Showing posts sorted by relevance for query struktur kromosom. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur kromosom. Sort by date Show all posts
29 March 2017

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom. Pengertian Kromosom, Fungsi Kromosom, Struktur yang dimiliki sebuah Kromosom, Penjelasan Lengkap mengenai Kromosom, dan hal penting yang perlu kita ketahui mengenai Kromosom.

Pengertian Kromosom 

Sumber: pelajaransekolahonline.com
Kromosom yakni unit genetik yang ada pada setiap inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berwujud deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein.

Setiap sel terbagi dalam tiga bagian paling penting, yaitu nukleus (inti Sel), Sitoplasma (cairan sel), dan Membran pelindung sel. Di dalam nukleus, ada benang-benang halus yang disebut juga dengan ‘kromatid’, bila terjadi pembelahan sel, benang-benang halus itu dipintal membentuk kromosom.

Kromosom yakni susunan padat yang terbagi dalam dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA. Susunan pada kromosom ini hanya akan tampak jelas pada metafase pembelahan sel.

Kromosom ini bertindak sebagai penyimpanan bahan materi genetik kehidupan. Ia terdiri dari DNA, kita pahami DNA memiliki peran sangat penting, yaitu untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, dan menyimpan setiap informasi genetik, ia dapat juga membantu langsung satu organisme untuk tumbuh. Jadi kromosom ini memiliki peranan yang besar dalam tubuh kita.

Struktur Kromosom 

Kromosom dibentuk dari DNA yang berikatan dengan beberapa protein histon. Dari Ikatan ini dihasilkan Nukleosom, yang memiliki ukuran panjang lebih kurang 10 nm.

Lalu nukleosom akan membentuk lilitan-lilitan yang sangat banyak sebagai penyusun dari kromatid (lengan kromosom), satu lengan kromosom ini lebih kurang memiliki lebar 700 nm.

Gambar berikut ini merupakan bentuk kromosom secara umum:
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni keterangan dari beberapa bagian kromosom: 

Kromatid 

Kromatid yaitu segi lengan kromosom yang terikat satu sama lainnya, 2 kromatid kembar ini diikat oleh sentromer. Nama jamak dari kromatid yakni kromonema. Kromonema biasanya terlihat pada pembelahan sel beberapa saat profase dan kadang kala interfase.

Sentromer 

Pada kromosom ada satu daerah yang tidak mempunyai kandungan gen (informasi genetik), daerah ini dinamakan Sentromer. Pada beberapa saat pembelahan, sentromer yaitu susunan yang sangat penting.

Karena di bagian inilah lengan kromosom (kromatid) sama-sama melekat satu sama lain pada masing-masing segi kutub pembelahan. Segi dari kromosom yang melekat pada sentromer dikenal dengan istilah ‘kinetokor’.

Kromomer 

Kromomer yakni susunan berbentuk manik-manik yang disebut dengan akumulasi dari materi kromatid yang kadang kala terlihat pada pembelahan beberapa saat interfase. Pada kromosom yang udah mengalami pembelahan berulang-kali, biasanya kromomer ini sangat jelas terlihat.

Telomer 

Telomer yakni bagian yang berisi DNA pada kromosom, fungsinya adalah untuk melindungi stabilitas ujung kromosom agar DNA nya tidak terurai.

Jenis Kromosom 

Sumber: zakapedia.com
Bila dibedakan bersumber pada letak sentromer pada lengan kromatid, akan ada 4 tipe kromosom:
  1. Talosentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di ujung kromosom. 
  2. Metasentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di dalam kromatid sampai secara relatif membagi kromatid jadi dua bagian. 
  3. Submetasentrik yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah, namun tidak pada bagian tengah, sampai kromatidnya terlihat sedikit lebih panjang bagiannya. 
  4. Akrosentrik, yaitu kromosom yang letak sentromer nya ada di antara tengah dan ujung lengan kromatid. 

Jumlah Kromosom 

Dalam tubuh satu organisme ada jumlah kromosom yang tidak sama. Pada Organisme ada dua bentuk kromosom, yaitu:
  1. Kromosom Seks (Genosom) yang menentukan jenis kelamin 
  2. Kromosom Tubuh (Autosom) yang tidak menentukan jenis kelamin 
Kromosom pada makhluk hidup biasanya diketahui dalam keadaan berpasang-pasangan, oleh sebab itu disebut juga dengan diploid. Kromosom diploid dipertahankan dari generasi ke generasi dengan pemebelahan mitosis (pembelahan yang menghasilkan dua anak yang berupa sama juga dengan induknya).

Kromosom yang berpasangan (kromosom homolog) memiliki bentuk, ukuran, dan komposisi yang sama. Pada manusia setiap sel somatik berjumlah 46 (kecuali sel sperma dan ovum, karena memiliki set tunggal kromosom) kromosom atau 23 pasang.

46 kromosom manusia ini yaitu dua set kromosom yang terbagi dalam masing-masing 23 kromosom, yaitu satu set maternal (dari ibu) dan satu set paternal (dari bapak). Gambar di bawah yaitu bentuk 23 pasang kromosom manusia.
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni jumlah kromosom pada makhluk hidup yang lain:
Sumber: softilmu.com

Gagasan ide konsep Penentuan Jenis Kelamin 

Ada satu gagasan ide konsep penting dalam mempelajari kromosom homolog pada sel somatik, yaitu adanya kromosom unik, yang disebut juga dengan kromosom X dan Y. Dari 23 pasang kromosom 22 pasang salah satunya adalah autosom (tidak menentukan jenis kelamin) dan 1 pasang genosom.

Wanita memiliki kromosom homolog X (XX), Meskipun kaum wanita memiliki dua kromosom X, salah satunya akan jadi tidak aktif saat beberapa masa embrio. Pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Jadi Kromosom X dan Y ini akan menentukan jenis kelamin individu, bila kromosom anak yang lahir XX ia perempuan, bila kromosomnya XY ia yakni lelaki.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kromosom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kromosom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
12 May 2017

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera. Pengertian Kingdom Monera, Klasifikasi Kingdom Monera, dan CIri-Ciri dari Kingdom Monera.

Pengertian Monera

Sumber: berpendidikan.com
Kerajaan monera adalah organisme prokariotik yang disebut sebagai organisme tertua penghuni bumi. Dua contoh golongan dari kerajaan ini yaitu bakteri serta alga biru. Organisme prokariotik sudah hidup dan selalu berevolusi di bumi, selama kurang lebih dua milyar tahun.

Serta menurut teori beberapa pakar evolusi, organisme prokariotik adalah awal dari organisme yang lainnya yang ada di bumi. Awal mulanya, organisme prokariotik digolongkan ke dalam kingdom plantae (tumbuhan) yaitu dalam Divisi Schizophyta (tumbuhan membelah diri).

Tetapi oleh karena adanya perubahan teknologi, ditemukan kenyataan baru kalau karakteristik sel prokariotik (bakteri serta alga biru) sangat tidak sama dengan anggota tumbuhan yang lainnya yang disebut sebagai sel eukariotik. Oleh karena hal inilah, maka beberapa pakar taksonomi memisahkan bakteri serta alga biru ke dalam kingdom khusus, monera.

Anggota monera adalah organisme paling primitif, badannya cuma tersusun atas satu sel saja. Dengan hal tersebut, monera cuma mengandalkan reaksi metabolisme di dalam tubuh, termasuk juga reproduksi.

Proses perkembangbiakan yang dikerjakan oleh monera sangat sederhana. Individu baru terbentuk dari hasil pembelahan induk cuma dalam kurun waktu yang sangat amat singkat (contoh: bakteri Eschericia coli mempunyai waktu generasi sepanjang 20 menit).

Oleh sebab itu, golongan monera adalah organisme yang paling banyak yang ada dibumi walaupun dibanding dengan jumlah semua spesies organisme eukariotik. Ukuran badannya yang amat kecil (mikroskopik) membuat monera bisa menempati ruangan bahkan yang paling sempit sekalipun.

Walaupun monera adalah organisme mikroskopis, tetapi monera mempunyai dampak yang besar. Ukuran badannya yang sangat kecil, membuat organisme lain (umpamanya manusia), tidak menyadari kehadiran organisme monera.

Beberapa monera bisa menyebabkan beragam macam jenis penyakit pada beberapa organisme lain seperti sifilis (raja singa) pada manusia, serta yang lainnya. Tidak cuma peran negatif, beberapa monera mempunyai fungsi yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup organisme bumi, yakni pelapukan.

Organisme atau sisi dari organisme yang sudah mati akan diuraikan (pelapukan) jadi senyawa penyusunnya, seperti carbon, nitrogen, sulfur, serta yang lainnya. Proses pelapukan ini sangat penting, lantaran bisa mengembalikan mineral ke dalam tanah yang akan dipakai kembali oleh organisme lain (yang masih tetap hidup) untuk proses perkembangan serta pertumbuhan.

