Showing posts sorted by relevance for query rumus gaya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query rumus gaya. Sort by date Show all posts
09 May 2017

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya. Pengertian Gaya, Rumus Gaya, Satuan Gaya, dan Beragam Macam Jenis Gaya.

Pengertian Gaya 

Sumber: thefamouspeople.com
Gaya yakni tarikan atau dorongan yang terjadi pada suatu benda. Gaya dapat mengakibatkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk juga ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Satu Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Unit Internasional) yakni Newton, disingkat dengan N.

Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan alat yang disebut juga dengan dinamometer atau neraca pegas. Untuk menjalankan satu gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang akan dilakukan, akan semakin besar juga Usaha (tenaga) yang perlu dikeluarkan.

Sifat-Sifat Gaya 

Bersumber pada keterangan di atas, dapat di ambil kesimpulan bila gaya memiliki beberapa karakter seperti berikut ini:
  1. Gaya dapat mengubah arah gerak benda 
  2. Gaya dapat mengubah bentuk benda 
  3. Gaya dapat mengubah posisi benda lewat cara menggerakkan atau memindahkannya 

Rumus dan Satuan Gaya 

Gaya dirumuskan dengan tiga rumusan mendasar yang menjelaskan kaitan gaya dengan gerak benda. Tiga Rumusan mendasar ini yakni Hukum Newton 1, 2, serta 3.

Hukum Newton 1 

Apabila Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama saja dengan 0, benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.

Jadi Rumus Hukum Newton 1 yakni:

∑F = 0 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 

Hukum Newton 2 

Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.

Jadi Rumus Hukum Newton 2 yakni:

∑F = m. a 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 
m = Massa Benda (Kg) 
a = percepatan (m/s2) 

Hukum Newton 3 

Setiap Tindakan akan mengakibatkan reaksi, artinya Apabila Satu benda melakukan gaya pada benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan.

Jadi Rumus Hukum Newton 3 yakni:

∑FAKSI = -∑FREAKSI

Jenis-Jenis Gaya 

Bersumber pada Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi jadi 2, yaitu:

Gaya Sentuh 

Sumber: tzuchischool.com
Gaya Sentuh yakni gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Satu gaya akan menghasilkan efek bila terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya itu, bila tidak terjadi sentuhan, gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan keluar ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya.

Umpamanya, ketika seseorang akan memindahkan meja, ia harus menyentuh meja itu lalu mendorongnya ke tempat yang dimaksud, pada permasalahan ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai tempat yang dimaksud yang hendak diberikan gaya.

Bila tidak terjadi sentuhan antara satu sama lain, maka meja tidak akan berpindah sama seperti apa yang dikehendaki.

Gaya Tak Sentuh 

Gaya Tak Sentuh yakni gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap dapat dirasakan oleh benda walaupun mereka tidak bersentuhan.

Umpamanya yakni Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), besi itu akan tertarik ke arah magnet karena merasakan efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet itu.

Bersumber pada Bentuk Gaya, Secara Umum dikenal 7 Bentuk Gaya paling utama, yaitu: 

Gaya Otot 

Sumber: tempo.co
Sesuai sama namanya Gaya otot yaitu gaya yang dikerjakan oleh makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya keluar dari koordinasi dari susunan otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Umpamanya yakni seseorang yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu itu, otot di dalam tubuhnya bekerjasama sampai bisa menggerakan tangan untuk mengangkat batu.

Gaya Pegas 

Sumber: aqieb.com
Gaya Pegas yakni gaya di buat oleh satu pegas. Gaya pegas disebut juga dengan gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya karakter keelastisan satu benda. Gaya Pegas termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Gaya Pegas keluar karena pegas dapat memapat dan merenggang sampai bentuknya dapat kembali seperti semula setelah terjadi gaya itu.

Umpamanya yakni ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, busur pada panah itu akan mengikuti arah busur yang ditarik, lalu setelah anak panah dilepaskan, pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya. Contoh yang lain yakni ketapel, sistem kerjanya semacam dengan busur panah.

Gaya Gesek 

Sumber: pixabay.com
Gaya Gesek yakni gaya yang keluar karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek yaitu gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek termasuk juga ke dalam golongan gaya sentuh.

Besar kecilnya gaya gesekan diputuskan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, semakin kecil gaya gesekan yang keluar hingga gaya yang dibutuhkan untuk buat benda itu bergerak semakin kecil juga.

Umpamanya bila batu yang sama saja dengan jumlah gaya luar yang sama di gerakan pada 2 permukaan, satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai semen (kasar), gerakan batu di lantai keramik makin lebih cepat serta lebih mudah bila dibandingkan gerakan batu pada lantai semen.

Gaya Gesek terbagi jadi 2, yaitu: 

Gaya Gesek Statis, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi bila gaya luar yang diperoleh pada benda nilainya sama saja dengan gaya gesekan yang terjadi sampai benda itu akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang terjadi kepadanya sama saja dengan 0.

Umpamanya, ketika ada satu benda ditempatkan pada bagian miring dan benda itu kita tahan dengan tangan, benda itu tidak akan bergerak (tetap diam) karena resultan gaya dari tangan kita sama saja dengan resultan gaya gesek yang terjadi, namun bila kita melepaskannya, benda itu akan kembali bergerak.

Gaya Gesek Kinetik, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Gaya Gesek Kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil dibanding dengan gaya luar yang bekerja padanya, sampai gaya luar menang dan buat benda itu bergerak.

Umpamanya yakni gaya gesek pada permukaan mobil dengan aspal ketika mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin hingga mobil bisa bergerak.

Gaya Mesin 

Sumber: apapengertianya.blogspot.co.id
Gaya Mesin yakni gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, bersamaan dengan mengembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya Mesin sangat membantu dalam memperingan kegiatan manusia. Umpamanya yakni Kerja Mobil dan Motor.

Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat) 

Sumber: unikamu.blogspot.co.id
Gaya Gravitasi Bumi yakni Gaya tarik bumi pada seluruh benda bermassa yang ada pada permukaannya. Sahabat jelas sudah tahu bila oleh karena adanya gravitasi bumi, kita dapat berdiri tanpa permasalahan dipermukaannya, bila tidak ada gaya gravitasi bumi, setiap benda akan melayang seperti di luar angkasa.

Gaya Magnet 

Gaya Magnet yakni gaya pada magnet yang bisa menarik benda-benda spesifik. Benda yang bisa ditarik oleh magnet disebut juga dengan benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam yang lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, gaya tarik magnet itu semakin besar.

