Showing posts sorted by relevance for query struktur kulit. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur kulit. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit. Pengertian Kulit, Fungsi dari Kulit, Struktur yang ada dalam Kulit, Bagian-Bagian Kulit, Lapisan Kulit dan penjelasan lengkapnya. Seperti apa peranan Kulit dalam tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kulit 

Sumber: tipsmemutihkankulit.com
Kulit yakni organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan lebih kurang 7 persen dari berat tubuh keseluruhnya. Pada permukaan luar kulit ada pori–pori (rongga) sebagai tempat keluarnya keringat.

Kulit yakni organ yang memiliki banyak manfaat, satu diantaranya yakni sebagai pelindung tubuh dari beragam macam hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indera peraba, sebagai satu di antara organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Secara umum kulit memiliki 2 susunan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta ada susunan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering kali dibicarakan.

Beberapa sumber juga mengemukakan bila susunan lemak bawah kulit termasuk juga ke dalam susunan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan susunan kulit itu.

Fungsi Kulit 

Sumber: doktermeta.blog.inharmonyclinic.com
Sebagai Pelindung tubuh dari beragam macam ancaman 

Oleh karena adanya kulit sebagai segi terluar tubuh, tubuh kita dapat terlindung dari beragam macam bentuk ancaman seperti mikroorganisme yang beresiko, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba 

Pada kulit banyak ujung–ujung persyarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapatkan rangsangan, kita dapat merasakaanya lewat tubuh. Umpamanya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.

Sebagai Alat Eksresi 

Kulit yaitu tempat keluarnya keringat, keringat ini yaitu sisa metabolisme yang terdiri atas bermacam unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan lebih kurang 1 liter keringat dalam sehari, keringat itu dikeluarkan dari pori–pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

Kulit selalu membuat perlindungan agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah walaupun terjadi perubahan suhu lingkungan.

Proses ini dikerjakan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Sewajarnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak 

Segi bawah susunan dermis kulit bertindak sebagai daerah untuk menyimpan lemak. Lemak disimpan berwujud tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan bila diperlukan, umpamanya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga bertindak sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D 

Pada Kulit ada provitamin D yang datang dari makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D itu akan dirubah jadi vitamin D.

Susunan–Susunan Kulit

Sumber: christiyoda.blogspot.co.id
Susunan kulit Terdiri atas Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Susunan Dalam atau Kulit Jangat), dan Hipodermis (Susunan pengikat Bawah kulit atau Susunan Lemak kulit)

Susunan Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari)   

Susunan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat susunan jaringan epitel. Setiap Susunan pada Epidermis memiliki ciri khas sendiri, Susunan

Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sampai ia mendapatkan suplai nutrisi lewat proses difusi dari susunan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini yakni 4 Susunan pada Epidermis:

Susunan Tanduk (Stratum Korneum)

Susunan Korneum yaitu susunan kulit paling luar dari tubuh, susunan ini senantiasa mengalami deskuamasi (pengelupasan susunan paling luar) secara terus menerus.

Bermacam sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis jadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu disebut juga tersusun oleh sel–sel mati.

Susunan ini tidak dilapisi oleh pembuluh darah, hingga bila terkelupas tidak akan mengakibatkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Susunan ini bertindak untuk menghindari masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Susunan Malphigi (Stratum Granulosum)

Susunan Malphigi yaitu susunan kulit yang disusun oleh sel–sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada susunan dermis. Susunan malphigi yaitu susunan yang melakukan tindakan dalam memberi warna pada kulit manusia. Zat paling penting dalam pewarnaan kulit ini disebut juga dengan Melanin.

Tentunya kita sudah sama-sama mengetahui bila warna kulit bisa berlainan, bisa hitam, putih, sawo matang, dan sebagainya. Bila tertumpuknya melanin pada suatu tempat akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Susunan Spinosum (Stratus Spinosum)

Susunan Spinosum yaitu susunan kulit yang disusun oleh beragam sel yang tidak beraturan mempunyai bentuk. Sel–sel pada susunan ini memiliki kekuatan untuk membelah diri. Susunan ini bertindak untuk melindungi kapabilitas dan kelenturan kulit.

Susunan Basal (Stratum Germinativum)

Susunan Basal yaitu susunan kulit yang secara kontinu senantiasa membelah diri untuk memperbarui segi Epidermis yang rusak. Susunan Ini yaitu susunan paling bawah dari segi epidermis. Susunan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sampai kulit terjaga secara periodik.

Susunan Dermis (Kulit Jangat) 

Susunan Dermis (Kulit Jangat) yakni susunan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat.

Pembuluh darah pada susunan ini sangat luas sampai bisa menyimpan lebih kurang 5 persen dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini yakni keterangan untuk penyusun Kulit Dermis:

Pembuluh Darah, Yaitu pembuluh darah kapiler yang bertindak sebagai pemberi nutrisi dan oksigen pada sel–sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga bertindak dalam melindungi panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terbagi dalam ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Segi ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berbentuk sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya suatu hal.

Ujung saraf ini tidak menyebar rata ke seluruh permukaan susunan dermis, umpamanya ujung–ujung jari lebih banyak memiliki ujung–ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, yaitu kelenjar yang berperan untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang udah saya jelaskan di awal, keringat dihasilkan lalu dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan lewat pori–pori (rongga kulit). Keringat yaitu zat–zat sisa metabolisme terlebih garam dapur.

Katung Rambut, yaitu segi rambut yang memuat akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapatkan suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut ada otot–otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut ada ujung–ujung saraf perasa, sampai saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, yaitu kelenjar yang ada di sekitar batang rambut. Kelenjar minyak bertindak untuk menghasilkan minyak yang melindungi rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) 

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) yaitu jaringan ikat yang ada di bawah susunan dermis, namun batas pemisah antara segi Hipodermis dengan segi dermis ini tidak jelas.

