Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts
10 February 2017

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Hai sahabat semuanya, kali ini kami akan membahas mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Nah, tanpa perlu waktu lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Sebelum kita bisa menulis satu narasi, puisi, maupun lagu, hal yang paling penting mesti ditentukan yaitu tema atau ide paling utama/pokok yang bakal diangkat ke dalam satu karya serta di sampaikan pada pembaca atau pendengar.

Tema ini umumnya tidak ditulis secara eksplisit walau demikian sifatnya tersirat di dalam satu narasi hingga supaya bisa memahami tema satu narasi kita mesti membaca serta mendalami keseluruhan narasi itu.

Contohnya novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Toer yang temanya tentang penderitaan yang dirasakan orang-orang asli Indonesia pada masa-masa penjajahan Belanda.

Bagaimana sulitnya seorang anak pribumi supaya bisa bersekolah serta menikah dengan anak keturunan belanda.

Pengertian Tema

Sumber: phylocare.blogspot.co.id
Berikut adalah Definisi serta Pengertian Tema Menurut Beberapa Ahli dan Sumber Lainnya:
  1. Tema yaitu dasar satu narasi atau pandangan hidup yang membangun ide paling utama dalam sebuah karya sastra. (Rusyana:1988) 
  2. Pengertian tema yaitu suatu hal yang menjadi persoalan atau pikiran paling utama. (Esten:1990) 
  3. Arti tema yaitu pokok pikiran. (WJS Poerwadarminta:1996) 
  4. Pengertian tema cerita yaitu central idea (gagasan paling utama) serta central purpose (tujuan paling utama) dalam satu narasi yang diterangkan lewat cara yang sederhana. (Staton:1965) 
  5. Pengertian tema yaitu ide umum atau dasar narasi dari satu novel. (Nurgiyantoro:2009) 
  6. Keraf: Menurut Keraf, tema adalah sebuah amanat paling utama yang di sampaikan oleh penulis lewat karangan maupun karya sastranya. 
  7. Aminuddin: Menurut Aminuddin, pengertian tema yaitu gagasan yang melandasi sebuah narasi diperankan, dan sebagai pangkal tolak pengarang dalam kegiatan pemaparan karya fiksi yang dibuatnya. 
  8. Mido: Menurut Mido, tema yaitu masalah yang berhasil menduduki tempat paling utama dalam narasi rekaan serta bukan hanya di dalam pikiran pengarangnya saja. 
  9. Stanton serta Jenny C: Menurut Stanton serta Jenny C, tema adalah makna yang terdapat di dalam satu narasi yang ada pada karya sastra. 
  10. Kamus Istilah Pengetahuan Populer: Menurut Kamus Istilah Pengetahuan Populer, tema adalah persoalan maupun pokok pikiran yang di uraikan di dalam sebuah karangan, isi dari satu ciptaan. 
  11. Ensiklopedi Sastra Indonesia: Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia, pengertian tema yaitu tiap ide, gagasan pokok, maupun pokok persoalan yang dipakai sebagai dasar/landasan pembuatan narasi. 

Jenis – Jenis Tema

Menurut Shipley, tema bisa dibedakan jadi lima jenis tema, yakni: 
  • Tema Jasmaniah 
Tema jasmaniah adalah tema yang terkait maupun terfokus pada persoalan keadaan fisik manusia. Jenis tema ini umumnya menyangkut beberapa hal yang ada di dalam tubuh manusia seperti molekul, jasad, perasaan, tubuh, serta zat.

Beberapa contoh tema yang jasmaniah yaitu tentang perasaan cinta.
Contohnya seperti tema pada novel-novel Wiro Sableng karya Bastian Tito yang sangat melegenda. Atau narasi Kho Ping Hoo yang dikarang oleh Asmaraman S.
  • Tema Sosial 
Tema sosial adalah tema yang terkait erat dengan berbagai jenis hal yang berbau masalah sosial.

Dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menerangkan berbagai jenis hal yang terkait dengan masalah kehidupan masyarakat, hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya, persoalan sosial, serta berbagai jenis tema yang lain.

Bentuk tema ini mengangkat sebagian perseteruan sosial yang terjadi di masyarakat seperti tentang pendidikan yang ada dalam novel fenomenal Laskar Pelangi.

Atau novel Ronggeng Dukuh Paruk yang mengulas tentang kehidupan seorang ronggeng serta hubungannya dengan masyarakat di sekelilingnya.
  • Tema Ketuhanan 
Tema Ketuhanan adalah tema yang terkait erat dengan kekuasaan Tuhan yang terlihat dalam tiap kegiatan manusia.

