Showing posts sorted by relevance for query satuan daya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query satuan daya. Sort by date Show all posts
11 April 2017

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya. Pengertian Daya, Rumus Daya, Satuan-Satuan yang digunakan dalam Pembahasan Daya. Persamaan Daya.

Pengertian Daya 

Sumber: berita.lampuutama.com
Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik. Satuan SI (Unit Internasional) untuk Daya yakni Joule/Sekon (J/s) = Watt (W).

Satuan Watt digunakan untuk penghormatan pada seorang ilmuan penemu mesin uap yang bernama James Watt.

Satuan daya yang lain yang sering kali digunakan yakni Daya Kuda atau Horse Power (hp), 1 hp = 746 Watt. Daya yaitu Besaran Skalar, karena Daya hanya memiliki nilai, tidak memiliki arah.

Rumus dan Satuan Daya 

Dalam Fisika, Daya disimbolkan dengan Persamaan Berikut ini:
  • P = W/t 
Dari Persamaan di atas kita bisa pula mengubah rumus daya jadi:
  • P = (F. s) /t 
  • P = F. v 
Hasil itu didapat karena Rumus Usaha (W) = Gaya (F) dikali Jarak (s) dibagi Waktu (t)
Dan Rumus Kecepatan (v) = jarak (s) dibagi waktu (t)

Keterangan: 
  • P = Daya (satuannya J/s atau Watt) 
  • W = Usaha (Satuannya Joule J) 
  • t = Waktu (satuannya sekon s) 
  • F = Gaya (Satuannya Newton N) 
  • s = Jarak (satuannya Meter m) 
  • v = Kecepatan (satuannya Meter/Sekon m/s) 
Nah bersumber pada persamaan fisika di atas, dapat di ambil rangkumannya bila semakin besar laju usaha, semakin besar juga laju daya. Sedangkan bila semakin lama waktunya, laju daya akan semakin kecil.

Perbedaan Daya dengan Energi 

Sumber: bukupedia.net
Banyak yang menyamakan pengertian energi dan Daya namun sebenarnya mereka itu tidak sama. Kemampuan mengerjakan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh total energi yang dimiliki oleh tubuh, tetapi juga dibatasi oleh daya kapabilitas tubuh.

Umpamanya Seseorang dapat jalan mengitari lapangan sampai total dayanya habis, dan dia bisa melakukan sampai 30 putaran. Namun ketika esok hari dia coba lakukan putaran lapangan dengan cara berlari, dan kenyataannya ia hanya bisa merampungkan 20 putaran.

Hal semacam ini terjadi karena tubuh orang itu dibatasi oleh daya yang dimilikinya ketika berlari, yaitu laju energi kimia yang dimiliki untuk mengubahnya jadi energi mekanik.

Ketidaksamaan Daya dengan Usaha

Sumber: gradeshomecleaning.com
Daya dan usaha yaitu ide konsep fisika yang sering kali dibicarakan secara berbarengan dalam permasalahan mekanika. Ketidaksamaan Daya dengan Usaha sebenarnya dapat dikaji lewat pengertian mereka yang tidak sama. Yaitu:

Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik.
Usaha yakni Jumlah Daya yang dihantarkan oleh gaya dalam jarak spesifik.

Perbedaan mendasar antara Daya dan Usaha yakni daya yaitu Laju energi, sedangkan Usaha yaitu jumlah energi yang dihantarkan. Perbedaan yang lain yakni Usaha diukur dalam Joule sedangkan Daya diukur dalam Watt.

Contoh Daya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: mynewblogwansey.blogspot.co.id
Biasanya ukuran-ukuran alat-alat listrik dinyatakan dengan daya dan tegangannya. Misalnya lampu pijar mempunyai ukuran 50 watt, 220 volt, setrika listrik 300 watt, 220 volt dan sebagainya.

Lampu pijar 50 W, 220 V dapat menyala pada daya maksimum atau di bawahnya, daya maksimum lampu itu 50 W terwujud ketika tegangannya 220 V.

Apabila lampu 50 W, 220 V dipasang pada tegangan di bawah 220 V, lampu menyala pada daya di bawah 50 W, apabila dipasang pada tegangan di atas 220 V, lampu menyala beberapa sekonkemudian mati.

Lampu 50 watt tiap sekon mengubah 50 joule energi listrik jadi energi cahaya. Oleh karenanya bola lampu 75 watt lebih jelas dari bola lampu 50 watt jika dipasang pada tegangan yang sesuai karena energi cahaya pada lampu 75 watt semakin besar dari energi cahaya pada lampu 50 watt.

Pesawat tv dapat juga dinyatakan dengan dayanya. Misalnya ada pesawat tv yang mempunyai daya 20 watt, yang mempunyai arti tiap detik mengubah energi listrik sebesar 20 joule jadi energi cahaya dan energi bunyi serta energi kalor.

Seterika listrik mempunyai daya 500 watt artinya energi panas yang dihasilkan seterika itu tiap detik 500 joule.

Karena daya mengatakan energi per satuan waktu, energi dapat dinyatakan dengan daya kali waktu (W= P. t). Energi listrik di beberapa tempat tinggal sering kali dinyatakan dalam kWh.

Dalam sistem cgs satuan erg/detik sebagai unit daya yang tidak perlu diberi nama lain. Motor untuk pompa air, motor mobil dengan bahan bakar solar maupun bensin dayanya dinyatakan dengan sekian HP atau sekian PK (HP=hourse power, PK = paardekracht), dalam bahasa Indonesia yakni daya kuda.

Contoh: 

Mesin Honda berkekuatan 5 PK artinya mesin itu mempunyai daya 5 × 736 watt atau 3 kali kapabilitas kuda. Mesin ini menghasilkan tenaga 3680 joule tiap sekon.

Unit HP atau PK pertama kalinya dikemukakan oleh penemu mesin uap James Watt, berkebangsaan Inggris. Unit PK dan HP tidak digunakan dalam ilmu serta pengetahuan, tetapi dalam perdagangan dan teknik masih tetap digunakan.

Apabila diperhatikan, dalam kehidupan sehari-hari, banyak beberapa peristiwa yang ada hubungan dengan daya. Berikut ini yaitu contoh aplikasi daya dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila dua lampu sejenis masing-masing 40 watt dan 10 watt dinyalakan menggunakan sumber arus yang sama, lampu 40 watt akan menyala lebih jelas dari pada lampu 10 watt. Hal semacam ini lantaran lampu 40 watt dapat mengubah energi listrik ke dalam energi cahaya lebih cepat dari pada lampu 10 watt.

Ari dan Wibowo memiliki berat tubuh sama. Dengan hal tersebut, keduanya di anggap memiliki energi yang sama. Ketika keduanya berlomba lari 100 m, kenyataannya yang lebih dulu menggapai garis finish yakni Ari. Dengan hal itu, Ari mempunyai daya lebih besar dari pada Wibowo.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Daya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 March 2017

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis. Pengertian Kalor, Rumus untuk Kalor, Kapasitas yang dimiliki oleh Kalor, Perpindahan yang bisa terjadi pada Kalor, Kalor Jenis dan penjelasan lengkapnya, Satuan Kalor dan segala hal yang berhubungan dengan Kalor.