Susunan ini yaitu daerah untuk menyimpan lemak dalam tubuh, sampai sering kali dikenal juga dengan Susunan Lemak Bawah Tubuh. Lemak itu berperan untuk melindungi dari bentrokan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber daya cadangan.
Sumber: tips-cara-memutihkan-kulit.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kulit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kulit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Anatomi dan Fisiologi Rambut

Rambut dikenal sejak zaman dahulu dengan julukan “mahkota” bagi wanita. Tetapi di zaman yang sudah maju seperti sekarang, julukan tersebut tidak lagi tertuju hanya kepada kaum wanita, namun juga untuk pria. Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan “perhiasan” yang berharga.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka para ahli kecantikan telah mengembangkan ilmu kecantikan baik kecantikan dari dalam yang sering disebut “inner beauty” maupun kecantikan dari luar atau kesehatan jasmani, mengingat hal yang menjadi kunci pokok kecantikan adalah di samping kesehatan rohani juga kesehatan jasmani. Keadaan kehidupan kita dialam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu.

Dalam ilmu kecantikan, teknik merawat dan menata rambut untuk mencapai kesehatan dan kecantikan sangat memerlukan pengetahuan pendukung yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Salah satu pengetahuan pendukung yang sangat penting adalah tentang anatomi dan fisiologi rambut beserta kelainan-kelainannya. Anatomi rambut merupakan ilmu yang mempelajari susunan rambut, fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi rambut itu sendiri. Sedangkan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya untuk dibahas karena berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Artinya bahwa pembahasan anatomi dan fisiologi rambut tentu saja tidak akan lepas dari pembahasan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut yang dalam istilah anatomi disebut sebagai patologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang adanya kelainan/ gangguan/penyakit yang ada dikulit kepala dan rambut.

A. Struktur Rambut 
Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Semua jenis rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis dari kulit. Oleh karena itu kulit kepala atau kulit bagian badan lainnya memiliki rambut. 

Rambut yang tumbuh keluar dari akar rambut itu ada 2 bagian menurut letaknya, yaitu bagian yang ada di dalam kulit dan bagian yang ada di luar kulit. Rambut terbentuk dari sel-sel yang terletak ditepi kandung akar. Cupak rambut atau kandung akar ialah, bagian yang terbenam dan menyerupai pipa serta mengelilingi akar rambut. Jadi bila rambut itu dicabut dia akan tumbuh kembali, karena papil dan kadung akar akan tetap tertinggal di sana. Anatomi rambut penting diketahui terutama bagi ahli kecantikan, supaya tidak salah dalam memilih kosmetika rambut. Untuk lebih jelasnya, Basuki (1981:15) menjelaskan tentang rambut itu sebagai berikut: 
  • Helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit. 
  • Dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun. Bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya. 
  • Terdiri dari zat horney atau disebut juga dengan keratin. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar anatomi rambut. 
Apabila kita lihat suatu penampang irisan kulit, maka akan terlihat susunan struktur rambut sebagaimana yang ada pada gambar berikut :
anatomi rambut
Keterangan Gambar:
  1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan keritingnya rambut. 
  2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 
  3. Bulp, yaitu bongkol rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle. 
  4. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar. 
  5. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit. 
  6. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil. 
  7. Pigmen (warna rambut). 
  8. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut. 
  9. Pembuluh darah. 
  10. Akar rambut. 
  11. Kelenjar keringat. 
  12. Batang rambut. 
  13. Penampang akar rambut. 
B. Susunan Rambut
Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambut yang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambut ini dapat dibagi atas:

