Showing posts with label Ciri-ciri Manusia Purba. Show all posts
Showing posts with label Ciri-ciri Manusia Purba. Show all posts
27 April 2017

Manusia Purba di Indonesia, Asia, dan Eropa

Manusia Purba di Indonesia, Asia, dan Eropa. Pengertian Manusia Purba, Asal Mula Manusia Purba, Manusia Purba di Indonesia, Manusia Purba di Asia, Manusia Purba di Eropa, dan Ciri-ciri Manusia Purba dari Tiap-tiap Wilayah.

Manusia Purba di Indonesia

Sumber: jurnalpagi.com
Penelitian pada manusia purba di Indonesia ditangani oleh Eugene Dubois yang pada tahun 1981 menemukan fosil atap tengkorak di trinil. Penemuannya itu jadi segi yang penting dalam pengetahuan palaentologi sekaligus memulai digerakkannya penelitian yang lain pada manusia purba yang ada di Indonesia.

Meganthropus Palaeojavanicus

Sumber: absolutionme.blogspot.co.id
Meganthropus Palaeojavanicus atau umum disebut juga dengan manusia raksasa dari jawa kuno lantaran memiliki tubuh yang besar dan tegap. Penemunya yaitu G. H. R von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

Segi fosil yang ditemukan yaitu rahang bawah, beberapa segi tengkorak kepala dan gigi geraham. Susunan dari gigi geraham memerlihatkan bila manusia purba ini hanya mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan. Fosil yang ditemukan diperkirakan hidup kisaran satu atau dua juta tahun waktu lalu pada pleitosen bawah.

Ciri lain dari manusia purba ini yaitu:
  1. Mempunyai tubuh tegap dan besar 
  2. Memiliki volume otak yang kecil 
  3. Ada benjolan tajam di belakang kepala 
  4. Memiliki tulang pipi yang tidak tipis 
  5. Ada benjolan kening yang mencolok 
  6. Tidak mempunyai dagu 
  7. Mempunyai otot kunyah, gigi serta rahang yang kuat 
  8. Mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan 
  9. Ukuran geraham yang lebih besar 

Pithecanthropus

Sumber: pinterest.com
Manusia Purba dari bentuk pithecanthropus yaitu manusia purba yang paling banyak diketemukan di Indonesia. Arti dari Pithecanthropus yaitu Manusia Kera. Bersumber pada umur susunan tanah di mana fosil ini diketemukan berusia lebih kurang 30.000-2 juta tahun.


Ciri dari Manusia Purba Pithecanthropus yaitu: 
  1. Memiliki tinggi kisaran 160-180cm 
  2. Mempunyai postur tubuh yang tegap tetapi tidak setegap Meganthropus Palaeojavanicus 
  3. Mempunyai benjolan kening yang tidak tipis di sepanjang pelipis 
  4. Mempunyai otot kunyah 
  5. Mempunyai hidung yang lebar dan tidak berdagu 
  6. Jenis makanan terdiri atas tumbuhan dan hewan 
Manusia purba dari bentuk Pithecanthropus memiliki beberapa Jenis yaitu: 
  1. Pithecanthropus Mojokertensis (Manusia Kera dari Mojokerto), diketahui oleh Von Koenigswald di kota Mojokerto propinsi jawa timur pada tahun 1936. Fosil berupa tengkorak, lantaran diketemukan di Mojokerto namanya yaitu Pithecanthropus Mojokertensis. 
  2. Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera berjalan tegak), fosil ini diketemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Manusia purba dari bentuk ini telah bisa berjalan tegak. Fosil yang diketemukan berupa tulang rahang, segi atas tengkorak, geraham dan tulang kaki. 
  3. Pithecanthropus Soloensis (Manusia Kera dari Solo), diketemukan oleh von Koenigswald serta Openorth di daerah Ngandong dan daerah Sangiran, di tepi Sungai Bengawan Solo, pada tahun 1931 - 1933. Lantaran di temukan di solo di namakan Pithecanthropus Soloensis atau manusia kera dari Solo. 

Homo (Manusia)

Sumber: sains.kompas.com
Fosil manusia purba dari bentuk ini yaitu fosil termuda diantara fosil manusia purba yang lain. Homo erectus memiliki arti Manusia berjalan tegak serta Homo Sapiens artinya manusia cerdas. Fosil ini ada pada susunan notopurpo dan umurnya berkisar antara 25.000-40.000 tahun.

Ciri-cirinya yaitu: 
  1. Memiliki tinggi 130-210cm 
  2. Memiliki otak yang lebih berkembang 
  3. Otot kunyah, gigi dan rahang telah menyusut 
  4. Benjolan kening menyusut dan berdagu 
  5. Mempunyai ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid 
Manusia purba dari bentuk Homo terdiri atas beberapa bentuk, salah satunya yaitu:  
  1. Homo Soloensis, fosil manusia purba bentuk ini diketemukan Von Koenigswald serta Weidenrich pada tahun 193-1934 dilembah Bengawan Solo. Fosil yang diketemukan berupa tengkorak. Dari Volume Otaknya, di pahami bila manusia purba bentuk ini bukanlah termasuk juga dalam kelompok manusia kera (Pithecanthropus). 
  2. Homo Wajakensis, fosil manusia purba bentuk ini diketemukan oleh Dubois pada tahun 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia bentuk ini telah bisa membuat alat-alat dan batu maupun tulang. Mereka juga udah memahami cara memasak makanan. Fosil yang diketemukan berupa tengkorak atas dan beberapa ruas tulang leher. Manusia ini di golongkan sebagai Homo sapiens. 

Manusia Purba dari Asia

Sumber: aganbloging.blogspot.co.id
Penemuan fosil manusia purba di Asia salah satunya ada di daerah Peking. Nama dari fosil itu yaitu Homo erectus pekinensis atau Sinanthropus pekinensis yang memiliki arti Manusia Peking (sekarang Beijing), Cina.

Fosil ini diketemukan oleh Davidson Son Black serta Franz Waidenreich pada tahun 1929-1980 di dalam gua Zhoukoudian (Choukoutien), dekat Beijing (Peking), Cina. Diduga fosil ini hidup pada 250.000-400.000 tahun waktu lalu, pada zaman Pleistosen. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak kurang lebih sekitar 900 sampai 1.200 cm kubik dan tinggi tubuh berkisar 165-180 cm.

Manusia Purba dari Eropa

Sumber: softilmu.com
Bentuk manusia purba yang diketemukan di Benua Eropa disebut juga dengan Homo Neandherthalensis yang artinya Manusia Neandherthalensis. Fosil dari manusia purba bentuk ini diketemukan oleh seseorang peneliti Rudolf Virchow di lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat pada tahun 1856.

Jejak proto-Neandherthal pertama keluar di Eropa pada 600.000-350.000 tahun waktu lalu. Tidak cuma itu, manusia purba dari bentuk Neandherthalensis ini udah bisa berinovasi dan membuat teknologi baru.

Hal semacam ini bersumber pada pada situ-situs arkeologi Uluzzian yaitu satu diantara kelompok etnis dari Neandherthalensis di Italia Selatan udah diketemukan beberapa peralatan hidup yang digunakan mereka pada saat itu.

Perlengkapannya terdiri atas alat memancing, berburu, proyektil serta perlengkapan yang lain dari batu serta tulang. Nah, tidak cuma di Jerman fosil manusia purba juga diketemukan di Gua Spy, Belgia. Sedangkan di Prancis sendiri diketemukan bentuk manusia purba Paranthropus Robustus serta Paranthropus Transvaalensis.

Manusia Purba di Cina

Sumber: sejarahguruterbaik.wordpress.com
Manusia purba yang diketemukan di Cina disebut juga dengan Homo Pekinensis, yang mempunyai arti “manusia dari Peking” (saat ini Beijing). Homo Pekinensis diketemukan di Gua Choukoutien lebih kurang 40 km dari Peking.

Fosil ini diketemukan oleh seseorang sarjana dari Kanada bernama Devidson Black. Bersumber pada penyelidikan, kerangka bentuk manusia purba ini serupa kerangka Pithecanthropus Erectus. Oleh sebab itu, beberapa pakar menyebutnya dengan juga nama Pithecanthropus Pekinensis atau Sinanthropus Pekinensis yang mempunyai arti “manusia kera dari Peking”.

Manusia Purba di Afrika

Sumber: xiisiismansa.blogspot.co.id
Manusia purba yang diketemukan di afrika disebut juga dengan Homo Africanus yang mempunyai arti “manusia dari Afrika”. Fosilnya diketemukan oleh Reymond Dart. Fosil ini diketemukan di dekat satu pertambangan Taung Bostwana, tahun 1924.

Setelah direkonstruksi kenyataannya membentuk kerangka seseorang anak yang berusia lebih kurang 5 sampai 6 tahun. Fosil ini dinamakan Australopithecus Africanus, lantaran hampir sama dengan masyarakat asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berwujud tengkorak orang dewasa di tempat yang sama.

Manusia Purba di Eropa

Sumber: degambar.blogspot.co.id
Manusia purba yang diketemukan di Eropa disebut juga dengan Homo Neandherthalensis. Nama itu memiliki kandungan arti “manusia Neanderthal”. Manusia bentuk ini diketemukan oleh Rudolf Virchow di lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat tahun 1856. Tidak hanya di Jerman, juga diketemukan di Gua Spy Belgia.

Di Prancis diketemukan manusia purba yang disebut juga dengan Homo Cro Magnon. Bersumber pada penelitian yang udah dilakukan, ada beberapa ketidaksamaan pada bentuk Pithecanthropus Erectus dengan Homo Sapiens. ketidaksamaan itu salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Ruang tengkorak Pithecanthropus lebih kecil dibanding dengan Homo Sapiens, sampai volume otaknya juga lebih kecil. Ruang tengkorak Pithecanthropus kurang dari 1000 cc, sedangkan ruang tengkorak Homo Sapiens lebih dari 1000 cc. 
  2. Tulang kening Pithecanthropus lebih menonjol ke depan. 
  3. Tulang rahang bawah Pithecanthropus lurus ke depan sampai tidak berdagu, sedangkan Homo sapiens berdagu. 
  4. Tulang rahang dan gigi Pithecanthropus lebih besar dan kuat dari pada tulang rahang Homo sapiens. 
  5. Tinggi dan berat tubuh Homo Sapiens lebih besar yaitu 130-210 cm serta 30-150 kg.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Manusia Purba di Indonesia, Asia, dan Eropa, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Manusia Purba di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Manusia Purba. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com