Showing posts sorted by relevance for query struktur dan fungsi pada tumbuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur dan fungsi pada tumbuhan. Sort by date Show all posts

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Pengertian Jaringan, Macam-Macam Jaringan, Pengertian Jaringan pada Tumbuhan, Fungsi Berbagai Macam Jaringan pada Tumbuhan, Struktur atau Bagian yang ada pada Sebuah Tumbuhan.

Jaringan Tumbuhan 

Sumber: tumbuhandankita.blogspot.co.id
Jaringan yaitu sekumpulan sel yang memiliki susunan serta fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, seluruh sel melakukan pembelahan diri. Tetapi, pada perubahan selanjutnya, pembelahan sel cuma terbatas pada jaringan yang miliki sifat embrionik.

Jaringan yang miliki sifat embrionik yaitu jaringan meristem yang senantiasa membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan namun pembelahannya amat terbatas. Sel meristem tumbuh serta mengalami spesialisasi membentuk beragam jenis jaringan.

Jaringan yang terbentuk itu tidak memiliki kekuatan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut dengan jaringan dewasa.

Jaringan Meristem 

Sumber: emaze.com
Jaringan meristem yaitu jaringan yang terus-menerus membelah. Bersumber pada asal usulnya, jaringan meristem dikategorikan jadi 2, yakni:
  • Jaringan Meristem Primer 
Jaringan meristem primer adalah perkembangan selanjutnya dari pertumbuhan embrio. Misalnya ujung batang serta ujung akar. Meristem yang di ujung batang serta ujung akar disebut dengan meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menyebabkan batang serta akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut dengan pertumbuhan primer.
  • Jaringan Meristem Sekunder 
Jaringan meristem ini datang dari jaringan dewasa, yakni kambium serta gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut dengan pertumbuhan sekunder. Aktivitas jaringan meristem menyebabkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Bersumber pada posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan jadi tiga, yakni: 
  1. Meristem apikal; ada di ujung pucuk paling utama, pucuk lateral, dan ujung akar. 
  2. Meristem interkalar; ada di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan. 
  3. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Misalnya kambium serta kambium gabus (felogen). 

Jaringan Dewasa 

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Jaringan dewasa yaitu jaringan yang udah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa di antaranya sebagai berikut ini:
  1. Tidak memiliki kegiatan untuk memperbanyak diri. 
  2. Ukuran relatif besar di banding sel meristem. 
  3. Mempunyai vakuola yang besar. 
  4. Terkadang selnya udah mati. 
  5. Dinding sel sudah mengalami penebalan. 
  6. Ada ruang antar sel. 
Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer serta jaringan sekunder. Jaringan primer datang dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder datang dari meristem sekunder.

Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi di antaranya: 
  • Jaringan Pelindung (Epidermis) 
Jaringan ini ada pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, serta biji. Jaringan epidermis berperan melindungi sisi dalam tumbuhan dari pengaruh aspek luar yang merugikan pertumbuhannya. Beberapa sel epidermis bisa berkembang jadi alat-alat pelengkap lain (derivat epidermis), contohnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, serta sel gabus.
  • Jaringan Dasar (Parenkim) 
Jaringan ini terbentuk dari beberapa sel hidup dengan susunan morfologi serta fisiologi yang beragam serta masih tetap melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim adalah mesofil daun yang terkadang berdiferensiasi jadi jaringan tiang serta jaringan bunga karang.
  • Jaringan Penyokong (Penguat) 
Jaringan penyokong adalah jaringan yang memberi kapabilitas untuk tumbuhan. Bersumber pada bentuk serta sifatnya, jaringan penyokong dibedakan jadi 2 yakni:
  • Jaringan Kolenkim 
Jaringan kolenkim terdiri atas beberapa sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa serta sel-selnya hidup. Jaringan ini ada pada organ-organ tumbuhan yang masih tetap aktif mengadakan pertumbuhan serta perkembangan.

Kolenkim memiliki protoplas, sel primer yang lebih tebal dari pada sel parenkim. Jaringan kolenkim umumnya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder.

Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunder serta bahan penguat (lignin) kolenkim bisa menyangga batang tanpa menghambat pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun serta akar yang disokongnya.
  • Jaringan Sklerenkim 
Jaringan sklerenkim tersusun oleh beberapa sel mati yang semua dindingnya mengalami penebalan hingga mempunyai karakter kuat. Jaringan ini cuma ditemui di bagian tumbuhan yang tidak lagi melakukan pertumbuhan serta perkembangan.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) serta sklereid (sel batu). Serabut biasanya berbentuk untaian atau berbentuk lingkaran.

Di dalam berkas pengangkut, serabut umumnya berupa seludang yang terkait dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang menyebar di dalam xilem serta floem. Sklereid lebih pendek dari pada serat.
  • Jaringan Pengangkut (Vaskuler) 
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berbentuk xilem serta floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, dan unsur lain seperti serabut xilem serta parenkim xilem.
  • Xilem 
Biasanya beberapa sel penyusun xilem sudah mati, dinding amat tebal tersusun dari zat lignin hingga xylem berperan sebagai jaringan penguat. Xilem berperan mengangkut air dari akar melalui batang serta menuju ke daun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, serta parenkim xilem.
  • Floem 
Floem berperan mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke semua tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, serta serabut floem. Bersumber pada posisi xilem serta floem, berkas pengangkut bisa dibedakan jadi 3 jenis, yakni kolateral, konsentris, serta radial.
  • Jenis Kolateral 
Berkas pengangkut disebut dengan kolateral bila berkas pengangkut xilem serta floem terdapat berdampingan. Floem ada pada bagian luar dari xilem.

