Showing posts sorted by relevance for query sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Sort by date Show all posts

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

  • Auguste Comte

Auguste ComteSosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Auguste Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut sebagai pendukatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’. Mengapa? Memang harus diakui bahwa Auguste Comte sangat berjasa terhadap ilmu sosiologi.

  • William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

  • Allan Johnson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. SorokinSosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

  • Herbert Spencer

Sosiologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem.

  • Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta – afakta sosial, yakni faka yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperaasaan yang berada diluar individu dimana fakta – fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

  • J. Gillin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat.

  • Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

  • P. J. Baouman

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia.

  • Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  • Mr. J. Bierens De Haan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.

  • Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  • George Simmel

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sesama manusia.

  • Max Weber15. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

  • Drs. Ary H. Gunawan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  • Charles Ellwood

Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal kemajuannya, bentuk, dan kewajibannya.

  • J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  • Gustav Ratzenhofer

Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

  • Mayor Polak

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, dan kelompok dan kelompok,baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis (Sosiologi sebagai ilmu Dalam Makalah Istimewa).

  • Koentjaraningrat

Sosiologi adalah suatu proses yaitu proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial.

  • Hassan Shandily

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

  • Anthony Giddens

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia, dan masyarakat.

Dari pelbagai pengertian sosiologi diatas dapat diambil beberapa persamaan yang ada dari pengertian sosiologi oleh para ahli diatas bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
  1. Tentang manusia yang hidup dalam kelompok yang dikenal dengan masyarakat;
  2. Pola pola hubngan antara manusia baik secara individu maupun secara kelompok;
  3. Hubungan antara manusia dengan lembaga lembaga sosial seperti kaidah kaidah sosial, norma-norma dan ;
  4. Pola pola kehidupan manusia yang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungannya. 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 

Hakikat Sosiologi 

sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia. 

Pengertian Sosiologi

Pengertian Sosiologi 


Arti sosiologi pertama kalinya dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang di kenal dengan ayah sosilogi itu menyebutkan sosiolog yaitu ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang. Kata sosiologi sebenarnya datang dari bahasa Latin yakni 'socius' yang bermakna teman atau kawan dan 'logos' yang bermakna ilmu dan pengetahuan.

Disebutkan oleh Auguste Comte diatas yang menyebutkan sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan. Sebuah pengetahuan dikatakan sebagai pengetahuan jikalau mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun serta teruji yang didasarkan pada penelitian yang ilmiah. Sosiologi dapat dikatakan sebagai pengetahuan sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah dan sebagian metode ilmiah.

Sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang di mana sosiologi mempelajari orang-orang sebagai kompleks kekuatan, hubugan, jaraingan iteraksi, dan sebagai kompleks lembaga/penata.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli 


Berikut di bawah ini adalah pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi,seperti berikut :

1. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Dalam bukunya berjudul Setangkai Bunga Sosiologi ; Sosiologi sebagai pengetahuan orang-orang mempelajari mengenai susunan sosial yaitu keseluruhan hubungan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti sebagian aturan sosial, ke-lompok-kelompok dan sebagian susunan sosial. Sosiologi juga mempelajari proses sosial yakni pengaruh timbal balik antara pel-bagai segi kehidupan bersama. Contoh hubungan timbal balik antara kehidupan agama dan kehidupan politik, hubungan timbalbalik antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi.

2. P. J. Bouman
Dalam bukunya Sociologie Begrien en Problemen, sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, karakter serta sebagian perubahan, beberapa lembaga dan beberapa gagasan sosial.

3. Pitirim Sorokin
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara beragam jenis tanda-tanda sosial (contohnya tanda-tanda ekonomi, tanda-tanda keluarga, serta tanda-tanda moral), sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara tanda-tanda sosial dengan tanda-tanda non-sosial, dan yang paling akhir, sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari tanda-tanda umum semuanya jenis gejala-gejala sosial lain.

4. Roucek dan Warren
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara manusia dalam beberapa kelompok.

5. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi yaitu studi dengan cara ilmiah terhadap hubungan sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

6. J. A. A Von Dorn dan C. J. Lammers
Sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan mengenai beberapa susunan dan sebagian proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

7. Max Weber
Sosiologi yaitu pengetahuan yang berusaha mengerti beberapa tindakan sosial.

8. Paul B. Horton
Sosiologi yaitu pengetahuan yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok itu.

9. Soejono Soekanto
Sosiologi yaitu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada sebagian segi kemasyarakatan yang berbentuk umum serta berupaya untuk memperoleh pola-pola umum kehidupan orang-orang.

