Showing posts sorted by relevance for query reproduksi sel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query reproduksi sel. Sort by date Show all posts

Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya

Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya. Pengertian Alat Reproduksi Pria, Bagian-Bagian Alat Reproduksi Pria, Fungsi dari Tiap Bagian Alat Reproduksi Pria, Penjelasan Mengenai Bagian Alat Reproduksi Pria, Istilah atau Sebutan untuk Seluruh Bagian Alat Reproduksi Pria.

Alat Reproduksi Pria

Sumber: sehatki.com
Organ reproduksi pria terbagi dalam organ reproduksi internal serta organ reproduksi eksternal. Organ reproduksi internal terbagi dalam testis, saluran pengeluaran (epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra) serta kelenjar asesoris (vesikulasi seminalis, kelenjar prostat, kelenjar cowper).

Yang dipakai untuk mensekresikan esnesial untuk kelangungan hidup serta pergerakan sperma. Sedangkandari organ reproduksi eksternal terbagi dalam penis serta skrotum.

Bagian-Bagian Alat Reproduksi Pria 

Testis 

Testis yaitu organ kelamin pria yang berwujud oval serta terdapat dalam skrotum yang berjumlah sepasang. Manfaat testis yaitu untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) serta hormon sex testosteron.

Testis terdapat dalam skrotum adalah organ berugae (mempunyai lipatan kulit), serta berperan dalam melindungi suhu testis supaya spermatogenesis bisa tetap terjadi.

Bila suhu rendah (dingin) skrotum berkerut serta mendekat ke arah tubuh, sedangkan apabila suhu sedang tinggi, skrotum akan mengendur serta menjauh dari tubuh.

Tempat pembentukan sperma dalam testis yaitu tubuhlus seminiferus. Lantas ada pintalan-pintalan tubuhlus seminiferus yang ada dalam ruangan testis yang disebut juga dengan lobulus testis, satu testis biasanya terdiri dari kurang lebih 250 lobulus testis.

Epdidimis 

Epididimis yaitu organ kelamin pria berwujud saluran berkelok-kelok yang ada dalam skrotum serta di luar testis. Epididimis berwujud mirip dengan huruf C. Peranan Epididimis yaitu sebagai alat pengangkutan, penyimpanan, serta pematangan sperma.

Saat sebelum memasuki epididimis, sperma tidak memiliki kekuatan dalam bergerak sebelum subuh, namun sesudah epididimis menjalani peranannya, sperma udah subuh serta bisa bergerak meskipun belum prima. Sesudah epididimis sperma akan masuk ke vas (duktus) deferens, lantas disalurkan menuju ke vesikula seminalis.

Vas Deferens 

Vas Deferensi yaitu saluran yang berwujud tabung serta berfungi dalam menyalurkan sperma ke vesikula seminalis serta sebagai tempat penampungan sperma.

Proses pematangan serta penyimpanan sperma, duktus deferens mendorong sperma dengan bergerak secara peristaltik lambat ke vesikula seminalis. Sedangkan di saat ejakulasi, akan bergerak cepat serta kuat hingga sperma keluar dengan menyembur.

Kelenjar Kelamin 

Sumber: sehatki.com
Kelenjar kelamin yaitu organ-organ kelamin pria yang dimanfaatkan dalam menghasilkan cairan sebagai tempat berenangnya sperma, serta melindungi sperma tetap hidup dengan menetralkan asam, lantaran cairan itu miliki sifat basa. Cairan itu di kenal dengan air mani, sedangkan dalam bahasa ilmiah di kenal dengan nama semen.

Dalam 1 ml air mani, ada kurang lebih 60-100 juta sel sperma yang wajarnya semen atau air mani memiliki pH 7,2 yang memiliki volume 3-5 ml, dengan warna putih susu hingga kuning-kekuningan dan agak kental. Kelenjar kelamin terdiri atas 3 organ diantaranya sebagai berikut ini:

Seminal vesicle atau vesikula seminali disebut juga dengan kantung semen atau kantung mani. Seminal vesicle yaitu satu kantung kecil di bawah prostat yang berperan menghasilkan cairan yang disebut dengan semen (air mani).

Cairan ini membuat beberapa sel sperma yang di keluarkan oleh testis jadi lebih encer hingga gampang disemprotkan keluar. Semen yang diejakulasikan pria terbagi dalam cairan duktus deferens, vesikula seminalis, kelenjar prostat, serta kelenjar di mukosa.

Cairan semen yang paling penting yaitu vesikula seminalis (kurang lebih 60%) yang diejakulasikan paling akhir serta bertindak dalam mengeluarkan sel sperma dari duktus ejakulasi serta uretra.

Rata-rata pH semen gabungan kurang lebih 7,5 cairan prostat yang alkali akan menetralisir keasaman semen yang lain yang miliki sifat asam. Cairan prostat memberikan bentuk semen seperti susu, sedangkan cairan dari seminal vesicle serta dari kelenjar di mukosa memberikan konsistensi mukoid pada semen.

Fibrinogen yang dihasilkan oleh seminal vesicle mengakibatkan koagulasi cairan semen, sesudah 15-20 menit selanjutnya terjadi lisis oleh lantaran fibrinolisin yang dibentuk dari profibrinolisin dari prostat.

Pada menit-menit pertama sesudah ejakulasi, sel sperma tetap relatif tidak bergerak, mungkin saja lantaran terkoagulasi. Tetapi sesudah koagulasi larut. Sel sperma segera aktif seperti mobil yang bergerak lincah.

