Showing posts sorted by relevance for query sel eukariotik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sel eukariotik. Sort by date Show all posts

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Pengertian Sel Hewan, Pengertian Sel Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Hewan, Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan, Beberapa Sel yang terdapat pada Hewan juga Tumbuhan.

Pengertian Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sumber: begalinformasi.blogspot.co.id
Pembahasan kali ini akan kita mulai dengan menjabarkan pengertian Sel Hewan, sebagai berikut:

Sel Hewan

Sumber: thinkwijaya.blogspot.co.id
Sel hewan adalah nama nama lain dari sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan tidak sama dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, lantaran mereka tidak mempunyai kloroplas, dinding sel serta umumnya sel hewan mempunyai vakuola yang lebih kecil, bahkan juga tidak ada.

Lantaran tidak mempunyai dinding sel yang keras, sel hewan memiliki bentuk beragam. Sel manusia adalah satu diantara contoh bentuk sel hewan. Sel hewan mempunyai organel yang khas yakni sentriol yang tidak diketemukan pada sel tumbuhan.

Sentriol 
Sumber: brilio.net
Sentriol yaitu organel sel yang diketemukan di beberapa sel eukariotik hewan. Beberapa sel tanaman serta jamur tidak mempunyai sentriol.

Sentriol mempunyai susunan seperti seperti silinder (berupa tabung) yang mempunyai lubang tengah serta tersusun dari protein mikrotubulus. Anggota pasangan sentriol kerapkali terdapat pada posisi menyudut ke arah kanan satu sama lain.

Sentriol terbagi dalam mikrotubulus yang membuat sebuah susunan protein seperti jala yang terlihat berdekatan dengan kromosom sepanjang pembelahan sel (meiosis serta metosis). Jala itu diberi nama benang spindel. di ujung lain, jala itu berdekatan dengan sisi ujung sentriol.

Sentriol sendiri bertindak untuk mengatur polaritas (kutub) pembelahan sel hewan serta mengatur pemisahan kromosom sepanjang pembelahan.

Vakuola 
Sumber: hype.idntimes.com
Tidak semua hewan mempunyai vakuola, tetapi pada beberapa bentuk hewan bersel satu diketemukan adanya vakuola, umpamanya pada paramecium serta amoeba.

Pada paramecium diketemukan dua jenis vakuola yakni vakuola makanan (vakuola tidak berdenyut) serta vakuola berdenyut. Berikut ini peranan masing-masing ke 2 vakuola tersebut:
  1. Vakuola nonkontraktil (Vakuola makanan/vakuola tidak berdenyut), berperan mengolahkan makanan, hingga kerap disebut dengan vakuola makanan. 
  2. Vakuola kontraktil (vakuola berdenyut), khas untuk hewan bersel satu yang hidup di air tawar. Vakuola kontraktil berperan melindungi tekanan osmotik sitoplasma, atau kerap disebut dengan sebagai alat osmoregulato. 

Sel Tumbuhan

Sumber: genggaminternet.com
Sel tumbuhan adalah sisi paling kecil dari tiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari satu tumbuhan tersebut, Sel Tumbuhan mempunyai beberapa sisi sel yang bisa membedakannya dengan sel hewan. Bagian-bagian sel itu antara lain sebagai berikut ini:

Dinding Sel 

Dinding sel adalah sel yang tersusun atas selulosa yang memiliki sifat kaku serta keras. Peranan Dinding sel yaitu untuk melindungi serta memberi bentuk yang tetap. Dinding sel dibuat oleh diktlosom di mana bahan penyusun dinding sel adalah polisakarida, yang terbagi dalam selulosa, pektin serta hemiselulosa.

Dinding sel besama dengan vakuola berfungsi dalam turgiditas (kekakuan) sel. Dinding sel terdiri atas dua jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Dinding sel primer yaitu dinding sel yang tersusun selulosa, pektin, hemiselulosa di mana dinding sel primer dibuat sewaktu pembelahan sel 
  2. Dinding sel sekunder yaitu dinding sel yang terbentuk lantaran penebalan di mana dinding sel sekunder tersusun atas lignin, selulosa, hemiselulosa. Dinding sel ini ada pada sel dewasa di dalam dinding sel primer. 
Vakuola 

Vakuola adalah organel bermembran yang memuat cairan vakuola. Sejatinya vakuola ada pada sel tumbuhan serta sel hewan. walau demikian Vakuola pada tumbuhan mempunyai bentuk serta peranan yang lebih nyata bila dibandingkan dengan vakuola yang ada di sel hewan.

Tumbuhan yang masih muda mempunyai vakuola dengan ukuran yang kecil, namun pada tumbuhan besar serta dewasa, vakuola terlihat jadi membesar, bahkan juga mendominasi sitoplasma serta menekan sitoplasma ke tepi dinding sel.

Fungsi paling utama Vakuola diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Tempat penumpukan sisa metabolisme serta metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, serta kalsium oksabit 
  2. Tempat menyimpan pigmen (bunga, daun serta buah) 
  3. Area untuk menyimpan zat cadangan makanan seperti amilum serta glukosa 
  4. Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel) 
  5. Area untuk menyimpan minyak atsirik (Kelompok minyak yang bisa memberi bau khas seperti minyak kayu putih) 
Vakuola dibagi jadi 2 bentuk, yakni Vakuola nonkontraktil (vakuola makanan) serta Vakuola Kontraktil:
  1. Vakuola nonkontraktil berperan untuk mengolah makanan serta mengedarkan hasil makanan. 
  2. Vakuola kontraktil berufngsi sebagai osmoregulator yakni pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi. 
Plastida 
Sumber: lobilkti.wordpress.com
Plastida adalah organel yang bermembran lengkap yang berbentuk butir-butir yang memiliki kandungan pigmen.

