Showing posts sorted by relevance for query tata surya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tata surya. Sort by date Show all posts
13 April 2017

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 March 2017

Proses Terbentuknya Bumi

Proses Terbentuknya Bumi. Pengertian Bumi, Proses Terbentuknya Bumi, Berbagai Macam Teori yang diakui dalam Penjelasan Terbentuknya Bumi, dan segala Hal yang menjelaskan bagaimana Bumi ada hingga saat ini. Dan apa-apa saja yang menjadi bagian dari Bumi.

Pengertian Bumi 

Sumber: sariwaran.com
Bumi adalah tempat semua makhluk hidup menjalankan kehidupan, namun tahukah anda proses terbentuknya bumi?

Pada kesempatan ini kita akan menerangkan kedua proses terbentuknya bumi yakni proses terbentuknya bumi secara singkat serta proses terbentuknya bumi bersumber pada teori-teori dari beberapa pakar yang dihubungkan bersama dengan teori-teori perkembangan bumi.

Seperti yang kita pahami kalau bumi terbentuk kurang lebih 250 juta tahun waktu lalu di mana pada saat itu daratan tidak terpisah-pisah yang diberi nama sebagai Pangea.

Sewaktu 200 juta tahun waktu lalu terbentuklah dua benua besar hasil dari pecahan Pangea yakni Laurasia serta Gondwana. Laurisia saat ini terbagi dalam benua Amerika Utara, Asia Timur, Eropa serta sibagian dari Asia Tengah.

Sedangkan Gondwana terbagi dalam Afrika, Australia, Amerika Selatan, Indian, serta Asia sisi yang lain. Tidak berlangsung lama, lantas dua benua besar terpecah-pecah, tenggelam, serta bertubrukan dengan sisi yang lain.

Bumi terdiri atas beberapa susunan yang didalamnya ada bahan material pembentuk bumi serta semua kekayaan alam. Dalam bumi ada bentuk yang beragam dari mulai daratan, pegunungan, lautan, lembah, danau, perbukitan dan sebagainya.

Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya hingga proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya..

Proses Terbentuknya Bumi

Sumber: faridhendrapradana.wordpress.com
Dalam terbentuknya bumi tidak di ketahui secara pasti namun yang di ketahui kalau proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya yang menurut pendapat beberapa pakar yang menyampaikan teori-teorinya proses terbentuknya tata surya yang juga merupakan proses terbentuknya bumi diantaranya sebagai berikut ini:

Teori Nebula (Kabut) 
Sumber: luciafebriarlita17.wordpress.com
Teori Nebula disebut juga dengan Teori Kabut Kant-Laplace yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) serta Peiere De Laplace (1796). Teori ini menerangkan kalau di jagat rayat ada gas yang berkumpul jadi kabut (nebula).

Kabut itu berbentuk debu, es, serta gas yang beberapa unsur gas berbentuk hidrogen. Adanya gaya gravitasi membuat kumpulan kabut yang amat besar dan kemudian berkurang serta mengeras dan berputar makin cepat.

Dalam proses rotasi yang amat cepat, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah serta memadat lantaran pendinginan. Bagian yang terlepar itu lantas membentuk planet-planet dalam tata surya.

Tahap-tahap terbentuknya bumi pada teori tebula yaitu sebagai berikut ini:
  1. Matahari serta planet-planet masih tetap berupa gas, kabut yang pekat serta besar. 
  2. Kabut berputar serta memadat yang terjadi dipusat lingkaran lantaran gaya gravitasi 
  3. Lantas terbentuk planet-planet dari materi-materi kecil pada saat yang bersamaan terbentuknya matahari yang lebih kecil dari matahari 
  4. Materi itu makin membesar serta tumbuh melakukan gerakan teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang tetap serta membentuk susunan keluarga matahari.
Toeri Planetisimal 
Sumber: renanurifa.wordpress.com
Teori Planetisimal dikemukakan oleh Forest Ray Multon seseorang pakar astronomi serta bersama rekannya Thomas C. Chamberlain, pakar geologi, pada awal era ke-20.