Jenis kolateral dibagi jadi 2, yakni kolateral terbuka serta kolateral tertutup. Bila antara xilem serta floem ada kambium disebut dengan kolateral terbuka. Kolateral terbuka ditemui pada dicotyledon serta gymnospermae. Pada kolateral tertutup, antara xilem serta floem tidak ada kambium, contoh pada monocotyledon.
  • Jenis Konsentris 
Jenis berkas pengangkut disebut dengan konsentris jika xylem dikelilingi floem atau demikian sebaliknya.
  • Jenis Radial 
Disebut dengan jenis radial jika xilem serta floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.
  • Jaringan Sekretoris 
Jaringan sekretoris disebut juga dengan kelenjar internal lantaran senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi jadi sel kelenjar, saluran kelenjar, serta saluran getah. Sel kelenjar memiliki kandungan berbagai senyawa hasil metabolisme.

Saluran kelanjar yaitu sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengitari sebuah ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh beberapa sel itu. Saluran getah terdiri atas beberapa sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, serta membentuk sebuah system jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.

Organ Tumbuhan 

Sumber: bimbel-ipa.blogspot.co.id

Akar 

Akar adalah sisi tumbuhan yang berperan menyerap air serta mineral dari dalam tanah. Tidak semua akar bisa menghisap beberapa zat makanan, namun cuma bagian spesifik saja yakni sisi yang belum diliputi gabus serta sisi yang belum tua.

Sisi yang berperan dalam penghisapan makanan ini gampang mengalami kerusakan lantaran lingkungan yang tidak cocok, umpamanya lantaran aerasi yang buruk, kurangnya kandungan air dalam tanah, tingginya keasaman tanah.

Bagian-bagian akar yaitu sebagai berikut ini:
  • Meristem Apikal 
Meristem apikal ada pada bagian ujung akar, adalah titik awal pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, dan lantas daerah deferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi jadi dua, yakni: 
  1. Daerah Pendewasaan Jaringan Primer 
  2. Daerah jaringan primer yang udah dewasa. Kemudian terjadi pertumbuhan jaringan sekunder. 
  • Kaliptra 
Kaliptra adalah tudung akar atau sisi yang menutupi meristem apikal. Kaliptra berperan sebagai sarung pelindung akar. Tudung akar datang dari meristem apikal serta terdiri dari beberapa sel parenkim.

Sel sel dipermukaannya terus menerus terlepas secara berkesambungan, serta sel dibawahnya jadi berlendir. Beberapa sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam dari meristem apikal.

Susunan anatomi akar dari luar ke dalam yaitu sebagai berikut ini:
  • Epidermis (Susunan Luar/Kulit Luar) 
Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat. Epidermis akar biasanya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung akar, beberapa sel epidermis ini termodifikasi jadi bulu-bulu akar. Bulu akar berperan untuk memperluas bidang penyerapan.
  • Korteks (Susunan Pertama/Kulit Pertama) 
Korteks adalah daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terdiri atas beberapa sel parenkim yang berdinding tipis serta tersusun melingkar. Di dalam korteks ada beberapa ruang antar sel sebagai area untuk menyimpan udara. Peranan korteks yaitu sebagai area untuk menyimpan cadangan makanan.
  • Endodermis (Susunan Antara Korteks dan Stele) 
Susunan endodermis akar terdapat di bagian dalam korteks, yakni berbentuk sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berbentuk rangkaian berupa pita.

Penebalan seperti pita ini disebut dengan pita kaspari. Penebalan semula berbentuk titik yang disebut dengan titik kaspari. Penebalan gabus mengakibatkan dinding sel tidak bisa ditembus oleh air.

Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut juga dengan sel penerus. Endodermis bertindak mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
  • Stele (Silinder Pusat, yakni Susunan Tengah Akar) 
Silinder pusat terdapat di bagian dalam endodermis. Di dalamnya ada pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang amat bertindak dalam proses pengangkutan air serta mineral, serta perisikel yang ada tepat di bagian dalam endodermis.

Perisikel berperan membentuk akar cabang. Akar ini akan menembus ke luar lewat endodermis, korteks, serta epidermis. Pertumbuhan cabang akar ini disebut dengan pertumbuhan endogen.

Pada tanaman dikotil, diantara xilem serta floem ada kambium ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotil, tidak hanya xilem serta floem ada empulur namun tidak ada kambium ikatan pembuluh.

Bersumber pada strukturnya, secara umum ada dua jenis akar, yakni akar tunggang serta akar serabut. 
  • Akar Tunggang 
Akar tunggang datang dari akar lembaga yang tumbuh terus jadi akar primer (akar pokok). Akar tunggang ada pada tumbuhan dikotil serta tumbuhan berbiji terbuka. Bersumber pada percabangan serta bentuknya, akar tunggang dibagi dalam 2 kelompok, yakni:
  • Akar Tunggang Tidak Bercabang atau Sedikit Bercabang
Kalaupun ada cabangnya, umumnya terdiri atas akar-akar halus yang berupa serabut. Akar tunggang kerap kali dikaitkan dengan manfaatnya yakni menyimpan air serta makanan. Akar itu memiliki bentuk yang istimewa.