Gaya magnet dapat menarik benda meskipun tanpa menyentuhnya, oleh karenanya Gaya magnet termasuk juga ke dalam golongan Gaya Tak Sentuh. Umpamanya yakni paku bila didekatkan ke satu magnet, ia akan tertarik ke arah magnet itu, paku yaitu benda magnetis.

Gaya Listrik 

Gaya Listrik yakni gaya yang dihasilkan oleh benda-benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Umpamanya yakni kipas angin bekerja dengan mengubah daya listrik jadi daya gerak.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gaya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gaya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
20 April 2017

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi. Pengertian Hukum Gravitasi, Rumus Hukum Gravitasi, Aplikasi atau Penerapan Hukum Gravitasi. Dan, contoh hal-hal yang termasuk ke dalam Gaya Gravitasi.

Pengertian Hukum Gravitasi

Sumber: sukasaya.com
Hukum ini diperkenalkan oleh seorang pakar fisika dan matematikawan asal Inggris bernama Isaac Newton (1642-1727). Pada sejarahnya, Newton temukan hukum ini ketika dia memperhatikan peristiwa apel jatuh.

Ketika itu dia memikirkan ada satu gaya yang belum di pahami, yakni gaya yang menyebabkan benda yang awalannya diam jadi bergerak. Newton juga memahami bila gaya itu juga yang menyebabkan bulan selalu ada didekat bumi dan tetap dalam lintasan orbit yang mengitari bumi.

Newton mengatakan gaya itu sebagai gaya ‘gravitasi’ dan memutuskan bila gaya ini jelas ada diantara semua benda.

Pada sejarahnya, sebenarnya hukum gravitasi udah pernah dipikirkan oleh beberapa orang pada zaman Yunani kuno dulu.

Permasalahan yang menjadi dasar pemikiran mereka tentang fenomena gravitasi yaitu, pertama, mengapa benda-benda selalu jatuh ke permukaan tanah serta yang kedua tentang gerakan planet-planet. Ini juga merupakan pemikiran mendasar Newton tentang gravitasi.

Namun, yang membedakan antar keduanya yakni beberapa orang Yunani pada saat itu beranggapan antara momen benda yang jatuh dengan gerakan planet yaitu dua hal yang tidak sama. Sedangkan Newton melihat kedua momen itu disebabkan oleh satu hal saja dan diikat oleh hukum yang sama yakni gaya gravitasi.

Gaya gravitasi yakni gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki massa. Gravitasi matahari menyebabkan benda-benda di sekitar matahari beredar mengelilinginya. Begitu juga halnya dengan gravitasi bumi yang menarik benda di sekitarnya baik itu di dalam atau di luar angkasa (bulan, meteor, satelit dan sebagainya) asalkan benda itu memiliki massa.

Hukum gravitasi universal mengatakan bila setiap massa benda menarik massa benda yang lain dengan gaya yang menghubungkan kedua benda.

Besar gaya ini yaitu berbanding lurus dengan perkalian kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa benda itu.

Apabila dua buah benda bermassa m1 dan m2 dipisahkan oleh jarak R, besar gaya gravitasi antara kedua benda yakni:
Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

F = gaya tarik gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6, 673 x 10–11 Nm2/kg2)
m1, m2 = massa masing-masing benda (kg)
R2 = jarak antara kedua benda (m)
Sumber: softilmu.com
Pada gambar di atas, F12 yaitu gaya gravitasi yang dilakukan m1 pada m2 sedangkan F21 yaitu gaya yang dilakukan m2 pada m1. F12 bekerja pada m2 menuju m1, begitu juga sebaliknya dengan F21 bekerja pada m1 dan menarik m1 menuju m2.

F12 dan F21 mempunyai besar yang sama saja dengan arah yang saling berlawanan sampai disebut juga dengan pasangan aksi reaksi. Pada gambar ada juga unsur r, di mana r yaitu jarak antara pusat m1 dan pusat m2.

Pada gambar telah terdeskripsikan bagaimana hubungan antara gaya, massa dan jarak. Namun, ada yang kurang jika dilihat bersumber pada rumusnya yaitu nilai konstanta gravitasi umum.

Nilai konstanta gravitasi umum (G) ditetapkan dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan menggunakan perlengkapan neraca Cavendish.
Sumber: softilmu.com
Seperti yang terlihat pada gambar di atas neraca Cavendish mempunyai dua bola kecil yang bermassa masing-masing m1 yang diletakkan di ujung batang kecil yang digantungkan dengan seutas tali. Tidak cuma bola kecil, tetapi ada pula dua bola besar dengan massa m2.

Di bagian atas serat penggantung diletakkan satu cermin kecil untuk memantulkan berkas cahaya yang akan diamati puntiran seratnya. Dengan keberadaan gaya gravitasi antara kedua bola serat akan terpuntir. Puntiran ini menggeser berkas cahaya pada skala pengukur.

Setelah gaya antara dua massa dan massa masing-masing bola terarah, akan didapat konstanta gravitasi umum seperti yang diketemukan Cavendish yaitu sebesar 6, 673 x 10–11 Nm2/kg2.

Penerapan Hukum Gravitasi 

Sumber: uniqpost.com

Mengkalkulasi Massa Bumi 

Massa bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai konstanta gravitasi umum (G). Bersumber pada rumus dari percepatan gravitasi bumi, setelah di ketahuinya besar jari-jari bumi yaitu R = 6, 37 × 106 m (bumi di anggap bulat sempurna) kita dapat mengkalkulasi massa bumi, lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Massa Matahari 

Di ketahui rata-rata jari-jari lintasan orbit bumi yaitu sebesar rB=1, 5 x 1011m dan periode revolusi bumi selama 1 tahun = 3 x 107 s. Bersumber pada itu, kita dapat mencari massa matahari lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Kecepatan Satelit 

Satelit yaitu benda luar angkasa yang mengelilingi benda yang lain yang memiliki massa yang lebih besar dari massa satelit itu, seperti bulan yang juga merupakan satelitnya bumi. Mengkalkulasi kecepatan satelit dapat dipakai dalam dua cara yaitu dengan hukum gravitasi dan gaya sentrifugal.

Bersumber pada hukum kedua Newton kita dapat mengkalkulasi kecepatan satelit yaitu dengan menggunakan nilai massa Bumi (M) dan jari-jari bumi (R). Rumus dan caranya yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Jarak Satelit yang Mengorbit Bumi 

Dengan rumus gaya sentripetal dan rumus gaya gravitasi kita dapat mencari nilai dari jarak satelit yang mengorbit bumi, yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Gravitasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gravitasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 March 2017

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke. Pengertian Hukum Hooke, Konsep yang digunakan dalam Hukum Hooke, Rumus dari Hukum Hooke, Satuan yang dipakai dalam Hukum Hooke, dan Aplikasi atau Penerapan Hukum Hooke dalam Kehidupan Sehari-hari.

