Showing posts sorted by relevance for query revolusi bumi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query revolusi bumi. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi. Pengertian Revolusi Bumi, Akibat dari Terjadinya Revolusi Bumi, Perubahan Musim, Perubahan Musim di Indonesia, Musim Hujan, Musim Kemarau, Musim Dingin, Musim Salju, Musim Panas, Musim Semi, Musim Pancaroba, dan Musim Gugur.

Pengertian Revolusi Bumi 

Sumber: tandapagar.com
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengitari matahari. 365¼ hari bumi mengitari matahari pada orbitnya dalam sekali. Saat 365¼ itu atau 1 tahun surya disebut dengan masa revolusi bumi.

Poros bumi nyatanya tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika tetapi miring di arah yang sama dan membuat sudut 23, 50 pada matahari, sudut itu diukur dari garis imajiner yang menghubungkan antara kutub utara dengan kutub selatan disebut juga dengan sumbu rotasi.

Revolusi bumi menyebabkan beberapa gejala alam yang berlangsung berulang setiap tahunnya, salah satunya adanya ketidaksamaan lama siang serta malam, perubahan musim, kalender masehi, gerak semu tahunan matahari, serta perubahan penampakan rasi bintang.

Akibat Revolusi Bumi 

Sumber: satujam.com
Berikut ini akibat revolusi bumi, salah satunya: 
  • Ketidaksamaan Waktu Lama Siang serta Malam 
Satu diantara akibat revolusi bumi yaitu adanya ketidaksamaan waktu lama siang dan malam. Gabungan antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi dengan bidang ekliptika bisa menyebabkan beberapa gejala alam yang bisa dilihat secara berulang tiap tahun. Momen itu nampak jelas dilihat pada sekitar kutub utara dan kutub selatan.

Adanya pergeseran garis edar matahari bisa menyebabkan perubahan dan ketidaksamaan antara lamanya siang dengan malam. Pada saat spesifik sebuah tempat bisa mengalami malam yang lebih panjang dibandingkan dengan siang demikian pula sebaliknya pada sebuah tempat yang lain mengalami siang yang lebih lama dibandingkan malam.

Pada daerah kutub utara bisa mengalami malam hari yang berjalan sepanjang 24 jam serta demikian sebaliknya di kutub selatan mengalami siang hari yang berjalan sepanjang 24 jam.

Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 September 
  1. Daerah kutub utara mendekati matahari, sedangkan daerah kutub selatan menjauhi matahari. 
  2. Belahan bumi sisi utara mendapatkan cahaya matahari yang jumlahnya lebih banyak dibanding belahan bumi sisi selatan. 
  3. Lamanya siang di daerah bumi sisi utara yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi selatan. 
  4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama siang 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama malam 24 jam. 
  5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke utara. 
  6. Kutub utara posisinya akan paling dekat dengan matahari pada 21 Juni. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah utara. 
Pada tanggal antara 23 September hingga 21 Maret 
  1. Kutub selatan posisinya semakin lebih dekat mendekati matahari, sedangkan pada kutub utara menjauhi matahari. 
  2. Belahan bumi sisi selatan akan mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak dibanding pada belahan bumi sisi utara. 
  3. Lamanya siang di daerah bumi sisi selatan yang lebih lama dibanding dengan belahan bumi sisi utara. 
  4. Ada sebuah daerah pada sekitar kutub utara yang mengalami lama malam 24 jam dan ada pula sebuah daerah pada sekitar kutub selatan yang mengalami lama siang 24 jam. 
  5. Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat berpindah ke selatan. 
  6. Kutub selatan posisinya bakal paling dekat dengan matahari pada 22 Desember. Pada saat itu pengamat di khatulistiwa bisa lihat matahari berpindah 23,50 ke arah selatan. 
Pada tanggal antara 21 Maret hingga 23 Desember 
  1. Antara kutub selatan serta kutub utara memiliki jarak yang sama ke matahari. 
  2. Belahan bumi sisi selatan serta belahan bumi sisi utara akan menerima cahaya matahari yang sama banyaknya. 
  3. Lamanya siang serta malam sama pada semua belahan bumi. 
  4. Pada daerah khatulistiwa matahari akan terlihat melintas tepat di atas kepala. 
Gerak Semu Tahunan Matahari 

Adanya momen pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi sisi utara pada tanggal 22 Desember - 21 Juni serta adanya momen pergeseran posisi matahari dari arah belahan bumi sisi utara ke arah belahan bumi sisi selatan pada tanggal 21 Juni – 21 Desember disebut dengan gerak semu harian matahari.

Disebut dengan demikian karena hal semacam ini sebenernya matahari itu tidak bergerak. Gerak itu akibat adanya revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

Musim 

Musim adalah satu diantara dalam pembagian utama tahun. Musim adalah hasil dari adanya revolusi tahunan bumi yang mengitari Matahari dan kemiringan sumbu bumi relatif dengan bidang revolusi.

Pada sebuah daerah yang memiliki iklim sedang serta kutub, musim ditandai adanya perubahan intensitas cahaya matahari hingga ke permukaan bumi, macam itu menyebabkan hewan-hewan pergi untuk hibernasi ataupun bermigrasi, dan tanaman yang akan aktif. Dalam 1 tahun, umumnya dibagi jadi 4 musim, diantaranya: 

Musim semi 
Sumber: pernikdunia.com
Musim semi adalah satu diantara 4 musim yang berlaku untuk daerah nontropis, peralihan antara musim dingin ke musim panas. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 21 Maret hingga 21 Juni.

Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan kalau musim semi (spring) terjadi pada 23 September hingga 21 Desember.

Musim panas 
Sumber: dwinrynt.blogspot.co.id
Musim panas atau Summer adalah musim yang berlaku untuk negara yang beriklim sedang. Bergantung pada letak satu negara itu, musim panas sendiri bisa terjadi pada saat yang tidak sama. Pada belahan bumi sisi utara, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Juni hingga 23 September.

Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, bisa diprediksikan musim panas (summer) terjadi tanggal 21 Desember hingga 21 Maret. Pada beberapa negara, jika terjadi musim panas adalah musim liburan sekolah.

Pada musim inilah beberapa orang di berbagai negara suka pergi ke pantai untuk berjemur. Sedangkan pada musim panas beragam bentuk buah-buahan dan tumbuhan mengalami masa-masa perkembangan sepenuhnya.

Musim gugur 
Sumber: basabasi.co
Musim gugur atau Autumn adalah musim yang berlaku untuk daerah yang memiliki iklim sedang. Musim gugur adalah masa-masa di mana peralihan antara dari musim panas ke musim dingin.

Dalam zona yang mempunyai iklim sedang, musim gugur adalah musim yang rata-rata berbagai bentuk tumbuhan dipanen atau ditunai, dan pohon deciduous akan menggugurkan daunnya. Musim gugur adalah musim di mana hari-hari akan berjalan lebih pendek serta dingin, dan adanya penambahan presipitasi pada beberapa sisi dunia.

Pada belahan bumi sisi utara, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 23 September sampai 21 Desember. Sedangkan pada belahan bumi sisi selatan, musim gugur (autumn) akan diawali sekitar tanggal 21 Maret sampai 21 Juni.

Musim dingin/musim salju 
Sumber: j-cul.com
Musim dingin adalah musim di mana masa-masa ini mempunyai suhu yang paling dingin. Musim dingin atau musim salju jadi satu diantara 4 musim yang berlaku untuk beragam negara beriklim subtropis serta sedang.

Pada belahan bumi sisi utara, musim dingin akan diawali pada 21 Desember sampai 21 Maret. Sedangkan untuk belahan bumi sisi selatan, musim dingin akan diawali pada 21 Juni sampai 23 September.

Untuk negara Indonesia termasuk juga ke dalam daerah tropis, oleh sebab itu Indonesia memiliki musim-musim sebagai berikut ini: 

Musim kemarau 
Sumber: nasionalpos.com
Musim kemarau adalah satu diantara musim yang berlaku untuk daerah beriklim tropis yang di pengaruhi oleh adanya system muson. Musim kemarau bisa di kenal musim kering. Musim kemarau mempunyai curah hujan yang di bawah 60 mm/bulan.

Negara-negara yang ada musim kemarau terdapat di lokasi tropika, yakni Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Australia di bagian timur laut, dan juga beberapa dari benua Amerika Selatan.

Musim hujan 
Sumber: hidupsecarasehat.blogspot.co.id
Musim hujan adalah musim di mana meningkatnya curah hujan pada sebuah lokasi dibanding dengan waktu umumnya serta dalam periode waktu yang lebih spesifik secara tetap. Musim hujan sendiri cuma ada pada lokasi beriklim tropis. Musim hujan mempunyai curah hujan yang melebihi 100 mm/m2 per dasarian dan berlanjut secara terus-terusan.

Musim pancaroba 
Sumber: anakcerdas.info
Musim pancaroba adalah musim peralihan antara dua musim paling utama pada daerah iklim muson, yakni antara musim kemarau serta musim hujan. Pada masa-masa pancaroba ditandai dengan meningkatnya frekwensi badai, angin yang bertiup kencang, dan hujan yang amat deras disertai gemuruh.

Pada masa-masa pancaroba umumnya banyak orang yang terkena penyakit saluran pernapasan atas (batuk, pilek, dan lain-lain). Pada musim pancaroba banyak juga ditandai dengan adanya tingkah laku yang sesuai dengan ciri khasnya masing-masing pada beberapa jenis hewan serta tumbuhan.

Perubahan Kenampakan Rasi Bintang 
Sumber: mobomarket.co.id
Perlu di ketahui juga kalau rasi bintang adalah susunan beragam bintang yang terlihat dari bumi serta membuat beragam bentuk pola spesifik. Bintang-bintang itu membuat satu rasi yang sesungguhnya bintang-bintang tersebut tidak ada pada tempat yang berdekatan. Lantaran letak berbagai bentuk bintang itu amat jauh, maka jika dilihat dari bumi akan seolah-olah terlihat berdekatan.

Manusia di bumi cuma bisa melihat bintang-bintang saat malam hari saja. Pada saat posisi bumi ada pada bagian timur matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian timur matahari.

