Showing posts sorted by relevance for query struktur dan fungsi sel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur dan fungsi sel. Sort by date Show all posts

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom. Pengertian Kromosom, Fungsi Kromosom, Struktur yang dimiliki sebuah Kromosom, Penjelasan Lengkap mengenai Kromosom, dan hal penting yang perlu kita ketahui mengenai Kromosom.

Pengertian Kromosom 

Sumber: pelajaransekolahonline.com
Kromosom yakni unit genetik yang ada pada setiap inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berwujud deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein.

Setiap sel terbagi dalam tiga bagian paling penting, yaitu nukleus (inti Sel), Sitoplasma (cairan sel), dan Membran pelindung sel. Di dalam nukleus, ada benang-benang halus yang disebut juga dengan ‘kromatid’, bila terjadi pembelahan sel, benang-benang halus itu dipintal membentuk kromosom.

Kromosom yakni susunan padat yang terbagi dalam dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA. Susunan pada kromosom ini hanya akan tampak jelas pada metafase pembelahan sel.

Kromosom ini bertindak sebagai penyimpanan bahan materi genetik kehidupan. Ia terdiri dari DNA, kita pahami DNA memiliki peran sangat penting, yaitu untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, dan menyimpan setiap informasi genetik, ia dapat juga membantu langsung satu organisme untuk tumbuh. Jadi kromosom ini memiliki peranan yang besar dalam tubuh kita.

Struktur Kromosom 

Kromosom dibentuk dari DNA yang berikatan dengan beberapa protein histon. Dari Ikatan ini dihasilkan Nukleosom, yang memiliki ukuran panjang lebih kurang 10 nm.

Lalu nukleosom akan membentuk lilitan-lilitan yang sangat banyak sebagai penyusun dari kromatid (lengan kromosom), satu lengan kromosom ini lebih kurang memiliki lebar 700 nm.

Gambar berikut ini merupakan bentuk kromosom secara umum:
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni keterangan dari beberapa bagian kromosom: 

Kromatid 

Kromatid yaitu segi lengan kromosom yang terikat satu sama lainnya, 2 kromatid kembar ini diikat oleh sentromer. Nama jamak dari kromatid yakni kromonema. Kromonema biasanya terlihat pada pembelahan sel beberapa saat profase dan kadang kala interfase.

Sentromer 

Pada kromosom ada satu daerah yang tidak mempunyai kandungan gen (informasi genetik), daerah ini dinamakan Sentromer. Pada beberapa saat pembelahan, sentromer yaitu susunan yang sangat penting.

Karena di bagian inilah lengan kromosom (kromatid) sama-sama melekat satu sama lain pada masing-masing segi kutub pembelahan. Segi dari kromosom yang melekat pada sentromer dikenal dengan istilah ‘kinetokor’.

Kromomer 

Kromomer yakni susunan berbentuk manik-manik yang disebut dengan akumulasi dari materi kromatid yang kadang kala terlihat pada pembelahan beberapa saat interfase. Pada kromosom yang udah mengalami pembelahan berulang-kali, biasanya kromomer ini sangat jelas terlihat.

Telomer 

Telomer yakni bagian yang berisi DNA pada kromosom, fungsinya adalah untuk melindungi stabilitas ujung kromosom agar DNA nya tidak terurai.

Jenis Kromosom 

Sumber: zakapedia.com
Bila dibedakan bersumber pada letak sentromer pada lengan kromatid, akan ada 4 tipe kromosom:
  1. Talosentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di ujung kromosom. 
  2. Metasentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di dalam kromatid sampai secara relatif membagi kromatid jadi dua bagian. 
  3. Submetasentrik yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah, namun tidak pada bagian tengah, sampai kromatidnya terlihat sedikit lebih panjang bagiannya. 
  4. Akrosentrik, yaitu kromosom yang letak sentromer nya ada di antara tengah dan ujung lengan kromatid. 

Jumlah Kromosom 

Dalam tubuh satu organisme ada jumlah kromosom yang tidak sama. Pada Organisme ada dua bentuk kromosom, yaitu:
  1. Kromosom Seks (Genosom) yang menentukan jenis kelamin 
  2. Kromosom Tubuh (Autosom) yang tidak menentukan jenis kelamin 
Kromosom pada makhluk hidup biasanya diketahui dalam keadaan berpasang-pasangan, oleh sebab itu disebut juga dengan diploid. Kromosom diploid dipertahankan dari generasi ke generasi dengan pemebelahan mitosis (pembelahan yang menghasilkan dua anak yang berupa sama juga dengan induknya).