Pengertian Hukum Hooke 

Sumber: 4muda.com
Hukum Hooke serta elastisitas yaitu dua arti yang sama-sama berkaitan. Untuk mengerti arti kata elastisitas, beberapa orang menganalogikan istilah itu dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada intinya tidak semua benda dengan bahan dasar karet miliki sifat elastis.

Kita ambil dua contoh karet gelang serta permen karet. Apabila karet gelang itu ditarik, panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu. Lantas, Bila tarikan dilepaskan panjang karet gelang akan kembali seperti semula.

Tidak sama halnya dengan permen karet, Apabila ditarik panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu namun bila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali seperti semula. Hal semacam ini dapat terjadi lantaran karet gelang sifatnya elastis sedangkan permen karet miliki sifat plastis.

Namun, bila karet gelang ditarik terus-terusan ada kalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya karakter elastisnya udah hilang. Hingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang sifatnya elastis serta plastis.

Jadi, dapat diambil kesimpulan kalau elastisitas yakni kapabilitas sebuah benda untuk kembali pada bentuk awal setelah gaya pada benda itu di hilangkan. Kondisi di mana sebuah benda tidak dapat lagi kembali pada bentuk semula akibat gaya yang didapatkan pada benda sangat besar disebut sebagai batas elastis.

Sedangkan hukum Hooke yaitu ide yang dikenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu pegas/benda elastis yang lain agar benda itu bisa kembali pada bentuk seluruh atau tidak melampaui batas elastisitasnya.

Dengan hal tersebut, bisa diambil kesimpulan kalau Hukum Hooke mengulas jumlah gaya maksimum yang bisa diberikan pada suatu benda yang sifatnya elastis (biasanya pegas) supaya tidak melewati batas elastisnya serta menghilangkan karakter elastis benda itu.

Aplikasi Hukum Hooke

Sumber: maghfiroherdan.wordpress.com
Dalam pengaplikasian hukum Hooke amat berhubungan erat dengan benda benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas serta yang miliki sifat elastis. Prinsip hukum Hooke udah diaplikasikan pada beberapa benda-benda berikut ini:
  1. Mikroskop yang peranannya untuk melihat jasad-jasad renik yang amat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang 
  2. Teleskop yang peranannya untuk melihat benda-beda yang letaknya jauh agar terlihat dekat, seperti benda luar angkasa 
  3. Alat pengukur percepatan gravitasi bumi 
  4. Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktu 
  5. Jam kasa atau kronometer yang digunakan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang ada di laut 
  6. Sambungan tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil 
  7. Ayunan pegas 
Beberapa benda yang udah disebutkan di atas memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi efek positif pada mutu hidup manusia.

Bunyi Hukum Hooke 

Hukum Hooke berbunyi kalau besarnya gaya yang bekerja pada benda sepadan dengan pertambahan panjang bendanya. Jelas hal semacam ini berlaku padan lain yang elastis (bisa merenggang).

F = k. x

Keterangan:

F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang pegas (m)

Besaran Dan Rumus Dalam Hukum Hooke Serta Elastisitas 

Tegangan 

Tegangan yaitu sebuah kondisi di mana satu benda mengalami pertambahan panjang saat satu benda di beri gaya pada satu diantara ujungnya sedangkan ujung yang lain ditahan.

Misalnya. seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang awal mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada satu diantara ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.

Fenomena ini mengambarkan sebuah tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ serta secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Regangan 

Regangan yaitu sebuah perbandingan antara pertambahan panjang kawat dalam x meter dengan panjang awal kawat dalam x meter.

Regangan ini dapat terjadi karena gaya yang diberikan pada benda maupun kawat itu di hilangkan, hingga kawat kembali pada bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

e = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Sesuai sama persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan karena pertambahan panjang (ΔL) serta panjang awal (Lo) yaitu besaran dengan satuan yang sama

Modulus Elastisitas (Modulus Young) 

Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan sebuah perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sepadan dengan tegangan serta berbanding terbalik regangan.
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Mampatan 

Mampatan yaitu sebuah kondisi yang nyaris sama dengan regangan. Ketidaksamaannya terdapat pada arah perpindahan molekul benda setelah di beri gaya. Berbeda halnya pada regangan di mana molekul benda akan terdorong keluar sesudah di beri gaya. Pada mampatan, setelah di beri gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).

Hubungan Antara Gaya Tarik serta Modulus Elastisitas 

Apabila ditulis secara matematis, hubungan pada gaya tarik serta modulus elastisitas mencakup:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Hukum Hooke 

Hukum Hooke menyebutkan bahwa “bila gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya luar yang diberikan (N)
k = Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

Hukum Hooke untuk Susunan Pegas 

Susunan Seri 

Bila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, panjang pegas jadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yakni sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Ks = Persamaan pegas
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya serta disusun seri ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Susunan Paralel 

Bila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya jadi lebih 2x dari semula apabila pegas disusun 2 buah. Mengenai persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yakni:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Kp = Persamaan pegas susunan paralel
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama serta disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat lantaran tetapan pegasnya jadi lebih besar. Persamaan pegasnya bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Contoh Soal Hukum Hooke 

Sebuah pegas mempunyai sebuah pertambahan panjang 0,25 meter setelah diberikan gaya. Apabila pada pegas bertuliskan 400 N/m. Berapakah gaya yang dikerjakan ada pegas itu?

Diketahui:

x = 0, 25 m
k = 400 N/m

Ditanya: F….?

Jawaban:

F = k. x
F = 400 N/m x 0, 25 m
F = 100 N

Jadi gaya yang diberikan pada pegas tersebut yaitu 100 Newton.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Hooke di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Hooke. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 
11 April 2017

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya. Pengertian Daya, Rumus Daya, Satuan-Satuan yang digunakan dalam Pembahasan Daya. Persamaan Daya.

Pengertian Daya 

Sumber: berita.lampuutama.com
Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik. Satuan SI (Unit Internasional) untuk Daya yakni Joule/Sekon (J/s) = Watt (W).

Satuan Watt digunakan untuk penghormatan pada seorang ilmuan penemu mesin uap yang bernama James Watt.

Satuan daya yang lain yang sering kali digunakan yakni Daya Kuda atau Horse Power (hp), 1 hp = 746 Watt. Daya yaitu Besaran Skalar, karena Daya hanya memiliki nilai, tidak memiliki arah.

