Showing posts sorted by relevance for query puisi adalah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query puisi adalah. Sort by date Show all posts

Pengertian Puisi

Pengertian Puisi 


Pengertian Puisi 

Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkap pikiran dan perasaan dari penyair serta dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan pengonsentrasian susunan fisik dan susunan batinnya. Penekanan pada sisi estetik pada suatu bahasa dan pemakaian berniat pengulangan, meter serta rima adalah hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Tetapi dari ketidaksamaan itu masih tetap saja diperdebatkan. 

Dari pandangan golongan pemula umumnya langkah dalam membedakan puisi serta prosa yakni dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya itu. Puisi biasanya lebih singkat serta padat, sedang pada prosa lebih mengalir seperti pada mengungkapkan narasi. 

Sebagian dari beberapa pakar moderen mempunyai pendekatan untuk mendeskripsikan puisi tidak sebagai jenis literatur namun sebagai suatu perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal semacam ini menjadi sumber dari semua kreatifitas. Diluar itu pada puisi juga ada curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain kedalam kondisi hati yang sedang dirasakannya. 

Beberapa Jenis Puisi 


Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu : 
Puisi lama 
Puisi baru 

Pengertian Puisi Lama 


Pengertian Puisi Lama  adalah puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang ada dalam 1 baris, jumlah baris yang ada dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada setiap baris, serta irama. 

Tipe Puisi Lama 

Mantra adalah satu bebrapa perkataan yang masih tetap di anggap mempunyai satu kemampuan gaib 
Pantun adalah salah satu puisi lama yang memiliki ciri bersajak a-b-a-b, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris selanjutnya disebut sebagai isi, setiap bait 4 baris. 
Karmina adalah salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek. 
Seloka yaitu pantun yang berkait. 
Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari setiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, serta umumnya berisi nasehat. 
Syair adalah puisi yang bersumber dari negara Arab serta dengan ciri pada setiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, umumnya berisi nasehat atau satu narasi. 
Talibun yaitu pantun genap yang setiap bait terbagi dalam bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris. 

Ciri-Ciri Puisi lama 

Berikut tanda-tanda puisi lama : 
Puisi lama bisanya berbentuk puisi rakyat serta tidak di ketahui nama pengarangnya. 
Puisi lama masih tetap terikat oleh beragam sebagian aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak dan jumlah suku kata pada setiap barisnya. 
Di sampaikan dari mulut ke mulut serta bisa disebut dengan juga sastra lisan. 
Menggunakan majas atau model bahasa tetap serta klise. 
Biasanya berisikan mengenai kerajaan, fantastis, dan istanasentris. 


Pengertian Puisi Baru 


Puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru mempunyai bentuk yang lebih bebas dibanding puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. 

Jenis Puis Baru 

Balada adalah salah satu jenis puisi baru. Balada adalah puisi mengenai narasi. Balada terbagi dalam 3 bait serta masing-masing dengan 8 larik dan dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama dipakai refren dalam bait-bait selajutnya. 
Himne adalah puisi yang dipakai sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. 
Ode yaitu puisi sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada dan modelnya begitu resmi, bernada begitu anggun, serta mengulas suatu hal yang mulia, mempunyai karakter yang menyanjung baik itu pada pribadi tertentu atau satu peristiwa umum. 
Epigram yaitu puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. 
Romansa yaitu puisi yang diisi mengenai luapan perasaan penyair mengenai cinta kasih. 
Elegi yaitu puisi yang memiliki isi mengenai rasa sedih. 
Satire yaitu puisi yang berisi mengenai sindiran atau satu kritikan. 
Distikon yaitu satu puisi yang setiap baitnya terbagi dalam 2 baris (puisi 2 seuntai). 
Terzinaa yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 3 baris (puisi 3 seuntai). 
Kuatrain yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 4 baris (puisi 4 seuntai). 
Kuint yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 5 baris (puisi 5 seuntai). 
Sektet yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 6 baris (puisi 6 seuntai). 
Septime, yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 7 baris (puisi 7 seuntai). 
Oktaf atau Stanza adalah puisi yang pada setiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau bisa dimaksud dengan juga puisi 8 seuntai). 
Soneta adalah satu diantara type puisi yang terbagi dalam 14 baris yang terdiri jadi 2, 2 bait pertama masing-masing terbagi dalam 4 baris serta 2 bait ke-2 semasing 3 baris. 


Ciri-Ciri Puisi Baru 

Tanda-tanda puisi baru diantaranya : 
Di ketahui nama pengarangnya, tidak sama dengan puisi lama yang tidak di ketahui nama pengarangnya 
Perubahannya dengan cara lisan dan tercatat. 
Tidak terikat oleh beragam sebagian ketentuan seperti rima, jumlah baris serta suku kata. 
Memakai majas yang dinamis atau berubah-ubah. 
Umumnya berisikan mengenai kehidupan. 
Umumnya semakin banyak menggunakan sajak pantun serta syair. 
Mempunyai bentuk yang lebih rapi serta simetris. 
Mempunyai rima akhir yang teratur. 
Pada masing-masing barisnya berbentuk kesatuan sintaksis. 

Susunan Puisi 


  1. Rima atau Irama yaitu kesamaan bunyi yang ada pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau diakhir baris puisi. 
  2. Imaji adalah suatu kata atau susunan kalimat yang dapat agar bisa mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, pandangan, serta pendengaran. 
  3. Diksi yakni pemilihan sebagian kalimat yang dilakukan penyair dalam karya puisinya. 
  4. Kata konkret yaitu kata yang bisa di tangkap dengan menggunakan indera yang bisa sangat mungkin munculnya imaji. 
  5. Jenis bahasa yaitu pemakaian bahasa yang dapat menghidupkan efek dan menyebabkan konotasi spesifik. 
  6. Tipografi yaitu bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kalimat, pinggir kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris pada setiap puisi yang tidak selamanya diawali dengan memakai huruf kapital dan disudahi dengan sinyal titik. Beberapa hal itu memastikan dalam pemaknaan pada puisi. 


Susunan Batin Puisi


  1. Topik atau arti ; media puisi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu satu hubungan tanda dengan arti, maka puisi harus mempunyai suatu arti baik itu setiap kata maupun keseluruhnya. 
  2. Rasa adalah sikap penyair terhadap suatu pokok persoalan yang ada pada puisinya. 
  3. Suara yaitu sikap penyair terhadap pembacanya dan suara terkait dengan topik serta rasa. 
  4. Amanat adalah pesan yang menginginkan di sampaikan dari penyair kepada pembaca puisi itu. 
Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya

Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya

Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya - Puisi adalah goresan kata – kata yang dialami, dirasakan, atau dilihat oleh seorang penyair ke dalam sebuah bentuk tulisan yang memiliki nilai estetika tinggi. Seperti pada bentuk karya sastra lainnya yang terpengaruh oleh jaman, puisi juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Akibatnya, pada tahun 1980-an lahirlah sebuah puisi baru, yaitu puisi kontemporer.