Tidak hanya itu, beberapa organisme mengadakan simbiosis mutualisme dengan monera. Kurang lebih 5.000 spesies anggota kerajaan monera yang sudah diketahui. Beberapa pakar memprediksi kalau masih banyak jenis yang ditemukan berkisar 400.000 hingga 4.000.000 000 spesies.

Ciri-Ciri Anggota Kingdom Monera 

Sumber: merdeka.com

Tersusun atas satu sel (uniseluler) 

Satu diantara alasan dikeluarkannya bakteri serta alga biru dari kerajaan plantae yaitu lantaran tubuh bakteri serta alga biru (monera) tersusun oleh cuma satu sel.

Bentuk sel bervariasi 

Bentuk sel pada golongan monera sangat bervariasi, ada yang berbentu batang (basil), bulat (cocus), atau spiral, ada yang berkoloni maupun tidak. Bentuk koloni yang terbentuk dari paduan dua sel (diplobasil/diplococus), kubus (sarcina), rantai (streptococcus/streptobasil), anggur (staphylococcus/staphylobasil).

Jenis sel prokariotik 

Alasan yang paling menjadi dasar terbentuknya kingdom monera yaitu susunan sel. Seluruh anggota monera adalah sel prokariotik yakni sel yang tidak mempunyai inti sejati. Hal semacam ini dikarenakan ketiadaan membran inti pada selnya. Hingga selnya disebut juga dengan istilah nukleoid.

Mempunyai dinding peptidoglikan 

Dinding sel yang menyusun bakteri serta alga biru tidak sama dengan tumbuhan. Dinding monera terbuat dari zat peptidoglikan lalu tumbuhan tersusun atas selulosa. Walaupun demikian, beberapa bakteri dinding selnya tersusun bukan dari peptidoglikan (golongan archaebacter).

Tidak mempunyai organel bermembran 

Ketiadaan membran inti mengakibatkan organisme monera tidak mempunyai organel-organel bermembran yang lainnya, seperti: kloroplas, mitokondria, retikulum endoplasma, tubuh golgi, lisosom, serta vakuola. Dan, adapun organel yang ada pada monera diantaranya:
  • Nukleoid: kromosom yang terkumpar di sitoplasma 
  • Mesosom: pelekukan membran sel yang berperan sebagai organel respirasei (mirip mitokondria). 
  • Ribosom: berperan untuk sintesis protein. 
  • Klorofil: terkumpar dalam membran sel 
  • Membran sel. 
  • Dinding sel. 
  • Motil 
Biasanya golongan monera dilengkapi dengan alat gerak (flagel) yang memungkinkan untuk bisa bergerak. Bersumber pada letak serta jumlah flagel yang dipunyai, dibedakan:
  • Atrik, tidak mempunyai flagel. 
  • monotrik, mempunyai satu flagel pada satu diantara ujung selnya. 
  • Amfitrik, mempunyai flagel pada kedua ujungnya. 
  • Lofotrik, mempunyai banyak flagel pada satu diantara ujung badannya. 
  • Peritrik, mempunyai banyak flagel pada semua permukaan badannya. 

Habitat: kosmopolit 

Organisme mempunyai habitat yang cukup luas. Nyaris di beberapa belahan bumi bahkan juga di dalam tubuh organisme bisa ditemukan anggota monera (kosmopolit: di mana-mana).

Beragam Macam metabolisme respirasi seluler 

Golongan monera mempunyai keragaman dalam mendapatkan daya atau energi. Bersumber pada cara perolehannya, dibedakan jadi:
  • Autotrof, dapat membuat makanannya sendiri dari senyawa anorganik. Fotoautotrof mengandalkan daya sinar untuk mereduksi senyawa anorganik jadi energi, sementara kemoautotrof mengandalkan daya kimia untuk menghasilkan energi.  
  • Heterotrof, mengambil makanan dari organisme lain: 
  • Fotoheterotrof, memakai sinar untuk mengubah senyawa organik jadi ATP 
  • Kemoheterotrof, memakai senyawa kimia untuk menghasilkan ATP 
  • Saprofit, mengambil nutrisi dari organisme yang sudah mati 
  • Parasit, mengambil nutrisi dari organisme yang masih tetap hidup. 