Akar tunggang pada tanaman wortel serta lobak disebut juga dengan akar tombak atau akar pena. Ada pula akar tunggang yang berbentuk gasing seperti yang ada pada tanaman bengkoang dan bit, lantaran pangkal akar yang berbentuk besar membulat. Akar-akar serabut sebagai cabang cuma ada pada ujung yang sempit meruncing.
  • Akar Tunggang Bercabang
Akar ini berwujud kerucut panjang tumbuh lurus ke bawah, bercabang banyak hingga memberi kekuatan yang semakin lebih besar pada batang.

Area perakaran jadi luas hingga penyerapan makanan juga jadi semakin banyak. Akar tunggang bentuk ini banyak didapati pada tanaman yang ditanam dari biji, contohnya pohon mangga, nangka, rambutan dan lain-lain.
  • Akar Serabut 
Akar serabut yaitu akar yang tumbuh dari pangkal batang sesudah akar instansi (embrio) mati. Akar ini biasanya ada pada tumbuhan monokotil.

Pada tumbuhan berakar tunggang ada akar instansi yang tumbuh dan akan terus membesar serta memanjang serta pada akhirnya akan jadi akar primer atau akar pokok, sedangkan pada tumbuhan berakar serabut akar instansi tidak tumbuh secara terus menerus dan pada akhirnya mati.

Pada pangkal batang akan tumbuh akar serabut yang ukurannya lebih kecil dari pada akar instansi, tetapi bercabang-cabang.

Bersumber pada cirinya, akar serabut dibagi lagi dalam berbagai bentuk, yakni: 
  1. Akar jenis benang, contohnya pada tanaman padi serta jagung, 
  2. Akar gantung atau akar udara, contohnya pada pohon beringin, 
  3. Akar pengisap, contohnya pada benalu, 
  4. Akar pelekat, contohnya pada sirih, 
  5. Akar napas, contohnya pada bogem, 
  6. Akar tunjang, contohnya pada pandan serta bakau, 
  7. Akar pembelit, contohnya pada vanili, 
  8. Akar banir, contohnya pada sukun, dan 
  9. Akar lutut, contohnya pada pohon tanjung. 

Fungsi atau Peranan Akar

Sumber: fungsi.web.id
Fungsi atau Peranan Akar diantaranya sebagai berikut ini: 
  • Menyerap air serta unsur hara dari dalam tanah 
Akar dipakai oleh tumbuhan untuk mendapatkan beberapa bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akar menyerap beberapa bahan mineral bersamaan dengan air dari lingkungannya. Air masuk ke dalam akar lewat rambut-rambut akar.

Rambut akar atau bulu akar adalah perkembangan bentuk dari jaringan epidermis akar yang berperan menghisap air serta unsur-unsur hara dari dalam tanah.
  • Memperkokoh berdirinya batang tanaman 
Akar bisa memperkokoh berdirinya tumbuhan hingga bisa berdiri tegak di tempat tumbuhnya. Tumbuhan yang tinggi memerlukan system perakaran yang makin kuat untuk menahan terpaan angin yang makin besar.
  • Tempat menyimpan cadangan makanan 
Beberapa tanaman menyimpan cadangan makanan pada akarnya. Makanan yang disimpan umumnya berbentuk pati atau tepung.

Cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar dipakai sepanjang masa-masa perkembangan spesifik serta akan dipakai untuk proses perkembangan pada masa-masa perkembangan berikutnya.

Beberapa tanaman yang termasuk herbal sangat bergantung pada cadangan makanan yang tersimpan dalam akar terlebih untuk menangani keadaan lingkungan yang jelek, umpamanya pada musim kemarau hingga tanaman itu bisa bertahan hidup.
  • Bernapas (respirasi) 
Beberapa sel yang ada pada akar juga memerlukan oksigen untuk melakukan pernapasan seperti beberapa sel pada makhluk hidup yang lain. Untuk memenuhi keperluan akan oksigen itu sendiri, maka akar mengambil oksigen dari rongga-rongga partikel tanah.

Tanah yang gembur semakin lebih gampang untuk ditembus oleh udara hingga kandungan oksigennya akan makin banyak dibandingkan dengan tanah yang padat. Tanah gembur serta banyak terkandung kompos atau tanah berpasir mempunyai banyak rongga hingga gampang ditembus oleh udara.
  • Alat perbanyakan secara vegetatif 
Akar sebagai alat perbanyakan secara vegetatif, contohnya pada pohon sukun serta cemara. Pada tanaman sukun serta cemara akar yang menyumbul dari dalam tanah bisa membuahkan tunas serta pada akhirnya jadi tanaman baru.

