Showing posts sorted by relevance for query teori pembentukan bumi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query teori pembentukan bumi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Contoh Laporan Hasil Diskusi

Contoh Laporan Hasil Diskusi

Contoh Laporan Hasil Diskusi – Diskusi bukanlah hal asing bagi kita. Diskusi merupakan suatu kegiatan dimana sekelompok orang (dua atau lebih) berkumpul saling berinteraksi untuk membahas suatu topik. Di sekolah, kita sering diberikan tugas oleh guru untuk mendiskusikan suatu mata pelajaran yang sedang dibahas. Diskusi dalam kelas diatur oleh guru, guru mengelompokkan siswa ke dalam suatu kelompok yang heterogen. Tujuannya untuk melatih kerja sama siswa dalam mencari solusi akan suatu topik. Selain itu, dengan diskusi, siswa dapat melatih diri untuk saling bergotong-royong dalam melakukan pekerjaan. Penerapan diskusi tidak dapat dilakukan pada setiap aspek aktivitas siswa.

Misalnya pada saat ujian, itu bukanlah momen yang tepat untuk melakukan diskusi dalam mencari penyelesaian dari tiap pertanyaan yang ada. Metode diskusi biasa digunakan guru saat pembelajaran berlangsung. Meskipun metode ini tidak hanya digunakan pada jam pembelajaran sekolah, namun beberapa acara lainnya juga sering menggunakan metode ini, seperti seminar, pelatihan, atau workshop. 

Dalam suatu pembelajaran, metode diskusi kerap kali dipilih oleh guru sebagai alternatif belajar. Metode ini dipilih karena efektif dalam proses belajar. Selain mengefisiensikan waktu, metode jenis ini juga dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran.

Sebuah diskusi, dapat diawali dengan brainstorming antar siswa, yang diperoleh dari pertanyaan yang timbul saat pembelajaran.Dan di akhir pembelajaran, guru biasanya senantiasa meminta laporan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Dengan adanya laporan ini, dapat membantu guru untuk menilai kelompok mana yang benar-benar mengikuti jalannya diskusi. Oleh karena itu, seriap siswa dalam kelompok harus benar-benar mengikuti diskusi agar dapat membuat laporan diskusi dengan baik.

Bagaimanakah bentuk laporan hasil diskusi??? Pada artikel ini, kelasindonesia.com akan memberikan contoh teks yang berisi laporan hasil diskusi dalam suatu pembelajaran biologi. 

Advertisement
Laporan Hasil Diskusi Kelompok

Kelompok : I (SATU)
Kelas : XII IPA – 5 
Sekolah  : SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan

I. Tujuan
Melatih kecakapan siswa serta saling menghargai dalam mengemukakan pendapat 

II. Topik Diskusi
Asal usul kehidupan

III. Pelaksanaan 
Waktu : Senin, 13 April 2015
Tempat : Kelas XII IPA 5, SMA N 1 Natar
Kelompok Penyaji : Kelompok 5, yang beranggotakan: 
- Diana Novita Sari (Sebagai Moderator)
- Made Sukawaryan (Notulen)
- I Putu Gede Swastika (Penyaji -1 / Ketua Kelompok)
- Septa Anggraini (Penyaji – 2)

Peserta : Seluruh siswa – siswi kelas XII IPA – 5 SMA N 1 Natar

IV. Hasil Dsikusi

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan untuk mengungkapkan teori tentang asal usul kehidupan, menghasilkan beberapa teori yaitu:

a. Teori abiogenesis

Teori ini dicetuskan pertama kali oleh tokoh filsuf yang berpengaruh pada masa itu, yakni Aristoteles. Teori ini mengungkapkan bahwa kehidupan (makhluk hidup) berasal dari benda tak hidup, atau dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea yaitu pembentukan secara spontan. Teori ini diperoleh Aristoteles berdasarkan pengamatannya terhadap benda-benda hidup sekitar, ia melihat ikan yang keluar dari lumpur, selain itu ia melihat belatung yang keluar dari daging yang membusuk. Berdasarkan pengamatannya itu, Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup (belatung, ikan) muncul secara spontan dari benda tak hidup (lumpur, daging) dengan adanya gaya hidup. Teori ini didukung oleh ilmuwan lainnya yakni A.V. Leewuenhoek, dan J. Needham.

b. Teori biogenesis

Merupakan teori yang menentang teori abiogenesis, yaitu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup (kehidupan) berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Teori ini didapatkan dari percobaan yang dilakukan oleh Francisco Redi, L. Spalanzani, dan Louis Pasteur. Pada percobaan yang dilakukan Pasteur lah teori abiogenesis dapat ditumbangkan setelah berabad-abad dipercaya oleh masyarakat.