Plastida adalah hasil dari tubuh kecil yang di kenal dengan proplastida, proplastida ini ada banyak di daerah meristimatik. Pada perkembangannya, proplastida bisa berubah jadi 3 type, yakni type kromoplas, kloroplas, serta leukoplas.

Kromoplas 

Kromoplas adalah plastida yang memberikan bermacam macam warna non-fotosintetis, umpamanya pigmen merah, kuning serta orange, serta yang lain. Pigmen yang termasuk juga ke dalam kromoplas salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Fikosiantin, menyebabkan warna cokelat pada ganggang 
  2. Fikoeretrin, menyebabkan warna merah pada ganggang 
  3. Xantofil, menyebabkan warna kuning pada daun ynag sudah tua 
  4. Fikosianin, menyebabkan warna biru pada ganggang 
  5. Karoten, menyebabkan warna kuning jingga serta merah, umpamanya pada wortel 
Kloroplas 

Kloroplas yang disebut plastida yang sudah di ketahui banyak orang. Kloroplas bertanggung jawab pada fotosintesis tumbuhan serta sebagian besar alga. Kloroplas adalah organel yang memiliki kandungan klorofil. Klorofil sendiri berperan ketika terjadinya fotosintesis.

Susunan Kloroplas terdiri atas dua sisi besar, yakni sisi amplop serta sisi dalam. Sisi amplop kloroplas terbagi dalam membran luar yang sangat memiliki sifat permeabel yang bermanfaat untuk mengabaikan molekul-molekul yang memiliki ukuran kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas.

Membran dalam yang memiliki sifat permeabel dan merupakan tempat protein transpor menempel, dan ruangan antar membran yang terdapat di antara membran luar serta membran dalam. lantas pada Sisi dalam kloroplas memiliki kandungan DNA, ribosom, RNAs, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), serta granum.

Kloroplas biasah ada pada daun serta organ tubuh yang lain yang berwarna hijau. Klorofil yang dipunyai kloroplas bisa dibedakan jadi beragam jenis, salah satunya yaitu: 
  1. Klorofil a: memberikan warna hijau biru 
  2. Klorofil b: memberikan warna hijau kuning 
  3. Klorofil c: memberikan warna hijau cokelat 
  4. Klorofil d: memberikan warna hijau merha 
Leukoplas 
Sumber: kreativitas-alam.blogspot.co.id
Leukoplas adalah plastida yang berwarna putih atau tidak berwarna. Biasanya ada atau terletak pada organ tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari, khusus pada organ penyimpanan cadangan makanan.

Leukoplas umumnya berperan untuk menyimpanan cadangan makanan, seperti protein serta amilum pada beberapa sel batang ketela pohon serta beberapa sel akar pada kentang, Leukoplas dibedakan dalam beberapa jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Elaioplas (lipidoplas) yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat serta tempat menyimpan lemak atau minyak. 
  2. Amiloplas yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat dan dijadikan pula sebagai area untuk menyimpan amilum 
  3. Proteoplas yaitu leukoplas yang berperan untuk menyimpan protein
Di bawah ini kami berikan lebih dari 20 perbedaan antara Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan:
Sumber: markijar.com
Sumber: markijar.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Lebih dari 20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sel Hewan dan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang sel-sel pada Hewan pun Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Virus : Ciri, Struktur Dan Penyakit Yang Di Sebabkan Virus

Pengertian Virus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau).

Virus dalam bereproduksi dengan memerlukan sel inang, sehingga virus bersifat parasit obligasi. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA) yang diselubungi oleh pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein. Pengertian virus secara etimologi adalah kata virus berasal dari bahasa latin yaitu virion yang artinya "racun". Virus merupakan organisme subseluler karna ukurannya yang sangat kecil, dimana virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri.

Penemu-Penemu Virus 

Para penemun virus yang kini menjadi secara bagi penemuan virus adalah seperti D.Iwanoski (1892) menemukan virus pada tanaman bakau, lalu berlanjut dengan M. Bejentrick (1898), dan Loffern dan Frooch (1897) yang menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit pada mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) yang berhasil menemukan virus penyebab kuning atau yellow ever, Twort dan Herelle (1917) yang menemukan bakteriofag, Wendel M Stanley (1935) yang berhasil mengkristalkan virus mosaik yang ada pada tembakau. Hal ini membuat perkembangan virus semakin berkembang sehingga melahirkan cabang ilmu biologi yang mempelajari virus yang disebut dengan virology.

Ciri-Ciri Virus

Virus adalah makhluk yang berukuran super kecil, bahkan ukurannya lebih kecil dari sel yaitu sekitar 0,2 mikron. Oleh karena ukuranyya yang super kecil ini, virus hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron, sedangkan mikroskop cahhaya belum mampu untuk menjangkaunya.Tubuh virus hanya terdiri dari satu jenis proteinda n asam inti saja (dapat berupa DNA saja atau RNA saja, namun tidak dapat memiiliki keduanya). Karena tidak memiliki sitoplasma dan organel, maka virus tidak dapat digolongkan ke dalam organisme seluler. Sebab tubuhnya yang demikian itu, ada sebagian ahli yang mengatakan bahwa virus adalah molekul yang besar. Namun anehnya, Virus memiliki ciri seperti benda mati, yaitu dapat dikristalkan, dan juga memiliki ciri makhuk hidup yakni dia dapat berkembang biak.

