Showing posts sorted by relevance for query teori perubahan sosial menurut para ahli. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query teori perubahan sosial menurut para ahli. Sort by date Show all posts

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial. Pengertian Perubahan Sosial, Teori Tentang Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, dan Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi dalam kehidupan.

Pengertian Perubahan Sosial

Sumber: umum-pengertian.blogspot.co.id
Berikut ini yakni Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar:
  1. Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yakni perubahan yang meliputi unsur–unsur kebudayaan baik secara materi maupun bukan materi. 
  2. Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yakni perubahan yang melibatkan susunan dan peranan masyarakat. 
  3. Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung atau terhubung antar masyarakat. 
  4. Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial yaitu satu macam dari berbagai cara hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, dan dapat karena munculnya penemuan-penemuan baru oleh masyarakat di lingkungan itu sendiri. 
  5. Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yakni modifikasi dari pola kehidupan masyarakat. 
  6. Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yakni seluruh perubahan pada beragam macam lembaga masyarakat dalam satu lingkungan masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku antara beberapa kelompok yang ada pada masyarakat. 
Dan berdasarkan dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita dapat menyimpulkan Pengertian Perubahan Sosial, yaitu:

Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam satu lingkungan sosial yang meliputi beragam macam unsur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem sosial dalam lingkungan itu.

Perubahan Sosial meliputi perubahan susunan dan peranan masyarakat, juga termasuk satu diantaranya nilai–nilai sosial, etika, dan beragam macam pola dalam kehidupan manusia.

Teori–Teori Perubahan Sosial

Sumber: blog.unnes.ac.id
Perubahan terjadi karena adanya modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam macam kondisi yang menyebabkan terjadinya modifikasi itu. Kondisi itu dapat dijelaskan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini:

Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Teori Evolusi menjelaskan bila perubahan sosial memiliki arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yakni perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai perubahan paling akhir. Disaat udah terwujud perubahan paling akhir tidak akan terjadi perubahan lagi.

Pada dasarnya Teori Evolusi Berpegang teguh pada Teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling mempunyai pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yaitu:

Emile Durkheim 

Emile Durkheim berpendapat bila perubahan terjadi karena satu evolusi mempengaruhi pengorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin hubungan kerja.

Ferdinand Tonnies 

Ferdinand Tonnies memiliki pendapat bila masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif jadi tipe masyarakat besar yang menjalin hubungan khusus dan impersonal.

Teori ini memiliki kekurangan, karena tidak bisa menjelaskan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah?”, teori ini hanya menjelaskan beragam macam perubahan yang terjadi.
Sumber: media.shafira.com

Teori Konflik (Conflict Theory) 

Teori ini menjelaskan bila Perubahan Sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik ini datang dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sampai melahirkan satu perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial itu.

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni Karl Marx dan Ralf Dahrendort.
Menurut Karl Marx, Konflik kelas sosial yaitu sumber yang paling penting dan paling mempunyai pengaruh pada semua perubahan sosial yang terjadi.

Menurut Ralf Dahrendort, Setiap Perubahan sosial yaitu hasil dari konflik yang terjadi dalam kelas masyarakat.

Teori Fungsionalis 

Teori Fungsionalis menjelaskan bila, Perubahan Sosial yaitu satu yang konstan dan tidak memerlukan keterangan. Oleh sebab itu perubahan sosial mungkin saja mengacaukan satu keseimbangan dalam masyarakat. Jadi Teori Fungsional hanya menerima perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan perubahan yang tidak bermanfaat akan dibuang (tidak dipakai).

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni William Ogburn. Menurutnya, walaupun unsur–unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menjelaskan bila, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama seperti teori evolusi), namun perubahan tidak akan berhenti di bagian “terakhir” yang sempurna, namun akan berputar kembali ke awal untuk peralihan ke sisi selanjutnya.

Sampai digambarkan seperti Satu buah siklus.
Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori siklus yakni Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.
Oswald berpendapat bila setiap masyarakat berkembang lewat 4 sisi, contoh sederhananya yakni perubahan manusia:
  1. Masa-masa Kanak–kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewas, dan
  4. Masa-masa Tua. 
Arnold Toynbee mengemukakan bila perubahan sosial, baik itu perkembangan maupun satu kemunduran, dapat dijelaskan lewat konsep–konsep kemasyarakatan yang selalu berkaitan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan.

Bentuk–Bentuk Perubahan Sosial

Sumber: adityamedian.blogspot.co.id
Ada Beragam macam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi:

Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat

Perubahan Evolusi, umumnya perubahan secara lambat disebut juga dengan evolusi. Perubahan ini memerlukan waktu yang lama, dan biasanya perubahan terjadi tanpa ada gagasan lebih dahulu, perubahan terjadi bisa bergantung pada orang–orang yang berkuasa pada beberapa masa spesifik.

Perubahan Revolusi, umumnya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi mengubah dasar–dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam tempo yang singkat.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil

Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yakni perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, namun tidak memiliki arti penting dalam susunan sosial. Contohnya yakni perubahan bentuk pakaian yang tidak melanggar nilai dan etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yakni perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yakni perubahan sistem pemerintahan.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa gagasan

Perubahan yang direncanakan yakni perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan rencana, contohnya yakni program keluarga berencana.

Perubahan tanpa gagasan yakni program tanpa adanya persiapan dan gagasan, contohnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa pindah ke lingkungan baru.

Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki yakni perubahan sosial yang di setujui oleh masyarakat yang terkait. Contohnya yakni Gagasan pada ketentuan tertentu yang udah di setujui dalam rapat. Perubahan yang tidak dikehendaki yakni kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.
Aspek–Aspek yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Sumber: kulpulan-materi.blogspot.co.id
Secara garis besar, aspek–aspek yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dibagi jadi 2, yaitu:

Aspek Internal 

Aspek internal yakni Aspek yang datang dari dalam lingkungan masyarakat yang terkait. Berberapa aspek internal yakni:
  1. Aspek Perkembangan Masyarakat 
  2. Ada Penemuan Baru 
  3. Invensi (Gabungan baru dari satu pengetahuan yang telah ada) 
  4. Sistem Ideologi (kepercayaan pada nilai–nilai spesifik) 
Aspek Eksternal 

Aspek Eksternal yakni kebalikan dari aspek internal, yaitu aspek yang datang dari luar lingkungan masyarakat yang terkait:
  1. Lingkungan Fisik (Contohnya Musibah atau bencana alam) 
  2. Peperangan 
  3. Dampak Kebudayaan Lain
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perubahan Sosial di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perubahan Sosial. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

  • Auguste Comte

Auguste ComteSosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Auguste Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut sebagai pendukatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’. Mengapa? Memang harus diakui bahwa Auguste Comte sangat berjasa terhadap ilmu sosiologi.

  • William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

  • Allan Johnson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. SorokinSosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

  • Herbert Spencer

Sosiologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem.

  • Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta – afakta sosial, yakni faka yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperaasaan yang berada diluar individu dimana fakta – fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

  • J. Gillin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat.

  • Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

  • P. J. Baouman

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia.

  • Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  • Mr. J. Bierens De Haan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.

  • Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  • George Simmel

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sesama manusia.

  • Max Weber15. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

  • Drs. Ary H. Gunawan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  • Charles Ellwood

Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal kemajuannya, bentuk, dan kewajibannya.

  • J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  • Gustav Ratzenhofer

Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

  • Mayor Polak

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, dan kelompok dan kelompok,baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis (Sosiologi sebagai ilmu Dalam Makalah Istimewa).

  • Koentjaraningrat

Sosiologi adalah suatu proses yaitu proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial.

  • Hassan Shandily

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

  • Anthony Giddens

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia, dan masyarakat.

Dari pelbagai pengertian sosiologi diatas dapat diambil beberapa persamaan yang ada dari pengertian sosiologi oleh para ahli diatas bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
  1. Tentang manusia yang hidup dalam kelompok yang dikenal dengan masyarakat;
  2. Pola pola hubngan antara manusia baik secara individu maupun secara kelompok;
  3. Hubungan antara manusia dengan lembaga lembaga sosial seperti kaidah kaidah sosial, norma-norma dan ;
  4. Pola pola kehidupan manusia yang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungannya. 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 

Hakikat Sosiologi 

sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia. 

+10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli

+10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli. Hai semuanya, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli. Pembahasan yang lumayan banget buat dijadiin bekal kehidupan, lho. Dan, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian Implementasi Menurut Beberapa Pakar

Sumber: learn slideshare.net
Implementasi yaitu sebuah tindakan atau proses gagasan yang sudah disusun dengan begitu cermat dan detail. Implementasi ini umumnya tuntas sesudah di anggap permanen.

Implementasi ini tidak cuma aktivitas, namun sebuah kegiatan yang direncanakan serta dikerjakan dengan serius dengan berpedoman pada beberapa norma spesifik mencapai maksud kegiatan. Oleh sebab itu, proses tidak berdiri dengan sendirinya namun dipengaruhi juga oleh objek selanjutnya.

Berkaitan dengan hal semacam ini, kami akan sampaikan pemaparan implentasi menurut para ahli.
Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Pressman serta Wildavsky (1973) 

Implementasi sebagai “Accomplishing, fulfilling, carrying out, producing and completing a policy”.

  • Sementara itu Tornanatzky serta Johnson (1982) 

Membuat batasan mengenai implementasi sebagai ”…the translation of any tool technique process or method of doing from knowledge to practice” (Subandijah, 1996:305).

  • Kemudian Solichin Abdul Wahab 

“Implementasi yaitu beberapa aksi yang dikerjakan baik oleh individu-individu, beberapa petinggi, atau golongan – golongan pemerintah atau swasta yang diarahkan untuk tercapainya tujuan – tujuan yang sudah digariskan dalam keputusan kebijakan” (1997:63).

  • Pandangan Van Meter serta Van Horn 

Proses tindakan oleh individu, petinggi, lembaga pemerintah atau golongan swasta yang mempunyai tujuan untuk mencapai tujuan yang sudah digariskan dalam keputusan spesifik. Badan-badan ini menjalankan beberapa pekerjaan pemerintahan yang berefek pada warga.

Tetapi dalam praktinya lembaga pemerintah kerap menghadapi pekerjaan di bawah mandat UU, hingga bikin mereka jadi tidak jelas untuk mengambil keputusan apa yang perlu dikerjakan serta apa yang tidak boleh dikerjakan.

  • Menurut guru besar pengetahuan administrasi UNPAD, Prof. H. Tachjan 

“Implementasi kebijakan umum yaitu proses kegiatan administrasi yang dikerjakan sesudah kebijakan ditetapkan /disetujui.

Kegiatan ini terdapat di antara perumusan kebijakan serta Implementasi Kebijakan mempelajari kebijakan yang mengandung logika yang top-down, yang memiliki arti lebih rendah /alternatif menginterpretasikan.

Alternatif masih tetap abstrak atau bersfat alternatif makro atau mikro-beton “ (2006:25).

Selanjutnya, di bawah ini adalah pengertian teori dan konsep implementasi menurut para ahli lainnya, di dalam sebuah implementasi kebijakan, dan mengenai makna implementasi itu sendiri adalah sebagai berikut:

Implementasi datang dari bahasa Inggris yakni to implement yang memiliki arti mengimplementasikan. Implementasi adalah penyediaan fasilitas untuk melakukan suatu hal yang menyebabkan efek atau akibat pada suatu hal.

Suatu hal itu dikerjakan untuk menyebabkan efek atau akibat itu bisa berbentuk undang-undang, ketentuan pemerintah, ketentuan peradilan serta kebijakan yang dibuat oleh beberapa instansi pemerintah dalam kehidupan kenegaraan.

