Showing posts sorted by relevance for query struktur otak manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query struktur otak manusia. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com

Pengertian Kepribadian : Aspek, Ciri-Ciri Dan Unsur Kepribadian

Pengertian Kepribadian 

Pengertian Keperibadian adalah corak tingkah laku sosial yang teridiri dari corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap yang melekat pada seseorang jika berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Istilah kepribadian adalah konsep yang luas sehingga tidak mungkin membuat definisi berlaku untuk semua orang. Dapat dikatakan kepribadian merupakan latar belakang corak perilaku seseorang.

Kepribadian mencakup kebiasaan, sikap,sifat, yang dimiliki seseorang yang berkembang ketika seseorang berhubungan dengan orang lain. Kepribadian sangat kaitannya dengan nilai dan norma, dan perilaku.. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dibawah ini..
Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Seperti penjelasan diatas, kepribadian merupakan konsep luas yang, sehingga pengertian kepribadian banyak ditanggapi berbeda-beda oleh para ahli Sosiologi. Namun dari definisi pengertian kepribadian saling melengkapi dan memperkata konsep kepribadian.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli - Beberapa definisi kepribadian menurut para ahli sosiologi antara lain sebagai berikut :
  • Gordon W. Allport: Menurutnya, pengertian kepribadian adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya. 
  • M.A.W. Brower: Pengertian kepribadian menurut M.A.W. Brower adalah corak tingkah laku sosial yang terdiri dari corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang. 
  • Theodore M. Newcomb: Menurut Theodore M. Newcom bahwa pengertian kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (predispositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang pemiliknya. 
  • John F. Cuber: Menurut John F. Cuber, kepribadian adalah keseluruhan sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang. 
  • J. Milton Yinger: Kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu dengan berinteraksi dengan serangkaian situasi. 
  • Menurut Horton (1982:12), Pengertian kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakanseseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan berperilaku yang baku, atau berpola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
  • Schaefer & Lamm (1998:97) mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan ciri-ciri unik, perilaku, pola sikap, dan kebutuhan seseorang.Pengertian  pola adalah sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalau dikatakan pola sikap, maka sikap tersebut telah baku, berlaku terus-menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi. perilaku yang sudah baku, yang cenderung ditampilkan seseorang jika ia dihadapkan pada situasi kehidupan tertentu juga merupakan pengertian dari pola perilaku. Individu manusia yang pada dasarnya memiliki kepribadian pemalu cenderung menghindarkan diri dari kontak mata dengan lawan bicaranya.
  • Pengertian kepribadian menurut Sujanto, menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu totalitas psikofisis yang rumit dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  • Menurut Kartini dan Dali (2006), pengertian kepribadian adalah tingkah laku khas dan sifat seseorang seseorang yang membuatnya berbeda dengan orang lain. Kemudian, kepribadian dapat juga berarti integrasi karakteristik dari pola, minat, tingkah laku, potensi, minat, pendirian, kemampuan dan struktur-struktur yang dimiliki seseorang; Definisi kepribadian secara umum menurut Kartini adalah segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  • Pengertian kepribadian menurut Koetjaraningrat, bahwa  kepribadian adalah beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsekuen dalam bertingkah laku, sehingga individu memiliki identitas khusus yang berbeda dengan orang lain. 

Aspek-Aspek Kepribadian 

Aspek-aspek peribadian - Menurut Abin Syamsuddin (2003) yang mengemukakan mengenai aspek-apek kerpibadian yaitu sebagai berikut :
  1. Karakter, adalah konsekuen tidaknya mematuhi etika perilaku konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat. 
  2. Temperamen, adalah disposisi rekatif seorang, atau cepat lambatnya mengenai mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan  akan yang datang dari lingkungannya. 
  3. Sikap, ialah sambutan terhadap objek yang sifatnya positif, negatif atau ambivalen. 
  4. Stabilitas emosi, yaitu ukuran kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan lingkungannya, Misalnya mudah tidak tersinggung, marah, putus asah atau sedih. 
  5. Responsibilitas (tanggung jawab), yaitu kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Misalnya mau menerima risiko yang wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.  
  6. Sosiabilitas , adalah disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Misalnya, sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.  
Ciri-Ciri Kepribadian 

Ciri-ciri kepribadian merupakan karakteristik yang menggambarkan perilaku dan budi pekerti seseorang. Ciri-ciri kepribadian adalah sebagai berikut :
  1. Ketekunan
  2. Ambisi
  3. Kelainan seksual 
  4. Timbulnya kecenderungan turunan                                                 
Ciri-Ciri Kepribadian Sehat 
  1. Mampu menilai diri sendiri secara realistik, mengenai kelebihan dan kekurangan baik secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya. 
  2. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang dieroleh dan diraih secara rasionalm tidak menjadi sombong, angkuh, atau mengalami superiority compelx jika memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan. 
  3. Kemandirian; mempunyai sifat yang mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dilingkungannya. 
  4. Mampu menilai secara realistik; dapat menghadapi situasi dengan kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan sebagai sesuatu yang sempurna. 
  5. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya dengan berdasarkana filsafat hidup berakar dari keyakinan agama yang dianutnya. 
  6. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah yang terdapat dilingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain misalnya dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya. 
  7. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai dengan kebahagian, yang didukung faktor-faktor achiement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang). 
  8. Penerimaan sosial; mau berpartisipasi aktif di kegiatan sosial dan mempunyai sikap bersahabat dalam berhubungan terhadap orang lain. 
  9. Berorientasi tujuan; dapat memutuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya yang berdasarkan pertimbangna secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan. 
  10. Mampu mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustasi, depresi, atau stress secara positif atau konstrutik, tidak desktruktif (merusak). 
  11. Menerima tanggung jawab; dia memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. 
Ciri-Ciri Kepribadian Tak Sehat
  1. Mudah marah (tersinggung) 
  2. Hiperaktif
  3. Sulit tidur
  4. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
  5. Pesimis dalam menghadapi kehidupan 
  6. Sering tertekan (stress atau depresi) 
  7. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan 
  8. Bersikap kejam atua senang mengganggu orang lain yang usianya jauh lebih muda atau tdengan binatang 
  9. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang walaupun sudah diperingati atau dihukum 
  10. Senang mengkritik.mencemooh orang lain 
  11. Kurang bergairah (bermuram durja) di kehidupan yang dijalani 
  12. Kurang mempunyai kesadaran untuk mentaati ajaran agama 
  13. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)