Puisi kontemporer adalah puisi yang berusaha keluar dari bentuk atau aturan baku puisi itu sendiri. Dengan kata lain, puisi ini tidak lagi mengandalkan kekuatan kata dan makna, tetapi juga menitik beratkan pada tampilan bentuk dan eksistensi bunyi.

Ciri – Ciri Puisi Kontemporer

1. Bentuk penataan dan pemilihan kata tidak beraturan
2. Berupa kelakar yang biasanya ada maksud tersembunyi di dalamnya, seperti kritik
3. Makna puisi tidak lagi dianggap penting karena yang paling penting adalah penampilannya
4. Memanfaatkan bunyi kata secara maksimal

Jenis – jenis puisi kontemporer 

Puisi kontemporer dibagi menjadi beberapa bentuk puisi, diantaranya adalah Puisi Mbeling, Puisi Mantra, dan Puisi Konkret.

1. Puisi Mbeling

Puisi mbeling adalah puisi yang tidak mengikuti aturan baku dalam pembuatan puisi. Bentuk puisi ini menekankan pada unsur kelakar dan humornya. Salah satu tokoh penggagas puisi ini adalah Yudistira Adi Nugroho dengan puisinya yang berjudul Sajak Sikat Gigi.

Puisi ini biasanya berupa ejekan atau kritikan kepada pemerintah, masyarakat, atau pun penyair lain yang terlalu kaku pada aturan baku puisi.

2. Puisi Mantra

Puisi mantra adalah bentuk puisi yang  berupa bentuk – bentuk kata yang tidak beraturan atau bahkan tidak memiliki makna. Puisi ini dipopulerkan oleh Hamid Jabbar dengan karyanya yang berjudul Wajah Kit.

3. Puisi Konkret

Bentuk puisi ini lebih mengutamakan tampilan grafis atau penulisan puisi tersebut, sehingga adakalanya puisi ini ditulis dengan membentuk wajah seorang manusia. Salah satu tokoh terkenal dari puisi ini adalah F Rahardi dengan karyanya yang berjudul Soempah WTS.


Advertisement

Berbagai Tema Puisi Kontemporer dan Contohnya


1. Protes

Puisi dengan tema protes ditujukan untuk memprotes kepincangan – kepincangan sosial yang terjadi di masyarakat.

Contoh :

Lapar

Lapar Lapar Lapar Lapar
Di sana lapar
Di sini lapar
Di situ lapar
Di mana – mana lapar

Pemerintah pemerintah pemerintah
Di mana pemerintah 
Pemerintah di mana 
Dimana dimana dimana 
Dimana pemerintah

2. Tema Humanisme

Puisi dengan tema humanisme menceritakan tentang kehidupan manusia. 

Contoh :

Mati

Aku mati
Kamu mati
Dia mati
Mereka mati
Kita mati
Kami mati
Semuanya mati
Tidak ada yang bisa lali dari mati
Bahkan mati pun bisa mati
Karena mati adalah mati

3. Tema Religius

Puisi dengan tema religius mengangkat tema keagamaan. Biasanya puisi ini mengungkapkan tentang hubungan – hubungan antar manusia dengan tuhannya, atau tuhan dengan manusia.

Contoh :

Doa 

Doaaoaoao Dooaoaoao Dooaoaoaoa
Doa doa doa doa doa doa doa 
Mari berdoa, berdoa mari, 
Jangan lupa berdoa 
doa jangan lupa 
mari berdoa 

berdoa mari
kepada yang maha kuasa
hidup tenang dengan doa
Doa tenang dengan hidup
Doaaoaoao Dooaoaoao Dooaoaoaoa
Doa doa doa doa doa doa doa 

4. Tema Kritik

Puisi dengan bertema kritik ini mengungkapkan kritik tentang kejadian yang terjadi di masyarakat. Contohnya, kritik terhadap tindakan kesewenangan pemerintah, pejabat – pejabat korupsi, dan lain – lain.

Contoh 

Korupsi

Si tikus minta dipilih oleh rakyat
Si tikus masuk ke rumah rakyat
Si tikus mulai duduk di atas rakyat
Si tikus mulai melihat mangsa
Si tikus mulai mendekati mangsa 
Si tikus mengambil mangsa

Si tikus tidak tahu malu
Si tikus tidak mau tahu
Karena Si tikus Cuma Tikus
Makhluk yang rakus  

Pengertian Teater : Fungsi, Unsur Dan Jenis Teater

PENGERTIAN TEATER

Teater adalah istilah lain untuk drama, tetapi dalam arti yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, budidaya, presentasi atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan masyarakat atau penonton (untuk pembaca, pendengar, pemirsa , analis, kritikus atau peneliti). Proses penjadian disebut prosa drama teater untuk teater atau bioskop disingkat.

Teater dapat ditafsirkan dalam dua cara: dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti sempit adalah drama (kisah kehidupan manusia dan kehiudpan mengatakan di atas panggung, disaksikan oleh banyak orang dan didasarkan pada naskah yang ditulis). Dalam arti luas, teater adalah semua tontonan tampil di depan kerumunan orang wayang misalnya, Ketoprak, ludruk dan lain-lain

Dalam sejarahnya, kata “Teater”  berasal dari bahasa Inggris theater  atau  theatre,  bahasa Perancis  théâtre  dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata “teater” dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan secara istilah kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas  untuk konsumsi penikmat.

Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater  dalam  arti sempit dideskripsikan  sebagai sebuah drama  (perjalanan hidup seseorang  yang dipertunjukkan  di  atas  pentas,  disaksikan  banyak orang  dan  berdasarkan atas  naskah  yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang  banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

Pengertian Teater Menurut Para Ahli

  • Moulton : Drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan (life presented in action).
  • Balthazar Vallhagen : Drama merupakan sebuah kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.
  • Ferdinand Brunetierre : Menurutnya drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan action atau gerak.
  • Budianta, dkk (2002) : Drama merupakan genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.
  • Tim Matrix Media Literata : Drama merupakan bentuk kisahan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan
  • Seni Handayani & Wildan : Drama adalah bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dua, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
  • Anne Civardi : Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan.

UNSUR – UNSUR SENI TEATER

Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain:

Unsur Internal

Unsur internal merupakan unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan suatu  teater. Tanpa unsur internal internal tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dikatakan sebagai jantungnya sebuah pementasan teater. Unsur internal, meliputi:

  • Naskah atau Skenario

Naskah atau Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog nantinya akan dipentaskan. Naskah menjadi salah satu penunjang yang menyatukan berbagai macam unsur yang ada yaitu pentas, pemain, kostum dan sutradara.

  • Pemain

Pemain  merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah pertunjukan teater. Pemain berperan dalam menghasilkan beberapa unsur lain, seperti unsur suara dan gerak. Ada  tiga  jenis  pemain, yaitu peran utama (protagonis/antagonis), peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron, pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.