Dalam beberapa hal tubuh pria serta wanita tidak jauh berbeda seperti mereka saling mempunyai jantung, hati, paru-paru serta ginjal. Namun pria serta wanita mempunyai organ reproduksi yang tidak sama.

Organ-organ inilah yang memungkinkan pria serta wanita menjalani peranan reproduksi serta melangsungkan keturunan. Organ reproduksi pria berperan untuk menjalani peranan reproduksi. Sperma sebagai sel pria di produksi di dalam organ-organ ini serta lantas disalurkan ke liang vagina lewat proses penetratif penis hingga terjadi pembuahan di dalam rahim wanita.

Prostat yaitu kelenjar yang terdapat pada bagian belakang saluran sperma. Peranan prostat yaitu menghasilkan semen (air mani) sebagai nutrisi untuk sperma serta sekaligus alat trasportasi sperma ketika keluar dari penis menuju rahim wanita.

Lantaran peranannya amat vital maka melindungi kesehatan prostat mesti di perhatikan baik. Pada prostat ada satu saluran yang berperan mengalirkan cairan yang di produksi oleh prostat untuk membuat cairan semen lebih encer.

Kelenjar prostat juga jadi sumber paling utama dari hormon prostaglandin. Kelenjar prostat akan mengeluarkan cairan alkali yang encer, memiliki kandungan asam sitrat, kalsium, serta beberapa zat lain. Sepanjang ejakulasi terjadi, kelenjar prostat akan berkontraksi serentak dengan duktus deferens serta seminal vesicle.

Cairan yang di produksi oleh kelenjar prostat menambah banyaknya semen (air mani). Karakter alkali cairan prostat amat penting untuk kesuksesan fertilisasi (pembuahan). Cairan dari duktus deferens relatif asam lantaran adanya hasil akhir metabolisme sperma.

Cairan asam ini miliki sifat menghalangi fertilitas serta motilitas sperma. Sekresi vagina pada wanita juga miliki sifat asam (pH 3,5 hingga 4). Sel sperma tidak bisa bergerak optimum hingga pH cairan sekitarnya bertambah jadi kurang lebih pH 6 hingga 6,5. Cairan dari prostat akan menetralisir keasaman cairan dari seminal vesicle.

Kelenjar Bulbouretra (Cowpery), yakni kelenjar yang berjumlah dari sepasang. Peranan kelenjar bulbouretra (cowpery) yaitu untuk menghasilkan cairan lendir yang sifatnyabasa dalam saluran ejakulasi. Kelenjar yang terdapat di bawah kelenjar prostat.

Cairan yang dihasilkan dari kelenjar Bulbouretra keluar saat sebelum ejakulasi, serta dalam agama islam disebut juga dengan mazi yang disebut najis serta cara mensucikannya sama juga dengan mensucikan air kencing/urin.

Saluran Ejakulasi 

Jumlah sepasang. Saluran ejakulasi berperan untuk saluran pendek yang menghubungkan duktus vesikula seminalis serta uretra.

Uretra 

Uretra yaitu saluran yang terdapat dalam penis. Peranan uretra yaitu sebagai tempat keluarnya sperma serta tempat keluarnya urin.

Penis (Zakar) 

Penis yaitu alat kelamin luar pada pria. Peranan penis yaitu untuk memasukkan sperma ke dalam alat reproduksi wanita lewat pertemuan keduanya (kopulasi). Penis adalah organ tersusun dari otot yang bisa tegang serta dilapisi oleh susunan kulit tipis.

Proses tegangnya penis disebut juga dengan ereksi, hal semacam ini terjadi lantaran ada rangsangan yang membuat pembuluh darah penis terisi. Sesudah di sunat (khitan) kulit tipis (preputium) melapisi glan penis akan dipotong.

Penis mempunyai peranan untuk ejakulasi, yakni dengan mengeluarkan sperma lewat uretra (saluran dalam penis), sepanjang ejakulasi otot-otot kandung kemih kemudian mengkerut, untuk menghindari sperma masuk ke kandung kemih, oleh sebab itu kita tidak dapat kencing sembari ejakulasi. Dan penis terbagi dalam beberapa sisi diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Gian Penis, adalah sisi kepala bila sudah dikhitan serta tidak dilapis kulit 
  2. Batang (corpus) penis 
  3. Pangkal penis 
Skrotum (Kantung Pelir) 

Skrotum yaitu kantung didalamnya ada testis. Antara kantung bagian kanan serta kiri dibatasi oleh sekat yang tersusun dari jaringan ikat serta jaringan polis (otot dartos). Otot dartos mengakibatkan skrotum bisa mengendur serta bisa berkerut.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Pria di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Pria. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com
  2. sehatki.com

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur). Pengertian Fungi atau Jamur, Pengertian Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur), Klasifikasi Fungi (Jamur), Berbagai Macam Jenis Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur) yang sudah dipahami cara-caranya, dan Reproduksi Fungi (Jamur) yang masih dalam penelitian.

Pengertian Fungi (Jamur) 

Sumber: inspirasibaru-yusufsila.blogspot.co.id
Fungi (jamur) yakni organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya itu dalam klasifikasi makhluk hidup,

Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (mendapat makanan dari organisme yang lain), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan beberapa bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai jadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (mendapat bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar keduanya sama-sama mendapat untung).

Reproduksi Fungi (Jamur) 

Sumber: lingkaran-pengetahuan.blogspot.co.id
Jamur terdiri atas dua, yaitu: uniseluler (besel tunggal) dan multiseluler), dan keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang tidak sama.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membuat tunas, dan secara seksual dengan membuat spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut juga dengan benang hifa.

Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membuat spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual lewat pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sampai terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara yakni spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora yakni spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap ada di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora yakni spora yang dihasilkan lewat perkawinan jamur ascomycota. Askospora ada pada askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan grup jamur Basidimycota disebut juga dengan basidispora. Basidispoa ada di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia yakni spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau mungkin saja dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Apabila udah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Rangkuman: 
  1. Reproduksi jamur unseluler: 
  2. Aseksual (Membuat tunas, membuat spora) 
  3. Seksual (membuat spora askus) 
Reproduksi jamur multiseluler: 
  1. Aseksual (Fragmentasi, zoospoa, konidia) 
  2. Seksual (Inti jantan dan inti betina bertemu, selanjutnya membuat spora askus atau spora basidium) 

Klasifikasi Fungi (Jamur) 

Sumber: seputarilmu.com
Jamur diklasifikasikan bersumber pada cara reproduksi dan susunan tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi jadi 4 divisi yakni:

Divisi Zygomycot 
Sumber: examplesof.com
Tubuh Zygomycota terbagi dalam benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mempunyai kandungan kitin.

Contoh jamur ini yakni jamur yang tumbuh pada tempe, tidak cuma itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan yang lain. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membuat spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium lalu pecah dan spora menebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membuat benang baru.

Reproduksi secara seksual dikerjakan dengan cara berikut ini: 

Dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, lalu inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal.

Zigot membuahkan kota spora yang disebut juga dengan zigosporangium dan sporanya disebut juga dengan zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) sepanjang 1-3 bulan.

Lantas zigospora akan berkecambah membuat hifa. Hifa jantan dan betina hanya arti saja, dan disebut juga jantan, apabila hifanya memberi isi sel, disebut juga dengan betina apabila menerima isi sel.

Divisi Ascomycota 
Sumber: wikipedia.org
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota yakni dapat membuahkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini serupa kantong sehigngga disebut juga dengan askus, untuk mengerti bentuk dan stuktu askus dibutuhkan penilaian yang jeli.

Reproduksi secara sesksual 

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskan secara ingkas sebagai berikut ini: 

Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membuat alat reproduksi betina yang ukurannya jadi lebh besar, yang disebut juga dengan askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut juga dengan anteridium berinti haploid (n kromosom).

Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut juga trikogin. Lewat saluran trikogin berikut ini inti sel dari anteidium geser dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga.

Sesudah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut juga sebagai hifa askogonium. Nah yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium, lalu membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan.

Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membuat sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini ada dua int. Ujung hifainilah yang nantinya akan membuat askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, mempunyai bentuk kompak, yang mudah jadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang datang dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membuat 8 buah spoa. Jadi, spoa itu terbentuk di dalam askus, lantaran itulah disebut juga dengan spora askus. Spora askus dapat menebar kemana saja karena angin. Apabila jatuh di tempat yang sesuai dengan spora askus akan tumbuh jadi benang hifa baru.

Reproduksi Secara Aseksual 

Tidak cuma reproduksi secara seksual, jamur ini bisa melakukan perkembangbiakkan secara aseksual lewat pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam.

Ada yang hitam, coklat, bahkan kebiruan, dan ada pula yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Kelompok jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Rangkuman Ascomycota: 
  1. Hidup saprofit, parasit, ada yang bersimbiosis 
  2. Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang 
  3. Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia 
  4. Reproduksi seksual dengan membuahkan spora askus
Divisi Basidiomycota 
Sumber: phylogame.org
Jamur Basidiomycota umumnya yaitu jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita peroleh pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang kaya akan bahan oganik, misalnya jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya rata-rata sama payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan yang lain, jamur-jamur itu yaitu makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya ada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Segi tubuh buah inilah yang enak dikonsumsi.

Tubuh buah atau basidiokarp yaitu tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium membuahkan 4 spora basidum. Secara singkat daur hidup Basidiomycota: Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+) pindah ke hifa (-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium keluar basidiokarpà membuat basidium à spora basidium.

Rangkuman Basidiomycota: 
  1. Adalah jamur makroskopik 
  2. Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik 
  3. Membuahkan spora basidium dari reproduksi seksualnya 
  4. Reproduksi aseksual dengan Konidia 
Divisi Deuteromycota 
Sumber: youtube.com
Jamur yang reproduksi seksualnya membuahkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang membuahkan basidium digolobgkan ke dalam Basidiomycota. Walau demikian belum tentu semua jamur yang dijumpai di alam udah di pahami cara repoduksi seksualnya.

Lebih kurang ada sekitar 1.500 jenis jamur yang belum di pahami cara reproduksi seksualnya. Akibatnya karena hal sejenis ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1.500 jamur itu. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”.

Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukanlah takson. Apabila kemudian menurut penelitian ada bentuk dari jamu ini yang di pahami proses reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota.

Sebagai cotnoh yakni jamur oncom yang semula jamur ini ada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah di teliti kenyataannya jamur ini membuahkan askus sampai dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fungi (Jamur) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fungi (Jamur). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera. Pengertian Porifera, Ciri-Ciri dari Porifera, Klasifikasi Porifera, Penjelasan lengkap mengenai Porifera. Dan, segala hal mengenai Porifera akan kami bahas di sini Porifera, dalam bahasa latin disebut juga dengan porus yang memiliki arti pori serta fer yang memiliki arti membawa. Jadi, Apakah itu Porifera?

Pengertian porifera

Sumber: pinterest.com
Porifera yaitu hewan invertebrata yang tidak mempunyai jaringan sejati (parazoa), tanpa organ serta jaringan yang tidak terspesialisasi serta di dalam badanya terdapat banyak pori. Porifera adalah anggota dari Animalia yang merupakan paling simpel atau primitif.