Teori ini menyampaikan kalau matahari terbagi dalam gas yang bermassa besar serta suatu saat bintang melintas disamping matahari yang amat dekat yang nyaris terjadi tabrakan.

Dekatnya bintang serta matahari ada dampak gaya gravitasi yang menyebabkan tertariknya gas serta materi ringan di bagian tepi, dari besarnya gaya gravitasi beberapa materi terlempar meninggalkan permukaan matahari.

Dan permukaan bintang serta membentuk gumpalan-gumpalan akibat dari penyusupan, lantas terjadi pendinginan serta padat, terbentuklah planet-planet yang mengitari matahari.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal) 
Sumber: hettyherawati2704.wordpress.com
Teori pasang surut dikemukakan oleh James Jeans serta Harold Jeffereys pada tahun 1918. Teori ini menjeaskan kalau ada sebuah bintang besar yang mendekati matahari yang masih tetap berupa gas, dari besarnya massa matahari serta besarnya massa bintang yang melaju membentuk satu sebagian tonjolan pada matahari yang dikarenakan gaya tarik bintang yang melaju.

Makin menjauhnya bintang melaju dengan matahari sebagian tonjolan itu berpisah serta membentuk satu gumpalan-gumpalan gas yang membeku serta terbentuklah plant-planet baru termasuk juga salah satunya bumi.

Teori Bintang Kembar 
Sumber: sejarahbumi.wordpress.com
Teori bintang kembar dikemukakan oleh R. A. Lyttleton seseorang pakar Astronomi. Menurut dia, kalau teori ini datang dari bintang kembar yang berkombinasi.

Di mana satu diantara bintang meledak hingga bahan materialnya terlempar, dari besarnya gaya gravitas bintang yang tidak meledak bikin material yang terlempar lantas akan tertarik serta mengitari matahari.

Bintang yang tidak meledak disebut juga dengan matahari. Sedangkan pecahan bintang yang lain yaitu planet-planet yang mengelilinya.

Teori Big Bang 
Sumber: kumpulanmisteri.com
Teori Big Bang bermula dari puluhan milyar tahun lalu yang awalannya ada gumpalan kabut raksasa yang berputar pada prosesnya lantas.

Putaran itu memungkinkan beberapa sisi kecil serta ringan terlempar ke luar dan sisi besarnya berkumpul di pusat dengan membentuk cakram raksasa di mana suatu ketika terjadi ledakan dasyat dari gumpalan besar itu membentuk galaksi serta nebula-nebula.

Selama lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula itu membuka serta membentuk galaksi bimasakti, berikutnya membentuk sistam tata surya, Gumpalan yang terlempar keluar mengalami kondensasi hingga membentuk gumpalan-gumpalan yang dingin serta memadat. Lantas gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk juga bumi.

Teori Big Bang banyak diakui oleh beberapa pakar serta merupakan titik paling akhir dari pencapaian ilmu dan pengetahuan mengenai asal muasal alam semesta.

Di dibuktikan kalau Big Bang yaitu jumlah heterogen serta helium sesuai sama sisa peninggalan momen big bang. Di mana bila alam semesta tidak mempunyai permulaan unsur hidrogen sudah habis sama sekali serta berwujud jadi helium.

Sedangkan dalam islam diterangkan dalam ayat Al-Qur'an mengenai asal muasal alam semestara yang berbunyi:

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. Al-Mulk 67 : 3)".

Teori-Teori Perkembangan Bumi

Setelah terbentuknya planet, termasuk juga bumi, lantas bumi berkembang yang di ketahui ada beberapa teori-teori dalam perkembangan bumi diantaranya sebagai berikut ini:

Teori Kontraksi (Contraction Teory) 

Teori yang dikemukakan oleh Descrates (1596-1650), yang menyampaikan kalau bumi makin lama akan menyusut serta mengerut dari adanya pendinginan hingga permukaan ada relief yang bermacam seperti gunung, dataran, serta lembah.