Struktur dan Anatomi Virus

Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

  • Kepala

Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

  • Kapsid

Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

  • Isi tubuh

Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

  • Ekor

Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.

Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

Penyakit Pada Manusia yang Disebabkan oleh Virus 

Ada beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus. Macam-macam penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut..

  • Gondongan 

Gondongan adalah penyakit pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah) yang dapat menular. Penyakit gondongan akan menyebabkan dampak seperti adanya pembengkakan dan rasa nyeri yang terasa ketikan menelan makanan yang sifatnya asam. Gondongan disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

  • Herpes

Herpes adalah penyakit infeksi pada sel epitel. Virus pada penyakit herpes tidak akan keluar dari tubuh dan tetap tertanam dalam sel-sel saraf. Penyakit herpes dapat menular dengan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari jaringan epitel yang terinfeksi. Herpes juga disebut dengan demam lepuh. Penyebab penyakit herpes adalah virus herpes simpleks (HSV-1 dan HSV-2).

  • Cacar Variola (smallpox)

Cacar variola disebabkan oleh virus variola. Masa inkubasi virus variola terjadi selama 12 hari. Selama 1-5 hari penyakit cacar variola akan memberikan dampak seperti demam dan tubuh akan terasa lesu yang diikuti dengan munculnya vesikula (gelmbung) pada kulit, pustula (gelembung yang berisi nanah) yang membentuk kerak, kemudian akan lepas dengan meninggalkan bekas berupa parut warna merah muda yang lama kelamaan akan memudar. Pencegahan dalam penyakit cacar adalah dengan pemberian vaksin virus Orthopoxvirus.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati dan saluran empedu yang dapat menyebabkan kematian. Penularan dalam virus hepatitis dapat melalui cairan dalam tubuh atau peralatan makan dan minum penderita. Hepatitis terdiri dalah beberapa penyakit hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus HAV dari genus Heparnavirus. Penyakit pada hepatitis B disebabkan virus HBV dari genus Orthohepadnavirus. Penyakit hepatitis C disebabkan oleh virus HCV dari genus Hepacivirus. Penyakit hepatitis D disebabkan oleh virus HDV dari genus Deltavirus. Penyakit hepatitis E disebabkan oleh virus HEV dari genus Herpesvirus.

  • Ebola 

Ebola adalah penyakit mematikan. Virus ebola muncul pertama kali di Zaire, di Afrika Tengah tahun 1976 yang berasal dari infeksi babi kemudian ditularkan ke manusia. Virus ebola menyerang sel darah putih makrofag, jaringan fibroblas, yang selanjutnya menyebar ke organ-organ tubuh sehingga menyebabkan pendarahan dan kematian pada penderitanya.

  • Flu Burung 

Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) disebabkan oleh HPAIV (highly parthogenic avian influeza virus) yang pada awalnya hanya menyerang unggas. Namun, beberapa varian tertentu mengalami mutasi menjadi semakin ganas dan dapat menyerang babi dan manusia. Dalam penyebab flu burung adalah kelompok virus tipe A dengan subtipe (strain) H5NI yang sangat ganas virus ini berukuran 90-120 nanometer dan termasuk famili Orthomyxoviridae.

Masa injubasi virus dalam tubuh inang antara 1-7 hari, dengan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, keluar lendir bening dari hidung, nyeri otot, sakit kepala, lemas, sesak napas, dan radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat cepat. Virus tersebut  bertahan di air selama 4 hari pada suhu 22 derajat celcius dan bertahan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat celcius, tetapi dapat mati dalam pemanasan di atas 60 derajat celcius selama 30 menit. Di dalam feses unggas, virus dapat bertahan hidup lebih lama. Penularan virus dapat melalui udara dan feses unggas. Penularan melalui konsumsi daging belum terbukti, namun juga perlu diperhatikan dalam cara pengolahannya. Pastikan daging yang dikonsumsi itu benar-benar matang. Telur dengan cangkang yang kotor oleh feses dan lendir unggas terinfeksi perlu diwaspadai karena kemungkinan tercemar oleh virus flu burung. Sebaiknya anda jangan atau tidak mengkonsumsi telur mentah atau setengah mentah.

  • Tumor, kanker, karsinoma, dan kutil

Tumor adalah jaringan yang terbentuk dari sel-sel dengan kecepatan pembelahan melebihi batas normal. Tumor ganas disebut kanker. Karsinoma adalah kanker pada jaringan lunak, misalnya pada membran. Kutil adalah tumor jinak pada sel epitel kulit atau membran mukosa. Virus yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

  • Demam Berdarah 

Demam berdarah ditandai dengan gejala tubuh mengigil dan sakit kepala. Rasa sakit segera timbul, khususnya juga pada punggung, sendi, otot, dan bola mata. Suhu badan kembali normal setelah 5-6 hari dan meningkat kembali sekitar 5-8 hari kemudian. Bercak-bercak merah akan timbul dan berlangsung selama 24-72 jam. Kadar trombosit dalam darah akan menurun dan kondisi paling parah adalah terjadinya pendarahan yang menyebabkan kematian. Demam berdarah adalah penyakit dengan epidemi (wabah) di Filipina, India dan Indonesia dengan angka kematian 5-10%. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (Flavivirus) melalui gigitan nyamuk Aedes aegyphti.