  • Sutradara

Sutradara merupakan salah satu unsur yang paling sentral, karena sutradara adalah orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater. Sutradara menjadi otak dari jalannya suatu cerita, misalnya mengarahkan para aktor, membedah naskah, menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan dan lain-lain.

  • Pentas

Pentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan nilai estetika dari sebuah pertunjukan. Selain itu, pentas menjadi  unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa dekorasi lain yang berkenaan dengan pentas.

  • Properti

Properti  merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater, seperti kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain sebagainya.

  • Penataan

Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
  1. Tata Rias  adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih sesuai dengan karakter yang akan diperankan;
  2. Tata  Busana  adalah  pengaturan  pakaian  pemain  agar  mendukung  keadaan  yang menghendaki. Contohnya pakaian yang dikenakan anak sekolahan tentu akan berbeda denga pakaian harian yang dikenakan pembantu rumah tangga;
  3. Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung;
  4. Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara.

Unsur Eksternal

Unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Unsur eksternal diantaranya, yaitu

  • Staf Produksi

Staf produksi adalah sekelompok tim atau individual yang berkenaan dengan pimpinan produksi sampai semua bagian yang ada di bawahnya. Adapun tugas masing-masing dari mereka adalah sebagai berikut:
  1. Produser/ pimpinan produksi
  2. Mengurus semua hal tentang produksi;
  3. Menetapkan personal (petugas), anggaran biaya, fasilitas, program kerja dan lain sebagainya.

  • Sutradara/ derektor

  1. Pembawa sekaligus pengarah jalannya naskah;
  2. Koordinator semua pelaksanaan yang menyangkut pementasan;
  3. Mencari dan menyiapkan aktor;
  4. Menyiapkan make up dan juga men-setting segala sesuatu yang dipegang oleh bagian desainer beserta kru.

  • Stage manager

  1. Pemimpin dan penanggung jawab panggung;
  2. Membantu sutradara.

  • Desainer

Menyiapkan semua aspek visual yang menyangkut setting tempat atau suasana, properti atau perlengkapan pementasan, kostum, tata lampu dan pencahayaan, serta perlengkapan lain (seperti: audio).

  • Crew

Crew merupakan pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang bagian desainer, diantaranya:
  1. Bagian pentas/tempat;
  2. Bagian tata lampu (lighting);
  3. Bagian perlengkapan dan tata musik;

JENIS JENIS SENI TEATER

  • Teater Boneka 

Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Selain itu, contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

Beralih ke luar negeri, pertujukan Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.

  • Drama Musikal 

Drama musikal merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena dalam pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja.

  • Teater Dramatik

Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Fokus pertujukan teater dramatik ialah menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Dalam teater dramatik, laku aksi pemain sangat ditonjolkan. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik mencoba mementaskan cerita seperti halnya realita.

  • Teatrikalisasi Puisi

Teatrikalisasi puisi merupakan pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam teatrikal puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya bersifat teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud.
Teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.

  • Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater dapat bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini  adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

FUNGSI SENI TEATER

Peranan seni teater  telah mengalami  pergeseran seiring dengan berkembangnya teknologi. Seni teater tidak hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai  seni,  teater  tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai afektif masyarakat. Adapun beberapa fungsi seni teater, diantaranya meliputi:

  • Teater sebagai Sarana Upacara

Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater  tradisional.

  • Teater sebagai Media Ekspresi

Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

  • Teater sebagai Media Hiburan

Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan pertunjukan yang digelar.

  • Teater sebagai Media Pendidikan

Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.

Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi

Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi. Pengertian Puisi, Unsur yang ada dalam Sebuah Puisi, Ciri-Ciri dari Puisi, Puisi Lama dan Puisi Baru, Bahasa yang digunakan dalam Puisi, Puisi yang indah namun tetap penuh Makna. Karya Sastra yang syahdu disajikan dalam bentuk Puisi.

Pengertian Puisi

Sumber: si-pedia.com
Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan serta perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, pengaturan lirik serta bait, dan penuh arti.

Puisi mengutarakan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan susunan fisik serta susunan batinnya.

Puisi memprioritaskan bunyi, bentuk serta arti yang mau di sampaikan yang mana arti sebagai bukti puisi baik bila ada arti yang mendalam dengan memadatkan semua unsur bahasa.

Puisi adalah seni tertulis memakai bahasa sebagai mutu estetiknya (keindahan). Puisi dibedakan jadi dua yakni puisi lama serta puisi baru.

Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli 

Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut herman waluyo yaitu karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

Sumardi: Pengertian puisi menurut sumardi yaitu karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, serta di beri irama dengan bunyi yang padu serta penentuan kata-kata kias (imajinatif).

Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut thomas carley yaitu ungkapan pikiran yang miliki sifat musikal.

James Reevas: Pengertian puisi menurut James Reevas kalau arti puisi yaitu ekspresi bahasa yang kaya serta penuh daya pikat.

Pradopo: Pengertian puisi yaitu rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam bentuk yang paling berkesan.

Herbert Spencer: Pengertian puisi yaitu bentuk pengucapan ide yang miliki sifat emosional dengan memperhitungkan keindahan.

Unsur-Unsur Puisi 

Sumber: infosastra.com
Unsur-unsur puisi terbagi dalam susunan fisik serta susunan batin puisi diantaranya sebagai berikut ini:

Susunan Fisik Puisi 

Perwajahan Puisi (Tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris puisi yang tidak selalu diawali dengan huruf kapital serta disudahi dengan tanda titik. Hal itu memastikan pemaknaan pada puisi.

Diksi adalah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Lantaran puisi yaitu bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya bisa mengungkap banyak hal, maka kata-katanya mesti dipilih secermat mungkin.

Penentuan kata-kata dalam puisi erat hubungannya dengan makna, keharmonisan bunyi, serta urutan kata.

Imaji, yakni kata atau susunan kata yang mengungkap pengalaman indrawi, umpamanya pandangan, pendengaran, serta perasaan. Imaji terdiri atas tiga yaitu imaji suara (auditif), imaji pandangan (visual), serta imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji menyebabkan pembaca seolah-olah melihat, mendengar, serta merasakan apa yang dirasakan penyair.

Kata Konkret, yaitu kata yang memungkinkan timbulnya imaji lantaran bisa di tangkap indera yang mana kata ini terkait dengan kiasan atau simbol.

Seperti kata konkret "salju" di mana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dan lain-lain, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dan lain-lain.

Gaya Bahasa, yaitu pemakaian bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan dampak serta menyebabkan konotasi spesifik dengan bahasa figuratif yang mengakibatkan puisi jadi prismatis, artinya memancarkan banyak arti atau kaya makna.

Gaya bahasa disebut juga dengan majas. Beberapa macam majas yakni metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, sampai paradoks.