  • Pendapat Cleaves yang diambil (dalam Wahab 2008;187) yang secara tegas mengatakan kalau:

Implementasi itu meliputi “Proses bergerak menuju tujuan kebijakan melalui langkah langkah administratif serta politik”.

Kesuksesan atau kegagalan implementasi sebagai demikian bisa dievaluasi dari sudut kemampuannya secara fakta dalam melanjutkan atau mengoperasionalkan program-program yang sudah dirancang sebelumya.

Demikian sebaliknya seluruh proses implementasi kebijakan bisa dievaluasi lewat cara mengukur atau membandingkan antara hasil akhir dari program-program itu dengan sebagian tujuan kebijakan.

  • Menurut Friedrich (dalam Wahab 2008:3)

Kebijakan yaitu sebuah tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, golongan atau pemerintah dalam lingkungan spesifik berkenaan dengan adanya beberapa kendala tertentu seraya mencari beberapa kesempatan untuk menggapai tujuan atau mewujudkan tujuan yang dikehendaki.

Secara sederhananya implementasi dapat disimpulkan sebagai proses atau aplikasi.

  • Browne serta Wildavsky (dalam Nurdin serta Usman, 2003:7) menyampaikan kalau:

“Implementasi yaitu pelebaran aktivitas yang saling menyesuaikan”.

  • Jenis manajemen implementasi menurut Riant Nugroho (2004:163)

Menggambarkan dengan jelas proses atau implementasi kebijakan di dalam konteks manajemen ada di dalam kerangka organizing-leading-controlling.

Jadi saat kebijakan udah di buat, pekerjaan selanjutnya yaitu mengorganisasikan, melakukan kepemimpinan untuk memimpin proses serta melakukan pengendalian proses itu.

Secara detail kegiatan di dalam menejemen implementasi kebijakan bisa disusun lewat: 
  1. Implementasi strategi 
  2. Pengorganisasian 
  3. Penggerakkan serta kepemimpinan 
  4. Pengendalian 
Implementasi melibatkan usaha dari policy makers untuk merubah apa yang disebut dengan “street level bureaucrats” oleh Lipsky untuk memberikan pelayanan atau mengatur perilaku kelompok sasaran.

Untuk kebijakan yang sederhana, implementasi cuma melibatkan satu badan yang berperan sebagai implementor, contohnya, kebijakan pembangunan infrastruktur umum untuk membantu orang-orang supaya mempunyai kehidupan yang tambah baik,

Demikian sebaliknya untuk kebijakan makro, contohnya, kebijakan pengurangan kemiskinan di pedesaan, usaha-usaha implementasi bakal melibatkan beragam institusi, seperti birokrasi kabupaten, kecamatan, pemerintah desa.

Kesuksesan implementasi kebijakan bakal ditetapkan dengan banyaknya variabel atau aspek, serta masing-masing variabel itu sama-sama berkaitan satu sama lain.

Dengan Adanya Implementasi Kebijakan mengorganisasikan, menjalankan kepemimpinan untuk melaksanakan atau untuk memimpin proses serta melaksanakan pengendalian proses secara detail.

Kegiatan implementasi kebijakan di dari mulai implementasi strategi, pengorganisasian, gerakan kepemimpinan serta pengendalian bakal berjalan dengan lancar sesuai sama yang diinginkan.

Dan pengorganisasian yakni merumuskan prosedur implementasi, yang ditata dalam jenis dasar mengorganisasi, memimpin serta mengatur dengan beberapa rencananya: 
  1. Design organisasi serta susunan organisasi. 
  2. Pembagian pekerjaan serta design pekerjaan. 
  3. Integrasi serta koordinasi. 
  4. Perekrutan serta peletakan sumber daya manusia. 
  5. Hak, wewenang serta kewajiban. 
  6. Pendelegasian. 
  7. Pengembangan kemampuan organisasi serta kemampuan sumber daya manusia. 
  8. Budaya organisasi. 
Aspek berikutnya yakni penggerakan serta kepemimpinan yaitu melakukan alokasi sumber daya, menyesuaikan prosedur implementasi dengan sumber daya yang dipakai.

Ketika kebijakan pada fase ini sekaligus diberikan pijakan diskresi atau ruang gerak untuk individu pelaksana untuk memilih tindakan sendiri yang otonom dalam batas wewenang jika menghadapi kondisi khusus serta mengaplikasikan prinsip-prinsip mendasar dari good governance.

Dengan beberapa rencananya:
  1. Efektivitas kepemimpinan. 
  2. Motivasi. 
  3. Norma. 
  4. Mutu. 
  5. Kerja sama tim. 
  6. Komunikasi organisasi. 
  7. Negoisasi 
Aspek yang selanjutnya yaitu pengendalian yakni mengatur proses dengan melakukan proses monitoring secara berkala serta beberapa rencananya: 
  1. Design pengendalian. 
  2. System informasi manajemen. 
  3. Monitoring. 
  4. Pengendalian biaya atau keuangan. 
  5. Audit. 
Implementasi kebijakan pada prinsipnya yaitu langkah supaya satu kebijakan bisa menggapai tujuannya.

Untuk mengimplementasikan kebijakan umum, ada dua pilihan langkah yang ada, yakni langsung mengimplementasikan dalam bentuk program – program atau lewat formulasi kebijakan derivat atau turunan dari kebijakan umum itu.

Secara umum bisa digambarkan sebagai berikut ini: 
Implementasi adalah tindakan untuk menggapai tujuan yang sudah digariskan dalam ketentuan kebijakan, tindakan itu dikerjakan baik oleh individu, petinggi pemerintah maupun swasta.

Bersumber pada uraian itu bisa diambil kesimpulan kalau implementasi adalah sebuah proses yang dinamis, di mana pelaksana kebijakan mengerjakan aktivitas atau kegiatan, hingga pada akhirnya bakal mendapatkan sebuah hasil yang sesuai sama maksud atau tujuan kebijakan tersebut.

  • Menurut Syaukani dkk (2004:295) 

Implementasi yaitu proses rangkaian kegiatan dalam rencana untuk memberikan kebijakan umum hingga kebijakan bisa membawa hasil, seperti yang diinginkan.

Mereka termasuk juga ke dalam rangkaian kegiatan, dan dalam hal ini ada tiga persiapan tersendiri:
  1. Pertama maju menentukan peraturan yang disebut interpretasi dari kebijakan itu.
  2. Kedua, menyiapkan sumber daya untuk mendorong proses kegiatan termasuk juga infrastruktur, sumber daya keuangan serta jelas saja pemilihan siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan kebijakan ini.
  3. Ketiga, bagaimana mengahantarkan kebijaksanaan konkret untuk umum. 
Bersumber pada pandangan ini di ketahui kalau proses pelaksanaan keresahan kebijakan yang sesungguhnya tidak cuma tingkah laku badan administratif bertanggung jawab untuk melakukan program serta menyebabkan ketaatan pada diri kelompok tujuan.

Tetapi menyangkut jaringan kemampuan politik, ekonomi, sosial dan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi tingkah laku dari seluruh pihak yang ikut serta untuk menentukan arah dan tujuan kebijakan umum bisa terwujud sebagai hasil dari aktivitas pemerintah.

  • Sementara itu, menurut Daniel A. Mazmanian serta Paul A. Sabatier di Wahab (2005:65)

Memaparkan arti dari proses ini dengan menyampaikan kalau pemahaman yang sesungguhnya apa yang terjadi setelah program dinyatakan berlaku atau dirumuskan fokus kebijakan pelaksanaan,

yakni peristiwa serta bekerja dengan kegiatan yang muncul setelah pedoman disahkannya kebijakan negara, yang mencakup usaha untuk mengelola dan atas konsekuensi / dampak nyata pada beberapa orang atau peristiwa.

  • Menurut Syukur dalam Surmayadi (2005:79) 

Syukur dalam Surmayadi (2005:79) menyampaikan ada tiga unsur penting dalam proses implementasi, yakni:
  1. Adanya program atau kebijakan yang sedang dikerjakan
  2. Kelompok sasaran, yakni golongan orang-orang yang menjadi sasaran serta ditetapkan untuk manfaat dari program, perubahan atau perbaikan
  3. Mengaplikasikan elemen (Pelaksana) baik untuk organisasi atau individu yang bertanggung jawab untuk memperoleh proses serta pengawasan proses implementasi. 

  • Menurut Nurdin Usman (2002:70) 

Menurut Nurdin Usman dalam buku berjudul Konteks Berbasiskan Implementasi Kurikulum nya menyebutkan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi diarahkan untuk kegiatan, tindakan, atau mekanisme system Implementasi tidak cuma aktivitas, namun kegiatan serta untuk menggapai tujuan dari kegiatan yang direncanakan.

  • Menurut Guntur Setiawan (2004:39) 

Menurut Guntur Setiawan dalam bukunya yang berjudul Implementasi Dalam Pembangunan Birokrasi mengutarakan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi yaitu perluasan aktivitas yang sama-sama menyesuaikan proses hubungan antara tujuan serta tindakan untuk menggapai serta membutuhkan eksekutif jaringan, birokrasi yang efisien.

  • Menurut Hanifah Harsono (2002:67) 

Menurut Hanifah Harsono dalam bukunya yang berjudul Implementasi Kebijakan serta Politik menyebutkan gagasannya tentang implementasi atau proses sebagai berikut ini:

Implementasi yaitu proses untuk melakukan kebijakan itu ke dalam tindakan kebijakan politik dalam pembangunan Kebijakan administrasi dalam rangka meningkatkan program.

Pengertian-pengertian di atas memerlihatkan kalau kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya perbuatan, tindakan, atau mekanisme sebuah system.

Ungkapan mekanisme mengandung arti kalau implementasi bukanlah sebatas aktivitas, namun sebuah kegiatan yang terencana serta dikerjakan secara sungguh-sungguh bersumber pada referensi norma spesifik untuk menggapai tujuan kegiatan.

Oleh sebab itu, implementasi tidak berdiri dengan sendirinya namun di pengaruhi oleh obyek berikutnya yakni kurikulum.

Pada kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan adalah proses untuk melakukan gagasan, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain bisa menerima serta melakukan perubahan.

Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatan-pendekatan yang sudah dikemukakan di atas memberikan tekanan pada proses.

Esensinya implementasi yaitu sebuah proses, sebuah aktivitas yang dipakai untuk mentransfer gagasan /ide, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum design (tercatat) supaya dikerjakan sesuai dengan design itu.

Masing-masing pendekatan itu mencerminkan tingkat proses yang tidak sama.

Dalam hubungannya dengan pendekatan yang disebut, Nurdin serta Usman (2004) menerangkan kalau pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dikerjakan saat sebelum penyebaran (desiminasi) kurikulum design.

Kata proses dalam pendekatan ini yaitu aktivitas yang terkait dengan penjelasan tujuan program, mendeskripsikan sumber-sumber baru serta mendemonstrasikan cara pengajaran yang digunakan.

Pendekatan kedua, menurut Nurdin serta Usman (2002) mengutamakan pada fase penyempurnaan. Kata proses dalam pendekatan ini lebih mengutamakan pada hubungan antara pengembang serta guru (praktisi pendidikan).

Pengembang melakukan kontrol pada program baru yang direncanakan, sumber-sumber baru, serta memasukan isi/materi baru ke program yang udah ada bersumber pada hasil eksperimen di lapangan serta pengalaman-pengalaman guru.

Hubungan antara pengembang serta guru terjadi dalam rangka penyempurnaan program, pengembang mengadakan lokakarya atau diskusi-diskusi dengan guru-guru untuk mendapatkan masukan. Implementasi dianggap tuntas pada saat proses penyempurnaan program baru dilihat udah lengkap.

Sedangkan pendekatan ketiga, Nurdin serta Usman (2002) melihat implementasi sebagai sisi dari program kurikulum. Proses implementasi dikerjakan dengan mengikuti perubahan serta megadopsi program-program yang udah direncanakan dan udah diorganisasikan dalam bentuk kurikulum design (dokumentasi).

Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disimpulkan sebagai proses atau penerapan. Artinya yang dikerjakan serta diaplikasikan yaitu kurikulum yang sudah dirancang /di desain untuk lantas dilakukan seutuhnya.

Bila dimisalkan dengan satu rancangan bangunan yang di buat oleh seseorang Insinyur bangunan mengenai rancangan satu tempat tinggal pada kertas kalkirnya.

Maka impelementasi yang dijalankan oleh beberapa tukang yaitu rancangan yang sudah dibuat tadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil bakal melenceng atau tidak sesuai dengan rancangan.

Jika yang dijalankan oleh beberapa tukang tidak sama juga dengan hasil rancangan bakal terjadi permasalahan besar dengan bangunan yang sudah di buat karena rancangan yaitu satu proses yang panjang, rumit, susah dan sudah sempurna dari sisi perancang serta rancangan itu.

Implementasi kurikulum juga dituntut untuk melakukan seutuhnya apa yang sudah direncanakan dalam kurikulumnya untuk dilakukan dengan segenap hati dan hasrat kuat.

Permasalahan besar bakal terjadi apabila yang dijalankan bertolak belakang atau menyimpang dari yang telah dirancang terjadilah kesia-sian antara rancangan dengan implementasi.

Rancangan kurikulum serta impelemntasi kurikulum yaitu satu system danmembentuk satu garis lurus dalam hubungan (konsep linearitas) dalam artiimpementasi mencerminkan rancangan.

Sangat penting sekali pemahaman guru serta aktor lapangan lain yang ikut serta dalam proses belajar mengajar sebagai intikurikulum untuk mengerti perancangan kuirkulum dengan baik serta benar.

Contoh Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam
Sumber: tiga http://kebumennews.com/
Wawasan nusantara jadi pola yang memicu cara berpikir, bersikap, bertindak dalam rangka menghadapi, menanggapi, atau mengatasi beragam persoalan menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

Implementasi wawasan nusantara sentiasa bertujuan pada kebutuhan rakyat dan lokasi tanah air secara utuh serta menyeluruh sebagai berikut ini: 
  1. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik, bakal membuat iklim 
  2. penyelenggara negara yang sehat serta dinamis. 
  3. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi, bakal membuat tatanan ekonomi yang betul-betul menanggung pemenuhan serta peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil serta merata. 
  4. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya, bakal menciptakan sikap batiniah serta lahiriah yang mengakui, menerima serta menghormati semua bentuk perbedaan atau ke Bhinekaan sebagai fakta hidup sekaligus karunia Sang Pencipta. 
  5. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan hankam, bakal menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air serta bangsa yang lebih lanjut bakal membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. 
Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara

Saat ini kita melihat kalau kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara tengah mengalami perubahan.

Serta kita juga mengerti kalau aspek terpenting yang mendorong terjadinya proses perubahan itu yaitu nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kemampuan penetrasi globalnya.

Jika kita menengok sejarah kehidupan manusia serta alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu yaitu sebuah hal yang lumrah, alamiah.

Dalam dunia ini, yang kekal serta abadi itu yaitu perubahan. Terkait dengan wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia serta di bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa.

Apakah wawasan bangsa Indonesia mengenai persatuan serta kesatuan itu dapat terhanyut tanpa bekas atau dapat tetap kokoh serta sanggup bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan bangsa.

Tantangan itu di antaranya yaitu pemberdayaan rakyat yang maksimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, serta kesadaran warga negara.

Itulah tadi pembahasan tentang +10 Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan pembahasan kali ini dapat menambah atau memperluas pengetahuan kita lagi ya, sahabat semuanya.

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk bermain sambil belajar di sini.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
  2. materibelajar.id
  3. dosenpendidikan.com
  4. el-kawaqi.blogspot.co.id
  5. dianpuspaharuniasari.wordpress.com

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya


Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya|Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi yaitu suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Atau budaya organisasi juga disimpulkan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada di dalam organisasi tersebut.

Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi itu mempunyai pengaruh besar akan budaya awal organsiasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi. Misalnya misi yang bisa ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal semacam ini dilakukan langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham. 

Kedua, melakukan indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada karyawan. Selanjutnya yang terakhir yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri, dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli 

Susanto: Pengertian budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.

Robbins: Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

Gareth R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari makna bersama.

Walter R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Larissa A. Grunig, et.al. : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Lathans (1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya. 

Sarpin (1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. 

Schein: Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.

Mondy dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

Hodge, Anthony dan Gales (1996):  Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Fungsi Budaya Organisasi 

1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota 
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi 
4. Mekanisme kontrol perilaku 
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang. 
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.  

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya biasanya sulit dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya adalah gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada fungsi-fungsi budaya, yakni :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai penyatu suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kekuatan untuk membentuk nilai lebih
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme penyesuaian pada perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999 : 294) fungsi budaya didalam suatu organisasi yaitu :
1. Budaya memiliki suatu peran dalam menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti jati diri untuk suatu anggota organisasi
3. Budaya memudahkan munculnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Dan menurut pendapat Siagian (1992 : 153) mencatat lima fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Sebagai penentu batas-batas tingkah laku dalam arti memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dilihat baik atau tidak baik, memastikan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan perasaan jati diri dalam suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat untuk seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang berkaitan.

Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Menentukan hal penting yang menjadi dasar organisasi, standar kesuksesan dan kegagalan harus bisa diukur.
2. Memaparkan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya bisa saling mengandalkan satu sama lain.
4. Membuat beberapa cara pengontrolan tingkah laku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tak abash yakni memastikan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi

Berdasarkan hasil riset yang menunjukkan kalau ada tujuh karakteristik paling utama yang secara keseluruhan yakni sebagai berikut :
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), yaitu suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif serta mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharapkan menunjukkan ketepatan, alaisis, serta perhatian pada hal detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen menitik beratkan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik serta proses untuk memperoleh manfaat itu.
4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana ketentuan manajemen memperhitungkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana kegiatan kerja di organisasi berdasar tim daripada individual
6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif serta kompetitif daripada easygoing,
7. Stability (Stabilitas), yang mana kegiatan organisasional tersebut mengutamakan pada menjaga status quo sebagai lawan daripada perkembangan.

Contoh-Contoh Budaya Organisasi

1. Kerapian Administrasi
Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi, adalah yang perlu dihidupkan dalam organisasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan sebagainya yang membantu untuk kinerja organisasi.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas
Hal semacam ini adalah kunci yang bisa menentukan keberhasilkan akan kemampuan dalam sebuah perusahaan. Dengan tidak adanya pembagian wewenang kinerja mungkin saja para anggota atau karyawan dalam perusahaan itu akan kebingungan mana yang dijalankan serta mana yang tidak.

3. Kedisiplinan
Kedisiplinan adalah budaya organisasi yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin adalah karakter dari orang-orang berhasil yang bisa menghargai waktu.

4. Inovasi
Budaya organisasi umumnya akan mendorong anggota team untuk melahirkan beberapa inspirasi kreatif dan inovasi baru untuk tujuan organisasi yakni kemajuan organisasi.

Teori-Teori Budaya Organisasi

Suatu teori komunikasi mengenai seluruh simbol komunikasi seperti tindakan, kebiasaan, dan percakapan serta makna yang dilekatkan pada simbol tersebut . Konteks perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam mencapai tujuan dan kekuasaan. Teori budaya organisasi ini mempunyai beberapa anggapan dasar yaitu sebagai berikut:

1. Anggota-anggota organisasi membuat dan menjaga perasaan yang dimiliki bersama akan suatu realitas organisasi, yang menyebabkan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini yaitu nilai yang dimiliki organisasi. Nilai adalah standar dan prinsip-prinsip yang ada dalam sebuah budaya.

2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat seseorang memahami simbol itu, maka seseorang akan dapat bertindak menurut budaya dari organisasinya.

3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. Dimana tiap-tiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda dan tiap-tiap individu dalam organisasi itu mempunyai penafsiran budaya dengan berbeda. Umumnya, perbedaan budaya dalam organisasi malah menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. 

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001 : 264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yakni :
1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Meliputi beberapa aspek yang tidak bisa dikendalikan atau hanya sedikit bisa dikendalikan oleh organisasi.

2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas umpamanya kesopansantunan dan kebersihan.

3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik permasalahan eksternal ataupun internal organisasi akan memperoleh penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Kesuksesan menangani berbagai permasalahan itu adalah dasar untuk tumbuhnya budaya organisasi.

Unsur-Unsur Budaya Organisasi

1. Asumsi dasar
2. Seperangkat nilai dan Kepercayaan yang dipercayai
3. Pemimpin
4. Pedoman mengatasi permasalahan
5. Berbagai nilai
6. Pewarisan
7. Acuan perilaku
8. Citra dan Brand yang khas
9. Penyesuaian

Jenis-Jenis Budaya Organisasi

1. Berdasarkan Proses Informasi
a. Budaya Rasional
b. Budaya Idiologis
c. Budaya Konsensus
d. Budaya Hierarkis

2. Berdasarkan Tujuannya
a. Budaya Organisasi Perusahaan
b. Budaya Organisasi Publik
c. Budaya Organisasi Sosial

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan 

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa semua suatu hal yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai suatu hal yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian dikatakan sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, etika sosial, ilmu pengetahuan dan keseluruhan beberapa susunan sosial, religius, dan sebagainya, penambahan lagi segala pernyataan intelektual serta artistik sebagai ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, dan beberapa kekuatan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan yaitu sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai pengertian itu, dapat didapat pengertian mengenai kebudayaan yaitu suatu hal yang akan merubah tingkat pengetahuan dan mencakup sistem inspirasi atau ide yang ada dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan keseharian, kebudayaan itu berbentuk abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa tingkah laku dan benda-benda yang berbentuk nyata, contohnya pola-pola tingkah laku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan sebagainya, yang kesemuanya diperuntukkan untuk menolong manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan Sebagai Peradaban 



Saat ini, umumnya orang memahami ide “budaya” yang diperkembang di Eropa pada era ke-18 dan awal era ke-19. Ide mengenai “budaya” ini merefleksikan ada ketidakseimbangan antara kemampuan Eropa dan kemampuan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain bisa diperbandingkan ; salah satu kebudayaan tentu lebih tinggi dari kebudayaan yang lain.

Pada prakteknya, kata kebudayaan mengacu pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” contohnya menggunakan pakaian yang berkelas, fine art, atau dengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan dipakai untuk melukiskan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari beberapa kesibukan diatas. Sebagai contoh, jika seorang berpendendapat kalau musik klasik yaitu musik yang “berkelas”, elit, serta bercita rasa seni, sesaat musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan serta ketinggal zaman, jadi muncul asumsi bahwa ia yaitu orang yang telah “berkebudayaan”.

