Showing posts sorted by relevance for query teori teori perubahan sosial. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query teori teori perubahan sosial. Sort by date Show all posts

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial. Pengertian Perubahan Sosial, Teori Tentang Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, dan Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi dalam kehidupan.

Pengertian Perubahan Sosial

Sumber: umum-pengertian.blogspot.co.id
Berikut ini yakni Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar:
  1. Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yakni perubahan yang meliputi unsur–unsur kebudayaan baik secara materi maupun bukan materi. 
  2. Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yakni perubahan yang melibatkan susunan dan peranan masyarakat. 
  3. Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung atau terhubung antar masyarakat. 
  4. Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial yaitu satu macam dari berbagai cara hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, dan dapat karena munculnya penemuan-penemuan baru oleh masyarakat di lingkungan itu sendiri. 
  5. Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yakni modifikasi dari pola kehidupan masyarakat. 
  6. Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yakni seluruh perubahan pada beragam macam lembaga masyarakat dalam satu lingkungan masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku antara beberapa kelompok yang ada pada masyarakat. 
Dan berdasarkan dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita dapat menyimpulkan Pengertian Perubahan Sosial, yaitu:

Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam satu lingkungan sosial yang meliputi beragam macam unsur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem sosial dalam lingkungan itu.

Perubahan Sosial meliputi perubahan susunan dan peranan masyarakat, juga termasuk satu diantaranya nilai–nilai sosial, etika, dan beragam macam pola dalam kehidupan manusia.

Teori–Teori Perubahan Sosial

Sumber: blog.unnes.ac.id
Perubahan terjadi karena adanya modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam macam kondisi yang menyebabkan terjadinya modifikasi itu. Kondisi itu dapat dijelaskan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini:

Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Teori Evolusi menjelaskan bila perubahan sosial memiliki arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yakni perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai perubahan paling akhir. Disaat udah terwujud perubahan paling akhir tidak akan terjadi perubahan lagi.

Pada dasarnya Teori Evolusi Berpegang teguh pada Teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling mempunyai pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yaitu:

Emile Durkheim 

Emile Durkheim berpendapat bila perubahan terjadi karena satu evolusi mempengaruhi pengorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin hubungan kerja.

Ferdinand Tonnies 

Ferdinand Tonnies memiliki pendapat bila masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif jadi tipe masyarakat besar yang menjalin hubungan khusus dan impersonal.

Teori ini memiliki kekurangan, karena tidak bisa menjelaskan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah?”, teori ini hanya menjelaskan beragam macam perubahan yang terjadi.
Sumber: media.shafira.com

Teori Konflik (Conflict Theory) 

Teori ini menjelaskan bila Perubahan Sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik ini datang dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sampai melahirkan satu perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial itu.

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni Karl Marx dan Ralf Dahrendort.
Menurut Karl Marx, Konflik kelas sosial yaitu sumber yang paling penting dan paling mempunyai pengaruh pada semua perubahan sosial yang terjadi.

Menurut Ralf Dahrendort, Setiap Perubahan sosial yaitu hasil dari konflik yang terjadi dalam kelas masyarakat.

Teori Fungsionalis 

Teori Fungsionalis menjelaskan bila, Perubahan Sosial yaitu satu yang konstan dan tidak memerlukan keterangan. Oleh sebab itu perubahan sosial mungkin saja mengacaukan satu keseimbangan dalam masyarakat. Jadi Teori Fungsional hanya menerima perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan perubahan yang tidak bermanfaat akan dibuang (tidak dipakai).

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni William Ogburn. Menurutnya, walaupun unsur–unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menjelaskan bila, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama seperti teori evolusi), namun perubahan tidak akan berhenti di bagian “terakhir” yang sempurna, namun akan berputar kembali ke awal untuk peralihan ke sisi selanjutnya.

Sampai digambarkan seperti Satu buah siklus.
Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori siklus yakni Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.
Oswald berpendapat bila setiap masyarakat berkembang lewat 4 sisi, contoh sederhananya yakni perubahan manusia:
  1. Masa-masa Kanak–kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewas, dan
  4. Masa-masa Tua. 
Arnold Toynbee mengemukakan bila perubahan sosial, baik itu perkembangan maupun satu kemunduran, dapat dijelaskan lewat konsep–konsep kemasyarakatan yang selalu berkaitan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan.

Bentuk–Bentuk Perubahan Sosial

Sumber: adityamedian.blogspot.co.id
Ada Beragam macam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi:

Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat

Perubahan Evolusi, umumnya perubahan secara lambat disebut juga dengan evolusi. Perubahan ini memerlukan waktu yang lama, dan biasanya perubahan terjadi tanpa ada gagasan lebih dahulu, perubahan terjadi bisa bergantung pada orang–orang yang berkuasa pada beberapa masa spesifik.

Perubahan Revolusi, umumnya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi mengubah dasar–dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam tempo yang singkat.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil

Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yakni perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, namun tidak memiliki arti penting dalam susunan sosial. Contohnya yakni perubahan bentuk pakaian yang tidak melanggar nilai dan etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yakni perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yakni perubahan sistem pemerintahan.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa gagasan

Perubahan yang direncanakan yakni perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan rencana, contohnya yakni program keluarga berencana.

Perubahan tanpa gagasan yakni program tanpa adanya persiapan dan gagasan, contohnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa pindah ke lingkungan baru.

Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki yakni perubahan sosial yang di setujui oleh masyarakat yang terkait. Contohnya yakni Gagasan pada ketentuan tertentu yang udah di setujui dalam rapat. Perubahan yang tidak dikehendaki yakni kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.
Aspek–Aspek yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Sumber: kulpulan-materi.blogspot.co.id
Secara garis besar, aspek–aspek yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dibagi jadi 2, yaitu:

Aspek Internal 

Aspek internal yakni Aspek yang datang dari dalam lingkungan masyarakat yang terkait. Berberapa aspek internal yakni:
  1. Aspek Perkembangan Masyarakat 
  2. Ada Penemuan Baru 
  3. Invensi (Gabungan baru dari satu pengetahuan yang telah ada) 
  4. Sistem Ideologi (kepercayaan pada nilai–nilai spesifik) 
Aspek Eksternal 

Aspek Eksternal yakni kebalikan dari aspek internal, yaitu aspek yang datang dari luar lingkungan masyarakat yang terkait:
  1. Lingkungan Fisik (Contohnya Musibah atau bencana alam) 
  2. Peperangan 
  3. Dampak Kebudayaan Lain
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perubahan Sosial di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perubahan Sosial. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Perubahan Soial : Teori, Bentuk Dan Faktor Perubahan Sosial


PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL 

Berikut ini adalah Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar :

  • Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang meliputin unsur – unsur kebudayaan baik secara materi ataupun bukan materi. 
  • Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang melibatkan susunan serta manfaat orang-orang. 
  • Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung pada orang-orang. 
  • Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial adalah sebuah macam dari langkah hidup dalam sebuah lingkungan orang-orang. Perubahan itu mungkin terjadi lantaran perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, serta dapat lantaran timbulnya penemuan-penemuan baru oleh orang-orang. 
  • Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yaitu modifikasi dari pola kehidupan orang-orang. 
  • Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yaitu semua perubahan pada beragam instansi orang-orang dalam sebuah lingkungan orang-orang yang memengaruhi system sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku pada bebrapa grup dalam orang-orang. 

Bersumber pada dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita bisa menyimpulkan Pengertiannya, yakni :

Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam sebuah lingkungan sosial yang mencakup beragam unsur serta mengakibatkan terjadinya perubahan pada system sosial dalam lingkungan itu. Perubahan Sosial melitputi perubahan susunan serta manfaat orang-orang, termasuk juga salah satunya nilai – nilai sosial, etika, serta beragam pola dalam kehidupan manusia.

TEORI – TEORI PERUBAHAN SOSIAL 

Perubahan terjadi lantaran ada modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam keadaan yang mengakibatkan terjadinya modifikasi itu. Keadaan itu bisa diterangkan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini :
  • Teori Evolusi (Evolutionary Theory) 
olusi menerangkan kalau perubahan sosial mempunyai arah tetap serta dihadapi tiap orang-orang. Arah tetap yang disebut yaitu perubahan sosial bakal terjadi bertahap, dari mulai awal hingga perubahan paling akhir. Ketika sudah terwujud perubahan paling akhir tidak bakal terjadi perubahan lagi.

