Showing posts with label Ekstrusi linear. Show all posts
Showing posts with label Ekstrusi linear. Show all posts
27 April 2017

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api). Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), Intrusi Magma, Ekstrusi Magma, Ekstrusi linear, Ekstrusi areal, Ekstrusi sentral, Tipe Gunung Api atau Beragam Macam Jenis Gunung Api.

Pengertian Vulkanisme

Sumber: duniapendidikan.net
Vulkanisme yakni seluruh peristiwa yang berkaitan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi lewat retakan dalam kerak bumi atau lewat satu pita sentral yang disebut juga dengan terusan kepundan atau diatrema.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut juga dengan lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mempunyai kandungan gas-gas yang memiliki cukup daya untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati satu kantong yang disebut juga dengan dapur magma. Kedalaman dapur magma yaitu penyebab perbedaan kapabilitas letusan gunung api yang terjadi. Biasanya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, semakin kuat letusan yang ditimbulkannya.

Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditetapkan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang disebut sumber paling penting aktivitas vulkanik.

Intrusi Magma

Sumber: pubs.usgs.gov
Intrusi magma yakni peristiwa menyusupnya magma diantara susunan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut ini:
  1. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua susunan batuan, mendatar, dan paralel dengan susunan batuan itu. 
  2. Lakolit, yaitu magma yang menerobos diantara susunan Bumi paling atas. Mempunyai bentuk seperti lensa cembung atau kue serabi. 
  3. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok). 
  4. Diatermis, yaitu lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Mempunyai bentuk seperti silinder memanjang. 
Secara detil, ada intrusi magma (atau disebut juga dengan plutonisme) menghasilkan beragam macam jenis bentuk.

Ekstrusi Magma

Sumber: ilmugeografi.com
Ekstrusi magma yakni peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal semacam ini terjadi bila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sampai menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.

Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi bisa pula terjadi di lautan. Oleh sebab itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga bentuk, yaitu:

Ekstrusi linear 

Terjadi apabila magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sampai membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ekstrusi areal 

Terjadi bila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sampai magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal spesifik. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

Ekstrusi sentral 

Terjadi magma keluar lewat satu lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan sebagainya.

Tipe Gunung Api 

Bersumber pada Bentuknya

Gunung Api Perisai 

Sumber: mobgenic.com
Berupa kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang serta pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

Gunung Api Kubah 

Sumber: arizal-205.blogspot.co.id
Gunung ini berupa kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membuat susunan yang tidak tipis. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat.

Banyak lava yang membeku di saluran, menyebabkan saluran jadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang terhambat. Seluruh sisi puncak gunung api dapat juga hancur dan lenyap saat itu juga.

Gunung Api Strato 

Sumber: simplenews05.blogspot.co.id
Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak susunan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang kali. Lava dapat mengalir lewat segi kerucut. Karakter letusan keras.

Gunung Api Lava Pijar dan Abu 

Sumber: laqudhami.blogspot.co.id
Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Karakter letusan sedang. Contoh: Gunung Paracutin di Mexico.

Bersumber pada Letusannya
Sumber: uni-kassel.de

Tipe Hawaii 

Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tidak tebal, dan dalam perubahannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak diketemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia yakni pembentukan plato lava di tempat Dieng, Jawa Tengah.

Tipe Stromboli 

Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api yang lain yang sedang bertambah kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering ditemui letusan pendek yang dibarengi ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia yakni Gunung Raung di Jawa.

Tipe Vulkano 

Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.

Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini bisa menghasilkan lava. Bersumber pada kapabilitas letusannya tipe ini dibedakan jadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini bisa ditemui di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

Tipe Merapi 

Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain yakni Gunung Galunggung di Jawa Barat.

Tipe Perret 

Letusan gunung api tipe perret yakni mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan terhambat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap didalam tubuh bumi, oleh karenanya sering keluar getaran ketika saat sebelum terjadinya letusan.

Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia yakni Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada th. 1873, sampai gunung Krakatau (tua) tersebut lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Vulkanisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Vulkanisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com