10. William Kornblum
Sosiologi yaitu suatu upaya ilmiah untuk mempelajari orang-orang dan tingkah laku sosial anggotanya serta menjadikan orang-orang yang berkaitan dalam berbagai kelompok serta kondisi.

11. Allan Jhonson
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari kehidupan serta tingkah laku, terutama dalam hubungannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem itu memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya memengaruhi sistem tersebut .

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Psikologi

Psikologi terdiri dari dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai roh (soul), tetapi lebih kepada mempelajari gejala gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang (spirit) dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari sifat sifat dari kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi kepribadian dan perilakunya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Pengertian Psikologi menurut para Ahli


  • Menurut Bigot : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa.
  • Menurut Garrett : Pengertian Psikologi adalah suatu studi sistematik mengenai tingkah laku.
  • Woodworh dan Marquis : mengemukakan pengertian psikologi, psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak di dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia di dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  • Zimbardo : mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu mengenai tingkah laku organisme.
  • Menurut Hilgard dan Atkinson : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
  • Pengertian Psikologi menurut pendapat Morgan : King dan Robinson, Psikologi ialah ilmu mengenai tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia.
  • Singgih Dirgagunarsa : mengemukakan bahwa Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dari manusia.
  • Menurut John Broadus Watson : Pengertian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).
  • Pengertian Psikologi menurut Wilhelm Wundt : ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pengalaman yang timbul di dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak.
  • Knight : mengemukakan pengertian psikologi,Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis mengenai pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.
  • Menurut Ruch : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi.
  • Pendapat Edwin G Boring dan Herbert S Langfeld : mengenai psikologi, Psikologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai hakikat manusia.
  • Pengertian Psikologi menurut Ahmad Fauzi : ilmu yang mempelajari respons yang diberikan dari makhluk hidup terhadap lingkungannya (garden murphy).
  • Nigel C benson dan Simon Grove : mengatakan bahwa jiwa atau psyche dalam bahasa Yunani diartikan juga sebagai “napas kehidupan” dan pikiran. Dalam mitologi Yunani, psyche digambarkan sebagai seekor kupu-kupu yang menjadi istri Eros, yakni Dewa Cinta yang oleh bangsa Romawi dinamakan Cupid.

Sebagai psyche yang artinya napas kehidupan, ada dua konsep kehidupan manusia, yaitu akal dan hati. Biasanya, akal diartikan sebagai alat untuk berpikir, sedangkan hati alat untuk merasa. Akan tetapi, akal dan hati bekerja sama dalam mempertimbangkan terbentuknya perilaku manusia, karena sebelum bertindak perlu dipertimbangkan oleh akal sehat dan hati yang bersih. Akan tetapi, tidak semua perilaku manusia atau tindakan manusia didasarkan pada cara berpikir yang sehat dan pertimbangan perasaan atau hati yang bersih sehingga wujud tindakan berbeda-beda. Namun, di sisi lain, wujud tindakan masyarakat berbentuk sama, sebagaimana tindakan sosial normatif yang merujuk pada adat yang telah bertahan ratusan tahun dan sebagai bagian dari norma sosial yang berlaku turun-temurun.

Menurut Nigel C benson dan Simon Grove, semua tindakan manusia dipelajari oleh psikologi dari sisi latar belakang dan gejala psikologisnya. Oleh karena itu, perbedaan mendasar antara psikologi dan sosiologi adalah pada titik sentral objek kajiannya. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji secara ilmiah terhadap jiwa dan tingkah laku manusia dan hewan, sedangkan sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji kompleksitas manusia sebagai masyarakat dan budaya yang terdapat di sekitamya. Psikologi lebih eksperimentalistik dibandingkan sosiologi yang mengedepankan pendekatan observatif.

Dilihat dari beberapa pengertian psikologi dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, psikologi merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan psikologi sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya dalam ilmu ilmu sosial dilihat dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengetahui gejala kejiwaan manusia, yaitu mengacu pada segala sesuatu yang tampak untuk mengetahui segala yang tidak tampak.

Dalam sosiologi, segala yang tampak sebagaimana adanya pada yang tampak yang sifatnya fenomenologis, sedangkan dalam psikologi, segala yang tampak tidak berarti yang senyatanya dari gejala jiwa karena kejiwaan bukan sesuatu yang awalnya menampakkan diri. Jadi, hakikat jiwa berada pada hasil penjelasan observatif psikologis terhadap individu yang diteliti, sedangkan dalam sosiologi, gejala kejiwaan bukan objek yang seharusnya dikaji, karena apa yang ada adalah kenyataan yang sebenamya dan tidak diperlukan keharusan menyatakan yang senyatanya yang berasal dari luar kenyataannya.