Rumus dan Satuan Daya 

Dalam Fisika, Daya disimbolkan dengan Persamaan Berikut ini:
  • P = W/t 
Dari Persamaan di atas kita bisa pula mengubah rumus daya jadi:
  • P = (F. s) /t 
  • P = F. v 
Hasil itu didapat karena Rumus Usaha (W) = Gaya (F) dikali Jarak (s) dibagi Waktu (t)
Dan Rumus Kecepatan (v) = jarak (s) dibagi waktu (t)

Keterangan: 
  • P = Daya (satuannya J/s atau Watt) 
  • W = Usaha (Satuannya Joule J) 
  • t = Waktu (satuannya sekon s) 
  • F = Gaya (Satuannya Newton N) 
  • s = Jarak (satuannya Meter m) 
  • v = Kecepatan (satuannya Meter/Sekon m/s) 
Nah bersumber pada persamaan fisika di atas, dapat di ambil rangkumannya bila semakin besar laju usaha, semakin besar juga laju daya. Sedangkan bila semakin lama waktunya, laju daya akan semakin kecil.

Perbedaan Daya dengan Energi 

Sumber: bukupedia.net
Banyak yang menyamakan pengertian energi dan Daya namun sebenarnya mereka itu tidak sama. Kemampuan mengerjakan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh total energi yang dimiliki oleh tubuh, tetapi juga dibatasi oleh daya kapabilitas tubuh.

Umpamanya Seseorang dapat jalan mengitari lapangan sampai total dayanya habis, dan dia bisa melakukan sampai 30 putaran. Namun ketika esok hari dia coba lakukan putaran lapangan dengan cara berlari, dan kenyataannya ia hanya bisa merampungkan 20 putaran.

Hal semacam ini terjadi karena tubuh orang itu dibatasi oleh daya yang dimilikinya ketika berlari, yaitu laju energi kimia yang dimiliki untuk mengubahnya jadi energi mekanik.

Ketidaksamaan Daya dengan Usaha

Sumber: gradeshomecleaning.com
Daya dan usaha yaitu ide konsep fisika yang sering kali dibicarakan secara berbarengan dalam permasalahan mekanika. Ketidaksamaan Daya dengan Usaha sebenarnya dapat dikaji lewat pengertian mereka yang tidak sama. Yaitu:

Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik.
Usaha yakni Jumlah Daya yang dihantarkan oleh gaya dalam jarak spesifik.

Perbedaan mendasar antara Daya dan Usaha yakni daya yaitu Laju energi, sedangkan Usaha yaitu jumlah energi yang dihantarkan. Perbedaan yang lain yakni Usaha diukur dalam Joule sedangkan Daya diukur dalam Watt.

Contoh Daya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: mynewblogwansey.blogspot.co.id
Biasanya ukuran-ukuran alat-alat listrik dinyatakan dengan daya dan tegangannya. Misalnya lampu pijar mempunyai ukuran 50 watt, 220 volt, setrika listrik 300 watt, 220 volt dan sebagainya.

Lampu pijar 50 W, 220 V dapat menyala pada daya maksimum atau di bawahnya, daya maksimum lampu itu 50 W terwujud ketika tegangannya 220 V.

Apabila lampu 50 W, 220 V dipasang pada tegangan di bawah 220 V, lampu menyala pada daya di bawah 50 W, apabila dipasang pada tegangan di atas 220 V, lampu menyala beberapa sekonkemudian mati.

Lampu 50 watt tiap sekon mengubah 50 joule energi listrik jadi energi cahaya. Oleh karenanya bola lampu 75 watt lebih jelas dari bola lampu 50 watt jika dipasang pada tegangan yang sesuai karena energi cahaya pada lampu 75 watt semakin besar dari energi cahaya pada lampu 50 watt.

Pesawat tv dapat juga dinyatakan dengan dayanya. Misalnya ada pesawat tv yang mempunyai daya 20 watt, yang mempunyai arti tiap detik mengubah energi listrik sebesar 20 joule jadi energi cahaya dan energi bunyi serta energi kalor.

Seterika listrik mempunyai daya 500 watt artinya energi panas yang dihasilkan seterika itu tiap detik 500 joule.

Karena daya mengatakan energi per satuan waktu, energi dapat dinyatakan dengan daya kali waktu (W= P. t). Energi listrik di beberapa tempat tinggal sering kali dinyatakan dalam kWh.

Dalam sistem cgs satuan erg/detik sebagai unit daya yang tidak perlu diberi nama lain. Motor untuk pompa air, motor mobil dengan bahan bakar solar maupun bensin dayanya dinyatakan dengan sekian HP atau sekian PK (HP=hourse power, PK = paardekracht), dalam bahasa Indonesia yakni daya kuda.

Contoh: 

Mesin Honda berkekuatan 5 PK artinya mesin itu mempunyai daya 5 × 736 watt atau 3 kali kapabilitas kuda. Mesin ini menghasilkan tenaga 3680 joule tiap sekon.

Unit HP atau PK pertama kalinya dikemukakan oleh penemu mesin uap James Watt, berkebangsaan Inggris. Unit PK dan HP tidak digunakan dalam ilmu serta pengetahuan, tetapi dalam perdagangan dan teknik masih tetap digunakan.

Apabila diperhatikan, dalam kehidupan sehari-hari, banyak beberapa peristiwa yang ada hubungan dengan daya. Berikut ini yaitu contoh aplikasi daya dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila dua lampu sejenis masing-masing 40 watt dan 10 watt dinyalakan menggunakan sumber arus yang sama, lampu 40 watt akan menyala lebih jelas dari pada lampu 10 watt. Hal semacam ini lantaran lampu 40 watt dapat mengubah energi listrik ke dalam energi cahaya lebih cepat dari pada lampu 10 watt.

Ari dan Wibowo memiliki berat tubuh sama. Dengan hal tersebut, keduanya di anggap memiliki energi yang sama. Ketika keduanya berlomba lari 100 m, kenyataannya yang lebih dulu menggapai garis finish yakni Ari. Dengan hal itu, Ari mempunyai daya lebih besar dari pada Wibowo.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Daya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
10 May 2017

Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran

Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran. Pengertian Getaran, Rumus Getaran, dan Beragam Macam Jenis Getaran.

Pengertian Getaran

Sumber: faridhendrapradana.wordpress.com
Getaran adalah sebuah momen gerak bolak balik secara teratur sebuah benda lewat satu titik seimbang. Karena terjadi secara teratur, getaran kerap kali disebut juga dengan gerak periodik. Kuat atau lemahnya gerakan benda itu di pengaruhi oleh jumlah daya yang diberikan.

Makin besar daya yang diberikan makin kuat juga getaran yang terjadi. Satu Getaran sama juga dengan satu kali gerakan bolak balik penuh dari benda itu. Contoh sederhana getaran yakni gerakan pegas yang diberikan beban, contohnya pemakaian pegas untuk jadi ayunan anak.

Getaran Pada Bandul Sederhana 

Gambar di atas adalah contoh getaran pada bandul sederhana, bersumber pada pada bandul itu, Satu Kali Getaran adalah satu kali gerakan bandul dari titik A – B – C – B – A. Satu Kali getaran dapat juga dihitung titik mulainya dengan titik B atau Titik C.

Getaran Pada Pegas 

Lantas Pada Gambar kedua di atas yaitu contoh Getaran pada pegas yang didapatkan beban. Satu Kali Getaran pada Pegas Itu contohnya B – A – C – A – B. Satu Kali Getaran dapat juga dihitung dari titik mulainya dengan titik A atau Titik C.

Amplitudo 

Amplitudo yaitu simpangan paling jauh dari titik keseimbangan. Amplitudo dapat disimpulkan adalah jarak paling jauh dari titik keseimbangan ketika terjadi getaran. Perhatikan kembali Gambar pada bandul serta pegas sederhana di atas.

Pada Gambar Bandul, titik keseimbangannya yaitu titik B, serta Amplitudonya yaitu BA serta BC. Karena makin lama gerakan bandul akan makin kecil, hingga titik getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari bandul itu.

Pada Gambar Pegas, Titik keseimbangannya adalah titik A, serta Amplitudonya yaitu adalah AB serta AC. Karena makin lama gerakan pegas akan makin melemah, jadi getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari pegas itu.

Frekuensi 

Frekuensi Getaran yakni banyak jumlah getaran yang terjadi dalam satu detik. Satuan Frekuensi dalam System Internasional yakni Hertz (Hz). Dalam Fisika, Frekuensi disimbolkan dengan huruf “f” serta Rumusnya:

F = n/t

Keterangan:

f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)
n = Jumlah Getaran
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)

Periode 

Periode yakni waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali getaran. Satuan Periode dalam System Internasional yaitu Sekon (s). Dalam Fisika, Periode disimbolkan dengan huruf “T” serta Rumusnya:

T = t/n

Keterangan:

T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)
n = Jumlah Getaran

Periode serta Frekuensi saling terkait serta dapat dikaitkan satu dengan yang lainnya. Periode yaitu kebalikan dari frekuensi demikian juga sebaliknya. Oleh sebab itu diperoleh kesamaan:

T = 1/f dan F = 1/T

Keterangan:

T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)

Beberapa Jenis Getaran 

Secara umum di kenal dua jenis bentuk getaran bersumber pada proses terjadinya getaran, yaitu:

Getaran Bebas

Sumber: temonsoejadi.blog
Getaran Bebas, yaitu getaran yang terjadi saat system mekanis dimulai oleh karena adanya gaya awal yang bekerja pada system itu sendiri, lantas dibiarkan bergetar secara bebas. Getaran bebas akan menghasilkan frekuensi yang alami lantaran karakter dinamika dari distribusi massa serta kemampuan yang membuat getaran.

Contohnya:

Bandul yang ditarik lantas dilepaskan serta dibiarkan, akan menghasilkan getaran hingga gerakan bandul itu berhenti.

Getaran Paksa 

Sumber: air.eng.ui.ac.id
Getaran Paksa, adalah sebuah getaran yang terjadi saat gerakan bolak-balik karena adanya gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada system.

Misalnya yakni getaran tempat tinggal yang rubuh saat gempa.

Contoh Soal Getaran 

Satu bandul digetarkan hingga selama 1 menit, dan menghasilkan 40 getaran. Tetapkan periodenya!

Penyelesaian:

Diketahui:

t = 1 menit = 60 s
n = 40 getaran

Ditanya: T =?

Jawab:

T= t/n

T=60/40= 1, 5 s

Jadi, satu bandul memiliki nilai periodenya 1,5 s

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Getaran di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Getaran. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
09 May 2017

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi. Pengertian Energi, Satuan Energi, dan Beragam Macam Jenis Bentuk Energi.

Pengertian Energi

Sumber: imavarmepumpar.se
Energi yakni kemampuan untuk melakukan satu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” datang dari bahasa yunani yang maknanya yaitu “ergon” yang mempunyai arti kerja. Dalam melakukan sebuah hal kita selalu menggunakan serta memerlukan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Umpamanya ketika kita jalan kita memerlukan energi.

Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang tidak sama. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Umpamanya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik jadi energi panas.

Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi yakni Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi yakni Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori yakni sebagai berikut ini:

1 kalori = 4, 2 Joule atau 1 Joule = 0, 24 kalori 

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain:

1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 

Hukum Kekekalan Energi 

Sumber: eksplorasi.id
Bersumber pada Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bila:

Energi Tidak dapat di buat maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Oleh sebab Itu Jumlah keseluruhnya energi dalam satu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya satu energi.

Bentuk-Bentuk Energi 

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, kenyataannya ada beragam macam jenis bentuk energi yang kita pakai. Dan, kita akan bahas tuntas, apa saja bentuk energi itu.

Energi Mekanik 

Energi mekanik yakni energi yang dimiliki satu benda karena karakter geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi jadi dua, yaitu:

Energi Potensial

Sumber: annida-online.com
Energi potensial yaitu energi yang dimiliki satu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda itu diam pada posisi spesifik. Beragam macam bentuk energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan dengan satu bentuk gaya yang bekerja pada keadaan fisik satu materi.

Umpamanya yakni ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan karakter fisik karena adanya gaya elastik, dan inilah yang disebut juga dengan energi potensial elastik. Secara Fisika Rumus Energi Potensial yakni sebagai berikut ini:

Ep = m x g x h 

Keterangan (Satuan):
Ep = Energi Potensial (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) 

Energi Kinetik

Sumber: benergi.com
Energi Kinetik yakni Energi yang dimiliki satu benda karena gerakan atau kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diambil kesimpulannya yakni sebagai satu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa spesifik hingga mencapai satu kecepatan spesifik.

Semakin tinggi kecepatan satu benda semakin besar juga energi kinetiknya. Umpamanya yakni ketika satu mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil itu, semakin tambah juga energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Yakni Sebagai Berikut ini:

Ek = ½ x m x v2 

Keterangan (Satuan):
Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) 
Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 

Energi Bunyi 

Sumber: lebih-unik.blogspot.co.id
Energi Bunyi yakni energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda jelas ada energi bunyi, namun tidak semua bunyi itu akan terdengar.

Semakin kuat getarannya, semakin besar juga energi bunyi yang dihasilkan. Umpamanya yakni ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.

Energi Panas (Kalor) 

Sumber: williamtanzilblog.blogspot.co.id
Energi Panas yakni energi yang terjadi karena gerakan internal partikel penyusun dalam satu benda. Energi panas yaitu energi yang berpindah dari satu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Umpamanya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air hingga membuat air dapat mendidih.

Energi Cahaya 

Energi Cahaya yakni Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Umpamanya yakni ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya semakin sedikit efek cahaya itu pada pandangan.

Energi Kimia 

Energi Kimia yakni Energi yang dihasilkan karena adanya hubungan secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya yakni Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dipakai oleh tubuh, dan saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

Energi Nuklir 

Energi Nuklir yakni Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Umpamanya yakni penggunaan bom nuklir.

Penggunaan dan Pemanfaatan Energi Dalam Kehidupan 

Sumber: gohijau.wordpress.com
  • Beragam macam energi dapat dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan berikut ini akan kami berikan contoh penggunaan energi dengan mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, antara lain:
  • Energi Kimia Jadi Energi Gerak (Mekanik) yakni Makanan yang kita makan di proses lewat reaksi kimia jadi sumber energi untuk melakukan aktivitas 
  • Energi Listrik Jadi Energi Panas yakni Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Bunyi yakni Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Gerak (Mekanik yakni Penggunaan kipas angin. 
  • Energi Gerak (Mekanik) Jadi Energi Panas yakni Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. 
  • Energi Cahaya Jadi Energi Kimia yakni Penggunaan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Energi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Energi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 February 2017

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Abstrak

Sumber: apresiasikarya.blogspot.co.id
Abstrak yaitu representasi dari isi dokumen yang singkat dan pas. Abstrak adalah bentuk ringkas dari isi sebuah dokumen yang terdiri atas beberapa bagian penting dari sebuah tulisan, serta mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Abstrak atau abstraksi pada riset yaitu sebuah deskripsi atau bayangan yang menceritakan mengenai alur dari sebuah riset yang ditulis oleh peneliti supaya beberapa pembaca bisa mengerti secara singkat inti dari riset itu.

Contoh Abstrak umumnya mendeskripsikan sebuah riset secara singkat serta sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomer pokok/induk mahasiswa bila si peneliti seseorang mahasiswa, judul riset, rumusan permasalahan, teori-teori, metode riset, variabel, sumber data, hasil pengujian, serta simpulan dari hasil riset itu.

Manfaat Abstrak 

  1. Mempermudah beberapa pembaca untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai suatu sektor yang diminati, tanpa mesti membaca semua isi dokumen 
  2. Menghemat waktu pembaca 
  3. Meneruskan membaca atau tidak? 
  4. Menghindari terjadi duplikasi tulisan 
  5. Kata kunci (keyword): mempermudah dalam penyimpanan secara elektronis 
  6. Abstrak berisi mengenai motivasi, perumusan permasalahan, tujuan, metode/pendekatan, dan hasil yang diinginkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak bisa menulisakan referensi serta diikuti dengan keyword atau kata kunci (keyword) minimal 3 kata kunci 

Cara Membuat Abstrak 

Bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar? Bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa sajakah yang perlu ada saat kita membuat sebuah abstrak untuk satu riset. Berikut ini yaitu beberapa panduan bagaimana sebuah abstrak itu di buat.

Tulis: 
  1. Nama penulis artikel 
  2. Judul artikel 
  3. Judul, no. Majalah, bulan serta tahun terbit, jumlah halaman 
  4. Isi abstrak 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Laporan Penelitian/Skripsi/Tesis/Disertasi 

Tulis: 
  1. Nama penulis 
  2. Judul 
  3. Tahun serta jumlah halaman 
  4. Isi abstrak memuat pokok persoalan, tujuan serta metode riset, hasil riset, simpulan 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Peraturan 

Tulis: 
  1. Judul, nomer serta tahun peraturan 
  2. Isi peraturan memuat landasan filosofis dikeluarkannya peraturan, dasar hukum, isi peraturan 
  3. Catatan 
  4. Nama pengabstrak 
Teknik Penulisan Abstrak 
  1. Jarak ketik 1 spasi 
  2. Maksimal 250 kata 
  3. Pakai kalimat aktif 
  4. Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap 

Contoh Abstrak

Sumber: anekacontohsurat.com

Contoh Abstrak Makalah 

Abstrak

Perkembangan teknologi sistem pengaturan proses di industri saat ini menuju aplikasi teknologi elektro-pneumatik, yakni penyusunan komponen pneumatik lewat sinyal listrik.

Pressure control trainer 38-714 yaitu modul teknologi elektro-pneumatik yang membahas penyusunan tekanan. Perubahan variasi beban serta masalah pada teknologi elektro-pneumatik bisa mengakibatkan tanggapan sistem tidak sesuai sama persyaratan yang diinginkan.

Pengaruh masalah yang ada pada sistem proses bisa direduksi dengan kontroler kaskade. Tidak hanya itu, metode kaskade dipakai untuk meningkatkan kecepatan respon sistem. Dengan pendekatan fuzzy, permasalahan kontroler bisa diselesaikan dengan gampang tanpa perhitungan matematis yang rumit.

Kontroler kaskade fuzzy yaitu dua kontroler fuzzy yang disusun secara kaskade. Pada segi primer berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan tekanan, sedangkan pada segi sekunder berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan aliran.

Bersumber pada hasil implementasi, kontroler kaskade fuzzy dalam riset ini dapat mengurangi nilai maksimum overshoot, saat steady state serta error steady state. Bila kontroler kaskade fuzzy dibandingkan dengan kontroler fuzzy tunggal.

Abstract

Technological developments in industrial process control systems today is toward the application of electro-pneumatic technology, ie pneumatic component control via electrical signals. Pressure control trainer 38-714 is a teaching module on the electro-pneumatic technology which the pressure.

Changes in load variations and disturbances in the electro-pneumatic technology can effect the system response does not match the expected criteria.

Effect of disturbance in process systems can be reduced with a cascade controller. The cascade method is used to increase system response speed. With the fuzzy approach, the controller problem can be solved easily without complicated mathematical calculations.

Cascade fuzzy controller is consist of two fuzzy controllers in a cascade. On the primary side of a fuzzy controller of pressure, the secondary side of a fuzzy controller of flow.

Based on the results of implementation, the cascade fuzzy controllers were able to reduce the maximum overshoot, the steady state and steady state error. If the cascade fuzzy controller compared with a single fuzzy controller.

Contoh Abstrak Skripsi 

Abstrak

Riset ini mempunyai tujuan untuk memahami hubungan akselerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis siswa putra SMA Negeri I Baturetno.

Riset ini adalah riset korelasi, memakai cara survey dengan teknik tes serta pengukuran Populasi dalam riset ini yaitu siswa putra SMA Negeri I Baturetno sejumlah 20 Orang.

Sedangkan instrument yang dipakai untuk akselerasi yaitu tes 20 meter ssatuannya detik, tes kelincahan diukur dengan shuttle run selama 60 detik satuannya frekuensi, ketahanan diukur dengan tes lari 2400 meter satuannya menit.

Ketrampilan bermain bulutangkis diukur dengan system setengah kompetisi satuannya angka. Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment.

Sebelumnya data dianalisis butuh diadakan pengujian kriteria analisa data yakni uji normalitas, uji linieritas serta uji hipotesis. Uji normalitas data memakai chi kuadrat (X2), memakai program SPS adisi Sutrissno Hadi.

Untuk menguji linieritas data, dipakai teknik analisa variansi pada gari regresi serta uji hipotesis memakai analisa regresi. Setelah uji normalitas menghasilkan normal serta uji linieritas menghasilkan data yang linier.

Maka hasil riset yang didapat yaitu hubungan antara akselerasi dengan ketrampilan bulutangkis dengan r = -0.515 serta p = 0.019 memiliki arti signifikan. Ada hubungan antara kelincahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = 0.883 serta p = 0.000 memiliki arti signifikan.

Ada hubungan antara ketahanan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = -0.628 serta p = 0.003 memiliki arti signifikan.

Selenjutnya hasil analisa regresi ganda dengan tiga prediktor memperlihatkan korelasi yang signifikan dengan R = 0.897 antara akelerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis.

Besarnya koefisien determinan R2 (kuadrat) = 0.805 sumbangan efektif (SE) yang diberikan ketiga variabel secara keseluruhan sebesar 80.470%.

Contoh Abstrak Tugas Akhir 

Abstrak

Dalam dunia industri alat ukur senantiasa diperlukan untuk menjalani semua kegiatan pekerjaan, satu diantaranya alat ukur berat. Oleh karena adanya alat ukur berat ini berat beban dari bahan atau material yang nantinya diolah dapat di ketahui beratnya.

Tetapi sampai kini alat ukur berat yang sudah ada serta dipakai harga nya relatif mahal. Hingga dalam riset ini di buat rancang bangun alat ukur berat memakai load cell kapasitas 300 kg, yang memiliki nilai ekonomis lebih rendah.

Untuk penggunaan alat ini mesti dipasang pada crane, yang prinsip kerjanya memakai beberapa gaya yang bekerja pada wire rope akibat dibebani muatan, hingga terjadi ketegangan pada wire rope itu. Hal semacam ini menyebabkan terjadinya tarikan pada load cell lewat pulley aktif.

Serta dari gaya tarik inilah bakal di proses oleh load cell jadi sebuah sinyal elektrik, yang nantinya bakal diteruskan lagi ke display untuk di baca sebagai sebuah besaran berat.

Dari hasil pengujian diperoleh data kalau kapabilitas maksimum akibat modifkasi load cell mencapai 670 kg melebihi kemampuan sebelumnya yaitu 300 kg.

Lantas display yang dipakai mempunyai keterbatasan pada pembacaan. Beban yang dapat di baca cuma mempunyai range sebesar 10 kg, hingga pada beban yang tidak berkelipatan 10 kg hasilnya bakal dibulatkan.

Serta pengukuran besar perubahan defleksi yang terjadi pada load cell tidak dapat terlihat lantaran bersifat mikron.

Keyword: Range, beban, sudut, load cell, wire rope

Contoh Abstrak Karya Tulis Ilmiah 

Abstrak

Riset Deskriptif Tentang Psikologi Sosial Masyarakat Kudus Pada Fatwa Rokok MUI

Oleh: Ikha Setya Aminati

Riset mengenai “Dampak Fatwa Rokok Untuk Psikologi Sosial Masyarakat Kudus” mempunyai tujuan untuk memberi manfaat psikologi sosial masyarakat Kudus dalam permasalahan fatwa rokok.

Riset ini dikerjakan dengan cara pembagian angket pada masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok dan studi pustaka.

Sejumlah 54 angket yang kembali diperoleh hasil kalau alasan merokok paling banyak yaitu merokok untuk menyingkirkan penat yang diperlihatkan dengan presentase 33,33%.

Sedangkan responden yang merokok menyadari kalau rokok itu beresiko untuk kesehatan tubuh yaitu sejumlah 88,89%.

Tetapi, dalam kenyataannya mereka tetap merokok untuk sebagian alasan yang terdaftar pada tabel 1, ini dapat dibuktikan kalau perokok menerapkan teori pertentangan sebagai satu diantara usaha untuk melakukan kegiatan merokok.

Namun, tidak selamanya teori pertentangan berlaku pada 54 orang responden. Hal semacam itu dapat dibuktikan dengan adanya kesadaran untuk berhenti merokok yang ada dalam tabel 2 sejumlah 66,67%.

Bersumber pada fakta yang didapat dari hasil itu, psikologi sosial berguna dalam persoalan fatwa rokok, berupa adanya kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok.

Sedangkan dampak fatwa rokok pada psikologi sosial masyarakat Kudus, berupa adanya penolakan pada fatwa rokok MUI.

Lantas bentuk dari psikologi sosial rokok dalam masyarakat yaitu adanya teori pertentangan yang secara langsung dilakukan masyarakat sebagai usaha untuk melakukan aktivitas merokok.

10 langkah Membuat Asbtrak 

Sumber: kompasiana.com
  • Identifikasi tujuan penelitian Anda 
Sebagai contoh, Anda menulis tentang hubungan antara kurangnya makan siang di sekolah dan nilai jelek. Lalu? Mengapa hal semacam ini penting?

Pembaca ingin tahu alasannya kenapa penelitian Anda penting, dan apa maksud dari penelitian ini. Awalilah abstrak deskriptif Anda dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan itu:
  1. Mengapa Anda memutuskan untuk melakukan kajian atau proyek ini? 
  2. Bagaimana Anda kerjakan penelitian Anda? 
  3. Apa yang Anda dapatkan? 
  4. Mengapa penelitian ini dan penemuan-penemuan Anda penting? 
  5. Mengapa seseorang harus membaca semua esai Anda? 
  • Terangkan persoalan yang berlangsung 
Abstrak menyebutkan “masalah” yang ada di balik penelitian Anda. Pikirkan hal semacam itu sebagai permasalahan spesifik sebagai arti dari penelitian atau proyek Anda.

Terkadang Anda bisa menggabungkan persoalan dengan motivasi melakukan penelitian, tetapi yang terbaik yakni untuk memperjelas dan memisahkan keduanya.
  1. Apa persoalan yang bakal di pahami atau ditangani lebih baik lewat penelitian Anda? 
  2. Apa cakupan dari kajian/penelitian Anda – persoalan umum, atau mungkin saja sebuah hal yang khusus? 
  3. Apa pernyataan atau alasan pokok Anda? 
  • Jelaskan cara yang Anda pakai 
‘Motivasi’ dan ‘masalah’ sudah Anda terangkan. Bagaimana perihal dengan ‘metode’? Dibagian inilah Anda memberi tinjauan mengenai langkah menyelesaikan penelitian.

Apabila Anda melakukan penelitian sendiri, masukan deskripsinya dalam abstrak ini. Apabila Anda melakukan tinjauan pada penelitian orang lain, terangkan dengan singkat.
  1. Diskusikan penelitian Anda termasuk juga bermacam variabel serta pendekatan yang Anda gunakan. 
  2. Deskripsikan bukti yang mensupport pernyataan Anda. 
  3. Berikanlah tinjauan umum dari sumber-sumber yang paling utama. 
  • Deskripsikan hasil penelitian (cukup dalam abstrak informatif). 
Di sinilah waktunya Anda mulai mengadakan perbedaan pada abstrak deskriptif dan informatif. Dalam abstrak informatif, Anda akan diminta menjelaskan hasil kajian/penelitian Anda.
  1. Apakah yang Anda dapatkan? 
  2. Apa jawaban yang Anda bisa dari penelitian atau kajian Anda? 
  3. Apakah hipotesis ataupun pendapat Anda mensupport penelitian itu? 
  4. Apa hasil penemuan pada umumnya? 
  • Catat satu rangkuman 
Rangkuman harus mengakhiri rangkuman dan menutup abstrak Anda. Pada rangkuman katakan arti dari penemuan Anda seperti pentingnya seluruh isi makalah.
  1. Format penulisan rangkuman dapat digunakan dalam abstrak deskriptif maupun abstrak informatif, tetapi Anda hanya butuh menjawab pertanyaan itu dalam abstrak informatif. 
  2. Apa saja implikasi dari penelitian Anda? 
  3. Apakah hasil penelitian Anda umum atau demikian khusus? 
  • Aturlah abstrak dengan rapi 
Dalam abstrak yang Anda buat, ada beberapa pertanyaan khusus yang perlu dijawab, tetapi jawaban itu juga harus tersusun dengan baik. Idealnya, abstrak harus sesuai sama semua format esai yang Anda catat, biasanya mencakup ‘pendahuluan’, ‘isi’, dan ‘kesimpulan’.

Banyak jurnal memiliki panduan gaya penulisan spesifik untuk satu abstrak. Apabila Anda udah diberi seperangkat ketetapan atau panduan, ikutilah tepat seperti yang tertulis.
  • Berikanlah informasi yang berguna 
Tidak seperti paragraf topik yang mungkin saja punya niat di buat tidak jelas, satu abstrak harus memberi penjelasan yang bermanfaat tentang makalah dan penelitian Anda.

Tuliskan abstrak sampai pembaca tahu secara tepat hal yang tengah Anda bicarakan dan tidak menggantung, muncul beragam pertanyaan yg tidak terjawab dengan frasa atau referensi yang memiliki arti ganda (ambigu).

Jauhi penggunaan akronim ataupun singkatan secara langsung dalam abstrak itu, karena semuanya perlu diterangkan agar diperhitungkan oleh pembaca. Penggunaannya buat ruang penulisan yang berharga terbuang sia-sia, dan rata-rata harus dijauhi.

Apabila tema Anda mengenai sebuah hal yang dikenal cukup baik, Anda dapat mengacu beberapa nama orang atau tempat sebagai konsentrasi dalam makalah Anda.

Jangan sampai memasukkan tabel, gambar, sumber, atau kutipan yang panjang dalam abstrak Anda. Terkecuali mengambil ruang amat banyak, hal semacam itu biasanya bukanlah apa yang diinginkan oleh pembaca.
  • Tulislah dari hasil corat-coret 
Ya, abstrak memang satu rangkuman, tetapi bagaimanapun harus ditulis terpisah dari makalah. Jangan sampai menyalin kutipan segera dari makalah Anda, dan hindari untuk menulis lagi kalimat Anda sendiri dari segi mana juga makalah itu.

Tulislah abstrak menggunakan perbendaharaan kata dan frasa yang baru untuk membuatnya menarik dan bebas dari pleonasme, penggunaan kalimat akan lebih diperlukan.
  • Gunakan frasa dan kata-kata kunci 
Apabila abstrak Anda akan dipublikasikan dalam satu jurnal, Anda tentu menginginkan agar pembaca dapat menemukannya dengan mudah.

Karena itu, pembaca akan mencari kata-kata kunci tertentu dalam basis data dalam jaringan (online) dengan harapan makalah, seperti punya Anda, akan terlihat. Cobalah gunakan 5-10 kata atau frasa kunci mengenai penelitian dalam abstrak Anda.

Sebagai contoh, apabila Anda tengah menulis makalah tentang perbedaan budaya terkait skizofrenia (schizophrenia), optimis untuk menggunakan kalimat seperti “skizofrenia (schizophrenia)”, “lintas budaya (cross-cultural)”, “keterikatan budaya (culture-bound)”.

“penyakit mental (mental illness)”, dan “penerimaan sosial (societal acceptance)”. Kalimat itu mungkin saja yaitu istilah yang digunakan oleh beberapa orang ketika mencari makalah dalam subyek yang Anda catat.
  • Hindari tulisan yang amat spesifik 
Abstrak yakni sebuah rangkuman, dan sudah semestinya tidak mengacu pada hal-hal paling utama dari penelitian secara khusus, kecuali terkait nama atau tempat. Anda tidak butuh menjelaskan atau mendeskripsikan istilah apa pun dalam abstrak, yang diperlukan cuma satu referensi.

Hindari keterangan yang amat detail dalam rangkuman dan tuliskan tinjauan mengenai penelitian Anda secara garis besar.

Hindari penggunaan jargon, kosakata khusus untuk bagian tertentu. Perbendaharaan kata khusus itu mungkin saja tidak dipahami oleh pembaca umum dalam bagian Anda dan dapat menyebabkan kebingungan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Abstrak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Abstrak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. akubagi.com
  2. lahiya.com 
13 March 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com