Teori ini mendapat dukungan dari James Dana (1847- Elie de Baumant (1852), yang kedunya memiliki pendapat kalau bumi mengalami pengerutan lantaran terjadi proses pendinginan di bagian dalam bumi yang menyebabkan bagian permukaan bumi mengerut serta terbentuk pegunungan dan lembah-lembah.

Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Teory) 

Awalnya bumi terdiri atas dua benua yakni Laurasia yang ada di sekitar kutub utara serta Gondwana di sekitar kutup selatan bumi. Kedua benua itu bergerak perlahan-lahan ke arah equator bumi yang pada akhirnya terpecah membentuk benua-benua kecil.

Laurasia terpecah jadi Amerika utara, Asia, Eropa. Sedangkan Gondwana terpecah jadi Amerika selatan, Australia, serta Afrika. Teori Laurasia-Gondwana pertama kalinya diitemukan pada tahun 1884 oleh Edward Zeuss.

Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Teory) 

Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 yang menyampaikan kalau awalnya bumi merupakan satu benua yang disebut juga dengan pangea yang lantas terpecah-pecah dan selalu mengalami perubahan lewat gerakan dasar laut.

Gerakan perputaran bumi yang sentripugal, menyebabkan pecahan benua yang bergerak ke arah serta menuju ke equator. Teori ini di dukung dengan bukti-bukti persamaan garis afrika sisi barat dengan amerika selatan sisi timur, dan adanya persamaan batuan serta fosil di kedua daerah itu.

Teori Konveksi (Convection Teory) 

Teori yang dikemukakan oleh Arthur Holmes serta Harry H. Hess. Lantas teori ini dikembangkan oleh Robert Diesz yang menyampaikan kalau bumi masih tetap dalam kondisi panas serta berpijar terjadi arus konveksi ke arah susunan kulit bumi yang ada di atasnya.

Saat arus konveksi membawa satu materi yang berbentuk lava hingga ke permukaan bumi di mild oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava itu lantas akan membeku serta membentuk susunan kulit bumi yang baru hingga menggeser serta menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Teory) 

Teory yang dikemukakan oleh Tozo Wilson yang bersumber pada teori lempeng tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang ada diatasnya susunan astenosfer yang berwujud cair kental.

Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi senantiasa bergerak lantaran adanya dampak arus konveksi yang terjadi pada susunan astenosfer dengan posisi ada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat 
Sumber:youtube.com
Bumi dahulunya yaitu Debu serta gas. Lantas Debu serta Gas itu terkena cahaya matahari. Tibalah batuan, lama kelamaan suhu di dalam bumi makin panas. Batuan itu meledak amat dahsyat hingga terbentuklah bumi.

Bumi terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun waktu lalu. Sebentuk membentuk lima benua, Bumi terbagi dalam 1 Benua mahabesar yakni Pangea, Lantas terbentuklah Benua Laurasia di Utara serta Benua Godwana diselatan yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik tengah.

Setelah Itu terpecah beberapa benua yakni Benua Laurasia jadi Amerika Utara, Eropa, Asia serta Artik serta Benua Godwana jadi Australia, Afrika, Amerika Selatan, India, Kepulauan Indonesia serta Kepulauan Pasifik hingga terbentuk bumi hingga saat ini.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Proses Terbentuknya Bumi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Terbentuknya Bumi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Asal Muasal Bumi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
26 April 2017

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com
20 September 2016

Teori Terbentuknya Alam Semesta



Alam Semesta Pengertian alam semesta meliputi mengenai mikrokosmos serta makrokosmos. Mikrokosmos yaitu benda-benda yang memiliki ukuran sangat kecil, umpamanya atom, elektron, sel, amuba, dsb. Tengah makrokosmos yaitu benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat besar, umpamanya bintang, planet, serta galaksi.

