Showing posts with label Contoh Faktur. Show all posts
Showing posts with label Contoh Faktur. Show all posts
28 February 2017

7 Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya

7 Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya. Contoh Faktur, Faktur Penjualan, Penjualan Tunai, dan Hal - hal yang tercantum dalam Faktur Penjualan Tunai.

Pengertian Faktur

Sumber: zopini.com
Faktur yakni satu perhitungan penjualan kredit yang diperoleh dari penjual pada pembeli atau customer.

Atau pengertian faktur yang lain yaitu, biasanya disebut juga dengan “invoice” apabila dalam bahasa inggris, yaitu sebagai tanda bukti yang mengatakan bila beberapa barang yang udah tercatat di dalamnya udah diperjual belikan.

Di dalam surat ini di isi berbagai informasi mengenai pemesan (seperti: nama, alamat & nomor pesanan), barang (seperti: jumlah, bentuk, jenis, dan sebagainya.), beberapa biaya, harga dan yang lain.

Maka yang dimaksud lebih singkatnya tentang pengertian faktur yaitu satu perincian pengiriman barang yang mencatat daftar barang, harga, dan beberapa hal yang lain, yang biasanya terkait dengan pembayaran.

Umumnya ketika terjadi kesepakatan mengenai harga satu barang kepada pihak customer dan penjual, akan di buat faktur yang bertindak sebagai tanda bukti.

Walau demikian apabila dalam perjanjian jual beli itu pembayaran ditangani secara bertahap atau kredit, ketika saat sebelum pembayaran lunas yang diperoleh yaitu foto copy faktur baru setelah lunas akan diberikan faktur yang asli.

Faktur yaitu satu dokumen dasar yang dipakai sebagai bukti tertulis atau pencatatan untuk perusahaan penjual dan customer. Faktur ini yang nantinya akan berfungsi sebagai bukti dari transaksi dari penjualan.

Biasanya faktur di buat 3 lembar yaitu satu lembar copy berwarna untuk customer yang udah melunasi pembayarannya, satu lembar copy berwarna untuk arsip bagian penjualan dan satu lembar copy berwarna yang lain untuk laporan bagian keuangan pada penjualan.

Sedangkan, apa saja sih yang tercantum dalam satu faktur penjualan? Mari sama-sama kita bahas pada sebuah contoh faktur penjualan tunai berikut ini: 
Sumber: contohsuratindonesia.com

Nah, dilihat dari Contoh Faktur Penjualan Tunai di atas, kita bisa tahu apa sajakah yang tercantum dalam satu faktur penjualan.

Beberapa hal yang tercantum dalam Contoh Faktur Penjualan Tunai yaitu: 
  • Identitas Perusahaan 
Tunjukkan secara lengkap mengenai nama, slogan, serta alamat perusahaan.
Hal ini dapat dapat berperan sebagai media promosi.
  • Nama Customer/Pelanggan/Konsumen 
Tulis secara lengkap nama serta alamat customer.
  • Kode atau Nomer Transaksi 
Ini amat penting, untuk membedakan transaksi yang satu serta transaksi lainnya
  • Tanggal Transaksi 
Ini juga wajib di isi, karena inilah yang nantinya akan memberikan informasi, kapan transaksi ini terjadi. Bisa juga apabila dilengkapi dengan jam.
  • Rincian Barang yang ditransaksikan 
Pada daftar ini digambarkan dengan jelas mengenai barang yang ditransaksikan. Seperti Kode serta Nama Barang, Jumlah, unit, harga unit, potongan harga serta jumlah harga nya.
  • Sub Total, PPN serta Total yang perlu dibayar oleh Customer 
  1. Sub Total adalah jumlah dari jumlah harga tiap barang. 
  2. PPN adalah Pajak yang di ambil dari Sub Total. 
  3. Total adalah jumlah yang perlu di bawar oleh customer 
  • Nama serta Tanda Tangan Kasir 
Isilah Nama serta Tanda Tangan kasir yang lengkap. Lantaran akan mencatat pada Kasir yang mana transaksi ini dilakukan.
  • Nama serta Tanda Tangan Penerima 
Isilah nama serta tanda tangan penerima. Ini juga mencatat pada siapa transaksi ini dilakukan. Sehingga di ketahui juga pada siapa barang diberikan. Hal semacam ini amat penting karena mungkin saja nama customer itu yaitu nama perusahaan serta penerimanya adalah karyawannya.
  • Stempel Resmi Perusahaan 
Sebagai satu dokumen yang resmi, ada baiknya pada contoh faktur penjualan tunai/credit dibubuhkan stempel resmi perusahaan. Stempel ini bisa berperan sebagai pemberi tanda keaslian atau keabsahan faktur ini.
  • Keterangan Lain 
Keterangan Lain yang bisa di sampaikan pada suatu faktur yaitu keterangan - keterangan tentang Term atas transaksi. Seperti ‘barang yang udah dibeli tidak bisa diganti/dikembalikan’.