Pengertian Kalor 

Sumber: datasoal.com
Kalor yakni satu di antara bentuk daya yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain karena adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang memiliki perbedaan suhu berjumpa atau bertemu, kalor akan mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Umpamanya ketika kita mencampurkan air dingin dengan air panas, kita akan mendapat air hangat. Banyak yang tidak tahu perbedaan antara suhu dan kalor, Suhu yakni nilai yang terarah pada termometer, sedangkan kalor yakni daya yang mengalir dari satu benda ke benda yang lain.

Adapula ilmuan dari Amerika bernama Benjamin Thompson mengemukakan bila kalor bukanlah merupakan zat alir, namun daya yang terjadi karena adanya proses mekanik, seperti gesekan.

Rumus dan Satuan Kalor 

Satuan kalor yakni Kalori (Kal) atau Joule (J). Kalori yakni banyak kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air agar suhunya jadi 1 derajat Celcius.

1 Kalori = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori

Rumus Kalor: 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Kalor dan Perubahan Pada Benda 

Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat 

Pada dasarnya, setiap benda yang suhunya melebihi dari 0 mutlak, benda itu memiliki Kalor. Kandungan kalor berikut inilah yang akan memastikan berapakah suhu itu.

Bila benda ini dipanaskan benda itu akan terima tambahan kalor sampai suhunya meningkat. Sedangkan bila benda itu didinginkan benda itu akan kembali melepas kalor sampai suhunya mengalami penurunan.

Kalor Dapat Mengubah Bentuk Zat 

Beberapa benda apabila diberikan kalor dalam satuan spesifik, benda itu akan alami perubahan bentuk. Umpamanya yakni ketika es dipanaskan (diberi kalor) es (bentuk padat) itu akan jadi air (Bentuk Cair), dan bila pemanasan selalu dilakukan air tadi akan jadi Gas. Titik dimana satu zat akan berubah jadi Zat Cair disebut juga dengan Titik Cair atau Titik Lebur benda.

Kalor Jenis dan Kemampuan Kalor 
Sumber: softilmu.com
Bersumber pada penelitian yang didapat bahwa apabila kalor diberikan pada dua benda yang tidak sama, akan menghasilkan suhu yang tidak sama juga, Umpamanya ketika minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang sama minyak akan memiliki perubahan suhu 2 kali lebih besar dibanding air.

Hal Ini dipicu oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki suatu benda. Kalor Jenis Benda yakni banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda itu jadi 1 derjat celcius.

Satuan dari Kalor Jenis yakni Kalori/GramoCelcius atau dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule/KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dituliskan dalam persamaan berikut ini:

Rumus Kalor Jenis 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Sedangkan kemampuan kalor yakni jumlah kalor yang diperlukan untuk memberi suhu zat itu sejumlah 1 derajat Celcius. Apabila kalor Q menghasilkan suhu sebesar t kemampuan kalor dapat dirumuskan
Sumber: softilmu.com
Perpindahan Kalor 

Seperti yang udah kami jelaskan di awal bila perpindahan kalor terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Ada tiga bentuk perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu:

Perpindahan Kalor Secara Konduksi 

Perpindahan Kalor secara konduksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat penghubung (logam) tanpa diimbangi perpindahan partikel – partikel zat itu secara permanen. Umpamanya yakni ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, ujung logam yang lain akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Ketika memanaskan satu diantara ujung logam, partikel yang ada pada ujung logam itu akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang tersambung dengannya. Sampai seluruh partikel logam itu akan bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal sejenis ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

Perpindahan Kalor Secara konveksi 

Perpindahan kalor secara konveksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat yang diimbangi dengan perpindahan beberapa sisi zat itu. Konveksi dapat terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua bentuk perpindahan kalor secara konveksi, yaitu:

Konveksi Alamiah 

Konveksi alamiah yakni konveksi yang dipengaruhi style apung tanpa faktor luar, dan dipicu oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Umpamanya yakni pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang telah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini mengakibatkan seluruh partikel zat cair itu akan panas secara prima.

Konveksi Paksa 

Konveksi paksa yakni konveksi yang terjadi karena adanya efek faktor luar (contoh tekanan), dan perpindahan kalor dijalankan dengan sengaja/dipaksakan.

Artinya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan pertolongan faktor luar seperti tekanan. Umpamanya yakni pada kipas angin yang akan membawa udara dingin ke tempat yang panas, dan radiator mobil yang memiliki sistem pendingin mesin.

Perpindahan Kalor Secara Radiasi 

Perpindahan kalor secara Radiasi yakni proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat penghubung. Perpindahan kalor secara radiasi tidak sama juga dengan konduksi dan konveksi. Pada Radiasi, agar terjadinya perpindahan kalor, ke-2 benda tidak harus bersentuhan karena kalor dapat berpindah tanpa zat penghubung.

Artinya kalor itu akan di pancarkan ke seluruh arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke seluruh arah. Umpamanya yakni saat kita dekat dengan api unggun dari pojok manapun, kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api, contoh yang lain yakni panas matahari yang sampai ke bumi dan planet – planet lain.

Mencegah perpindahan kalor 

Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi dapat dicegah dengan mengisolasi ruangan itu. Contoh simpel penerapan langkah itu yakni pada termos. Termos digunakan untuk melindungi suhu air tetap panas dengan mencegah atau menghambat perpindahan kalornya.

Kalorimeter 

Kalorimeter ini terdiri atas dua buah bejana dari tembaga yang kalor jenisnya belum di ketahui. Bejana tembaga kecil diletakkan dalam bejana lain yang lebih besar. Agar kedua bejana tidak bersentuhan, diantara kedua bejana itu diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor, umpamanya gabus.

Bahan isolator ini berperan untuk menahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak keluar serta tidak ada kalor yang masuk dari luar. Umumnya tutup yang digunakan terbuat dari bahan kayu yang bisa pula berperan sebagai isolator yang baik.

Pada tutupnya ada dua buah lubang yang berguna untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada saat sampel logam dimasukkan ke dalam kalorimeter, air di dalamnya tidak perlu diaduk agar sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan secepatnya. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari bahan yang sama saja dengan bejana kalorimeter.
Sumber: pratamarendy.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kalor dan Kalor Jenis di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kalor dan Kalor Jenis. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
09 May 2017

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya

Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya. Pengertian Gaya, Rumus Gaya, Satuan Gaya, dan Beragam Macam Jenis Gaya.

Pengertian Gaya 

Sumber: thefamouspeople.com
Gaya yakni tarikan atau dorongan yang terjadi pada suatu benda. Gaya dapat mengakibatkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk juga ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Satu Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Unit Internasional) yakni Newton, disingkat dengan N.

Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan alat yang disebut juga dengan dinamometer atau neraca pegas. Untuk menjalankan satu gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang akan dilakukan, akan semakin besar juga Usaha (tenaga) yang perlu dikeluarkan.

Sifat-Sifat Gaya 

Bersumber pada keterangan di atas, dapat di ambil kesimpulan bila gaya memiliki beberapa karakter seperti berikut ini:
  1. Gaya dapat mengubah arah gerak benda 
  2. Gaya dapat mengubah bentuk benda 
  3. Gaya dapat mengubah posisi benda lewat cara menggerakkan atau memindahkannya 

Rumus dan Satuan Gaya 

Gaya dirumuskan dengan tiga rumusan mendasar yang menjelaskan kaitan gaya dengan gerak benda. Tiga Rumusan mendasar ini yakni Hukum Newton 1, 2, serta 3.

Hukum Newton 1 

Apabila Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama saja dengan 0, benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.

Jadi Rumus Hukum Newton 1 yakni:

∑F = 0 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 

Hukum Newton 2 

Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.

Jadi Rumus Hukum Newton 2 yakni:

∑F = m. a 

Keterangan:

∑F = resultan gaya (Kg m/s2) 
m = Massa Benda (Kg) 
a = percepatan (m/s2) 

Hukum Newton 3 

Setiap Tindakan akan mengakibatkan reaksi, artinya Apabila Satu benda melakukan gaya pada benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan.

Jadi Rumus Hukum Newton 3 yakni:

∑FAKSI = -∑FREAKSI

Jenis-Jenis Gaya 

Bersumber pada Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi jadi 2, yaitu:

Gaya Sentuh 

Sumber: tzuchischool.com
Gaya Sentuh yakni gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Satu gaya akan menghasilkan efek bila terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya itu, bila tidak terjadi sentuhan, gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan keluar ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya.

Umpamanya, ketika seseorang akan memindahkan meja, ia harus menyentuh meja itu lalu mendorongnya ke tempat yang dimaksud, pada permasalahan ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai tempat yang dimaksud yang hendak diberikan gaya.

Bila tidak terjadi sentuhan antara satu sama lain, maka meja tidak akan berpindah sama seperti apa yang dikehendaki.

Gaya Tak Sentuh 

Gaya Tak Sentuh yakni gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap dapat dirasakan oleh benda walaupun mereka tidak bersentuhan.

Umpamanya yakni Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), besi itu akan tertarik ke arah magnet karena merasakan efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet itu.

Bersumber pada Bentuk Gaya, Secara Umum dikenal 7 Bentuk Gaya paling utama, yaitu: 

Gaya Otot 

Sumber: tempo.co
Sesuai sama namanya Gaya otot yaitu gaya yang dikerjakan oleh makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya keluar dari koordinasi dari susunan otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot Termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Umpamanya yakni seseorang yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu itu, otot di dalam tubuhnya bekerjasama sampai bisa menggerakan tangan untuk mengangkat batu.

Gaya Pegas 

Sumber: aqieb.com
Gaya Pegas yakni gaya di buat oleh satu pegas. Gaya pegas disebut juga dengan gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya karakter keelastisan satu benda. Gaya Pegas termasuk juga ke dalam golongan Gaya Sentuh.

Gaya Pegas keluar karena pegas dapat memapat dan merenggang sampai bentuknya dapat kembali seperti semula setelah terjadi gaya itu.

Umpamanya yakni ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, busur pada panah itu akan mengikuti arah busur yang ditarik, lalu setelah anak panah dilepaskan, pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya. Contoh yang lain yakni ketapel, sistem kerjanya semacam dengan busur panah.

Gaya Gesek 

Sumber: pixabay.com
Gaya Gesek yakni gaya yang keluar karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek yaitu gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek termasuk juga ke dalam golongan gaya sentuh.

Besar kecilnya gaya gesekan diputuskan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, semakin kecil gaya gesekan yang keluar hingga gaya yang dibutuhkan untuk buat benda itu bergerak semakin kecil juga.

Umpamanya bila batu yang sama saja dengan jumlah gaya luar yang sama di gerakan pada 2 permukaan, satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai semen (kasar), gerakan batu di lantai keramik makin lebih cepat serta lebih mudah bila dibandingkan gerakan batu pada lantai semen.

Gaya Gesek terbagi jadi 2, yaitu: 

Gaya Gesek Statis, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi bila gaya luar yang diperoleh pada benda nilainya sama saja dengan gaya gesekan yang terjadi sampai benda itu akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang terjadi kepadanya sama saja dengan 0.

Umpamanya, ketika ada satu benda ditempatkan pada bagian miring dan benda itu kita tahan dengan tangan, benda itu tidak akan bergerak (tetap diam) karena resultan gaya dari tangan kita sama saja dengan resultan gaya gesek yang terjadi, namun bila kita melepaskannya, benda itu akan kembali bergerak.

Gaya Gesek Kinetik, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Gaya Gesek Kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil dibanding dengan gaya luar yang bekerja padanya, sampai gaya luar menang dan buat benda itu bergerak.

Umpamanya yakni gaya gesek pada permukaan mobil dengan aspal ketika mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin hingga mobil bisa bergerak.

Gaya Mesin 

Sumber: apapengertianya.blogspot.co.id
Gaya Mesin yakni gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, bersamaan dengan mengembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya Mesin sangat membantu dalam memperingan kegiatan manusia. Umpamanya yakni Kerja Mobil dan Motor.

Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat) 

Sumber: unikamu.blogspot.co.id
Gaya Gravitasi Bumi yakni Gaya tarik bumi pada seluruh benda bermassa yang ada pada permukaannya. Sahabat jelas sudah tahu bila oleh karena adanya gravitasi bumi, kita dapat berdiri tanpa permasalahan dipermukaannya, bila tidak ada gaya gravitasi bumi, setiap benda akan melayang seperti di luar angkasa.

Gaya Magnet 

Gaya Magnet yakni gaya pada magnet yang bisa menarik benda-benda spesifik. Benda yang bisa ditarik oleh magnet disebut juga dengan benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam yang lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, gaya tarik magnet itu semakin besar.

Gaya magnet dapat menarik benda meskipun tanpa menyentuhnya, oleh karenanya Gaya magnet termasuk juga ke dalam golongan Gaya Tak Sentuh. Umpamanya yakni paku bila didekatkan ke satu magnet, ia akan tertarik ke arah magnet itu, paku yaitu benda magnetis.

Gaya Listrik 

Gaya Listrik yakni gaya yang dihasilkan oleh benda-benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Umpamanya yakni kipas angin bekerja dengan mengubah daya listrik jadi daya gerak.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Satuan dan Macam-Macam Gaya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gaya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gaya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
10 May 2017

Gerak Harmonik Sederhana

Gerak Harmonik Sederhana. Pengertian Gerak Harmonik Sederhana, Jenis Gerak Harmonik Sederhana, dan Penjelasan Lengkap Mengenai Gerak Harmonik Sederhana (GHS).