Batang 

Sumber: dzargon.com
Peranan batang diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Mensupport tubuh tumbuhan. 
  2. Sebagai alat transportasi air, mineral, serta beberapa bahan makanan. 
  3. Adalah tempat tumbuhnya cabang, daun, serta bunga. 
Susunan batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar. Batang ada yang tumbuh di atas tanah serta di bawah tanah. Batang yang tumbuh di dalam tanah berperan untuk menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada tanaman jahe. Batang tumbuhan tersusun dari tiga system jaringan, yakni: 
  1. Epidermis 
  2. Korteks 
  3. Endodermis 
Bentuk batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yakni: 
  1. Type lunak berair (herbaseus atau terna). Contoh: Kaktus. 
  2. Type berkayu (lignosus). Contoh: Pohon mangga, pohon beringin, pohon jati. 
  3. Type rumput (kalmus). Contoh: Tanaman padi. 
Beberapa spesies tumbuhan mempunyai batang yang mengalami modifikasi untuk manfaat yang beragam macam. Modifikasi batang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Rhizoma 
Rhizoma yaitu batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat dengan permukaan tanah. Rhizoma memiliki ruas-ruas pendek serta pada bukunya ada daun-daun seperti sisik.

Di sepanjang rhizome bisa didapati adanya akar adventif, terlebih di permukaan sisi bawah. Rhizoma adalah tempat menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean).
  • Stolon 
Stolon bentuknya serupa dengan runner, namun umumnya tumbuh lebih tegak di dalam tanah.
  • Runner 
Runner yaitu batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, biasanya di sepanjang permukaan tanah, serta memiliki ruas yang panjang, contohnya pada tanaman stroberi.
  • Umbi batang (tuber) 
Contoh pada kentang mengembangnya beberapa ruas di ujung stolon. Mata tunas pada umbi kentang adalah kuncup yang ada pada buku batang, tiap mata tunas itu akan dapat berkembang jadi individu baru.
  • Umbi lapis (bulb) 
Umbi lapis adalah kuncup besar yang dikelilingi oleh beberapa daun berdaging, dengan satu batang kecil serta pendek pada ujung bawah.

Daun berdaging memiliki kandungan cadangan makanan. Pada bawang merah, daun berdaging senantiasa dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga ditemui pada tanaman tulip, lili, dan sebagainya.
  • Umbi kormus (corm) 
Kormus serupa dengan umbi lapis namun sisi yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang. Helaian daun berupa sisik menutupi semua permukaan kormus.

Daun (Folium) 

Sumber: pixabay.com
Pada daun terjadi momen fotosintesis. Fotosintesis untuk memasak bahan makanan penyusun energi untuk tumbuhan ini dilakukan di bagian daun yang disebut dengan klorofil.

Stomata berbentuk pori-pori kecil ada di epidermis atas serta bawah daun. Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak dari pada epidermis atas daun. Hal semacam ini adalah penyesuaian tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun.

Celah stomata terbentuk jika sepasang sel penjaga stoma mengerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata yang berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 serta O2) yang ada di dalam daun dengan lingkungan luar.

Tidak hanya itu, stomata juga berperan dalam penyusunan hilangnya air dari tumbuhan. System jaringan dasar pada daun disebut juga dengan mesofil. Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi jadi jaringan pagar serta bunga karang.

Jaringan pagar bisa memiliki kandungan lebih dari 80 persen kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang adalah tempat pertukaran gas lantaran sel-selnya tersusun longgar dengan ruangan interselular yang banyak.

Tulang-tulang daun yang memiliki kandungan berkas pembuluh menyebar di seluruh mesofil. Satu berkas pembuluh terdiri atas xilem serta floem dikelilingi oleh beberapa sel parenkim berdinding tebal yang disebut juga dengan seludang pembuluh.

Berkas pembuluh yang ada pada daun tersambung secara kontinu dengan berkas pembuluh yang ada pada batang.

Hal semacam ini memungkinkan tersalurkannya air serta mineral terlarut dari tanah ke daun serta memungkinkan tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke sisi tumbuhan yang lain. Pada tumbuhan jagung serta tebu, seludang pembuluh yaitu tempat terjadinya siklus Calvin dari proses fotosintesis.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jaringan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Jaringan Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. glorybiology.co.id

Akar dan Daun Pada Tumbuhan

Lani dan keluarganya melihat sebuah acara di televisi. Mereka menyaksikan berita mengenai perampokan yang melukai seorang petugas keamanan. Petugas keamanan itu memang terluka, tetapi ia selamat dari peristiwa perampokan tersebut, bahkan berhasil menggagalkannya. Setelah diusut, ternyata si petugas keamanan berlatih olahraga beladiri secara rutin.

Olahraga beladiri pada awalnya adalah sebuah seni bertarung yang ada dan berkembang di hampir seluruh penjuru dunia. Seni beladiri timbul sebagai satu cara untuk mempertahankan diri atau membela diri. Kegiatan seni beladiri ini pun lama-kelamaan berkembang menjadi salah satu cabang olahraga tersendiri.

Dalam olahraga beladiri, terdapat satu gerakan dasar yang umum, yaitu kudakuda. Kuda-kuda adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).