1. Akar Rambut (Hair Folicle) 
Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam di dalam kulit. Seperti yang terlihat pada gambar di atas maka akar rambut terbagi:
  • Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentuk bola, gunanya untuk melindungi papil rambut. 
  • Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut tidak ubahnya seperti piring kecil yang tengahnya melengkung dan menonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan ia disebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama ke dalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut. Di samping itu juga terdapat di dalam papil rambut yaitu pembuluh darah dan getah bening, yang berfungsi memberi makanan kepada rambut (memelihara kehidupan rambut), serta terdapat juga saraf yang mensarafi folicle rambut. Itu sebabnya rambut tidak mempunyai saraf perasa. Oleh karenanya kita tidak merasa sakit bila rambut digunting atau dipangkas. 
  • Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnya berasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebal mempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa. Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak. Tetapi kalau lengkungannya itu lebih lengkung lagi, maka rambutnya keriting. Di dalam folicle ini bermuara kelenjar lemak (palit). 
  • Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus bulu roma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya. 
  • Matrix, disebut juga dengan umbi/tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagian yang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebut matrix atau umbi/tombol atau lembaga rambut. Mengapa pada bagian itu lebih subur ?. Ini disebabkan karena kelompok sel yang terdapat dibagian itu selalu membelah diri, membentuk bagian rambut baru. Diantara sel-sel umbi juga terdapat sel-sel melanosit. Bagian paling dalam atau tengah umbi rambut, sel-selnya berwarna keputih-putihan dan masih lembek (masih muda). Sel-sel ini masih mengandung parakeratin (sel rambut yang warnanya sudah lebih mantap, sudah keras, mengandung keratin). Parakeratin adalah zat pendahulu keratin. Sel-sel rambut yang masih muda ini terdorong ke atas oleh sel-sel yang terjadi kemudian. Makin ke atas makin mengalami proses keratinisasi penandukan.
2. Lapisan Batang Rambut
Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaan kulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambut ini terbagi pula atas 3 bagian, yakni:
  • Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untuk menentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut seperti air, shampo, conditioner, obat keriting, zat/cat pewarna rambut, bleaching. Pada rambut yang kasar lapisan cuticula nya juga kasar. Sedang pada rambut yang halus lapisan cuticula nya juga halus.
  • Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar dan merupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagai lapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambut dikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obat keriting, cat rambut, dan lain-lain. Jadi cortex ini berhubungan dengan sifat elastisitas rambut.
  • Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah. Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medulla nya. Agar jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah ini, yang menunjukkan penampang dari batang rambut.
3. Batang Rambut
Berkaitan dengan struktur maka bentuk-bentuk rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Lurus, tidak bergelombang dan tidak keriting. Biasanya rambut yang lurus dapat memberikan beberapa kemudahan kepada si pemakai misalnya dalam hal tatanan rambut, baik yang dipotong maupun yang disanggul. Mengapa demikian? Karena rambut lurus ini mempunyai folicle yang lurus dan penampangnya bulat.
  • Berombak yaitu memperlihatkan gelembung yang besar pada rambut. Hal ini disebabkan karena folicle nya melengkung dan penampangnya lonjong/oval. Rambut ini juga termasuk mudah dalam hal penataan, baik yang disanggul atau disasak maupun yang dipotong pendek.
  • Keriting, biasanya rambut yang keriting berbentuk gelombang kecilkecil atau sedang. Ini adalah karena folicle nya amat melengkung sedangkan penampangnya gepeng.
4. Klasifikasi Rambut
Bila kita perhatikan, rambut pada kepala dan tubuh, akan nyata sekali terlihat bahwa ada 4 jenis rambut, yaitu:
  • Rambut yang panjang dan agak kasar yakni rambut kepala.
  • Rambut yang agak kasar tetapi pendek yang berupa alis.
  • Rambut yang agak kasar tetapi tidak sepanjang rambut dikepala, contohnya rambut ketiak.
  • Rambut yang halus yang terdapat pada pipi, dahi, lengan, perut, punggung dan betis.
Hal ini bersamaan pula dengan yang dijelaskan oleh Hermawan (1982:66), bahwa rambut dapat dibagi atas 3 (tiga) tipe sebagai berikut:
  • Panjang sebagaimana terdapat pada kepala.
  • Pendek dan gemuk misalnya alis dan bulu mata.
  • Pendek halus dan tak berwarna terdapat diseluruh badan yang disebut juga dengan lanugo.
5. Siklus Pertumbuhan Rambut
Rambut dapat tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini disebabkan karena sel-sel daerah matrix/umbi atau tombol rambut secara terus menerus membelah. Rambut mengalami proses pertumbuhan menjadi dewasa dan bertambah panjang lalu rontok dan kemudian terjadi pergantian rambut baru. Inilah yang dinamakan siklus pertumbuhan rambut.

Siklus pertumbuhan rambut telah dimulai saat janin berusia 4 bulan di dalam kandungan. Pada usia ini bibit rambut sudah ada dan menyebar rata diseluruh permukaan kulit. Diakhir bulan ke 6 atau awal bulan ke 7 usia kandungan, rambut pertama sudah mulai tumbuh dipermukaan kulit, yaitu berupa rambut lanugo, atau rambut khusus bayi dalam kandungan.

Kemudian menjelang bayi lahir atau tidak lama sesudah bayi lahir, rambut bayi ini akan rontok, diganti dengan rambut terminal. Itulah sebabnya ketika bayi lahir, ada yang hanya berambut halus dan ada juga yang sudah berambut kasar dan agak panjang, bahkan kadang-kadang sudah mencapai panjangnya antara 2-3 centimeter. Kecepatan pertumbuhan rambut sekitar 1/3 milimeter per hari atau sekitar 1 centimeter perbulan.

Dengan demikian kalau seorang bayi lahir dengan panjang rambut 2 centimeter, berarti pada bulan ke 7 kehamilan, rambut lanugo bayi sudah diganti dengan rambut dewasa terminal. Rambut tidak mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Pada waktu-waktu tertentu pertumbuhan rambut itu terhenti dan setela mengalami istirahat sebentar, rambut akan rontok sampai ke umbi rambutnya. Sementara itu, papil rambut sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya.

Pertumbuhan rambut mengalami pergantian melalui 3 fase: yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen), baru kemudian dimulai lagi dengan fase anagen yang baru.

Lama masing-masing fase pun berbeda-beda, fase anagen lamanya berkisar antara 2-5 tahun dan rata-rata 3 tahun atau 1000 hari. Walaupun kadang-kadang ada yang sampai lebih dari 10 tahun, sehingga rambutnya bisa lebih dari 1 (satu) meter panjangnya. Itulah sebabnya maka jangan heran kalau ada wanita yang rambutnya sampai sepanjang lutut atau mata kaki. Fase katagen singkat saja hanya beberapa minggu. Sedangkan fase telogen rata-rata berkisar 100 hari.

Bila kita inginkan agar rambut tidak tumbuh lagi secara permanen, maka papil harus dibunuh secara elektrolisis. Biasanya dari proses pertumbuhan rambut ini akan terlihat rambut yang berwarna hitam dan pirang muda. Bila rambut itu berwarna hitam akan lebih besar dan tebal, tetapi bila rambut pirang/kemerah-merahan akan lebih halus.

C. Fungsi Rambut 
Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut. Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

1. Pelindung 
Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala. Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujungujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut .

2. Penghangat 
Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita.

3. Penambah Kecantikan 
Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Pertanda status sosial
Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya.

b. Identitas profesi 
Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya.

c. Menunjang penampilan 
Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan.

D. Kelainan-kelainan Kulit Kepala dan Rambut 
Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu.

Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan.

1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala 
Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut:

a. Bakteri atau mikroba
Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa;
  • Bisul (furunkulosis) Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok. 
  • Bisul batu (karbunkulosis) Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen
b. Dermatitis papilaris capillitii
Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus.

c. Kelainan karena infeksi jamur
Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan.

d. Peradangan menahun
Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.

e. Serangga
Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak langsung. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder.

f. Sindap/ketombe 
Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan.

g. Tinea capitis/kadas/ringworm 
Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama.

h. Scobiosis 
Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang. Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan.

i. Piodra 
Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa.