Habitat serta Cara hidup porifera yaitu sebagian besar hidupnya di laut serta sebagin kecil lagi hidup di air tawar. Pada umumnya porifera hidupnya ada didaerah pada perairan yang dangkal serta jernih, tetapi juga diperairan berpasir atau berlumpur.

Porifera dewasa hidupnya sesil atau menempel di sebuah substrak. Profera hidup secara heterotrof dengan bentuk makanan bakteri serta plankton.

Ciri-Ciri Porifera 

Sumber: pinterest.com
Dalam membedakan spesies dari filum porifera, maka penting bagi anda untuk tahu ciri porifera secara umum. Ciri porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan yang bersel banyak (metazoa) yang paling simpel atau primitif 
  2. Beberapa hidup di laut dangkal dengan kedalaman kurang lebih 3,5 meter 
  3. Bentuk tubuh porifera mirip vas bunga/piala serta menempel pada dasar perairan 
  4. Badannya terdiri dua susunan sel (diploblastik) dengan susunan luarnya (epidermis) yang tersusun atas beberapa sel yang mempunyai bentuk pipih, disebut juga dengan pinakosit. 
  5. Pada epidermis yang ada porus/lubang kecil yang disebut juga dengan ostia yang dikaitkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel) 
  6. Susunan dalamnya tersusun dari beberapa sel yang berleher serta berflagel yang disebut juga dengan koanosit yang berperan untuk mencernakan makanan 
  7. Di dalam mesoglea ada juga beberapa bentuk sel, yakni sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit. 
  8. Di antara epidermis serta koanosit mempunyai susunan tengah yang berbentuk bahan kental yang disebut juga dengan mesoglea atau mesenkin 
  9. Sel amubosit atau amuboid yang berperan untuk mengambil makanan yang sudah diolah di dalam koanosit. Sel skleroblasnya berperan dengan membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat 
  10. Spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak berongga dengan membentuk seperti spon. 
  11. Sel arkheosit berperan sebagai sel reproduktif, umpamanya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bebrapa sisi yang rusak serta pergantian. 
  12. Makanan porifera berbentuk partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air lewat pori-pori badannya. Makanan lantas di tangkap oleh flagel pada koanosit yang lantas makanan diolah di dalam koanosit. Dengan hal tersebut pencernaannya secara intraselluler. Setelah diolah, zat makanan itu diedarkan oleh beberapa sel amubosit ke beberapa sel yang lain. Zat sisa makanan yang di keluarkan lewat oskulum bersama aliran air.
Reproduksi Porifera - Porifera berkembang biak secara aseksual serta seksual. Berikut ini keterangan reproduksi porifera secara seksual serta aseksual:
Sumber: biozoomer.com
Reproduksi Aseksual 

Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas yang dihasilkan lantas memisahkan diri dari induknya serta hidup sebagai individu baru, atau tetap melekat pada induknya hingga menambah jumlah beberapa sisi dari kelompok Porifera

Reproduksi Seksual 

Reproduksi seksual berjalan dengan persatuan antara sel telur serta spermatozoid, yang akan menghasilkan zigot, berikutnya berkembang jadi larva yang berflagel. Larva itu bisa berenang serta keluar lewat oskulum. Apabila menemukan tempat yang seksual, larva akan melekat kemudian tumbuh jadi porifera baru.

Jenis Tubuh Porifera 

Sumber: thoughtco.com
Bersumber pada system saluran air yang ada pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga jenis tubuh, yakni jenis Ascon, jenis Sycon, serta jenis Rhagon.

Jenis Ascon 

Jenis ascon adalah jenis Porifera yang memiliki system saluran air simpel. Air masuk lewat pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lantas keluar lewat oskulum. Contoh: Leucoslenia.

Jenis Sycon 

Jenis Sycon adalah Porifera yang memiliki dua jenis saluran air, namun cuma radialnya yang memiliki koanosit. Air masuk lewat pori-ke saluran radial yang berdinding koanosit-spongocoel-keluar lewat oskulum. Contoh: Scypha

Jenis Rhagon (Leucon) 

Jenis Rhagon adalah Porifera yang bertipe saluran air yang kompleks atau rumit. Porifera mempunyai susunan mesoglea yang tebal dengan system saluran air yang bercabang-cabang.

Koanosit dibatasi rongga bersilia berupa bulat. Air masuk lewat pori-saluran radial yang bercabang-cabang-keluar lewat oskulum. Umpamanya: Euspongia serta Spongila.

Klasifikasi Porifera

Sumber: emaze.com
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi jadi tiga kelas, yakni:

Kelas Calcarea 

Kerangka tubuh pada kelas Calcarea berbentuk spikula yang serupa dengan duri-duri kecil dari kalsium karbonat. Umpamanya Scypha, Leucosolenia, serta Grantia.

Ciri-Ciri Calcarea 
  1. Rangka tersusun atau kalsium karbonat 
  2. Badannya berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau silinder 
  3. Tingginya kurang dari 10 cm 
  4. Hidup di laut 
Kelas Hexatinellida 

Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berbentuk spikula bersilikat atau kersik (SiO2). Biasanya berupa silinder atau corong. Umpamanya Euplectella aspergillum.

Ciri-Ciri Hexatinellida 
  1. Spikula berjumlah enam 
  2. Badannya berwarna merah pucat serta memiliki bentuk seperti vas 
  3. Hidup di laut pada kedalaman 200-1000 meter 
Kelas Demospongia

Kelas tubuh kelas Demospongia terbuat spongin saja, atau kombinasi dari spongin serta zat kersik. Umpamanya Euspongia sp. serta Spongilla sp.

