Showing posts sorted by relevance for query teori evolusi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query teori evolusi. Sort by date Show all posts

Pengertian Perubahan Soial : Teori, Bentuk Dan Faktor Perubahan Sosial


PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL 

Berikut ini adalah Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar :

  • Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang meliputin unsur – unsur kebudayaan baik secara materi ataupun bukan materi. 
  • Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang melibatkan susunan serta manfaat orang-orang. 
  • Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung pada orang-orang. 
  • Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial adalah sebuah macam dari langkah hidup dalam sebuah lingkungan orang-orang. Perubahan itu mungkin terjadi lantaran perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, serta dapat lantaran timbulnya penemuan-penemuan baru oleh orang-orang. 
  • Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yaitu modifikasi dari pola kehidupan orang-orang. 
  • Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yaitu semua perubahan pada beragam instansi orang-orang dalam sebuah lingkungan orang-orang yang memengaruhi system sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku pada bebrapa grup dalam orang-orang. 

Bersumber pada dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita bisa menyimpulkan Pengertiannya, yakni :

Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam sebuah lingkungan sosial yang mencakup beragam unsur serta mengakibatkan terjadinya perubahan pada system sosial dalam lingkungan itu. Perubahan Sosial melitputi perubahan susunan serta manfaat orang-orang, termasuk juga salah satunya nilai – nilai sosial, etika, serta beragam pola dalam kehidupan manusia.

TEORI – TEORI PERUBAHAN SOSIAL 

Perubahan terjadi lantaran ada modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam keadaan yang mengakibatkan terjadinya modifikasi itu. Keadaan itu bisa diterangkan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini :
  • Teori Evolusi (Evolutionary Theory) 
olusi menerangkan kalau perubahan sosial mempunyai arah tetap serta dihadapi tiap orang-orang. Arah tetap yang disebut yaitu perubahan sosial bakal terjadi bertahap, dari mulai awal hingga perubahan paling akhir. Ketika sudah terwujud perubahan paling akhir tidak bakal terjadi perubahan lagi.

Pada intinya Teori Evolusi Berdasar pada Teori Evolusi Darwin serta di pengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling punya pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yakni :

  1. Emile Durkheim memiliki pendapat kalau perubahan lantaran sebuah evolusi memengaruhi perorganisasian orang-orang, terlebih dalam merajut hubungan kerja.
  2. Ferdinand Tonnies memiliki pendapat kalau orang-orang berubah dari orang-orang simpel yang memiliki hubungan erat serta komperatif jadi type orang-orang besar yang merajut hubungan terspesialisasi serta impersonal. 

Teori ini mempunyai kekurangan, lantaran tidak dapat menerangkan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Orang-orang Berubah? ”, teori ini cuma menerangkan beragam perubahan yang terjadi.

  •  Teori Perseteruan (Conflict Theory) 

Teori ini menerangkan kalau Perubahan Sosial bisa terbentuk dari perseteruan. Perseteruan ini datang dari pertentangan kelas pada grup penguasa dengan grup orang-orang yang tertindas hingga melahirkan satu perubahan sosial yang bisa merubah system sosial itu.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu Karl Marx serta Ralf Dahrendort.

  1. Menurut Karl Marx, Perseteruan kelas sosial adalah sumber yang paling perlu serta paling punya pengaruh pada seluruh perubahan sosial yang terjadi. 
  2. Menurut Ralf Dahrendort, Tiap Perubahan sosial adalah hasil dari perseteruan yang terjadi dalam kelas orang-orang. 


  • Teori Manfaatonalis 

Teori Manfaatonalis menerangkan kalau, Perubahan Sosial adalah sebuah yang konstan serta tidak membutuhkan keterangan. Oleh karenanya perubahan sosial mungkin mengacaukan sebuah keseimbangan dalam orang-orang. Jadi Teori Fungsional cuma terima perubahan yang berguna untuk orang-orang, sedang perubahan yang tidak berguna bakal dibuang (tidak digunakan).

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu :

  1. William Ogburn. Menurut dia, meskipun unsur – unsur orang-orang sama-sama terkait keduanya, tetapi kecepatan perubahan tiap unsur tidaklah sama. 
Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

  •  Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menerangkan kalau, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama dengan teori evolusi), tetapi perubahan tidak bakal berhenti pada bagian “terakhir” yang prima, tetapi bakal berputar kembali pada awal untuk peralihan ke bagian berikutnya. Hingga digambarkan seperti Satu siklus.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori siklus yaitu Oswald Spenger serta Arnold Toynbee.
Oswald memiliki pendapat kalau tiap orang-orang berkembang lewat 4 step, contoh sederhananya yaitu perkembangan manusia :

  1. Masa-masa Kanak – kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewasa 
  4. Masa-masa Tua. 

Arnold Toynbee menyampaikan kalau perubahan sosial, baik itu perkembangan ataupun sebuah kemunduran, bisa diterangkan lewat ide konsep – ide konsep kemasyarakatan yang senantiasa terkait keduanya, yakni tantangan serta respon.

