Showing posts with label Fungsi Pajak. Show all posts
Showing posts with label Fungsi Pajak. Show all posts
16 May 2017

Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis Pajak

Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis Pajak. Pengertian Pajak, Fungsi Pajak, dan Beragam Macam Jenis Perpajakan.

Pengertian Pajak 

Sumber: ekbis.sindonews.com
Pajak yaitu pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara serta akan dipakai untuk kebutuhan pemerintahan serta orang-orang umum. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, lantaran pajak dipakai untuk kebutuhan umum, bukanlah untuk kebutuhan pribadi.

Pajak adalah satu diantara sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Pemungutan pajak bisa dipaksakan lantaran dilakukan berdasarkan undang-undang.

Ciri-Ciri Pajak 

Sumber: bisnis.liputan6.com
Bersumber pada UU KUP NOMOR 28 TAHUN 2007, pasal 1, ayat 1, pengertian Pajak yaitu peran wajib pada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang punya sifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung.

Serta dipakai untuk kepentingan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bersumber pada pengertian itu, pajak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ini:

Pajak Adalah Peran Wajib Warga Negara 

Artinya tiap orang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Tetapi hal itu cuma berlaku untuk warga negara yang udah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif. Yakni warga negara yang mempunyai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) melebihi dari Rp2.050.000 per bulan.

Bila Anda merupakan karyawan/pegawai, baik karyawan swasta ataupun pegawai pemerintah, dengan keseluruhan pendapatan melebihi dari Rp 2 juta, maka wajib membayar pajak. Bila Anda merupakan wiraswasta, maka tiap pendapatan akan dikenakan pajak sebesar 1% dari keseluruhan pendapatan kotor/bruto (bersumber pada PP 46 tahun 2013).

Pajak Punya sifat Memaksa Bagi Tiap Warga Negara 

Bila seseorang udah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif, maka harus untuk membayar pajak. Dalam undang-undang pajak udah dijelaskan, bila seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang semestinya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif ataupun hukuman secara pidana.

Warga Negara Tidak Mendapatkan Imbalan Langsung 

Pajak tidak sama dengan retribusi. Contoh retribusi: saat mendapatkan manfaat parkir, maka mesti membayar sejumlah uang, yakni retribusi parkir, tetapi pajak tidak seperti itu. Pajak adalah satu diantara fasilitas pemerataan pendapatan warga negara. Jadi saat membayar pajak dalam jumlah spesifik,

Anda tidak langsung menerima manfaat pajak yang dibayar, yang akan Anda peroleh berbentuk perbaikan jalan raya di daerah Anda, sarana kesehatan gratis untuk keluarga, beasiswa pendidikan untuk anak Anda, dan lain-lainnya.

Berdasarkan Undang-undang 

Artinya pajak diatur dalam undang-undang negara. Ada beberapa undang-undang yang mengatur mengenai mekanisme perhitungan, pembayaran, serta pelaporan pajak.

Perspektif Pajak Dari Segi Ekonomi serta Hukum 

Sumber: finance.detik.com
Perspektif Pajak
Sebagai sumber pendapatan paling utama negara, pajak mempunyai nilai strategis dalam perspektif ekonomi ataupun hukum. Bersumber pada 4 ciri di atas, pajak bisa dilihat dari 2 perspektif, yakni:

Pajak dari perspektif ekonomi 

Hal semacam ini dapat dinilai dari beralihnya sumber daya dari bidang privat (warga negara) pada bidang umum (masyarakat). Hal semacam ini memberi deskripsi kalau pajak mengakibatkan 2 kondisi jadi berubah, yakni:
  • Pertama, menyusutnya kapabilitas individu dalam menguasai sumber daya untuk kebutuhan penguasaan barang serta jasa. 
  • Kedua, bertambahnya kapabilitas keuangan negara dalam penyediaan barang serta jasa umum yang disebut keperluan masyarakat. 

Pajak dari perspektif hukum 

Perspektif ini terjadi akibat adanya sebuah ikatan yang muncul lantaran undang-undang yang mengakibatkan munculnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan beberapa dana tertentu pada negara.

Di mana negara memiliki kemampuan untuk memaksa serta pajak itu digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan.

Hal semacam ini menunjukkan kalau pajak yang dipungut mesti berdasarkan undang-undang, hingga menjamin adanya kepastian hukum, baik untuk petugas pajak sebagai pengumpul pajak ataupun untuk wajib pajak sebagai pembayar pajak.

Peranan Pajak untuk Negara serta Masyarakat 

Sumber: kaltim.prokal.co

Fungsi Pajak 

Pajak mempunyai fungsi yang penting dalam kehidupan bernegara, terutama pembangunan. Pajak adalah sumber pendapatan negara dalam membiayai semua pengeluaran yang diperlukan, termasuk juga pengeluaran untuk pembangunan. Hingga pajak memiliki beberapa fungsi, diantaranya:

Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) 

Pajak adalah sumber pemasukan keuangan negara lewat cara mengumpulkan dana atau uang dari wajib pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara yang lain. Hingga peranan pajak adalah sumber pendapatan negara yang mempunyai tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi) 

Pajak adalah alat untuk melakukan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial serta ekonomi. Fungsi mengatur itu diantaranya:
  • Pajak bisa dipakai untuk menghambat laju inflasi. 
  • Pajak bisa dipakai sebagai alat untuk mendorong aktivitas ekspor, seperti : pajak ekspor barang. 
  • Pajak bisa memberikan proteksi atau perlindungan pada barang produksi dari dalam negeri, misalnya: Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 
  • Pajak bisa mengatur serta menarik investasi modal yang membantu perekonomian supaya makin produktif. 

Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi) 

Pajak bisa dipakai untuk menyesuaikan serta menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan serta kesejahteraan penduduk.

Fungsi Stabilisasi 

Pajak bisa dipakai untuk menyetabilkan keadaan serta kondisi perekonomian, seperti: untuk menangani inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, hingga jumlah uang yang beredar bisa dikurangi. Sedangkan untuk menangani kelemahan ekonomi atau deflasi, pemerintah menurunkan pajak, hingga jumlah uang yang beredar bisa ditambah serta deflasi bisa diatasi.

Ke empat fungsi pajak di atas adalah peranan dari pajak yang umum ditemui di beberapa negara. Untuk Indonesia sekarang pemerintah lebih menitik beratkan pada 2 fungsi pajak yang pertama. Instansi Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang ada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak ada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban itu, sesuai sama system self assessment yang dianut dalam System Perpajakan Indonesia.

Direktorat Jenderal Pajak, sesuai sama manfaatnya berkewajiban lakukan pembinaan, penyuluhan, service, dan pengawasan pada masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya itu, Direktorat Jenderal Pajak berupaya sebaik-baiknya memberi pelayanan pada orang-orang sesuai sama misi serta visi Direktorat Jenderal Pajak.

Bentuk Pajak yang Dipungut Pemerintah dari Masyarakat 

Sumber: bisnis.liputan6.com

Jenis Pajak 

Ada beberapa jenis pajak yang dipungut pemerintah dari orang-orang atau harus pajak, yang bisa dikelompokkan bersumber pada karakter, lembaga pemungut, objek pajak dan subyek pajak.

Jenis Pajak Bersumber pada Sifat 

Bersumber pada sifatnya, pajak dikelompokkan jadi 2 jenis, yakni: pajak tidak langsung serta pajak langsung.

Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax) 

Pajak tidak langsung adalah pajak yang cuma diberikan pada wajib pajak apabila melakukan momen atau perbuatan tertentu.

Hingga pajak tidak langsung tidak bisa dipungut secara berkala, namun cuma bisa dipungut apabila terjadi momen atau perbuatan spesifik yang mengakibatkan kewajiban membayar pajak. Misalnya: pajak penjualan atas barang mewah, di mana pajak ini cuma diberikan apabila wajib pajak menjual barang mewah.

Pajak Langsung (Direct Tax) 

Pajak langsung adalah pajak yang didapatkan secara berkala pada wajib pajak berlandaskan surat ketentuan pajak yang di buat kantor pajak. Di dalam surat ketentuan pajak ada jumlah pajak yang harus dibayar wajib pajak.

Pajak langsung mesti ditanggung seseorang yang terkena wajib pajak serta tidak bisa dialihkan pada pihak yang lain. Misalnya: Pajak Bumi Bangunan (PBB) serta pajak penghasilan.

Jenis Pajak Bersumber pada Lembaga Pemungut 

Bersumber pada lembaga pemungutnya, pajak dikelompokkan jadi 2 jenis, yakni: pajak daerah serta pajak negara.

Pajak Daerah (Lokal) 

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut pemerintah daerah serta terbatas cuma pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II ataupun Pemda Tingkat I. Misalnya: pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, serta masih banyak yang lainnya.

Pajak Negara (Pusat) 

Pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat lewat lembaga berkaitan, seperti: Dirjen Pajak, Dirjen Bea serta Cukai, ataupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di semua Indonesia. Misalnya: pajak pertambahan nilai, pajak pendapatan, pajak bumi serta bangunan, serta masih banyak yang lainnya.

Jenis Pajak Bersumber pada Objek Pajak serta Subjek Pajak 

Sumber: blog.duitpintar.com
Bersumber pada objek serta subjeknya, pajak dikelompokkan jadi 2 jenis, yakni: pajak objektif serta pajak subjektif.

Pajak Objektif 

Pajak objektif yaitu pajak yang pengambilannya bersumber pada objeknya. Misalnya: pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk serta masih banyak yang lainnya.

Pajak Subjektif 

Pajak subjektif yaitu pajak yang pengambilannya bersumber pada subjeknya. Misalnya: pajak kekayaan serta pajak pendapatan.

Seluruh pengadministrasian yang terkait dengan pajak pusat, dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Penyuluhan serta Konsultasi Perpajakan (KP2KP),

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Sedangkan pengadministrasian yang terkait dengan pajak daerah, dilakukan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau Kantor Pajak Daerah di bawah Pemerintah Daerah setempat.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis Pajak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pajak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pajak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. cermati.com