Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts
30 September 2016

Macam-Macam Budaya Politik



Pengertian Budaya Politik Menurut Pengertian Para Ahli - Banyak sarjana ilmu politik yang membahas mengenai budaya politik sehingga terdapat beragam konsep budaya politik. Namun dari konsep tersebut memiliki derajat ketidaksamaan yg tidak demikian besar, hingga bisa tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Hal tersebut berlangsung pada pengertian budaya politik yang di mana banyak para ahli ilmu politik yang mendefinisikan budaya politik antara lain sebagai berikut ini :


  • Austin Ranney : Menurut Austin Ranney, pengertian budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan mengenai politik serta pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama ; sebuah pola oreintasi-orientasi terhadap objek-objek politik. 

  • Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr. : Menurutnya, pengertian budaya politik adalah sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku untuk seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada beberapa bagian tertentu dari populasi. 

  • Sidney Verba : Menurut Sidney Verba, budaya politik adalah sebuah sistem keyakinan empirik, beberapa simbol ekskpresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi di mana tindakan politik dilakukan. 

  • Moctar Massoed : Menurut Moctar Massoed, pengertian budaya politik adalah sikap dan orientasi warga sebuah negara terhadap kehidupan pemerintahan negara serta politiknya. 


  • Miriam Budiardjo : Menurut Mirriam Budiardji, budaya politik adalah keseluruhan dari pandangan-pandangan politik, seperti beberapa norma, pola-pola orientasi terhadap politik dan pandangan hidup pada umumnya. 

Ciri-Ciri Budaya Politik 

  • Terdapat pengaturan kekuasaan 
  • Perilaku dari aparat-aparat negara 
  • Proses pembuatan kebijakan pemerintah 
  • Adanya kegiatan partai-partai politik 
  • Adanya gejolak masyarkat terhadap kekuasaan yang memerintah 
  • Mengenai pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat 
  • Adanya budaya politik mengenai masalah legitimasi. 

Sebagian Sisi Budaya Politik - Secara umum, budaya politik terbagi dalam tiga bentuk antara lain sebagai berikut :
  1. Budaya politik apatis (saat bodoh, pasif, serta acuh) 
  2. Budaya politik mobilisasi (didorong atau berniat di mobilisasi) 
  3. Budaya politik partisipasif (aktif) 
Beberapa Macam Budaya Politik - Budaya politik dibagi dalam beberapa model bersumber pada dari oritentasi politiknya. Macam-macam budaya politik atau beberapa model budaya politik adalah sebagai berikut ini : 

a. Budaya Politik Parokial 

Pengertian Budaya Politik - Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik. 

Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial 
  • Apatis 
  • Lingkupnya sempit dan kecil 
  • Pengetahuan politik rendah 
  • Masyarakatnya yang sederhana dan tradisional 
  • Adanya ke tidak peduli-an dan juga menarik diri dari kehidupan politik 
  • Anggota masyarakat cenderung tidak berminat terhadap objek politik yang luas 
  • Kesadaran anggota masyarakat mengenai adanya pusat kewenangan dan kekuasaan dalam masyarakatnya rendah 
  • Tidak ada peranan politik bersifat khusus 
  • Warga negara tidak sering berhadap dalam sistem politik 

b. Budaya Politik Kaula/Subjek 

Pengertian Budaya Politik Kaula - Budaya politik kaula adalah budaya politik dengan masyarakat yang suda relatif maju baik sosial ataupun ekonominya, namun masih relatif pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara pasif patuf pada bebrapa pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi tak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam penentuan. Budaya politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat rendah. 

Ciri-Ciri Budaya Politik Kaula/Subjek 

Masyarakat menyadari sepenuhnya otoritasi pemerintah 
Sedikit warga memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, namun dapat menerima apa yang berasal dari pemerintah 
Menerima putusan yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi, terlebih lagi ditentang. 

Sikap warga sebagai aktor politik adalah pasif, artinya warga tidak dapat berbuat banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik. 

Warga menaruh keadaran, minat, dan perhatian pada sistem politik secara umum dan khusus terhadap objek output, sedangkan untuk kesadarannya terhadap input dan kesadarannya sebagai aktor polirik masih rendah. 

c. Budaya Politik Partisipan 

Pengertian Budaya Politik Partisipan - Budaya politk partisipan adalah budaya politik yang ditandai ada kesadaran politik yang sangat tinggi. Budaya politik partisipan bisa dikatakan suatu bentuk budaya yang anggota masyarakatnya cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhnya dan pada struktur serta sistem politik dan administratif. Budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. Umumnya masyarakat budaya politik partisipan sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem politik, tetap saja merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik. Begitu juga dengan budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima langsung keputusan politik, dikarenakan merasa sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik yang memiliki hak dan tanggung jawab. 

Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan 

Warga menyadari hak dan tanggung jawabnya serta dapat mempergunakan hak dan menanggung kewajibannya 

Tidak begitu saja menerima keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran seluruh objek politik, baik secara keseluruhan, input, output, ataupun posisi dirinya sendiri. Kehidupan politik sebagai sarana transaksi, misalnya penjual dan pembeli. Warga menerima menurut kesadarannya tetapi dapat menolak menurut penilainnya sendiri. Menyadari sebagai warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis. 

Budaya Politik Indonesia 

Budaya politik di Indonesia adalah perwujudan dari nilai-nilai diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai pedoman beberapa kegiatan politik kenegaraan. Setelah era reformasi orang menyebutkan Indonesia telah menggunakan budaya Politik partisipan karena telah bebasnya Demokrasi, partisipatifnya masyarakat dan tidak tunduk dari keputusan atau kinerja pemerintah baru etika. Ketika era orde baru demokrasi dikekang, baik segala bentuk media dikontrol dan diawassi oleh pemerintah melalui departemen penerangan agar tidak mempublikasikan kebobrokan pemerintah. 