c. Teori Biokimia

Teori ini diungkapkan oleh beberapa ilmuwan modern yakni Oparin, H. Urey dan S. Miller. Menurut teori ini, kehidupan terbentuk dari reaksi antara senyawa-senyawa kimia yang pertama kali terdapat di bumi, yaitu senyawa metana (CH4), hidrogen (H2), amoniak (NH3), dan air (H2O) yang bereaksi akibat adanya energi listrik yang berasal dari halilintar. Reaksi keempat senyawa ini membentuk endapan dalam bentuk asam amino, kemudian dari asam amino yang terbentuk, menginisiasi pembentukan makhluk hidup yang pertama, heterotrof. Akibat aktivitas biologis dari organisme tersebut, maka menginisiasi pembentukan makhluk hidup selanjutnya yang bersifat autotrof. Kemudian, adanya pengaruh lingkungan dan sebagainya menyebabkan pembentukan kehidupan seperti sekarang yang amat beragam.

V. Kesimpulan dan Saran 

Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa asal-usul kehidupan masih bersifat misteri. Meski kemajuan teknologi makin muthahir, namun hal itu belum dapat menjawab bagaimana kehidupan ini berawal. Teori-teori yang diungkapkan oleh para ilmuwan, kerap kali terdapat kekeliruan dengan ditemukannya teori-teori yang baru. Dengan demikian, asal-usul kehidupan masih belum ditemukan kebenarannya. 

Adapun saran terkait jalannya diskusi ini yaitu, meski sudah berjalan dengan baik, namun moderator kurang berperan dalam mengatur jalannya diskusi. Sehingga materi diskusi yang sedang dibahas menjadi tidak fokus pada topik yang disajikan. Kemampuan menjawab para penyaji pun dirasa kurang menguasai materi ini. Sehingga, terdapat beberapa pertanyaan yang belum terjawab. 

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Fungsi dari Sebuah Ilmu Pengetahuan, Syarat-Syarat yang ada dalam sebuah Ilmu Pengetahuan, Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli dan Pakar di Bidangnya.

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Sumber: geograph88.blogspot.co.id
Ilmu dan pengetahuan, sains, pengetahuan yaitu seluruh usaha yang dilakukan secara sadar untuk menemukan, menyelidiki serta meningkatkan hal-hal mengenai pemahaman pada manusia dalam semua sudut fakta pada alam manusia.

Sudut pandangan ini diberikan batas agar supaya rumusan-rumusan jadi pasti. Pengertian pengetahuan memberi kepastian mengenai pengetahuan dengan membatasi ruang lingkup pandangannya, serta satu kepastian pengetahuan di peroleh dari keterbatasanya.

Pengetahuan bukan hanya merupakan satu pengetahuan (knowledge), tetapi juga mencangkup beberapa kumpulan pengetahuan yang di dasari oleh teori-teori yang udah disetujui serta dapat secara systematik diuji dengan beragam langkah yang diikuti dalam bentuk pengetahuan tertentu.

Dilihat dari sisi filsafat, pengetahuan ada lantaran manusia mempunyai usaha berpikir amat jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu dan pengetahuan yaitu hasil dari epistemologi.

Pengetahuan psikologi cuma bisa meramalkan tingkah laku atau perilaku manusia bila ruang lingkup pandangannya mempunyai batasan dari sudut pandang secara umum dari tingkah laku manusia yang pasti. Tetapi pengetahuan alam akan jadi pasti bila pandangannya sudah dibatasi ke dalam soal yang bahani (material saja).

Terkait dengan contoh ini, pengetahuan psikologi menjawab apakah seseorang remaja wanita cocok jadi perawat, beberapa pengetahuan alam menjawab satu pertanyaan, berapakah jarak matahari dari bumi.

Sebagian Syarat Ilmu 

Sumber: karyamud.blogspot.co.id
Ini amat tidak sama dengan pengetahuan, ilmu yaitu pengetahuan yang secara khusus mempelajari mengenai hal pemicu terjadinya suatu hal serta kenapa? Ada beberapa syarat ilmiah yang bisa disebut juga sebagai ilmu. Karakter yang ilmiah untuk syarat ilmu banyak pengaruhnya dari beberapa ilmu alam yang udah ada terlebih dulu.