Seseorang yang sedang menangis, bukan berarti ia sedang sedih dan menderita, meskipun tangisan merupakan bagian dari ciri kesedihan dan rasa sakit. Seorang pengantin baru menangis karena rasa haru, rasa bahagia yang paling dalam dan getaran hidup yang menerawang ke arah kehidupan yang baru dalam pembentukan mahligai rumah tangga. Bayangkan, psikologi dan sosiologi, bagaikan tangisan kesedihan dan kebahagiaan. Sedih dan bahagia adalah keadaan yang berbeda, tetapi yang tampak adalah air mala yang sama, menetes dari kelopak mata, bukan kelopak yang lain. Dengan demikian, berikanlah apa yang tampakbagi sosiologi dan biarkan psikologi mengungkap gejala yang tampak untuk menemukan sisi yang tidak tertampakkan. Tidak ada jiwa jika tak ada raga. Demikian juga, dengan raga yang bergantung pada jiwa. Manusia dalam psikologi adalah individu yang kompleks dengan berbagai perilakunya, sedangkan manusia dalam sosiologi adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan kompleksitas kehidupan sosial merupakan latar belakang terciptanya dinamika kebudayaan.

Dengan pandangan di atas, terjadilah kesepakatan di kalangan psikolog bahwa pengertian psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dari sisi gejala dan latar belakang kejiwaannya yang dikaji secara observatif dan eksperimentalistik.

Pengertian Statistika : Fungsi, Konsep Dan Jenis Statistika

Pengertian Statistika

Pengertian Statistika yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengkaji, menginterpretasi, serta mempresentasikan data. Secara singkat, statistika yaitu ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris : statistics) tidak sama dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik yaitu data, info, atau hasil penerapan algoritma statistika disuatu data.

Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk beragam jenis tujuan ; sensus penduduk adalah salah satu prosedur yang paling di kenal. Penerapan statistika yang lain yang saat ini popular yaitu prosedur jajak pendapat atau polling (umpamanya dilakukan sebelumnya pemilihan umum), dan hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapatlah diaplikasikan dalam pengenalan pola ataupun kecerdasan buatan.

Pengertian Statistik Menurut Para Ahli


  • Croxton dan Cowden : Statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola serta menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka.
  • Anderson Dan Bancroft : Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan serta metode paling efektif untuk pengumpulkan, pentabulasian serta  dan penginterpretasikan data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga akan memungkin kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probailitas(peluang).
  • Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc : Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisasan yang dilakukan.
  • Steel dan Torrie : Statistika adalah metode yang memberikan cara cara untuk menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.
  • J.Supranto : Memberikan 2 arti statistik, yaitu :


  1. Dalam arti sempit, Statistik adalah data ringkasan yang berbentuk (kuantitatif).
  2. Dalam arti luas, Statistik adalah ilmu yang mempejari cara pengumpulan , penyajian , serta analisa data , dan pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil dari penelitian yang menyeluruh


  • Drs. Djawanto : Statistik iyalah kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan suatu persoalan.

Peran Statistik


  • Statistik memiliki peranan sebagai penyedian bahan-bahan ataupun keterangan-keterangan berbagai hal untuk diolah serta ditafsirkan.
  • Dalam Penelitian Ilmiah.
  • Statistik memiliki peranan sebagai penyedia alat untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang Seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka.
  • Statistik memiliki peranan sebagai peralatan analisis dan interprasi diri data kuntitatif ilu pengetahuna. sehingga dapat disimpulkan data-data tersebut.

Cabang-Cabang Statistik


  • Ekonometrika : gabungan antara ilmu ekonomi dengan statistika.
  • Sosiemetri : gabungan antara ilmu sosiologi dengan statistika.
  • Psikometri : gabungan antara ilmu psikologi dengan statistika.