Rencana pemikiran manusia mengenai pusat universe atau alam semesta sangat radikal. Awalannya beberapa ilmuan astronom mengambil keputusan kalau manusialah yang sebagai pusat, yang dinamakan teori egosentris. Kemudian mereka mengambil keputusan bumi sebagai pusat yang ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini di kenal dengan geosentris. Tetapi kemudian Nicolas Copernicus membuka teori baru dimana matahari jadikan pusat alam semesta, heliosentris. Tetapi saat ini mereka baru mengerti kalau teoti itu lebih pas digelayutkan pada tata surya. Serta tata surya hanya beberapa dari galaksi, serta galaksi yaitu satu himpunan bintang dari banyak himpunan bintang di alam semesta.

Teori Asal Mula Alam Semesta

Teori Letusan Hebat Beragam teori mengenai jagad raya membuat suatu bagian studi yang di kenal sebagai kosmologi. Einstein yaitu pakar kosmologi moderen pertama. Th. 1915 ia menyempurnakan teori biasanya mengenai relativitas, yang lalu diaplikasikan pada pendistribusian zat diluar angkasa. Pada th. 1917 secara matematik ditetapkan kalau nampaknya ada massa bahan yang nyaris seragam yang keseimbangannya tidak tentu pada kemampuan tarik gravitasi serta kemampuan olek atau kemampuan dorong kosmik lain yang tidak di kenal.

Pada th. 1922 seseorang pakar fisika Rusia nampak dengan pemecahan masalah itu secara lain, yang menyampaikan kalau kemampuan tolak tak bertindak bahkan juga jagad raya selalu meluas serta semua partikel terbang sama-sama menjauhi dengan kecepatan tinggi. Lantaran kemampuan tarik gravitasi, pelebaran itu selalu melambat. Sebelumnya, partikel-partikel itu sudah bergerak keluar bahkan juga lebih cepat lagi. Dalam jenis jagat raya ini dulu pelebaran mulai ketika yang unik yang dimaksud “letusan hebat”.

Teori letusan hebat rupanya demikian berlawanan dengan pengetahuan astronomi jaman saat ini, yang awal mula sedikit menarik perhatian. Pada akhirnya sejumlah bintang dalam galaksi Bimasakti bukannya sama-sama menjauhi keduanya, namun terlebih jalan dalam orbit sirkular melingkari lokasi pusatnya yang padat. Walau demikian, pada th. 1929 Edwin Hubble, saat itu pakar astronomi di Observatorium Mount Wilson, menyampaikan kalau beragam galaksi yang sudah diamatinya sesungguhnya menjauhi kita, serta menjauhi yang lain, dengan kecepatan hingga sebagian ribu km. per-detik.

Rupanya galaksi-galaksi ini, seperti Bimasakti kita, melindungi keutuhan bentuk internalnya sepanjang saat yang panjang. Galaksi-galaksi itu secara sendiri-sendiri mengarungi angkasa raya, kurang lebih sebagain unit atau partikel yang bergerak mengarungi ruangan angkasa. Teori Einstein bisa diaplikasikan pada beragam galaksi, sebagai ubah bintang-bintang.

Teori Kondisi 

Tetaplah Bila kita kembali pada th. 1948, tidaklah diketemukan informasi yang cukup untuk menguji teori letusan hebat itu. Pakar Astronomi Inggris Fred Hoyle serta sebagian pakar astro-fisika Inggris ajukan teori yang lain, teori kondisi tetaplah yang menjelaskan kalau jagat raya bukan sekedar sama dalam ruangan angkasa –asas kosmologi- namun juga tidak beralih kurun waktu azas kosmologi yang prima. Jadi, azas kosmologi diperluas sedemikian rupa hingga jadi “sempurna” atau “lengkap” serta tak tergantung pada momen histori spesifik. Teori kondisi tetaplah berlawanan sekali dengan teori letusan hebat.