1. Apakah yang dimaksud sikap kuda-kuda?
Kuda-kuda adalah suatu posisi dimana kaki menapak untuk memperkuat posisi tubuh, agar tidak mudah dijatuhkan olaeh lawan, disamping itu kuda-kuda juga sangat penting untuk menahan dorongan dari lawan dan menjadi dasar titik tolak serangan.
2. Apa fungsi gerakan kuda-kuda?
Di Pencak Silat Dikenal adanya Kuda-kuda. Fungsi dari Kuda- kuda di pencak silat diantaranya adalah untuk memperkokoh atau memperkuat  posisi berdiri kaki kita di saat melakukan penyerangan maupun tangkisan terhadap lawan. 
3. Otot bagian mana saja yang diperkuat pada saat melakukan kuda-kuda?
Baik pada Sikap Kuda Kuda Depan, Sikap Kuda Kuda Belakang,Kuda Kuda Tengah, Kuda Kuda Samping, Kuda Kuda silang depan, Kuda Kuda Silang Belakang, otot yang diperkuat adalah otot tungkai kaki. Pada saat membuat gerakan kuda-kuda, berat tubuh kita memang tertumpu pada bagian kaki kita.
Latihan kuda-kuda merupakan sikap dasar yang harus dikuasai dalam belajar olahraga beladiri. Kuda-kuda mendasari tumpuan kaki untuk penguatan otot-otot tungkai kaki. Bentuk latikan kuda-kuda dapat dilakukan dengan melakukan “Permainan Kucing dan Tikus”.
Cara Melakukan
  1. Bentuklah dua kelompok besar. Kamu akan bermain bersama dalam dua kelompok besar.
  2. Setiap kelompok menentukan satu orang menjadi “Tikus” dan satu orang menjadi “Kucing”. Sisanya menjadi “Pagar” melingkar.
  3. Buatlah sebuah lingkaran dan buatlah jarak yang tidak terlalu lebar antara satu dan yang lainnya.
  4. “Tikus” dan “Kucing” berada di dalam lingkaran.
  5. Setelah ada aba-aba, permainan pun dimulai.
  6. “Kucing” berusaha memegang “Tikus”.
  7. “Tikus” bebas menerobos keluar masuk pagar melingkar.
  8.  Pada saat “Kucing” menerobos pagar, siswa yang lain membuat sikap kudakuda tengah dengan kedua tangan mengepal di samping seolah-olah sebagai pagar.
  9. Siswa bergantian menjadi “Kucing” dan “Tikus”.
Mengenal Akar Tumbuhan
Akar adalah bagian tumbuhan yang sering tidak terlihat karena ia berada di dalam tanah. Selain untuk menopang tumbuhan di atasnya agar berdiri tegak, akar juga berfungsi untuk mengambil air dan mineral dari dalam tanah untuk disebarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Beberapa akar juga menyimpan makanan.

Akar terdiri atas rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Bulu akar berfungsi sebagai jalan masuknya air dan zat hara dari tanah ke tumbuhan. Tudung akar berfungsi melindungi akar saat menembus tanah. Akar terdiri atas dua jenis, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut berbentuk seperti serabut dimana bagian ujung dan pangkalnya berukuran hampir sama. Akar tunggang mempunyai akar pokok yang bercabang-cabang, dimana ukuran cabangnya lebih kecil daripada ukuran akar utamanya.

Daun Pada Tumbuhan
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan penting dalam proses pertumbuhan pada tumbuhan, umumnya daun berwarna hijau karena mengandung klorofil, dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari yang digunakan untuk berfotosintesis. Daun disebut sebagai organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan merupakan organisme autotrof obligat, yaitu untuk melangsungkan hidupnya tumbuhan harus memasok energinya sendiri melalui perubahan energi cahaya matahari menjadi energi kimia (fotosintesis).
Fungsi Daun pada umumnya 
  • Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, tempat fotosintesisnya berada di jaringan parenkim palisade, sedangkan untuk tumbuhan monokotil, fotosintesisnya terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai organ pernapasan. . Organ Pernafasan daun yaitu stomata, yang berfungsi sebagai organ respirasi
  • Tempat terjadinya transpirasi. Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas
  • Tempat terjadinya gutasi. Gutasi adalah proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun .
  • Alat perkembangbiakkan vegetatif. Misalnya pada tumbuhan cocor bebek.

Setiap tumbuhan memiliki daun dengan struktur yang berbeda-beda dan hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, Beberapa diantaranya adalah Keadaan lingkungan Tempat tanaman itu tumbuh, kondisi gentik tanaman tersebut. Banyak sekali faktor pembeda yang membuat keberagaman daun cukup tinggi, jika dilihat dari morfologinya saja mulai dari segi bentuk daun,ujung daun, pangkal daun, susuanan tulang, tepi hingga daging daun terdapat perbedaan antara tiap daun pada tiap jenis tumbuhan.

Ayo Membuat Laporan
Amatilah sekelilingmu! Perhatikan dengan saksama bagaimana keluargamu memanfaatkan akar dan daun tumbuhan untuk keperluan sehari-hari. 

Tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya
  • Daun suji digunakan untuk pewarna makanan.
  • Daun pandan digunakan untuk penyedap masakan.
  • Daun seledri digunakan mengurangi tekanan darah tinggi
  • Daun belimbing untuk ntioksidan dan menurunkan tekanan darah
  • Daun bayam digunakan sebagai penambah darah
  • Daun kelor digunakan untuk mengobati demam dan panas dalam.
  • Daun pisang digunakan untuk pembungkus makanan
Tumbuhan yang dimanfaatkan akarnya
  • Wortel untuk dimakan sebagai sayur
  • Singkong, bengkoang, dan lobak.dimanfaatkan senagai bahan makanan.
  • Ginseng dimanfaatkan akarnya untuk bahan obat-obatan.
  • Alang-alang dimanfaatkan akarnya untuk bahan pembuat gula dan obat-obatan.
  • Akar pasak bumi untukobat-obatan

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta). Pengertian Tumbuhan Paku, Ciri – Ciri Tumbuhan Paku, Klasifikasi Tumbuhan Paku, Struktur Akar, Batang, dan Daun Tumbuhan Paku, Manfaat atau Fungsi Tumbuhan Paku, dan penjelasan lengkap tentang Tumbuhan Paku atau Pteridophyta.