Kromosom yang berpasangan (kromosom homolog) memiliki bentuk, ukuran, dan komposisi yang sama. Pada manusia setiap sel somatik berjumlah 46 (kecuali sel sperma dan ovum, karena memiliki set tunggal kromosom) kromosom atau 23 pasang.

46 kromosom manusia ini yaitu dua set kromosom yang terbagi dalam masing-masing 23 kromosom, yaitu satu set maternal (dari ibu) dan satu set paternal (dari bapak). Gambar di bawah yaitu bentuk 23 pasang kromosom manusia.
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni jumlah kromosom pada makhluk hidup yang lain:
Sumber: softilmu.com

Gagasan ide konsep Penentuan Jenis Kelamin 

Ada satu gagasan ide konsep penting dalam mempelajari kromosom homolog pada sel somatik, yaitu adanya kromosom unik, yang disebut juga dengan kromosom X dan Y. Dari 23 pasang kromosom 22 pasang salah satunya adalah autosom (tidak menentukan jenis kelamin) dan 1 pasang genosom.

Wanita memiliki kromosom homolog X (XX), Meskipun kaum wanita memiliki dua kromosom X, salah satunya akan jadi tidak aktif saat beberapa masa embrio. Pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Jadi Kromosom X dan Y ini akan menentukan jenis kelamin individu, bila kromosom anak yang lahir XX ia perempuan, bila kromosomnya XY ia yakni lelaki.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kromosom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kromosom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit. Pengertian Kulit, Fungsi dari Kulit, Struktur yang ada dalam Kulit, Bagian-Bagian Kulit, Lapisan Kulit dan penjelasan lengkapnya. Seperti apa peranan Kulit dalam tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kulit 

Sumber: tipsmemutihkankulit.com
Kulit yakni organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan lebih kurang 7 persen dari berat tubuh keseluruhnya. Pada permukaan luar kulit ada pori–pori (rongga) sebagai tempat keluarnya keringat.

Kulit yakni organ yang memiliki banyak manfaat, satu diantaranya yakni sebagai pelindung tubuh dari beragam macam hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indera peraba, sebagai satu di antara organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Secara umum kulit memiliki 2 susunan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta ada susunan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering kali dibicarakan.

Beberapa sumber juga mengemukakan bila susunan lemak bawah kulit termasuk juga ke dalam susunan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan susunan kulit itu.

Fungsi Kulit 

Sumber: doktermeta.blog.inharmonyclinic.com
Sebagai Pelindung tubuh dari beragam macam ancaman 

Oleh karena adanya kulit sebagai segi terluar tubuh, tubuh kita dapat terlindung dari beragam macam bentuk ancaman seperti mikroorganisme yang beresiko, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba 

Pada kulit banyak ujung–ujung persyarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapatkan rangsangan, kita dapat merasakaanya lewat tubuh. Umpamanya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.

Sebagai Alat Eksresi 

Kulit yaitu tempat keluarnya keringat, keringat ini yaitu sisa metabolisme yang terdiri atas bermacam unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan lebih kurang 1 liter keringat dalam sehari, keringat itu dikeluarkan dari pori–pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

Kulit selalu membuat perlindungan agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah walaupun terjadi perubahan suhu lingkungan.

Proses ini dikerjakan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Sewajarnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak 

Segi bawah susunan dermis kulit bertindak sebagai daerah untuk menyimpan lemak. Lemak disimpan berwujud tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan bila diperlukan, umpamanya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga bertindak sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D 

Pada Kulit ada provitamin D yang datang dari makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D itu akan dirubah jadi vitamin D.

Susunan–Susunan Kulit

Sumber: christiyoda.blogspot.co.id
Susunan kulit Terdiri atas Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Susunan Dalam atau Kulit Jangat), dan Hipodermis (Susunan pengikat Bawah kulit atau Susunan Lemak kulit)

Susunan Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari)   

Susunan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat susunan jaringan epitel. Setiap Susunan pada Epidermis memiliki ciri khas sendiri, Susunan

Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sampai ia mendapatkan suplai nutrisi lewat proses difusi dari susunan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini yakni 4 Susunan pada Epidermis:

Susunan Tanduk (Stratum Korneum)

Susunan Korneum yaitu susunan kulit paling luar dari tubuh, susunan ini senantiasa mengalami deskuamasi (pengelupasan susunan paling luar) secara terus menerus.

Bermacam sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis jadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu disebut juga tersusun oleh sel–sel mati.