Orang yang memakai kata “kebudayaan” dengan langkah tersebut tidak yakin ada kebudayaan lain yang eksis ; mereka yakin kalau kebudayaan cuma ada satu dan menjadi tolak ukur etika serta nilai di semua dunia. Menurut cara pandang ini, seorang yang mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” dikatakan sebagai orang yang “tidak berkebudayaan” ; bukan hanya sebagai orang “dari kebudayaan yang lain. ” Orang yang “tidak berkebudayaan” disebutkan lebih “alam, ” serta para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)

Mulai sejak era ke-18, sebagian kritik sosial sudah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan serta tidak berkebudayaan- bisa menghimpit interpretasi perbaikan serta interpretasi pengalaman sebagai perubahan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan serta menyimpangkan karakter dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang di ciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dikira mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), serta musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” yaitu sama – masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan yang tidak bisa diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan sebagian kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang di produksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum” 



Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – meningkatkan satu ide kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini berasumsi satu budaya dengan budaya yang lain mempunyai ketidaksamaan serta kekhasan masing-masing. Karena itu, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun demikian, ide ini masih mengakui ada pemisahan pada “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif. ”

Pada akhir era ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi tersebut terbentuk kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada era ini pula, terjadi popularisasi inspirasi kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi 

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan yaitu sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.


Penetrasi kebudayaan 



Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara :

Penetrasi damai (penetration pasifique) 
Masuknya suatu kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan itu tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini juga tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang disebut perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis yaitu bercampurnya dua kebudayaan yang menyebabkan pada terbentuknya suatu kebudayaan baru yang begitu berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi Kekerasan (penetration violante) 
Masuknya satu kebudayaan dengan cara memaksa dan menyebabkan kerusakan. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan dibarengi dengan kekerasan makanya menyebabkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Bentuk budaya dunia barat diantaranya yaitu budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia diantaranya pada sistem pemerintahan Indonesia.

pengertian motivasi

Pengertian Motivasi



Pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yaitu motivation. Akan tetapi perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yaitu kata motif yang berarti tujuan atau segala usaha untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas, Pengertian Motivasi dapat diartikan sebagai tujuan atau pendorong, dengan tujuan sesungguhnya yang menjadi daya penggerak utama untuk seseorang dalam berusaha dalam mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif. Selain itu, Pengertian Motivasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya tanda-tanda perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan. 

Pengertian Motivasi menurut para ahli 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan meraih tujuan. 

  • Menurut Hamalik (1992 : 173) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. 

  • Menurut Mulyasa (2003 : 112) 
Pengertian Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang mengakibatkan adanya perilaku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. 

ada beberapa teori tentang motivasi yaitu antara lain : 

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow 

  • Kebutuhan dapat diartikan sebagai suatu pertentangan/kesenjangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang terdapat dalam diri. Abraham Maslow mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut : 
  • Kebutuhan tentang harga diri yaitu kebutuhan untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain. 
  • Kebutuhan tentang rasa aman yaitu kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya, pertentangan, ancaman dan lingkungan hidup. 
  • Kebutuhan tentang rasa sosial yaitu kebutuhan untuk di terima oleh kelompok, saling berinteraksi, berafiliasi dan kebutuhan untuk dicintai serta mencintai. 
  • Kebutuhan tentang aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan potensi, kemampuan dan skill. 
  • Kebutuhan untuk mengemukakan pendapat, gagasan, beberapa ide dan kritik terhadap sesuatu. 
  • Kebutuhan tentang fisiologis yaitu kebutuhan untuk makan, minum, bernafas, seksual serta perlindungan fisik. Kebutuhan ini dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang paling dasar atau kebutuhan tingkat terendah. 
Teori dua Faktor Herzberg 

Teori ini mengemukakan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan sikap individu terhadap pekerjaan sangat baik untuk menentukan suatu kesuksesan ataupun kegagalan. Herzberg menggambarkan bahwa suatu kepuasan kerja berasal dari keberadaan faktor intrinsik dan ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan dari sebagian faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik atau dalam hubungan pekerjaan yaitu meliputi : 

  • Status 
  • Upah 
  • Kondisi kerja 
  • Mutu jalinan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan dan bawahan 
  • Keamanan kerja 
  • Prosedur perusahaan 
Teori Kebutuhan McClelland 

Teori ini mencakup tiga kebutuhan yaitu : 

  • Kebutuhan tentang hubungan yaitu keinginan/hasrat untuk hubungan yang saling akrab dan ramah antar pribadi. 
  • Kebutuhan tentang pencapaian yaitu dorongan untuk mencapai beberapa standar, berprestasi, mengungguli serta berupaya keras dalam menuju keberhasilan. 
  • Kebutuhan tentang kekuatan yaitu kebutuhan untuk membuat orang lain dalam menunjukkan perilaku yang sedemikian rupa sehingga tidak akan berperilaku sebaliknya. 
Teori X dan Y McGregor 

Teori ini mengemukakan tentang pandangan riil mengenai manusia. Teori X dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat negative. Sedangkan teori Y dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat positif. Disimpulkan bahwa pandangan manajer tentang sifat manusia didasarkan oleh sekelompok pendapat tertentu dan cenderung untuk membentuk perilaku mereka terhadap karyawan yang berdasarkan pendapat-pendapat tersebut .

Pengertian Penelitian : Syarat Dan Tujuan Penelitian

Pengertian Penelitian

Pengertian Penelitian adalah suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Kata penelitian adalah terjemahan dari kata research yang berasal dari bahasa Inggris. Kata Research terdiri dari dua kata yaitu re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian research (penelitian) adalah mencari kembali suatu pengetahuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengubah kesimpulan yang telah diterima secara umum, maupun mengubah pendapat-pendapat dengan adanya aplikasi baru pada pendapat tersebut. Suatu penelitian dengan menggunakan metode ilmiah dinamakan sebagai penelitian ilmiah.

Istilah lain dari penelitian adalah riset. Riset berasal dari bahasa inggris research, research yang berasal dari kata re (kembali) dan search (mencari). Secara etimologi penelitian berarti “mencari kembali” yaitu mencari fakta-fakta baru yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.

Setiap ilmuwan baik eksakta maupun sosial dalam melakukan penelitian harus didasari dengan adanya rasa keingintahuan. Rasa ingin tahu itu dapat menimbulkan keinginan mereka dalam melakukan penelitian untuk memperdalam dan memperluas ilmu yang ditekuni.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian tentang konsep penelitian secara teoritis menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  • Soerjono Soekanto

Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.