Pengertian Gerak Harmonik Sederhana

Sumber: fisikareview.wordpress.com
Satu diantara bentuk gerakan yang paling sederhana disebut juga dengan gerak harmonik simpel (GHS) atau simple harmonic oscillation (SHO).

Mengapa diberi nama Harmonik sederhana? Sesuai sama pengertian perkataannya yaitu harmonik yang artinya bentuk/pola yang selalu berulang pada saat tertentu dan sederhana diartikan bahwa anggapan tidak ada gaya disipasi, sampai amplitudo dan daya tetap/abadi.

Gerak Harmonik Sederhana yakni gerak periodik bolak balik dengan lintasan yang ditempuh terus-menerus sama (tetap) berpusat pada satu titik (titik setimbang).

Gerak Harmonik Sederhana mempunyai kesamaan gerak berupa sinusoidal dan digunakan untuk mengulas satu gerak periodik spesifik. Gerak harmonik sederhana yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari yakni getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana.

Jenis Gerak Harmonik Sederhana 

Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan jadi 2 bentuk, yaitu:

Gerak Harmonik Sederhana Linier, gerakannya ada pada satu garis lurus vertikal maupun horizintal. Umpamanya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam pipa U, gerak horizontal/vertikal dari pegas (pegas pada mobil), dan sebagainya.

Gerak Harmonik Sederhana Angular, gerakannya mengayun membentuk pola setengah lingkaran ataupun bisa saja perputaran. Contohnya gerak bandul/bandul fisis (bandul jam), osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Besaran Gerak Harmonik Sederhana 

Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada pegas pada dasarnya sama saja dengan ayunan sederhana, yakni adanya periode, frekuensi dan amplitudo. Jarak x dari posisi setimbang disebut juga dengan simpangan.

Simpangan maksimum dengan kata lain jarak terbesar dari titik setimbang disebut juga dengan amplitudo (A). Satu getaran Gerak Harmonik Sederhana pada pegas yakni gerak bolak balik lengkap dari titik awal dan kembali pada titik yang sama.

Perpindahan 

Bola dari mulai sumbu x pada x = +A dan bergerak menempuh sudut θ dalam kurun waktu t. Karena gerak ini yaitu gerak melingkar teratur, bola bergerak dengan laju sudut konstan w (dalam rad/s). Oleh karena itu dapat dinyatakan, θ = wt. Perpindahan bayangan pada arah x yakni proyeksi jari-jari lingkaran A pada sumbu

Periode (T) 

Waktu yang dibutuhkan oleh benda yang bergerak harmonik sederhana untuk menempuh satu putaran penuh disebut juga dengan perioda. Besar perioda tergantung pada laju sudut bola ω. Semaik besar sudut, semakin singkat waktu yang diperlukan untuk menempuh satu putaran.
Hubungan antara ω serta T didapat dari ω = Δθ/Δt, hingga:

Frekuensi (f)

Tidak hanya periode, ada juga frekuensi dengan kata lain banyak getaran yang dilakukan oleh benda sepanjang satu detik. Frekuensi memperlihatkan seberapa “cepat” Gerak Harmonik Sederhana berjalan, dalam grafik y-t frekuensi yang semakin besar diperlihatkan dengan grafik sinusoidal yang lebih rapat.

Pegas: 

Bandul: 

Amplitudo (A) 

Amplitudo yakni perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan.

Satu pegas apabila ditarik atau ditekan dari posisi normalnya akan melawan dengan gaya khusus untuk menormalkan dirinya. Gaya ini disebut juga dengan gaya pemulih (restoring force), yang besarnya sebanding dengan seberapa besar kita menarik/menekan pegas itu dan arahnya berlawanan dengan arah tarikan kita. Hubungan ini dirumuskan oleh Robert Hooke:

Simpangan Gerak Harmonik Sederhana 

Simpangan gerak harmonik pada suatu titik yaitu jarak titik itu ke titik seimbang.
Atau
Di mana:

Y = simpangan gerak harmonik (m)
A = amplitudo (m)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode getaran (s)
F = frekuensi getaran (Hz)
t = waktu tempuh (s)

Kecepatan Gerak Harmonik Sederhana 

Tidak sama juga dengan simpangan yang menunujukkan posisi satu benda, kecepatan yaitu turunan pertama dari posisi.
Nilai kecepatan v maksimum ketika cos ωt = 1, hingga kecepatan maksimumnya yakni:
Lalu, kecepatannya di sembarang posisi y atau hubungan kecepatan dengan simpangan harmonik yakni:
Percepatan Gerak Harmonik Sederhana

Percepatan dapat dicari dengan mengingat bahwa percepatan yakni turunan pertama kecepatan terhadap waktu.
Nilai percepatan (a) akan maksimum pada saat sin ωt = 1, hingga percepatan maksimumnya yakni:
Hubungan percepatan dengan simpangan harmonik:

Energi Pada Gerak Harmonik Sederhana 

Gerak Harmonik Sederhana tidak hanya memiliki beberapa kesamaan, tetapi juga energi-energi yang menyertainya. Apa saja energi yang dimaksud itu?

Energi Kinetik 

Energi kinetik yakni Energi yang dimiliki oleh benda yang melakukan gerak harmonik sederhana karena kecepatan geraknya.
Energi kinetik maksimum pada gerak harmonik dicapai ketika ada di titik setimbang. Sedangkan daya kinetik minimal dicapai ketika ada di titik balik.

Energi Potensial 

Besarnya Energi potensial yakni daya yang dimiliki gerak harmonik sederhana karena simpangannya. Secara matematis Energi potensial yang dimiliki gerak harmonik.
Energi maksimumnya terjadi pada gerak yang dicapai ketika ada di titik baliknya.

Energi Mekanik 

Energi ini yaitu hasil penjumlahan Energi kinetik serta potensial.
Bersumber pada persamaannya, Energi mekanik satu benda yang bergerak harmonik tidak tergantung waktu serta tempat. Jadi, Energi mekanik satu buah benda yang bergerak dimana saja besarnya sama.

Seluruh benda yang bergetar di mana gaya pemulih F berbanding lurus dengan negatif simpangan (F = -kx), benda itu bisa dan dapat dikatakan melakukan gerak harmonik sederhana (GHS) dengan kata lain Osilator Harmonik Sederhana (OHS).

Penerapan Gerak Harmonik Sederhana 

Pengaplikasian gerak harmonik cukup banyak dalam kehidupan berbentuk alat bantu manusia. Berikut ini beberapa penerapannya:

Shock Absorber (pegas) 

Peredam kejut pada mobil memiliki komponen pegas yang tersambung pada piston dan dipasangkan dekat roda kendaraan. Hal semacam ini membantu untuk mengatur atau meredam guncangan pada roda.

Jam bandul 

Karena tidak menggunakan baterai, jam bandul bekerja dengan memakai tenaga gravitasi atau pegas. Baik jam pegas atau jam rantai memiliki mekanisme pemutar dan ada roda gigi yang berputar dan menggerakkan jarum jam seperti bandul yang bergerak kekiri serta kekanan.