Contoh Faktur Penjualan

Sumber: webmuhammadiyah.blogspot.com
Contoh 1
Sumber: sisteminformasiphp.com
Contoh 2
Sumber: gsoft.co.id
Contoh 3
Sumber: blogakuntansi.blogspot.co.id
Contoh 4
Sumber: rosyarachmania.wordpress.com
Contoh 5
Sumber: accuratesurabaya.blogspot.co.id
Contoh 6
Sumber: barokah-katalog.blogspot.co.id
Contoh 7
Sumber: ipos3.blogspot.co.id/
Demikianlah pembahasan kami mengenai 7 Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Faktur Penjualan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Faktur Penjualan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. contohsuratindonesia.com
22 February 2017

Contoh Faktur: Lengkap

Contoh Faktur: Lengkap. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Faktur: Lengkap. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Faktur Pajak

Sumber: uangteman.com
Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Artinya, saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang/jasa kena pajak itu.

Butuh diingat kalau barang/jasa kena pajak yang diperjual belikan, sudah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

PKP yaitu usaha/perusahaan/pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau JKP yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PKP mesti dikukuhkan terlebih dulu oleh DJP, dengan beberapa kriteria tertentu.

Butuh diingat, Faktur Pajak mesti di buat oleh PKP untuk tiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, serta ekspor JKP.

Jenis - Jenis Faktur Pajak

Faktur Pajak Keluaran yaitu faktur pajak yang di buat oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan penjualan pada barang kena pajak, jasa kena pajak, serta atau barang kena pajak yang termasuk dalam barang mewah;
  1. Faktur Pajak Masukan yaitu faktur pajak yang diperoleh oleh PKP saat melakukan pembelian pada barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP yang lain; 
  2. Faktur Pajak Pengganti yaitu penggantian atas faktur pajak yang sudah terbit sebelumnya karena ada kekeliruan pengisian, terkecuali kekeliruan pengisian NPWP. Hingga, mesti dilakukan pembetulan supaya sesuai sama kondisi yang sesungguhnya; 
  3. Faktur Pajak Gabungan yaitu faktur pajak yang di buat oleh PKP yang mencakup semua penyerahan yang dilakukan pada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama sepanjang satu bulan kalender; 
  4. Faktur Pajak Digunggung yaitu faktur pajak yang tidak diisi dengan jati diri pembeli, nama, serta tanda tangan penjual yang cuma bisa di buat oleh PKP Pedagang Eceran; 
  5. Faktur Pajak Cacat yaitu faktur pajak yang tidak di isi secara lengkap, jelas, benar, dan/atau tidak di tandatangani termasuk juga kekeliruan dalam pengisian kode serta nomer seri. Faktur pajak cacat bisa dibetulkan dengan membuat faktur pjak pengganti; 
  6. Faktur Pajak Batal yaitu faktur pajak yang dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak harus juga dilakukan saat ada kekeliruan pengisian NPWP dalam faktur pajak. 
Ada juga dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak. Yakni dokumen yang tidak mempunyai format seperti faktur pajak pada umumnya, namun tetap dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak.