  • Sanapiah Faisal

Mengemukakan bahwa penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan menggunakan metode ilmiah secara tertata dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang dapat diandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia sosial.

  • Soetrisno Hadi

Menurutnya, penelitian ialah usaha dalam menemukan segala sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang telah ada, mengembangkan dan memperluas, serta menguji kebenaran dari apa yang telah ada namun kebenarannya masih diragukan.

  • Donald Ary

Penelitian merupakan penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • John

Penelitian ialah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas dalam menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan hukum tertentu.

  • Woody

Mengungkapkan bahwa penelitian adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.

  • Hill Way

Diungkapkan dalam bukunya Introduction to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut.

  • Parson

Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan dengan penelitian.

  • Hadi Sutrisno

Mengungkapkan penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.

  • Sukmadinata

Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses pengumpulan & analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

  • Mohamad Ali

Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.

  • Supadmoko

Penelitian merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.

Berdasarkan berbagai definisi tersebut, maka kesimpulan dari penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan serta menguji kebenaran suatu  masalah atau pengetahuan guna mencari solusi atau pemecahan masalah tersebut.

Sikap dan Cara Berpikir Seorang peneliti

Seorang peneliti harus memiliki sikap yang khas dan kuat dalam penguasan prosedur dan prinsip-prinsip dalam penelitian. Sika-sikap yang harus dikembangkan seorang peneliti adalah sebagai berikut :

  • Sikap-Sikap Seorang Penelliti


  1. Objektif  : Seorag peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dan fakta yang ada. Untuk menghasilkan penelitian yang baik, seorang peneliti harus bekerja sesuai atas apa yang ada di data yang diperoleh di lapangan dan tidak memasukkan pendapat pribadi yang dapat mengurangi dari keabsahan hasil penelitiannya (tidak boleh subjektif). 
  2. Kompeten : Seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu
  3. Faktual : Seorang peneliti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh, bukan berdasarkan observasi, harapan, atau anggapan yang bersifat abstrak. 

  • Cara Berpikir Seorang Peneliti 


  1. Berpikir Skeptis : Seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan (tidak mudah percaya)
  2. Berpikir analisi : Peneliti harus selalu menganalisi setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi 
  3. Berpikir kritis : Mulai dari awal hingga akhir kegiatan, penelitian dilakukan berdasarkan cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

Syarat-Syarat Penelitian

Adapun tiga syarat terpenting dalam melakukan penelitian yaitu sebagai berikut :

  1. Sistematis, dilaksanakan berdasarkan pola tertentu dari hal yang paling sederhana hingga yang kompleks dengan tatanan yang tepat sampai dengan tercapainya tujuan yang efektif dan efisien. 
  2. Terencana, dilaksanakan karena terdapat unsur kesenjangan dan sebelumnya sudah terkonsep langkah-langkah pelaksanaannya. 
  3. Mengikuti konsep ilmiah, maksudnya adalah mulai dari awal hingga sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan atau ditetapkan yaitu dengan prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Eksloratif (penjajagan) adalah penelitian yang tujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. 
  2. Verifikatif (pengujian) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap teori ataupun hasil penelitian sebelumnya, sehingga dapat diperoleh hasil yang dapat menggugurkan atau memperkuat teori atau hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
  3. Development (pengembangan) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, menggali dan memperluas lebih dalam mengenai suatu masalah atau teori kelimuan untuk menjadi 

Kriteria-Kriteria Seorang Peneliti

Menurut Whitney (1960), bahwa ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang peneliti antara lain sebagai berikut :

  1. Daya nalar : Seorang peneliti harus memiliki daya nalar yang tinggi, yaitu dapat memberi alasan dalam memecahkan masalah, baik secara induktif maupun secara deduktif
  2. Orisnalitas : Seorang peneliti harus mempunyai daya khayal ilmiah dan kreatif. Peneliti harus cemerlang, mempunyai inisiatif yang terencana, serta harus penuh dengan ide yang rasional dan menghindari peniruan atau jiplakan. 
  3. Daya ingat : Seorang peneliti harus mempunyai daya ingat yang kuat, selalu ekstensif dan logis, serta dapat dengan sigap melayani serta menguasai fakta
  4. Kewaspadaan : Peneliti harus secara cepat dapat melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi atas suatu variabel atau sifat suatu fenomena. Dia harus sigap dan mempunyai penglihatan yang tajam, serta tanggap (responsif) terhadap segala perubahan dan kelainan. Ini penting agar dia bisa dengan cepat mengantisipasi dampa faktor lain itu terhadap penelitiannya. 
  5. Akurat : Peneliti harus mempunyai tingkat pengamatan serta perhitungan yang akurat, tajam serta beraturan. 
  6. Konsentrasi : Seorang peneliti harus memiliki kekuatan untuk berkonsentrasi yang tinggi, kemauan yang besar, dan tidak cepat merasa bosan. 
  7. Dapat bekerja sama : Seorang peneliti harus memiliki sifat kooperatif sehingga dapat bekerja sama dengan siapapun, serta harus mempunyai keinginan untuk bertemansecara intelektual dan dapat bekerja secara berkelompok (team work). Ini menunjuk pada adanya sifat kepemimpinan pada diri si peneliti. 
  8. Kesehatan : Seorang peneliti harus sehat, baikt jiwa maupun fisiknya. selain itu, dia juga harus stabil, sabar, dan penuh vitalitas. Kesehatan ini diperlukan agar penelitian dapat berlangsung lancar dan mencapai hasil yang maksimal. 
  9. Semangat : Peneliti harus memiliki semangat yang besar untuk meneliti. Peneliti juga harus memiliki daya cipta serta hasrat yang tinggi. 
  10. Pandangan moral : Seorang peneliti harus mempunyai kejujuran intelektual kejujuran moral, beriman, dan dapat dipercaya.