Rima/Irama adalah kesamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, serta akhir baris puisi. Rima meliputi:
  1. Onomatope (tiruan pada bunyi seperti/ng/yang memberikan dampak magis puisi staudji C. B);
  2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, kesamaan akhir, kesamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya;
  3. Pengulangan kata/ungkapan ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima amat menonjol dalam pembacaan puisi. 

Susunan Batin Puisi 

Sumber: mediasiswa.com
Tema/Makna (sense); media pusi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu hubungan tanda dengan arti, maka puisi mesti mempunyai arti ditiap kata, baris, bait, serta arti keseluruhnya.

Rasa (Feeling) yakni sikap penyair tentang pokok persoalan yang ada dalam puisinya. Pengungkapan topik serta rasa erat hubungannya akan latar belakang sosial serta psikologi penyair, seperti latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, umur, pengalaman sosiologis serta psikologis, serta pengetahuan.

Kedalaman pengungkapan topik serta ketentuan dalam menanggapi sebuah permasalahan tidak bergantung dari kekuatan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, serta bentuk puisi saja, tetapi juga dari wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis serta psikologisnya.

Nada (tone) yaitu sikap penyair pada pembacanya. Suara terkait dengan topik serta rasa. Penyair bisa mengemukakan topik baik dengan nada yang menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca dalam pemecahan permasalahan, menyerahkan permasalahan pada pembaca, dengan nada sombong, berasumsi bodoh serta rendah pembaca, dan lain-lain.

Amanat/tujuan maksud (intention) yaitu pesan yang akan di sampaikan penyair pada pembaca yang ada dalam puisi itu.

Puisi Lama dan Puisi Baru 

Sumber: kreasiringan.blogspot.co.id
Puisi Lama 

Pengertian puisi lama yaitu puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian ketentuan yakni sebagai berikut ini:
  1. Jumlah kata dalam 1 baris 
  2. Jumlah baris dalam 1 bait 
  3. Persajakan (rima) 
  4. Banyak suku kata di setiap baris 
  5. Irama 
Ciri-Ciri Puisi Lama 
  1. Tidak di ketahui nama pengarangnya. 
  2. Penyampaian dari mulut ke mulut, hingga merupakan sastra lisan. 
  3. Amat terikat akan sebagian ketentuan umpamanya tentang jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata ataupun rima. 
Beberapa Jenis Puisi Lama 

Mantra yaitu beberapa perkataan yang dianggap memiliki kemampuan gaip.

Contoh Mantra: Mantra untuk menyembuhkan orang dari dampak makhluk halus

Sihir lontar pinang lontar 
terletak diujung bumi 
Setan buta jembalang buta 
Aku sapa tidak berbunyi 

Pantun yaitu puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, yang tiap bait terbagi dalam 4 baris, serta di tiap baris terbagi dalam 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan untuk 2 baris selanjutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri atas pantun anak, muda-mudi, agama/nasehat, teka-teki, jenaka.

Contoh Pantun 

sungguh elok emas permata 
lagi elok intan baiduri 
sungguh elok budi bahasa 
jika dihias akhlaq terpuji 

Seloka yaitu pantun yang berkait

Contoh Seloka 

Sudah bertemu kasih sayang 
Duduk terkurung malam siang 
Hingga setapak tiada renggang 
Tulang sendi habis terguncang 

Talibun yaitu pantun genap yang disetiap barusnya terbagi dalam 6, 8 maupun 10 baris

Contoh Talibun

Anak orang di padang tarap 
Pergi berjalan ke kebun bunga 
hendak ke pekan hari tiah senja 
Di sana sirih kami kerekap 
meskipun daunnya berupa 
namun rasanya berlain juga

Syair yaitu puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri setiap bait 4 baris yang bersajak a-a-a-a dengan memuat nasehat atau narasi.

Contoh Syair

Berfikirlah secara sehat 
Berucap tentang taubat dan solawat 
Berkarya dalam hidup dan manfaat 
Berprasangka yang baik dan tepat

Karmina yaitu pantun kilat umpamanya pantun namun pendek.

Contoh Karmina

buah ranun kulitnya luka 
bibir tersenyum banyak yang suka 

Gurindam yaitu puisi yang mana dari setiap bait terdiri 2 baris, bersajak a-a-a-a serta memuat nasehat.

Contoh Gurindam

Barang siapa tiada memegang agama (a) 
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama (a) 
  
Barang siapa mengenal yang empat (b) 
ia itulah orang yang ma'arifat (b) 
  
Gendang gendut tali kecapi (c) 
Kenyang perut senang hati (c)

Puisi Baru 

Pengertian Puisi Baru yaitu puisi yang tidak terikat lagi oleh ketentuan yang mana bentuknya lebih bebas ddari pada puisi lama dalam sisi jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Ciri-Ciri Puisi Baru 
  1. Mempunyai bentuk yang rapi, simetris 
  2. Persajakan akhir yang teratur 
  3. Memakai pola sajak pantun serta syair meskipun dengan pola yang lain 
  4. Biasanya puisi empat seuntai 
  5. Di tiap baris atasnya satu gatra (kesatuan sintaksis) 
  6. Di setiap gatranya terbagi dalam dua kata (biasanya): 4-5 suku kata 
Beberapa Jenis Puisi Baru
Sumber: droginfo.hu
Puisi baru dikatogerikan jadi dua jenis yakni sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Isinya:

Balada yaitu puisi yang memuat cerita atau narasi. Puisi bentuk ini terdiri atas tiga (3) bait, yang tiap delapan (8) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b.

Lantas skema berubah jadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik paling akhir dalam bait pertama dipakai sebagai refren pada bait-bait selanjutnya. Misalnya pada puisi karya Sapardi Damono berjudul "Balada Matinya Seorang Pemberontak".

Himne yaitu puisi pujaan pada Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri himne yaitu lagu pujian yang menghormati seorang dewa, tuhan, pahlawan, tanah air, almamater (pemandu di Dunia Sastra).

Makin berkembangnya jaman, arti himne berubah yang mana pengertian himne saat ini yaitu sebagai puisi yang dinyanyikan, memuat pujian pada yang dihormati seperti guru, pahlawan, dewa, tuhan yang bernapaskan ketuhanan.

Romansa yaitu puisi yang memuat luapan perasaan cinta kasih. Romansa memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, dan kasih mesra (perancis "Romantique").

Ode yaitu puisi yang memuat sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada serta gayanya amat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, mengulas suatu hal yang mulia, miliki sifat menyanjung baik pada pribadi spesifik atau peristiwa biasa.

Epigram yaitu puisi yang memuat tuntunan atau ajaran hidup. Epigram memiliki arti unsur pengajaran; didaktik; nasehat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan dasar, ikhtibar; ada teladan.

Elegi yaitu puisi yang memuat rata tangis atau rasa sedih yang memuat sajak atau lagu dengan mengutarakan rasa duka atau keluh kesah lantaran sedih atau rindu, terlebih karena kematian/kepergian seseorang.