Susunan ini tidak dilapisi oleh pembuluh darah, hingga bila terkelupas tidak akan mengakibatkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Susunan ini bertindak untuk menghindari masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Susunan Malphigi (Stratum Granulosum)

Susunan Malphigi yaitu susunan kulit yang disusun oleh sel–sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada susunan dermis. Susunan malphigi yaitu susunan yang melakukan tindakan dalam memberi warna pada kulit manusia. Zat paling penting dalam pewarnaan kulit ini disebut juga dengan Melanin.

Tentunya kita sudah sama-sama mengetahui bila warna kulit bisa berlainan, bisa hitam, putih, sawo matang, dan sebagainya. Bila tertumpuknya melanin pada suatu tempat akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Susunan Spinosum (Stratus Spinosum)

Susunan Spinosum yaitu susunan kulit yang disusun oleh beragam sel yang tidak beraturan mempunyai bentuk. Sel–sel pada susunan ini memiliki kekuatan untuk membelah diri. Susunan ini bertindak untuk melindungi kapabilitas dan kelenturan kulit.

Susunan Basal (Stratum Germinativum)

Susunan Basal yaitu susunan kulit yang secara kontinu senantiasa membelah diri untuk memperbarui segi Epidermis yang rusak. Susunan Ini yaitu susunan paling bawah dari segi epidermis. Susunan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sampai kulit terjaga secara periodik.

Susunan Dermis (Kulit Jangat) 

Susunan Dermis (Kulit Jangat) yakni susunan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat.

Pembuluh darah pada susunan ini sangat luas sampai bisa menyimpan lebih kurang 5 persen dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini yakni keterangan untuk penyusun Kulit Dermis:

Pembuluh Darah, Yaitu pembuluh darah kapiler yang bertindak sebagai pemberi nutrisi dan oksigen pada sel–sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga bertindak dalam melindungi panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terbagi dalam ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Segi ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berbentuk sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya suatu hal.

Ujung saraf ini tidak menyebar rata ke seluruh permukaan susunan dermis, umpamanya ujung–ujung jari lebih banyak memiliki ujung–ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, yaitu kelenjar yang berperan untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang udah saya jelaskan di awal, keringat dihasilkan lalu dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan lewat pori–pori (rongga kulit). Keringat yaitu zat–zat sisa metabolisme terlebih garam dapur.

Katung Rambut, yaitu segi rambut yang memuat akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapatkan suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut ada otot–otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut ada ujung–ujung saraf perasa, sampai saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, yaitu kelenjar yang ada di sekitar batang rambut. Kelenjar minyak bertindak untuk menghasilkan minyak yang melindungi rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) 

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) yaitu jaringan ikat yang ada di bawah susunan dermis, namun batas pemisah antara segi Hipodermis dengan segi dermis ini tidak jelas.

Susunan ini yaitu daerah untuk menyimpan lemak dalam tubuh, sampai sering kali dikenal juga dengan Susunan Lemak Bawah Tubuh. Lemak itu berperan untuk melindungi dari bentrokan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber daya cadangan.
Sumber: tips-cara-memutihkan-kulit.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kulit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kulit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Pengertian Jaringan, Macam-Macam Jaringan, Pengertian Jaringan pada Tumbuhan, Fungsi Berbagai Macam Jaringan pada Tumbuhan, Struktur atau Bagian yang ada pada Sebuah Tumbuhan.

Jaringan Tumbuhan 

Sumber: tumbuhandankita.blogspot.co.id
Jaringan yaitu sekumpulan sel yang memiliki susunan serta fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, seluruh sel melakukan pembelahan diri. Tetapi, pada perubahan selanjutnya, pembelahan sel cuma terbatas pada jaringan yang miliki sifat embrionik.

Jaringan yang miliki sifat embrionik yaitu jaringan meristem yang senantiasa membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan namun pembelahannya amat terbatas. Sel meristem tumbuh serta mengalami spesialisasi membentuk beragam jenis jaringan.

Jaringan yang terbentuk itu tidak memiliki kekuatan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut dengan jaringan dewasa.

Jaringan Meristem 

Sumber: emaze.com
Jaringan meristem yaitu jaringan yang terus-menerus membelah. Bersumber pada asal usulnya, jaringan meristem dikategorikan jadi 2, yakni:
  • Jaringan Meristem Primer 
Jaringan meristem primer adalah perkembangan selanjutnya dari pertumbuhan embrio. Misalnya ujung batang serta ujung akar. Meristem yang di ujung batang serta ujung akar disebut dengan meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menyebabkan batang serta akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut dengan pertumbuhan primer.
  • Jaringan Meristem Sekunder 
Jaringan meristem ini datang dari jaringan dewasa, yakni kambium serta gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut dengan pertumbuhan sekunder. Aktivitas jaringan meristem menyebabkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Bersumber pada posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan jadi tiga, yakni: 
  1. Meristem apikal; ada di ujung pucuk paling utama, pucuk lateral, dan ujung akar. 
  2. Meristem interkalar; ada di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan. 
  3. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Misalnya kambium serta kambium gabus (felogen). 

Jaringan Dewasa 

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Jaringan dewasa yaitu jaringan yang udah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa di antaranya sebagai berikut ini:
  1. Tidak memiliki kegiatan untuk memperbanyak diri. 
  2. Ukuran relatif besar di banding sel meristem. 
  3. Mempunyai vakuola yang besar. 
  4. Terkadang selnya udah mati. 
  5. Dinding sel sudah mengalami penebalan. 
  6. Ada ruang antar sel. 
Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer serta jaringan sekunder. Jaringan primer datang dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder datang dari meristem sekunder.

Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi di antaranya: 
  • Jaringan Pelindung (Epidermis) 
Jaringan ini ada pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, serta biji. Jaringan epidermis berperan melindungi sisi dalam tumbuhan dari pengaruh aspek luar yang merugikan pertumbuhannya. Beberapa sel epidermis bisa berkembang jadi alat-alat pelengkap lain (derivat epidermis), contohnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, serta sel gabus.
  • Jaringan Dasar (Parenkim) 
Jaringan ini terbentuk dari beberapa sel hidup dengan susunan morfologi serta fisiologi yang beragam serta masih tetap melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim adalah mesofil daun yang terkadang berdiferensiasi jadi jaringan tiang serta jaringan bunga karang.
  • Jaringan Penyokong (Penguat) 
Jaringan penyokong adalah jaringan yang memberi kapabilitas untuk tumbuhan. Bersumber pada bentuk serta sifatnya, jaringan penyokong dibedakan jadi 2 yakni:
  • Jaringan Kolenkim 
Jaringan kolenkim terdiri atas beberapa sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa serta sel-selnya hidup. Jaringan ini ada pada organ-organ tumbuhan yang masih tetap aktif mengadakan pertumbuhan serta perkembangan.

Kolenkim memiliki protoplas, sel primer yang lebih tebal dari pada sel parenkim. Jaringan kolenkim umumnya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder.

Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunder serta bahan penguat (lignin) kolenkim bisa menyangga batang tanpa menghambat pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun serta akar yang disokongnya.
  • Jaringan Sklerenkim 
Jaringan sklerenkim tersusun oleh beberapa sel mati yang semua dindingnya mengalami penebalan hingga mempunyai karakter kuat. Jaringan ini cuma ditemui di bagian tumbuhan yang tidak lagi melakukan pertumbuhan serta perkembangan.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) serta sklereid (sel batu). Serabut biasanya berbentuk untaian atau berbentuk lingkaran.

Di dalam berkas pengangkut, serabut umumnya berupa seludang yang terkait dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang menyebar di dalam xilem serta floem. Sklereid lebih pendek dari pada serat.
  • Jaringan Pengangkut (Vaskuler) 
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berbentuk xilem serta floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, dan unsur lain seperti serabut xilem serta parenkim xilem.
  • Xilem 
Biasanya beberapa sel penyusun xilem sudah mati, dinding amat tebal tersusun dari zat lignin hingga xylem berperan sebagai jaringan penguat. Xilem berperan mengangkut air dari akar melalui batang serta menuju ke daun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, serta parenkim xilem.
  • Floem 
Floem berperan mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke semua tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, serta serabut floem. Bersumber pada posisi xilem serta floem, berkas pengangkut bisa dibedakan jadi 3 jenis, yakni kolateral, konsentris, serta radial.
  • Jenis Kolateral 
Berkas pengangkut disebut dengan kolateral bila berkas pengangkut xilem serta floem terdapat berdampingan. Floem ada pada bagian luar dari xilem.

Jenis kolateral dibagi jadi 2, yakni kolateral terbuka serta kolateral tertutup. Bila antara xilem serta floem ada kambium disebut dengan kolateral terbuka. Kolateral terbuka ditemui pada dicotyledon serta gymnospermae. Pada kolateral tertutup, antara xilem serta floem tidak ada kambium, contoh pada monocotyledon.
  • Jenis Konsentris 
Jenis berkas pengangkut disebut dengan konsentris jika xylem dikelilingi floem atau demikian sebaliknya.
  • Jenis Radial 
Disebut dengan jenis radial jika xilem serta floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.
  • Jaringan Sekretoris 
Jaringan sekretoris disebut juga dengan kelenjar internal lantaran senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi jadi sel kelenjar, saluran kelenjar, serta saluran getah. Sel kelenjar memiliki kandungan berbagai senyawa hasil metabolisme.

Saluran kelanjar yaitu sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengitari sebuah ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh beberapa sel itu. Saluran getah terdiri atas beberapa sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, serta membentuk sebuah system jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.

Organ Tumbuhan 

Sumber: bimbel-ipa.blogspot.co.id

Akar 

Akar adalah sisi tumbuhan yang berperan menyerap air serta mineral dari dalam tanah. Tidak semua akar bisa menghisap beberapa zat makanan, namun cuma bagian spesifik saja yakni sisi yang belum diliputi gabus serta sisi yang belum tua.

Sisi yang berperan dalam penghisapan makanan ini gampang mengalami kerusakan lantaran lingkungan yang tidak cocok, umpamanya lantaran aerasi yang buruk, kurangnya kandungan air dalam tanah, tingginya keasaman tanah.

Bagian-bagian akar yaitu sebagai berikut ini:
  • Meristem Apikal 
Meristem apikal ada pada bagian ujung akar, adalah titik awal pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, dan lantas daerah deferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi jadi dua, yakni: 
  1. Daerah Pendewasaan Jaringan Primer 
  2. Daerah jaringan primer yang udah dewasa. Kemudian terjadi pertumbuhan jaringan sekunder. 
  • Kaliptra 
Kaliptra adalah tudung akar atau sisi yang menutupi meristem apikal. Kaliptra berperan sebagai sarung pelindung akar. Tudung akar datang dari meristem apikal serta terdiri dari beberapa sel parenkim.

Sel sel dipermukaannya terus menerus terlepas secara berkesambungan, serta sel dibawahnya jadi berlendir. Beberapa sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam dari meristem apikal.

Susunan anatomi akar dari luar ke dalam yaitu sebagai berikut ini:
  • Epidermis (Susunan Luar/Kulit Luar) 
Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat. Epidermis akar biasanya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung akar, beberapa sel epidermis ini termodifikasi jadi bulu-bulu akar. Bulu akar berperan untuk memperluas bidang penyerapan.
  • Korteks (Susunan Pertama/Kulit Pertama) 
Korteks adalah daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terdiri atas beberapa sel parenkim yang berdinding tipis serta tersusun melingkar. Di dalam korteks ada beberapa ruang antar sel sebagai area untuk menyimpan udara. Peranan korteks yaitu sebagai area untuk menyimpan cadangan makanan.
  • Endodermis (Susunan Antara Korteks dan Stele) 
Susunan endodermis akar terdapat di bagian dalam korteks, yakni berbentuk sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berbentuk rangkaian berupa pita.

Penebalan seperti pita ini disebut dengan pita kaspari. Penebalan semula berbentuk titik yang disebut dengan titik kaspari. Penebalan gabus mengakibatkan dinding sel tidak bisa ditembus oleh air.

Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut juga dengan sel penerus. Endodermis bertindak mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
  • Stele (Silinder Pusat, yakni Susunan Tengah Akar) 
Silinder pusat terdapat di bagian dalam endodermis. Di dalamnya ada pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang amat bertindak dalam proses pengangkutan air serta mineral, serta perisikel yang ada tepat di bagian dalam endodermis.

Perisikel berperan membentuk akar cabang. Akar ini akan menembus ke luar lewat endodermis, korteks, serta epidermis. Pertumbuhan cabang akar ini disebut dengan pertumbuhan endogen.

Pada tanaman dikotil, diantara xilem serta floem ada kambium ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotil, tidak hanya xilem serta floem ada empulur namun tidak ada kambium ikatan pembuluh.

Bersumber pada strukturnya, secara umum ada dua jenis akar, yakni akar tunggang serta akar serabut. 
  • Akar Tunggang 
Akar tunggang datang dari akar lembaga yang tumbuh terus jadi akar primer (akar pokok). Akar tunggang ada pada tumbuhan dikotil serta tumbuhan berbiji terbuka. Bersumber pada percabangan serta bentuknya, akar tunggang dibagi dalam 2 kelompok, yakni:
  • Akar Tunggang Tidak Bercabang atau Sedikit Bercabang
Kalaupun ada cabangnya, umumnya terdiri atas akar-akar halus yang berupa serabut. Akar tunggang kerap kali dikaitkan dengan manfaatnya yakni menyimpan air serta makanan. Akar itu memiliki bentuk yang istimewa.

Akar tunggang pada tanaman wortel serta lobak disebut juga dengan akar tombak atau akar pena. Ada pula akar tunggang yang berbentuk gasing seperti yang ada pada tanaman bengkoang dan bit, lantaran pangkal akar yang berbentuk besar membulat. Akar-akar serabut sebagai cabang cuma ada pada ujung yang sempit meruncing.
  • Akar Tunggang Bercabang
Akar ini berwujud kerucut panjang tumbuh lurus ke bawah, bercabang banyak hingga memberi kekuatan yang semakin lebih besar pada batang.

Area perakaran jadi luas hingga penyerapan makanan juga jadi semakin banyak. Akar tunggang bentuk ini banyak didapati pada tanaman yang ditanam dari biji, contohnya pohon mangga, nangka, rambutan dan lain-lain.
  • Akar Serabut 
Akar serabut yaitu akar yang tumbuh dari pangkal batang sesudah akar instansi (embrio) mati. Akar ini biasanya ada pada tumbuhan monokotil.

Pada tumbuhan berakar tunggang ada akar instansi yang tumbuh dan akan terus membesar serta memanjang serta pada akhirnya akan jadi akar primer atau akar pokok, sedangkan pada tumbuhan berakar serabut akar instansi tidak tumbuh secara terus menerus dan pada akhirnya mati.

Pada pangkal batang akan tumbuh akar serabut yang ukurannya lebih kecil dari pada akar instansi, tetapi bercabang-cabang.

Bersumber pada cirinya, akar serabut dibagi lagi dalam berbagai bentuk, yakni: 
  1. Akar jenis benang, contohnya pada tanaman padi serta jagung, 
  2. Akar gantung atau akar udara, contohnya pada pohon beringin, 
  3. Akar pengisap, contohnya pada benalu, 
  4. Akar pelekat, contohnya pada sirih, 
  5. Akar napas, contohnya pada bogem, 
  6. Akar tunjang, contohnya pada pandan serta bakau, 
  7. Akar pembelit, contohnya pada vanili, 
  8. Akar banir, contohnya pada sukun, dan 
  9. Akar lutut, contohnya pada pohon tanjung. 

Fungsi atau Peranan Akar

Sumber: fungsi.web.id
Fungsi atau Peranan Akar diantaranya sebagai berikut ini: 
  • Menyerap air serta unsur hara dari dalam tanah 
Akar dipakai oleh tumbuhan untuk mendapatkan beberapa bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akar menyerap beberapa bahan mineral bersamaan dengan air dari lingkungannya. Air masuk ke dalam akar lewat rambut-rambut akar.

Rambut akar atau bulu akar adalah perkembangan bentuk dari jaringan epidermis akar yang berperan menghisap air serta unsur-unsur hara dari dalam tanah.
  • Memperkokoh berdirinya batang tanaman 
Akar bisa memperkokoh berdirinya tumbuhan hingga bisa berdiri tegak di tempat tumbuhnya. Tumbuhan yang tinggi memerlukan system perakaran yang makin kuat untuk menahan terpaan angin yang makin besar.
  • Tempat menyimpan cadangan makanan 
Beberapa tanaman menyimpan cadangan makanan pada akarnya. Makanan yang disimpan umumnya berbentuk pati atau tepung.

Cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar dipakai sepanjang masa-masa perkembangan spesifik serta akan dipakai untuk proses perkembangan pada masa-masa perkembangan berikutnya.

Beberapa tanaman yang termasuk herbal sangat bergantung pada cadangan makanan yang tersimpan dalam akar terlebih untuk menangani keadaan lingkungan yang jelek, umpamanya pada musim kemarau hingga tanaman itu bisa bertahan hidup.
  • Bernapas (respirasi) 
Beberapa sel yang ada pada akar juga memerlukan oksigen untuk melakukan pernapasan seperti beberapa sel pada makhluk hidup yang lain. Untuk memenuhi keperluan akan oksigen itu sendiri, maka akar mengambil oksigen dari rongga-rongga partikel tanah.