Tata Kecantikan Rambut

Kecantikan merupakan masalah penting baik bagi wanita sendiri maupun bagi seorang ahli kecantikan. Karena kecantikan tersebut juga butuh tentang hal-hal yang berhubungan dengan perawatan tubuh secara menyeluruh. Namun sebenarnya cantik itu tidaklah sama penilaiannya untuk setiap orang atau sangat relatif. Sampai saat ini tidak ada rumus yang baku tentang pengertian cantik, sehingga menimbulkan versi yang berbeda-beda. Pandangan cantik yang biasa dianut orang adalah bila wajah memiliki keseimbangan harmoni dan simetris antara bagianbagiannya. Namun keadaan itu tidak dapat secara konkret matematik.

Tata Kecantikan Rambut
Berbicara tentang tata kecantikan rambut dapat ditinjau dari asal katanya, seperti yang dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1991 bahwa; tata adalah sama dengan aturan, teknik atau susunan. Jadi tata merupakan kaidah seperti; mengatur, menyusun, memperbaiki dari kondisi yang ada menjadi lebih baik dan indah. Sedangkan kecantikan adalah keelokan baik wajah maupun tubuh secara menyeluruh.dengan demikian kecantikan adalah sesuatu yang indah, memiliki keseimbangan/keserasian harmoni dan simetris antara bagian tubuh lainnya sementara rambut adalah mahkota bagi pemiliknya, yang merupakan salah satu unsur penilaian penampilan seseorang. 

Dengan demikian pengertian tata kecantikan rambut adalah; suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengatur atau memperbaiki tatanan rambut, kondisi rambut yang dibentuk sedemikian rupa, dari yang ada menjadi lebih baik, indah dan mempesona, memiliki keseimbangan/keserasian dan simetris antara bagian-bagian tubuh lainnya. 

Tata Kecantikan Rambut yang mencakup hal-hal mengenai kepribadian, penampilan, kecantikan rambut yang meliputi anatomi dan fisiologi rambut, kosmetika rambut, perawatan rambut, penataan/styling, pemangkasan, pewarnaan, pengeritingan, meluruskan rambut (smoothing dan rebonding) serta menjual produk dan jasa kecantikan rambut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecantikan Rambut 
1. Faktor-faktor Umum 
Cantik itu indah dan sesuatu yang indah senantiasa mendatangkan suka cita. Kecantikan yang sempurna merupakan dambaan setiap orang, khususnya kaum wanita, berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan kecantikan. Kecantikan seseorang tidak hanya didasarkan pada bentuk lahiriah, melainkan juga kesehatan, watak serta pikiran yang jernih. Betapapun indah dan menarik rupa atau wajah seseorang, kalau tidak ditunjang dengan kondisi rambut yang sehat dan tataan yang sesuai dengan pemiliknya maka kecantikan tersebut akan sirna. Untuk itu ada beberapa hal yang mempengaruhi kecantikan diantaranya kesehatan psikis (jiwa) dan kesehatan fisik (tubuh). 

a. Kesehatan psikis 
Kesehatan psikis yang dimaksud disini adalah kesehatan yang berhubungan dengan keimanan dan sikap mental dalam mengembangkan kepribadian, sehingga tercipta kecantikan yang sempurna. Sikap mental seseorang akan tercermin dalam kepribadiannya. 

1) Kepribadian 
Sebagai manusia kita dilahirkan dengan banyak kekurangan dan kelebihan baik lahir maupun batin dalam menempuh kesejahteraan hidup. Betapa kita kewalahan dalam menanggulangi segala problema hidup yang rumit setiap hari. Kesulitan-kesulitan hidup yang mengkhawatirkan, kecewa dan kegalauan yang menderitakan hati,  dimana mungkin disebabkan oleh etika pribadi atau etika jabatan yang tidak diperhatikan pelaksanaannya dengan baik, sehingga menimbulkan ketegangan atau hubungan yang tidak serasi antar sesama manusia, antar keluarga, teman-teman dan masyarakat. 

Kepribadian itu mempunyai nilai tersendiri yang lebih berisi dibandingkan dengan kecantikan. Kecantikan itu memang suatu hal yang menonjol pada diri seseorang, namun perlu disadari bahwa hal tersebut tidak akan selamanya. Sedangkan kepribadian akan bertambah matang dengan bertambahnya usia. Sehingga kepribadian ini akan mengambil alih fungsi dari daya tarik kecantikan apalagi setelah seseorang tidak cantik lagi. Adapun kesan yang timbul dari seorang wanita yang mempunyai kepribadian: 
  • Adanya daya tarik yang memancar dari orang tersebut. 
  • Tindakannya memberikan kepercayaan pada orang lain dan juga dapat percaya pada diri sendiri. 
  • Didalam pergaulan dapat menguasai emosinya dengan baik. 
  • Dimuka umum tidak terlihat canggung dan malu.
Kelihatannya untuk mencapai hal demikian tidak begitu sulit, tetapi untuk mencapai pada taraf seperti di atas, seseorang terutama wanita, perlu menelaah dirinya terlebih dahulu dalam banyak hal, dimulai dari yang kecil sampai yang besar. Benarkah dirinya telah mengetahui fungsi kepribadian itu dengan sejelas-jelasnya. Kebanyakan mereka hanya tahu namun dalam suatu “situasi” semuanya terlupakan. Ada 3 faktor yang mendukung untuk mencapai hal yang menyangkut kepribadian, yakni sebagai berikut: 
  • Faktor sifat Sifat yang dimaksud secara umum adalah seseorang yang mencerminkan tingkah laku atau kualitetnya melalui sifat-sifat yang dipunyainya.  Dalam hal ini ada beberapa sifat tidak baik yang dipunyai seseorang terutama wanita, antara lain: sombong dan angkuh, banyak mencela, dan  galak.
  • Faktor pendidikan Ada pengetahuan dalam diri seseorang sudah tentu merupakan hal yang positif, demikian juga pada diri wanita. Problem-problem dalam hidup biasanya dipecahkan oleh adanya pengetahuan. Hal-hal yang bersifat pendidikan antara lain: percaya pada diri sendiri, memahami pergaulan, secara terbuka mau mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perbuatan yang keliru, tidak mudah terbawa arus, mau belajar dari orang lain atau dari buku-buku,  dan dapat bekerja dengan metode yang tepat, bukannya asal bekerja saja.
  • Faktor pergaulan Pergaulan sangat erat hubungannya dengan kecantikan. Bila seseorang yang cantik tapi hanya disimpan atau berdiam diri dirumah tanpa bergaul, jelas pemunculannya didepan umum akan kaku. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri bergaul dengan baik, sopan, atau selalu bersikap luwes, pandai mengendalikan emosi dan sebagainya. 
2) Keimanan
tata rambutKadar iman atau sikap mental terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akan membentuk sikap mental dan kepribadian ataupun rasa manusiawi yang disalurkan melalui etika terhadap sesama manusia/ masyarakat dalam kehidupan sehari-hari apakah jelek, baik atau luhur. Iman merupakan kemampuan jiwa (mental, psikis, rohani, batin). Dengan demikian penampilan yang cantik dan sehat berasal dari psikis/jiwa yang sehat. 