Dalam teori ke dua, ruangan angkasa berkembang menjadi lebih kosong pada waktu berbagai galaksi saling menjauh. Dalam teori keadaaan tetap, kita mesti terima kalau zat baru senantiasa di ciptakan dalam ruangan angkasa diantara beragam galaksi, hingga galaksi baru bakal terbentuk manfaat menukar galaksi yang menjauh. Orang setuju menyampaikan kalau zat baru itu adalah hydrogen, yaitusumber sebagai asal usul bintang serta galaksi. Penciptaan zat berkaitan dari ruangan angkasa yang nampaknya kosong itu di terima secara skeptis oleh beberapa pakar, sebab hal semacam ini rupanya tidak mematuhi satu diantara hukum.

Hingga saat ini belum ada teori yang benar-benar pas untuk mengambarkan masa depan alam semesta. Pertanyaan kita saat ini mengenai sebuah hal selanjutnya bakal terjawab, tetapi kemudian bakal nampak sebagian pertanyaan baru. Demikianlah yang akan berlangsung bila kita ajukan pertanyaan mengenai alam semesta, kita akan tidak pernah senang lantaran karakter curiosity kita. Sering kali kita merasakan sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yang memperoleh jawaban bikin hati kita mengagumi akan, heran, takzim serta hingga pada tingkat suatu perenungan bahwa betapa luar biasa kuasa tuhan alam semesta ini.
13 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit. Pengertian Satelit, Bentuk Satelit, Peranan atau Fungsi Satelit, Satelit Alami, Satelit Buatan, dan Cara Kerja Satelit.

Pengertian Satelit

Sumber: tekno.kompas.com
Satelit yakni benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi spesifik. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit yakni bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang semakin besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengitari planet karena adanya gaya gravitasi planet.

Bentuk dan Peranan Satelit 

Satelit Alami 
Sumber: cintasains.com
Satelit alami yakni satu di antara benda luar angkasa yang udah ada (bukan buatan manusia) yang mengorbit satu planet. Satelit alami bumi yakni bulan. Sepanjang mengitari bumi, bulan alami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengitari bumi dan revolusi bulan mengitari matahari.

Rotasi yaitu gerakan peruputaran bulan pada porosnya, ketika rotasi bulan yakni satu bulan (29hari), sedangkan revolusi yaitu gerakan mengedarnya bulan mengitari bumi. Mengakibatkan, jika dilihat dari bumi, bentuk bulan akan berubah-ubah, hal semacam ini disebut juga dengan fase bulan.

Dalam sekali revolusi, bulan alami beberapa fase satu diantaranya bulan baru – bulan sabit – bulan setengah – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru.

Tidak cuma berotasi dan berevolusi, bulan bersama bumi juga mengitari matahari. Waktu yang diperlukan bulan untuk mengitari matahari sama saja dengan waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari, yaitu satu tahun.

Bulan mengitari matahari sekali dalam satu tahun, sedangkan mengitari bumi 12 kali dalam satu tahun, sampai revolusi bulan seringkali dijadikan penanggalan masehi/hijriah.

Tentang peranan satelit alami (bulan) diataranya yaitu: 
  1. Secara tidak langsung membuat perlindungan untuk planet yang diorbitnya dari hantaman benda langit lain seperti komet dan asteroid 
  2. Dapat mengontrol kecepatan rotasi satu planet karena efek gravitasional tidal wave 
  3. Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang menyebabkan pasang surut air laut 
  4. Kurangi efek yang ditimbulkan akibat radiasi cahaya ultraviolet 
  5. Berikan penerangan ketika malam hari 
Contoh satelit alami yang lain satu diantaranya yakni Callisto, Ganymede, dan Io yang mengorbit planer Jupiter, serta Titan yang mengorbit planet Saturnus.