Satire yaitu puisi yang memuat sindiran/kritik. Istilah berisi bahasa latin Sature yang memiliki arti sindiran; kekejaman tajam pada suatu hal fenomena; tidak puas hati satu kelompok (atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dan sebagainya).

Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Bentuknya:
Sumber: rahasiapenulis.com
Distikon yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam dua baris (puisi dua seuntai).

Terzina yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam tiga baris (puisi tiga seuntai).

Kuatrain yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam empat baris (puisi empat seuntai).

Kuint yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam lima baris (puisi lima seuntai).

Sektet yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam enam baris (puisi enam seuntai).

Septime yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam tujuh baris (tujuh seuntai).

Oktaf yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).

Soneta yaitu puisi yang terbagi dalam empat belas baris yang terdiri dari dua, di mana dua bait pertama masing-masing empat baris serta pada dua bait kedua masing-masing tiga baris. Kata soneta datang dari bahasa Italia yakni Sonneto.

Kata sono memiliki arti suara. Jadi soneta yaitu puisi yang bersuara. Puisi soneta dikenalkan oleh Muhammad Yamin serta Roestam Effendi yang di ambil dari negeri Belanda, hingga mengapa kedua nama itu sebagai "Pelopor/Bapak Soneta Indonesia".

Bentuk soneta Indonesia tidak lagi patuh pada syarat-syarat soneta yang ada di italia atau Inggris tetapi soneta Indonesia mempunyai kebebasan baik dalam segi isi ataupun rimanya. Yang menjadi pegangan yaitu jumlah barisnya (empat belas baris).

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Puisi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Puisi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Pengertian Syair : Ciri, Macam Dan Unsur Syair

Pengertian Syair

Syair merupakan salah satu puisi lama, syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi'ir atau Syu'ur yang artinya perasaan yang mendalam. Awal mula syair berasal dari Persia dan masuk ke Indonesia bersama dengan agama Islam.

Perpuisian Indonesia telah berkembang sekitar abad 17 yang ditandai munculnya syair melayu. Tidak dapat dipungkiri perkembangan kesuasatraan nusantara dipengaruhi oleh masuknya Islam pada abad ke 10. Namun sejarah menyebutkan Islam baru tersebar luas abad ke 17 setelah bahasa melayu dijadikan lingua franca.

Menurut Hooykaas, syair merupakan jenis puisi lama yang berkembang di Indonesia hanya saja namanya merupakan serapan dari bahasa Arab. Pengaruh puisi Arab dan Parsi memainkan peranan yang penting dalam lahirnya syair Melayu Nusantara.

Walaupun berasal dari bahasa Arab namun syair berkembang di Indonesia, berbaur dengan kebudayaan Indonesia sehingga menemukan bentuk dan ciri-ciri tersendiri yang berbeda dengan syair Arab.

A. Teeuw berpendapat bahwa asal-usul syair di Indonesia ditandai oleh puisi/syair karya Hamzah Fansuri. Pendapat A. Teeuw tersebut juga didukung oleh Winstedt dan Brakel yang berpendapat bahwa syair Indonesia diperkenalkan oleh Hamzah Fansuri dalam tulisannya.

Kini syair mengalami banyak modifikasi seiring berkembangnya zaman sehingga menjadi khas melayu.

Ciri - Ciri Syair

• Tiap baitnya terdiri dari empat baris
• Tiap baris terdiri dari 8 sampai 14 suku kata
• Setiap bait memberi arti sebagai satu kesatuan
• Bersajak a-a-a-a
• Semua baris adalah isi
• Bahasa berbentuk kiasan
• Syair berisi tentang nasihat,petuah,dongeng/cerita

Jenis dan Contoh Syair 

1. Syair Panji

Syair panji adalah syair yang menceritakan peristiwa, kondisi, keadaan, situasi ataupun orang - orang yang hidup di dalam istana kerajaan
Syair Panji Karya Abdul Muluk
Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah paduka sultan
Duduklah baginda bersuka-sukaan
Abdul Muluk putra baginda
Besarlah sudah bangsawan muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tiga belas tahun umurnya ada
Parasnya elok amat sempurna
Petah menjelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina

2. Syair Kiasan

Syair kiasan adalah syair yang menceritakan tentang perumpamaan terhadap kejadian tertentu. Contohnya seperti : "bagai air di daun keladi" yang artinya adalah tentang kepribadian seseorang yang tidak memiliki pendirian atau prinsip sehingga hidupnya tidak menentu.
Syair Burung Nuri Karya Sultan Badaroedin
Paksi Simbangan konon namanya
Cantik dan manis sekalian lakunya
Matanya intan cemerlang cahayanya
Paruhnya gemala tiada taranya
Terbangnya Simbangan berperi-peri
Lintas di Kampung Bayan Johari
Terlihatlah kepada putrinya Nuri
Mukanya cemerlang manis berseri
Simbangan mengerling ke atas geta
Samalah sama berjumpa mata
Berkobaran arwah leburlah cinta
Letih dan lesu rasa anggauta

3. Syair Romantis

Syair romantis adalah syair yang berisi tentang percintaan, perasaan cinta dan kasih saying, ataupun kisah-kisah cinta.
Syair Bidadari Lahir
Dengarlah kisah suatu riwayat
Raja di desa negeri Kembayat
Dikarang fakir dijadikan hikayat
Dibuatkan syair serta berniat
Adalah raja sebuah negeri
Sultan Agus bijak bestari
Asalnya baginda raja yang bahari
Melimpahkan pada dagang biaperi
Kabarnya orang empunya termasa
Baginda itulah raja perkasa
Tiadalah ia merasa susah
Entahlah kepada esok dan lusa.

4. Syair Sejarah

Syair sejarah adalah syair yang ditulis berdasarkan suatu kejadian, tokoh, pemeran cerita ataupun tempat yang memiliki nilai sejarah, seperti peperangan, asal muasal daerah, nilai sejarah suatu patung atau candi, dan lain - lain.
Syair Negaradipa
Bermula kisah kita mulai
Zaman dahulu zaman bahari
Asal mulanya sebuah negeri
Timbulnya kerajaan Raja di Candi
Kerajaan bernama Negara Dipa
Raja pertama Empu Jatmika
Putra tunggal Mangkubumi dengan Sitira
Asal Negeri Keling di Tanah Jawa
Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputera seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya

5. Syair Agama

Pertama kali syair masuk ke Nusantara Indonesia yaitu bersamaan dengan masuknya agama Islam. Oleh karena itu, banyak syair agama berkembang oleh agama Islam.

Jenis-jenis syair agama yaitu :

• Syair Sufi
• Syair tentang ajaran Islam
• Syair riwayat cerita nabi
• Syair nasihat.
Syair Bertaubat
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Apabila engkau kesulitan
Dan menerima segala cobaan
Memohonlah kepada Tuhan
Pasti Tuhan mengabulkan
Jangan lupa kepadanya
Patuhilah perintahnya
Bertaubatlah kepadanya
Pasti Tuhan menerimanya

Unsur-Unsur Syair

a. Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Tema merupakan landasan utama dalam mengekspresikan gagasan atau pikiran melalu ikata-kata.

b. Nada, yaitu sikap tertentu penyair terhadap pembaca. Apakah penyair bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau berikap lugas apa adanya, hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca.

c. Suasana adalah keadaan jiawa pembaca setelah membaca puisi. Suasana merupakan efek psikologis yang muncul setelah pembaca selesai membaca keseluruhan syair.