Budaya politik Indonesia terus mengalami perubahan mengikut perkembangan zaman. Tetapi berubahnya terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan yang sudah maju tetapi di daerah-daerah terpencil tidak terjadi perubahan karena kurangnya pendidikan dan informasi. 

Sekarang budaya politik Indonesia adalah campuran dari parokial, kaula dan partisipan karena di Indonesia terdapat ciri parokial dan ciri budaya politik partisipan
26 April 2016

Pengertian Budaya

Pengertian Budaya 




Pengertian Budaya yaitu mengatur supaya manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya apabila mereka berhubungan dengan orang lain. Istilah Budaya berasal dari kata Culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin " colere " yang berarti memproses atau kerjakan, yaitu memproses tanah atau petani.

Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang dibutuhkan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, supaya kekuatan dan hasilnya dapat diabdikan pada keperluan masyarakat.

Cipta adalah kemampuan mental, kemampuan memikirkan dari beberapa orang yang hidup bermasyarakat dan antara lain menghasilkan filsafat dan ilmu dan pengetahuan, baik yang berwujud murni, maupun yang sudah disusun untuk langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasa dan Karsa disebut kebudayaan rohaniah (spritual dan immaterial culture).

Dalam konteks ini, hasil rasa masyarakat mewujudkan sebagian norma dan nilai-nilai kemasyarakatan yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan kemasyarakatan. Hal semacam ini ditujukan untuk melindungi dari beberapa kemampuan yang buruk yang tersembunyi dalam masyarakat. Dengan hal tersebut, hakikatnya penciptaan sebagian etika dan beberapa aturan adalah merupakan sebagian petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berlaku didalam pergaulan hidup.

Oleh karena itu, setiap masyarakat terdapat apa dinamakan pola-pola perilakuan (pattern of behavior). Pola-pola perilakuan itu yaitu beberapa cara melakukan tindakan atau berkepribadian yang sama dari pada orang-orang yang hidup bersama dalam masyarakat yang perlu diikuti oleh semuanya anggota masyarakat itu. Pola perilakuan masyarakat begitu di pengaruhi oleh kebudayaannya.

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli 


E. B Taylor dalam Soekanto (1996 : 55) mendefinisikan tentang kebudayaan adalah : " kebudayaan yaitu kompleks yang meliputi pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat dan lain bebrapa kekuatan yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat ".

Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi dalam Soekanto (1996 : 55) merumuskan " kebudayaan sebagai semuanya hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Koentjaraningrat  yakni " colere " kemudian " culture " diartikan sebagai semua daya serta aktivitas manusia untuk memproses serta merubah alam (Koentjaraningrat dalam Soekanto, 1969 : 55). 

Linton, Budaya adalah keseluruhan sikap & pola tingkah laku dan pengetahuan yang disebut suatu rutinitas yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat tertentu.

KBBI, Budaya adalah sebuah pemikiran, kebiasaan istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti dari kebudayaan di turunkan dari kata budaya di mana cenderung menunjuk kepada cara pikir manusia.

Effat Al-Syarqawi mengartikan bahwa pengertian budaya dari pandangan agama islam, yaitu khzanah peristiwa sekumpulan orang-orang yang tercermin di dalam kesaksian & beragam nilai yang menggariskan bahwa suatu kehidupan harus memiliki arti dan maksud rohaniah.
Unsur-Unsur Budaya


Terdapat beberapa pendapat ahli mengenai komponen atau unsur kebudayaan atau budaya yaitu sebagai berikut :
 

1. Melville J. Herkovits, mengatakan kebudayaan mempunyai 4 unsur pokok yaitu :

  • alat-alat teknologi 
  • sistem ekonomi 
  • keluarga 
  • kekuasaan politik 


2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi :

  • sistem etika sosial yang sangat mungkin kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam yang ada disekelilingnya 
  • organisasi ekonomi 
  • alat-alat, dan bebrapa lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga yaitu lembaga pendidikan paling utama) 
  • organisasi kemampuan (politik) 


3. C. Kluckhohn, mengemukakan terdapat 7 unsur budaya atau kebudayaan yang sifatnya secara universal yaitu :

  • bahasa 
  • sistem pengetahuan 
  • sistem teknologi, dan peralatan 
  • sistem kesenian 
  • sistem mata pencaharian hidup 
  • sistem religi 

 4. Unsur-Unsur Budaya Secara Umum, Berdasarkan dari sebagian unsur budaya yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur-unsur kebudayaan yaitu seperti berikut :

  • Perilaku-perilaku tertentu 
  • Gaya berpakaian 
  • Kebiasaan-kebiasaan 
  • Adat istiadat 
  • Kepercayaan 
  • Tradisi 

Ciri-Ciri Budaya 


ciri-ciri budaya yaitu seperti berikut :


  • budaya sendiri yang ada di daerah tersebut dan dipelajari 
  • Dapat di sampaikan kepada setiap orang dan setiap kelompok dan diwariskan dari setiap generasi 
  • Bersifat dinamis, artinya satu sistem yang berubah sepanjang waktu 
  • Bersifat selektif, berarti mencerminkan pola tingkah laku pengalaman manusia dengan cara terbatas 
  • Memiliki unsur budaya yang saling berkaitan 
  • Etnosentrik artinya menggangap budaya sendiri sebagai budaya yang terbaik atau menganggap budaya yang lain sebagai budaya standar.