Pada intinya Teori Evolusi Berdasar pada Teori Evolusi Darwin serta di pengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling punya pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yakni :

  1. Emile Durkheim memiliki pendapat kalau perubahan lantaran sebuah evolusi memengaruhi perorganisasian orang-orang, terlebih dalam merajut hubungan kerja.
  2. Ferdinand Tonnies memiliki pendapat kalau orang-orang berubah dari orang-orang simpel yang memiliki hubungan erat serta komperatif jadi type orang-orang besar yang merajut hubungan terspesialisasi serta impersonal. 

Teori ini mempunyai kekurangan, lantaran tidak dapat menerangkan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Orang-orang Berubah? ”, teori ini cuma menerangkan beragam perubahan yang terjadi.

  •  Teori Perseteruan (Conflict Theory) 

Teori ini menerangkan kalau Perubahan Sosial bisa terbentuk dari perseteruan. Perseteruan ini datang dari pertentangan kelas pada grup penguasa dengan grup orang-orang yang tertindas hingga melahirkan satu perubahan sosial yang bisa merubah system sosial itu.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu Karl Marx serta Ralf Dahrendort.

  1. Menurut Karl Marx, Perseteruan kelas sosial adalah sumber yang paling perlu serta paling punya pengaruh pada seluruh perubahan sosial yang terjadi. 
  2. Menurut Ralf Dahrendort, Tiap Perubahan sosial adalah hasil dari perseteruan yang terjadi dalam kelas orang-orang. 


  • Teori Manfaatonalis 

Teori Manfaatonalis menerangkan kalau, Perubahan Sosial adalah sebuah yang konstan serta tidak membutuhkan keterangan. Oleh karenanya perubahan sosial mungkin mengacaukan sebuah keseimbangan dalam orang-orang. Jadi Teori Fungsional cuma terima perubahan yang berguna untuk orang-orang, sedang perubahan yang tidak berguna bakal dibuang (tidak digunakan).

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu :

  1. William Ogburn. Menurut dia, meskipun unsur – unsur orang-orang sama-sama terkait keduanya, tetapi kecepatan perubahan tiap unsur tidaklah sama. 
Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

  •  Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menerangkan kalau, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama dengan teori evolusi), tetapi perubahan tidak bakal berhenti pada bagian “terakhir” yang prima, tetapi bakal berputar kembali pada awal untuk peralihan ke bagian berikutnya. Hingga digambarkan seperti Satu siklus.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori siklus yaitu Oswald Spenger serta Arnold Toynbee.
Oswald memiliki pendapat kalau tiap orang-orang berkembang lewat 4 step, contoh sederhananya yaitu perkembangan manusia :

  1. Masa-masa Kanak – kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewasa 
  4. Masa-masa Tua. 

Arnold Toynbee menyampaikan kalau perubahan sosial, baik itu perkembangan ataupun sebuah kemunduran, bisa diterangkan lewat ide konsep – ide konsep kemasyarakatan yang senantiasa terkait keduanya, yakni tantangan serta respon.

BENTUK – BENTUK PERUBAHAN SOSIAL 

Ada Beragam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi, silakan dikaji teman dekat :

1. Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat serta perubahan sosial yang terjadi secara cepat.
Perubahan Evolusi, biasanya perubahan secara lambat disebut dengan evolusi. Perubahan ini membutuhkan saat yang lama, serta umumnya perubahan terjadi tanpa ada rencana terlebih dulu, perubahan terjadi dapat tergantung pada orang – orang yang berkuasa pada masa-masa spesifik.

Perubahan Revolusi, biasanya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi merubah mendasar – mendasar serta penopang kehidupan orang-orang kurun waktu yang singkat.

2. Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar serta Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil.
Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yaitu perubahan yang bisa memengaruhi kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak mempunyai arti perlu dalam susunan sosial. Misalnya yaitu perubahan jenis baju yang tidak tidak mematuhi nilai serta etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yaitu perubahan yang mempunyai efek besar dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya yaitu perubahan system pemerintahan.

3. Perubahan yang direncanakan serta perubahan yang tanpa rencana.
Perubahan yang direncanakan yaitu perubahan sosial dengan persiapan masak serta rencana, misalnya yaitu program keluarga merencanakan.

Perubahan tanpa rencana yaitu program tanpa ada persiapan serta rencana, misalnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa geser ke lingkungan baru.

4. Perubahan yang diinginkan serta perubahan yang tidak diinginkan.
Perubahan yang diinginkan yaitu perubahan sosial yang di setujui oleh orang-orang yang berkaitan. Misalnya yaitu Rencana pada ketentuan spesifik lewat sudah di setujui dalam rapat.
Perubahan yang tidak diinginkan yaitu kebalikan dari perubahan yang diinginkan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL 

1. Aspek Internal
Aspek internal yaitu Aspek yang datang dari dalam lingkungan orang-orang yang berkaitan. Berberapa aspek internal yaitu :

  • Aspek Perkembangan Penduduk 
  • Ada Penemuan Baru 
  • Invensi (Gabungan baru dari sebuah pengetahuan yang udah ada) 
  • System Ideologi (kepercayaan pada nilai – nilai spesifik) 

2. Aspek Eksternal
Aspek Eksternal yaitu kebalikan dari aspek internal, yakni aspek yang datang dari luar lingkungan orang-orang yang berkaitan.

  • Lingkungan Fisik (Misalnya Musibah atau bencana alam) 
  • Peperangan 
  • Dampak Kebudayaan Lain

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

  • Auguste Comte

Auguste ComteSosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Auguste Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut sebagai pendukatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’. Mengapa? Memang harus diakui bahwa Auguste Comte sangat berjasa terhadap ilmu sosiologi.

  • William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

  • Allan Johnson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. SorokinSosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

  • Herbert Spencer

Sosiologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem.

  • Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta – afakta sosial, yakni faka yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperaasaan yang berada diluar individu dimana fakta – fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

  • J. Gillin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat.

  • Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

  • P. J. Baouman

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia.

  • Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  • Mr. J. Bierens De Haan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.

  • Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  • George Simmel

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sesama manusia.

  • Max Weber15. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

  • Drs. Ary H. Gunawan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  • Charles Ellwood

Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal kemajuannya, bentuk, dan kewajibannya.

  • J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  • Gustav Ratzenhofer

Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

  • Mayor Polak

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, dan kelompok dan kelompok,baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis (Sosiologi sebagai ilmu Dalam Makalah Istimewa).

  • Koentjaraningrat

Sosiologi adalah suatu proses yaitu proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial.

  • Hassan Shandily

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

  • Anthony Giddens

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia, dan masyarakat.

Dari pelbagai pengertian sosiologi diatas dapat diambil beberapa persamaan yang ada dari pengertian sosiologi oleh para ahli diatas bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
  1. Tentang manusia yang hidup dalam kelompok yang dikenal dengan masyarakat;
  2. Pola pola hubngan antara manusia baik secara individu maupun secara kelompok;
  3. Hubungan antara manusia dengan lembaga lembaga sosial seperti kaidah kaidah sosial, norma-norma dan ;
  4. Pola pola kehidupan manusia yang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungannya. 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 

Hakikat Sosiologi 

sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia. 

Teori, Prinsip, Metode, dan Pengertian Pembelajaran

Teori, Prinsip, Metode, dan Pengertian Pembelajaran. Hai sahabat, berjumpa lagi dengan kami yang kali ini akan mengupas tuntas mengenai Penjelasan Lengkap Mengenai Pengertian Pembelajaran.

Dan gak cuma satu dua paragraph, tapi kami akan sajikan pengertian penjelasan secara luas dan mendalam, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Kota Nagasaki 1945 sebelum serta setelah di jatuhkan bom atom, adalah bentuk pembelajaran akibat dari Perang Dunia.

Pembelajaran yaitu proses, langkah, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pengertian di awal menyebutkan kalau seseorang manusia bisa melihat dalam perubahan yang terjadi, namun tidak dengan pembelajaran itu sendiri.

Ide konsep itu merupakan teoretis, dan oleh sebab itu tidak secara langsung bisa dilihat:

“Anda sudah melihat individu mengalami pembelajaran, melihat individu berperilaku dalam langkah tertentu sebagai hasil dari pembelajaran, serta beberapa dari Anda (bahkan juga saya rasa sebagian besar dari Anda) sudah "belajar" sebuah step dalam kehidupan Anda.