  • Campak (morbili)

Penyakit campak disebabkan oleh Morbillivirus. Masa inkubasi dari virus ini 7 sampai 11 hari, dengan gejala demam, bersin, batuk, pilek, mata merah, dan timbul ruam bercak cokelat pada kulit. Penyakit campak dapat menular, namun jika kita satu kali infeksi dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Campak bersifat endemik dan kira-kira berulang setiap 2-3 tahun. Pencegahannya dilakukan dengan pemberian vaksin

  • Chikungunya 

Chikungunya ditemukan pertama kali pada tahun 1952 di Tanzania. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang dirasakan oleh penderita hampir sama dengan demam berdarah. Penderita akan merasakan nyeri yang hebat pada persendian tangan dan kaki hingga menyebabkan kelumpuhan sementara.

  • SARS (Severe acute respiratory syndrome)

Penyakit SARS menyebabkan gangguan akut pada saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Cara penularan melalui udara. Gejalanya antara lain demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat celcius , mengigil, lesu, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sesak napas yang akan mengakibatkan penderita kekurangan oksigen. SARS pertama kali  terjadi pada daerah Guangzhou (China Selatan), yang kemudian menyebar di hongkong, taiwan, malaysia, indonesia, singapura, dan vietnam.

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Lumut Hati, Lumut Tanduk, Lumut Daun. Penjelasan Lengkap tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Berbagai Macam Manfaat dari Tumbuhan Lumut (Bryophyta).

Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Sumber: utility-share.blogspot.com
Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah satu divisi tumbuhan yang hidup di darat, biasanya berwarna hijau serta ukurannya kecil (bisa tidak dapat dilihat dengan memakai bantuan lensa) serta ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50cm.

Lumut hidup pada kayu, batu, pohon-pohon serta tanah. Lumut menebar hampir di semua dunia terkecuali di dalam laut. Lumut mempunyai sel yang dapat membuahkan klorofil A serta B hingga bisa membuat makanannya sendiri serta lumut berbentuk autrotof.

Lumut masuk dalam kingdom plantae di mana dalam kingdom ini mencakup seluruh organisme multiseluler serta udah berdeferensasi, dinding selnya mempunyai selulosa serta eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini nyaris semua punya sifat autrotof dengan pertolongan sinar matahari ketika berfotoseintesis.

Ciri Tumbuhan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 
  1. Memiliki ukuran kecil, ukurannya jarang yang mencapai 15cm. 
  2. Bentuk pipih seperti pita serta ada pula yang seperti batang dengan daun yang kecil. 
  3. Sel penyusun badannya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  4. Batang serta daunnya mempunyai susunan yang tidak sama: 
Selapis sel kulit, beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang mempunyai peranan sebagai akar serta menyerap makanan dari air serta garam mineral.

Susunan kulit dalam tersusun dari korteks, silinder pusat yang terbagi dalam sel penunjang atau parenkim yang memiliki bentuk memanjang, tidak mempunyai floem serta xilem.
Silinder pusat yang terbagi dalam sel parenkim yang berfungsi untuk mengangkut ari serta garam mineral.

Perkembangan pada lumut dengan cara memanjang

Susunan gametangium atau arkegonium atau anteredium mempunyai susunan yang khas yang kerap didapati pada tumbuhan paku, terlebih pada arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berupa seperti botol serta memiliki kandungan sel ovum, tetapi pada anteredium adalah gamet jantan yang berwujud bulat serta memiliki kandungan sel spermatozoid.

Daunnya cuma satu lapis sel, terkecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel daun kecil, memiliki kandungan kloroplas yang tersusun seperti jaring serta berbentuk sempit dan memanjang.

Sporogonium atau Sporofit terbagi dalam: 
  1. Tangki atau seta. 
  2. Vaginula, adalah kaki yang diselubungi oleh dinding arkegonium. 
  3. Apifisi, adalah ujung tangki atau seta yang melebar, adalah peralihan antara kotak spora serta seta. 
  4. Tudung atau kaleptra adalah yang berasal dari dinding arkegonum atas serta akan jadi tudung kotak spora. 
  5. Kolumela adalah jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora. 

System reproduksi mempunyai karakter metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara gametofit atau seksual serta sporofit atau aseksual. Reproduksi gametofit membentuk gamet jantan serta betina dalam gametofit serta reproduksi sporofit dengan spora haploid terbentuk di dalam sporofit.

Perkembang Biakan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Siklus hidup Tumbuhan Lumut atau Bryophyta berbentuk metagenesis lantaran bergantian antara reproduksi aseksual serta seksual. Awal mulanya sporofit menghasilkan spora yang akan jadi protonema, dari protonema ini gametofit dibentuk.

Generasi gametofit ini mempunyai organ reproduksi atau gametangium yang disebut dengan ateredium pada jantan serta pada betina adalah arkegonium. Gametangium di lundungi oleh bract atau daun khusus.

Anteredium berwujud bulat serta menghasilkan sperma berflagel, sedangkan arkegonium berwujud seperti botol yang memiliki bagian lebar yang di sebut perut serta bagian sempit yang sebut leher.

Fertilisasi atau pembuahan sel teluroleh anterzoid menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom yang disebut dengan 2n atau diploid. Zigot ini yang disebut awal dari sporofit lagi.

Lantas zigot membelah jadi sporofit dewasa yang sudah mempunyai kaki untuk menempel pada gametofit, seta serta kapsul di bagian ujungnya. kapsul ini adalah tempat dibuatnya spora lewat fase pada meiosis.

Setelah spora matang serta di keluarkan dari dalam kapsul, siklus hidup lumut akan mengulang dari pertama lagi.

Klasifikasi Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Hepati Cospida atau lumut hati 
Sumber: pengertianilmu.com
Lumut ini bisa diamatai dengan langsung, seperti namanya bentuk lumut ini melengkung seperti bentuk hati serta terdiri dari dua lebus, sama dengan hati.