Satelit Buatan
Sumber: kopi-ireng.com
Satelit buatan yakni satu di antara benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit satu planet yang dalam membuatnya memiliki bentuk dan manfaat spesifik dengan maksud untuk kepentingan manusia. Berikut ini yaitu beberapa bentuk satelit bersumber pada peranannya:
  1. Satelit navigasi, bertindak untuk penerbangan dan pelayaran. Satelit ini akan memberi informasi posisi pesawat terbang dan kapal yang sedang dalam perjalanan. 
  2. Satelit geodesi, bertindak untuk melakukan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang grafitasi. 
  3. Satelit komunikasi bertindak untuk komunikasi seperti radio, tv, dan telephone. 
  4. Satelit meteorologi, bertindak untuk menyelidiki atmosfer bumi manfaat melakukan peramalan cuaca. 
  5. Satelit riset, bertindak untuk menyelidiki tata surya dan alam semesta secara lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer. Satelit ini berusaha mendapatkan data-data tentang matahari dan bintang-bintang lain untuk membuka rahasia alam semesta. 
  6. Satelit militer, bertindak untuk kebutuhan militer satu negara, misalnya mengintai kapabilitas senjata lawan. 
  7. Satelit survey sumber daya alam, bertindak untuk memetakan dan menyelidiki sumber-sumber alam dibumi untuk kebutuhan pertambangan, pertanian, perikanan dan lain-lain 
Bersumber pada ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan jadi tiga bentuk, salah satunya: 
  1. Satelit LEO (Low Earh Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar rendah yaitu diantara 500 km sampai 10.000 km dari permukaan bumi. Waktu revolusi satelit ini yakni 2 sampai 6 jam. Contoh satelit ini yakni Iridium, Global Star, Elipsat, Odessey, dan Constellation 
  2. Satelit MEO (Medium Earth Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar menengah yaitu salah satunya 10.000 km sampai 20.000 km. Waktu revolusi satelit ini antara 6 sampai 12 jam. 
  3. Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) yaitu satelit yang ada pada orbit geostasioner yaitu 36.000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner yakni orbit yang menyebabkan waktu reovolusi satelit sama saja dengan rotasi bumi, yaitu satu hari. Contoh satelit ini yakni satelit palapa dan intelsat. 

Cara Kerja Satelit

Sumber: tandapagar.com
Satelit yang mengitari bumi pada orbitnya akan dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi. Pengendalian satelit yang ada beberapa puluh ribu km. dari bumi menggunakan sistem otomatis yang didasarkan atas dua sistem pengendalian, yaitu Spin Stabillized Satellite dan Three Axiz Body Stabillized.

Spin Stabillized Satellite yaitu langkah pengendalian satelit lewat cara menggerakan body satelit secara berputar untuk menuju ke satu posisi spesifik yang diinginkan. Satelit secara teori akan diam pada posisinya di orbit, pada kenyatannya akan berubah dari orbit yang sebenarnya.

Three Axiz Body Stabillized yaitu pengontrolan posisi satelit bersumber pada sumbu koordinal X, Y, dan Z. dari ketiga sumbu itu akan dipetakan jadi posisi pitch, roll and yaw.

Kerja satelit terbagi dua, yaitu langkah uplink dan downlink. Upulink yakni transmisi yang dikirim dari planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Pada dasarnya, komunikasi satellit dan langkah kerjanya berguna sebagai repeater di langit, satelit juga menggunakan transponders, yaitu alat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunkan begit banyak transponders. Beberapa hal lain yang penting perannya dalam jaringan komunikasi satelit yakni antena satelit, karena benda ini bertindak sebagai penerima transisi di setiap lokasi di dunia.

Sedangkan satu satelit spancing (penempatan satelit) digunakan dalam melakukan transmisi lebih mudah bersumber pada wilayahnya. Power sistem yang digunakan oleh satelit didapat dari cahaya matahari yang dirubah bentuk jadi listrik yang menggunkan sel surya (solar cells) Pesawat luar angkasa yang berada lama di ruang angkasa membangkitkan tenaga dengan daya matahari.

Pesawat mendapatkan daya matahari itu dengan menggunakan susunan seperti sayap besar yang diberi nama panel surya, setiap panel surya tersusun atas banyak sel yang lebih kecil sel surya menghasilkan tenaga listrik ketika terkena cahaya. Beberapa sel itu di buat dari bahan yang disebut juga dengan silikon.