Tanah yang gembur semakin lebih gampang untuk ditembus oleh udara hingga kandungan oksigennya akan makin banyak dibandingkan dengan tanah yang padat. Tanah gembur serta banyak terkandung kompos atau tanah berpasir mempunyai banyak rongga hingga gampang ditembus oleh udara.
  • Alat perbanyakan secara vegetatif 
Akar sebagai alat perbanyakan secara vegetatif, contohnya pada pohon sukun serta cemara. Pada tanaman sukun serta cemara akar yang menyumbul dari dalam tanah bisa membuahkan tunas serta pada akhirnya jadi tanaman baru.

Batang 

Sumber: dzargon.com
Peranan batang diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Mensupport tubuh tumbuhan. 
  2. Sebagai alat transportasi air, mineral, serta beberapa bahan makanan. 
  3. Adalah tempat tumbuhnya cabang, daun, serta bunga. 
Susunan batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar. Batang ada yang tumbuh di atas tanah serta di bawah tanah. Batang yang tumbuh di dalam tanah berperan untuk menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada tanaman jahe. Batang tumbuhan tersusun dari tiga system jaringan, yakni: 
  1. Epidermis 
  2. Korteks 
  3. Endodermis 
Bentuk batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yakni: 
  1. Type lunak berair (herbaseus atau terna). Contoh: Kaktus. 
  2. Type berkayu (lignosus). Contoh: Pohon mangga, pohon beringin, pohon jati. 
  3. Type rumput (kalmus). Contoh: Tanaman padi. 
Beberapa spesies tumbuhan mempunyai batang yang mengalami modifikasi untuk manfaat yang beragam macam. Modifikasi batang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Rhizoma 
Rhizoma yaitu batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat dengan permukaan tanah. Rhizoma memiliki ruas-ruas pendek serta pada bukunya ada daun-daun seperti sisik.

Di sepanjang rhizome bisa didapati adanya akar adventif, terlebih di permukaan sisi bawah. Rhizoma adalah tempat menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean).
  • Stolon 
Stolon bentuknya serupa dengan runner, namun umumnya tumbuh lebih tegak di dalam tanah.
  • Runner 
Runner yaitu batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, biasanya di sepanjang permukaan tanah, serta memiliki ruas yang panjang, contohnya pada tanaman stroberi.
  • Umbi batang (tuber) 
Contoh pada kentang mengembangnya beberapa ruas di ujung stolon. Mata tunas pada umbi kentang adalah kuncup yang ada pada buku batang, tiap mata tunas itu akan dapat berkembang jadi individu baru.
  • Umbi lapis (bulb) 
Umbi lapis adalah kuncup besar yang dikelilingi oleh beberapa daun berdaging, dengan satu batang kecil serta pendek pada ujung bawah.

Daun berdaging memiliki kandungan cadangan makanan. Pada bawang merah, daun berdaging senantiasa dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga ditemui pada tanaman tulip, lili, dan sebagainya.
  • Umbi kormus (corm) 
Kormus serupa dengan umbi lapis namun sisi yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang. Helaian daun berupa sisik menutupi semua permukaan kormus.

Daun (Folium) 

Sumber: pixabay.com
Pada daun terjadi momen fotosintesis. Fotosintesis untuk memasak bahan makanan penyusun energi untuk tumbuhan ini dilakukan di bagian daun yang disebut dengan klorofil.

Stomata berbentuk pori-pori kecil ada di epidermis atas serta bawah daun. Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak dari pada epidermis atas daun. Hal semacam ini adalah penyesuaian tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun.

Celah stomata terbentuk jika sepasang sel penjaga stoma mengerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata yang berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 serta O2) yang ada di dalam daun dengan lingkungan luar.

Tidak hanya itu, stomata juga berperan dalam penyusunan hilangnya air dari tumbuhan. System jaringan dasar pada daun disebut juga dengan mesofil. Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi jadi jaringan pagar serta bunga karang.

Jaringan pagar bisa memiliki kandungan lebih dari 80 persen kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang adalah tempat pertukaran gas lantaran sel-selnya tersusun longgar dengan ruangan interselular yang banyak.

Tulang-tulang daun yang memiliki kandungan berkas pembuluh menyebar di seluruh mesofil. Satu berkas pembuluh terdiri atas xilem serta floem dikelilingi oleh beberapa sel parenkim berdinding tebal yang disebut juga dengan seludang pembuluh.

Berkas pembuluh yang ada pada daun tersambung secara kontinu dengan berkas pembuluh yang ada pada batang.

Hal semacam ini memungkinkan tersalurkannya air serta mineral terlarut dari tanah ke daun serta memungkinkan tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke sisi tumbuhan yang lain. Pada tumbuhan jagung serta tebu, seludang pembuluh yaitu tempat terjadinya siklus Calvin dari proses fotosintesis.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jaringan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Jaringan Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. glorybiology.co.id

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati. Pengertian Hati, Nama Lain Hati, Fungsi dari Hati, Bagian-Bagian yang terdapat dalam Hati, Organ Hati, Peran Penting Hati pada tubuh manusia dan dalam menjalani kehidupan.

Pengertian serta Struktur Hati 

Sumber: sv.tubgit.com
Hepar (hati) yakni kelenjar yang paling besar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1.300-1.550 gr dan berwarna merah kecokelatan, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak.

Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, ada di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya bersebelahan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggir kosta kanan.

Setiap lobulus terbagi dalam vena sentral yang dikelilingi oleh beberapa sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Beberapa sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam satu lobulus. Sinusoid memberikan hati struktur kenyal dan amat mungkin untuk menyimpan beberapa besar darah.

Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak umum. Seperti organ tubuh yang lain, hati menerima darah yang mempunyai kandungan oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati lewat arteri hepatik.

Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang di proses, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati lewat vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

Beberapa sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir lewat sinusoid. Mereka juga menyaring limbah serta racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat yang lain ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang berhimpun membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati lewat vena hepatika.

Setiap lobulus juga mempunyai kandungan kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh beberapa sel hati. Kapiler empedu berhimpun untuk membuat saluran empedu, yang membawa empedu dari hati.

Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu berhimpun bersama, membuat duktus hepatika. Hati menghasilkan empedu secara terus menerus, bahkan apabila usus kecil tidak memproses makanan.

Keunggulan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan di lain waktu. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil lewat saluran empedu.

Hati yakni organ padat paling besar dalam tubuh. Beberapa orang mungkin saja tidak tahu bila hati juga merupakan kelenjar paling besar dalam tubuh. Hati sebenarnya yakni dua bentuk kelenjar. Ini yakni kelenjar sekresi karena memiliki susunan spesial yang di desain untuk memungkinkan dan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu.

Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin, maka itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu yaitu cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa beberapa product limbah kedalam usus.

Ada seluruh bentuk kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk juga pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin yang lain (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

Hepar terbagi dalam: 

  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibanding dengan lobus kiri. 
  2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom. 
  3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena berhimpun jadi vena yang lebih besar dan membuat vena hepatika yang lalu menuju ke dalam vena kava inferior 
  4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lain. 

Lokasi Hati 

Sumber: penyakithati.org
Hati ada di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama pada bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di dalam perut segi atas dan segi jalan ke perut segi atas kiri.

Satu struktur berwujud tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terbagi dalam dua segi paling penting (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil.

Batas atas lobus kanan yakni pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri yakni tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (lebih kurang 3/4 inci di bawah puting).

Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk paling rendah (batas kosta).

Fungsi Hati 

Sumber: softilmu.com
Menawarkan racun 

Fungsi paling penting dari hati yakni menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya jadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber daya yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang memiliki resiko bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya jadi urea dan nantinya akan dikeluarkan bersama urine.

Metabolisme karbohidrat 

Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan dirubah jadi glikogen. Glikogen yakni karbohidrat yang terbentuk dari beberapa ratus unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan, yakni sebagai berikut:
  1. Cepat dipecah untuk menghasilkan daya 
  2. Produksi dayanya tinggi 
  3. Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel 
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan pertolongan dua hormon yaitu insulin dan glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kandungan glukosa dalam darah naik insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa jadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.

Saat kandungan glukosa di dalam darah turun, glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan jadi glukosa dan lalu akan dimetabolisme untuk menghasilkan daya.

Metabolisme protein 

Beberapa asam amino dirubah jadi glukosa lewat proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lalu dirubah jadi urea dan asam urat yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang lewat urine.

Metabolisme lemak 

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut lewat darah menuju ke hati dan dipecah jadi asam lemak dan gliserol.

Sintesis kolesterol dan protein plasma 

Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta product protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan beberapa globulin.

Penyimpanan beragam zat 

Hati yakni daerah untuk menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah 

Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru lalu produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.

Pada saat darah lewat hati, lebih kurang 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya masih tetap ada zat yang akan digunakan untuk membuat sel darah merah yang baru.

Menghasilkan zat yang melarutkan lemak 

Hati menghasilkan lebih kurang 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang ada di dalam usus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian-Bagian Hati di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hati. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com