Pengertian Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Sumber: caratanam.com
Tumbuhan paku disebut juga dengan Pteridophyta. Tumbuhan paku adalah tumbuhan dengan tingkatan lebih tinggi dari lumut lantaran mempunyai akar, daun, serta batang sejati.

Tidak hanya itu, walaupun habitat paling utama tumbuhan paku pada tempat yang lembab (higrofit), tetapi tumbuhan paku dapat juga hidup di beberapa tempat seperti di air (hidrofit), permukaan batu, tanah, dan bisa pula melekat (epifit) pada pohon.

Ciri - Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Sumber: jenistanaman.com
Berikut ini beberapa ciri tumbuhan paku, salah satunya mencakup:
  1. Organisme multiseluler serta eukariotik 
  2. Udah mempunyai akar, daun serta batang sejati, hingga disebut dengan kormophyta berspora. 
Susunan Akar 

Akar tumbuhan paku berupa serabut dengan kaliptra pada ujungnya. Jaringan akarnya terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.
Susunan Batang 

Sama halnya dengan jaringan akarnya, susunan batang tumbuhan paku juga terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.

Pada silinder pusat itu ada berkas pembuluh angkut, yakni xilem serta floem. Berkas pembuluh ini bertindak dalam proses fotosintesis serta mengedarkan hasil fotosintesis ke semua sisi tubuh tumbuhan.

Susunan Daun 

Susunan daun tumbuhan paku terdiri atas jaringan epidermis, mesofil, serta pembuluh angkut. Sedangkan bentuk tumbuhan paku sendiri terdiri atas beraneka ragam jenisnya, mencakup:

Bila dilihat dari ukuran daun, daun tumbuhan paku ada yang memiliki ukuran kecil (mikrofil) serta memiliki ukuran besar (makrofil).

Daun mikrofil tidak bertangkai serta tidak bertulang, dan bebentuk rambut atau sisik. Sedangkan daun makrofil bertangkai, bertulang daun, jarngan tiang, bunga karang, serta mempunyai mesofil dengan stomata, dan bebentuk

Bila dilihat dari manfaatnya, daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora (sporofil) serta tidak menghasilkan spora (tropofil).

Daun tropofil disebut juga sebagai daun steril serta mempunyai klorofil hingga berfungsi dalam proses fotosintesis dalam menghasilkan glukosa.

Sedangkan daun sporofil disebut juga sebagai daun fertil lantaran menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan.

Biasanya habitat tumbuhan paku pada tempat yang lembab, dapat di darat, perairan, maupun melekat.

Tumbuhan paku bisa bereproduksi secara seksual ataupun secara aseksual. Tumbuhan paku memiliki sifat fotoautotrof, lantaran mempunyai klorofil hingga bisa berlangsungnya proses fotosintesis.

Dalam siklus hidup tumbuhan paku, pada fase metagenesis ada fase sporofit yakni tumbuhan paku sendiri. Fase sporofit pada metagenesis mempunyai karakter yang lebih menguasai atau dominan dibandingkan dengan fase gametofitnya.

Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Tumbuhan paku (Pteridophyta) bisa diklasifikasikan jadi empat kelas jika dilihat dari morfologi tubuh, salah satunya yakni:

Psilophyta (paku purba/paku telanjang) 
Sumber: philipt.smugmug.com
Tumbuhan paku kelas ini belum mempunyai daun serta akar, tetapi batangnya udah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang dengan sporangium diujungnya. Sporofil memiliki kandungan satu jenis spora, di kenal dengan istilah homospora. Misalnya, Rhynia Major serta Psylotum sp

Equisetophyta/Sphenophyta 
Sumber: botanika.bf.jcu.cz
Tumbuhan paku kelas ini memeiliki batang yang serupa dengan ekor kuda, mempunyai daun serupa kawat, serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Tumbuhan paku kelas ini juga dikenal dengan sebutan paku ekor kuda. Misalnya, Equisetum debile.

Lycophyta (paku kawat/paku rambat) 
Sumber: efaothman.com
Kelas Lycophyta, tumbuhan paku berdaun kecil, tersusun spiral, batang seperti kawat, sporangium terkumpul dalam strobilus serta muncul pada ujung ketiak.
Misalnya, Lycopodium sp (paku rane), Lycopodium clavatum (paku kawat), Selaginella sp.

Filicinae/Pterophyta (paku sejati) 
Sumber: pakmono.com
Tumbuhan paku kelas ini udah lebih tinggi tingkatannya di banding kelas sebelumnya. Kelas Pterophyta udah mempunyai akar, batang, serta daun sejati. Daun tumbuhan ini memiliki ukuran besar hingga disebut dengan megafil.