Bersumber pada kebutuhannya akan oksigen dibedakan jadi: 

  • Aerob, memakai oksigen 
  • Anaerob, tidak memakai oksigen 

Reproduksi 

  • Aseksual (tanpa perkawinan): membelah diri serta endospora 
  • Seksual: konjugasi 

Klasifikasi Kingdom Monera 

Sumber: f87media.blogspot.co.id
Bersumber pada struktur selnya, kingdom monera digolongkan jadi dua divisi:

Archaebacteria 

Adalah golongan bakteri purba. Karakteristik yang dimiliki anggota archae tidak sama dengan anggota monera yang lain. Golongan ini ditemukan pada tempat- tempat yang ekstreem. Ciri-ciri Archaebakter yakni:
  • Tidak memliki dinding peptidoglikan 
  • Mempunyai beberapa jenis RNA polimerase 
  • Tahan pada antibiotik (streptomiesin serta kloralfenikol) 
  • Hidup di tempat-tempat ekstreem 
Archae dibedakan bersumber pada tempat hidupnya:

Methanogen, yaitu golongan archae yang menghasilkan gas metana (CH4). Golongan ini adalah organisme anaerob obligat, artinya tidak bisa mentolerir oksigen, resiprasi berlangsung secara anaerob. Bakteri ini bisa ditemukan di susunan rawa paling bawah.

Bakteri ini digunakan untuk mengubah kotoran hewan jadi biogas. Tidak hanya itu, bakteri ini ditemukan dalam simbiosis mutualisme pada system pencernaan hewan (sapi, rayap).

Halofil ekstrim, (halo “garam”; phylos “suka”). Adalah golongan archae yang ditemukan pada daerah dengan kandungan salinitas (garam) yang tinggi, seperti pada laut mati serta great salt lake. Golongan ini mempunyai pigmen orhodopsin penangkap daya matahari yang dipakai untuk menghasilkan ATP (energi).

Termofil ekstrim, golongan ini ditemukan pada tempat dengan suhu ekstrem antara 60°C – 105°C. Bakteri ini umum ditemukan pada sumber mata air panas atau kawah gunung berapi. Energi yang didapat yakni dengan kemosintesis dari senyawa sulfur.

Eubacteria 

Adalah golongan bakteri yang mempunyai dinding peptidoglikan. Golongan ini dibedakan jadi:

Spirokaeta, bersifat spiral (spiro: spiral) dengan panjang kurang lebih 0,25mm. mendapat daya melalui kemoheterotrof. Membawa dampak penyakit. Contoh: Treponema pallidum (pemicu sifilis)

Klamidia, parasit di dalam sel hewan. Contoh: Chlamydia trachomatis pemicu kebutaan yang ditularkan lewat seksual. Bakteri ini mendapat daya dari inangnya.

Bakteri gram, jenis bakteri yang didasarkan atas pewarnaan gram. Dan, ditemui dua jenis gram:
  • Gram negatif, dinding peptidoglikan tidak tebal. Berwarna merah pada pewarnaan gram. Biasanya patogen, contoh Salmonella sp. 
  • Gram positif, mempunyai dinding peptidoglikan yang tidak tipis. Berwarna ungu bila dilakukan pewarnaan gram. Biasanya menguntungkan, contoh: Basillus sp.
Cyanobacteri, adalah kelompok alga biru. Fotoautotrof dengan fotosintesis. Mempunyai klorofil a seperti pada tumbuhan. Ditemukan di air tawa, air laut, atau dalam bentuk simbiosis dengan organisme lain (fungi, membentuk lichens). Ada yang membentuk koloni, tidak mempunyai alat gerak. Contoh: Anabaena sp.

Proteobacteri, dibedakan jadi tiga golongan:
  • Bakteri ungu, mempunyai pigmen. Fotoautotrof atau fotoheterotrof. 
  • Proteobacteri kemoautotrofik, bakteri yang bersimbiosis dengan tumbuhan, contoh Nitrosomonas. 
  • Proteobacteri kemoheterotrofik, bakteri yang hidup dalam tubuh hewan. Contoh E. coli.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kingdom Monera di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kingdom Monera. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. kakakpintar.com
15 September 2016

Sitoskeleton: Pengertian, Fungsi & Strukturnya Sitoskeleton


Sitoskeleton : Pengertian, Manfaat & Strukturnya Sitoskeleton|Secara Umum, Pengertian Sitoskeleton yaitu jejaring serat yang mengorganisasi strukturdan aktivitas dalam sel. Pada saat awal mikroskopi elektron, pakar biologi mengira bahwa organel-organel sel eukariot mengambang bebas dalam sitosol.