Jika berbicara tentang penyair kita akan berbicara tentang nada, sebaliknya jika berbicara tentang pembaca, kita akan berbicara tentang suasana hati pembaca.

Nada dan suasana saling berhubungan. Nada penyair menimbulkan suasana terhadap pembacanya. Nada duka yang diciptkan penyair dapat menimbulkan suasana iba pembaca.

d. Pesan atau amanat, yaitu tujuan yang hendak dimaksud penyair dalam menciptakan syairya. Pesan penyair dapat ditelaah setelah memahami tema, sada, dan suasana syair dengan membaca kesepuruhan syair. Amanat tersirat dibalik kata-kata yag disusun dan berada di balik tema yang diungkapkan
Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap

Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap

Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap - Sastra adalah suatu bentuk hasil kerja orang lain yang memiliki nilai – nilai estetika, yang berupa hasil pemikiran, perasaan, pengalaman pribadi, maupun imajinasi – imajinasi yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan maupun ucapan. Karya sastra sangatlah dinamis, dengan kata lain mereka sangat fleksibel dengan perkembangan jaman. 

Karena sifatnya yang dinamis ini, karya sastra ikut mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan jaman itu sendiri. Perkembangan – perkembangan tersebut menghasilkan karya sastra yang berbeda – beda setiap periodenya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dengan mudah berdasarkan kelompok angkatannya masing – masing.

Di Indonesia sendiri, Periodisasi karya sastra Indonesia telah dimulai sejak abad ke 20. Periodisasi ini menghasilkan 4 angkatan karya sastra, diantaranya adalah angkatan balai pustaka, angkatan pujangga baru, angkatan ’45, dan angkatan ’66. Periodisasi ini didasari oleh urutan waktu, perbedaan situasi dan kondisi, dan nilai estetika. Di bawah ini adalah pembahasan lengkap mengenai angkatan – angkatan karya sastra yang ada di Indonesia.

Angkatan – Angkatan Karya Sastra


1. Angkatan Balai Pustaka (1920 - 1983)

Karya pada angkatan ini adalah karya – karya sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka serta muncul pada tahun 1920. Adapun karya sastra yang muncul pada periode ini, memiliki ciri sebagai berikut :

1. Kebanyakan mengangkat tema tentang adat istiadat
2. Isinya kebanyakan berupa nasihat - nasihat
3. Penyampaian ceritanya masih bertele – tele
4. Menggunakan gaya bahasa melayu

Karya – karya yang dihasilkan pada jaman ini berupa puisi, prosa, dan roman (novel). Namun, roman adalah yang berkembang dengan sangat pesat di jaman ini.

Advertisement
2. Angkatan Pujangga Baru (1933 - 1942)

Angkatan ini adalah sebutan bagi karya – karya sastra yang muncul bersamaan dengan terbitnya majalah Pujangga Baru. Karya yang muncul pada periode ini memiliki ciri sebagai berikut:

1. Bentuk karya sastra yang dihasilkan lebih beragam.
2. Karya – karya yang dihasilkan lebih berani. Dengan kata lain, berisi protes – protes atau pun pertentangan.
3. Bersifat tendensius, yaitu jelas dan tidak bertele – tele, serta diktatis, yaitu menuntut perubahan.
4. Terlepas dari gaya bahasa melayu.
5. Tema – tema yang diangkat bukan berupa adat istiadat lagi. Namun, telah merambah ke dunia sosial dan politik, seperti kehidupan masyarakat kota, kebangkitan nasional, emansipasi wanita, dan cita – cita mencapai kemerdekaan.

Karya – karya yang dihasilkan pada periode Pujangga Baru adalah puisi, drama, dan roman yang lebih berani.

3. Angkatan ’45 (1942 - 1966)

Karya – karya satra yang termasuk ke dalam angkatan ini adalah karya sastra yang muncul pada tahun 1940-an, yaitu pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dan masa awal kemerdekaan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Tema – tema yang diangkat kebanyakan berupa kebebasan – kebebasan Individu
2. Karya – karya sastra dikembangkan dengan prinsip keberanian dan kebebasan
3. Telah menggunakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari - hari 
4. Sudah mulai terpengaruh budaya – budaya luar negeri

Adapun karya – karya sastra yang dihasilkan pada periode ini berupa, novel, cerpen, dan puisi bebas

4. Angkatan ’66 (1955 - Sekarang)

Periode ini mengelompokkan karya – karya sastra yang muncul pada tahun 1955 hingga saat ini. Karya – karya sastra pada jaman ini memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1. Tema yang diangkat tidak lagi terikat, tetapi lebih bergantung kepada keinginan pengarangnya sendiri
2. Kebanyakan mengangkat masalah – masalah pendidikan
3. Gaya bahasa yang digunakan bebas, dan bahkan telah menggunakan serapan bahasa asing
4. Isi atau maksud karya sastra tersebut mudah dimengerti oleh pembacanya

Karya – karya sastra yang dihasilkan pada periode ini sama dengan periode – periode sebelumnya. Namun, lebih menekankan unsur atau nilai – nilai instrinsiknya.  
Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru)

Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru)

Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru) - Puisi bebas adalah bentuk puisi yang dibuat dengan tidak mematuhi atau keluar dari aturan baku penulisan puisi, seperti jumlah baris, rima, sajak, dan pemilihan kata. Namun, puisi  ini berbeda dengan puisi kontemporer yang hanya memperhatikan bentuk dan bunyi, puisi bebas lebih menekankan pada isi puisi yang merupakan daya imajinasi atau perasaan hati dari sang penulis yang diungkapkan dalam bentuk kata – kata puitis sehingga memiliki nilai – nilai estetika yang tinggi.

Puisi bebas ini dijadikan sebagai media untuk mengungkapkan segala macam bentuk perasaan yang dirasakan  oleh pemiliknya, seperti marah, kesal, senang, bahagia, jatuh cinta, dan lain – lain, atau pun pengalaman – pengalaman penulisnya akan suatu hal. Temanya pun bermacam – macam, misalnya tentang alam, kehidupan, percintan, maupun sosial. Di bawah ini adalah contoh – contoh puisi bebas terlengkap. 