Unsur-Unsur Kepribadian/Susunan Kepribadian 

Pola-pola perilaku dari setiap manusia secara individual sebenarnya unik dan berbeda satu sama lainnya. Perilaku manusia ditentukan dari naluri, dorongan-dorongan, refleks-refleks, atau kelakuan manusia yang tidak dipengaruhi lagi dan ditentukan melalui akal dan jiwanya seperti tindakan yang membagi buta.

Unsur-Unsur Kepribadian - Unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan perilaku tiap-tiap individu itu disebut susunan kepribadian  yang meliputih dari hal-hal dibawah ini :
  • Pengetahuan 
Pengetahuan individu terisi dengan fantasi, pemahaman, dan konsep-konsep yang lahir dari pengamatan dan pengalaman mengenai bermacam-macam hal yang berbeda dari dalam lingkungan individu tersebut. Semua itu direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkapkan oleh individu dalam bentuk perilaku.
  • Perasaan 
Perasaan adalah suatu keadaan kesadaran manusia dengan menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap suatu. Bentuk penilaian itu dipengaruhi oleh pengetahuannya. Sehingga perasaan selalu bersifat subjektif dengan adanya unsur penilaian sebelumnya, yang dapat jadi berbeda dengan penilaian orang lain. Perasaan mengisi penuh kesadaran manusia ditiap saat dalam hidupnya.
  • Dorongan Naluri 
Dorongan naluri adalah kemauan yang suda menjadi naluri bagi setiap manusia. Sedikitnya terdapat tujuh macam dorongan naluri antara lain sebagai berikut :
  1. Dorongan untuk mempertahankan hidup
  2. Dorongan seksual 
  3. Dorongan untuk mencari makan 
  4. Dorongan untuk berbakti 
  5. Dorongan untuk bergaul dan juga berinteraksi antar sesama manusia
  6. Dorongan dalam meniru setiap tingkah laku dari sesamanya 
  7. Dorongan akan keindahan bentuk, warna, suara, dan gerak

Jenis-Jenis Kepribadian Manusia

Manusia memiliki beberapa macam atau jenis kepribadian antara lain sebagai berikut :

  • Introvert (Introversion) 
Introvert atau interoversion adalah kepribadian manusia yang mengutamakan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia dengan sifat atau jenis kepribadian introvert adalah cenderung menutup diri dari kehidupan luar yang lebih senang berada di kesunyian atua kondisi tenang, dari pada tempat yang banyak orang.
Ciri-Ciri Introvert 
  1. Pemikir
  2. Pendiam 
  3. Senang menyendiri
  4. Pemalu 
  5. Susah bergaul (kuper) 
  6. Lebih senang bekerja sendirian 
  7. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction)
  8. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan 
  9. Senang berimajinasi 
  10. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan 
  11. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi 
  12. Jarang berbicara, tetapi suka mendengarkan orang bercerita 
  13. Senang dengan kegiatan tenang misalnya membaca, memancing, bermain komputer dan bersantai. 
  • Extrovert (Extraversion) 
Extrovert atau Extraversion adalah kepribadian manusia yang mengutamakan dunia luar manusia tersebut. Extrovert merupakan kebalikan dari introvert. Jadi manusia dengan sifat atau jenis kepribadian extrovert adalah kepribadian yang cenderung membuka diri dengan kehidupan luar yang lebih beraktivitas dan lebih sedikit berpikir serta orang yang senang berada di keramaian atau kondisi yang terdapat banyak orang, dari pada di tempat yang sunyi.
Ciri-Ciri Extrovert (Extraversion) 
  1. Aktif 
  2. Senang bersama orang 
  3. Percaya diri (kadang dapat berlebihan) 
  4. Senang beraktivitas 
  5. Lebih senang jika bekerja kelompok 
  6. Gampang bergaul (supel) 
  7. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang dibanding dengan sekaligus 
  8. Lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata 
  9. Berbicara/melakukan dulu baru berpikir 
  10. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi 
  11. Lebih senang untuk bercerita, dari pada mendengarkan orang yang bercerita
  12. Senang dengan kegiatan yang banyak orang seperti jalan-jalan, nongkrong, berpesta, dan pergi konser
  • Ambievert (Ambiversion) 
Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang dapat berubah-ubah dari introver menjadi extrovert atau sebaliknya. Ambiever merupakan kepribadian manusia dengan dua kepribadian yaitu introvert dan extrovert. Mempunyai kepribadian ambievert yang dapat dibilang baik karena manusia tersebut bersifat fleksibel untuk beraktivitas sebagai introvert mapun extrovert serta berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Ambievert sering terlihat moody, karena sifat yang sering berubah-ubah.

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com