Dengan kata lain, kita bisa menyimpulkan kalau pembelajaran sudah terjadi saat seorang individu berperilaku, bereaksi, serta merespon sebagai hasil dari pengalaman dengan satu langkah yang berbeda dari caranya berperilaku sebelumnya.”

Pembelajaran dalam dunia pendidikan

Sumber: belajarpsikologi.com
Pembelajaran yaitu proses hubungan peserta didik dengan pendidik serta sumber belajar pada sebuah lingkungan belajar.

Pembelajaran adalah dukungan yang diberikan pendidik supaya bisa terjadi proses perolehan ilmu serta pengetahuan, penguasaan kemahiran serta perilaku, dan pembentukan sikap serta keyakinan pada peserta didik.

Dengan kata lain, pembelajaran yaitu proses untuk membantu peserta didik supaya bisa belajar dengan baik.

Di sisi lain pembelajaran memiliki pengertian yang serupa dengan pengajaran, namun sesungguhnya memiliki konotasi yang tidak sama. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik bisa belajar serta menguasai isi pelajaran sampai menggapai sesuatu objektif yang ditetapkan (faktor kognitif).

Dapat juga mempengaruhi perubahan sikap (faktor afektif), dan ketrampilan (faktor psikomotor) seorang peserta didik, tetapi proses pengajaran ini memberi kesan cuma untuk pekerjaan satu pihak, yakni pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menunjukkan adanya hubungan antara pengajar dengan peserta didik.

Pembelajaran yang bermutu sangat bergantung dari motivasi pelajar serta kreatifitas pengajar. Pembelajar yang mempunyai motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang dapat memfasilitasi motivasi itu akan membawa pada kesuksesan pencapaian tujuan belajar.

Tujuan belajar bisa diukur lewat perubahan sikap serta kapabilitas siswa lewat proses belajar. Design pembelajaran yang baik, ditunjang sarana yang memadai, ditambah dengan kreatifitas guru bakal membuat peserta didik lebih gampang menggapai tujuan belajar.

Teori pembelajaran 

Sumber: rhayukarmla.blogspot.co.id
Tiga teori sudah ditawarkan untuk memaparkan proses di mana seseorang mendapatkan pola tingkah laku, yakni teori pengkondisian classic, pengkondisian operan, serta pembelajaran sosial.

Pengondisian klasik 

Ivan Pavlov, pakar fisiolog dari Rusia yang mengenalkan Teori Pengkondisian Klasik
Pengkondisian classic yaitu bentuk pengkondisian di mana individu merespon beberapa stimulus yang tidak umum serta menghasilkan tanggapan baru.

Teori ini tumbuh bersumber pada uji coba untuk mengajari anjing mengeluarkan air liur sebagai tanggapan pada bel yang berdering, dilakukan pada awal tahun 1900-an oleh seorang pakar fisolog Rusia bernama Ivan Pavlov.

Pengondisian operant 

Pengkondisian operan yaitu bentuk pengkondisian di mana tingkah laku suka-rela yang diinginkan menghasilkan penghargaan atau menghindari satu hukuman.

Kecenderungan untuk mengulang tingkah laku seperti ini di pengaruhi oleh ada atau tidaknya penegasan dari konsekuensi-konsekuensi yang dihasilkan oleh tingkah laku. Dengan hal tersebut, penegasan bakal menguatkan satu tingkah laku serta meningkatkan peluang tingkah laku itu diulangi.

Apa yang dikerjakan Pavlov untuk pengkondisian classic, oleh psikolog Harvard, B. F. Skinner, dilakukan pengkondisian operan. Skinner menyampaikan kalau menciptakan konsekuensi yang mengasyikkan untuk mengikuti bentuk tingkah laku tertentu bakal meningkatkan frekuensi tingkah laku itu.

Pembelajaran sosial 

Pembelajaran sosial yaitu pandangan kalau beberapa orang bisa belajar lewat penilaian serta pengalaman langsung. Walaupun teori pembelajaran sosial yaitu perluasan dari pengkondisian operan, teori ini beranggapan kalau tingkah laku yaitu satu manfaat dari konsekuensi.

Teori ini dapat mengakui kehadiran pembelajaran lewat penilaian serta pentingnya persepsi dalam pembelajaran.

Prinsip-prinsip pembelajaran 

Bagian ini tidak mempunyai rujukan atau sumber tepercaya hingga isinya tidak dapat di pastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan memberikan rujukan yang layak. Materi yang tidak mempunyai sumber bisa dipertanyakan serta dihapus kapan saja oleh Pengurus.

Perhatian serta Motivasi 

Perhatian memiliki fungsi yang penting dalam aktivitas belajar. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi tersingkap kalau tanpa adanya perhatian tidak mungkin saja terjadi belajar. Perhatian pada pelajaran bakal muncul pada siswa jika bahan pelajaran sesuai sama kebutuhannya.

Jika bahan pelajaran itu dirasakan sebagai suatu hal yang diperlukan, dibutuhkan untuk belajar lebih lanjut atau dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, bakal membangkitkan perhatian serta motivasi untuk mendalaminya.

Jika dalam diri siswa tidak ada perhatian pada pelajaran yang dipelajari, siswa itu butuh dibangkitkan perhatiannya.

Dalam proses pembelajaran, perhatian adalah aspek yang besar pengaruhnya, bila peserta didik memiliki perhatian yang besar tentang apa yang dipelajari peserta didik bisa menerima serta memilih stimuli yang relevan untuk diolah lebih lanjut di antara demikian banyak stimuli yang datang dari luar.

Perhatian bisa bikin peserta didik untuk mengarahkan diri pada tugas yang bakal diberikan; melihat beberapa masalah yang bakal diberikan; memilih serta memberikan fokus pada permasalahan yang perlu diselesaikan.

Di samping perhatian, motivasi memiliki fungsi penting dalam aktivitas belajar. Motivasi yaitu tenaga yang menggerakkan serta mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi memiliki kaitan yang erat dengan ketertarikan.

Siswa yang mempunyai ketertarikan pada suatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan hal tersebut muncul motivasi untuk mendalaminya.

Contohnya, siswa yang suka pada pelajaran matematika akan terasa bahagia belajar matematika serta terdorong untuk belajar lebih giat, karena itu merupakan keharusan bagi guru untuk dapat menanamkan sikap positif pada diri siswa pada mata pelajaran sebagai tanggung jawabnya.

Motivasi bisa disimpulkan sebagai tenaga pendorong yang mengakibatkan adanya perilaku ke arah sebuah tujuan spesifik. Adanya tidaknya motivasi dalam diri peserta didik bisa dilihat dari observasi tingkah lakunya.

Jika peserta didik memiliki motivasi, ia bakal bersungguh-sungguh memperlihatkan ketertarikan, memiliki perhatian, serta rasa ingin tahu yang kuat untuk turut serta dalam aktivitas belajar;

Berupaya keras serta memberikan waktu yang cukup untuk melakukan aktivitas itu. Selalu bekerja hingga beberapa tugas itu terselesaikan.

Motivasi bisa bersifat internal, yakni motivasi yang datang dari dalam diri peserta didik serta eksternal baik dari guru, orang tua, rekan dan sebagainya.

Sehubungan dengan prinsip motivasi ini ada beberapa hal yang butuh di perhatikan dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, yakni: memberikan dorongan, memberikan insentif serta motivasi berprestasi.

Keaktifan 

Menurut pandangan psikologi anak yaitu makhluk yang aktif. Anak memiliki dorongan untuk berbuat suatu hal, memiliki tekad serta aspirasinya sendiri.

Belajar tidak dapat dipaksakan oleh orang lain serta tidak dapat dilimpahkan pada orang lain. Belajar cuma mungkin terjadi jika anak mengalami sendiri.

John Dewey menyampaikan kalau belajar yaitu menyangkut apa yang perlu dijalankan siswa untuk dirinya sendiri, inisiatif mesti datang dari dirinya sendiri, guru hanya sebagai pembimbing serta pengarah.

Menurut teori kognitif, belajar memperlihatkan adanya jiwa yang aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak cuma menyimpan saja tanpa mengadakan tansformasi.

Menurut teori ini anak mempunyai karakter aktif, konstruktif, serta dapat merencanakan suatu hal. Anak dapat mencari, menemukan serta memakai pengetahuan yang sudah diperolehnya.