Jenis tema ini umumnya di uraikan oleh pengarang narasi dengan memperlihatkan berbagai jenis hal – hal magis yang ada di luar akal manusia seperti peristiwa kiamat, keajaiban pengobatan penyakit, serta berbagai jenis tema yang lain.

Misalnya seperti yang ada dalam buku Dunia Sophie yang ditulis oleh Jostein Gaarder.
  • Tema Organik 
Tema organik adalah tema yang meliputi berbagai jenis hal yang terkait erat dengan moral dasar manusia seperti hubungan antar pria serta wanita, nasehat, serta berbagai jenis tema yang lain. Tema-tema seperti ini bisa kita temui pada karya-karya Ayu Utami seperti Larung, Bilangan Fu, serta Saman.
  • Tema Egoik 
Tema egoik adalah tema yang terkait erat dengan karakter ego manusia. dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menonjolkan tema dengan berbagai jenis bentuk narasi seperti keserakahan maupun ketamakan manusia.

Tema ini terkait dengan sikap batin seseorang seperti ego serta harga diri atau martabat. Tema seperti ini bisa kita temui dalam novel Perempuan Kembang Jepun yang dikarang oleh Lan Fang.

Pengertian tema dalam seni rupa yaitu semua macam hal yang ingin di sampaikan atau dipresentasikan oleh seniman pada para pengamat seni potensialnya lewat sebuah medium karya seni. (Humar Sahman:1993)

Pengertian tema seni rupa murni yaitu semua bentuk gagasan, pokok pikiran atau ide yang ada di dalam satu karya seni baik itu seni rupa tiga dimensi maupun seni rupa dua dimensi. Contoh tema seni rupa murni yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri. 
  2. Hubungan manusia dengan imajinasinya. 
  3. Hubungan manusia dengan manusia lain. 
  4. Hubungan manusia dengan suatu aktivitas. 
  5. Hubungan manusia dengan suatu hal objek benda. 
  6. Hubungan manusia dengan alam sekitar. 

Syarat serta langkah menentukan tema karangan yang baik ada yaitu sebagai berikut ini:

  • Menarik perhatian penulis
Akan memungkinkan penulis berusaha terus-menerus mencari data untuk memecahakan beberapa masalah yang dihadapi, penulis bakal didorong terus-menerus supaya bisa merampungkan karya tulis itu sebaik-baiknya.
  • Di kenal/di ketahui dengan baik.
Tujuannya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah di ketahui oleh penulis. Bersumber pada prinsip ilmiah yang di ketahuinya, penulis bakal berusaha sekuat tenaga mencari data lewat riset, observasi, wawancara, dan sebagainya hingga pengetahuannya tentang permasalahan itu bertambah dalam.

Dalam kondisi demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah serta teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang permasalahan tadi, ia mampu menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
  • Bahan-bahannya bisa di peroleh.
Sebuh tema yang baik mesti bisa dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Apabila cukup tersedia, hal semacam ini memungkinkan penulis supaya bisa mendapatkannya lantas mendalami serta menguasai seutuhnya.
  • Dibatasi ruang lingkupnya.
Agar lebih gampang dalam membuat karangan atau tlisan serta pembahasan nya tidak meluas.

Contoh tema 

  • Tema: Naik Gunung 
Si penulis gemar serta pernah naik gunung hingga karangannya gampang di buat, si penulis dapat menulis karangan mengenai aktivitas naik gunung serta tulisan di dalam nya tidak bakal keluar dari narasi naik gunung.
  • Tema: anak band 
Anda dapat mengerang mengenai aktivitas serta beberapa hal menarik tentang anak band, seperti suka duka ketika seorang musisi mencapai puncak karirnya, bagaimana proses pembuatan album, dan lain-lain.

Contoh soal untuk menentukan tema 

Pada sebuah senja dengan hati-hati saya sampaikan permintaanku pada ibu. Saya mau, ibu membelikan saya sepeda baru. Ibu diam saja, tidak menampik, juga tidak mengiyakan. Ibu masuk kamar. Beberapa saat kemudian saya susul ibu ke kamar.

Nyatanya, Ibu tengah menelungkup di ranjang sembari menangis tersedu-sedu. Saya kasihan lihat ibu menangis. Ibu mengucurkan air mata. Air mata Mengucur amat deras. Dengan terbata-bata ibu berbisik, ”Anakku, Ibu tidak punya duit.”