Pita elastis 

Berkalu seperti pegasmirip dengan sistem massa pegas. Keduanya akan bergetar dari titik setimbangnya hingga gaya gesekan mengeluarkan daya redam. Struktur karet membuatnya memiliki Energi potensial elastis yang tinggi sampai dapat diaplikasikan ke penggunaan kabel bungee jumping.

Trampolin 

Bahan trampolin yaitu pegas yang tingkat elastisitasnya tinggi. Ditarik dari posisi setimbang, pegas mendapat Energi potensial elastisnya. Energi ini juga yang mendorong seseorang memantul kembali ke atas.

Garpu tala 

Perbedaan ukuran garpu tala mengakibatkannya menghasilkan titik nada yang tidak sama juga. Makin besar massa garpu tala semakin rendah frekuensi osilasi dan makin rendah juga nada yang dihasilkan.

Jam mekanik 

Pada roda keseimbangan dari satu buah jam mekanik memiliki komponen pegas yang akan memberi satu torsi pemulih yang sebanding dengan perpindahan sudut dan posisi kesetimbangan. Gerak ini yaitu gerak harmonik sederhana bentuk angular.

Contoh Soal Gerak Harmonik Sederhana 

Sebuah benda melakukan gerak harmonik dengan amplitudo 2A. Pada saat kecepatannya sama juga dengan seperempat kecepatan maksimum, tentukan simpangannya!
Waktu Energi kinetik benda bergetar sesuai dan sama juga dengan Energi potensialnya...
Sebuah benda dengan massa 4 gr digetarkan dengan y = 0,05 sin 300t dengan satuan internasional. Tentukan kecepatan dan percepatannya waktu t = 2 s.
Apabila massa beban yang digantung pada ujung bawah pegas 3 kg, periode getarannya 7 sekon. Apabila massa beban dilipat gandakan jadi 9 kg, tentukan periode getarannya!
Dan itulah pembahasan kami mengenai Gerak Harmonik Sederhana, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gerak Harmonik Sederhana di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gerak Harmonik Sederhana. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran

Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran. Pengertian Getaran, Rumus Getaran, dan Beragam Macam Jenis Getaran.

Pengertian Getaran

Sumber: faridhendrapradana.wordpress.com
Getaran adalah sebuah momen gerak bolak balik secara teratur sebuah benda lewat satu titik seimbang. Karena terjadi secara teratur, getaran kerap kali disebut juga dengan gerak periodik. Kuat atau lemahnya gerakan benda itu di pengaruhi oleh jumlah daya yang diberikan.

Makin besar daya yang diberikan makin kuat juga getaran yang terjadi. Satu Getaran sama juga dengan satu kali gerakan bolak balik penuh dari benda itu. Contoh sederhana getaran yakni gerakan pegas yang diberikan beban, contohnya pemakaian pegas untuk jadi ayunan anak.

Getaran Pada Bandul Sederhana 

Gambar di atas adalah contoh getaran pada bandul sederhana, bersumber pada pada bandul itu, Satu Kali Getaran adalah satu kali gerakan bandul dari titik A – B – C – B – A. Satu Kali getaran dapat juga dihitung titik mulainya dengan titik B atau Titik C.

Getaran Pada Pegas 

Lantas Pada Gambar kedua di atas yaitu contoh Getaran pada pegas yang didapatkan beban. Satu Kali Getaran pada Pegas Itu contohnya B – A – C – A – B. Satu Kali Getaran dapat juga dihitung dari titik mulainya dengan titik A atau Titik C.

Amplitudo 

Amplitudo yaitu simpangan paling jauh dari titik keseimbangan. Amplitudo dapat disimpulkan adalah jarak paling jauh dari titik keseimbangan ketika terjadi getaran. Perhatikan kembali Gambar pada bandul serta pegas sederhana di atas.

Pada Gambar Bandul, titik keseimbangannya yaitu titik B, serta Amplitudonya yaitu BA serta BC. Karena makin lama gerakan bandul akan makin kecil, hingga titik getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari bandul itu.

Pada Gambar Pegas, Titik keseimbangannya adalah titik A, serta Amplitudonya yaitu adalah AB serta AC. Karena makin lama gerakan pegas akan makin melemah, jadi getaran pertamalah yang merupakan amplitudo dari pegas itu.

Frekuensi 

Frekuensi Getaran yakni banyak jumlah getaran yang terjadi dalam satu detik. Satuan Frekuensi dalam System Internasional yakni Hertz (Hz). Dalam Fisika, Frekuensi disimbolkan dengan huruf “f” serta Rumusnya:

F = n/t

Keterangan:

f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)
n = Jumlah Getaran
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)

Periode 

Periode yakni waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali getaran. Satuan Periode dalam System Internasional yaitu Sekon (s). Dalam Fisika, Periode disimbolkan dengan huruf “T” serta Rumusnya:

T = t/n

Keterangan:

T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
t = Waktu (Satuannya Sekon disingkat s)
n = Jumlah Getaran

Periode serta Frekuensi saling terkait serta dapat dikaitkan satu dengan yang lainnya. Periode yaitu kebalikan dari frekuensi demikian juga sebaliknya. Oleh sebab itu diperoleh kesamaan:

T = 1/f dan F = 1/T

Keterangan:

T = Periode (Satuannya Sekon disingkat s)
f = Frekuensi (Satuannya Hertz disingkat Hz)

Beberapa Jenis Getaran 

Secara umum di kenal dua jenis bentuk getaran bersumber pada proses terjadinya getaran, yaitu:

Getaran Bebas

Sumber: temonsoejadi.blog
Getaran Bebas, yaitu getaran yang terjadi saat system mekanis dimulai oleh karena adanya gaya awal yang bekerja pada system itu sendiri, lantas dibiarkan bergetar secara bebas. Getaran bebas akan menghasilkan frekuensi yang alami lantaran karakter dinamika dari distribusi massa serta kemampuan yang membuat getaran.

Contohnya:

Bandul yang ditarik lantas dilepaskan serta dibiarkan, akan menghasilkan getaran hingga gerakan bandul itu berhenti.

Getaran Paksa 

Sumber: air.eng.ui.ac.id
Getaran Paksa, adalah sebuah getaran yang terjadi saat gerakan bolak-balik karena adanya gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada system.

Misalnya yakni getaran tempat tinggal yang rubuh saat gempa.

Contoh Soal Getaran 

Satu bandul digetarkan hingga selama 1 menit, dan menghasilkan 40 getaran. Tetapkan periodenya!

Penyelesaian:

Diketahui:

t = 1 menit = 60 s
n = 40 getaran

Ditanya: T =?

Jawab:

T= t/n

T=60/40= 1, 5 s

Jadi, satu bandul memiliki nilai periodenya 1,5 s

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Jenis Getaran, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Getaran di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Getaran. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
27 March 2017

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem. Pengertian Ekosistem, Komponen dari Sebuah Ekosistem, Macam-Macam Ekosistem, Ekosistem Darat, Ekosistem Laut. Istilah-Istilah dalam Ekosistem, Fungsi dari sebuah Ekosistem.