Logis atau masuk akal 

Sesuai sama aturan ilmu dan pengetahuan yang diakui kebenarannya

Objektif

Objek kajian mesti ada pada ilmu yang ada dari satu kelompok permasalahan yang sama karakter intinya, tampak dari luar ataupun memiliki bentuk dari dalamnya. Objeknya juga miliki sifat ada, atau mungkin saja juga ada lantaran masih tetap mesti diuji keberadaannya.

Dalam soal mengkaji satu objek, yang di cari yaitu kebenaran, yaitu penyesuaian antara tahu dengan objek, hingga bisa disebut dengan kebenaran objektif; bukan hanya subjektif bersumber pada subyek peneliti atau subyek penunjang riset.

Metodis

Metodis datang dari bahasa Yunani “Metodos” yang artinya: cara, jalan. Metodis artinya metode spesifik yang digunakan serta umumnya mengacu pada satu cara ilmiah.

Usaha yang sudah dilakukan supaya bisa meminimalisasi semua bagian peluang yang terjadi dalam soal yang menyimpang dari hal mencari satu kebenaran. Kemungkinan yang perlu di tanggung yaitu untuk menanggung kepastian kebenaran.

Systematis

Di dalam pengalamannya mencoba memaparkan serta memahami sebuah objek, ilmu mesti terumus serta teruraikan di dalam hubungan yang masuk diakal (logis) serta teratur supaya terbentuk sebuah system yang mempunyai keutuhan, menyeluruh, terpadu dalam segi arti, serta bisa menuturkan satu rangkaian sebab-akibat menyangkut perihal objektifnya.

Pengetahuan yang bisa tersusun dengan systematis adalah rangkaian sebab akibat dari syarat pengetahuan yang ketiga.

Universal

Satu kebenaran yang akan diraih yaitu satu kebenaran yang universal yang tidak miliki sifat spesifik (umum).

Contoh: 

Pengetahuan sosial menyadari kadar ke-umum-an mempunyai kandungan tidak sama dengan pengetahuan alam kerena objeknya yaitu dari tindakan manusia. Oleh karena itu supaya mencapai tingkat yang unversal di dalam pengetahuan sosial, mesti adanya konteks dan tertentu juga.

Contoh: Semua segitiga bersudut 180º. Karena itu universal adalah syarat pengetahuan yang ke empat.

Kumulatif berkembang serta tentatif 

Khasanah ilmu dan pengetahuan senantiasa bertambah dengan hadirnya ilmu dan pengetahuan baru. Ilmu dan pengetahuan yang ternyata dapat dibuktikan salah mesti diganti dengan pengetahuan yang benar (sifatnya tentatif).

Berikut ini yaitu pengertian ilmu dan pengetahuan menurut beberapa pakar: 
Sumber: lelypanca.wordpress.com
Minto Rahayu, Pengetahuan (Knowledge) yang udah disusun dengan systematis serta berlaku secara umum.

Thomas Kuhn, Sebuah Himpunan aktivitas/kegiatan yang banyak mendapatkan atau membuahkan penemuan, baik dalam bentuk pengembangan maupun penolakannya.

Van Puersen, Pengetahuan yang sudah terorganisasi, dengan cara serta system berupaya mencari beberapa interaksi tetap di antara beberapa gejala.

Dr. Maurice Bucaille, Kunci supaya bisa mengungkapkan beragam macam hal, baik dalam periode waktu sebentar ataupun periode waktu yang lama.

NS. Asmadi, Ilmu yaitu proses mengetahui lewat penyelidikan yang systematis serta beberapa kumpulan pengetahuan yang padat serta terkendali (metode ilmiah).

Charles Singer, Science is the process which makes knowledge. Ilmu adalah (sebuah proses yang membuat pengetahuan)

M. Izuddin Taufiq, Ilmu adalah penelusuran informasi atau data lewat penilaian, uji coba serta pengkajian, dengan maksud landasan mendasar, mengambil keputusan pokok, maupun asal usulnya.

Poespoprodjo, Ilmu adalah proses melakukan perbaikan diri secara terus-terusan (bersinambungan) yaitu mencakup perkembangan uji empiris serta teori.

Popper, Ilmu adalah tetap dalam keseluruhnya serta hanya mungkin direorganisasi.

Dr. H. M. Gade, Ilmu adalah falsafah, yakni hasil pemikiran mengenai peluang batas-batas pengetahuan manusia.

Francis Bacon, Ilmu merupakan hanya sebagian kenyataan yang bisa jadi objek pengetahuan serta satu-satunya pengetahuan yang valid.

Goldstein, Ilmu yaitu cara memandang (melihat) dunia, merubah serta memahaminya. Dalam sisi kreativitas ilmu dan pengetahuan, keilmuan di terangkan sebagai system berpikir yang melibatkan serangkaian kegiatan imajinatif ilmuwan serta kreatif dalam usaha mencari kebenaran.

Mulyadi Kartanegara, Ilmu dan pengetahuan secara bahasa yaitu science memiliki arti ”kenyataan atau keadaan” kerap di ambil serta memahami dalam arti pengetahuan (knowledge) yang kontras pada keyakinan serta intuisi.

Ralp Ross serta Ernest Van Den Haag, Dalam bukunya The fabric of society, menyatakan bahwa pengetahuan mempunyai persyaratan empiris, rasional, umum, kumulatif serta keempatnya serentak tercukupi.

Ashley Montagu, Dalam bukunya ‘the cultured man’, memberi pengertian ilmu dan pengetahuan sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu system yang datang dari pengalaman, studi serta percobaan yang sudah dilakukan atau digunakan untuk memastikan inti prinsip mengenai hak yang sedang dipelajari.

V. Afayanev, Dalam bukunya ‘Marxist Philosophy’ menyebutkan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu pengetahuan manusia mengenai alam, masyarakat, serta pikiran. V. Afayanev mencerminkan alam dalam hukum-hukum, ide konsep, serta beberapa kelompok yang pas dan kebenarannya bisa diuji dengan pengalaman praktis.

Helmy A. Kotto, Menyatakan  bahwa ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan hingga bisa menjelaskan fenomena serta kehadiran alam itu sendiri.

Dadang Ahmad S, Merumuskan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan sampai bisa menerangkan fenomena serta kehadiran alam tersebut.

Mappadjantji Amien, Merumuskan kalau ilmu dan pengetahuan yaitu suatu hal yang bermula dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati serta semesta yang mempunyai paradigma, objek penilaian, metode.

Dan media komunikasi membentuk sains baru dengan maksud untuk memahami semesta untuk mengfungsikannya serta menemukan kendali diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

Syahruddin Kasim, Menyatakan kalau “ilmu pengetahuan” yaitu pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah Sang Pencipta yang datang dari proses hubungan fenomena fitrawi lewat dimensi hati, akal, nafsu yang rasional, empirik serta hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

Fungsi Ilmu Pengetahuan 

Sumber: wavekuliahonline.blogspot.co.id
Setelah mengulas mengenai pengertian ilmu dan pengetahuan secara umum, lantas kita akan jelaskan mengenai 3 fungsi ilmu dan pengetahuan yang paling utama yakni:

Ilmu dan pengetahuan itu menjelaskan (explaining, Describing) 

Peranan ilmu dan pengetahuan dalam menjelaskan mempunyai 4 bentuk yakni:
  1. Deduktif, yakni pengetahuan mesti bisa memaparkan suatu hal bersumber pada premis pangkal ilir yang sudah diputuskan sebelumnya
  2. Probabilistik, Ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan suatu hal bersumber pada pola pikir induktif dari beberapa kasus yang pasti, hingga cuma bisa memberi kepastian (tidak mutlak) yang miliki sifat kemungkinan besar atau nyaris pasti.
  3. Fungsional, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan letak sebuah komponen dalam sebuah system secara menyeluruh
  4. Genetik, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan sebuah aspek bersumber pada beberapa gejala yang udah seringkali terjadi sebelumnya. 
Meramalkan (prediction) 

Ilmu dan pengetahuan mesti bisa memaparkan aspek sebab-akibat sebuah momen atau peristiwa, umpamanya apa yang akan terjadi bila harga bahan-bahan pokok naik.

Mengendalikan (controlling) 

Peranan Ilmu dan pengetahuan dalam mengendalikan mesti bisa mengendalikan tanda-tanda alam bersumber pada sebuah teori umpamanya bagaimana mengendalikan kurs rupiah serta harga.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Ilmu Pengetahuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ilmu Pengetahuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. hariannetral.com
  2. gurupendidikan.com 

Pengertian Ilmu : Syarat-Syarat Ilmu

Pengertian Ilmu

Pengertian Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan alam manusia. Sedangkan Pengertian Pengetahuan adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu.

Secara bahasa ilmu berasal dari kata arab yakni ‘alima yang bermakna mengetahui / perbuatan yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu dengan sebenar-benarnya. Dan bisa juga berasal dari bahasa latin yaitu science  yang artinya pengetahuan, mengetahui atau memahami.

Secara istilah kata ilmu ialah segala bentuk pengetahuan tentang sesuatu yang datang dari Allah SWT, yang diturunkan kepada nabi dan rasul serta alam yang diciptakannya termasuk manusia dan seluruh ciptaanya yang ada di muka bumi. Atau pengetahuan yang sistematis dan bersifat ilmiah.

Secara umum ilmu berarti kepandaian & pengetahuan berkenaan dengan bidang yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menerangkan dan menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.

Jadi, ilmu itu merupakan segala proses kegiatan terhadap suatu keadaan dengan cara menggunakan alat, prosedur, cara, metode, sehingga menghasilkan pengetahuan baru bagi manusia itu sendiri. Orang yang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan, dasar, pemahaman,  dan memiliki batasan tergantung pada keterbatasannya dalam mencari ilmu yang diperolehnya. Dalam pembahasan kali ini, akan membahas secara lebih spesifik lagi mengenai pengertian ilmu itu sendiri

Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli

Selain pengertian ilmu pengetahuan secara umum, terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian ilmu pengetahuan baik dari luar negeri maupun yang berada di dalam negeri dalam mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian ilmu pengetahuan yaitu sebagai berikut :

  • Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli di Indonesia

Moh. Hatta: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Moh. Hatta bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan atau studi yang teratur tentang pekerjaan hokum umum, sebab akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari kedudukannya maupun hubungannya.

Ahmad S: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Dadang Ahmad S, adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Mappadjantji Amien: Menurutnya, pengertian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati dan semesta yang memiliki paradigma, objek pengamatan, metode, dan media komunikasi membentuk sains baru dengan tujuan untuk memahami semesta untuk memanfaatkannya dan menemukan diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

Syahruddin Kasim: Menurut Syahruddin Kasim, bahwa pengertian ilmu pengetahuan adalah pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang pencipta yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawimelalui dimensi hati, akal, nafsu yang rasional empirik dan hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

Helmy A. Kotto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Helmy. A. Kotto bahwasanya ilmu pengetahuan adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus sampai menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Sondang Siagian: Menurut Sondang Siagian bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu objek, ilmiah yang memiliki sekelompok prinsipol, dalil, rumus, yang melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji kebenarannya, dalil-dalil, prinsip-prinsip dan rumus-rumus mana yang dapat diajarkan dan dipelajari.

Soerjono Soekanto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Soerjono Soekanto adalah pengetahuan yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.
Abu Bakar: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Abu Bakar adalah suatu pendapat atau buah pikiran, yang memenuhi persyaratan dalam ilmu pengetahuan terhadap suatu bidang masalah tertentu.

  • Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli di Luar Negeri 

Asle Montagu: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Asle Montagu dalam bukunya the cultured man adalah sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengalaman, studi dan percobaan yang telah dilakukan dipakai untuk menentukan hakikat prinsip tentang hak yang sedang dipelajari.

V.Afayanev: Menurut V. Afayanev, bahwa pengertian ilmu pengetahuan dalam buknya Marxist

Philosophy adlaah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran.

Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag: Menurut Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag dalam bukunya yang berjudul The Fabric of Society, bahwa ilmu memiliki kriteria empiris, rasional umum, kumulatif, dan keempatnya serentak terpenuhi.
Fungsi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan memiliki beberapa fungsi utama antara lain sebagai berikut :


  • Ilmu Pengetahuan itu Menjelaskan, fungsi ilmu pengetahuan menjelaskan 4 bentuk yaitu 

Deduktif, ialah ilmu yang menjelaskan sesuatu berdasarkan premis pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya.

Probablistik adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengenai pola pikir induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga memberikan kepastian yang tidak mutlak dan bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti.

Fungsional, adlaah ilmu pengetahuan menjelaskan letak suatu komponen dalam suatu sistem secara menyeluruh.

Genetik, adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan suatu faktor mengenai gejala-gejala yang sering terjadi.

  • Meramalkan, ilmu pengetahuan menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa seperti disaat harga naik. 
  • Mengendalikan, ilmu pengetahuan yang mengendalikan harus dapat mengendalikan gejala alam berdasarkan suatu teori seperti bagaimana mengendalikan kurs rupiah dan harga. 

Syarat-Syarat Ilmu Pengetahuan


  1. Logis atau Masuk Akal, sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya.  
  2. Objektif, sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari fakta impiris.
  3. Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang, diamati dan terkontrol. 
  4. Sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan saling berkaitan dan menjelaskan sehingga satu kesatuan.  
  5. Berlaku umum atau universal, berlaku untuk siapapun dan dimana pun, dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama untuk hasil yang sama.  
  6. Kumulatif berkembang dan tentatif, ilmu pengetahuan selalu bertambah yang hadir sebagai ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan yang salah harus diganti dengan yang benar disebut sifat tentatif