Contoh Puisi Bebas



AKU

Aku bukanlah burung kenari
Yang terbang bebas ke seluruh penjuru 
Hinggap di semua dahan, tanpa peduli sekitar 
Aku bukanlah sang Lebah 
Yang berani melawan sang musuh 
Menghampiri setiap bunga di taman, tanpa rasa malu
Aku bukanlah kupu – kupu 
Yang dipuja – puji akan keindahan tubuhnya
Menari – nari menggoda sang kuntum,  tanpa henti
Aku bukankah sang ular
Yang tenang datang menghampiri tanpa hawa kehadiran
Kemudian mematuk dalam diam

Tapi, aku hanyalah sebongkah batu karang
Diam, tenang dalam amukan sang badai
Aku hanyalah setangkai bunga lalang
Hilang, tertutup bayangan bunga mawar
Aku hanyalah sebuah kursi kayu tua
Keropos, terpinggirkan, dimakan usia
Menunggu ajal tiba di peraduan senja 



Advertisement
Secangkir Kopi

Secangkir kopi di penghujung hari
Menyambut tenggelamnya sang mentari
Menanti dirimu yang tak kunjung datang

Di manakah dirimu wahai kekasihku
Termenung aku sendiri di dalam sedihku
Tanpa seorang pun yang mau menyapaku
Di manakah dirimu wahai kekasihku
Meninggalkan aku tanpa senyummu
Senyum yang menghiasi hari – hari ku

Secangkir kopi menyambut mentari
Tetap menemaniku menatap kelamnya hari
Tanpa dirimu di sisiku wahai kekasih



Nyanyian Pagi

Berbisik angin masuk melalui kupingku
Membangunkan jiwa yang tertidur pulas
Tersenyum mentari kepadaku
Menerobos jendela kamar tidur ini

Dengan hati riang ku sambut pagiku
Yang penuh dengan kehangatan
Kehangatan dari sang mentari pagi 
Tak akan pernah habis hingga nanti


Masa itu telah pergi

Awan putih menghiasi langit biru
Menjaga sekumpulan bocah – bocah di tanah ini
yang tertawa lepas tanpa henti
Bermain bersuka ria di tengah padang ilalang 
Kaki kecil nan lincah itu berlari – lari menerjang 
Bagaikan kaki kijang menerobos padatnya hutan
Tubuh mungil yang gesit bergerak ke sana – kemari
Bagaikan ikan diberi nasi

Sungguh indah masa itu 
Masa – masa tanpa beban yang menggantung di pundak
Masa -  masa tanpa resah yang memuncak
Yang ada hanyalah kesenangan
Kegembiraan yang mengisi hari – hari
Sayang, masa itu telah pergi 
Meninggalkan kenangan yang sangat berarti
Membawakan hari – hari yang tak pernah berhenti


Hilang sudah tak tersisa
Tanah permai nan indah
Pagi yang sejuk berlinang embun
Dan senja yang tenang tenggelam hilang
di antara tangis dan gemuruh alam

Hilang sudah tak tersisa
Hutan yang asri penyejuk hati
Di tebang oleh orang – orang yang tak peduli
Peduli terhadap alam ini

Hilang sudah tak tersisa
Udara sejuk penyeka lara
Tergerus oleh asap dan debu durjana

Hilang sudah tak tersisa
Bumiku yang dahulu entah kemana 
Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 1

Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 1


Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 1 - Terdapat soal-soal Bahasa Indonesia yang bisa Anda pelajari dan gunakan sebagai latihan.



Bacalah teks di bawah ini




Kancil dan Buaya
Pada zaman dahulu hidup Sang Kancil yang merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang-binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang- binatang di dalam hutan, ia tidak menunjukkan sikap yang sombong dan selalu bersedia membantu.
Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurangan, Sang Kancil berinisiatif untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari itu sangat panas dan membuat Sang Kancil haus karena terlalu lama berjalan. Sang Kancil lalu berusaha mencari sungai yang terdekat. Setelah berkeliling hutan akhirnya kancil menemui sebuah sungai yang sangat jernih airnya. Sang Kancil lalu minum sepuas-puasnya. Kesegaran air sungai tersebut telah menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.
Kancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Saat lelah berjalan, ia istirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang di sekitar kawasan tersebut. Kancil berkata di dalam hatinya, “Aku harus bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat”. Setelah lelahnya hilang, Sang Kancil menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan daun yang terdapat disekitarnya. Saat asik mengunyah daun, Sang Kancil melihat kebun buah-buahan yang sedang masak dan ranum di seberang sungai.”Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.
Sang Kancil lalu mencari akal untuk menyeberangi sungai yang sangat dalam dan deras arusnya. Tiba-tiba Sang Kacil melihat Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Saat hari panas buaya suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari. Kancil lalu menghampiri buaya yang sedang berjemur dan berkata, ” Hai sabahatku Sang Buaya, apa kabar kamu pada hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari membuka mata dan melihat sang kancil yang menegurnya tadi. “Kabar baik sahabatku Sang Kancil” sahut Buaya. “Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?” tanya Buaya.  Kancil menjawab, “Aku membawa khabar gembira untuk kamu.” Mendengar kata-kata Sang Kacil, Sang Buaya tidak sabar ingin mendengar kabar yang dibawa oleh Sang Kancil. Ia lalu berkata “Ceritakan kepadaku apa yang hendak kau sampaikan”.
....
http://www.pendongeng.com/fabel-indonesia/289-kancil-dan-buaya.html




1. Jenis cerita tersebut berdasarkan bentuk penokohan dalam cerita adalah . . . .



A. ramayana



B. kolosal



C. absurd



D. fabel




2. Sifat kancil yang digambarkan pada cerita tersebut adalah . . . .



A. cerdik



B. pemalas



C. penakut



D. pemberani




3. Kata “dahaga” bersinonim dengan kata . . . .



A. lelah



B. haus



C. lapar



D. lemas




4.  “Sang Kancil lalu berusaha mencari sungai yang terdekat.”



Pola kalimat tersebut adalah . . . .