Pengertian Ekosistem 

Sumber: blingurah.com
Dalam sebuah daerah, lingkungan atau lokasi, umpamanya hutan, kolam, danau, waduk serta lain sebagainya sudah terjadinya hubungan antar komponen biotik (makhluk hidup) serta komponen abiotik (makhluk tidak hidup).

Misalnya satu tumbuhan membutuhkan tanah, unsur hara, sinar serta air untuk tumbuh. Lantas tumbuhan ini lantas dapat jadi sumber makanan untuk makhluk hidup yang lain seperti hewan ataupun manusia serta demikian selanjutnya.

Momen yang di atas tadi adalah sebuah system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan serta umumnya kita kenal dengan ekosistem.

Sebuah system ini terbagi dalam beragam komponen yang sama-sama melengkapi serta bekerja terus-menerus serta teratur sebagai satu kesatuan yang utuh.

Sedangkan ekologi yaitu pengetahuan sains yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme yang satu dengan tempat hidup atau habitatnya.

Jadi dapat di ambil kesimpulan kalau ekosistem yaitu sebuah tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara seluruh komponen lingkungan hidup yang sama-sama berhubungan serta melengkapi hingga terbentuk kesatuan yang teratur.

Kesatuan yang utuh serta teratur ini ada pada bingkai keseimbangan yang miliki sifat dinamis. Arti dinamis di sini yaitu bisa saja sewaktu-waktu terjadi perubahan, baik besar ataupun kecil yang dikarenakan oleh tangan manusia.

Komponen Ekosistem 

Sumber: wikipedia.org
Ekosistem dapat berbagai jenis bentuknya sesuai sama bentangan maupun hamparan tempat ekosistem berada. Misalnya ekosistem hutan, rawa-rawa, waduk, danau, hutan hujan tropis serta lain sebagainya.

Walau demikian bila diurutkan bersumber pada komponen terbagi dalam komponen fisik atau tidak hidup (abiotik) serta hayati atau hidup (biotik).

Komponen fisik atau tidak hidup misalnya udara, angin, cahaya, air, tanah, curah hujan serta lain sebagainya. Seluruh bentuk materi ini berupa daya serta materi dalam ruang lingkup ekosistem.

Komponen abiotik atau hidup dilihat dari susunan trofiknya, terbagi dalam beberapa status sosial atau tingkatan, yaitu produsesm customer serta pengurai. Sedangkan dilihat dari manfaatnya terbagi dalam dua komponen besar yakni komponen autotrof serta heterotrof.

Produsen 

Produsen adalah sebuah bentuk organisme atau makhluk hidup yang dapat membentuk serta membuat makanannya sendiri dari beragam zat organik dengan lewat proses fotosintesis serta klorofil.

Bentuk organisme ini disebut dengan autotrof sebab dapat dan mampu membentuk serta membuat makanannya sendiri dan dapat juga membantu keperluan makhluk hidup yang lain.

Konsumen 

Konsumen adalah beberapa kumpulan atau beberapa kelompok makhluk hidup yang mengonsumsi produsen serta hewan yang lain. Bentuk kelompok ini tidak dapat membuat makanannya sendiri dari beberapa bahan anorganik. Hingga dia amat tergantung pada organisme produsen.

Komponen ini di kenal dengan heterotrof. Di dalam konsumen sendiri terdiri lagi beberapa tingkatan. Yaitu hewan yang mengonsumsi organisme produsen disebut dengan konsumen primer. Bentuk hewan ini terbagi dalam herbivora di dalam susunan trofik menempati tingkatan trofik kedua.

Lantas konsumen yang mengonsumsi organisme herbivora disebut dengan konsumen sekunder yang terbagi dalam hewan karnivora ataupun omnivora. Serta konsumen sekunder ini masuk ke dalam tingkatan trofik ketiga.

Biasanya hubungan antarkomponen biotik dalam sebuah system ekosistem umumnya saling terkait dalam system rantai makanan. Rantai makanan yang saling terkait akan membuat jaringan kehidupan yang baru.

Pengurai 

Pengurai adalah sebuah bentuk organisme yang tugasnya menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang lain yang sudah mati jadi beberapa zat organik. Lantas zat ini akan disimpan di dalam tanah lantas digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan makanan (penyubur tanaman).

Contoh organisme pengurai yaitu bakteri serta jamur. Kehadiran organisme pengurai amat dibutuhkan untuk makhluk hidup.

Aliran Materi Serta Energi Dalam Ekosistem 

Produsen bersamaan dengan konsumen membuat rangkai makanan lantas dibantu dengan pengurai hingga terbentuklah daur materi. Satu ekosistem akan terbentuk dengan baik bila di dalamnya ada aliran materi serta energi.

Aliran materi akan mengalir dari mata rantai satu ke mata rantai lain dalam sebuah rantai makanan. Materi yaitu segala suatu hal yang mempunyai massa serta menempati ruang.

Massa di sini barmakna berat serta dapat ditimbang. Dalam momen makan memakan, maka akan terjadi perpindahan materi dari organisme yang dikonsumsi menuju ke organisme yang mengonsumsi.

Makanan yang dikonsumsi oleh organisme memiliki kandungan energi untuk menjalani kegiatan. Bersamaan dengan itu aliran materi juga ikut terbawa begitu halnya aliran energi.

Aliran energi yaitu rentetan berurut dari perpindahan bentuk energi ke bentuk energi yang lain serta diawali dari cahaya matahari sampai ke produsen, konsumen tingkat tinggi hingga ke pengurai (saprina) di dalam tanah.

Siklus atau daur hidup ini berlangsung dalam tatanan ekosistem. Jadi, daya tidak akan hilang akan tetapi akan beralih ke bentuk energi yang lain. Bila dalam pengetahuan fisika disebut dengan termodinamika. Yaitu hukum kekekalan energi.

Hukum Termodinamika I menyebutkan kalau energi dapat dirubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain tetapi tidak bisa di ciptakan serta dimusnahkan.

Tetapi, Hukum Termodinamika II menyatakan kalau tidak ada sebuah proses pengubahan bentuk energi yang berjalan secara prima. Serta proses pengubahan ini senantiasa meninggalkan sisa yang tidak terpakai pada proses itu.

Jadi sisa energi yang tidak terpakai ini disebut dengan entropi. Atau dalam dunia industri disebut juga dengan limbah atau hasil pembuangan pabrik.

Sumber energi itu banyak macamnya. Tetapi sumber energi paling utama di dunia yaitu matahari. Lantaran semua komponen kehidupan memmbutuhkan serta memakai matahari dalam proses hidupnya.

Umpamanya saja tumbuhan memakai sinar matahari untuk proses fotosintesis serta organisme lain memerlukan cahaya matahari untuk merubah zat anorganik jadi organik atau disebut juga dengan kemoautotrof.