Sedangkan jika bumi ada disamping utara matahari, maka cuma bisa melihat beragam bentuk bintang yang ada pada bagian utara matahari. Hal semacam ini lantaran adanya revolusi bumi, bintang-bintang itu yang terlihat dari bumi akan senantiasa berubah. Memiliki arti juga kalau rasi bintang yang terlihat dari bumi juga berubah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Revolusi Bumi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Revolusi Bumi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. woocara.blogspot.co.id

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit. Pengertian Satelit, Bentuk Satelit, Peranan atau Fungsi Satelit, Satelit Alami, Satelit Buatan, dan Cara Kerja Satelit.

Pengertian Satelit

Sumber: tekno.kompas.com
Satelit yakni benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi spesifik. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit yakni bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang semakin besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengitari planet karena adanya gaya gravitasi planet.

Bentuk dan Peranan Satelit 

Satelit Alami 
Sumber: cintasains.com
Satelit alami yakni satu di antara benda luar angkasa yang udah ada (bukan buatan manusia) yang mengorbit satu planet. Satelit alami bumi yakni bulan. Sepanjang mengitari bumi, bulan alami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengitari bumi dan revolusi bulan mengitari matahari.

Rotasi yaitu gerakan peruputaran bulan pada porosnya, ketika rotasi bulan yakni satu bulan (29hari), sedangkan revolusi yaitu gerakan mengedarnya bulan mengitari bumi. Mengakibatkan, jika dilihat dari bumi, bentuk bulan akan berubah-ubah, hal semacam ini disebut juga dengan fase bulan.

Dalam sekali revolusi, bulan alami beberapa fase satu diantaranya bulan baru – bulan sabit – bulan setengah – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru.

Tidak cuma berotasi dan berevolusi, bulan bersama bumi juga mengitari matahari. Waktu yang diperlukan bulan untuk mengitari matahari sama saja dengan waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari, yaitu satu tahun.

Bulan mengitari matahari sekali dalam satu tahun, sedangkan mengitari bumi 12 kali dalam satu tahun, sampai revolusi bulan seringkali dijadikan penanggalan masehi/hijriah.

Tentang peranan satelit alami (bulan) diataranya yaitu: 
  1. Secara tidak langsung membuat perlindungan untuk planet yang diorbitnya dari hantaman benda langit lain seperti komet dan asteroid 
  2. Dapat mengontrol kecepatan rotasi satu planet karena efek gravitasional tidal wave 
  3. Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang menyebabkan pasang surut air laut 
  4. Kurangi efek yang ditimbulkan akibat radiasi cahaya ultraviolet 
  5. Berikan penerangan ketika malam hari 
Contoh satelit alami yang lain satu diantaranya yakni Callisto, Ganymede, dan Io yang mengorbit planer Jupiter, serta Titan yang mengorbit planet Saturnus.

Satelit Buatan
Sumber: kopi-ireng.com
Satelit buatan yakni satu di antara benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit satu planet yang dalam membuatnya memiliki bentuk dan manfaat spesifik dengan maksud untuk kepentingan manusia. Berikut ini yaitu beberapa bentuk satelit bersumber pada peranannya:
  1. Satelit navigasi, bertindak untuk penerbangan dan pelayaran. Satelit ini akan memberi informasi posisi pesawat terbang dan kapal yang sedang dalam perjalanan. 
  2. Satelit geodesi, bertindak untuk melakukan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang grafitasi. 
  3. Satelit komunikasi bertindak untuk komunikasi seperti radio, tv, dan telephone. 
  4. Satelit meteorologi, bertindak untuk menyelidiki atmosfer bumi manfaat melakukan peramalan cuaca. 
  5. Satelit riset, bertindak untuk menyelidiki tata surya dan alam semesta secara lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer. Satelit ini berusaha mendapatkan data-data tentang matahari dan bintang-bintang lain untuk membuka rahasia alam semesta. 
  6. Satelit militer, bertindak untuk kebutuhan militer satu negara, misalnya mengintai kapabilitas senjata lawan. 
  7. Satelit survey sumber daya alam, bertindak untuk memetakan dan menyelidiki sumber-sumber alam dibumi untuk kebutuhan pertambangan, pertanian, perikanan dan lain-lain 
Bersumber pada ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan jadi tiga bentuk, salah satunya: 
  1. Satelit LEO (Low Earh Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar rendah yaitu diantara 500 km sampai 10.000 km dari permukaan bumi. Waktu revolusi satelit ini yakni 2 sampai 6 jam. Contoh satelit ini yakni Iridium, Global Star, Elipsat, Odessey, dan Constellation 
  2. Satelit MEO (Medium Earth Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar menengah yaitu salah satunya 10.000 km sampai 20.000 km. Waktu revolusi satelit ini antara 6 sampai 12 jam. 
  3. Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) yaitu satelit yang ada pada orbit geostasioner yaitu 36.000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner yakni orbit yang menyebabkan waktu reovolusi satelit sama saja dengan rotasi bumi, yaitu satu hari. Contoh satelit ini yakni satelit palapa dan intelsat. 

Cara Kerja Satelit

Sumber: tandapagar.com
Satelit yang mengitari bumi pada orbitnya akan dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi. Pengendalian satelit yang ada beberapa puluh ribu km. dari bumi menggunakan sistem otomatis yang didasarkan atas dua sistem pengendalian, yaitu Spin Stabillized Satellite dan Three Axiz Body Stabillized.

Spin Stabillized Satellite yaitu langkah pengendalian satelit lewat cara menggerakan body satelit secara berputar untuk menuju ke satu posisi spesifik yang diinginkan. Satelit secara teori akan diam pada posisinya di orbit, pada kenyatannya akan berubah dari orbit yang sebenarnya.

Three Axiz Body Stabillized yaitu pengontrolan posisi satelit bersumber pada sumbu koordinal X, Y, dan Z. dari ketiga sumbu itu akan dipetakan jadi posisi pitch, roll and yaw.

Kerja satelit terbagi dua, yaitu langkah uplink dan downlink. Upulink yakni transmisi yang dikirim dari planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Pada dasarnya, komunikasi satellit dan langkah kerjanya berguna sebagai repeater di langit, satelit juga menggunakan transponders, yaitu alat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunkan begit banyak transponders. Beberapa hal lain yang penting perannya dalam jaringan komunikasi satelit yakni antena satelit, karena benda ini bertindak sebagai penerima transisi di setiap lokasi di dunia.

Sedangkan satu satelit spancing (penempatan satelit) digunakan dalam melakukan transmisi lebih mudah bersumber pada wilayahnya. Power sistem yang digunakan oleh satelit didapat dari cahaya matahari yang dirubah bentuk jadi listrik yang menggunkan sel surya (solar cells) Pesawat luar angkasa yang berada lama di ruang angkasa membangkitkan tenaga dengan daya matahari.

Pesawat mendapatkan daya matahari itu dengan menggunakan susunan seperti sayap besar yang diberi nama panel surya, setiap panel surya tersusun atas banyak sel yang lebih kecil sel surya menghasilkan tenaga listrik ketika terkena cahaya. Beberapa sel itu di buat dari bahan yang disebut juga dengan silikon.

Panel surya hanya akan bekerja jika saat menghadap ke arah matahari, dan satelit dilengkapi dengan sensor yang mencari arah sinar. Motor menggerakkan panel dihadapkan ke sinar matahari. Satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Satelit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Satelit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi. Pengertian Hukum Gravitasi, Rumus Hukum Gravitasi, Aplikasi atau Penerapan Hukum Gravitasi. Dan, contoh hal-hal yang termasuk ke dalam Gaya Gravitasi.

Pengertian Hukum Gravitasi

Sumber: sukasaya.com
Hukum ini diperkenalkan oleh seorang pakar fisika dan matematikawan asal Inggris bernama Isaac Newton (1642-1727). Pada sejarahnya, Newton temukan hukum ini ketika dia memperhatikan peristiwa apel jatuh.

Ketika itu dia memikirkan ada satu gaya yang belum di pahami, yakni gaya yang menyebabkan benda yang awalannya diam jadi bergerak. Newton juga memahami bila gaya itu juga yang menyebabkan bulan selalu ada didekat bumi dan tetap dalam lintasan orbit yang mengitari bumi.

Newton mengatakan gaya itu sebagai gaya ‘gravitasi’ dan memutuskan bila gaya ini jelas ada diantara semua benda.

Pada sejarahnya, sebenarnya hukum gravitasi udah pernah dipikirkan oleh beberapa orang pada zaman Yunani kuno dulu.

Permasalahan yang menjadi dasar pemikiran mereka tentang fenomena gravitasi yaitu, pertama, mengapa benda-benda selalu jatuh ke permukaan tanah serta yang kedua tentang gerakan planet-planet. Ini juga merupakan pemikiran mendasar Newton tentang gravitasi.

Namun, yang membedakan antar keduanya yakni beberapa orang Yunani pada saat itu beranggapan antara momen benda yang jatuh dengan gerakan planet yaitu dua hal yang tidak sama. Sedangkan Newton melihat kedua momen itu disebabkan oleh satu hal saja dan diikat oleh hukum yang sama yakni gaya gravitasi.

Gaya gravitasi yakni gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki massa. Gravitasi matahari menyebabkan benda-benda di sekitar matahari beredar mengelilinginya. Begitu juga halnya dengan gravitasi bumi yang menarik benda di sekitarnya baik itu di dalam atau di luar angkasa (bulan, meteor, satelit dan sebagainya) asalkan benda itu memiliki massa.

Hukum gravitasi universal mengatakan bila setiap massa benda menarik massa benda yang lain dengan gaya yang menghubungkan kedua benda.

Besar gaya ini yaitu berbanding lurus dengan perkalian kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa benda itu.

Apabila dua buah benda bermassa m1 dan m2 dipisahkan oleh jarak R, besar gaya gravitasi antara kedua benda yakni:
Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

F = gaya tarik gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6, 673 x 10–11 Nm2/kg2)
m1, m2 = massa masing-masing benda (kg)
R2 = jarak antara kedua benda (m)
Sumber: softilmu.com
Pada gambar di atas, F12 yaitu gaya gravitasi yang dilakukan m1 pada m2 sedangkan F21 yaitu gaya yang dilakukan m2 pada m1. F12 bekerja pada m2 menuju m1, begitu juga sebaliknya dengan F21 bekerja pada m1 dan menarik m1 menuju m2.

F12 dan F21 mempunyai besar yang sama saja dengan arah yang saling berlawanan sampai disebut juga dengan pasangan aksi reaksi. Pada gambar ada juga unsur r, di mana r yaitu jarak antara pusat m1 dan pusat m2.

Pada gambar telah terdeskripsikan bagaimana hubungan antara gaya, massa dan jarak. Namun, ada yang kurang jika dilihat bersumber pada rumusnya yaitu nilai konstanta gravitasi umum.

Nilai konstanta gravitasi umum (G) ditetapkan dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan menggunakan perlengkapan neraca Cavendish.
Sumber: softilmu.com
Seperti yang terlihat pada gambar di atas neraca Cavendish mempunyai dua bola kecil yang bermassa masing-masing m1 yang diletakkan di ujung batang kecil yang digantungkan dengan seutas tali. Tidak cuma bola kecil, tetapi ada pula dua bola besar dengan massa m2.

Di bagian atas serat penggantung diletakkan satu cermin kecil untuk memantulkan berkas cahaya yang akan diamati puntiran seratnya. Dengan keberadaan gaya gravitasi antara kedua bola serat akan terpuntir. Puntiran ini menggeser berkas cahaya pada skala pengukur.

Setelah gaya antara dua massa dan massa masing-masing bola terarah, akan didapat konstanta gravitasi umum seperti yang diketemukan Cavendish yaitu sebesar 6, 673 x 10–11 Nm2/kg2.

Penerapan Hukum Gravitasi 

Sumber: uniqpost.com

Mengkalkulasi Massa Bumi 

Massa bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai konstanta gravitasi umum (G). Bersumber pada rumus dari percepatan gravitasi bumi, setelah di ketahuinya besar jari-jari bumi yaitu R = 6, 37 × 106 m (bumi di anggap bulat sempurna) kita dapat mengkalkulasi massa bumi, lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Massa Matahari 

Di ketahui rata-rata jari-jari lintasan orbit bumi yaitu sebesar rB=1, 5 x 1011m dan periode revolusi bumi selama 1 tahun = 3 x 107 s. Bersumber pada itu, kita dapat mencari massa matahari lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Kecepatan Satelit 

Satelit yaitu benda luar angkasa yang mengelilingi benda yang lain yang memiliki massa yang lebih besar dari massa satelit itu, seperti bulan yang juga merupakan satelitnya bumi. Mengkalkulasi kecepatan satelit dapat dipakai dalam dua cara yaitu dengan hukum gravitasi dan gaya sentrifugal.

Bersumber pada hukum kedua Newton kita dapat mengkalkulasi kecepatan satelit yaitu dengan menggunakan nilai massa Bumi (M) dan jari-jari bumi (R). Rumus dan caranya yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Jarak Satelit yang Mengorbit Bumi 

Dengan rumus gaya sentripetal dan rumus gaya gravitasi kita dapat mencari nilai dari jarak satelit yang mengorbit bumi, yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Gravitasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gravitasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kolonialisme Barat di Indonesia

Keunggulan lokasi Indonesia menjadi salah satu pendorong terjadinya interaksi dan komunikasi dengan berbagai bangsa lain di dunia. Berbagai kekayaan alam Indonesia sangat dibutuhkan bangsa-bangsa di dunia. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu daerah pemasaran berbagai komoditas bangsa-bangsa lain.

Kekayaan alam Indonesia itulah yang menjadi salah satu daya tarik kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia. Pedagang asing datang ke Indonesia untuk memperoleh berbagai komoditas yang akan dijual lagi kepada negeri lain. Ketertarikan pedagang bangsa asing terhadap kekayaan di Indonesia terjadi sejak masa lalu. Berbagai pengaruh keunggulan lokasi Indonesia menjadi sebab terhadap terjadinya imperialisme dan kolonialisme di Indonesia pada masa lalu.

1. Latar Belakang Penjajahan Bangsa Barat
Berbagai komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia menjadi incaran bangsa-bangsa Barat. Berbagai hasil bumi Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa di wilayah Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Indonesia dan bangsa- bangsa di Eropa memiliki perbedaan kondisi alam. Pengaruh lokasi telah memberikan perbedaan iklim serta kondisi tanah di Indonesia dan Eropa. Hal ini mengakibatkan hasil bumi yang diperoleh juga berbeda. Bangsa Indonesia harus senantiasa bersyukur karena dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa hidup di daerah tropis.

Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan beragam tanaman mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia. Untuk tanaman kebutuhan sehari-hari dapat ditanam dengan mudah di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Hasil bumi apa saja yang menjadi andalan bangsa Indonesia pada masa sekarang? biji coklat, kelapa sawit, karet, cengkeh, dan bahkan kayu diantaranya menempati urutan atas di dunia dari segi produksinya. (sumber: wikipedia)

Sudah sangat lama bangsa-bangsa Eropa mengetahui Nusantara (Indonesia) sebagai sumber rempah-rempah, bahkan sebelum masehi. Mengapa mereka tidak mencari sendiri ke Indonesia? Pada masa itu mereka masih kesulitan terutama masalah transportasi, kondisi politik, dan keamanan. Terjadinya revolusi industri di Eropa merupakan salah satu pendorong datangnya bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Apa yang dimaksud revolusi industri?

Revolusi industri merupakan pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikejakan oleh tenaga manusia atau hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam kegiatan industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, dan barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak lagi. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.