Misalnya yaitu tagihan listrik, tagihan penggunaan air, tagihan telephone selular, serta lain sebagainya.

Fungsi Faktur Pajak

  1. Peran penting Faktur Pajak sangat bermanfaat untuk PKP. Oleh karena adanya faktur pajak PKP mempunyai bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan sampai pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku. 
  2. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini bakal merugikan PKP yaitu pada saat auditor mengecek pajak PKP. 

Petunjuk Pengisian Faktur Pajak

Sumber: online-pajak.com
Contoh Faktur Pajak yang Masih Kosong. Bagaimanakah cara mengisinya? 

Step 1 
  1. Masukan Kode serta Nomer Seri Faktur Pajak yang sudah didapat dari DJP 
  2. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak 
  3. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak 
Step 2 
  1. Masukan nomer urut sesuai sama urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan (1, 2, 3,...) 
  2. Masukan nama barang/jasa kena pajak yang diserahkan 
  3. Masukan nominal harga pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin (bila nominal bukanlah dalam satuan rupiah, Anda mesti mempunyai Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yaitu Faktur Pajak Valas) 
Step 3 
  1. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin 
  2. Keseluruhan nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (bila ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga 
  3. Bila Anda udah menerima uang muka seusai penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, nominal uang itu bisa ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang sudah di terima. 
  4. Jumlah Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga serta Uang muka yang sudah di terima, lantas ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak 
  5. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak 
  6. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), cuma di isi jika terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Termasuk Mewah. Bisa diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak 
  7. Masukan Tempat serta Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut 
  8. Masukan Nama serta Tanda Tangan dari Nama Petinggi yang sudah ditunjuk oleh Perusahaan (mesti sesuai sama Nama Petinggi pada saat Perusahaan resmi jadi Pengusaha Kena Pajak/PKP) 

Contoh Faktur

Contoh 1
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 2
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 3
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 4
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 5
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 6
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 7
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 8
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 9
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 10
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 11
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 12
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 13
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 14
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 15
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 16
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 17
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 18
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 19
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 20
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 21
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 22
Sumber: ayuprint.co.id

Faktur Pajak Elektronik

Kementerian Keuangan sudah menerbitkan ketentuan yang menetapkan pengertian bentuk Faktur Pajak paling baru, yang terdiri dari bentuk elektronik atau e-Faktur serta tertulis (hardcopy) - PMK Nomer 151/PMK. 011/2013.

Berikut ini beberapa ketentuan berkaitan e-Faktur bersama penuturannya: 
  1. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-16/PJ/2014 mengenai Tata Cara Pembuatan serta Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  2. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-17/PJ/2014 mengenai Perubahan Kedua atas Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-24/PJ/2012 mengenai Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Pergantian, serta Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak 
  3. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  4. Tiap perubahan ketentuan pemerintah paling baru, secara automatis diperbaharui di dalam aplikasi Online Pajak, memastikan semua laporan Anda di buat secara akurat sesuai sama ketentuan pajak yang berlaku. 
  5. Online Pajak yaitu aplikasi pajak terintegrasi untuk mengkalkulasi, menyetor, serta melaporkan pajak perusahaan secara on-line yang pastinya bisa menghemat waktu penggunanya. 
Kesimpulan:
Sumber: sukapajak.com

  1. Ingat, jangan sampai lupa dengan poin penting berikut ini: 
  2. Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti kalau dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang atau jasa kena pajak tersebut.
  3. Faktur pajak adalah bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan, serta pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku.
  4. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini akan merugikan PKP yaitu pada saat Audit datang ke PKP serta melakukan kontrol pajak. 
  5. Tiap PKP mesti membuat e-Faktur sesuai sama Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer: KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik. 
  6. Gunakan Online Pajak, aplikasi pajak on-line yang user-friendly serta hemat waktu. Kalkulasi, setor serta lapor PPN, PPh 23 serta PPh 21 (beta) semua dilakukan dalam satu aplikasi terpadu!
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Faktur: Lengkap, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Faktur: Lengkap di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Faktur. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. online-pajak.com
  2. ayuprint.co.id