Panel surya hanya akan bekerja jika saat menghadap ke arah matahari, dan satelit dilengkapi dengan sensor yang mencari arah sinar. Motor menggerakkan panel dihadapkan ke sinar matahari. Satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Satelit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Satelit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
13 March 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 
05 May 2017

Pengertian dan Macam-Macam Gerhana

Pengertian dan Macam-Macam Gerhana. Pengertian Gerhana, Beragam Macam Jenis Gerhana, dan Proses Terjadinya Gerhana.

Pengertian Gerhana

Sumber: aceh.tribunnews.com
Gerhana terjadi bila bayang-bayang matahari terhambat oleh bumi atau bulan. Ketika sinar matahari terhambat oleh bumi atau bulan, maka akan terbentuk daerah bayang-bayang inti (prima) seperti bentuk kerucut yang disebut juga dengan umbra.

Pada bagian lain akan terbentuk daerah bayang-bayang kabur yang disebut juga dengan penumbra. Gerhana termasuk fenomena yang tidak sering terjadi.

Hal semacam itu dikarenakan sisi orbit bulan tidak berimpit dengan Ekliptika (jalur lintasan benda-benda langit dalam mengitari satu titik pusat sistem tata surya), sampai tidak setiap setengah bulan lamanya matahari, bumi, dan bulan ada pada satu garis lurus.

Perpotongan antara sisi orbit bulan dan ekliptika yang diberi nama dengan simpul. Ketika bulan berkonjungsi dan ketiga benda raksasa itu ada pada di sekitar simpul, pada saat itulah terjadi gerhana.

Beragam Macam Jenis Gerhana dan Proses Terjadinya 

Secara garis besar gerhana terbagi jadi 2, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

Gerhana Matahari 

Sumber: bintang.com
Pada ketika bulan berorbit pas di antara bumi dan matahari, matahari tertutup oleh bulan sampai bayang-bayang bulan hingga ke bumi, maka permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang bulan akan mengalami gerhana matahari.

Walaupun ukuran bulan lebih kecil dibanding matahari tetapi ada kalanya cahaya matahari dapat tertutupi sepenuhnya oleh bulan yaitu ketika bulan ada pada jarak paling dekatnya dengan bumi. Gerhana matahari berlangsung lebih singkat dari pada gerhana bulan.

Gerhana bulan bisa berjalan sampai 3 jam lebih sedangkan gerhana matahari hanya terjadi kurang dari 10 menit saja. Hal semacam itu terjadi karena ukuran bulan lebih kecil dari bumi, hingga semakin lebih cepat keluar dari bayang-bayang bulan. Gerhana matahari terbagi jadi:

Gerhana Matahari Total 

Sumber: taktiktek.blogdetik.com
Gerhana ini terjadi ketika sinar matahari yang menuju bumi terhambat sepenuhnya oleh bayang-bayang bulan. Pada ketika itu kedudukan bumi, bulan dan matahari ada pada satu garis lurus. Kondisi seperti ini pastinya sangat tidak sering terjadi.

Mungkin saja seseorang hanya dapat menyaksikan gerhana ini sekali dalam seumur hidupnya. Walaupun tidak kerap terjadi, jangan sampai memaksakan diri untuk menyaksikan gerhana ini dengan mata telanjang. Karena hal semacam itu sangat memiliki resiko. Kita bisa memandangnya dengan pengamanan alat khusus ataupun lewat rekaman.

Gerhana Matahari Cincin-Total (Gerhana Matahari Hibrid) 

Sumber: sains.kompas.com
Gerhana matahari cincin-total yakni gerhana matahari yang tidak sering terjadi. Pada gerhana matahari bentuk ini, di beberapa tempat di muka Bumi, yang teramati yakni gerhana matahari cincin, sedangkan di tempat lain gerhana matahari total.

Hal semacam ini bisa terjadi karena pada saat puncak gerhana, puncak kerucut umbra Bulan ada (hampir) tepat di permukaan Bumi, serta pada tempat ini akan teramati gerhana matahari total. Sedangkan pada tempat di timur dan barat tempat tadi, bayangan gelap yang jatuh di permukaan Bumi bukanlah merupakan umbra.