Sampai saat ini tangis ibu ketika itu masih tetap jelas terngiang di telingaku.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Keluarga 
  2. Budi pekerti 
  3. Peristiwa 
  4. Transportasi 
Komputer sangat mengurangi beban manusia dalam bekerja. Komputer bisa bantu manusia mengetik, menyimpan data, atau mengkaji data.

Komputer tidak cuma membantu pekerjaan. Komputer bisa memberi hiburan untuk manusia. Ketika jenuh manusia dapat mendengarkan musik serta bermain game dari komputer.

Tentukan tema paragraf tersebut:
  1. Teknologi 
  2. Pekerjaan 
  3. Pengolahan Data 
  4. Hiburan 
Mertua Si Kabayan amat jengkel pada menantunya. Setiap hari Si Kabayan cuma bermalas-malasan. Ketika mertuanya meminta pertolongan,

Si Kabayan senantiasa menolak dengan segala jenis argumen. Seluruh nasehat mertuanya sedikit juga tidak merubah sikap jeleknya itu. “Dasar Kabayan si Tebal Muka!” umpat mertuanya.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kejengkelan mertua Si Kabayan 
  2. Kemalasan Si Kabayan 
  3. Penolakan Si Kabayan 
  4. Sikap buruk Si Kabayan 
Cara yang umum digunakan untuk membuang sekam yaitu dengan membakarnya di tempat terbuka atau di sawah-sawah. Tetapi untuk membakarnya kita juga mesti hati-hati. Kita harus terlebih dulu mengetahui ke mana arah angin.

Apabila arah angin bertiup ke kampung-kampung, kita tidak bisa membakar sekam tadi. Lantaran hal semacam itu bisa menyebabkan pencemaran udara untuk kampung- kampung itu. Asap hitam yaitu akibat pembakaran yang bakal dibawa angin kearah kampung-kampung bersangkutan.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Sekam sebagai bahan pencemaran 
  2. Langkah membakar sekam yang benar 
  3. Pembakaran sekam di sawah 
  4. Langkah menghindari bahaya sekam 
Sebenarnya sungai banyak bermanfaat untuk orang-orang. Tidak hanya untuk mengairi areal persawahan, ada banyak manfaat yang lain seperti untuk sumber bahan baku air minum yang di proses oleh PAM serta fasilitas transportasi orang-orang.

Bahkan juga, di beberapa daerah, sungai jadi tempat objek wisata yang menarik. Namun lantaran kecerobohan orang-orang membuang sampah serta limbah ke sungai, menjadikan sungai sebagai pemicu terjadinya banjir yang menyengsarakan orang-orang itu sendiri.

Semestinya orang-orang ikut memelihara kelestarian air sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kesehatan 
  2. Bencana alam 
  3. Lingkungan 
  4. Kehidupan 
Kunci Jawaban: 
  • 1
  • 1
Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Mudah-mudahan pembahasan kali ini membuat kita semua semakin mengerti dengan tiap-tiap tema, dari cerita yang kita baca ya, sahabat.

Makasih ya udah mampir dan belajar bareng di sini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. definisimenurutparaahli.com
  2. informasipengetahuan.blogspot.co.id
  3. pengertiandefinisi.com
  4. guruberbahasa.com
10 October 2016