Salah satu pengaruh dari revolusi industri adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa itu. Perahu dengan mesin uap merupakan penemuan sangat penting yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Dengan mesin uap mereka dapat memperpendek waktu perjalanan. Selain penemuan mesin uap, revolusi industri didukung oleh berbagai penemuan lain, seperti kompas, mesin pemintal, dan sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut menjadi modal dan pendorong keinginan bangsa-bangsa Eropa melakukan berbagai petualang.

Paham merkantilisme saatitu mendorong semangat bangsa-bangsa Eropa untuk mencari kekayaan sebanyak-banyaknya. Semangat mencari kekayaan tersebut beriringan dengan semangat mencapai kejayaan dan kesucian. Dalam melakukan perjalanannya ke Indonesia, bangsa-bangsa Barat menginginkan kejayaan (kemenangan) sekaligus kesucian, yaitu menyebarkan agama Kristen. Tiga semangat tersebut (kekayaan, kejayaan, dan kesucian) menjadi semboyan dari perjalanan bangsa-bangsa Eropa yang terkenal dengan 3G atau Gold (emas), Glory (kejayaan) dan Gospel (kesucian).

2. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia
kedatangan bangsa barat
Perhatikan peta rute perjalanan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia di atas! Belanda adalah negara yang paling lama menjajah Indonesia. Selain Belanda, bangsa-bangsa Barat yang pernah datang ke Indonesia pada masa penjajahan adalah Portugis, Spanyol, dan Inggris.

Kedatangan bangsa-bangsa barat di Indonesia saat itu menjadi ancaman kerajaan-kerajaan di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, sejak awal kedatangan bangsa-bangsa Barat di Indonesia, terjadi berbagai perlawanan dari kerajaan-kerajaan di Indonesia.

3. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial Terhadap Bangsa Indonesia
Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan yang merugikan bangsa Indonesia. Akibatnya bangsa Indonesia berusaha melakukan perlawanan untuk mengusir penjajah. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah kolonial terhadap bangsa Indonesia, mari kita pelajari kajian berikut ini.

a. Monopoli dalam Perdagangan
Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Belanda jelas merugikan rakyat. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para petani yang ingin menjual hasil pertanian, tetapi dipaksa hanya boleh menjual kepada VOC dengan daya tawar harga yang mereka dapatkan sangat rendah.

Pada awal kedatangan bangsa-bangsa Barat, rakyat Indonesia menerimanya dengan baik. Masyarakat nusantara di berbagai daerah memandang perdagangan merupakan hubungan baik kepada siapapun. Hubungan perdagangan tersebut kemudian selanjutnya berubah menjadi hubungan penguasaan atau penjajahan. VOC terus berusaha memperoleh kekuasaan yang lebih dari sekedar jual beli.

Pada awalnya VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Lama-lama berkembang menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi mereka juga ingin menguasai politik atau pemerintahan.

Apakah yang dimaksud dengan monopoli? Monopoli adalah penguasaan pasar yang dilakukan oleh satu atau sedikit perusahaan saja. Bagaimana dampak yang terjadi akibat monopoli? Bagi pelaku perusahaan monopoli sangat menguntungkan karena mereka dapat menentukan harga beli dan harga jual sekehendak mereka. Sebagai contoh pada saat VOC melakukan monopoli rempah-rempah di Indonesia, VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Setiap kerajaan hanya mengizinkan rakyat menjual hasil bumi kepada VOC, tidak boleh kepada yang lain. Nah, karena produsen sudah dikuasai VOC, maka pada saat rempah-rempah dijual harganya sangat melambung.

Kerajaan-kerajaan di Indonesia mengizinkan perdagangan monopoli VOC karena keterpaksaan. Belanda secara licik memaksa kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk mengizinkan terjadinya monopoli dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah politik adu domba atau dikenal devide et impera. Adu domba yang dilakukan Belanda dapat terjadi terhadap kerajaan satu dengan kerajaan lain, atau antar pejabat di suatu kerajaan.

Belanda berharap akan terjadi permusuhan antar bangsa Indonesia, sehingga terjadi perang antar kerajaan. Belanda juga terlibat dalam konflik yang terjadi di dalam kerajaan. Pada saat terjadi perang antar kerajaan, Belanda selalu mendukung salah satu kerajaan yang berperang. Demikian jua saat terjadi konflik di dalam kerajaan, Belanda akan mendukung salah satu pihak. Setelah pihak yang didukungnya menang, Belanda akan meminta balas jasa.

Setelah selesai perang, Belanda biasanya meminta imbalan berupa monopoli perdagangan atau penguasaan atas beberapa lahan atau daerah. Akibat monopoli ini, rakyat Indonesia menjadi sangat menderita. Mengapa demikian? Dengan adanya monopoli, rakyat menjadi tidak memiliki kebebasan menjual hasil bumi mereka. Mereka terpaksa menjual hasil bumi hanya kepada VOC. VOC dengan kekuasaannya membeli hasil bumi rakyat Indonesia dengan harga yang sangat rendah, padahal jika rakyat menjual kepada pedagang lain, harganya bisa jauh lebih tinggi. Sekarang kita telah memahami bagaimana dampak monopoli dan adu domba VOC terhadap kerajaan-kerajaan dan rakyat Indonesia. Sekarang coba lakukan pencarian beberapa kegiatan monopoli dan politik adu domba yang dilakukan VOC terhadap bangsa Indonesia.

b. Kerja Paksa
Tentu saja bekerja karena terpaksa hasilnya tidak sebaik pekerjaan yang dilakukan dengan sukarela. Melakukan pekerjaan karena dipaksa juga akan membuat seseorang akan menderita. Hal itulah yang dialami bangsa Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Pemerintah Belanda menginginkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari bumi Indonesia sehingga menerapkan kebijakan kerja paksa yang tidak manusiawi.