Thordike menyampaikan keaktifan siswa dalam belajar dengan hukum " law of exercise " -nya yang menyebutkan kalau belajar membutuhkan adanya latihan-latihan.

Hubungan stimulus serta tanggapan bakal bertambah erat bila kerap digunakan serta bakal berkurang bahkan juga lenyap bila tidak pernah dipakai. Artinya dalam aktivitas belajar dibutuhkan adanya latihan-latihan serta pembiasaan supaya apa yang dipelajari bisa diingat lebih lama.

Semakin sering berlatih bakal makin memahami. Hal ini juga seperti yang dikemukakan oleh Mc. Keachie kalau individu adalah "manusia belajar yang aktif senantiasa ingin tahu". Dalam proses belajar, siswa mesti memperlihatkan keaktifan.

Keaktifan itu bisa berbentuk aktivitas fisik yang gampang dilihat ataupun aktivitas psikis yang sukar dilihat. Aktivitas fisik dapat berbentuk membaca, mendengar, menulis, berlatih sebagian ketrampilan serta sebaginya.

Aktivitas psikis contohnya memakai pengetahuan yang dipunyai dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi, membandingkan sebuah ide konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan serta lain sebagainya.

Keterlibatan Langsung/Pengalaman 

Belajar sebaiknya dilakukan sendiri oleh siswa, belajar yaitu mengalami serta tidak dapat dilimpahkan pada orang lain. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar menyampaikan kalau belajar yang terbaik yaitu belajar lewat pengalaman langsung.

Dalam belajar lewat pengalaman langsung siswa tidak cuma mencermati, namun ia mesti menghayati, ikut serta langsung dalam perbuatan serta bertanggung jawab pada hasil.

Sebagai contoh seorang yang belajar bikin tempe yang paling baik jika ia ikut serta secara langsung dalam pembuatan, tidak cuma lihat bagaimana orang bikin tempe, terlebih cuma mendengar cerita bagaimana caranya pembuatan tempe.

Pembelajaran yang efisien yaitu pembelajaran yang menyediakan peluang belajar sendiri atau beraktivitas sendiri.

Dalam konteks ini, siswa belajar sembari bekerja, lantaran dengan bekerja mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman, pengalaman dan bisa meningkatkan ketrampilan yang berarti untuk hidup di masyarakat.

Hal ini juga seperti yang di ungkapkan Jean Jacques Rousseau kalau anak mempunyai potensi-potensi yang masih tetap terpendam, lewat belajar anak mesti di beri peluang meningkatkan atau mengaktualkan potensi-potensi itu.

Sebenarnya anak memiliki kemampuan sendiri untuk mencari, mencoba, menemukan serta mengembangkan dirinya sendiri.

Dengan hal tersebut, semua pengetahuan itu mesti didapat dengan pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, bekerja sendiri, dengan sarana yang di ciptakan sendiri.

Pembelajaran itu akan tambah bermakna bila siswa "mengalami sendiri apa yang dipelajarinya" bukanlah "tahu" dari informasi yang di sampaikan guru.

Seperti yang dikemukakan Nurhadi kalau siswa bakal belajar dngan baik jika yang mereka tekuni terkait dengan apa yang sudah mereka pahami, dan proses belajar bakal produktif bila siswa ikut serta aktif dalam proses belajar di sekolah.

Dari beragam pandangan beberapa pakar itu memperlihatkan berapa pentingnya keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.

Pentingnya keterlibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan " learning by doing " -nya. Belajar baiknya dihadapi lewat perbuatan langsung serta mesti dilakukan oleh siswa secara aktif.

Prinsip ini didasarkan pada anggapan kalau beberapa siswa bisa memperoleh semakin banyak pengalaman lewat cara keterlibatan secara aktif dan seimbang, dibandingkan dengan apabila mereka cuma melihat materi/ide konsep. Modus Pengalaman belajar yaitu sebagai berikut ini:
  1. Kita belajar 10% dari apa yang kita baca,
  2. 20% dari apa yang kita dengar,
  3. 30% dari apa yang kita saksikan,
  4. 50% dari apa yang kita saksikan serta dengar,
  5. 70% dari apa yang kita katakan, serta
  6. 90% dari apa yang kita katakan serta lakukan.
Hal semacam ini menunjukkan kalau seandainya guru mengajar dengan banyak ceramah, peserta didik bakal mengingat cuma 20% lantaran mereka cuma mendengarkan.

Demikian sebaliknya, bila guru meminta peserta didik untuk melakukan suatu hal dan melaporkan nya, mereka bakal mengingat sebanyak 90%. Hal semacam ini ada hubungannya dengan pendapat yang dikemukakan oleh seorang filsof Cina Confocius, kalau:

“Apa yang saya dengar, saya lupa; apa yang saya saksikan, saya ingat; serta apa yang saya lakukan saya memahami. Dari kalimat bijak ini kita bisa tahu begitu pentingnya keterlibatan langsung dalam pembelajaran.”

Pengulangan 

Prinsip belajar yang mengutamakan pentingnya pengulangan yaitu teori psikologi daya. Menurut teori ini belajar yaitu melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mencermati, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, memikirkan dan sebagainya.

Dengan mengadakan pengulangan daya-daya itu bakal berkembang, seperti pisau yang senantiasa diasah bakal jadi tajam, daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan bakal sempurna.

Dalam proses belajar, makin sering materi pelajaran diulangi makin ingat serta menempel pelajaran itu dalam diri seseorang. Mengulang besar pengaruhnya dalam belajar, lantaran oleh karena adanya pengulangan "bahan yang belum begitu dikuasai dan gampang terlupakan" bakal tetap tertanam dalam otak seseorang.

Mengulang bisa secara langsung setelah membaca, namun juga bahkan lebih penting yaitu mendalami kembali bahan pelajaran yang udah dipelajari contohnya dengan bikin ringkasan. Teori lain yang mengutamakan prinsip pengulangan yaitu teori koneksionisme-nya Thordike.

Dalam teori koneksionisme, ia menyampaikan kalau belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulus serta respon, serta pengulangan pada pengalaman-pengalaman itu memperbesar kesempatan munculnya respon benar.
Tantangan

Teori medan (Field Theory) dari Kurt Lewin menyampaikan kalau siswa dalam belajar ada dalam suatu medan.

Dalam kondisi belajar siswa menghadapi sebuah tujuan yang ingin diraih, namun senantiasa ada kendala dalam mempelajari bahan belajar, timbullah motif untuk menangani kendala itu dengan mempelajari bahan belajar itu.

Jika kendala itu sudah diatasi, artinya tujuan belajar sudah tercapai, ia bakal dalam medan baru serta tujuan baru, demikian seterusnya. Menurut teori ini belajar yaitu berupaya menangani beberapa kendala untuk mencapai tujuan.

Supaya pada diri anak muncul motif yang kuat untuk menangani kendala dengan baik, bahan pelajaran mesti menantang. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar bikin siswa semangat untuk mengatasinya.

Bahan pelajaran yang baru yang banyak mengandung permasalahan yang butuh dipecahkan bikin siswa tertantang untuk mendalaminya. Pemakaian metode uji coba, inquiri, discovery juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebih giat serta sungguh-sungguh.

Penguatan positif serta negatif juga akan menantang siswa serta menyebabkan motif untuk memperoleh ganjaran atau terlepas dari hukuman yang tidak menyenangkan.

Balikan serta Penguatan 

Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan serta penguatan yaitu teori belajar operant conditioning dari B. F. Skinner.

Kunci dari teori ini yaitu hukum effeknya Thordike, hubungan stimulus serta tanggapan bakal bertambah erat, bila dibarengi perasaan senang atau puas serta demikian sebaliknya dapat lenyap bila dibarengi perasaan tidak senang.

Artinya bila sebuah perbuatan itu mengakibatkan dampak baik, perbuatan itu cenderung diulangi. Demikian sebaliknya bila perbuatan itu mengakibatkan dampak negatif, cenderung untuk ditinggalkan atau tidak diulangi lagi.

Siswa bakal belajar lebih semangat jika memahami serta memperoleh hasil yang baik. Jika hasil baik akan jadi balikan yang menyenangkan serta punya pengaruh baik untuk usaha belajar berikutnya.

Tetapi dorongan belajar itu tidak saja dari penguatan yang menyenangkan namun juga yang tidak menyenangkan, atau mungkin dengan kata lain adanya penguatan positif ataupun negatif bisa memperkuat belajar.