Batangnya bisa tumbuh di atas ataupun di bawah tanah. Karakteristik kelas ini adalah daun mudanya menggulung (circinnatus) serta ada sorus pada bagian permukaan bawah daun.

Misalnya, Asplenium nidus (paku sarang burung), Salvinia natans (paku sampan), Adiantum farleyense (ekor merak), serta yang lain.

Bersumber pada bentuk sporanya, tumbuhan paku bisa dibedakan jadi tiga jenis, yakni:

Paku Homospora 

Tumbuhan paku homospora membuahkan spora dengan ukuran yang sama serta tidak bisa dibedakan antara spora jantan serta spora betina. Tumbuhan bentuk ini juga dikenal dengan sebutan paku isospora. Misalnya, Lycopodium sp (paku kawat).

Paku Heterospora 

Tumbuhan paku bentuk ini membuahkan spora yang berbeda ukuran hingga disebut dengan an-isospora. Spora jantan disebut dengan mikrospora lantaran memiliki ukuran kecil, sedangkan spora betina memiliki ukuran lebih besar hingga disebut dengan makrospora. Misalnya, Selaginella sp (paku rane).

Paku Peralihan 

Paku peralihan adalah tumbuhan paku dengan jenis kelamin yang tidak sama, tetapi ukuran sporanya sama. Misalnya, Equisetum debile (paku ekor kuda).

Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku cukup berperan penting walaupun ada banyak orang yang tidak tahu manfaat tanaman itu. Berikut ini beberapa peranan dan manfaat tanaman paku, mencakup:

Tanaman Hias 
Sumber: perawatantanamanhias.blogspot.co.id
Banyak tanaman paku yang dipakai sebagai tanaman hias dalam kehidupan. Contoh, Adiantum Cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung), serta Platycerium biforme (paku simbar menjangan).

Sayuran 
Sumber: makanananda.blogspot.co.id
Tumbuhan paku yang digunakan sebagai sayuran umpamanya Marsilea crenata (semanggi) serta Pteridium aquilinum (paku garuda).

Pupuk Hijau 
Sumber: boholfarmerkado.com
Tumbuhan paku yang banyak digunakan sebagai pupuk hijau adalah Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azolle yang dapat mengikat gas N2 bebas.

Obat-Obatan 
Sumber: anneahira.com
Tumbuhan paku ada yang dipakai sebagai obat diuretik yakni Equisetum (paku kuda) serta dipakai sebagai obat luka yakni Selaginella.

Bahan Bangunan 
Sumber: forediaman.com
Tumbuhan paku yang banyak dipakai untuk pembuatan tiang bangunan adalah Alsophila glauca. Kira-kira kalian pernah gak lihat tanaman paku yang dijadikan fungsi satu ini? Kalau belum, gak ada salahnya lho buat cari tau, biar makin kenal sama tanaman paku dan manfaat luasnya.

Alat Penggosok/Pembersih 
Sumber: lahiya.com
Equisetum sp banyak digunakan sebagai alat penggosok/ampelas. Kalau yang satu ini kalian pernah pakai gak? Tanaman paku yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok atau pembersih?

Bahan Pembuatan Petasan 
Sumber: hiddennumb.wordpress.com
Bahan pembuatan petasan yang kerap dipakai adalah spora Lycopodium sp serta Pyrotechnics. Yap, ternyata tanaman paku juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan petasan, lho. Tapi, kalau misalnya kalian mau coba buat, tetap harus utamakan keselamatan ya.

Bingkai 
Sumber: mfirmanshah.wordpress.com
Tumbuhan paku banyak juga dipakai sebagai bingkai dalam karangan bunga. Nah, di sini siapa aja yang suka bunga? Itu yang perempuan pasti pada tunjuk tangan deh, hehehe. Tumbuhan paku emang termasuk salah satu tanaman sejuta manfaat. Bunga yang dasarnya udah cantik, bisa dipercantik lagi sama tumbuhan paku yang dijadikan bingkainya.

Nah, itu tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Paku, agar terhindar dari kerugian yang bisa juga disebabkan oleh tanaman tersebut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.

Membuat Buklet

Aku adalah sejenis tumbuhan palem berduri yang merambat. Aku hidup di hutan-hutan tropis. Aku memerlukan pohon-pohon besar di sekitarku sebagai penopangku. Dengan bantuan duri-duri pengait yang berada di ujung tangkai daunku, aku merambati pohon-pohon di sekitarku. Aku tak hanya merambati pohon penopangku, kadang aku pun merambat ke pohon-pohon yang lain. Oleh karena itu, kadang-kadang, batang-batangku saling berjain dengan cabang dan ranting pohon lain.

Akarku mempunyai sistem perakaran serabut, berwarna keputihan atau kekuningan serta kehitaman. Daun-daunku ditumbuhi duri yang umumnya tumbuh menghadap ke dalam. Batangku berbentuk memanjang dan bulat seperti silinder, tetapi ada juga yang berbentuk segitiga. Batangku terbagi menjadi ruas-ruas. Setiap ruas dibatasi oleh buku-buku.

Pelepah dan tangkai daun melekat pada buku-buku tersebut. Aku dapat berbatang tunggal atau berumpun. Batangku yang sudah tua banyak dimanfaatkan untuk bahan baku kerajinan dan perabot rumah tangga.