Lumut ini melekat serta tumbuh pada tanah serta batu, daun – daun pada pohon-pohon dalam hutan daerah tropik serta pada dinding bangunan tua yang lembab. Lumut hati bisa berfotosintesis untum embuat makanannya sendiri. Susunan badannya terdiri dari akar, batang serta daun.

Lumut hati dibagi dalam dua kelompok yang bersumber pada talusnya, yaitu lumut hati berdaun serta lumut hati bertalus. Alat kelamin pada lumut ini terdapat di bagian dorsal atau belakang talus pada bentuk lumut hati berdaun terdapat pada ujung atau terminal.

Lumut hati berkembang biak dengan oogami dengan generatif serta dengan fragmentasi, tunas serta kuncup eram denga vegetatif. Dalam sponagria ada sel yangt memiliki bentuk gulungan serta disebut juga elatera, eletera akan lepas ketika kapsul terbuka, serta akan membentu memancarkan spora.

Lumut hati juyga bereproduksi dengan aseksual dengan memakai sel gemma yang berupa mangkok serta terdapat pada permukaan sporofit. Contohnya Porella serta Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae atau lumut tanduk 
Sumber: google.com
Lumut ini sama juga dengan lumut hati yaitu seperti talus tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Lumut ini berkembang biak lewat cara generatif denganmembentuk anteredium serta arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Selnya mempunyai satu kloroplas, memiliki ukuran besar serta paling besar daripada rata-rata tumbuhan lumut. Lumut ini banyak diketemukan pada tepi sungai serta danau, di pinggir jalan yang lembab serta basah serta sepanjang selokan. Misalnya Anthoceros Laevis.

Musci atau lumut daun 
Sumber: forum.o-fish.com
Musci atau lumut sejati adalah lumut yangs ering kita jumapai, itukarena tempat hidupnay yang lebih terbuka dari pada lumut lain. Bentuk lumut ini lebih menarik.

Lumut ini memiliki perbedan dengan lumut hati, yaitu dari sisi daunnya yang tumbuh pada seluruh segi sumbu paling utama atau mungkin dengan arti lain, daunnya datang dari pusat tengah lumut atau simetri radial.

Daunnya mempunyai rusuk pada bagian tengahnya serta rusuk itu tersusun di batang dengan ikuti garis spiral, panjangnya bisa beragam dari sebuah sisi dari satu inci serta mencapai satu kaki.

Dalam rusuk tengah memiliki kandungan sel yang memanjang yang berperan untuk mengangkut air serta zat hara serta lumut ini tidak mempunyai akar.

Lumut ini sama dengan lumu gambut serta lumut hara lantaran daunnya yang khas memiliki jaringan sel kecil serta memisahkan sel mati yang besar. mempunyai daya penghisap air yang amat mengagumkan. dari itu lumut bisa bertahan hidup di rawa.

Gametofit memiliki alat kelamin jantan serta betina yang ukurannya relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif denagn flagelnya, bila ada air spermatozoid bakal berenang menuju ke ovum.

Lantas hasil dari fertilisasi bakal jadi sporofit yang pada saat sporofit udah matang akan mempunyai kaki penghisap serta satu tangkai yang panjang, serta mempunyai satu kapsul yang khas. Misalnya Furaria, Sphagnum serta Aerobrysis longissima.

Peran serta Fungsi Lumut untuk kehidupan 
Sumber: id.aliexpress.com
Beberapa bentuk tumbuhan lumut mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat manfaat itu diantaranya:

Jenis lumut Marchantia polymorpha masuk dalam klasifikasi lumut hati, lumut ini bisa dipakai sebagi obat hepatitis (infeksi pada hati). serta lumut gambut seperti Sphagnum masuk dalam klasifikasi lumut daun bisa dipakai sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Klasifikasi lumut hati jenis frullania tamarisci bisa dipakai sebagai obat antiseptik. Untuk menggobati sakit jantung ada lumut jenis Cratoneuron filicinum masuk dalam klasifikasi lumut daun). Bantu menyembuhkan penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun).

Sebagai antibakteri, antikanker, menyembuhkan luka bakar serta luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati). Menyembuhkan tekanan darah tinggi serta sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun).

Faktor paling besar dari fungsi lumut untuk lingkungan yakni sebagai sumber penyedia oksigen, penyimpan air, sebagai penahan erosi, Sebagai penyedia air pada saat musim kemarau.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan Lumut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Lumut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarpendidikan.com
  2. faunadanflora.com 

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur). Pengertian Fungi atau Jamur, Pengertian Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur), Klasifikasi Fungi (Jamur), Berbagai Macam Jenis Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur) yang sudah dipahami cara-caranya, dan Reproduksi Fungi (Jamur) yang masih dalam penelitian.

Pengertian Fungi (Jamur) 

Sumber: inspirasibaru-yusufsila.blogspot.co.id
Fungi (jamur) yakni organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya itu dalam klasifikasi makhluk hidup,

Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (mendapat makanan dari organisme yang lain), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan beberapa bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai jadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (mendapat bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar keduanya sama-sama mendapat untung).

Reproduksi Fungi (Jamur) 

Sumber: lingkaran-pengetahuan.blogspot.co.id
Jamur terdiri atas dua, yaitu: uniseluler (besel tunggal) dan multiseluler), dan keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang tidak sama.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membuat tunas, dan secara seksual dengan membuat spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut juga dengan benang hifa.

Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membuat spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual lewat pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sampai terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara yakni spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora yakni spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap ada di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora yakni spora yang dihasilkan lewat perkawinan jamur ascomycota. Askospora ada pada askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan grup jamur Basidimycota disebut juga dengan basidispora. Basidispoa ada di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia yakni spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau mungkin saja dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Apabila udah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Rangkuman: 
  1. Reproduksi jamur unseluler: 
  2. Aseksual (Membuat tunas, membuat spora) 
  3. Seksual (membuat spora askus) 
Reproduksi jamur multiseluler: 
  1. Aseksual (Fragmentasi, zoospoa, konidia) 
  2. Seksual (Inti jantan dan inti betina bertemu, selanjutnya membuat spora askus atau spora basidium) 

Klasifikasi Fungi (Jamur) 

Sumber: seputarilmu.com
Jamur diklasifikasikan bersumber pada cara reproduksi dan susunan tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi jadi 4 divisi yakni:

Divisi Zygomycot 
Sumber: examplesof.com
Tubuh Zygomycota terbagi dalam benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mempunyai kandungan kitin.

Contoh jamur ini yakni jamur yang tumbuh pada tempe, tidak cuma itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan yang lain. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membuat spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium lalu pecah dan spora menebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membuat benang baru.

Reproduksi secara seksual dikerjakan dengan cara berikut ini: 

Dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, lalu inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal.

Zigot membuahkan kota spora yang disebut juga dengan zigosporangium dan sporanya disebut juga dengan zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) sepanjang 1-3 bulan.

Lantas zigospora akan berkecambah membuat hifa. Hifa jantan dan betina hanya arti saja, dan disebut juga jantan, apabila hifanya memberi isi sel, disebut juga dengan betina apabila menerima isi sel.

Divisi Ascomycota 
Sumber: wikipedia.org
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota yakni dapat membuahkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini serupa kantong sehigngga disebut juga dengan askus, untuk mengerti bentuk dan stuktu askus dibutuhkan penilaian yang jeli.

Reproduksi secara sesksual 

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskan secara ingkas sebagai berikut ini: 

Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membuat alat reproduksi betina yang ukurannya jadi lebh besar, yang disebut juga dengan askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut juga dengan anteridium berinti haploid (n kromosom).

Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut juga trikogin. Lewat saluran trikogin berikut ini inti sel dari anteidium geser dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga.

Sesudah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut juga sebagai hifa askogonium. Nah yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium, lalu membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan.

Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membuat sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini ada dua int. Ujung hifainilah yang nantinya akan membuat askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, mempunyai bentuk kompak, yang mudah jadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang datang dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membuat 8 buah spoa. Jadi, spoa itu terbentuk di dalam askus, lantaran itulah disebut juga dengan spora askus. Spora askus dapat menebar kemana saja karena angin. Apabila jatuh di tempat yang sesuai dengan spora askus akan tumbuh jadi benang hifa baru.

Reproduksi Secara Aseksual 

Tidak cuma reproduksi secara seksual, jamur ini bisa melakukan perkembangbiakkan secara aseksual lewat pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam.

Ada yang hitam, coklat, bahkan kebiruan, dan ada pula yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Kelompok jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Rangkuman Ascomycota: 
  1. Hidup saprofit, parasit, ada yang bersimbiosis 
  2. Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang 
  3. Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia 
  4. Reproduksi seksual dengan membuahkan spora askus
Divisi Basidiomycota 
Sumber: phylogame.org
Jamur Basidiomycota umumnya yaitu jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita peroleh pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang kaya akan bahan oganik, misalnya jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya rata-rata sama payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan yang lain, jamur-jamur itu yaitu makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya ada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Segi tubuh buah inilah yang enak dikonsumsi.

Tubuh buah atau basidiokarp yaitu tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium membuahkan 4 spora basidum. Secara singkat daur hidup Basidiomycota: Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+) pindah ke hifa (-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium keluar basidiokarpà membuat basidium à spora basidium.

Rangkuman Basidiomycota: 
  1. Adalah jamur makroskopik 
  2. Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik 
  3. Membuahkan spora basidium dari reproduksi seksualnya 
  4. Reproduksi aseksual dengan Konidia 
Divisi Deuteromycota 
Sumber: youtube.com
Jamur yang reproduksi seksualnya membuahkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang membuahkan basidium digolobgkan ke dalam Basidiomycota. Walau demikian belum tentu semua jamur yang dijumpai di alam udah di pahami cara repoduksi seksualnya.

Lebih kurang ada sekitar 1.500 jenis jamur yang belum di pahami cara reproduksi seksualnya. Akibatnya karena hal sejenis ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1.500 jamur itu. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”.

Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukanlah takson. Apabila kemudian menurut penelitian ada bentuk dari jamu ini yang di pahami proses reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota.

Sebagai cotnoh yakni jamur oncom yang semula jamur ini ada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah di teliti kenyataannya jamur ini membuahkan askus sampai dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fungi (Jamur) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fungi (Jamur). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan). Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan), Ciri – Ciri dari Kingdom Plantae (Tumbuhan), Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) secara jelas, lengkap, dan terperinci, Contoh – Contoh Sistem Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) itu sendiri.

Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: remaja.xyz
Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan yang merupakan satu diantara organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Nah, klorofil yaitu zat hijau daun yang kegunaannya untuk fotosintesis hingga sebuah tumbuhan bisa membuat makanannya sendiri atau memiliki sifat autotrof.