Fungsi-Fungsi dalam Statistika


  • Bank data, adalah menyediakan data untuk diolah serta diinterpretasikan agar dapat dipakai untuk menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau di ungkap.
  • Alat Quality Control , adalah sebagai alat pembantu standarisasi serta sekaligus  sebagai alat pengawasan.
  • Alat analisa , adalah sebagai suatu metode penganalisaan data.
  • Pemecahan masalah serta pembuatan keputusan , yaitu sebagi dasar penetapan kebijakan serta langka lebih lanjut untuk mempertahankan , mengembangkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Konsep Dasar Statistik

Ada berbagai macam teknik statistik yang digunakan dalam riset terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam menerapkan statistika pada permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama diawali dari mempelajari populasi. Arti populasi dalam statistika bisa bermakna populasi benda hidup, benda mati, maupun benda abstrak. Populasi dapat juga berbentuk pengukuran sebuah proses dalam waktu yang tidak sama, yaitu di kenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi disebut sensus. Sebuah sensus tentu membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Karenanya, dalam statistika kerapkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yaitu sebagian kecil dari populasi, yang bisa mewakili semua populasi. Analisis data dari sampel selanjutnya digunakan untuk menggeneralisasi semua populasi.

Bila sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) serta simpulan yang dibuat dari sampel bisa digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika mengenai bagaimana caranya mengambil sampel yang pas diberi nama teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika adalah cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas serta analisis matematika untuk memperoleh beberapa dasar teori statistika.

Jenis Statistika


  • Statistika Deskriptif


Statistika deskriptif sehubungan dengan deskripsi data, umpamanya dari menghitung rata-rata serta varians dari data mentah ; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik hingga data mentah lebih mudah “dibaca” serta lebih bermakna.

Statistika deskriptif sehubungan dengan bagaimana data bisa digambarkan (dideskripsikan) atau diambil kesimpulan, baik dengan cara numerik (umpamanya menghitung rata-rata serta deviasi standard) atau dengan cara grafis (berbentuk tabel atau grafik), untuk memperoleh deskripsi sekilas tentang data tersebut, hingga lebih mudah di baca serta bermakna.

  • Statistika Inferensial

Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, lakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika inferensial sehubungan dengan permodelan data serta melakukan pengambilan keputusan berdasar pada analisis data, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa yang akan datang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dsb.
Metode Statistika

Ada dua jenis utama penelitian : eksperimen serta survey. Keduanya sama-sama memahami dampak perubahan pada peubah penjelas serta tingkah laku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terdapat pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran pada sistem yang dikaji, memberi perlakuan pada sistem, serta selanjutnya melakukan pengukuran (lagi) lewat cara yang sama pada sistem yang sudah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Dapat pula perlakuan diberikan dengan cara simultan serta pengaruhnya diukur dalam waktu yang berbarengan pula. Metode statistika yang terkait dengan proses suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survei, di sisi lain, tak dilakukan manipulasi pada sistem yang dikaji. Data dikumpulkan serta hubungan (korelasi) pada beragam peubah diselidiki untuk memberi deskripsi pada objek riset. Teknik-teknik survai dipelajari dalam cara survei.

Penelitian jenis eksperimen banyak dikerjakan pada bebrapa ilmu rekayasa, umpamanya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), serta psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi seringkali dikerjakan di bidang beberapa ilmu sosial atau terkait dengan tingkah laku sehari-hari, umpamanya ekonomi, psikologi serta pedagogi, kedokteran masyarakat, serta industri.

Tipe Pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang dipakai didalam statistika, yakni nominal, ordinal, interval, serta rasio. Ke empat taraf pengukuran itu mempunyai tingkat penggunaan yang tidak sama dalam pengolahan statistiknya.

  • Skala nominal hanya dapat membedakan suatu hal yang bersifat kualitatif atau kategoris, umpamanya jenis kelamin, agama, serta warna kulit.
  • Skala ordinal terkecuali membedakan sesuatu juga membuktikan tingkatan, umpamanya pendidikan serta tingkat kepuasan pengguna.
  • Skala interval berupa angka kuantitatif tetapi tidak mempunyai nilai 0 mutlak sehingga titik 0 dapat digeser sesuka orang yang mengukur, umpamanya tahun serta suhu dalam Celcius.
  • Skala rasio berupa angka kuantitatif yang mempunyai nilai 0 mutlak serta tidak bisa digeser sesukanya, umpamanya yaitu suhu dalam Kelvin, panjang, serta massa.