Mendengar istilah kerja paksa tentu kita sudah dapat menebak, bahwa rakyat Indonesia bekerja tanpa fasilitas yang memadai. Rakyat tidak memperoleh penghasilan yang layak, tidak diperhatikan konsumsi makanannya, dan melakukan pekerjaan di luar batas-batas kemanusiaan,
Jalur Anyer-Panarukan memanjang lebih dari 1000 Km dari Cilegon (Banten), Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Pati, Surabaya, Probolinggo, hingga Panarukan (Jawa Timur). Saat ini jalur tersebut merupakan salah satu jalur utama bagi masyarakat di pulau Jawa. Anyer Panarukan dibangun sekitar 200 tahun yang lalu oleh pemerintah Hindia Belanda. Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) sangat penting bagi Pemerintah Kolonial Belanda karena menjadi sarana transportasi pemerintahan dan mengangkut berbagai hasil bumi, dan hingga sekarang manfaat jalan tersebut masih dapat dirasakan.

Pembangunan jalan tersebut merupakan kebijakan Herman Willem Daendels (Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa sejak tahun 1808-1811). Belanda memandang penting pembangunan jalur Anyer-Panarukan, karena jalur tersebut merupakan penghubung kota-kota penting di pulau Jawa yang merupakan penghasil berbagai tanaman ekspor, dengan dibangunnya jalan Anyer-Panarukan maka proses distribusi barang dan jasa untuk kepentingan kolonial semakin cepat dan efisien.

Pembangunan jalur Anyer Panarukan sebagian besar dilakukan dengan tenaga manusia. Puluhan ribu penduduk dikerahkan untuk membangun jalan tersebut. Rakyat Indonesia dipaksa Belanda membangun jalan, tapi tidak digaji dan tidak menerima makanan yang layak, akibatnya ribuan penduduk meninggal baik karena kelaparan maupun penyakit yang diderita akibat pekerjaan tersebut. Pengerahan penduduk untuk mengerjakan berbagai proyek Belanda inilah yang disebut rodi atau kerja paksa. Kerja paksa pada masa Pemerintah Belanda banyak ditemukan di berbagai tempat. Banyak penduduk yang dipaksa menjadi budak dan dipekerjakan di berbagai perusahaan tambang maupun perkebunan. Kekejaman Belanda ini masih dapat dibuktikan dalam berbagai kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah dan novel.

c. Sistem Sewa Tanah Rafles
Selain Belanda dan Jepang, Inggris juga pernah menjajah Indonesia pada tahun 1811-1816. Penguasa Inggris di Indonesia pada masa tersebut adalah Letnan Gubernur Thomas Stanford Raffles. Salah satu kebijakan terkenal yang menyengsarakan rakyat pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau Landelijk Stelsel. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain sebagai berikut:
a. Petani harus menyewa tanah walaupun dia adalah pemilik tanah tersebut.
b. Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah.
c. Pembayaran sewa tanah harus dengan uang tunai.
d. Bagi petani yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.

Sewa tanah tetap memberatkan rakyat, dan seakan-akan rakyat tidak memiliki tanah, padahal tanah tersebut adalah milik rakyat Indonesia. Hasil sewa tanah juga tidak seluruhnya digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Hasil sewa tanah tersebut sebagian besar digunakan untuk kepentingan penjajah.

Kekuasaan Inggris selama 5 tahun di Indonesia menghadapi perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Sebagai contoh adalah perlawanan sengit dari rakyat Kesultanan Palembang pada tahun 1812. Sultan Sultan Mahmud Baharuddin menolak untuk mengakui kekuasaan Inggris. Inggris kemudian mengirim pasukan dan menyerang kerajaan Palembang yang terletak di Sungai Musi. Perlawanan rakyat Palembang dapat dikalahkan oleh tentara Inggris, tetapi semangat juang mencapai kemerdekaan rakyat Palembang tetap membara.

Inggris juga menghadapi perlawanan dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Namun Inggris berhasil meredam usaha perlawanan sebelum kedua kerajaan tersebut melakukan penyerangan.

d. Tanam Paksa
Van den Bosch menerapkan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) pada tahun 1830. Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat Perang Diponegoro (1825-1830), dan Perang Belgia (1830-1831).

Tanam Paksa yang diberlakukan oleh Belanda memiliki ketentuan yang sangat memberatkan masyarakat Indonesia. Apalagi pelaksanaan yang lebih berat karena penuh dengan penyelewengan sehingga semakin menambah penderitaan rakyat Indonesia. Banyak ketentuan yang diselewengkan baik oleh pegawai barat maupun pribumi. Praktik- praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat tersebut antara lain adalah :
  1. Ketentuan bahwa tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 bagian dari tanah yang dimiliki rakyat, kenyataanya selalu lebih bahkan sampai 1⁄2 bagian dari tanah yang dimiliki rakyat.
  2. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan.
  3. Waktu untuk kerja wajib lebih dari 66 hari tanpa imbalan yang memadai.
  4. Tanah yang digunakan para petani untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.

