Showing posts with label Fungsi Batuan. Show all posts
Showing posts with label Fungsi Batuan. Show all posts
05 May 2017

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan. Proses Pembentukan Batuan, Beragam Macam Jenis Batuan, Ciri dari Tiap-Tiap Batuan, dan Fungsi dari Batuan.

Proses Pembentukan Batuan

Batuan pembentuk litosfer 

Sumber: mystupidtheory.com
Pada lithosfer ada tiga bentuk batuan yaitu: 
  1. Batuan beku 
  2. Batuan sedimen 
  3. Batuan metamorf 

Awal Mula Batuan

Sumber: diwao8bagiilmu.blogspot.co.id
Semua batuan awal mulanya dari magma 
  • Magma yakni benda cair, panas, pijar yang bersuhu di atas 1000˚C 
  • Lava yakni magma yang telah keluar ke permukaan 
  • Lahar yakni lava yang bercampur dengan gas, meterial piroklastik, air, tanah tumbuhan 
Magma keluar di permukaan bumi salah satunya lewat puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan, namun ada pula yang di lautan. Magma yang telah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku lalu jadi batuan beku.

Batuan beku muka bumi sepanjang beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terserang panas, hujan, serta kegiatan tumbuhan dan hewan. Selanjutnya hancuran batuan itu tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan.

Hancuran batuan yang diendapkan disebut juga dengan batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam tempo yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut juga dengan batuan malihan atau batuan metamorf.

Beberapa Tipe Batuan 

Batuan Beku

Sumber: godamaiku.blogspot.co.id
Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, " api ") yaitu batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras. Pembekuan magma jadi batuan beku dapat terjadi pada ketika saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika telah ada di atas permukaan bumi.

Dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Melebihi dari 700 tipe batuan beku udah berhasil digambarkan, beberapa terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Batuan beku yang membeku ketika saat sebelum magma keluar dan terjadi pada saat susunan dalam disebut juga dengan batuan plutonik, apabila membeku di dalam perjalanan disebut juga dengan batuan korok atau porforik. Berkenaan dengan jika magma udah keluar dan membeku di permukaan bumi, disebut juga dengan batuan beku luar atau efusi/vulkanik.

Bersumber pada teksturnya batuan beku dibedakan jadi dua bagian, yaitu: 
  1. Batuan beku plutonik 
  2. Batuan beku vulkanik 
Perbedaan antara satu sama lain bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sampai mineral-mineral penyusunnya relatif besar.

Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sampai mineral penyusunnya lebih kecil.

Batuan Endapan atau Batuan Sedimen 

Sumber: ellyawatiabbas.blogspot.co.id
Batuan Sedimen ini yaitu batuan yang terbentuk oleh proses geomorfologi dan dipengaruhi oleh lamanya waktu. Batuan sedimen secara umum dibedakan jadi dua jenis bentuk:

Klasifikasi sediment klastik dibedakan bersumber pada ukuran butirnya, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Ludit (psepit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-2,56mm 
  2. Arenit (samit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-2mm, mulai dari pasir halus hingga pasir kasar. 
  3. Lutit (pelit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai dari lempung higga debu kasar. 
Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin. 

Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik 

Batuan sediment klastik terbentuk lewat proses pengendapan dari material-material yang alami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik beragam macam, dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah.

Biasanya batuan itu jadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga jadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin

Sedimen non-klastik yang terbentuk lantaran proses kimiawi 

Batuan sedimen kimia terbentuk lewat proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan itu jadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Umpamanya anhidrit dan batu. Batuan sedimen ini biasanya mempunyai kandungan mineral seperti kalsit, dolomit, kuarsa sekunder, gypsum dan chert.

Batuan sedimen terbentuk lewat tiga langkah paling penting: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena kegiatan biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan.

Batuan endapan meliputi 75 persen dari permukaan bumi. Batuan sedimen memiliki ciri yang mudah dikenal, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Batuan endapan biasanya berlapis-lapis 
  2. Mempunyai kandungan sisa-sisa jasad atau bekasnya, seperti terdapatnya cangkang binatang koral dan serat-serat kayu. 
  3. Adanya keseragaman yang nyata dari beberapa segi berbentuk bulat yang membuatnya.   
Penamaan batuan sedimen bersumber pada butir

Penamaan batuan sedimen biasanya bersumber pada besar butir penyusun batuan itu. Penamaan itu yakni sebagai berikut:
  1. Breksi yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut. 
  2. Konglomerat yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar. 
  3. Batu pasir yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm  
  4. Batu lanau yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm 
  5. Batu lempung yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 

Batuan metamorfosis atau Batuan metamorf (methamorphic rock) 

Sumber: geohazard009.wordpress.com
Yaitu batuan yang datang dari batuan induk yang mengalami perubahan susunan dan komposisi mineral sebagai akibat perubahan kondisi fisik yang dipicu oleh tekanan dan temperatur. Maka batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan strukturnya sampai membentuk batuan baru dengan struktur dan susunan yang baru juga.

Contoh batuan tersebut yakni batu sabak atau slate yang disebut juga dengan perubahan batu lempung. Bila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan jadi batuan-batuan baru lagi.

Beberapa contoh batuan metamorf yakni Gneis, batu sabak, batu garnet, dan pualam.
Batuan metamorf membuat beberapa dari kerak Bumi.

Mereka terbentuk jauh di bawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut juga dengan magma, ke dalam batuan padat dan terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi.

Ciri batuan ini: 
  1. Adanya perlapisan, 
  2. Silang siur atau susunan gelembur gelombang klastik.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Proses Pembentukan dan Jenis Batuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Batuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Batuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com