Manfaat Statistika


  • Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
  • Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
  • Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
  • Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
  • Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan 

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa semua suatu hal yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai suatu hal yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian dikatakan sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, etika sosial, ilmu pengetahuan dan keseluruhan beberapa susunan sosial, religius, dan sebagainya, penambahan lagi segala pernyataan intelektual serta artistik sebagai ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, dan beberapa kekuatan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan yaitu sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai pengertian itu, dapat didapat pengertian mengenai kebudayaan yaitu suatu hal yang akan merubah tingkat pengetahuan dan mencakup sistem inspirasi atau ide yang ada dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan keseharian, kebudayaan itu berbentuk abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa tingkah laku dan benda-benda yang berbentuk nyata, contohnya pola-pola tingkah laku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan sebagainya, yang kesemuanya diperuntukkan untuk menolong manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan Sebagai Peradaban 



Saat ini, umumnya orang memahami ide “budaya” yang diperkembang di Eropa pada era ke-18 dan awal era ke-19. Ide mengenai “budaya” ini merefleksikan ada ketidakseimbangan antara kemampuan Eropa dan kemampuan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain bisa diperbandingkan ; salah satu kebudayaan tentu lebih tinggi dari kebudayaan yang lain.

Pada prakteknya, kata kebudayaan mengacu pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” contohnya menggunakan pakaian yang berkelas, fine art, atau dengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan dipakai untuk melukiskan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari beberapa kesibukan diatas. Sebagai contoh, jika seorang berpendendapat kalau musik klasik yaitu musik yang “berkelas”, elit, serta bercita rasa seni, sesaat musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan serta ketinggal zaman, jadi muncul asumsi bahwa ia yaitu orang yang telah “berkebudayaan”.

Orang yang memakai kata “kebudayaan” dengan langkah tersebut tidak yakin ada kebudayaan lain yang eksis ; mereka yakin kalau kebudayaan cuma ada satu dan menjadi tolak ukur etika serta nilai di semua dunia. Menurut cara pandang ini, seorang yang mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” dikatakan sebagai orang yang “tidak berkebudayaan” ; bukan hanya sebagai orang “dari kebudayaan yang lain. ” Orang yang “tidak berkebudayaan” disebutkan lebih “alam, ” serta para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)

Mulai sejak era ke-18, sebagian kritik sosial sudah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan serta tidak berkebudayaan- bisa menghimpit interpretasi perbaikan serta interpretasi pengalaman sebagai perubahan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan serta menyimpangkan karakter dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang di ciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dikira mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), serta musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” yaitu sama – masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan yang tidak bisa diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan sebagian kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang di produksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum” 



Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – meningkatkan satu ide kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini berasumsi satu budaya dengan budaya yang lain mempunyai ketidaksamaan serta kekhasan masing-masing. Karena itu, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun demikian, ide ini masih mengakui ada pemisahan pada “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif. ”

Pada akhir era ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi tersebut terbentuk kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada era ini pula, terjadi popularisasi inspirasi kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi 

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan yaitu sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.


Penetrasi kebudayaan 



Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara :

Penetrasi damai (penetration pasifique) 
Masuknya suatu kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan itu tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini juga tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang disebut perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis yaitu bercampurnya dua kebudayaan yang menyebabkan pada terbentuknya suatu kebudayaan baru yang begitu berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi Kekerasan (penetration violante) 
Masuknya satu kebudayaan dengan cara memaksa dan menyebabkan kerusakan. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan dibarengi dengan kekerasan makanya menyebabkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Bentuk budaya dunia barat diantaranya yaitu budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia diantaranya pada sistem pemerintahan Indonesia.

Pengertian Statistika : Konsep Dasar Dan Manfaat Statistika

Pengertian Statistika

Statistika yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengkaji, menginterpretasi, serta mempresentasikan data. Secara singkat, statistika yaitu ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris : statistics) tidak sama dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik yaitu data, info, atau hasil penerapan algoritma statistika disuatu data.

Dari kumpulan data, statistika bisa dipakai untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data ; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa arti statistika diantaranya : populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diaplikasikan dalam beragam disiplin ilmu, baik beberapa pengetahuan alam (umpamanya astronomi serta biologi ataupun beberapa pengetahuan sosial (termasuk juga sosiologi serta psikologi), ataupun di bidang bisnis, ekonomi, serta industri.

Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk beragam jenis tujuan ; sensus penduduk adalah salah satu prosedur yang paling di kenal. Penerapan statistika yang lain yang saat ini popular yaitu prosedur jajak pendapat atau polling (umpamanya dilakukan sebelumnya pemilihan umum), dan hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapatlah diaplikasikan dalam pengenalan pola ataupun kecerdasan buatan.

Pengertian Statistik dari Para Ahli

  • Croxton dan Cowden

Statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola serta menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka.