Kesehatan jiwa merupakan keadaan atau kondisi mental emosional yang mampu memelihara keseimbangan antara pikiran, perasaan atau emosi dan tindakan atau sikap, sehingga mampu menjalankan kegiatan sehari-hari dengan baik tanpa menjadi beban bagi orang lain, mampu menata diri, berdikari serta dapat merasakan ketenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin, sehingga mampu menampilkan kecantikan dan kesehatan psikis. Untuk mencapai tingkat kepribadian yang luhur (super ego), kita hendaknya memiliki sifat-sifat antara lain:
  • Rela dan menerima keadaan Dengan memiliki sifat rela dan menerima keadaan, berarti kita mampu mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi diluar jangkauan kemampuan kita sebagai manusia, sehingga badai apapun yang menimpa kita akan mampu mengatasinya. Dengan demikian kita akan merasa tenang lahir dan batin serta bersikap positif dalam menghadapi kehidupan dunia ini.
  • Jujur Kejujuran yang kita miliki akan mendatangkan kepercayaan yang baik. Kalau kita dikenal orang jujur, maka tak akan ada kesulitan yang berarti yang akan merintangi segala usaha kita dalam kehidupan ini. Segala jalan yang baik akan terbentang dihadapan kita Insya Allah akan mampu mencapai keberhasilan baik lahir maupun batin. 
  • Sabar Orang yang memiliki kesabaran berarti dia mampu menerima segala macam problema hidup dan mampu mengendalikan emosi negatifnya. Mampu mengendalikan sifat-sifat negatif yang tercela dan dapat menampilkan sifat-sifat positif yang menyenangkan. 
  • Mawas diri Seseorang yang memiliki sifat mawas diri berarti dia telah menguasai teknik berfikir dengan bijaksana dan mampu mengolah rasa yang tepat dan menyakinkan, sehingga mampu menyadari segala tingkah  laku yang kurang baik yang merupakan kelemahan dirinya. Pada dasarnya apabila kita sudah mampu menata kepribadian maka kita pun akan mampu menata pribadi orang lain. 
  • Budi luhur Sifat budi luhur seharusnya dilatih dan dipupuk terus-menerus tanpa kenal rasa bosan dan putus asa, sehingga mendarah daging. Hal ini merupakan ciri-ciri khas watak orang yang bijaksana, dan mampu menampilkan kepribadian luhur, berarti selalu pada kondisi yang prima, tentram lahir dan batin. Perasaan tentram yang dimiliki akan membawa ketenangan, keamanan dan kedamaian di dalam hati, tidak ada kegelisahan dan kesedihan yang berlaru-larut. 
b. Kesehatan fisik (tubuh)
Pada dasarnya kesehatan fisik/tubuh ini diawali sejak dari ujung kaki sampai ujung rambut. Berkaitan dengan kecantikan rambut itu sendiri diperlukan perawatan untuk mencapai kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Guna mencapai hal tersebut diperlukan langkah-langkah perawatan yang dapat dilakukan melalui antara lain perawatan secara alami dan perawatan secara modern. Sebagai contoh beberapa bahan makanan/zat gizi yang dibutuhkan untuk perawatan kulit kepala dan rambut seperti yang dijelaskan Tambunan (1980:33), bahwa makanan itu dapat dibagi menjadi 4 golongan besar seperti berikut ini: 
  • Kelompok buah-buahan dan sayur-sayuran Kelompok ini memberi vitamin dan mineral, terutama vitamin A dan vitamin C. Pada umumnya vitamin tersebut terdapat berkelompok-kelompok dalam makanan. Ada diantara vitamin tersebut yang tahan lama dan ada pula yang tidak tahan lama misalnya, vitamin C yang banyak terdapat pada makanan yang berasal dari buah-buahan seperti tomat, apel, pepaya, dan sayursayuran yang berwarna. Semua dari makanan ini akan lenyap seketika. Itu sebabnya ada diantara sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak perlu dimasak guna untuk mempertahankan vitaminnya. Vitamin A banyak terdapat pada buah-buahan yang berwarna kuning dan orange, sayur-sayuran, daun-daunan, wortel, semangka, labu, buah alpokat, dan lain-lain. Vitamin A membantu rambut tetap lembut dan menjaga agar kulit kepala tetap sehat. Kekurangan atau kelebihan vitamin A mengakibatkan kerontokan rambut.
  • Kelompok tepung beras dan gandum Jenis makanan ini merupakan makanan pokok seperti: nasi, roti, dan kue-kue. Semua makanan tersebut dibutuhkan antara lain untuk pertumbuhan rambut. Salah satu dari makanan pokok itu adalah nasi yang banyak mengandung vitamin B. Vitamin B ini sangat berguna dalam melancarkan urat saraf, berarti lancar pula vitamin tersebut sampai ke kulit kepala dan rambut. Kelompok beras yang terbaik adalah beras tumbuk yang berwarna merah, karena vitamin B yang dikandungnya amat berguna untuk kesehatan kulit kepala dan rambut. 
  • Kelompok protein Protein sangat berguna untuk mengganti jaringan tubuh yang rusak dan pertumbuhan rambut. Protein itu terus menerus diubah dalam tubuh dan untuk itulah harus diganti setiap hari. Protein itu dipecah menjadi asam-asam dalam usus kecil. Setelah itu diangkut oleh darah ke seluruh bagian tubuh yang memerlukannya. Bila protein yang dibutuhkan tubuh dapat dipenuhi dengan baik, jelas pertumbuhan rambut pun akan menjadi sehat. Sebaliknya bila kekurangan maka kulit kepala akan menjadi kering dan rambut akan terlihat kusam. Makanan yang paling banyak mengandung protein adalah susu, keju, daging, ikan dan biji-bijian yang berkulit ari seperti kacangkacangan, tempe, dan tahu. 
  • Kelompok susu Susu merupakan sumber protein yang baik dan mudah dicerna serta diserap tubuh. Dalam susu terdapat fosfor, kalsium, protein, dan riboblafin. Semua zat-zat yang terdapat di dalam susu, sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut dan kulit kepala. Bila zat ini terpenuhi jelas kulit kepala dan rambut akan sehat dan segar. Dari keterangan di atas jelaslah bahwa pengaruh makanan itu mempunyai 2 fungsi, ada makanan yang dapat memperbaiki kesehatan dan kecantikan rambut dan ada pula yang tidak. Bagi seorang wanita yang mendambakan kesehatan dan kecantikan rambut, sifat serta pengaruh makanan perlu dipahami dengan baik, lebih baik lagi kalau ia mempunyai catatan satu persatu. Untuk masa sekarang ini sudah tentu harus lebih ilmiah lagi berdasarkan keterangan yang dapat diterima akal sehat. 
2. Faktor-faktor Khusus 
Faktor khusus yang dimaksud dalam hal ini adalah beberapa faktor yang berkaitan erat dengan keadaaan kulit kepala dan rambut Berbagai faktor khusus yang mempengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut antara lain:

a. Faktor hormonal
Faktor hormonal adalah terjadinya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh yang akan mengakibatkan aktifitas kelenjar minyak berlebihan. Aktifitas kelenjar minyak berlebihan itu akan mengakibatkan kulit kepala dan rambut sangat berminyak. Hal ini dikarenakan produksi minyak berlebihan yang memungkinkan timbulnya kelainan-kelainan kulit kepala berupa dandruff (ketombe).

b. Faktor keturunan
Rambut seseorang dapat ditentukan dalam percampuran gen ayah dan ibu, sehingga semua kerusakan atau kelainan pada rambut bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetic). Hal ini sangat terlihat pada pria, bila sang ayah berambut tipis atau cenderung botak, maka anak lelakinya akan mengalami hal yang sama pada usia tertentu. Selain itu pertumbuhan uban yang dialami oleh seseorang pada usia dini juga merupakan faktor keturunan. Jadi jelaslah bahwa faktor keturunan berpengaruh terhadap kesehatan dan kecantikan rambut.

c. Faktor iklim
Faktor iklim juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Sebagai contoh ada orang tertentu yang tidak tahan terhadap udara panas ataupun udara yang terlalu dingin, yang akan mengakibatkan kondisi kulit kepala dan rambut berketombe, kering, kusam dan rontok. Pajanan sinar matahari secara terus menerus dapat membuat rambut menjadi pecah-pecah/berbelah, kusam dan merah. 

d. Faktor mekanis
Faktor mekanis adalah disebabkan karena terjadinya benturan, tekanan, tarikan secara berulang yang dapat mengakibatkan kerontokan hingga kebotakan rambut. Contoh; seorang pria yang selalu mengenakan topi baja, sehingga terjadi penekanan pada kepala secara terus-menerus yang akan mengakibatkan rambut rontok dan botak. Begitu juga dengan wanita yang sering melakukan penarikan rambut yang diikat kencang, sering memakai wig, perlakuan pemakaian bahan-bahan kimia (kosmetika yang bersifat basa tinggi), memakai jilbab yang secara terus menerus tanpa memberi nafas pada rambut.

e. Faktor makanan
Makanan yang dimakan sangat berpengaruh pada kesehatan dan kecantikan rambut. Misalnya makanan yang banyak mengandung lemak/pedas, dapat memicu kelenjer lemak dipori-pori kulit kepala, keringat banyak keluar, pori-pori terbuka, maka rambut mudah tercabut dari akarnya. Pemakaian obat-obatan, kondisi orang yang rentan terhadap obat, rambutnya akan mengalami kelainan/ kerusakan, stress dan kelelahan. Rambut yang tumbuh kuat, lembut dan bercahaya adalah cerminan dari tubuh yang sehat. Untuk memiliki rambut yang indah dan bercahaya tentunya memerlukan pasokan vitamin, mineral dan gizi lainnya yang memadai..