Interaksi Komponen Abiotik Dengan Komponen Biotik 

Dalam persoalan ini komponen biotik sebagian besar di pengaruhi oleh komponen abiotik. Contoh, sebatang tumbuhan amat tergantung dengan kehadiran serta petumbuhannya dari komponen abiotik, seumpamanya tanah, air, udara, cahaya.

Mengenai beberapa bentuk tanaman cuma dapat tumbuh serta berkembang hanya di tanah tertentu saja. Demikian halnya perihal persebaran tanaman di pengaruhi juga oleh aspek cuaca serta iklim. Umpamanya, tanaman kelapa bisa tumbuh subur serta berbuah lebat cuma di daerah pesisir pantai akan tetapi tidak untuk daerah pegunungan.

Interaksi Antarorganisme 

Pada intinya tiap organis berhubungan dengan antarorganisme maupun dengan bentuk lain. Tetapi interaksi antarorganisme ini bisa dibedakan jadi 5 diantaranya:

Netral 

Netral yaitu hubungan atau hubungan tidak sama-sama mengganggu antarorganisme dalam satu habitat yang sama serta miliki sifat menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Predasi 

Predasi yaitu interaksi atau hubungan antarorganisme mangsa serta pemangsa (predator). Artinya seekor pemangsa dalam soal ini hewan tidak dapat hidup jika tidak ada yang dimangsa.

Parasitisme 

Parasitime yaitu hubungan atau hubungan antarorganisme yang berbeda spesies serta miliki sifat merugikan dari masing-masing spesies yang berbeda.

Komensalisme 

Komensalisme yaitu interaksi atau hubungan pada dua organisme yang masing-masing berbeda spesies, spesies yang pertama diuntungkan serta spesies yang lain tidak dirugikan.

Mutualisme 

Mutualisme yaitu interaksi atau hubungan antar dua organisme atau lebih yang berbeda bentuk atau spesies serta sama-sama menguntungkan antar kedua belah pihak.

Interaksi Antarpopulasi 

Biasanya interaksi antarpopulasi terjadi cuma pada populasi yang satu dengan yang lain. Dan bersifat alelopati ataupun kompetisi. Adapun interaksi alelopti yaitu hubungan yang terjadi antar populasi yang terjadi jika populasi yang pertama menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbunya populasi lain.

Interaksi Antarkomunitas 

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda serta sama-sama berhubungan di dalam sebuah lokasi yang sama. Contoh, daerah padang rumput yang ditempati oleh hewan pemakan rumput yakni kuda, banteng, kelinci, rusa serta lain sebagainya.

Beberapa Jenis Ekosistem (Bioma) 

Nama lain dari ekosistem yaitu bioma. Meskipun kelihatannya bioma adalah bagian dari ekosistem akan tetapi dalam dunia biologi kerapkali juga menyamai ekosistem dengan bioma. Bioma yaitu komune satuan di dalam ekosistem sebagai hasil interaksi atau hubungan iklim regional atau lokasi dengan biota (makhluk hidup) serta substratnya.

Jadi iklim maupun cuaca amat menentukan bentuk biota yang hidup di sebuah wilayah atau lokasi itu. Umpamanya, lokasi padang rumput tumbuh di daerah yang mempunyai curah hujan yang stabil.

Bersumber pada jenis atau macam-macamnya ekosistem dibedakan jadi 2 bentuk yaitu ekosistem darat serta ekosistem perairan (ekosistem darat serta ekosistem air laut).

Ekosistem Darat 

Ekosistem darat yaitu lingkungan atau lokasi fisik yang berbentuk daratan. Dalam ekosistem ada beberapa kumpulan atau beberapa bioma. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bioma sama dengan ekosistem, oleh karena itu kita mengistilahkan beberapa ekosistem darat dengan bioma, salah satunya:

Bioma Gurun 
Sumber: satujam.com
Bioma gurun yaitu sebuah bentuk ekosistem yang cuma ada pada daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun serta mempunyai suhu yang tinggi pada siang hari yaitu 45 derajat C serta suhu rendah saat malam hari yaitu 0 derajat C. Bioma gurun ada di sepanjang garis balik utara serta selatan dengan keadaan udara yang mengalami subsidensi (turun), hingga terjadi penempatan udara.

Bioma Padang Rumput 
Sumber: renunganhariankristen.net
Bioma Padang Rumput yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai curah hujan terbatas yaitu 25 cm – 30 cm/tahun. Hingga bentuk ekosistem ini tidak dapat membentuk hutan. Bioma padang rumput bisa ditemui di daerah atau lokasi tropis serta sub tropis. Misalnya negara-negara Asia Tenggara serta beberapa negara Asia Utara.

Bioma Hutan Basah 
Sumber: widrializa.blogspot.co.id
Bioma Hutan Basah yaitu bentuk ekosistem dengan curah hujan yang cukup lebat atau tinggi yaitu 200 cm – 225 cm/tahun. Jenis ekosistem ini dapat dijumpai di lokasi tropis serta sub tropis.

Bioma Hutan Gugur 
Sumber: geographyeducation.wordpress.com
Bioma Hutan Gugur yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai iklim sedang atau lokasi yang beriklim 4 musim. Ciri bioma hutan gugur yaitu mempunyai curah hujan yang merata setiap tahun, pohon yang tumbuh tidak serapat dengan tumbuhan di bioma hutan basah.

Bioma Taiga 
Sumber: emaze.com
Bioma Taiga yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai ciri berdaun jarum (kolifer). Jika kita melirik di bagian selatan dari Tundra akan didapati bentuk kelompok tanaman pohon jarum. Batas antara dua bentuk ekosistem Tundra serta Taiga disebut dengan batas pohon lantaran lokasi ini masih memungkinkan tumbuhnya pohon-pohon maupun tidak.

Bioma Tundra 
Sumber: bioexpedition.com
Bioma tundra yaitu bentuk ekosistem dengan lokasi yang tidak mempunyai pohon-pohon. Lokasi ini dapat diketemukan di dearah kutub yang amat dingin.

Serta bentuk tumbuhan yang dapat bertahan di ekosistem ini cuma gulam serta lumut kerak serta tumbuhan yang dominan yaitu Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu dengan batang pendek dan rumput.

Ekosistem Air Tawar 

Ekosistem air tawar adalah bentuk ekosistem yang mempunyai ciri diantaranya macam suhu yang tidak menyolok, penetrasi sinar kurang serta di pengaruhi oleh iklim serta cuaca.

Pada ekosistem air tawar umumnya tanaman yang tumbuh serta seringkali ditemui yaitu ganggang serta tumbuhan biji.

Ekosistem air tawar bisa digolongkan berdasarkan sifatnya jadi dua bentuk yaitu air tenang serta air mengalir. Danau dan rawa masuk ke dalam kelompok ekosistem air tenang sedangkan sungai masuk ke dalam kelompok ekosistem air mengalir.

Ekosistem Air Tawar

Danau 
Sumber: fairyterritory.blogspot.co.id
Danau adalah kumpulan air yang menggenang di atas lokasi depresi atau cekungan yang luasnya dari mulai beberapa meter persegi sampai beberapa ratus meter persegi.