  • Anderson Dan Bancroft

Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan serta metode paling efektif untuk pengumpulkan, pentabulasian serta  dan penginterpretasikan data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga akan memungkin kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probailitas(peluang).

  • Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisasan yang dilakukan.

  • Steel dan Torrie

Statistika adalah metode yang memberikan cara cara untuk menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.

  • J.Supranto

Memberikan 2 arti statistik iyalah :

  1. Dalam arti sempit, Statistik adalah data ringkasan yang berbentuk (kuantitatif).
  2. Dalam arti luas, Statistik adalah ilmu yang mempejari cara pengumpulan , penyajian , serta analisa data , dan pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil dari penelitian yang menyeluruh

  • Drs. Djawanto

Statistik iyalah kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan suatu persoalan.

Konsep Dasar Statistik

Ada berbagai macam teknik statistik yang digunakan dalam riset terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam menerapkan statistika pada permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama diawali dari mempelajari populasi. Arti populasi dalam statistika bisa bermakna populasi benda hidup, benda mati, maupun benda abstrak. Populasi dapat juga berbentuk pengukuran sebuah proses dalam waktu yang tidak sama, yaitu di kenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi disebut sensus. Sebuah sensus tentu membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Karenanya, dalam statistika kerapkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yaitu sebagian kecil dari populasi, yang bisa mewakili semua populasi. Analisis data dari sampel selanjutnya digunakan untuk menggeneralisasi semua populasi.

Bila sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) serta simpulan yang dibuat dari sampel bisa digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika mengenai bagaimana caranya mengambil sampel yang pas diberi nama teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika adalah cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas serta analisis matematika untuk memperoleh beberapa dasar teori statistika.

Jenis Statistika

  • Statistika Deskriptip

Statistika deskriptif sehubungan dengan deskripsi data, umpamanya dari menghitung rata-rata serta varians dari data mentah ; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik hingga data mentah lebih mudah “dibaca” serta lebih bermakna.

Statistika deskriptif sehubungan dengan bagaimana data bisa digambarkan (dideskripsikan) atau diambil kesimpulan, baik dengan cara numerik (umpamanya menghitung rata-rata serta deviasi standard) atau dengan cara grafis (berbentuk tabel atau grafik), untuk memperoleh deskripsi sekilas tentang data tersebut, hingga lebih mudah di baca serta bermakna.

  • Statistika Inferensial

Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, lakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika inferensial sehubungan dengan permodelan data serta melakukan pengambilan keputusan berdasar pada analisis data, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa yang akan datang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dsb.

  • Metode Statistika

Ada dua jenis utama penelitian : eksperimen serta survey. Keduanya sama-sama memahami dampak perubahan pada peubah penjelas serta tingkah laku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terdapat pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran pada sistem yang dikaji, memberi perlakuan pada sistem, serta selanjutnya melakukan pengukuran (lagi) lewat cara yang sama pada sistem yang sudah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Dapat pula perlakuan diberikan dengan cara simultan serta pengaruhnya diukur dalam waktu yang berbarengan pula. Metode statistika yang terkait dengan proses suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survei, di sisi lain, tak dilakukan manipulasi pada sistem yang dikaji. Data dikumpulkan serta hubungan (korelasi) pada beragam peubah diselidiki untuk memberi deskripsi pada objek riset. Teknik-teknik survai dipelajari dalam cara survei.

Penelitian jenis eksperimen banyak dikerjakan pada bebrapa ilmu rekayasa, umpamanya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), serta psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi seringkali dikerjakan di bidang beberapa ilmu sosial atau terkait dengan tingkah laku sehari-hari, umpamanya ekonomi, psikologi serta pedagogi, kedokteran masyarakat, serta industri.

Tipe Pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang dipakai didalam statistika, yakni :

  1. Skala nominal hanya dapat membedakan suatu hal yang bersifat kualitatif atau kategoris, umpamanya jenis kelamin, agama, serta warna kulit.
  2. Skala ordinal terkecuali membedakan sesuatu juga membuktikan tingkatan, umpamanya pendidikan serta tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala interval berupa angka kuantitatif tetapi tidak mempunyai nilai 0 mutlak sehingga titik 0 dapat digeser sesuka orang yang mengukur, umpamanya tahun serta suhu dalam Celcius.
  4. Skala rasio berupa angka kuantitatif yang mempunyai nilai 0 mutlak serta tidak bisa digeser sesukanya, umpamanya yaitu suhu dalam Kelvin, panjang, serta massa.

Manfaat Statistika

Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.

Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.

Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.