Air merupakan nutrisi penting. Karena, hampir seperempat dari berat rambut terdiri dari air. Kelembapan akibat adanya air menyebabkan rambut menjadi lembut. Untuk itu minumlah air putih paling sedikit 6 gelas setiap hari. Jumlah itu harus ditambah bila melakukan kegiatan yang banyak mengeluarkan keringat. Olahraga selama 20 menit yang dilakukan 5 kali seminggu sangat berguna untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.

Beberapa bahan makanan yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan kesuburan rambut adalah berupa beras tumbuk yang berwarna merah, kacang-kacangan dan biji-bijian, karena kesemuanya itu mengandung vitamin, serat, dan lemak esensial yang dibutuhkan oleh rambut. Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah dan sayuran segar serta polong-polongan seperti kedelai karena banyak mengandung vitamin, mineral, phytonutrient dan serat yang baik untuk pencernaan serta menjaga kesehatan. Daging dan lemak sebaiknya jangan dikomsumsi berlebihan. Walaupun keduanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Kerontokan rambut bisa terjadi bila terlalu banyak menyantap makanan berkadar lemak tinggi.

Tidur yang cukup juga dibutuhkan untuk mendapatkan kesehatan yang optimal. Jangan lupa menghilangkan gaya hidup yang penuh stress dengan melakukan latihan relaksasi seperti meditasi, yoga, qigong, atau tai-chi. Berikut beberapa zat gizi yang penting agar dapat memiliki rambut yang sehat dan bercahaya, antara lain:

1) Protein Rambut terdiri dari protein yang jumlahnya sekitar 98%. Walaupun protein merupakan zat dasar utama pembangun rambut, namun mengkonsumsi protein secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan tubuh menjadi terlalu asam. Bila hal ini terjadi, maka ginjal perlu mem buffer substansi asam ini dengan kalsium (Ca++) sebelum dikeluarkan melalui air kemih. Bila keadaan ini berlangsung lama tentunya dapat mengakibatkan berkurangnya kalsium tubuh, termasuk kalsium pada rambut. Keadaan ini tentunya akan mengakibatkan rambut menjadi tidak sehat. Protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein yang rendah lemak seperti misalnya ikan, daging ayam kampung, biji-bijian, buah-buahan dan polong-polongan termasuk kacang kedelai.

2) Vitamin A Vitamin A membantu rambut tetap lembut dan menjaga agar kulit kepala tetap sehat. Kekurangan atau kelebihan vitamin A mengakibatkan kerontokan rambut. Tubuh mendapat vitamin A melalui dua sumber. Melalui retinol yang didapat dari makanan berasal dari hewan dan melalui beta karoten yang didapat dari makanan berasal tumbuhan. Dewasa ini sudah banyak tersedia suplemen beta karoten berbentuk tablet. Suplemen tersebut harus ditelan bersama makanan, karena untuk penyerapannya dibutuhkan sejumlah lemak yang terdapat di dalam makanan. Guna menjaga kesehatan rambut, dibutuhkan 10.000-25.000 IU beta karoten per hari yang akan diubah menjadi vitamin A bila dibutuhkan.

3) Vitamin E (alfa tokoferol) Vitamin E merupakan salah satu vitamin untuk kesehatan rambut. Makanan yang merupakan sumber vitamin E antara lain alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, padi-padian, minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak jagung, selada, kol dan beberapa sayuran berdaun hijau tua seperti brokoli dan bayam. Untuk menjaga kesehatan rambut dan sebagai antioksidan dibutuhkan 200-400 IU vitamin E setiap hari.

4) Vitamin B kompleks Semua vitamin B penting untuk mempertahankan sirkulasi dan warna rambut. Vitamin B kompleks mencakup sejumlah vitamin yang bisa didapat dari sumber yang sama antara lain hati dan ragi. Salah satu golongan vitamin B kompleks ini adalah biotin, yang dinamakan juga dengan vitamin H yang sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut. Biotin ini banyak ditambahkan pada berbagai produk shampo. Makanan yang kaya biotin antara lain kacang-kacangan, biji-bijian, hati, kuning telur, ragi dan sayuran.

5) Vitamin C (asam askorbat) Vitamin C penting untuk kekuatan dan kelenturan rambut, serta menjaga agar rambut tidak rusak dan bercabang. Vitamin ini membantu produksi kolagen yang merupakan salah satu penopang utama integritas struktur tubuh. Kolagen yang merupakan protein berbentuk serabut kuat ini akan membentuk jaringan ikat yang penting untuk kekuatan rambut. Sumber vitamin C didapat dari sayuran dan buah segar seperti jeruk, tomat, buah kiwi, pepaya, stroberi, anggur, cabai, kubis dan brokoli.

6) Yodium (iodine) Untuk kelangsungan fungsi kelenjar tiroid yang normal diperlukan yodium yang cukup. Bila asupan yodium dari makanan berkurang maka sintesis hormon tiroid juga akan berkurang. Keadaan ini menyebabkan turunnya kadar tiroksin bebas. Berkurangnya kadar tiroksin (T4) di dalam darah akan menyebabkan rambut menjadi kusam dan ujungnya pecah-pecah. Makanan yang banyak mengandung yodium umumnya berasal dari laut seperti ikan, kerang laut, ganggang laut yang dikeringkan dan garam beryodium. Makanan Jepang seperti wakame, hijiki, atau ganggang laut arame juga kaya yodium. Semua makanan tersebut di atas dapat membuat rambut menjadi lebat, hitam dan berkilap.

7) Zat besi (Fe), tembaga (Cu) dan seng (Zn) Ketiga zat tersebut merupakan mineral penting untuk menjaga kesehatan rambut. Kemampuan darah untuk mengangkut oksigen dan zat makanan ke seluruh jaringan termasuk rambut dan kulit kepala tergantung dari adanya zat besi dan tembaga. Zat besi banyak terdapat dalam makanan seperti hati, jantung, kuning telur, kerang, ragi, kacang-kacangan dan buah-buahan kering tertentu. Dalam jumlah sedang, zat besi juga dapat ditemukan pada daging, ikan, unggas, sayuran berwarna hijau dan biji-bijian. Zat tembaga membantu pembentukan pigmen rambut. Zat seng penting untuk pembentukan protein di dalam rambut dan mencegah timbulnya problem rambut yang berhubungan dengan diet.