Hal inilah yang membedakan antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Tidak cuma itu, perbedaan yang lain yaitu Kingdom Plantae tidak dapat bergerak bebas seperti Kingdom Animalia.

Ciri - Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: log.viva.co.id
Kingdom Plantae memiliki ciri khusus yang membuat Kingdom ini berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri itu akan kita bahas secara menyeluruh berikut ini: 
  1. Dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  2. Memiliki klorofil yang bertindak sebagai fotosintesis. 
  3. Karena memiliki klorofil, kingdom plantae punya sifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan pertolongan cahaya atau sinar matahari. 
  4. Eukariot 
  5. Multiseluler 
  6. Menyimpan cadangan makanan berbentuk amilum (pati) 
  7. Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya. 

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: arya-flower.com
Tidak cuma memiliki ciri yang udah diterangkan di atas. Kingdom Plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini bantu kita supaya dapat membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae:

Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut) 
Sumber: artikelsiana.com
Tumbuhan lumut sangat mudah diketemukan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama di beberapa tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan lumut juga menempel di kulit pohon. Tumbuhan lumut suka sekali dengan tempat yang lembab.

Ini disebabkan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut juga Rizoid.

Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya. Contoh pada tembok. Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang bertindak sebagai pembuluh angkut.

Karena itu juga, maka lumut sangat suka pada tempat yang lembab di mana ada kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut dibagi menjadi 3 yaitu, Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati), Kelas Anthocerotopsida (Lumut Tanduk) dan Kelas Bryopsida (Lumut Daun).

Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku) 
Sumber: seputarpendidikan003.blogspot.co.id
Paku yang dimaksud disini bukanlah paku yang biasanya digunakan untuk menggantung lukisan atau cermin yang ada di rumah kita lho, ya. Tetapi, paku yang disebut disini yaitu Tumbuhan Paku. Seperti apa sih susunan dari tumbuhan paku ini?

Jadi tumbuhan paku merupakan bagian dari Kingdom Plantae yang tubuhnya udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Tidak sama dengan lumut, tumbuhan paku udah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem.

Tidak cuma itu tumbuhan paku bisa pula hidup di mana saja mereka mau, terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan tumbuhan paku juga bisa menempel di kulit pohon.

Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bermacam seperti lembaran, perdu atau berupa seperti tanduk rusa. Nah, nama lain dari tumbuhan paku yaitu Pakis.

Tumbuhan paku terdiri atas 4 kelas, diantaranya yaitu Kelas Psilopsida (Paku Purba), Kelas Lycopsida (Paku Kawat), Spenopsida (Paku ekor kuda) dan Pteriopsida (Paku Sejati).

Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) 
Sumber: sarapandulu.blogspot.co.id
Tumbuhan biji yaitu tingkatan tertinggi dari Kingdom Plantae. Tumbuhan biji udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembang biakan. Tidak cuma itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang beragam dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya.

Mempunyai habitat di darat dan beberapa di air umpamanya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi lewat penyerbukan dan pembuahan.

Divisi spermatophyte terbagi lagi menjadi dua sub divisi yaitu sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) 
Sumber: kimeni-kim.blogspot.co.id
Tumbuhan berbiji terbuka tidak mempunyai pembungkus biji. Artinya bakal bijinya itu terbuka dan ada pada permukaan daun buah. Umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dan berakar tunggang yang memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam.

Tumbuhan berbiji terbuka memiliki alat kelamin betina dan jantan pada satu pohon tetapi terpisah letaknya, beberapanya memiliki alat kelamin betina dan jantan tidak pada satu pohon, tetapi berbeda pohon.

Maksudnya disini pada pohon kelamin jantan hanya memiliki satu alat kelamin, yaitu kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya. Sub divisi Gymnospermae terbagi atas 4 kelas diantaranya yaitu, Kelas Cycadinae, kelas Ginkgoinae, kelas Coniferae dan kelas Gnetinae.

Sub divisi Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup)
Sumber: blogkutuq.wordpress.com
Berbeda Gymnospermae, tumbuhan berbiji tertutup dimana bijinya ini ditutupi oleh buah. Tumbuhan berbiji tertutup dapat berupa pohon besar, perdu, tumbuhan rambat serta tumbuhan tidak berkayu. Daun pada tumbuhan biji tertutup umumnya pipih dan relative lebih lebar dengan bentuk yang beraneka ragam.

Tidak cuma itu, tumbuhan biji tertutup memiliki peran penting untuk makhluk hidup terutama manusia karena hampir semua bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia datang dari tumbuhan biji tertutup.

Sistem reproduksi pada Angiospermae berupa bunga. Bunga ini terdiri atas bunga sempurna dan tidak sempurna. Bunga sempurna tidak cuma memiliki alat kelamin jantan dan betina juga memiliki kelopak dan mahkota.

Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah satu ataupun keduanya. Reproduksi berjalan secara penyerbukan dan pembuahan.

Angiospermae terbagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Monocotyledone (Monokotil/Biji berkeping satu) dan Kelas Dycotyledone (Dikotil/Berkeping dua).

Kelas Monocotyledone (Monokotil/Berkeping satu) 
Sumber: radarlombok.co.id
Susunan tumbuhan Monocotyledone terdiri dari akar yang berserabut. Akar serabut pada monocotyledone tidak sekokoh pada akar tunggang yang dimiliki oleh Kelas Dicotyledone. Tumbuhan monokotil juga memiliki batang yang yang beruas dan tidak bercabang.

Batang ini bisa tidak memiliki cambium sampai tumbuhan monokotil tidak dapat tumbuh jadi semakin besar. Daun pada tumbuhan monokotil mempunyai tulang daun yang sejajar atau melengkung.

Sedangkan pada bunganya memiliki beberapa bagian yang jumlahnya kelipatan tiga. Tumbuhan monokotil terbagi lagi atas lima ordo, yaitu Ordo Graminae (Rumput-rumputan), ordo palmae (palem-paleman), Ordo Zinggiberaceae (jahe-jahean), Ordo Bromeliaceae (Nanas) dan Orchicidaceae (Anggrek).

Kelas Dycotyledone (Berkeping dua)
Sumber: pakarkopi.com/
Berbeda halnya dengan kelas monokotil, akar pada tumbuhan dikotil yaitu akar tunggang. Hingga akar ini sangat kokoh. Pada akar dan batang tumbuhan dikotil memiliki cambium yang artinya akar dan batang dikotil dapat tumbuh semakin besar.

Batang pada dikotil bercabang-cabang serta buku-buku dan ruas yang tidak jelas. Daun pada dikotil berbentuk tunggal ataupun majemuk dan mempunyai tulang daun menjari atau menyirip. Untuk bagian bunga pada tumbuhan dikotil berjumlah kelipatan 2, 4 atau 5.

Tumbuhan dikotil terdiri atas beberapa ordo salah satunya yaitu, Ordo Euphorbiaceae (Getah-getahan), Leguminoceae (polongan), Solanaceae (Terongan), Rutaceae (Jeruk), Malpaceae (Kapas), Mertaceae (Jambu) dan Kompositae.

System Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) 

Tumbuhan sama juga dengan makhluk hidup yang lainnya. Agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik, mereka membutuhkan sistem organ yang baik. Sistem organ pada tumbuhan terdiri atas beberapa organ yaitu akar, batang, daun dan bunga.

Akar 
Sumber: bibitbunga.com
Akar pada tumbuhan bertindak untuk menyerap zat hara dan air di dalam tanah. Akar berkembang dari meristem apical ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).

Tudung akar bertindak untuk melindungi ujung akar pada ketika menembus tanah. Akar juga bertindak sebagai alat untuk memperkokoh tanaman hingga tidak mudah roboh ketika angin atau badai datang.

Tidak cuma itu, pada beberapa bentuk tanaman akar digunakan sebagai alat pernapasan dan tempat menaruh atau menyimpan cadangan makanan.

Susunan akar terdiri atas epidermis atau kulit luar, korteks, endodermis, dan stele yang ada xylem dan floem sebagai alat angkut. Akar terdiri atas dua yaitu akar serabut pada monokotil dan akar tunggang pada dikotil.

Batang 
Sumber: flickr.com
Batang yaitu organ berpembuluh yang memiliki peranan sebagai alat pengangkut. Di batang juga memiliki xylem dan floem yang kegunaannya udah kita ketahui sebagai alat angkut.

Fungsi dari batang yaitu sebagai alat angkut zat makanan dari akar ke daun dan dari daun ke semua tubuh tumbuhan.

Tidak cuma itu batang juga bertindak mengarahkan tumbuhan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup yang bermanfaat untuk kelangsungan proses fotosintesis.

Batang juga memiliki manfaat yang lainnya yaitu sebagai alat perkembangbiakan vegetative, area untuk menaruh atau menyimpan makanan dan sebagai tempat perlekatan cabang, daun dan buah.

Batang terbagi dalam beberapa tipe yaitu tipe berkayu, tipe lembut dan lunak (herbaseus) dan tipe rumput (kalmus). Susunan batang terdiri atas Epidermis, korteks, endodermis dan stele.

Daun 
Sumber: suaradesa.com
Daun pada tumbuhan memiliki fungsi atau manfaat sebagai alat penguapan dan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Tidak cuma itu daun juga bertindak sebagai alat pernapasan dan penyerap matahari. Daun terdiri atas Helai daun, Tangkai daun dan pelepah daun.

Susunan daun terdiri atas epidermis yang memiliki kutikula untuk menghindari penguapan yang terlampau besar, Mesofil yang memiliki kloroplas yang banyak dan Hipodermis yang memiliki stomata.

Bunga 
Sumber: seventeen-swords.blogspot.co.id
Umumnya orang melihat bunga sebagai objek yang memperindah tumbuhan karena memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam.

Nah, sebenarnya fungsi dari bunga lebih dari itu, lho. Salah satu fungsi penting dari bunga yang mungkin belum banyak diungkap yaitu sebagai sistem reproduksi pada tumbuhan. Reproduksi ini bantu melindungi spesies tumbuhan itu tetap terjaga.

Susunan bunga terdiri atas: 
  1. Kelopak bunga yang biasanya berwarna hijau. Kelopak ini bertindak untuk melindungi dan membungkus bunga ketika masih kuncup. 
  2. Mahkota bunga, memiliki warna cerah dan menarik. Nah, mahkota inilah yang membuat bunga jadi cantik dan indah untuk dipandang mata. Sebenarnya, mahkota yang berwana cerah ini bertindak untuk menarik pollinator yaitu serangga yang membantu pada proses polinasi (penyerbukan) bunga. Contoh serangganya yaitu Kupu-kupu dan Lebah. 
  3. Benang Sari, bertindak sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan. Apabila serbuk sari jatuh ke kepala putik terbentuklah pembuahan. 
  4. Dan yang terakhir putik. Putik yakni alat kelamin betina, disinilah terjadinya pembuahan dan mengembangnya zigot pada bunga.
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kingdom Plantae (Tumbuhan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Kingdom Plantae (Tumbuhan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com