BENTUK – BENTUK PERUBAHAN SOSIAL 

Ada Beragam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi, silakan dikaji teman dekat :

1. Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat serta perubahan sosial yang terjadi secara cepat.
Perubahan Evolusi, biasanya perubahan secara lambat disebut dengan evolusi. Perubahan ini membutuhkan saat yang lama, serta umumnya perubahan terjadi tanpa ada rencana terlebih dulu, perubahan terjadi dapat tergantung pada orang – orang yang berkuasa pada masa-masa spesifik.

Perubahan Revolusi, biasanya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi merubah mendasar – mendasar serta penopang kehidupan orang-orang kurun waktu yang singkat.

2. Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar serta Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil.
Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yaitu perubahan yang bisa memengaruhi kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak mempunyai arti perlu dalam susunan sosial. Misalnya yaitu perubahan jenis baju yang tidak tidak mematuhi nilai serta etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yaitu perubahan yang mempunyai efek besar dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya yaitu perubahan system pemerintahan.

3. Perubahan yang direncanakan serta perubahan yang tanpa rencana.
Perubahan yang direncanakan yaitu perubahan sosial dengan persiapan masak serta rencana, misalnya yaitu program keluarga merencanakan.

Perubahan tanpa rencana yaitu program tanpa ada persiapan serta rencana, misalnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa geser ke lingkungan baru.

4. Perubahan yang diinginkan serta perubahan yang tidak diinginkan.
Perubahan yang diinginkan yaitu perubahan sosial yang di setujui oleh orang-orang yang berkaitan. Misalnya yaitu Rencana pada ketentuan spesifik lewat sudah di setujui dalam rapat.
Perubahan yang tidak diinginkan yaitu kebalikan dari perubahan yang diinginkan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL 

1. Aspek Internal
Aspek internal yaitu Aspek yang datang dari dalam lingkungan orang-orang yang berkaitan. Berberapa aspek internal yaitu :

  • Aspek Perkembangan Penduduk 
  • Ada Penemuan Baru 
  • Invensi (Gabungan baru dari sebuah pengetahuan yang udah ada) 
  • System Ideologi (kepercayaan pada nilai – nilai spesifik) 

2. Aspek Eksternal
Aspek Eksternal yaitu kebalikan dari aspek internal, yakni aspek yang datang dari luar lingkungan orang-orang yang berkaitan.

  • Lingkungan Fisik (Misalnya Musibah atau bencana alam) 
  • Peperangan 
  • Dampak Kebudayaan Lain

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial. Pengertian Perubahan Sosial, Teori Tentang Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, dan Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi dalam kehidupan.

Pengertian Perubahan Sosial

Sumber: umum-pengertian.blogspot.co.id
Berikut ini yakni Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar:
  1. Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yakni perubahan yang meliputi unsur–unsur kebudayaan baik secara materi maupun bukan materi. 
  2. Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yakni perubahan yang melibatkan susunan dan peranan masyarakat. 
  3. Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung atau terhubung antar masyarakat. 
  4. Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial yaitu satu macam dari berbagai cara hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, dan dapat karena munculnya penemuan-penemuan baru oleh masyarakat di lingkungan itu sendiri. 
  5. Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yakni modifikasi dari pola kehidupan masyarakat. 
  6. Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yakni seluruh perubahan pada beragam macam lembaga masyarakat dalam satu lingkungan masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku antara beberapa kelompok yang ada pada masyarakat. 
Dan berdasarkan dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita dapat menyimpulkan Pengertian Perubahan Sosial, yaitu:

Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam satu lingkungan sosial yang meliputi beragam macam unsur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem sosial dalam lingkungan itu.

Perubahan Sosial meliputi perubahan susunan dan peranan masyarakat, juga termasuk satu diantaranya nilai–nilai sosial, etika, dan beragam macam pola dalam kehidupan manusia.

Teori–Teori Perubahan Sosial

Sumber: blog.unnes.ac.id
Perubahan terjadi karena adanya modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam macam kondisi yang menyebabkan terjadinya modifikasi itu. Kondisi itu dapat dijelaskan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini:

Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Teori Evolusi menjelaskan bila perubahan sosial memiliki arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yakni perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai perubahan paling akhir. Disaat udah terwujud perubahan paling akhir tidak akan terjadi perubahan lagi.

Pada dasarnya Teori Evolusi Berpegang teguh pada Teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling mempunyai pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yaitu:

Emile Durkheim 

Emile Durkheim berpendapat bila perubahan terjadi karena satu evolusi mempengaruhi pengorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin hubungan kerja.