8) Cysteine Cysteine adalah asam amino yang ditemukan dalam jumlah besar salah satunya pada rambut. Cysteine bisa didapat dari telur, daging dan produk dari susu. 9) Selenium Dalam kehidupan sehari-hari selenium bisa didapat dari makanan seperti padi-padian, biji bunga matahari, bawang putih, daging dan makanan laut terutama ikan tuna dan tiram. Untuk mendapatkan rambut yang sehat dibutuhkan kecukupan selenium dari makanan. Kebutuhan selenium sehari berkisar 100-200 mcg. Selenium dosis besar bersifat toksik dan dapat menimbulkan keracunan dengan gejala rambut rontok.

10) Silika Silika merupakan salah satu elemen yang banyak ditemukan pada permukaan bumi. Silika ini ternyata juga banyak ditemukan pada tubuh manusia dan merupakan bagian yang cukup penting dalam mempertahankan struktur rambut. Defisiensi silika akan menyebabkan rontoknya rambut. Sumber silika banyak ditemukan dalam biji-bijian, buah segar, sayuran dan tumbuhan horsetail (Equisetum arvense, E. hiemale).

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian Protein :Struktur, Jenis, Dan Proses Protein

Pengertian Protein

Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural,seperti karbohidrat dan lemak.Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.

Struktur Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur Karbon(C),Hidrogen(H),Oksigen(O),Nitrogen(N) dan kadang-kadang mengandung zat Belerang(S),dan Fosfor(P).

Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer.Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2),satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R).

Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida.Ikatan Peptida adalah ikatan antara gugus karboksil satu asam amino dengan gugus amin dari asam amino lain yang ada di sampingnya.Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (Polipeptida).Polipeptida di dalam tubuh manusia disintesis di dalam ribosom.Setelah disintesis,protein mengalami”pematangan”menjadi protein yang lebih kompleks.

Asam amino yang diperlukan tubuh ada 20 macam.sepuluh diantaranya sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel tubuh manusia dan tidak dapat dibuat dalam tubuh,sehingga harus didapatkan dari luar tubuh.Asam amino itu disebut asam amino esensial.selain asam amino esensial terdapat juga asam emino non-esensial.Asam amino non-esensial merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh manusia.Bahan bakunya berasal dari asam amino lainnya.Namun ada juga yang mengatakan bahwa asam amino terbagi menjadi 3,ditambah dengan asam amino semiesensial.Asam amino semiesensial adalah asam amino yang dapat menghemat pemakaian beberapa asam amino esensial.

Jenis-Jenis Protein

Dalam jenis atau macam-macam protein terbagai atas 3 bagian antara lain..

  • Jenis Protein Berdasarkan Fungsinya 

Protein terdiri atas 3 macam atau jenis berdasarkan Fungsinya antara lain sebagai berikut:

  1. Protein Sempurna : protein sempurna adalah protein yang didalamnya terkandung asam amino yang lengkap. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Protein sempurna pada umumnya terdapat pada protein hewan. 
  2. Protein Kurang Sempurna : protein kurang sempurna adalah protein yang asam aminonya lengkap tetapi jumlah dari beberapa asam amino sedikit. Protein kurang sempurna tidak mampu mencukupi pertumbuhan, tetapi protein kurang sempurna ini dapat mempertahankan jaringan yang telah ada. Contohnya protein pada lagumin yang terdapat pada kacang-kacangan dan giladin pada gandum. 
  3. Protein Tidak Sempurna : protein tidak sempurna adalah protein yang kurang atau tidak memiliki asam amino esensial. Protein tidak sempurna tak mampu mencukupi pertumbuhan dan mempertahankan yang telah ada sebelumnya. Contohnya, Zein yang terdapat pada jagung, dan beberapa protein yang ada pada tumbuhan. 

Jenis Protein Berdasarkan Komponen-Komponen Penyusunnya

Jenis-jenis protein berdasarkan komponen-komponen penyusunnya terbagi atas 3 antara lain.

  1. Protein Sederhana (Simple Protein) : protein sederhana adalah protein dari hasil hidrolisa, total protein ini merupakan campuran atas berbagai macam asam amino. 
  2. Protein Kompleks (Complex Protein) : protein kompleks adalah protein dari hasil hidrolisa total protein jenis ini yang terdiri dari berbagai macam asam amino selain itu juga tedapat komponen-komponen yang lain seperti unsur logam, gugusan phospat. dll Contohnya hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein dan masih banyak lagi). 
  3. Protein Derivat (Protein derivative) : protein derivat adalah protein yang merupakan ikatan antara (intermediate product) yang merupakan hasil dari hidrolisa parsial yang berasal dari protein native. Contohnya albumosa, peptone dan masih banyak lagi.

Jenis Protein Berdasarkan Sumber Protein

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani.

  1. Protein Nabati : Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contohnya, kedelai, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 
  2. Protein Hewani : Protein nabati adalah protein yang berasal dari hewan. Contohnya, daging, susu, keju, telur dan ikan. 

Fungsi Protein

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional.

Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh makhluk hidupContoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel.Ada juga protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup.Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam tubuh,untuk:

  1. Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel lainnya
  2. Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ tubuh
  3. Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.
  4. Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)
  5. Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh.Sebagai senyawa penahan/bufer,protein berperan besar dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
  6. Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
  7. Kekurangan protein di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit.Seperti kwashiorkor,anemia,radang kulit,dan busung lapar yang disebut juga hongeroedem.Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.

Proses Protein Dalam Tubuh

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.

Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.