A. K S P



B. S P K



C. S P O



D. K S P O




5. Pernyataan berikut sesuai dengan isi teks Kancil dan Buaya , kecuali . . . .



A. Kancil ketakutan saat bertemu buaya.



B. Kancil kehausan saat berjalan di hutan.



C. Buaya adalah hewan yang suka berjemur.



D. Kancil ingin menyebrangi sungai untuk mengambil buah-buahan.




Bacalah teks di bawah ini




Advertisement






Goenawan Mohamad
Goenawan Soesatyo Mohamad lahir di Batang, Jawa Tengah pada 29 Juli 1941. Goenawan Mohamad adalah seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. ia juga dikenal sebagai penyair, penulis lakon, esesis. Goenawan Moehamad menikah dengan Widarti Djajadisastra dan memiliki dua anak, Hidayat Jati dan Paramita Mohamad. Dua cucu: Kiara dan Isaia.
Masa sekolah dasar Goenawan Mohamad  diselesaikan di sekolah rakyat Negeri Parakan Batang, tahun 1953, kemudian melanjutkan  ke SMP Negeri II Pekalongan dan lulus tahun 1956. Setelah lulus SMP Goenawan melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri Pekalongan dan lulus tahun 1959. Selepas SMA Goenawan mempelajari psikologi di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu politik di Belgia dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat.
Karir Goenawan Mohamad, dimulai dari Redaktur Harian KAMI (1969-1970), Redaktur Majalah Horison (1969-1974), Pemimpin Redaksi Majalah Ekspres (1970-1971), Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985). Dan sejak 1971, Goenawan bersama rekan-rekannya mendirikan majalah Mingguan Tempo. Jiwa kritisnya membawanya untuk mengkritik rezim Soehart. Tempo dianggap sebagai oposisi yang merugikan kepentingan pemerintah sehingga dihentikan penerbitannya pada 1994.
Selama kurang lebih 30 tahun menekuni dunia pers, Goenawan menghasilkan berbagai karya yang sudah diterbitkan di antaranya kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971), yang diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Sebagian eseinya terhimpun dalam Potret Seorang penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Sek*, Sastra, dan Kita (1980), dan Catatan Pinggir (1982).
Selama kiprahnya di dunia jurnalis dan sastra, Goenawan Mohammad mendapat beberapa penghargaan. diantaranya adalah Anugerah Hamengku Buwono IX bidang kebudayaan dari Universitas Gadjah Mada, Penghargaan Professor Teeuw dari Leiden University Belanda (1992), Louis Lyons dari Harvard University Amerika Serikat (1997), Internasional Editor (International Editor of the Year Award) dari World Press Review, Amerika Serikat (Mei 1999), Internasional dalam Kebebasan Pers (International Press Freedom Award) oleh Komite Pelindung Jurnalis (Committee to Protect Journalists) (1998), Wertheim Award (2005), dan Anugerah sastra Dan David Prize (2006)
Sebagai  jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas Goenawan Mohamad tanpa lelah memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikannya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya.
Sumber: http://www.mikirbae.com/2015/08/teks-biografi-tokoh-sastra-indonesia.html




6. Berdasarkan isi teks, teks tersebut adalah teks . . . .



A. editorial



B. biografi



C. cerpen



D. jurnal




7. Perjalanan karir Goenawan Mohamad diceritakan pada paragraf . . . .



A. pertama



B. kedua



C. ketiga



D. keempat




8. Berikut ini adalah judul karya Goenawan Mohamad, kecuali . . . .



A. Kita



B. Parikesit



C. Bumi Manusia



D. Catatan Pinggir




9. “Selama kiprahnya di dunia jurnalis dan sastra, Goenawan Mohammad mendapat beberapa penghargaan.”



Pola kalimat tersebut adalah . . . .



A. K S P O



B. S P O K



C. S P O



D. K S P




10. Informasi tentang Goenawan Mohamad yang terdapat pada teks tersebut antara lain . . . .



A. tempat dan tanggal lahir, nama orangtua dan saudara kandung, riwayat pendidikan, nama perusahaan yang dipimpin, dan penghargaan



B. tempat dan tanggal lahir riwayat pendidikan, judul karya, nama orangtua dan saudara, dan penghargaan



C. profesi, riwayat pendidikan, penghargaan, negara-negara yang pernah dikunjungi, dan judul  karya



D. nama istri dan anak, riwayat pendidikan, profesi,  judul karya, dan penghargaan




Bacalah teks di bawah ini




Teknik Cuffing
Saat membeli celana jeans atau celana berbahan denim Anda biasanya akan mengalami masalah untuk panjang celana tersebut. Produsen celana biasanya memang memberi panjang yang agak dilebihkan untuk mencegah celana Anda kependekkan. Untuk mengatasi celana jeans yang kepanjangan, kita punya dua cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Cara pertama adalah dengan cara memotongnya ke tukang jahit dan cara kedua adalah dengan melipat. Cara yang akan kita bahas saat ini adalah yang cara ke dua, yaitu dengan melakukan cuffing pada celana Anda.
Cuffing adalah usaha yang kita lakukan untuk memperoleh panjang celana yang kita inginkan dengan tidak memotong celana tersebut. Jadi teknik cuffing dilakukan tanpa harus melakukan pemotongan pada celana yang kepanjangan. Sekarang ini cuffing bukan sekedar menyulap panjang celana saja, tetapi juga bisa menambah style Anda dalam memakai celana panjang. Jenis-jenis cuffing juga bermacam-macam, dari 1 lipatan, 2 lipatan dan sebagainya.
Cuffing 1 lipatan atau single cuff merupakan cara paling sederhana dalam mengatasi celana Anda yang kepanjangan. Yaitu dengan cara melipat celana Anda keluar sekali lipatan saja. Jenis cuffing 1 lipatan ini bisa lipatan kecil, sedang, atau besar tergantung dengan selera Anda dalam melipatnya. Biasanya kecil besarnya cuffing juga disesuaikan dengan sepatu yang Anda pakai dan tinggi pendeknya ukuran kaki Anda. Untuk Anda yang mempunyai kaki pendek disarankan tidak melakukan cuffing yang terlalu tinggi atau besar, karna bisa membuat Anda makin terlihat pendek.
Double Cuff atau Cuffing dengan 2 lipatan merupakan terusan dari single cuff yang melipat sekali lagi cuffing Anda untuk ke dua kalinya. Double cuff akan membuat tampilan cuffing Anda lebih rapih dibanding single cuff Double cuffing tidak memperlihatkan line benang pada ujung celana Anda. Untuk double cuff bisa Anda lakukan juga dengan lipatan kecil atau besar tergantung dengan selera Anda.
Sumber: http://mallonlineindonesia.com/mengatasi-celana-jeans-yang-kepanjangan/




11. Jenis busana yang menjadi objek pembicaraan pada teks tersebut adalah . . . .



A. celana panjang



B. celana pendek



C. baju lengan panjang



D. baju lengan pendek




12. Pernyataan berikut sesuai dengan isi teks tentang teknik cuffing, kecuali . . . .



A. Anda dapat melakukan teknik cuffing dengan menggulung ujung celana sebanyak dua kali.



B. Teknik cuffing digunakan untuk memendekkan celana Anda yang terlalu panjang. 



C. Teknik cuffing dapat dilakukan dengan cara menggulung ujung celana satu kali.



D. Anda harus memotong celana Anda untuk melakukan teknik cuffing.




13. Kata “panjang” dan “pendek” memiliki hubungan . . . .



A. sinonim



B. antonim



C. kata ganti



D. persamaan




14. “Cuffing ( ... ) usaha yang kita lakukan untuk memperoleh panjang celana yang kita inginkan ( ... ) tidak memotong celana tersebut.”



Kata yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang adalah  . . . .



A. adalah dan dengan



B. dengan dan namun



C. apabila dan namun



D. namun dan adalah




15. Penjabaran tentang cara melakukan teknik cuffing terdapat pada paagraf . . . .



A. pertama dan kedua



B. kedua dan ketiga



C. ketiga dan keempat



D. keempat dan kelima




1. D



2. A



3. B



4. C



5. A



6. B



7. C



8. C



9. A



10. D



11. A



12. D



13. B



14. A



15. C