Tetapi perpanjangan umbra (antumbra), sampai untuk fase total pada tempat ini yang teramati yakni gerhana matahari cincin, gerhana ini keluar sebagai gerhana keseluruhan, sedangkan pada titik-titik lain keluar sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang terjadi.

Gerhana Matahari Sebagian 

Sumber: kalastro.id
Gerhana matahari sebagian terjadi sinar matahari menuju bumi tertutupi oleh bayang-bayang penumbra bulan. Saat gerhana ini berjalan, akan terlihat sebagian dari cakram matahari tertutup oleh cakram bulan.

Gerhana Matahari Cincin 

Sumber: infoastronomy.org
Gerhana ini terjadi ketika bumi mengalami kelanjutan umbra bulan yaitu ketika bulan ada pada titik paling jauh dari bumi. Gerhana ini dapat ditandai, maka dari itu ada garis cahaya yang membentuk lingkaran cincin yang memiliki lubang hitam ditengahnya.

Gerhana Bulan 

Sumber: nu.or.id
Gerhana bulan terjadi bila bumi ada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sampai sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Saat itu sisi orbit bumi berimpit dengan sisi orbit bulan.

Gerhana bulan hanya terjadi satu atau dua kali dalam satu tahun yaitu ketika malam purnama atau pada ketika bulan bersinar utuh. Namun gerhana bulan tidak terjadi pada setiap bulan purnama. Pemicunya yakni sisi orbit bulan dan ekliptika bersilangan sebesar 5° sampai bulan tidak selalu ada di ekliptika.

Ketika terjadi gerhana, bulan yang sedang purnama memasuki daerah bayangan bumi yang disebut juga dengan penumbra (bayangan kabur) atau umbra (bayangan inti).
Bersumber pada bagaimana bulan memasuki bayangan bumi itu, gerhana bulan dibagi jadi 3 jenis yaitu:

Gerhana Bulan Total 

Sumber: techno.okezone.com
Gerhana bulan total terjadi apabila bulan tepat ada pada bayangan umbra bumi. ketika cuma sebagian bulan yang masuk ke umbra, yang terjadi yakni gerhana sebagian. Saat ini terjadi, bulan terlihat seperti sabit tidak tipis yang lalu menipis bersamaan dengan semakin banyak sisi bulan yang masuk ke umbra bumi.

Mendekati gerhana bulan total terjadi, yaitu ketika beberapa bulan telah masuk ke umbra bumi, segi umbra yang semula gelap akan tampak memerah. Demikian halnya ketika bulan telah masuk semua ke dalam umbra, bulan akan tampak memerah dan bukannya gelap keseluruhan.

Warna kemerahan itu datang dari cahaya Matahari yang masih tetap diteruskan oleh atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebabkan langit siang hari jadi biru dan langit fajar/senja jadi merah karena efek hamburan Rayleigh.

Ketika fajar/senja lintasan cahaya Matahari di atmosfer semakin besar karena posisi matahari hampir sejajar dengan horizon. Pada saat itu, cahaya biru dari matahari dihamburkan oleh partikel di atmosfer, sedangkan cahaya merah diteruskan. Menyebabkan hanya cahaya merah saja yang terlihat.

Gerhana Bulan Sebagian 

Sumber: industri.bisnis.com
Gerhana bulan sebagian terjadi apabila sebagian bulan ada pada bayangan umbra bumi dan sebagian lagi ada pada penumbra bumi. Pada saat ini terjadi permukaaan bulan akan terlihat gelap dan memerah, sedangkan sebagian lagi akan tampak normal.

Gerhana Bulan Penumbra 

Sumber: medan.tribunnews.com
Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bulan pas ada di bayangan penumbra bumi. Pada saat itu, bulan hanya akan tampak menyusut kecemerlangannya atau sedikit redup dari biasanya. Perubahan ini biasanya sulit dideteksi dengan mata dan hanya dapat diukur dengan alat khusus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Macam-Macam Gerhana, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gerhana di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gerhana. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com