4. Melawan Keserakahan Penjajah
Negeri Indonesia memiliki wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan Belanda. Pada masa lalu Indonesia hanya dianggap sebagai sebuah provinsi bagi bangsa Belanda, Indonesia sebagai provinsi juga tidak diperlakukan sama dengan masyarakat Belanda di Eropa. Belanda hanya menguras kekayaan Indonesia untuk kemakmuran negerinya sendiri.

a. Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang
Sultan Hasanuddin merupakan tokoh yang sangat ditakuti Belanda karena ketangguhannya dalam melawan Belanda, sehingga beliau disebut sebagai “ayam jantan dari timur”. Sultan Hasanuddin adalah raja dari kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan. Suatu ketika Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dan Talo (Arung Palaka) berselisih paham. Peristiwa ini dimanfaatkan VOC dengan mengadu domba kedua kerajaan tersebut. VOC memberikan dukungan kepada Talo hingga berhasil menang saat perang dengan Gowa tahun 1666. Sultan Hassanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.

Perjanjian Bongaya baru terlaksana pada tahun 1669 karena Sultan Hassanuddin masih melakukan perlawanan kembali. Akhirnya Makassar harus menyerahkan bentengnya kepada VOC. Sejak masa itu tidak ada lagi kekuatan besar yang mengancam kekuasaan VOC di Indonesia timur.

Perjanjian Bongaya telah menghancurkan kekuasaan kerajaan Gowa sebagai kerajaan terkuat di Sulawesi. Tinggal kerajaan-kerajaan kecil yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.

Pada tahun 1799 terjadilah suatu peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia. VOC dinyatakan bangkrut hingga akhirnya dibubarkan. Keberadaan VOC sebagai kongsi dagang yang menjalankan roda pemerintahan di negeri jajahan seperti di Indonesia tidak layak dilanjutkan lagi. VOC dinyatakan bubar Pada tanggal 31 Desember 1799. Semua utang piutang dan segala milik VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda. Setelah VOC bubar, Indonesia berada langsung di bawah pemerintah Hindia Belanda.

b. Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda
Bagi masyarakat Aceh, masjid Agung merupakan masjid bersejarah yang terkait erat dengan spirit perjuangan masyarakat Aceh. Selain sebagai tempat ibadah kebanggaan masyarakat, masjid Agung menjadi simbol perjuangan rakyat Aceh dalam menentang imperialisme Barat. Masjid tersebut menjadi salah satu benteng perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Karena kegigihan rakyat Aceh tersebut, Belanda sangat kesulitan memadamkan perlawanan rakyat Aceh.

Perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda terjadi di hampir semua daerah di Indonesia. Abad XIX merupakan puncak perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam menentang rezim Pemerintah Hindia Belanda. Kegigihan perlawanan rakyat Indonesia itu menyebabkan Belanda mengalami krisis keuangan untuk biaya perang. Perlawanan di berbagai daerah tersebut memang belum berhasil membuahkan kemerdekaan. Semua perlawanan dapat dipadamkan dan kerajaan-kerajaan di Indonesia pelan-pelan mengalami keruntuhan.

Jejak-jejak perlawanan tersebut masih terjaga dari berbagai peninggalan yang masih ada hingga sekarang. Bahkan di berbagai daerah didirikan berbagai museum untuk menjadi media pembelajaran masyarakat saat ini. Dengan mengunjungi berbagai museum dan berbagai tempat peninggalan perlawanan rakyat Indonesia melawan Belanda, akan dapat menggugah semangat kebangsaan.

Di Maluku, kalian dapat mencari jejak peninggalan perjuangan Pattimura, apabila kalian tinggal di Sulawesi kalian akan dapat mengunjungi Benteng Rotterdam. Demikian juga dengan daerah-daerah lain, pasti kalian dapat menemukan berbagai peninggalan pada masa perjuangan rakyat melawan kolonialisme Belanda. Peninggalan di Yogyakarta adalah Goa Selarong, di Sumatra Barat terdapat Benteng Fort de Kock, di Kalimantan jejak-jejak peninggalan pada masa perang Banjar masih dapat ditemukan.

Apakah kalian pernah mengunjungi salah satu peninggalan pada masa perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda di atas? Bagaimana sikap kalian terhadap peninggalan itu? Generasi sekarang harus merawat peninggalan tersebut agar supaya dapat belajar bagaimana perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Dengan demikian kalian akan semakin bersemangat untuk giat belajar dan membangun bangsa Indonesia agar terus berjaya.

Perlawanan pada masa Pemerintah Hindia Belanda terjadi di berbagai wilayah Nusantara. Lokasi Indonesia pada masa lalu sulit dijangkau, sehingga perlawanan hanya bersifat lokal dan tidak dapat dilakukan secara serentak. Faktor inilah yang merupakan salah satu penyebab Belanda dapat melumpuhkan perlawanan Bangsa Indonesia pada masa lalu.

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com