Siswa yang belajar sungguh-sungguh bakal memperoleh nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik bisa adalah operan conditioning atau penguatan positif.

Demikian sebaliknya, anak yang memperoleh nilai yang buruk pada saat ulangan bakal merasa takut tidak naik kelas, lantaran takut tidak naik kelas ia terdorong untuk belajar yang lebih giat.

Di sini nilai buruk serta takut tidak naik kelas dapat juga mendorong anak untuk belajar lebih giat, inilah yang disebut dengan penguatan negatif.

Perbedaan Individual 

Siswa adalah makhluk individu yang unik yang mana masing-masing memiliki perbedaan yang khas, seperti perbedaan intelegensi, ketertarikan bakat, hoby, perilaku ataupun sikap, mereka berbeda juga dalam soal latar belakang kebudayaan, sosial, ekonomi serta kondisi orang tuanya.

Guru mesti mengerti perbedaan siswa secara individu, supaya bisa melayani pendidikan yang sesuai sama perbedaannya itu. Siswa bakal berkembang sesuai sama kemampuannya masing-masing.

Tiap siswa juga mempunyai tempo perkembangan sendiri-sendiri, guru bisa memberi pelajaran sesuai sama temponya masing-masing. Perbedaan perorangan ini punya pengaruh pada cara serta hasil belajar siswa. Maka itu, perbedaan individu butuh di perhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran.

System pendidikan kalsik yang dilakukan di sekolah kita kurang mencermati permasalahan perbedaan perorangan, biasanya proses pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kapabilitas rata-rata, rutinitas yang lebih kurang sama, demikian juga dengan pengetahuannya.

Metode pembentukan perilaku 

Sumber: kubuskecil.blogspot.co.id
Saat seseorang berusaha untuk membentuk individu dengan menuntunnya sepanjang pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, orang itu tengah melakukan pembentukan tingkah laku.

Pembentukan tingkah laku yaitu secara sistematis menyatakan tiap urutan langkah yang menggerakkan seorang individu lebih dekat pada respons yang diinginkan.

Ada empat langkah pembentukan tingkah laku: lewat penegasan positif, penegasan negatif, hukuman, serta peniadaan.

Yay! Akhirnya kita sampai di akhir pembahasan kali ini, sahabat. Gimana? Masih ada yang bingung gak sama apa yang kita bahas kali ini? Intinya, Pembelajaran itu kalau aja kita mau terus belajar, tentang apa pun yang baik, nantinya akan berdampak baik untuk kehidupan kita.

Jangan berhenti belajar ya sahabat, sampai jumpa lagi di lain kesempatan, see yaa.

Refernsi:

  1. wikipedia.org

pengertian motivasi

Pengertian Motivasi



Pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yaitu motivation. Akan tetapi perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yaitu kata motif yang berarti tujuan atau segala usaha untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas, Pengertian Motivasi dapat diartikan sebagai tujuan atau pendorong, dengan tujuan sesungguhnya yang menjadi daya penggerak utama untuk seseorang dalam berusaha dalam mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif. Selain itu, Pengertian Motivasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya tanda-tanda perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan. 

Pengertian Motivasi menurut para ahli 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan meraih tujuan. 

  • Menurut Hamalik (1992 : 173) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. 

  • Menurut Mulyasa (2003 : 112) 
Pengertian Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang mengakibatkan adanya perilaku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. 

ada beberapa teori tentang motivasi yaitu antara lain : 

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow 

  • Kebutuhan dapat diartikan sebagai suatu pertentangan/kesenjangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang terdapat dalam diri. Abraham Maslow mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut : 
  • Kebutuhan tentang harga diri yaitu kebutuhan untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain. 
  • Kebutuhan tentang rasa aman yaitu kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya, pertentangan, ancaman dan lingkungan hidup. 
  • Kebutuhan tentang rasa sosial yaitu kebutuhan untuk di terima oleh kelompok, saling berinteraksi, berafiliasi dan kebutuhan untuk dicintai serta mencintai. 
  • Kebutuhan tentang aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan potensi, kemampuan dan skill. 
  • Kebutuhan untuk mengemukakan pendapat, gagasan, beberapa ide dan kritik terhadap sesuatu. 
  • Kebutuhan tentang fisiologis yaitu kebutuhan untuk makan, minum, bernafas, seksual serta perlindungan fisik. Kebutuhan ini dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang paling dasar atau kebutuhan tingkat terendah. 
Teori dua Faktor Herzberg 

Teori ini mengemukakan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan sikap individu terhadap pekerjaan sangat baik untuk menentukan suatu kesuksesan ataupun kegagalan. Herzberg menggambarkan bahwa suatu kepuasan kerja berasal dari keberadaan faktor intrinsik dan ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan dari sebagian faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik atau dalam hubungan pekerjaan yaitu meliputi : 

  • Status 
  • Upah 
  • Kondisi kerja 
  • Mutu jalinan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan dan bawahan 
  • Keamanan kerja 
  • Prosedur perusahaan 
Teori Kebutuhan McClelland 

Teori ini mencakup tiga kebutuhan yaitu : 

  • Kebutuhan tentang hubungan yaitu keinginan/hasrat untuk hubungan yang saling akrab dan ramah antar pribadi. 
  • Kebutuhan tentang pencapaian yaitu dorongan untuk mencapai beberapa standar, berprestasi, mengungguli serta berupaya keras dalam menuju keberhasilan. 
  • Kebutuhan tentang kekuatan yaitu kebutuhan untuk membuat orang lain dalam menunjukkan perilaku yang sedemikian rupa sehingga tidak akan berperilaku sebaliknya. 
Teori X dan Y McGregor 

Teori ini mengemukakan tentang pandangan riil mengenai manusia. Teori X dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat negative. Sedangkan teori Y dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat positif. Disimpulkan bahwa pandangan manajer tentang sifat manusia didasarkan oleh sekelompok pendapat tertentu dan cenderung untuk membentuk perilaku mereka terhadap karyawan yang berdasarkan pendapat-pendapat tersebut .

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan 

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa semua suatu hal yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai suatu hal yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian dikatakan sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, etika sosial, ilmu pengetahuan dan keseluruhan beberapa susunan sosial, religius, dan sebagainya, penambahan lagi segala pernyataan intelektual serta artistik sebagai ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, dan beberapa kekuatan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan yaitu sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai pengertian itu, dapat didapat pengertian mengenai kebudayaan yaitu suatu hal yang akan merubah tingkat pengetahuan dan mencakup sistem inspirasi atau ide yang ada dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan keseharian, kebudayaan itu berbentuk abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa tingkah laku dan benda-benda yang berbentuk nyata, contohnya pola-pola tingkah laku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan sebagainya, yang kesemuanya diperuntukkan untuk menolong manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan Sebagai Peradaban 



Saat ini, umumnya orang memahami ide “budaya” yang diperkembang di Eropa pada era ke-18 dan awal era ke-19. Ide mengenai “budaya” ini merefleksikan ada ketidakseimbangan antara kemampuan Eropa dan kemampuan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain bisa diperbandingkan ; salah satu kebudayaan tentu lebih tinggi dari kebudayaan yang lain.

Pada prakteknya, kata kebudayaan mengacu pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” contohnya menggunakan pakaian yang berkelas, fine art, atau dengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan dipakai untuk melukiskan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari beberapa kesibukan diatas. Sebagai contoh, jika seorang berpendendapat kalau musik klasik yaitu musik yang “berkelas”, elit, serta bercita rasa seni, sesaat musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan serta ketinggal zaman, jadi muncul asumsi bahwa ia yaitu orang yang telah “berkebudayaan”.

Orang yang memakai kata “kebudayaan” dengan langkah tersebut tidak yakin ada kebudayaan lain yang eksis ; mereka yakin kalau kebudayaan cuma ada satu dan menjadi tolak ukur etika serta nilai di semua dunia. Menurut cara pandang ini, seorang yang mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” dikatakan sebagai orang yang “tidak berkebudayaan” ; bukan hanya sebagai orang “dari kebudayaan yang lain. ” Orang yang “tidak berkebudayaan” disebutkan lebih “alam, ” serta para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)

Mulai sejak era ke-18, sebagian kritik sosial sudah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan serta tidak berkebudayaan- bisa menghimpit interpretasi perbaikan serta interpretasi pengalaman sebagai perubahan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan serta menyimpangkan karakter dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang di ciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dikira mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), serta musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” yaitu sama – masing-masing masyarakat mempunyai kebudayaan yang tidak bisa diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan sebagian kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang di produksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum” 



Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – meningkatkan satu ide kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini berasumsi satu budaya dengan budaya yang lain mempunyai ketidaksamaan serta kekhasan masing-masing. Karena itu, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun demikian, ide ini masih mengakui ada pemisahan pada “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif. ”

Pada akhir era ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi tersebut terbentuk kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada era ini pula, terjadi popularisasi inspirasi kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi 

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan yaitu sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.


Penetrasi kebudayaan 



Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara :

Penetrasi damai (penetration pasifique) 
Masuknya suatu kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan itu tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini juga tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang disebut perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis yaitu bercampurnya dua kebudayaan yang menyebabkan pada terbentuknya suatu kebudayaan baru yang begitu berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi Kekerasan (penetration violante) 
Masuknya satu kebudayaan dengan cara memaksa dan menyebabkan kerusakan. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan dibarengi dengan kekerasan makanya menyebabkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Bentuk budaya dunia barat diantaranya yaitu budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia diantaranya pada sistem pemerintahan Indonesia.

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Abstrak

Sumber: apresiasikarya.blogspot.co.id
Abstrak yaitu representasi dari isi dokumen yang singkat dan pas. Abstrak adalah bentuk ringkas dari isi sebuah dokumen yang terdiri atas beberapa bagian penting dari sebuah tulisan, serta mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Abstrak atau abstraksi pada riset yaitu sebuah deskripsi atau bayangan yang menceritakan mengenai alur dari sebuah riset yang ditulis oleh peneliti supaya beberapa pembaca bisa mengerti secara singkat inti dari riset itu.

Contoh Abstrak umumnya mendeskripsikan sebuah riset secara singkat serta sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomer pokok/induk mahasiswa bila si peneliti seseorang mahasiswa, judul riset, rumusan permasalahan, teori-teori, metode riset, variabel, sumber data, hasil pengujian, serta simpulan dari hasil riset itu.

Manfaat Abstrak 

  1. Mempermudah beberapa pembaca untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai suatu sektor yang diminati, tanpa mesti membaca semua isi dokumen 
  2. Menghemat waktu pembaca 
  3. Meneruskan membaca atau tidak? 
  4. Menghindari terjadi duplikasi tulisan 
  5. Kata kunci (keyword): mempermudah dalam penyimpanan secara elektronis 
  6. Abstrak berisi mengenai motivasi, perumusan permasalahan, tujuan, metode/pendekatan, dan hasil yang diinginkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak bisa menulisakan referensi serta diikuti dengan keyword atau kata kunci (keyword) minimal 3 kata kunci 

Cara Membuat Abstrak 

Bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar? Bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa sajakah yang perlu ada saat kita membuat sebuah abstrak untuk satu riset. Berikut ini yaitu beberapa panduan bagaimana sebuah abstrak itu di buat.

Tulis: 
  1. Nama penulis artikel 
  2. Judul artikel 
  3. Judul, no. Majalah, bulan serta tahun terbit, jumlah halaman 
  4. Isi abstrak 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Laporan Penelitian/Skripsi/Tesis/Disertasi 

Tulis: 
  1. Nama penulis 
  2. Judul 
  3. Tahun serta jumlah halaman 
  4. Isi abstrak memuat pokok persoalan, tujuan serta metode riset, hasil riset, simpulan 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Peraturan 

Tulis: 
  1. Judul, nomer serta tahun peraturan 
  2. Isi peraturan memuat landasan filosofis dikeluarkannya peraturan, dasar hukum, isi peraturan 
  3. Catatan 
  4. Nama pengabstrak 
Teknik Penulisan Abstrak 
  1. Jarak ketik 1 spasi 
  2. Maksimal 250 kata 
  3. Pakai kalimat aktif 
  4. Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap 

Contoh Abstrak

Sumber: anekacontohsurat.com

Contoh Abstrak Makalah 

Abstrak

Perkembangan teknologi sistem pengaturan proses di industri saat ini menuju aplikasi teknologi elektro-pneumatik, yakni penyusunan komponen pneumatik lewat sinyal listrik.

Pressure control trainer 38-714 yaitu modul teknologi elektro-pneumatik yang membahas penyusunan tekanan. Perubahan variasi beban serta masalah pada teknologi elektro-pneumatik bisa mengakibatkan tanggapan sistem tidak sesuai sama persyaratan yang diinginkan.

Pengaruh masalah yang ada pada sistem proses bisa direduksi dengan kontroler kaskade. Tidak hanya itu, metode kaskade dipakai untuk meningkatkan kecepatan respon sistem. Dengan pendekatan fuzzy, permasalahan kontroler bisa diselesaikan dengan gampang tanpa perhitungan matematis yang rumit.

Kontroler kaskade fuzzy yaitu dua kontroler fuzzy yang disusun secara kaskade. Pada segi primer berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan tekanan, sedangkan pada segi sekunder berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan aliran.

Bersumber pada hasil implementasi, kontroler kaskade fuzzy dalam riset ini dapat mengurangi nilai maksimum overshoot, saat steady state serta error steady state. Bila kontroler kaskade fuzzy dibandingkan dengan kontroler fuzzy tunggal.

Abstract

Technological developments in industrial process control systems today is toward the application of electro-pneumatic technology, ie pneumatic component control via electrical signals. Pressure control trainer 38-714 is a teaching module on the electro-pneumatic technology which the pressure.

Changes in load variations and disturbances in the electro-pneumatic technology can effect the system response does not match the expected criteria.

Effect of disturbance in process systems can be reduced with a cascade controller. The cascade method is used to increase system response speed. With the fuzzy approach, the controller problem can be solved easily without complicated mathematical calculations.

Cascade fuzzy controller is consist of two fuzzy controllers in a cascade. On the primary side of a fuzzy controller of pressure, the secondary side of a fuzzy controller of flow.

Based on the results of implementation, the cascade fuzzy controllers were able to reduce the maximum overshoot, the steady state and steady state error. If the cascade fuzzy controller compared with a single fuzzy controller.

Contoh Abstrak Skripsi 

Abstrak

Riset ini mempunyai tujuan untuk memahami hubungan akselerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis siswa putra SMA Negeri I Baturetno.

Riset ini adalah riset korelasi, memakai cara survey dengan teknik tes serta pengukuran Populasi dalam riset ini yaitu siswa putra SMA Negeri I Baturetno sejumlah 20 Orang.

Sedangkan instrument yang dipakai untuk akselerasi yaitu tes 20 meter ssatuannya detik, tes kelincahan diukur dengan shuttle run selama 60 detik satuannya frekuensi, ketahanan diukur dengan tes lari 2400 meter satuannya menit.

Ketrampilan bermain bulutangkis diukur dengan system setengah kompetisi satuannya angka. Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment.

Sebelumnya data dianalisis butuh diadakan pengujian kriteria analisa data yakni uji normalitas, uji linieritas serta uji hipotesis. Uji normalitas data memakai chi kuadrat (X2), memakai program SPS adisi Sutrissno Hadi.

Untuk menguji linieritas data, dipakai teknik analisa variansi pada gari regresi serta uji hipotesis memakai analisa regresi. Setelah uji normalitas menghasilkan normal serta uji linieritas menghasilkan data yang linier.

Maka hasil riset yang didapat yaitu hubungan antara akselerasi dengan ketrampilan bulutangkis dengan r = -0.515 serta p = 0.019 memiliki arti signifikan. Ada hubungan antara kelincahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = 0.883 serta p = 0.000 memiliki arti signifikan.

Ada hubungan antara ketahanan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = -0.628 serta p = 0.003 memiliki arti signifikan.

Selenjutnya hasil analisa regresi ganda dengan tiga prediktor memperlihatkan korelasi yang signifikan dengan R = 0.897 antara akelerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis.

Besarnya koefisien determinan R2 (kuadrat) = 0.805 sumbangan efektif (SE) yang diberikan ketiga variabel secara keseluruhan sebesar 80.470%.

Contoh Abstrak Tugas Akhir 

Abstrak

Dalam dunia industri alat ukur senantiasa diperlukan untuk menjalani semua kegiatan pekerjaan, satu diantaranya alat ukur berat. Oleh karena adanya alat ukur berat ini berat beban dari bahan atau material yang nantinya diolah dapat di ketahui beratnya.

Tetapi sampai kini alat ukur berat yang sudah ada serta dipakai harga nya relatif mahal. Hingga dalam riset ini di buat rancang bangun alat ukur berat memakai load cell kapasitas 300 kg, yang memiliki nilai ekonomis lebih rendah.

Untuk penggunaan alat ini mesti dipasang pada crane, yang prinsip kerjanya memakai beberapa gaya yang bekerja pada wire rope akibat dibebani muatan, hingga terjadi ketegangan pada wire rope itu. Hal semacam ini menyebabkan terjadinya tarikan pada load cell lewat pulley aktif.

Serta dari gaya tarik inilah bakal di proses oleh load cell jadi sebuah sinyal elektrik, yang nantinya bakal diteruskan lagi ke display untuk di baca sebagai sebuah besaran berat.

Dari hasil pengujian diperoleh data kalau kapabilitas maksimum akibat modifkasi load cell mencapai 670 kg melebihi kemampuan sebelumnya yaitu 300 kg.

Lantas display yang dipakai mempunyai keterbatasan pada pembacaan. Beban yang dapat di baca cuma mempunyai range sebesar 10 kg, hingga pada beban yang tidak berkelipatan 10 kg hasilnya bakal dibulatkan.

Serta pengukuran besar perubahan defleksi yang terjadi pada load cell tidak dapat terlihat lantaran bersifat mikron.

Keyword: Range, beban, sudut, load cell, wire rope

Contoh Abstrak Karya Tulis Ilmiah 

Abstrak

Riset Deskriptif Tentang Psikologi Sosial Masyarakat Kudus Pada Fatwa Rokok MUI

Oleh: Ikha Setya Aminati

Riset mengenai “Dampak Fatwa Rokok Untuk Psikologi Sosial Masyarakat Kudus” mempunyai tujuan untuk memberi manfaat psikologi sosial masyarakat Kudus dalam permasalahan fatwa rokok.

Riset ini dikerjakan dengan cara pembagian angket pada masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok dan studi pustaka.

Sejumlah 54 angket yang kembali diperoleh hasil kalau alasan merokok paling banyak yaitu merokok untuk menyingkirkan penat yang diperlihatkan dengan presentase 33,33%.

Sedangkan responden yang merokok menyadari kalau rokok itu beresiko untuk kesehatan tubuh yaitu sejumlah 88,89%.

Tetapi, dalam kenyataannya mereka tetap merokok untuk sebagian alasan yang terdaftar pada tabel 1, ini dapat dibuktikan kalau perokok menerapkan teori pertentangan sebagai satu diantara usaha untuk melakukan kegiatan merokok.

Namun, tidak selamanya teori pertentangan berlaku pada 54 orang responden. Hal semacam itu dapat dibuktikan dengan adanya kesadaran untuk berhenti merokok yang ada dalam tabel 2 sejumlah 66,67%.

Bersumber pada fakta yang didapat dari hasil itu, psikologi sosial berguna dalam persoalan fatwa rokok, berupa adanya kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok.

Sedangkan dampak fatwa rokok pada psikologi sosial masyarakat Kudus, berupa adanya penolakan pada fatwa rokok MUI.

Lantas bentuk dari psikologi sosial rokok dalam masyarakat yaitu adanya teori pertentangan yang secara langsung dilakukan masyarakat sebagai usaha untuk melakukan aktivitas merokok.

10 langkah Membuat Asbtrak 

Sumber: kompasiana.com
  • Identifikasi tujuan penelitian Anda 
Sebagai contoh, Anda menulis tentang hubungan antara kurangnya makan siang di sekolah dan nilai jelek. Lalu? Mengapa hal semacam ini penting?

Pembaca ingin tahu alasannya kenapa penelitian Anda penting, dan apa maksud dari penelitian ini. Awalilah abstrak deskriptif Anda dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan itu:
  1. Mengapa Anda memutuskan untuk melakukan kajian atau proyek ini? 
  2. Bagaimana Anda kerjakan penelitian Anda? 
  3. Apa yang Anda dapatkan? 
  4. Mengapa penelitian ini dan penemuan-penemuan Anda penting? 
  5. Mengapa seseorang harus membaca semua esai Anda? 
  • Terangkan persoalan yang berlangsung 
Abstrak menyebutkan “masalah” yang ada di balik penelitian Anda. Pikirkan hal semacam itu sebagai permasalahan spesifik sebagai arti dari penelitian atau proyek Anda.

Terkadang Anda bisa menggabungkan persoalan dengan motivasi melakukan penelitian, tetapi yang terbaik yakni untuk memperjelas dan memisahkan keduanya.
  1. Apa persoalan yang bakal di pahami atau ditangani lebih baik lewat penelitian Anda? 
  2. Apa cakupan dari kajian/penelitian Anda – persoalan umum, atau mungkin saja sebuah hal yang khusus? 
  3. Apa pernyataan atau alasan pokok Anda? 
  • Jelaskan cara yang Anda pakai 
‘Motivasi’ dan ‘masalah’ sudah Anda terangkan. Bagaimana perihal dengan ‘metode’? Dibagian inilah Anda memberi tinjauan mengenai langkah menyelesaikan penelitian.

Apabila Anda melakukan penelitian sendiri, masukan deskripsinya dalam abstrak ini. Apabila Anda melakukan tinjauan pada penelitian orang lain, terangkan dengan singkat.
  1. Diskusikan penelitian Anda termasuk juga bermacam variabel serta pendekatan yang Anda gunakan. 
  2. Deskripsikan bukti yang mensupport pernyataan Anda. 
  3. Berikanlah tinjauan umum dari sumber-sumber yang paling utama. 
  • Deskripsikan hasil penelitian (cukup dalam abstrak informatif). 
Di sinilah waktunya Anda mulai mengadakan perbedaan pada abstrak deskriptif dan informatif. Dalam abstrak informatif, Anda akan diminta menjelaskan hasil kajian/penelitian Anda.
  1. Apakah yang Anda dapatkan? 
  2. Apa jawaban yang Anda bisa dari penelitian atau kajian Anda? 
  3. Apakah hipotesis ataupun pendapat Anda mensupport penelitian itu? 
  4. Apa hasil penemuan pada umumnya? 
  • Catat satu rangkuman 
Rangkuman harus mengakhiri rangkuman dan menutup abstrak Anda. Pada rangkuman katakan arti dari penemuan Anda seperti pentingnya seluruh isi makalah.
  1. Format penulisan rangkuman dapat digunakan dalam abstrak deskriptif maupun abstrak informatif, tetapi Anda hanya butuh menjawab pertanyaan itu dalam abstrak informatif. 
  2. Apa saja implikasi dari penelitian Anda? 
  3. Apakah hasil penelitian Anda umum atau demikian khusus? 
  • Aturlah abstrak dengan rapi 
Dalam abstrak yang Anda buat, ada beberapa pertanyaan khusus yang perlu dijawab, tetapi jawaban itu juga harus tersusun dengan baik. Idealnya, abstrak harus sesuai sama semua format esai yang Anda catat, biasanya mencakup ‘pendahuluan’, ‘isi’, dan ‘kesimpulan’.

Banyak jurnal memiliki panduan gaya penulisan spesifik untuk satu abstrak. Apabila Anda udah diberi seperangkat ketetapan atau panduan, ikutilah tepat seperti yang tertulis.
  • Berikanlah informasi yang berguna 
Tidak seperti paragraf topik yang mungkin saja punya niat di buat tidak jelas, satu abstrak harus memberi penjelasan yang bermanfaat tentang makalah dan penelitian Anda.

Tuliskan abstrak sampai pembaca tahu secara tepat hal yang tengah Anda bicarakan dan tidak menggantung, muncul beragam pertanyaan yg tidak terjawab dengan frasa atau referensi yang memiliki arti ganda (ambigu).

Jauhi penggunaan akronim ataupun singkatan secara langsung dalam abstrak itu, karena semuanya perlu diterangkan agar diperhitungkan oleh pembaca. Penggunaannya buat ruang penulisan yang berharga terbuang sia-sia, dan rata-rata harus dijauhi.

Apabila tema Anda mengenai sebuah hal yang dikenal cukup baik, Anda dapat mengacu beberapa nama orang atau tempat sebagai konsentrasi dalam makalah Anda.

Jangan sampai memasukkan tabel, gambar, sumber, atau kutipan yang panjang dalam abstrak Anda. Terkecuali mengambil ruang amat banyak, hal semacam itu biasanya bukanlah apa yang diinginkan oleh pembaca.
  • Tulislah dari hasil corat-coret 
Ya, abstrak memang satu rangkuman, tetapi bagaimanapun harus ditulis terpisah dari makalah. Jangan sampai menyalin kutipan segera dari makalah Anda, dan hindari untuk menulis lagi kalimat Anda sendiri dari segi mana juga makalah itu.

Tulislah abstrak menggunakan perbendaharaan kata dan frasa yang baru untuk membuatnya menarik dan bebas dari pleonasme, penggunaan kalimat akan lebih diperlukan.
  • Gunakan frasa dan kata-kata kunci 
Apabila abstrak Anda akan dipublikasikan dalam satu jurnal, Anda tentu menginginkan agar pembaca dapat menemukannya dengan mudah.

Karena itu, pembaca akan mencari kata-kata kunci tertentu dalam basis data dalam jaringan (online) dengan harapan makalah, seperti punya Anda, akan terlihat. Cobalah gunakan 5-10 kata atau frasa kunci mengenai penelitian dalam abstrak Anda.

Sebagai contoh, apabila Anda tengah menulis makalah tentang perbedaan budaya terkait skizofrenia (schizophrenia), optimis untuk menggunakan kalimat seperti “skizofrenia (schizophrenia)”, “lintas budaya (cross-cultural)”, “keterikatan budaya (culture-bound)”.

“penyakit mental (mental illness)”, dan “penerimaan sosial (societal acceptance)”. Kalimat itu mungkin saja yaitu istilah yang digunakan oleh beberapa orang ketika mencari makalah dalam subyek yang Anda catat.
  • Hindari tulisan yang amat spesifik 
Abstrak yakni sebuah rangkuman, dan sudah semestinya tidak mengacu pada hal-hal paling utama dari penelitian secara khusus, kecuali terkait nama atau tempat. Anda tidak butuh menjelaskan atau mendeskripsikan istilah apa pun dalam abstrak, yang diperlukan cuma satu referensi.

Hindari keterangan yang amat detail dalam rangkuman dan tuliskan tinjauan mengenai penelitian Anda secara garis besar.

Hindari penggunaan jargon, kosakata khusus untuk bagian tertentu. Perbendaharaan kata khusus itu mungkin saja tidak dipahami oleh pembaca umum dalam bagian Anda dan dapat menyebabkan kebingungan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Abstrak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Abstrak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. akubagi.com
  2. lahiya.com 

Pengertian Statistika : Konsep Dasar Dan Manfaat Statistika

Pengertian Statistika

Statistika yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengkaji, menginterpretasi, serta mempresentasikan data. Secara singkat, statistika yaitu ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris : statistics) tidak sama dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik yaitu data, info, atau hasil penerapan algoritma statistika disuatu data.

Dari kumpulan data, statistika bisa dipakai untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data ; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa arti statistika diantaranya : populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diaplikasikan dalam beragam disiplin ilmu, baik beberapa pengetahuan alam (umpamanya astronomi serta biologi ataupun beberapa pengetahuan sosial (termasuk juga sosiologi serta psikologi), ataupun di bidang bisnis, ekonomi, serta industri.

Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk beragam jenis tujuan ; sensus penduduk adalah salah satu prosedur yang paling di kenal. Penerapan statistika yang lain yang saat ini popular yaitu prosedur jajak pendapat atau polling (umpamanya dilakukan sebelumnya pemilihan umum), dan hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapatlah diaplikasikan dalam pengenalan pola ataupun kecerdasan buatan.

Pengertian Statistik dari Para Ahli

  • Croxton dan Cowden

Statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola serta menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka.

  • Anderson Dan Bancroft

Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan serta metode paling efektif untuk pengumpulkan, pentabulasian serta  dan penginterpretasikan data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga akan memungkin kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probailitas(peluang).

  • Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisasan yang dilakukan.

  • Steel dan Torrie

Statistika adalah metode yang memberikan cara cara untuk menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.

  • J.Supranto

Memberikan 2 arti statistik iyalah :

  1. Dalam arti sempit, Statistik adalah data ringkasan yang berbentuk (kuantitatif).
  2. Dalam arti luas, Statistik adalah ilmu yang mempejari cara pengumpulan , penyajian , serta analisa data , dan pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil dari penelitian yang menyeluruh

  • Drs. Djawanto

Statistik iyalah kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan suatu persoalan.

Konsep Dasar Statistik

Ada berbagai macam teknik statistik yang digunakan dalam riset terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam menerapkan statistika pada permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama diawali dari mempelajari populasi. Arti populasi dalam statistika bisa bermakna populasi benda hidup, benda mati, maupun benda abstrak. Populasi dapat juga berbentuk pengukuran sebuah proses dalam waktu yang tidak sama, yaitu di kenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi disebut sensus. Sebuah sensus tentu membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Karenanya, dalam statistika kerapkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yaitu sebagian kecil dari populasi, yang bisa mewakili semua populasi. Analisis data dari sampel selanjutnya digunakan untuk menggeneralisasi semua populasi.

Bila sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) serta simpulan yang dibuat dari sampel bisa digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika mengenai bagaimana caranya mengambil sampel yang pas diberi nama teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika adalah cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas serta analisis matematika untuk memperoleh beberapa dasar teori statistika.

Jenis Statistika

  • Statistika Deskriptip

Statistika deskriptif sehubungan dengan deskripsi data, umpamanya dari menghitung rata-rata serta varians dari data mentah ; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik hingga data mentah lebih mudah “dibaca” serta lebih bermakna.

Statistika deskriptif sehubungan dengan bagaimana data bisa digambarkan (dideskripsikan) atau diambil kesimpulan, baik dengan cara numerik (umpamanya menghitung rata-rata serta deviasi standard) atau dengan cara grafis (berbentuk tabel atau grafik), untuk memperoleh deskripsi sekilas tentang data tersebut, hingga lebih mudah di baca serta bermakna.

  • Statistika Inferensial

Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, lakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika inferensial sehubungan dengan permodelan data serta melakukan pengambilan keputusan berdasar pada analisis data, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa yang akan datang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dsb.

  • Metode Statistika

Ada dua jenis utama penelitian : eksperimen serta survey. Keduanya sama-sama memahami dampak perubahan pada peubah penjelas serta tingkah laku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terdapat pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran pada sistem yang dikaji, memberi perlakuan pada sistem, serta selanjutnya melakukan pengukuran (lagi) lewat cara yang sama pada sistem yang sudah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Dapat pula perlakuan diberikan dengan cara simultan serta pengaruhnya diukur dalam waktu yang berbarengan pula. Metode statistika yang terkait dengan proses suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survei, di sisi lain, tak dilakukan manipulasi pada sistem yang dikaji. Data dikumpulkan serta hubungan (korelasi) pada beragam peubah diselidiki untuk memberi deskripsi pada objek riset. Teknik-teknik survai dipelajari dalam cara survei.

Penelitian jenis eksperimen banyak dikerjakan pada bebrapa ilmu rekayasa, umpamanya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), serta psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi seringkali dikerjakan di bidang beberapa ilmu sosial atau terkait dengan tingkah laku sehari-hari, umpamanya ekonomi, psikologi serta pedagogi, kedokteran masyarakat, serta industri.

Tipe Pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang dipakai didalam statistika, yakni :

  1. Skala nominal hanya dapat membedakan suatu hal yang bersifat kualitatif atau kategoris, umpamanya jenis kelamin, agama, serta warna kulit.
  2. Skala ordinal terkecuali membedakan sesuatu juga membuktikan tingkatan, umpamanya pendidikan serta tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala interval berupa angka kuantitatif tetapi tidak mempunyai nilai 0 mutlak sehingga titik 0 dapat digeser sesuka orang yang mengukur, umpamanya tahun serta suhu dalam Celcius.
  4. Skala rasio berupa angka kuantitatif yang mempunyai nilai 0 mutlak serta tidak bisa digeser sesukanya, umpamanya yaitu suhu dalam Kelvin, panjang, serta massa.

Manfaat Statistika

Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.

Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.

Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.