakni Equisetum (paku kuda) serta dipakai sebagai obat luka yakni Selaginella.

Bahan Bangunan 
Sumber: forediaman.com
Tumbuhan paku yang banyak dipakai untuk pembuatan tiang bangunan adalah Alsophila glauca. Kira-kira kalian pernah gak lihat tanaman paku yang dijadikan fungsi satu ini? Kalau belum, gak ada salahnya lho buat cari tau, biar makin kenal sama tanaman paku dan manfaat luasnya.

Alat Penggosok/Pembersih 
Sumber: lahiya.com
Equisetum sp banyak digunakan sebagai alat penggosok/ampelas. Kalau yang satu ini kalian pernah pakai gak? Tanaman paku yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok atau pembersih?

Bahan Pembuatan Petasan 
Sumber: hiddennumb.wordpress.com
Bahan pembuatan petasan yang kerap dipakai adalah spora Lycopodium sp serta Pyrotechnics. Yap, ternyata tanaman paku juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan petasan, lho. Tapi, kalau misalnya kalian mau coba buat, tetap harus utamakan keselamatan ya.

Bingkai 
Sumber: mfirmanshah.wordpress.com
Tumbuhan paku banyak juga dipakai sebagai bingkai dalam karangan bunga. Nah, di sini siapa aja yang suka bunga? Itu yang perempuan pasti pada tunjuk tangan deh, hehehe. Tumbuhan paku emang termasuk salah satu tanaman sejuta manfaat. Bunga yang dasarnya udah cantik, bisa dipercantik lagi sama tumbuhan paku yang dijadikan bingkainya.

Nah, itu tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Paku, agar terhindar dari kerugian yang bisa juga disebabkan oleh tanaman tersebut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan). Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan), Ciri – Ciri dari Kingdom Plantae (Tumbuhan), Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) secara jelas, lengkap, dan terperinci, Contoh – Contoh Sistem Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) itu sendiri.

Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: remaja.xyz
Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan yang merupakan satu diantara organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Nah, klorofil yaitu zat hijau daun yang kegunaannya untuk fotosintesis hingga sebuah tumbuhan bisa membuat makanannya sendiri atau memiliki sifat autotrof.

Hal inilah yang membedakan antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Tidak cuma itu, perbedaan yang lain yaitu Kingdom Plantae tidak dapat bergerak bebas seperti Kingdom Animalia.

Ciri - Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: log.viva.co.id
Kingdom Plantae memiliki ciri khusus yang membuat Kingdom ini berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri itu akan kita bahas secara menyeluruh berikut ini: 
  1. Dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  2. Memiliki klorofil yang bertindak sebagai fotosintesis. 
  3. Karena memiliki klorofil, kingdom plantae punya sifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan pertolongan cahaya atau sinar matahari. 
  4. Eukariot 
  5. Multiseluler 
  6. Menyimpan cadangan makanan berbentuk amilum (pati) 
  7. Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya. 

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: arya-flower.com
Tidak cuma memiliki ciri yang udah diterangkan di atas. Kingdom Plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini bantu kita supaya dapat membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae:

Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut) 
Sumber: artikelsiana.com
Tumbuhan lumut sangat mudah diketemukan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama di beberapa tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan lumut juga menempel di kulit pohon. Tumbuhan lumut suka sekali dengan tempat yang lembab.

Ini disebabkan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut juga Rizoid.

Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya. Contoh pada tembok. Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang bertindak sebagai pembuluh angkut.

Karena itu juga, maka lumut sangat suka pada tempat yang lembab di mana ada kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut dibagi menjadi 3 yaitu, Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati), Kelas Anthocerotopsida (Lumut Tanduk) dan Kelas Bryopsida (Lumut Daun).

Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku) 
Sumber: seputarpendidikan003.blogspot.co.id
Paku yang dimaksud disini bukanlah paku yang biasanya digunakan untuk menggantung lukisan atau cermin yang ada di rumah kita lho, ya. Tetapi, paku yang disebut disini yaitu Tumbuhan Paku. Seperti apa sih susunan dari tumbuhan paku ini?

Jadi tumbuhan paku merupakan bagian dari Kingdom Plantae yang tubuhnya udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Tidak sama dengan lumut, tumbuhan paku udah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem.

Tidak cuma itu tumbuhan paku bisa pula hidup di mana saja mereka mau, terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan tumbuhan paku juga bisa menempel di kulit pohon.

Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bermacam seperti lembaran, perdu atau berupa seperti tanduk rusa. Nah, nama lain dari tumbuhan paku yaitu Pakis.

Tumbuhan paku terdiri atas 4 kelas, diantaranya yaitu Kelas Psilopsida (Paku Purba), Kelas Lycopsida (Paku Kawat), Spenopsida (Paku ekor kuda) dan Pteriopsida (Paku Sejati).

Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) 
Sumber: sarapandulu.blogspot.co.id
Tumbuhan biji yaitu tingkatan tertinggi dari Kingdom Plantae. Tumbuhan biji udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembang biakan. Tidak cuma itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang beragam dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya.

Mempunyai habitat di darat dan beberapa di air umpamanya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi lewat penyerbukan dan pembuahan.

Divisi spermatophyte terbagi lagi menjadi dua sub divisi yaitu sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) 
Sumber: kimeni-kim.blogspot.co.id
Tumbuhan berbiji terbuka tidak mempunyai pembungkus biji. Artinya bakal bijinya itu terbuka dan ada pada permukaan daun buah. Umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dan berakar tunggang yang memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam.

Tumbuhan berbiji terbuka memiliki alat kelamin betina dan jantan pada satu pohon tetapi terpisah letaknya, beberapanya memiliki alat kelamin betina dan jantan tidak pada satu pohon, tetapi berbeda pohon.

Maksudnya disini pada pohon kelamin jantan hanya memiliki satu alat kelamin, yaitu kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya. Sub divisi Gymnospermae terbagi atas 4 kelas diantaranya yaitu, Kelas Cycadinae, kelas Ginkgoinae, kelas Coniferae dan kelas Gnetinae.

Sub divisi Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup)
Sumber: blogkutuq.wordpress.com
Berbeda Gymnospermae, tumbuhan berbiji tertutup dimana bijinya ini ditutupi oleh buah. Tumbuhan berbiji tertutup dapat berupa pohon besar, perdu, tumbuhan rambat serta tumbuhan tidak berkayu. Daun pada tumbuhan biji tertutup umumnya pipih dan relative lebih lebar dengan bentuk yang beraneka ragam.

Tidak cuma itu, tumbuhan biji tertutup memiliki peran penting untuk makhluk hidup terutama manusia karena hampir semua bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia datang dari tumbuhan biji tertutup.

Sistem reproduksi pada Angiospermae berupa bunga. Bunga ini terdiri atas bunga sempurna dan tidak sempurna. Bunga sempurna tidak cuma memiliki alat kelamin jantan dan betina juga memiliki kelopak dan mahkota.

Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah satu ataupun keduanya. Reproduksi berjalan secara penyerbukan dan pembuahan.

Angiospermae terbagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Monocotyledone (Monokotil/Biji berkeping satu) dan Kelas Dycotyledone (Dikotil/Berkeping dua).

Kelas Monocotyledone (Monokotil/Berkeping satu) 
Sumber: radarlombok.co.id
Susunan tumbuhan Monocotyledone terdiri dari akar yang berserabut. Akar serabut pada monocotyledone tidak sekokoh pada akar tunggang yang dimiliki oleh Kelas Dicotyledone. Tumbuhan monokotil juga memiliki batang yang yang beruas dan tidak bercabang.

Batang ini bisa tidak memiliki cambium sampai tumbuhan monokotil tidak dapat tumbuh jadi semakin besar. Daun pada tumbuhan monokotil mempunyai tulang daun yang sejajar atau melengkung.

Sedangkan pada bunganya memiliki beberapa bagian yang jumlahnya kelipatan tiga. Tumbuhan monokotil terbagi lagi atas lima ordo, yaitu Ordo Graminae (Rumput-rumputan), ordo palmae (palem-paleman), Ordo Zinggiberaceae (jahe-jahean), Ordo Bromeliaceae (Nanas) dan Orchicidaceae (Anggrek).

Kelas Dycotyledone (Berkeping dua)
Sumber: pakarkopi.com/
Berbeda halnya dengan kelas monokotil, akar pada tumbuhan dikotil yaitu akar tunggang. Hingga akar ini sangat kokoh. Pada akar dan batang tumbuhan dikotil memiliki cambium yang artinya akar dan batang dikotil dapat tumbuh semakin besar.

Batang pada dikotil bercabang-cabang serta buku-buku dan ruas yang tidak jelas. Daun pada dikotil berbentuk tunggal ataupun majemuk dan mempunyai tulang daun menjari atau menyirip. Untuk bagian bunga pada tumbuhan dikotil berjumlah kelipatan 2, 4 atau 5.

Tumbuhan dikotil terdiri atas beberapa ordo salah satunya yaitu, Ordo Euphorbiaceae (Getah-getahan), Leguminoceae (polongan), Solanaceae (Terongan), Rutaceae (Jeruk), Malpaceae (Kapas), Mertaceae (Jambu) dan Kompositae.

System Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) 

Tumbuhan sama juga dengan makhluk hidup yang lainnya. Agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik, mereka membutuhkan sistem organ yang baik. Sistem organ pada tumbuhan terdiri atas beberapa organ yaitu akar, batang, daun dan bunga.

Akar 
Sumber: bibitbunga.com
Akar pada tumbuhan bertindak untuk menyerap zat hara dan air di dalam tanah. Akar berkembang dari meristem apical ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).

Tudung akar bertindak untuk melindungi ujung akar pada ketika menembus tanah. Akar juga bertindak sebagai alat untuk memperkokoh tanaman hingga tidak mudah roboh ketika angin atau badai datang.

Tidak cuma itu, pada beberapa bentuk tanaman akar digunakan sebagai alat pernapasan dan tempat menaruh atau menyimpan cadangan makanan.

Susunan akar terdiri atas epidermis atau kulit luar, korteks, endodermis, dan stele yang ada xylem dan floem sebagai alat angkut. Akar terdiri atas dua yaitu akar serabut pada monokotil dan akar tunggang pada dikotil.

Batang 
Sumber: flickr.com
Batang yaitu organ berpembuluh yang memiliki peranan sebagai alat pengangkut. Di batang juga memiliki xylem dan floem yang kegunaannya udah kita ketahui sebagai alat angkut.

Fungsi dari batang yaitu sebagai alat angkut zat makanan dari akar ke daun dan dari daun ke semua tubuh tumbuhan.

Tidak cuma itu batang juga bertindak mengarahkan tumbuhan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup yang bermanfaat untuk kelangsungan proses fotosintesis.

Batang juga memiliki manfaat yang lainnya yaitu sebagai alat perkembangbiakan vegetative, area untuk menaruh atau menyimpan makanan dan sebagai tempat perlekatan cabang, daun dan buah.

Batang terbagi dalam beberapa tipe yaitu tipe berkayu, tipe lembut dan lunak (herbaseus) dan tipe rumput (kalmus). Susunan batang terdiri atas Epidermis, korteks, endodermis dan stele.

Daun 
Sumber: suaradesa.com
Daun pada tumbuhan memiliki fungsi atau manfaat sebagai alat penguapan dan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Tidak cuma itu daun juga bertindak sebagai alat pernapasan dan penyerap matahari. Daun terdiri atas Helai daun, Tangkai daun dan pelepah daun.

Susunan daun terdiri atas epidermis yang memiliki kutikula untuk menghindari penguapan yang terlampau besar, Mesofil yang memiliki kloroplas yang banyak dan Hipodermis yang memiliki stomata.

Bunga 
Sumber: seventeen-swords.blogspot.co.id
Umumnya orang melihat bunga sebagai objek yang memperindah tumbuhan karena memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam.

Nah, sebenarnya fungsi dari bunga lebih dari itu, lho. Salah satu fungsi penting dari bunga yang mungkin belum banyak diungkap yaitu sebagai sistem reproduksi pada tumbuhan. Reproduksi ini bantu melindungi spesies tumbuhan itu tetap terjaga.

Susunan bunga terdiri atas: 
  1. Kelopak bunga yang biasanya berwarna hijau. Kelopak ini bertindak untuk melindungi dan membungkus bunga ketika masih kuncup. 
  2. Mahkota bunga, memiliki warna cerah dan menarik. Nah, mahkota inilah yang membuat bunga jadi cantik dan indah untuk dipandang mata. Sebenarnya, mahkota yang berwana cerah ini bertindak untuk menarik pollinator yaitu serangga yang membantu pada proses polinasi (penyerbukan) bunga. Contoh serangganya yaitu Kupu-kupu dan Lebah. 
  3. Benang Sari, bertindak sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan. Apabila serbuk sari jatuh ke kepala putik terbentuklah pembuahan. 
  4. Dan yang terakhir putik. Putik yakni alat kelamin betina, disinilah terjadinya pembuahan dan mengembangnya zigot pada bunga.
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kingdom Plantae (Tumbuhan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Kingdom Plantae (Tumbuhan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com