Ciri-Ciri Demospongia 
  1. Tersusun dari spongin 
  2. Badannya berwarna merah cerah lantaran memiliki kandungan pigmen yang ada pada amoebosit 
  3. Tinggi serta diameternya jadi lebih dari 2 meter 
  4. Bentuk badannya tidak beraturan serta bercabang 
  5. Hidup dilaut serta di air tawar 

Fungsi Porifera 

Sumber: pinterest.com
Mengenai manfaat porifera dalam kehidupan manusia. Manfaat Porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan Demospongia hidup dilaut digunakan sebagai spons untuk mandi serta pembersih 
  2. Zat kimia yang di keluarkan bisa menyembuhkan penyakit kanker
Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Porifera di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Porifera. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Lumut Hati, Lumut Tanduk, Lumut Daun. Penjelasan Lengkap tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Berbagai Macam Manfaat dari Tumbuhan Lumut (Bryophyta).

Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Sumber: utility-share.blogspot.com
Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah satu divisi tumbuhan yang hidup di darat, biasanya berwarna hijau serta ukurannya kecil (bisa tidak dapat dilihat dengan memakai bantuan lensa) serta ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50cm.

Lumut hidup pada kayu, batu, pohon-pohon serta tanah. Lumut menebar hampir di semua dunia terkecuali di dalam laut. Lumut mempunyai sel yang dapat membuahkan klorofil A serta B hingga bisa membuat makanannya sendiri serta lumut berbentuk autrotof.

Lumut masuk dalam kingdom plantae di mana dalam kingdom ini mencakup seluruh organisme multiseluler serta udah berdeferensasi, dinding selnya mempunyai selulosa serta eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini nyaris semua punya sifat autrotof dengan pertolongan sinar matahari ketika berfotoseintesis.

Ciri Tumbuhan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 
  1. Memiliki ukuran kecil, ukurannya jarang yang mencapai 15cm. 
  2. Bentuk pipih seperti pita serta ada pula yang seperti batang dengan daun yang kecil. 
  3. Sel penyusun badannya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  4. Batang serta daunnya mempunyai susunan yang tidak sama: 
Selapis sel kulit, beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang mempunyai peranan sebagai akar serta menyerap makanan dari air serta garam mineral.

Susunan kulit dalam tersusun dari korteks, silinder pusat yang terbagi dalam sel penunjang atau parenkim yang memiliki bentuk memanjang, tidak mempunyai floem serta xilem.
Silinder pusat yang terbagi dalam sel parenkim yang berfungsi untuk mengangkut ari serta garam mineral.

Perkembangan pada lumut dengan cara memanjang

Susunan gametangium atau arkegonium atau anteredium mempunyai susunan yang khas yang kerap didapati pada tumbuhan paku, terlebih pada arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berupa seperti botol serta memiliki kandungan sel ovum, tetapi pada anteredium adalah gamet jantan yang berwujud bulat serta memiliki kandungan sel spermatozoid.

Daunnya cuma satu lapis sel, terkecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel daun kecil, memiliki kandungan kloroplas yang tersusun seperti jaring serta berbentuk sempit dan memanjang.

Sporogonium atau Sporofit terbagi dalam: 
  1. Tangki atau seta. 
  2. Vaginula, adalah kaki yang diselubungi oleh dinding arkegonium. 
  3. Apifisi, adalah ujung tangki atau seta yang melebar, adalah peralihan antara kotak spora serta seta. 
  4. Tudung atau kaleptra adalah yang berasal dari dinding arkegonum atas serta akan jadi tudung kotak spora. 
  5. Kolumela adalah jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora. 

System reproduksi mempunyai karakter metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara gametofit atau seksual serta sporofit atau aseksual. Reproduksi gametofit membentuk gamet jantan serta betina dalam gametofit serta reproduksi sporofit dengan spora haploid terbentuk di dalam sporofit.

Perkembang Biakan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Siklus hidup Tumbuhan Lumut atau Bryophyta berbentuk metagenesis lantaran bergantian antara reproduksi aseksual serta seksual. Awal mulanya sporofit menghasilkan spora yang akan jadi protonema, dari protonema ini gametofit dibentuk.

Generasi gametofit ini mempunyai organ reproduksi atau gametangium yang disebut dengan ateredium pada jantan serta pada betina adalah arkegonium. Gametangium di lundungi oleh bract atau daun khusus.

Anteredium berwujud bulat serta menghasilkan sperma berflagel, sedangkan arkegonium berwujud seperti botol yang memiliki bagian lebar yang di sebut perut serta bagian sempit yang sebut leher.

Fertilisasi atau pembuahan sel teluroleh anterzoid menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom yang disebut dengan 2n atau diploid. Zigot ini yang disebut awal dari sporofit lagi.

Lantas zigot membelah jadi sporofit dewasa yang sudah mempunyai kaki untuk menempel pada gametofit, seta serta kapsul di bagian ujungnya. kapsul ini adalah tempat dibuatnya spora lewat fase pada meiosis.

Setelah spora matang serta di keluarkan dari dalam kapsul, siklus hidup lumut akan mengulang dari pertama lagi.

Klasifikasi Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Hepati Cospida atau lumut hati 
Sumber: pengertianilmu.com
Lumut ini bisa diamatai dengan langsung, seperti namanya bentuk lumut ini melengkung seperti bentuk hati serta terdiri dari dua lebus, sama dengan hati.

Lumut ini melekat serta tumbuh pada tanah serta batu, daun – daun pada pohon-pohon dalam hutan daerah tropik serta pada dinding bangunan tua yang lembab. Lumut hati bisa berfotosintesis untum embuat makanannya sendiri. Susunan badannya terdiri dari akar, batang serta daun.

Lumut hati dibagi dalam dua kelompok yang bersumber pada talusnya, yaitu lumut hati berdaun serta lumut hati bertalus. Alat kelamin pada lumut ini terdapat di bagian dorsal atau belakang talus pada bentuk lumut hati berdaun terdapat pada ujung atau terminal.

Lumut hati berkembang biak dengan oogami dengan generatif serta dengan fragmentasi, tunas serta kuncup eram denga vegetatif. Dalam sponagria ada sel yangt memiliki bentuk gulungan serta disebut juga elatera, eletera akan lepas ketika kapsul terbuka, serta akan membentu memancarkan spora.

Lumut hati juyga bereproduksi dengan aseksual dengan memakai sel gemma yang berupa mangkok serta terdapat pada permukaan sporofit. Contohnya Porella serta Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae atau lumut tanduk 
Sumber: google.com
Lumut ini sama juga dengan lumut hati yaitu seperti talus tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Lumut ini berkembang biak lewat cara generatif denganmembentuk anteredium serta arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Selnya mempunyai satu kloroplas, memiliki ukuran besar serta paling besar daripada rata-rata tumbuhan lumut. Lumut ini banyak diketemukan pada tepi sungai serta danau, di pinggir jalan yang lembab serta basah serta sepanjang selokan. Misalnya Anthoceros Laevis.

Musci atau lumut daun 
Sumber: forum.o-fish.com
Musci atau lumut sejati adalah lumut yangs ering kita jumapai, itukarena tempat hidupnay yang lebih terbuka dari pada lumut lain. Bentuk lumut ini lebih menarik.

Lumut ini memiliki perbedan dengan lumut hati, yaitu dari sisi daunnya yang tumbuh pada seluruh segi sumbu paling utama atau mungkin dengan arti lain, daunnya datang dari pusat tengah lumut atau simetri radial.

Daunnya mempunyai rusuk pada bagian tengahnya serta rusuk itu tersusun di batang dengan ikuti garis spiral, panjangnya bisa beragam dari sebuah sisi dari satu inci serta mencapai satu kaki.

Dalam rusuk tengah memiliki kandungan sel yang memanjang yang berperan untuk mengangkut air serta zat hara serta lumut ini tidak mempunyai akar.

Lumut ini sama dengan lumu gambut serta lumut hara lantaran daunnya yang khas memiliki jaringan sel kecil serta memisahkan sel mati yang besar. mempunyai daya penghisap air yang amat mengagumkan. dari itu lumut bisa bertahan hidup di rawa.

Gametofit memiliki alat kelamin jantan serta betina yang ukurannya relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif denagn flagelnya, bila ada air spermatozoid bakal berenang menuju ke ovum.

Lantas hasil dari fertilisasi bakal jadi sporofit yang pada saat sporofit udah matang akan mempunyai kaki penghisap serta satu tangkai yang panjang, serta mempunyai satu kapsul yang khas. Misalnya Furaria, Sphagnum serta Aerobrysis longissima.

Peran serta Fungsi Lumut untuk kehidupan 
Sumber: id.aliexpress.com
Beberapa bentuk tumbuhan lumut mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat manfaat itu diantaranya:

Jenis lumut Marchantia polymorpha masuk dalam klasifikasi lumut hati, lumut ini bisa dipakai sebagi obat hepatitis (infeksi pada hati). serta lumut gambut seperti Sphagnum masuk dalam klasifikasi lumut daun bisa dipakai sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Klasifikasi lumut hati jenis frullania tamarisci bisa dipakai sebagai obat antiseptik. Untuk menggobati sakit jantung ada lumut jenis Cratoneuron filicinum masuk dalam klasifikasi lumut daun). Bantu menyembuhkan penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun).

Sebagai antibakteri, antikanker, menyembuhkan luka bakar serta luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati). Menyembuhkan tekanan darah tinggi serta sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun).

Faktor paling besar dari fungsi lumut untuk lingkungan yakni sebagai sumber penyedia oksigen, penyimpan air, sebagai penahan erosi, Sebagai penyedia air pada saat musim kemarau.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan Lumut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Lumut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarpendidikan.com
  2. faunadanflora.com 

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya. Alat Reproduksi Wanita, Fungsi dari Alat Reproduksi Wanita, Bagian-Bagian dari Alat Reproduksi Wanita, Penjelasan Lengkap Mengenai Tiap-Tiap Bagian dari Alat Reproduksi Wanita. Alat Reproduksi Wanita Bagian Dalam dan Luar.

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Sumber: softilmu.com
Alat Reproduksi wanita yakni organ – organ yang melakukan tindakan dalam rangkaian proses yang memiliki tujuan untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan.

Agar manusia dapat memiliki anak, harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi ke dalam dua golongan, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

Alat Reproduksi (Genetalia) Luar 

Mons Pubis

Mons Pubis yakni sisi yang sedikit menonjol dan sisi yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Sisi ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Pubis juga sering kali disebut dengan nama gunung venus, ketika dewasa sisi Mons Pubis akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membuat pola seperti segitiga terbalik.

Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan) 

Seperti namanya, Sisi ini berwujud seperti bibir. Labia Mayora yaitu sisi kelanjutan dari mons veneris yang berwujud lonjong, menuju ke bawah dan menyatu membentuk perineum. Sisi Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut–rambut kemaluan yang disebut rambut dari mons veneris.

Sedangkan selaput lemak yang tidak mempunyai rambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf hingga peka ketika melakukan hubungan seksual.

Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan) 

Labia Minora yaitu organ berwujud lipatan yang ada di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah hingga sangat mungkin akan membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengitari Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

Klitoris 

Klitoris yakni organ berwujud erektil yang sangat sensitif pada rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan miliki sifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

Vestibulum 

Vestibulum yakni rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum yaitu tempat bermuaranya: 
  1. Uretra (saluran kencing) 
  2. Muara Vagina (liang Senggama) 
  3. Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis) 
Himen (Selaput Dara) 

Himen yaitu selaput membran tidak tebal yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sampai dapat dijadikan satu di antara aspek untuk menilainya keperawanan. Sewajarnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berwujud seperti lingkaran.

Himen yaitu tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen rata-rata akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan ketinggalan sisa – sisa himen yang disebut juga dengan caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

Alat Reproduksi (Genetalia) Dalam 

Sumber: kelas-bidan.blogspot.co.id
Vagina 

Vagina yakni muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang lebih kurang 8 – 10 cm, ada di antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, susunan terluarnya yaitu selaput lendir, susunan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan susunan paling dalam berupa jaringan ikat yang mempunyai serat.

Vagina berperan sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina yaitu otot yang datang dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sampai otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya datang dari kelenjar yang ada pada rahim.

Uterus (Rahim) 

Uterus yakni organ berongga yang berwujud seperti buah pir dengan berat lebih kurang 30 gram, dan tersusun atas susunan – susunan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berupa segitiga dengan segi atas yang lebih lebar. Manfaatnya yakni sebagai tempat tumbuh dan mengembangnya janin.

Otot pada uterus berwujud elastis hingga dapat menyesuaikan serta melindungi janin ketika proses kehamilan sepanjang 9 bulan.

Pada bagian uterus ada Endometrium (dinding rahim) yang terbagi dalam sel –sel epitel dan membatasi uterus. Susunan endometrium ini akan menebal pada ketika ovulasi dan akan meluruh pada ketika menstruasi. Untuk melindungi posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa sisi: 
  1. Korpus Uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti segitiga pada bagian atas 
  2. Serviks uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti silinder 
  3. Fundus Uteri, yaitu sisi korpus yang ada di atas kedua pangkal tuba fallopi 
Pada saat persalinan, rahim yaitu jalan lahir yang penting karena ototnya bisa mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk menghindari terjadinya perdarahan pasca persalinan. Sesudah proses persalinan, rahim akan kembali lagi ke bentuk semula dalam waktu lebih kurang 6 minggu.

Tuba Fallopi (Oviduk) 

Tuba Fallopi (Oviduk) yakni organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering kali disebut juga dengan saluran telur karena mempunyai bentuk seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm.

Tuba Fallopi berperan untuk: 
  1. Sebagai saluran spermatozoa dan ovum 
  2. Penangkap ovum 
  3. Bisa jadi tempat pembuahan (fertilisasi) 
  4. Sebagai tempat perkembangan hasil pembuahan saat sebelum bisa masuk ke sisi dalam Uterus (Rahim). 
Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 sisi: 
  1. Infundibulum, yaitu sisi berupa seperti corong yang ada di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berperan untuk menangkap ovum 
  2. Pars ampularis, yaitu sisi agak lebar yang disebut tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi) 
  3. Pars Ismika, yaitu sisi tengah tuba yang sempit 
  4. Pars Interstitialis, yaitu sisi tuba yang letaknya dekat dengan uterus. 
Ovarium (Indung Telur) 

Ovarium yakni kelenjar reproduksi paling penting pada wanita yang berperan untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks paling penting. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2, 5 – 4 cm. Ada sepasang Ovarium yang ada di kanan dan kiri, serta dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi.

Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang sudah pubertas memiliki 300.000-an, dan beberapa sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sampai benih sehat yang ada lebih kurang 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian lewat proses menstruasi.

Sampai saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertindak dalam proses Menstruasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Wanita di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Wanita. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi. Bagaimana sebenarnya proses pembelahan sel, Pengertian Pembelahan sel, serta macam-macam pembelahan sel dan tahapannya akan dikupas disini, Langsung saja disimak ya.

Pengertian Pembelahan Sel

Seperti namanya, pembelahan sel bisa disimpulkan sebagai sebuah proses membelahnya sel induk jadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel umumnya adalah siklus sel kecil yang bakal mengakibatkan siklus besar selanjutnya.

Macam – Macam Pembelahan Sel serta Prosesnya 

Pembelahan sel secara amitosis (Pembelahan Biner) 

Pembelahan sel secara amitosis ini disebut juga dengan merupakan pembelahan sel secara langsung dengan kata lain tidak lewat bagian – bagian spesifik, proses ini dapat berjalan secara spontan, atau disebut dengan pembelahan biner. Proses ini tidak melibatkan kromosom kenapa demikian? Lantaran DNA yang ada pada jumlah serta besaran yang kecil hingga tidak bisa dipaketkan, kebanyak pembelahan ini terjadi pada sel Prokariotik seperti bakteri. Maksud dari pembelahan ini yaitu untuk membentuk keturunan baru.

Pembelahan Sel Secara Mitosis 

Pembelahan secara Mitosis pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang miliki sifat sama juga dengan induknya, artinya sel anak ini juga bisa membelah lagi. Pada Manusia, pembelahan ini terjadi di sel meristem somatik (sel tubuh muda). Proses ini berjalan lewat bagian – bagian yang terstruktur serta teratur, tidak seperti Amitosis yang berjalan secara spontan.