Keadaan danau bila dilihat dari kedalaman memliki ketidaksamaan yang menyolok. Danau dengan kedalaman spesifik akan hidup tumbuhan serta hewan spesifik juga.

Oleh karena itu danau dibedakan lagi jadi 4 daerah yang berbeda yakni: 
  1. Daerah Litorial, Daerah litorial yaitu sisi danau dengan kedalaman yang dangkal hingga sinar matahari dapat menembus hingga ke dasar danau secara maksimal. 
  2. Daerah Limnetik, Berbeda dengan daerah litorial, daerah limnetik yaitu daerah yang masih tetap dapat ditembus oleh cahaya matahari. Bentuk hewan yang dapat diketemukan di sini yaitu fitoplankton. Serta fitoplankton dimangsa oleh udang kecil. 
  3. Daerah Profundal, Daerah profundal yaitu daerah yang ditempati oleh hewan seperti cacing serta mikroba. Bentuk daerah ini dapat kerap disebut juga dengan daerah afotik danau. 
  4. Daerah Bentik, Daerah bentik yaitu daerah dasar danau yang ditempati oleh bentuk organisme mati serta bentos. 
Ekosistem Air Tawar Bersumber pada Produksi Materi Organik 

Tidak hanya dibedakan berdasarkan kedalaman serta jarak, danau dapat juga dibedakan bersumber pada produksi materi organiknya, diantaranya:
  1. Danau Oligotropik, Danau Oligotropik yaitu bentuk danau yang di dalamnya ada bentuk hewan fitoplanklon tetapi tidak produktif hingga kekurangan nutrisi. Keunikan danau ini yaitu airnya yang amat jernih, organisme yang hidup amat sedikit serta ada oksigen yang cukup sepanjang tahun. 
  2. Danau Eutropik, Danau Eutropik yaitu danau dangkal tetapi mempunyai fitoplankton yang banyak serta produktif hingga kaya akan nutrisi. Tetapi sayangnya danau ini mempunyai air yang keruh, bermacam bentuk organisme serta cukup oksigen. 
Ekosistem Air Tawar

Sungai 
Sumber: dhemasdewata.blogspot.co.id
Sungai adalah bentuk ekosistem air tawar yang mempunyai daerah yang cukup besar. Tidak sama dengan danau yang airnya cenderung diam. Air sungai mengalir dari tempat tinggi ke permukaan yang rendah.

Hingga tidak mensupport adanya hewan plankton di lokasi ini. Tetapi, tumbuhan seperti ganggang tetap dapat berkembang oleh karena adanya cahaya matahari hingga membantu proses potosintesis serta rantai makanan.

Belakangan ini ekosistem sungai mulai mengalami masalah lantaran pembangunan bendungan maupun waduk. Kehadiran waduk bisa memutus rantai makanan beberapa ikan yang bergerak dari hulu ke hilir untuk bertelur.

Oleh karena itu, banyak spesies ikan hilang dari alirang sungai. Misalnya yaitu ikan sidat serta ikan pelus. Kedua ikan ini keberadaannya nyaris punah. Sebab untuk bertelur ikan pelus menempatkan telurnya di laut serta untuk mencari makanan di sungai.

Ekosistem Air Laut 

Sama seperti dengan darat, ekosistem air laut dibedakan jadi 4 diantaranya:

Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Seperti di ketahui kalau 2/3 dari bumi yaitu laut. Air laut mempunyai kandungan garam atau NaCl yang amat tinggi terlebih laut merah. Air laut mempunyai sahu yang beragam. Di daerah beriklim tropis, suhu air laut beragam yaitu mencapai 25 derajat C serta suhu di atas serta di bawah permukaan mempunyai perbedan yang cukup besar.

Bagian antara susunan air hangat yang ada pada bagian atas dengan yang dingin pada bagian bawah diberi nama batas termoklin. Ekosistem air laut bersumber pada letak kedalamannya dibedakan jadi 4 lokasi yaitu:
  1. Lokasi Pasang (Littoral), Lokasi pasang atau littoral adalah sisi dari dasar laut yang kering bila terjadi surut. Jadi, ikan tidak dapat hidup di lokasi ini tetapi beberapa bentuk binatang darat dapat ditemui di lokasi ini. 
  2. Lokasi Laut Dangkal (Neritic), Lokasi laut dangkal atau neritic yaitu lokasi dengan kandungan airnya sedikit hingga masih tetap memungkinkan cahaya matahari tembus ke permukaan dasar laut. Indoensia sendiri mempunyai beberapa lokasi laut yang dangkal. Misalnya Laut Jawa, Natuna, Kepulaun Riau, Selat Malaka yang kerap disebut juga landas kontinen sunda. Serta Laut Arufu yang disebut juga landas kontinen sahul. 
  3. Lokasi Lautan Dalam (Bathyal), Lokasi lautan dalam yaitu lokasi laut yang ada pada kedalaman antara 150 – 800 meter. Jadi amat susah untuk cahaya matahari yang tembus ke dasar laut seperti pada lokasi laut dangkal. 
  4. Lokasi Laut Amat Dalam (Abyssal), Lokasi laut amat dalam yaitu lokasi dengan kedalaman di bawah 800 meter. Dengan kedalaman nyaris 1 km itu amat susah untuk tanaman agar bisa hidup ataupun bertahan lantaran sumber sinar tidak dapat menembusnya. Hingga jumlah hewan ataupun tumbuhan amat terbatas terkecuali beberapa jenis hewan yang dapat bertahan di lingkungan itu. 
Pantai 
Sumber: pantai-indah.com
Pantai yaitu sisi ekosistem laut yang terdapat di antara 2 ekosistem yakni ekosistem darat serta laut. Bersumber pada tata letaknya, ekosistem pantai berbatasan dengan ekosistem darat, laut ataupun daerah gunakan surut.

Estuari 
Sumber: thinglink.com
Estuari yaitu tempat bertemunya antara sungai dengan laut atau umum disebut juga dengan muara. Sehinngga nutrisi yang dibawa bersamaan dengan proes erosi dapat memperkaya sungai ataupun daratan.

Adapun salinitas di estuari di pengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut air. Di saat pasang, air laut akan masuk ke tubuh sungai untuk meningkatkan salinitasnya.

Terumbu Karang 
Sumber: blogs.uajy.ac.id
Terumbu karang yaitu bentuk ekosistem yang bisa ditemui di daerah beriklim tropis dengan ciri airnya jernih, hingga amat gampang untuk cahaya matahari untuk masuk atau menembus ke permukaan laut hingga amat gampang untuk terjadinya proses fotosintesis.

Lokasi ini didominasi oleh karang atau koral yang masuk ke dalam kelompok Cnidaria. Terumbu karang populer dengan beragam macamnya. Salah satunya ikan hias yang bernilai tinggi. Tetapi banyak dilihat lantaran ulah tangan jahil manusia keadaan terumbu karang saat ini amat memprihatinkan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam–Macam Ekosistem di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ekosistem. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. berkahkhair.com