Aku tak hanya berguna sebagai bahan mebel atau barang kerajinan. Batangku yang masih muda dapat dimakan sebagai sayuran. Akar dan buahku dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Getahku dapat digunakan sebagai bahan baku pewarnaan pada industri keramik dan farmasi.

Mari Meneliti dan Berkreasi
Banyak tanaman di sekeliling kita, baik di sekitar rumah maupun sekolah. Tahukah kamu cara membedakan tanaman yang satu dari tanaman lainnya? Salah satunya melalui daun dan batangnya. Bagaimana bentuk daunnya? Apakah batangnya berkayu?

Booklet adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto) dan tipis, tidak lebih dari 30 halaman bolak-balik, yang berisi tulisan dan gambar-gambar. Ada yang mengatakan bahwa istilah booklet berasal dari buku dan leaflet, artinya media booklet merupakan perpaduan antara leaflet dengan buku atau sebuah buku dengan format (ukuran) kecil seperti leaflet. Struktur isinya seperti buku (ada pendahuluan, isi, penutup) hanya saja cara penyajian isinya jauh lebih singkat daripada sebuah buku. Sedangkan Buku Saku hampir sama denganbooklet, hanya saja berukuran lebih kecil hingga bisa dimaksukkan kedalam saku.

Mari kita mencoba mencari tahu lebih jauh.
  • Kamu akan membuat sebuah buklet tanaman dengan menggunakan beberapa lembar kertas ukuran A4 (21 cm × 29,7 cm) yang dilipat menjadi dua bagian.
  • Pilihlah sebuah tanaman yang dapat ditempelkan di dalam buklet.
  • Amatilah setiap bagian tanamanmu.
  • Cobalah mengisi tabel di bawah ini.
No.
Nama bagian
Fungsi
Bentuk 
1.
Akar
  • Menyerap air dan zat hara (mineral) dari dalam tanah;
  • Menunjang berdirinya tumbuhan;
  • Sebagai alat pernapasan, contoh pada tumbuhan bakau;
  • Sebagai penyimpan makanan cadangan. Contoh pada singkong dan wortel.
2.
Batang
  • Penopang tumbuhan agar tetap tegk;
  • Pengangkut air dan mineral dari akar menuju daun;
  • Penyimpan makanan cadangan (tebu dan kentang);
  • Pengangkut hasil fotosintesis.
3
Daun
  • Tempat pembuatan makanan (fotosintesis);
  • Untuk pernapasan karena di permukaan daun terdapat stomata;
  • Tempat pengeluaran air melalui proses transpirasi dan gutasi. Transpirasi adalah proses kehilangan air dalam bentuk uap air dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Gutasi adalah peristiwa pengeluaran air dalam bentuk titik air melalui lubang pengeluaran (hidatoda) yang terdapat di tepi daun
4.
Bunga
Bunga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif (kawin). Pada bunga terdapat putik sebagai kelamin betina dan benang sari sebagai kelamin jantan.
  • Pisahkan bagian-bagian tanamanmu. Tempelkan bagian tanamanmu pada halaman-halaman buklet.
  • Berilah keterangan pada setiap halaman dengan informasi yang tepat.
  • Percantik bukletmu dengan hiasan warna-warni.
  • Selamat meneliti dan berkreasi!

Buklet Karyaku


Arti Sebuah Tari
Pernahkah kamu melihat sebuah pementasan tari? Paduan musik, harmoni gerak, busana, tata rias, dan properti tari merupakan unsur-unsur pementasan tari. Meskipun setiap unsur berbeda, tetapi semuanya merupakan satu kesatuan dalam sebuah karya tari. Setiap unsur mendukung penampilan suatu karya tari. Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan si pencipta tari dapat diterima dengan mudah oleh penonton.

Sapu tangan, pedang, tongkat rotan, dan perlengkapan lainnya merupakan sebagian dari properti yang sering digunakan oleh penari untuk melakukan gerak tari. Pemakaian properti tari diusahakan jangan sampai mempersulit gerak penari. (Sumber: BSE Seni Budaya dan Keterampilan SD Kelas IV, Ari Subekti, 2010)

Pengamatan pada Beberapa  Tarian
Tugas : kumpulkanlah beberapa tarian daerah dan perhatikanlah alat-alat yang mereka gunakan sebagai properti. Cobalah melengkapi tabel di bawah ini.
No.
Nama tarian
Asal daerah
Properti utama yang digunakan
1.
Tari Reog
Jawa Timur.
Reog
2.
Tari  Pendhet
Bali
Bokor
3
Tari Kipas Pakarena
Sulawesi Selatan
Kipas
4.
Tari Topeng Cirebon
Jawa Barat.Topeng
5.
Tari Kuda Lumbing
Jawa Tengah.Kuda Lumping
6.
Tari Piring
Sumatera Barat.Piring
7.
Tari Remong
Jawa Timur.Selendang
8.
Tari Baksa Kembang
Kalimantan SelatanRangkaian Bunga
9.
Tari Golek Manis
Jawa Tengah.Boneka
10.
Tari Payung
Sumatera Barat.Payung
11.
Tari Legong
BaliKipas
12.
Tari Lengger
Jawa TengahSelendang
13.
Tari Jaipong
Jawa Barat.Selendang