Tetapi perbaikan mutu mikroskopi sinar ataupun mikroskopi elektron mengungkapkan keberadaan sitoskeleton (Cytoskeleton). Jejaring dan yang membentang di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton, yang memerankan utama dalam pengorganisasian susunan serta kesibukan sel, tersusun atas tiga type struktur molekular, mikrofilamen, serta filament intermedit.

Manfaat Sitoskeleton 

  • Memberi kemampuan mekanik pada sel 
  • Sebagai kerangka sel 
  • Menolong dalam gereakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin. 

Komponen-Komponen Sitoskeleton 

Saat ini mari kita saksikan lebih dekat ketiga type paling utama serat penyusun sitoskeleton yang tersusun atas tiga susunan molekular yakni seperti berikut...

1.Mikrotubulus 

Semua sel eukariot memiliki mikrotubulus (microtubule), batang-batang berongga dengan diameter sekitar 25 nm dan anjang antara 200 mm samai 25 um. Dinding tabung berongga tersebut tersusun dari protein globular yang disebut tubulin. Setiap protein tubulin merupakan diner, molekul yang tersusunatas dua subunit. Suatu dimer tubulin terdiridari dua polipeptida yang agak berbeda, tubulin a dan tubulin B. Mikrotubulus bertambah panjang melalui penambahan dimer tubulin; mikrotubulus juga diuraikan dan tubulinnya pun digunakan untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.
Membentuk dan menyokong sel serta berfungsi sebagai jalur yang dapat disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh yang tidak sama dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke membran plasma. Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin) 

  • Menjaga bentuk sel (penopang penahan-kompresi) 
  • Motilitas sel (seperti pada silia atau flagela) 
  • Gerakan kromosom dalam pemisahan sel 
  • Pergerakan organel 

2. Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

Mikrofilamen (Microfilament) adalah batang padat yang diameternya sekitaran 7 nm. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin lantaran tersusun atas molekul-molekul aktin (actin), semacam protein globular. Suatu mikrofilamen adalah seutas rantai ganda subunit-subunit aktin yang memuntir. Selain terdapat sebagai filamen lurus, mikrofilamen juga mampu membuat jejaring struktural, karena kehadiran protein-protein yang berikatan di selama segi filamen aktin serta sangat mungkin filamen baru membentang sebagai cabang. Mikrofilamen tampaknya diketemukan pada semuanya sel eukariot.

Mikrofilamen terkenal lantaran perannya dalam motilitas sel, khususnya sebagai sisi aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus, peran struktural mikrofilamen dalam sitoskeleton yaitu menahan tegangan (style taring). Jejaring berdimensi tiga yang dibuat oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam membran plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyangga bentuk sel.

Jejaring ini mengakibatkan susunan sitoplasma terluar sel, yang dimaksud korteks, mempunyai ketekunan semisolid gel, kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang terspesialisasi untuk mentraspor materi melewati membran plasma, umpamanya sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu.

Manfaat Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan tegangan) 
  • Pergantian bentuk sel 
  • Kontraksi otot 
  • Aliran sitoplasmik 
  • Motilitas sel (seperti pada pseudopodia) 
  • Pemisahan sel (pembentukan lekukan penyibakan) 

3. Filamen Intermediat 

Filamen Intermediat (Intermediate filament) dinamia dikarenakan berdiameter 8-12 nm, lebih besar dibanding dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil ketimbang mikrotubulus. Filamen intermediat terspesialisasi untuk menahan tegangan (seperti mikrofilamen) serta terdiri dari beragam kelas unsur sitoskeleton.

Setiap jenis tersusun dari subunit molekular tidak sama yang termasuk kedalam satu famili protein, yang salah satunya beranggotakan keraton. Demikian sebaliknya mikrotubulus dan mikrofilamen memiliki diameter serta komsisi yang tetaplah ada sema sel eukariot.

Filamen intermeiat merupakan pengukuh sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen serta mikrotubulus, yang dijabarkan serta dirakit kembali di beberapa sisi sel. Bahkan jika sel mati, jejaring filamen intermediat kerapkali tetap bertahan ; umpamanya, susunan terluar kulit kita terdiri atas beberapa sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Manfaat Filamen Intermediat 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan-tegangan) 
  • Tambatan nukleus serta organel lain tertentu 
  • Pembentukan lamina nukleus