Pembelahan secara mitosis ini lewat dua bagian, yakni Kariokinesis serta Sitokinesis

Pembelahan Secara Mitosis 

  • Kariokinesis 

Proses ini menunjukkan ketidaksamaan yang mencolok pada setiap fasenya serta mempunyai tujuan untuk pembagian materi inti, nah untuk melihat apa sajakah yang berubah, langsung saja disimak yang berikut ini:

  • Interfase 

Pada step ini sel tidak membelah. Nukleus terdiri dari RNA ribosom dan merupakan tempat sintesis protein dan materi yang berwarna gelap di kenal sebagai kromatin atau bentuk benang-benang kromosom hingga bentuk kromosom tidak bisa diliat secara jelas. Pada satu diantara ujung sel, ada 2 pasang protein yang disebut dengan sentrioles, namun pada tumbuhan, sentriosol tidak muncul.
Profase
Mitosis I: Profase
Pada step ini DNA mulai dikemas jadi kromosom. Kromosom mulai memendek serta menebal. Pada sel hewan sentriol membelah serta masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan serta terbentuk benang-benang spindle yang tersambung ke kutub-kutub. Selanjutnya kromosom tampak terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer. Nucleolus hilang serta membran nucleus hancur.
Metafase
Mitosis: Metafase
Pada fase ini, kromosom beralih jadi satu garis yang disebut dengan the equator. Tidak hanya itu, keluar benang-benang yang disebut dengan spindel serta menempel pada sentromer tiap kromosom. Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan.
Anafase
Mitosis: Anafase
Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan serta kromatid bergerak menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan.
Telofase
Mitosis: Telofase
Pada step ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah serta dikelilingin memberan nukleus. Cleavage Burrow/pembelahan alur menyempit serta lama kelamaan membelah sel. Tidak sama dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell plate dari pada cleavage burrow.


Sitokinesis
Mitosis: Sitokinesis
Sepanjang sitokinesis berjalan, sitoplasma sel hewan dibagi jadi dua lewat terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin serta miosin di bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini mengakibatkan terbentuknya alur pembelahan yang pada akhirnya bakal menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini memiliki kandungan inti sel, bersama organel-organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah-tengah sel. Step sitokinesis ini umumnya dimasukkan dalam step telofase.
Pembelahan Sel Secara Meiosis
Pembelahan ini bakal menghasilkan gamet yang tidak bisa membelah lagi hingga step pembuahan, Pembelahan secara meiosis menghasilkan anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari yang dipunyai induknya, terjadi di alat reproduksi serta langsung antara fase 1 dilanjutkan dengan fase 2 tanpa diselingi interfase.
Tahapan – Tahapannya yaitu sebagai berikut ini:
Meiosis I
ADA GAMBAR
Interfase
Pada interfase, sel ada pada step persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya yaitu berbentuk penggandaan DNA dari satu salinan jadi dua salinan (persis seperti pada interfase mitosis). Step akhir interfase yaitu adanya dua salinan DNA yang sudah siap dikemas jadi kromosom.
Profase 1
Pada step ini terjadi proses sebagai berikut:
Leptoten yaitu step di mana benang kromatin berubah jadi kromosom. Hal semacam ini dilakukan lewat cara memadatkan diri.
Zigoten/Zigonema, pada step ini, kromatid homolong sama-sama berpasangan atau bersinapsis membentuk bivalen. Sentrosom terbelah 2 jadi sentriol serta bergerak ke kutub berlawanan.
Pakiten/Pakinema, kromosom lantas berduplikat jadi 4 pada step ini serta disebut dengan tetrad (kromosom homolog yang mengganda hingga ada 4 kromatid berpasangan). Pada step ini kerap terjadi rekombinasi gen lewat proses perpindahan silang.
Diploten, kromosom homolog yang semula bivalen terpisah. Apabila terjadi perpindahan silang, bakal ada kiasma sebagai tanda.
Diakinesis, pada fase diakinesis, nukleolus (membrane inti) bakal hilang serta sentriol bergerak ke masing-masing kutub dan membentuk benang-benang spindel.
Metafase 1
Pasangan kromosom homolog mengatur diri serta saling bertemu di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog menghadap ke kutub yang satu serta setengah pasangan kromosom homolog yang lain menghadap ke kutub yang lain.
Anafase 1
Setiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Telofase 1
Kromosom yang masihlah terdiri dari dua kromatid ada di kutub. Berikutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak. Tiap sel anak memiliki kandungan kromosom hingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang haploid.
Sitokenesis 1
Pada sitokinesis I setiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat hingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.
Meiosis II
ADA GAMBAR
Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihlah menempel pada setiap sentromer kromosom. Step ini terkadang terjadi dalam tempo yang singkat lantaran diikuti step selanjutnya.
Metafase II
Pada metafase II setiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada sektor ekuator. Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung menempel pada sentromer, serta ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pemisahan yang berlawanan itu. Oleh karena itu, kromosom memisahkan kedua kromatidnya serta bergerak menuju kutub yang tidak sama. Kromatid yang terpisah kini diberi nama kromosom.
Telofase II
Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut dengan kromosom) sudah mencapai kutub pembelahan. Hasil keseluruhan dari step ini yaitu terbentuk empat inti. Setiap inti memiliki kandungan setengah pasang kromosom (haploid) serta satu salinan DNA (1n, 1c).
Sitokenesis II
Ada sitokinesis II setiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel serta pada akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Proses Pembelahan Sel. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/01/tahap-pembelahan-sel.html

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com