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Dan Karakteristik Bahasa


Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli


  1. Pengertian bahasa menurut Harun Rasyid, Suratno dan Mansyur adalah suatu struktur dan makna yang terbebas dari penggunanya sebagai tanda yang dapat menyimpulkan sebuah tujuannya.
  2. Pengertian bahasa menurut Hasan Alwi adalah suatu sistem lambang bunya yang arbitrer dimana dimanfaatkan oleh semua orang atau seluruh anggota masyarakat dalam bekerjasama, berinteraksi dan mengenali diri pada percakapan yang baik dan tingkah laku serta sopan santun yang baik.
  3. Pengertian bahasa menurut Wittgenstein adalah suatu bentuk pemikiran yang bisa dipahami dimana memiliki hubungan dengan kenyataan dan mempunyai struktur dan bentuk yang logis.
  4. Pengertian bahasa menurut Ferdinand De Saussure adalah sebuah ciri yang menjadi pembeda yang sangat menonjol karena dengan menggunakan bahasa maka setiap kelompok yang ada dimasyarakat dapat menjadi dirinya sebagai suatu kesatuanya saling berbeda diantara kelompok yang lain.
  5. Pengertian bahasa menurut Plato adalah suatu pernyataan pada pikiran seseorang dengan menggunakan perantaraan onomata atau nama benda dan rhemata atau ucapan yang tercermin dari ide seseorang didalam arus udara melalui mulut.
  6. Pengertian bahasa menurut Bloch dan Trager adalah suatu sistem yang memiliki struktur yang tersusun teratur mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang bersifat sesukanya digunakan dalam komunikasi sesama individu pada kelompok manusia dan memberi nama kepada setiap benda, peristiwa dan segala proses yang ada dalam lingkungan hidup manusia.
  7. Pengertian bahasa menurut Sudaryono adalah suatu sarana dalam berkomunikasi secara efektif meskipun tidak sempurna sehingga dari ketidaksempurnaan bahasa maka dapat menjadi sarana komunikasi yang juga dapat menjadi sumber kesalahpahaman.
  8. Pengertian bahasa menurut William A. Haviland adalah sebuah sistem bunyi yang ketika digabungkan menurut aturan maka dapat menimbulkan suatu arti yang bisa ditangkap oleh semua orang yang sedang berbicara dalam bahasa tertentu.
  9. Pengertian bahasa menurut Tarigan adalah suatu sistem yang tersusun secara tersistematis yang kemungkinan digunakan pada sistem generatif dan dapat menjadi sebagai simbol atau lambang yang arbitrer.
  10. Pengertian bahasa menurut Mackey adalah suatu bentuk dan keadaan atau sistem lambang bunyi yang arbitrer atau suatu sistem yang berasal dari suatu tatanan yang ada didalam sistem-sistem.
  11. Pengertian bahasa menurut Wibowo adalah suatu sistem persimbolan bunyi yang memiliki makna dan berartikulasi dimana dihasilkan oleh alat ucap secara arbitrer dan konvensional dimana dipakai sebagai alat untuk berkomunikasi pada sekelompok manusia agar dapat melahirkan pikiran dan perasaan.
  12. Pengertian bahasa menurut Walija adalah suatu komunikasi yang sangat lengkap dan efektif dalam menyampaikan pesan, ide, perasaan dan maksud serta pendapat untuk orang lain.
  13. Pengertian bahasa menurut Syamsuddin adalah suatu alat yang digunakan dalam membentuk perasaan, pikiran, perbuatan dan keinginan dimana alat yang digunakan untuk dipengaruhi dan mempengaruhi.
  14. Pengertian bahasa menurut Gorys Keraf adalah suatu alat dalam berkomunikasi antara setiap anggota yang ada dimasyarkat dengan berupa simbol bunyi yang berasal dari alat ucap manusia.
  15. Pengertian bahasa menurut Fodor adalah suatu sistem tanda dan simbol yang saling berhubungan dengan bersifat konvensional dimana memiliki sifat atau ciri tertentu yang dimiliki pada situasi atau benda yang dimaksud.
  16. Pengertian bahasa menurut Bolinger adalah suatu sistem fonem yang terbentuk karena adanya perbedaan bunyi, sintaksis dan sistem morfem untuk mengungkapkan makna yang berhubungan dengan dunia luar dimana dunia luar yang dimaksud yaitu kenyataan.
  17. Pengertian bahasa menurut Felicia adalah suatu alat yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari baik berupa tulis maupun tulisan.
  18. Pengertian bahasa menurut Owen adalah suatu sistem konvensional dalam menyampaikan konsep dengan melalui manfaat dari simbol-simbol yang diinginkan dan mengombinasikan segala simbol yang diatur dan memiliki ketentuan.

Karakteristik Bahasa

Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi, bersifat abitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa di antara karakteristik bahasa adalah abitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

  • Bahasa Bersifat Abritrer


Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Secara kongkret, alasan “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan.

Meskipun bersifat abritrer, tetapi juga konvensional. Artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. Dia akan mematuhi, misalnya, lambang ‘buku’ hanya digunakan untuk menyatakan ‘tumpukan kertas bercetak yang dijilid’, dan tidak untuk melambangkan konsep yang lain, sebab jika dilakukannya berarti dia telah melanggar konvensi itu.

  • Bahasa Bersifat Produktif

Bahasa bersifat produktif artinya, dengan sejumlah besar unsur yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Misalnya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23.000 kosa kata, tetapi dengan 23.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.

  • Bahasa Bersifat Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi.

  • Bahasa Bersifat Beragam

Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta. Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir berbeda dengan yang digunakan di Arab Saudi.

  • Bahasa Bersifat Manusiawi

Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, tetapi dengan cara belajar. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi.