Showing posts sorted by relevance for query transpor melalui membran sel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query transpor melalui membran sel. Sort by date Show all posts
05 May 2017

Transpor Zat Melalui Membran Sel

Transpor Zat Melalui Membran Sel. Pengertian Membran Sel, Fungsi dari Membran Sel, dan Proses Terjadinya Transpor Zat Melalui Membran Sel.

Membran Sel

Sumber: noviabio.blogspot.co.id
Manfaat membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk peroleh pH yang sesuai, dan konsentrasi beberapa zat jadi teratasi. Sel bisa pula memperoleh masukan beberapa zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang beberapa zat yang tidak diperlukan. Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.

Transpor pasif yakni perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yakni difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yakni perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan daya dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yakni pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

Difusi 

Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Difusi yakni penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan daya. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

Sebagai contoh, setetes wangi-wangian akan menyebar ke seluruh ruang (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air), hingga kerapatan zat itu rata.

Osmosis 

Sumber: keywordsuggest.org
Osmosis yakni perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan lewat satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.

Zat yang dapat melewati membran sel 

Membran sel dapat dilewati beberapa zat khusus yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.

Beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit lemah lebih cepat lewat membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang dapat melalui membran dari yang paling cepat hingga yang paling lambat salah satunya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel miliki sifat permeabel pada beberapa zat yang mudah melalui membran.

Zat yang tidak dapat melewati membran 

Membran sel tidak dapat melalui beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, dan beberapa zat yang mudah larut dalam pelarut organik. Membran berbentuk impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat khusus dan impermeabel pada zat yang lain bisa dapat dikatakan miliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang memiliki potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yakni kapabilitas air untuk berdifusi, yang nilainya dalam unit tekanan. Sama seperti kesepakatan, potensial air (PA) air murni yakni 0 atmosfer. Besarnya PA larutan bergantung pada potensial osmotik (PO) dan potensial tekanan (PT). Persamaannya:

PA = PO + PT
PA = potensial air
PO = potensial osmotik
PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yakni pelengkap tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berupa tekanan turgor. Tekanan turgor yakni tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel.

Tekanan turgor menyebabkan tumbuhan jadi tegak dan segar. Sebaliknya apabila tekanan turgor menyusut, tumbuhan jadi lemas dan layu.

Potensial osmotik lebih memerlihatkan satu status larutan, yaitu memerlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam unit daya. Potensial osmotik memerlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis 

Sumber: labsinfo.wordpress.com
Adakalanya, proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (mempunyai arti kerapatan airnya rendah), apabila ada pada kondisi hipotonis akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel jadi tinggi.

Keadaan yang demikian dapat memecah sel itu. Bisa dapat dikatakan bila sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Sebaliknya, apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis dibanding sel itu, air di dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Kondisi yang ideal untuk sel terang saja apabila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Oleh sebab itu membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut juga dengan plasmolisis. Plasmolisis yang kronis dapat menyebabkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi 

Sumber: pt.slideshare.net
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. Contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak dapat berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yakni sebagai berikut ini:

Semula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Selanjutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi dan mendorong glukosa ke dalam sel. Lantas protein pembawa kembali pada informasi semula. Protein pembawa bisa pula membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl- dan Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium 

Sumber: edubio.info
Pompa Natrium-Kalium termasuk juga ke dalam transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua bentuk ion itu. Pada transpor aktif, zat dapat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat dapat melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ perlu untuk melindungi kegiatan listrik di dalam sel saraf dan meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melalui membran. Karena keperluan akan ion K+ sangat tinggi, diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Apabila terjadi proses osmosis, akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel.

Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, karena gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu diperlukan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran.

Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. itu disebut juga dengan pompa natrium-kalium. Beberapa zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon.

Endositosis dan Eksositosis 

Sumber: myrightspot.com
Endositosis artinya pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk juga transpor aktif dan melawan dapat gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yakni fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein = mengkonsumsi ; chytos = sel) yakni proses di mana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lalu menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom dan lisosom memproses atau menghancurkan partikel itu.

Umpamanya sel darah putih dan sel ameba yang mengkonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan di proses oleh lisosom.

Pinositosis (pinein = meminum) yakni momen sel mengkonsumsi sel mengkonsumsi zat cair dan membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan ke dalam vakuola makanan.

Contoh eksostosis yakni proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada peristiwa sekresi, misalnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu ke dalam usus.

Caranya yakni enzim-enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju tepi sel, membrannya membuka dan mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini memerlukan daya sel. Tanpa daya, sel tidak akan bisa mengeluarkannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Membran Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Membran Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
30 December 2016

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.