Showing posts sorted by relevance for query sejarah bpupki. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sejarah bpupki. Sort by date Show all posts
09 May 2017

Pengertian, Anggota, Sidang, dan Sejarah BPUPKI

Pengertian, Anggota, Sidang, dan Sejarah BPUPKI. Pengertian BPUPKI, Anggota-Anggota BPUPKI, Sidang BPUPKI, dan Sejarah BPUPKI.

Pengertian serta Sejarah BPUPKI 

Sumber: taekwondo-kicky.blogspot.co.id
BPUPKI atau badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yaitu satu badan yang dibuat oleh pihak jepang pada tanggal 29 april 1945. Badan ini dibuat dengan alasan mendapat dukungan dari bangsa Indonesia agar mau bantu bangsa jepang dengan menjanjikan kemerdekaan untuk Bangsa Indonesia.

Badan ini diketuai oleh Kanjeng Raden Tumenggung (K. R. T) Radjiman Wedyodiningrat serta wakilnya yaitu Ichibangase Yoshio (orang jepang) dan Raden Pandji Soeroso. Badan ini beranggotakan 67 orang.

BPUPKI memiliki pekerjaan yaitu pelajari dan menyelidiki beberapa hal yang punya sifat dengan beberapa sisi politik ekonomi, tata pemerintahan serta beberapa hal lain yang dibutuhkan untuk persiapan kemerdekaan Indonesia.

Dan, tidak lama kemudian BPUPKI juga dibubarkan, dan dibuat sebuah badan baru untuk menggantikan BPUPKI. Badan itu yaitu PPKI atau Panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Inkai) dengan jumlah anggota 21 orang dengan ketuanya yaitu Ir. Soekarno, wakilnya Drs. M. Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo sebagai penasehat PPKI.

Anggota dari PPKI itu dipilih dengan mewakili beragam macam etnis yang mewakili Indonesia diantaranya yaitu: 12 orang asal jawa, 3 orang asal sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku serta paling akhir 1 orang etnis Tionghoa.

Anggota BPUPKI 

Sumber: softilmu.com

Dan, dalam satu perkumpulan, organisasi, badan atau LSM, membutuhkan anggota agar satu badan itu dapat berjalan dengan baik. BPUPKI memiliki jumlah anggota sejumlah 67 orang. Beberapa diantarnya akan disebutkan berikut ini:
  • K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua) 
  • R. P. Soeroso (Wakil Ketua) 
  • Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua), orang jepang 
  • Ir. Soekarno 
  • Drs. Moh. Hatta 
  • Mr. Muhammad Yamin 
  • Prof. Dr. Mr. Soepomo 
  • KH. Wachid Hasyim 
  • Abdoel Kahar Muzakir 
  • Mr. A. A. Maramis 
  • Abikoesno Tjokrosoejo 
  • H. Agoes Salim 
  • Mr. Achmad Soebardjo 
  • Prof. Dr. P. A. A. Hoesein Djajadiningrat 
  • Ki Bagoes Hadikusumo 
  • A. R. Baswedan 
  • Soekiman 
  • Abdoel Kaffar 
  • R. A. A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking 
  • K. H. Ahmad Sanusi 
  • K. H. Abdul Salim 
  • Liem Koen Hian 
  • Tang Eng Hoa 
  • Oey Tiang Tjoe 
  • Oey Tjong Hauw 
  • Yap Tjwan Bing. 

Sidang Pertama 

Sidang pertama BPUPKI diadakan di satu gedung yaitu gedung Chuo Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan gedung Pancasila. Rapat pertama dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan dimulai pada esok harinya yaitu pada tanggal 29 Mei 1945 yang bertemakan Dasar Negara.

Dan, pada sidang pertama ini ada 3 orang yang memberi pendapat mengenai Dasar Negara. Mereka yakni Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno.

Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muhammad Yamin mengemukakan lima azas dari dasar Negara, salah satunya, yaitu:
  1. Peri Kebangsaan 
  2. Peri Kemanusiaan 
  3. Peri Ketuhanan 
  4. Peri Kerakyatan 
  5. Kesejahteraan Rakyat 
Dua hari kemudian, Prof. Dr. Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 ajukan Dasar Negara Indonesia sebagai berikut ini:
  1. Persatuan 
  2. Mufakat serta Demokrasi 
  3. Keadilan Sosial 
  4. Kekeluargaan 
  5. Musyawarah 
Dan, pada esok harinya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno juga ajukan lima azas Negara yang sekarang kita kenal dengan nama Pancasila:
  1. Kebangsaan Indonesia 
  2. Internasionalisme serta Peri Kemanusiaan 
  3. Mufakat atau Demokrasi 
  4. Kesejahteraan Sosial 
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa 
Menurut Ir. Soekarno, kelima azas itu masih tetap dapat diringkas jadi Ekasila atau Trisila. Berikutnya Lima Azas itu disebut juga dengan Pancasila yang urutannya tidak sama.
Sumber: biasamembaca.blogspot.co.id
Dan, pembentukan sila itu jadi perbincangan di antara peserta yang menghadiri siding BPUPKI. Perbincangan ini mengulas penetapan ketentuan Islam dalam Indonesia yang baru.

Sidang pertama BPUPKI selesai pada tanggal 1 Juni 1945 serta belum membuahkan hasil satupun ketentuan apa pun akhir dari Dasar Negara Indonesia Merdeka hingga diadakan beberapa masa reses selama 1 bulan.

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuka panitia kecil yang beranggotakan 9 orang dan disebut juga dengan panitia Sembilan. Anggota dari panitia Sembilan yaitu:
  • Ir. Soekarno 
  • Drs. Moch. Hatta 
  • Mr. Achmad Soebardjo 
  • Mr. Muhammad Yamin 
  • KH. Wachid Hasyim 
  • Abdul Kahar Muzakir 
  • Abikoesno Tjokrosoejoso 
  • H. Agus Salim 
  • Mr. A. A. Maramis 
Setelah dikerjakannya musyawarah dengan Panitia Sembilan, membuahkan hasil satu rumusan yang mendeskripsikan maksud dan maksud dari pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Oleh Mr. Muhammad Yamin, rumusan itu dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan itu, yaitu:
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam untuk pemeluk-pemeluknya 
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 
  3. Persatuan Indonesia 
  4. Kerakyatan yang dipimpim oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan 
  5. Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia 

Sidang Kedua

Sumber: ainuttijar.blogspot.co.id
Pada rapat kedua dari BPUPKI berjalan pada tanggal 10-17 Juli 1945 dengan topic bahasan yaitu bentuk Negara, lokasi Negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan Negara, pendidikan serta pengajaran.

Pada rapat kedua ini dibuat panitia yang sejumlah 19 orang yang membahas rancangan undang-undang dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno sendiri. Tidak lupa juga dibuat Panitia Pembelaan Tanah Air yang diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoejoso serta Panitia Ekonomi dan Keuangan yang diketuai oleh Drs. Moch. Hatta.

Bersumber pada hasil pengambilan suara, lokasi Indonesia Merdeka udah diputuskan. Lokasi itu mencakup lokasi Hindia Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis serta pulau-pulau di sekitarnya.

Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk kembali panitia kecil yang beranggota 7 orang, yaitu:
  • Prf. Dr. Mr. Soepomo 
  • Mr. Wongsonegoro 
  • Mr. Achmad Soebardjo 
  • Mr. A. A. Maramis 
  • Mr. R. P. Singgih 
  • H. Agus Salim 
  • Dr. Soekiman 
Persidangan Kedua BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945, dalam rencana menerima laporan Panitia Perancang UUD, Ir. Soekarno melaporkan tiga hasil, yaitu:
  1. Pernyataan Indonesia Merdeka 
  2. Pembukaan UUD 
  3. Batang Tubuh dari UUD
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Anggota, Sidang, dan Sejarah BPUPKI, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai BPUPKI di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang BPUPKI. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com