Ferdinand Tonnies 

Ferdinand Tonnies memiliki pendapat bila masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif jadi tipe masyarakat besar yang menjalin hubungan khusus dan impersonal.

Teori ini memiliki kekurangan, karena tidak bisa menjelaskan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah?”, teori ini hanya menjelaskan beragam macam perubahan yang terjadi.
Sumber: media.shafira.com

Teori Konflik (Conflict Theory) 

Teori ini menjelaskan bila Perubahan Sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik ini datang dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sampai melahirkan satu perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial itu.

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni Karl Marx dan Ralf Dahrendort.
Menurut Karl Marx, Konflik kelas sosial yaitu sumber yang paling penting dan paling mempunyai pengaruh pada semua perubahan sosial yang terjadi.

Menurut Ralf Dahrendort, Setiap Perubahan sosial yaitu hasil dari konflik yang terjadi dalam kelas masyarakat.

Teori Fungsionalis 

Teori Fungsionalis menjelaskan bila, Perubahan Sosial yaitu satu yang konstan dan tidak memerlukan keterangan. Oleh sebab itu perubahan sosial mungkin saja mengacaukan satu keseimbangan dalam masyarakat. Jadi Teori Fungsional hanya menerima perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan perubahan yang tidak bermanfaat akan dibuang (tidak dipakai).

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni William Ogburn. Menurutnya, walaupun unsur–unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menjelaskan bila, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama seperti teori evolusi), namun perubahan tidak akan berhenti di bagian “terakhir” yang sempurna, namun akan berputar kembali ke awal untuk peralihan ke sisi selanjutnya.

Sampai digambarkan seperti Satu buah siklus.
Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori siklus yakni Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.
Oswald berpendapat bila setiap masyarakat berkembang lewat 4 sisi, contoh sederhananya yakni perubahan manusia:
  1. Masa-masa Kanak–kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewas, dan
  4. Masa-masa Tua. 
Arnold Toynbee mengemukakan bila perubahan sosial, baik itu perkembangan maupun satu kemunduran, dapat dijelaskan lewat konsep–konsep kemasyarakatan yang selalu berkaitan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan.

Bentuk–Bentuk Perubahan Sosial

Sumber: adityamedian.blogspot.co.id
Ada Beragam macam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi:

Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat

Perubahan Evolusi, umumnya perubahan secara lambat disebut juga dengan evolusi. Perubahan ini memerlukan waktu yang lama, dan biasanya perubahan terjadi tanpa ada gagasan lebih dahulu, perubahan terjadi bisa bergantung pada orang–orang yang berkuasa pada beberapa masa spesifik.

Perubahan Revolusi, umumnya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi mengubah dasar–dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam tempo yang singkat.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil

Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yakni perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, namun tidak memiliki arti penting dalam susunan sosial. Contohnya yakni perubahan bentuk pakaian yang tidak melanggar nilai dan etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yakni perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yakni perubahan sistem pemerintahan.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa gagasan

Perubahan yang direncanakan yakni perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan rencana, contohnya yakni program keluarga berencana.

Perubahan tanpa gagasan yakni program tanpa adanya persiapan dan gagasan, contohnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa pindah ke lingkungan baru.

Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki yakni perubahan sosial yang di setujui oleh masyarakat yang terkait. Contohnya yakni Gagasan pada ketentuan tertentu yang udah di setujui dalam rapat. Perubahan yang tidak dikehendaki yakni kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.
Aspek–Aspek yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Sumber: kulpulan-materi.blogspot.co.id
Secara garis besar, aspek–aspek yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dibagi jadi 2, yaitu:

Aspek Internal 

Aspek internal yakni Aspek yang datang dari dalam lingkungan masyarakat yang terkait. Berberapa aspek internal yakni:
  1. Aspek Perkembangan Masyarakat 
  2. Ada Penemuan Baru 
  3. Invensi (Gabungan baru dari satu pengetahuan yang telah ada) 
  4. Sistem Ideologi (kepercayaan pada nilai–nilai spesifik) 
Aspek Eksternal 

Aspek Eksternal yakni kebalikan dari aspek internal, yaitu aspek yang datang dari luar lingkungan masyarakat yang terkait:
  1. Lingkungan Fisik (Contohnya Musibah atau bencana alam) 
  2. Peperangan 
  3. Dampak Kebudayaan Lain
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perubahan Sosial di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perubahan Sosial. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan 

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa semua suatu hal yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai suatu hal yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian dikatakan sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, etika sosial, ilmu pengetahuan dan keseluruhan beberapa susunan sosial, religius, dan sebagainya, penambahan lagi segala pernyataan intelektual serta artistik sebagai ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, dan beberapa kekuatan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan yaitu sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai pengertian itu, dapat didapat pengertian mengenai kebudayaan yaitu suatu hal yang akan merubah tingkat pengetahuan dan mencakup sistem inspirasi atau ide yang ada dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan keseharian, kebudayaan itu berbentuk abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa tingkah laku dan benda-benda yang berbentuk nyata, contohnya pola-pola tingkah laku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan sebagainya, yang kesemuanya diperuntukkan untuk menolong manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan Sebagai Peradaban 



Saat ini, umumnya orang memahami ide “budaya” yang diperkembang di Eropa pada era ke-18 dan awal era ke-19. Ide mengenai “budaya” ini merefleksikan ada ketidakseimbangan antara kemampuan Eropa dan kemampuan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain bisa diperbandingkan ; salah satu kebudayaan tentu lebih tinggi dari kebudayaan yang lain.

Pada prakteknya, kata kebudayaan mengacu pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” contohnya menggunakan pakaian yang berkelas, fine art, atau dengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan dipakai untuk melukiskan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari beberapa kesibukan diatas. Sebagai contoh, jika seorang berpendendapat kalau musik klasik yaitu musik yang “berkelas”, elit, serta bercita rasa seni, sesaat musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan serta ketinggal zaman, jadi muncul asumsi bahwa ia yaitu orang yang telah “berkebudayaan”.

Orang yang memakai kata “kebudayaan” dengan langkah tersebut tidak yakin ada kebudayaan lain yang eksis ; mereka yakin kalau kebudayaan cuma ada satu dan menjadi tolak ukur etika serta nilai di semua dunia. Menurut cara pandang ini, seorang yang mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” dikatakan sebagai orang yang “tidak berkebudayaan” ; bukan hanya sebagai orang “dari kebudayaan yang lain. ” Orang yang “tidak berkebudayaan” disebutkan lebih “alam, ” serta para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)

Mulai sejak era ke-18, sebagian kritik sosial sudah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan serta tidak berkebudayaan- bisa menghimpit interpretasi perbaikan serta interpretasi pengalaman sebagai perubahan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan serta menyimpangkan karakter dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang di ciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dikira mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), serta musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” yaitu sama – masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan yang tidak bisa diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan sebagian kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang di produksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum” 



Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – meningkatkan satu ide kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini berasumsi satu budaya dengan budaya yang lain mempunyai ketidaksamaan serta kekhasan masing-masing. Karena itu, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun demikian, ide ini masih mengakui ada pemisahan pada “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif. ”

Pada akhir era ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi tersebut terbentuk kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada era ini pula, terjadi popularisasi inspirasi kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi 

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan yaitu sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.


Penetrasi kebudayaan 



Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara :

Penetrasi damai (penetration pasifique) 
Masuknya suatu kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan itu tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini juga tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang disebut perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis yaitu bercampurnya dua kebudayaan yang menyebabkan pada terbentuknya suatu kebudayaan baru yang begitu berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi Kekerasan (penetration violante) 
Masuknya satu kebudayaan dengan cara memaksa dan menyebabkan kerusakan. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan dibarengi dengan kekerasan makanya menyebabkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Bentuk budaya dunia barat diantaranya yaitu budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia diantaranya pada sistem pemerintahan Indonesia.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

  • Auguste Comte

Auguste ComteSosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Auguste Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut sebagai pendukatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’. Mengapa? Memang harus diakui bahwa Auguste Comte sangat berjasa terhadap ilmu sosiologi.

  • William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

  • Allan Johnson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. SorokinSosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

  • Herbert Spencer

Sosiologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem.

  • Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta – afakta sosial, yakni faka yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperaasaan yang berada diluar individu dimana fakta – fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

  • J. Gillin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat.

  • Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

  • P. J. Baouman

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia.

  • Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  • Mr. J. Bierens De Haan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.

  • Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  • George Simmel

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sesama manusia.

  • Max Weber15. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

  • Drs. Ary H. Gunawan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  • Charles Ellwood

Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal kemajuannya, bentuk, dan kewajibannya.

  • J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  • Gustav Ratzenhofer

Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

  • Mayor Polak

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, dan kelompok dan kelompok,baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis (Sosiologi sebagai ilmu Dalam Makalah Istimewa).

  • Koentjaraningrat

Sosiologi adalah suatu proses yaitu proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial.

  • Hassan Shandily

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

  • Anthony Giddens

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia, dan masyarakat.

Dari pelbagai pengertian sosiologi diatas dapat diambil beberapa persamaan yang ada dari pengertian sosiologi oleh para ahli diatas bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
  1. Tentang manusia yang hidup dalam kelompok yang dikenal dengan masyarakat;
  2. Pola pola hubngan antara manusia baik secara individu maupun secara kelompok;
  3. Hubungan antara manusia dengan lembaga lembaga sosial seperti kaidah kaidah sosial, norma-norma dan ;
  4. Pola pola kehidupan manusia yang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungannya. 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 

Hakikat Sosiologi 

sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia.