Showing posts with label Jenis. Show all posts
Showing posts with label Jenis. Show all posts
11 April 2017

Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia

Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia. Pengertian Arus Laut, Faktor penyebab terjadinya Arus Laut, Jenis-jenis Arus Laut, Persebaran Arus Laut di Seluruh Dunia, Pengamatan Arus Laut, dan Pengukuran Kecepatan Arus Laut.

Pengertian Arus Laut

Sumber: paulamens.wordpress.com
Arus laut yaitu gerakan massa air secara vertikal serta horizontal hingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan di dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir sebuah massa air yang dipicu tipuan angin atau ketidaksamaan densitas atau gerakan gelombang panjang.

Faktor Pemicu Terjadinya Arus Laut 

Terjadinya arus di lautan dikarenakan oleh dua aspek terpenting, yakni:
  1. Aspek internal, seperti ketidaksamaan densitas air laut, gradien tekanan mendatar serta gesekan lapisan air. 
  2. Aspek eksternal seperti gaya tarik matahari serta bulan yang di pengaruhi oleh tahanan dasar laut serta gaya coriolis, ketidaksamaan tekanan udara, gaya gravitasi, gaya tektonik, serta angin. 

Beberapa Tipe Arus Laut 

Bersumber pada Proses Terjadinya:
  1. Arus ekman: Arus yang di pengaruhi oleh angin. 
  2. Arus termohaline: Arus yang di pengaruhi oleh densitas serta gravitas. 
  3. Arus pasut: Arus yang di pengaruhi oleh pasut. 
  4. Arus Geostropik: Arus yang di pengaruhi oleh gradien tekanan mendatar serta gaya corolis. 
  5. Arus Wind driven current: Arus yang di pengaruhi oleh pola gerakan angin serta terjadi pada susunan permukaan. 
Bersumber pada Kedalamannya:
  1. Arus permukaan: Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal serta di pengaruhi oleh pola sebaran angin. 
  2. Arus dalam: Terjadi jauh di mendasar kolom peraran, arah gerakannya tidak di pengaruhi oleh pola sebaran angin serta membawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator. 

Persebaran Arus di Seluruh Dunia

Di Samudra Pasifik 
Sumber: vemale.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Utara, adalah arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa serta diakibatkan dan di dorong oleh angin pasat timur laut. 
  2. Arus Kuroshio, adalah kelanjutan arus khatulistiwa utara, lantaran setelah tiba di dekat Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini adalah arus panas yang mengalir dari kepulauan Filipina, menyusur bagian timur kepulauan Jepang serta terus ke pesisir Amerika Utara (terlebih Kanada). Arus ini di dorong oleh Angin Barat. 
  3. Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini adalah kelanjutan arus kuroshio, termasuk juga arus menyimpang (dampak daratan) serta arus dingin. 
  4. Arus Oyashio, adalah arus dingin yang di dorong oleh angin timur serta mengalir dari selat Bering menuju ke selatan serta berakhir di bagian timur kepulauan Jepang, lantaran di tempat ini arus itu bertemu dengan arus Kuroshio (terhalang oleh kuroshio). Di tempat pertemuan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio ada daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuan dengan arus pana Kuroshio yang menjadi hangat serta tumbuh subur. 
Di Bagian Selatan Khaulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini disebabkan atau didorong oleh angin pasat tenggara. 
  2. Arus Humboldt atau Arus Peru, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin bbarat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini di dorong oleh angin pusat tenggara serta termasuk juga arus dingin. 
  3. Arus Australia timur, adalah kelanjutan arus Khatulistiwa Selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (bagian timur Great Barrier Reef). 
  4. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa arus Australia Timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 derajat-40 derajat LS) serta sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh Angin Barat. 
Di Samudra Atlantik 
Sumber: rajawow.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Utara, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin pasat timur laut. 
  2. Arus Teluk Gulfstream, adalah arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar serta adalah arus panas. Arus ini disebut dengan arus teluk sebab beberapa darinya keluar dari teluk meksiko. 
  3. Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, adalah arus dingin yang mengalir dari laue Kutub Utara ke Selatan menyusur pantai timur tanah hijau. Arus ini didorong oleh angin Timur (yang datang dari daerah kutub). 
  4. Arus Labrador, datang dari laut kutub utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur serta adalah arus dingin yang pada umumnya membawa “gunung es” yang turut dihanyutkan. 
  5. Arus Canari, adalah arus menyimpang serta termasuk juga arus dingin. Arus ini adalah kelanjutan beberapa arus teluk yang mengubah arahnya sesudah pengaruh daratan Spanyol serta mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara. 
Di Bagian Setan Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Beberapa dari arus ini masuk ke utara (yang berbarengan dengan arus khatulistiwa utara ke Laut Karibia) sedangkan yang beberapa lagi membelok ke selatan. Arus ini disebabkan serta didorong oleh angin pasat tenggara. 
  2. Arus Brazilia, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (terutama Brazilia). Arus ini termasuk juga arus menyimpang serta adalah arus panas. 
  3. Arus Benguela, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini adalah arus dingin, yang pada akhirnya kembali jadi Arus Khatulistiwa selatan. 
  4. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30 derajat-40 derajat LS) sejajar dengan garis ekuator, arus ini didorong oleh angin barat serta adalah arus dingin. 
Di Samudra Hindia 
Sumber: merdeka.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 

Arus laut samudra ini kondisiya tidak sama dengan samudra lain, sebab arah gerakan arus tidak tetap dalam satu tahun, tetapi berganti arah dalam ½ tahun, sesuai sama gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus itu yaitu sebagai berikut ini:
  1. Arus Musim Barat Daya, adalah arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri laut arab serta Teluk Benguela. Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini jalan kurang kuat sebab mendapatkan kendala dari gerakan angin pasat timur laut. 
  2. Arus Musim Timur Laut, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri teluk Benguela serta Laut Arab. Arus ini disebabkan serta didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling menguatkan, yakni angi pasat timuur laut serta angin musim timur laut. 
Di Bagian Selatan Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nnantinya pecah jadi dua (Arus Maskarena serta Aurs Agulhas setelah tiba di timur madagaskar). Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin pasat tenggara.
  2. Arus Maskarena serta Arus Agulhas, adalah arus menyimpang serta adalah arus panas. Arus ini juga merupakan kelanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai pulau Madagaskar Barat. 
  3. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke bagian utara menyusur pantai barat benua Australia. Arus ini termasuk juga arus menyimpang serta merupakan arus dingin yang pada akhirnya kembali jadi Arus Khatulistiwa Selatan. 

Pengamatan Arus Laut 

Sumber: library.ucsd.edu
Dilakukan untuk memahami arah serta kecepatan air laut pada kedalaman spesifik. Metode pengamatannya memakai Current Meter, yakni dengan meletakkannya di beberapa stasiun pengamat di bawah permukaan laut.

Keuntungan Current Meter: 
  1. Bisa mengukur pada tiap kedalaman. 
  2. Pencatatanya secara automatis. 
  3. Data Ukurannya relatif teliti. 
  4. System Pengamatan 
Pengukuran kecepatan arus air disebut juga dengan Water Current Meter yang secara prinsip dibagi dalam tiga system, yakni:

Pengukuran Kecepatan Arus 
  1. System Pencacah Putaran, yakni current meter yang mengkonversi kecepatan sudut dari propeller atau baling-baling ke dalam kecepatan linear. Umumnya bentuk ini memiliki kisaran pengukuran antara 0,03–10 m/s. 
  2. System Elektromagnetik, pada system ini air dianggap sebagai konduktor yang mengalir lewat medan magnetik. Perubahan pada tegangan diterjemahkan ke dalam kecepatan. 
  3. System Akustik, pada system ini digunakan prinsip Dopler pada transduser, juga umumnya bertindak sekaligus sebagai receiver, yang memancarkan pulsa-pulsa pendek pada frekuensi spesifik. Pulsa-pulsa dari yang di terima kembali oleh receiver di mana hal itu bisa diukur sebagai kecepatan arus air.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Arus Laut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Arus Laut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian dan Jenis Pelapukan

Pengertian dan Jenis Pelapukan. Pengertian Pelapukan, Jenis-Jenis Pelapukan, Faktor yang Memperngaruhi Terjadinya Pelapukan, dan Proses Terjadinya Pelapukan.

Jenis-Jenis Pelapukan dan Penjelasannya

Sumber: ebiologi.com
Bumi yaitu tempat di mana beragam makhluk hidup dan menjalani aktifitasnya sehari-hari. ada beragam jenis komponen yang akan kita temukan di Bumi. Komponen-komponen yang ada di Bumi itu tidak cuma komponen yang hidup saja, tetapi juga komponen yang tidak hidup.

Komponen-komponen yang hidup serta tidak hidup ini sama-sama berdampingan serta saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Komponen hidup kerap disebut juga dengan komponen biotik, serta komponen yang mati kerap juga disebut juga dengan komponen abiotik.

Komponen hidup abiotik misalnya yaitu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan ataupun beragam jenis mikroorganisme. Sementara komponen abiotik salah satunya yaitu elemen- elemen seperti tanah, udara, sinar matahari, kelembapan, batuan, dan lain sebagainya.

Sebagai penghuni Bumi, banyak sekali peristiwa atau momen yang dialami oleh beragam makhluk penghuni Bumi ini. Sangat banyak siklus yang bisa kita temui di Bumi. Satu diantara siklus yang dihadapi oleh komponen Bumi yaitu batuan.

Batuan bisa berubah bentuk jadi tanah setelah sekian lama serta lantaran beberapa hal spesifik. Hal semacam ini dinamakan dengan pelapukan. Pelapukan nyaris terjadi di banyak komponen, tidak cuma batuan saja. Bahkan juga kita, manusia akan mengalami pelapukan.

Seluruh makhluk hidup (manusia, binatang, serta tumbuhan) jika sudah mati, akan mengalami pelapukan pada jasadnya. Jasad manusia jika sudah dikubur dalam periode waktu spesifik akan melebur jadi tanah.

Demikian halnya dengan binatang serta tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya makhluk hidup, ada beberapa benda mati yang juga mengalami pelapukan. Tetapi kata pelapukan ini sesungguhnya memang cuma dipakai untuk menguraikan umur batuan.

Pengertian Pelapukan

Sumber: thinglink.com
Kita sudah mengulas tentang pelapukan di awal. Lantas, apakah itu pelapukan? Bicara tentang pelapukan rasa-rasanya tidak lengkap tanpa mengerti arti pelapukan yang sesungguhnya. Yang dinamakan pelapukan yaitu momen penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis.

Tidak hanya pengertian itu, pelapukan dapat juga diterangkan sebagai proses perubahan komposisi serta pemecahan batuan atau material- material yang lain yang terjadi di atas permukaan Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, ataupun biologi.

Pelapukan ini adalah proses alami yang bekerja menghancurkan batuan jadi tanah. Pengertian lain mmengenai pelapukan yaitu proses alterasi serta fragsinasi batuan serta material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan oleh proses fisika, kimia, ataupun biologi.

Mengenai proses pelapukan ini terjadi dalam tempo yang sangat lama. Tidak hanya sangat di pengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga di pengaruhi beragam jenis aspek yang lain.

Jenis-jenis Pelapukan 

Pelapukan adalah proses berubahnya batuan jadi tanah secara alamiah lewat proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas beragam macam bentuk.

Secara umum, jenis-jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, serta biologi atau organik. Keterangan tentang masing-masing bentuk pelapukan ini yaitu sebagai berikut: 

Pelapukan Fisika

Sumber: ebiologi.com
Bentuk pelapukan yang pertama yaitu pelapukan fisika. Pelapukan fisika adalah pelapukan yang kerap disebut sebagai pelapukan mekanik.

Pelapukan fisika yaitu proses pelapukan dari batuan yang disebabkan oleh adanya pengaruh aspek fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Aspek yang paling dominan tersebut yaitu suhu udara, tekanan, serta kristalisasi garam.

Pelapukan fisika ini dikenal juga sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim.

Bentuk pelapukan fisika ini cuma dapat diketemukan di daerah yang memiliki iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, serta daerah-daerah yang memiliki topografi yang curam. Mengenai beberapa contoh pelapukan fisika ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, lantas saat malam hari suhu udara akan turun serta membuat batuan jadi mengkerut.

Lantaran proses ini berjalan secara berulang-ulang, maka akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan hingga selanjutnya batuan akan hancur menjadi beberapa sisi.

Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. Kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menghimpit batuan secara endogen hingga akan menimbulkan kemungkinan batuan akan pecah.

Pelapukan Kimia

Sumber: softilmu.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan kimia. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimiawi yang ada pada batuan lewat reaksi spesifik. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan jadi tiga jenis.

3 jenis reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini diantaranya yaitu solution, hidrolisis, serta oksidasi. Mengenai beberapa contoh pelapukan kimia ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Hidrolisis air hujan yang akan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yang keluar akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.

Oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan jadi lemah serta pada akhirnya mengalami pelapukan.

Proses pelarutan batuan kapur mudah akibat reaksinya pada air. Bicara tentang pelapukan kimia, kita akan mengetahui ada 4 proses yang termasuk juga ke dalam pelapukan kimia. Mengenai 4 proses itu diantaranya yaitu:
  1. Hidrasi, yakni proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja. 
  2. Hidrolisa, yakni peroses penguraian air atas unsur-unsurnya jadi ion-ion yang miliki sifat positif serta negatif. 
  3. Oksidasi, yakni proses pengkaratan besi. 
  4. Karbonasi, yakni pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida. 
Itulah beberapa proses yang akan kita dapatkan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses itu cuma akan kita temui pada pelapukan yang miliki sifat kimiawi saja.

Pelapukan Biologi atau Organik 

Sumber: ikasmansa87.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi adalah bentuk pelapukan batuan yang dikerjakan oleh organisme lewat aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan itu ada.

Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi lantaran disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi lantaran adanya fungsi organisme-organisme spesifik.

Mengenai organisme-organisme yang bertindak dalam pelapukan ini diantaranya berbentuk binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan juga manusia.

Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 langkah, yakni langkah biokimia serta langkah mekanis. Mengenai contoh pelapukan secara biologi atau organik ini diantaranya yaitu:

Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela-sela batuan akan menghimpit batuan itu, hingga akan mengalami perpecahan. Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi.

Kelembaban di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di kurang lebih permukaan batuan akan membuat permukaan batuan itu mengalami korosi.

Itulah beberapa bentuk dari pelapukan batuan yang terdiri atas pelapukan kimiawi, pelapukan fisika serta pelapukan boilogi atau organik. Dari uraian di atas kita bisa memahami kalau pelapukan batuan dapat terjadi dengan beberapa cara yang berbeda-beda.

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Sumber: crossword14.blogspot.co.id
Seperti yang sudah dikatakan di awal, bahwasannya pelapukan terjadi lantaran adanya beragam jenis aspek. Setidaknya ada beberapa aspek yang bisa memengaruhi terjadinya pelapukan, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Waktu 

Aspek yang sangat erat serta sangat identik dengan momen pelapukan yaitu waktu. Seringkali orang-orang menyampaikan bahwasannya pelapukan ini terjadi lantaran satu batuan udah sangat lama atau sangat tua, sampai pada akhirnya batuan itu mengalami pelapukan.

Bahkan juga waktu adalah aspek pertama yang akan dipakai sebagai argumen kenapa pelapukan itu terjadi.

Memang benar, satu batuan akan mengalami pelapukan setelah batuan itu berusia lama atau tua. Hal semacam ini akan mengakibatkan tingkat kepadatan batuan jadi menurun serta batuan itu akan mengalami pelapukan sampai pada akhirnya jadi tanah.

Bentuk batuan serta susunan batuan itu sendiri

Aspek berikutnya yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan yaitu bentuk batuan serta strukturnya. Sudah kita pahami bersama bahwasannya batuan di dunia ini mempunyai beragam jenis bentuk batuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Lantas mengenai susunan batuan, yakni karakter fisik serta karakter kimia yang dipunyai oleh batuan itu sendiri. Karakter fisik batuan mencakup warna batuan.

Lalu sifat kimia batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam batuan itu. Karakter kimia serta karakter fisika yang dipunyai oleh batuan inilah yang mengakibatkan adanya ketidaksamaan daya tahan batuan pada pelapukan.

Mengenai bentuk batuan yang gampang lapuk salah satunya yaitu batu lempeng atau batuan sedimen. Lalu batuan yang susah lapuk umpamanya yaitu batuan beku.

Topografi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi pelapukan yaitu topografi. Kondisi topografi muka Bumi juga memengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan.

Batuan-batuan yang ada di lereng yang curam cenderung akan lebih gampang untuk mengalami pelapukan dibanding dengan batuan yang ada di tempat yang landai.

Kenapa demikian? Hal semacam ini lantaran pada lereng yang curam, batuan akan amat gampang terkikis atau lapuk, lantaran akan langsung bersetuhan dengan cuaca di sekitar batuan itu berada.

Namun pada lereng yang landai atau rata, batuan akan diselimuti oleh beragam jenis endapan yang pada akhirnya akan memperlambat proses pelapukan batuan itu.

Organisme 

Aspek berikutnya yang akan memengaruhi proses pelapukan yaitu terdapatnya organisme. Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.

Iklim serta cuaca 

Aspek berikutnya yang amat kuat hubungannya dengan pelapukan yaitu mengenai cuaca serta iklim. Unsur- unsur cuaca serta iklim yang akan memengaruhi proses pelapukan diantaranya yaitu suhu udara, curah hujan, cahaya matahari, angin, serta lain sebagainya.

Di daerah yang mempunyai iklim lembab serta panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Tidak hanya itu perubahan antara siang serta malam yang dingin akan makin membuat pelapukan gampang terjadi, jika hal ini dibandingkan dengan daerah yang mempunyai iklim dingin.

Kondisi vegetasi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi adanya pelapukan yaitu kondisi vegetasi. Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan hal yang amat memengaruhi proses pelapukan. Hal semacam ini dikarenakan akar-akar tumbuhan itu bisa menembus celah-celah batuan.

Jika akar-akar itu makin membesar kekuatannya akan makin besar juga dalam menerobos batuan. Tidak hanya akar-akar, serat dedaunan yang gugur akan membantu mempercepat batuan melapuk.

Hal semacam ini disebabkan karena serat batuan memiliki kandungan zat-zat asam arang serta humus yang bisa merusak kemampuan pada batuan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pelapukan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com
29 March 2017

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional. Pengertian dari Perjanjian Internasional, Tahap-Tahap yang ada dalam sebuah Perjanjian Internasional, Beragam Macam Perjanjian Internasional yang ada di dunia.

Pengertian Perjanjian Internasional 

Sumber: kakakpintar.com
Dalam merajut satu hubungan internasional, negara yang ikut dan harus buat satu perjanjian untuk membatasi hubungan itu sendiri. Dalam hal ini banyak proses yang butuh dilalui untuk buat satu perjanjian internasional, lalu apa pengertian dari perjanjian internasional sebenarnya?

Berikut ini yaitu pengertian perjanjian internasional menurut beberapa ahli:
  • Oppenheimer-Leuterpacht 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antar negara yang mengakibatkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang mengadakannya.
  • G. Schwarzenberger 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antara beberapa subyek hukum internasional yang mengakibatkan beberapa kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional. Perjanjian internasional dapat berbentuk bilateral maupun multilateral. Subjek-subjek hukum internasional dalam hal ini tidak cuma beberapa instansi internasional juga negara-negara.
  • Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL. M. 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan antar bangsa yang memiliki maksud untuk menciptakan hasil dari hukum-hukum tertentu.
  • Konferensi Wina 1969 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih, yang memiliki maksud untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu. Artinya, perjanjian internasional mengatur perjanjian antar negara, yang juga disebut sebagai subyek hukum internasional.

Dilihat dari segi norma yang berlaku, harusnya setiap negara yang udah melakukan perjanjian mesti mempertanggung jawabkan hasil dari perjanjian dan tidak melanggarnya.
  • Academy Of Science Of USSR 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian yang dinyatakan secara resmi antara dua atau lebih negara-negara mengenai pemantapan, perubahan, atau pembatasan dari pada hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.
  • Menurut UU no. 24 th. 2004 
Perjanjian Internasional yakni perjanjian berupa dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional yang di buat secara tertulis dan menghasilkan adanya hak dan kewajiban pada bagian hukum

Kesimpulan Perjanjian Internasional yakni perjanjian yang diadakan antar negara dalam merajut hubungan internasional sebagai pengatur beberapa batasan dalam kerjasamanya dan menghasilkan hak dan kewajiban yang harus bisa dipertanggung jawabkan oleh negara-negara itu.

Klasifikasi Perjanjian Internasional 

Sumber: hitamandbiru.blogspot.co.id
Bersumber pada Subjeknya 
  1. Perjanjian yang di setujui oleh banyak negara yaitu subyek hukum Internasional 
  2. Perjanjian antar banyak negara dan Subyek Hukum internasional yang lain 
  3. Perjanjian antar subyek hukum internasional tidak cuma negara, umpamanya antar organisasi internasional 
Bersumber pada Isinya 
  1. Perjanjian dari Segi Politis seperti pakta pertahanan dan kedamaian 
  2. Perjanjian dari Segi Ekonomi seperti perlindungan keamanan 
  3. Perjanjian dari Segi Batas Area seperti Laut teritorial 
  4. Perjanjian dari Segi Hukum seperti status kewarganegaraan 
  5. Perjanjian dari Segi Kesehatan, seperti penanggulangan wabah penyakit 
Bersumber pada Proses/tahapan Pembentukannya 
  1. Perjanjian yang mempunyai karakter penting yaitu yang di buat lewat proses perundingan, penandatanganan, dan ratifikasi. 
  2. Perjanjian yang mempunyai karakter sederhana, yaitu yang di buat lewat perundingan dan penandatanganan. 
Bersumber pada Fungsinya 
  1. Perjanjian yang membentuk Hukum, yaitu satu perjanjian yang meletakkan beberapa ketentuan hukum untuk orang-orang internasional secara kesuluruhan yang miliki sifat multilateral dan biasanya terbuka untuk pihak ketiga. 
  2. Perjanjian yang miliki sifat khusus, yaitu perjanjian yang menghasilkan hak dan kewajiban untuk negara-negara yang mengadakan perjanjian saja. 

Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional 

Sumber: republika.co.id
Dalam membuat perjanjian internasional, negara yang merajut hubungan kerja harus melalui beberapa bagian spesifik sebagai berikut ini:

Perundingan (negotiation) 

Perundingan atau negosiasi yaitu hal pertama yang butuh dilakukan. Secara umum mungkin saja kita sudah paham benar arti dari perundingan ini. Istilahnya seperti musyawarah untuk mencapai satu kesepakatan yang di setujui bersama.

Atau biasa disebut dengan musyawarah yang mufakat.
Dalam melakukan perundingan masing-masing negara dapat mengirimkan perwakilannya dengan membawa surat kuasa penuh. Apabila telah ada kesepakatan bersama menyangkut perjanjian ini akan dilanjutkan ke proses selanjutnya.

Penandatanganan (Signature) 

Setelah dilakukan perundingan akan ada proses penandatanganan. Biasanya proses ini dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Untuk perjanjian yang ada dalam sebuah perjanjian multilateral (negara yang ikut serta lebih dari 2) hasil kesepakatan dianggap sah apabila suara telah mencapai 2/3 suara peserta yang ada untuk memberikan suara.

Walau demikian perjanjian belum dapat diterapkan bila belum melalui tahap pengesahan (ratifikasi) oleh masing-masing negaranya.

Pengesahan (Ratification) 

Proses yang terakhir ketika saat sebelum perjanjian itu berlaku yakni pengesahan atau ratifikasi. Satu negara mengikatkan diri pada suatu perjanjian dengan syarat bila udah disahkan oleh tubuh yang berwenang di negaranya.

Ratifikasi perjanjian internasional dikelompokkan jadi 3, yaitu:
  1. Pengesahan Oleh badan Eksekutif. Sistem ini umum dilakukan oleh pemerintahan raja-raja absolut atau otoriter. 
  2. Pengesahan oleh Badan Legislatif. Sistem ini tidak sering digunakan. 
  3. Pengesahan Campuran oleh Badan Eksekutif dan Legislatif (DPR dan Pemenrintahan). Sistem ini yaitu yang paling banyak digunakan karena badan eksekutif dan legislatif sama-sama memastikan dalam proses ratifikasi satu perjanjian. 

Jenis-Jenis Perjanjian Internasional 

Sumber: elgar.blog
Satu di antara hasil dari hubungan internasional yakni terbentuknya satu perjanjian yang berlaku sampai batas yang di setujui. Perjanjian ini dapat dikerjakan di beberapa bagian kenegaraan. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan jadi perjanjian bilateral, dan multilateral.

Perjanjian Bilateral 

Perjanjian Bilateral yakni hubungan kerja yang menyangkut keperluan hubungan antar dua negara saja. Biasanya perjanjian hubungan ini miliki sifat tertutup, artinya tidak di sebarluaskan secara internasional.

Contoh hubungan kerja bilateral Indonesia yakni perjanjian antara pemerintahan RI dengan RRC pada th. 1955, yaitu tentang penyelesaian Dwi Kewarganegaraan.

Perjanjian Multilateral 

Seperti namanya, perjanjian multilateral yakni hubungan kerja lebih dari dua negara, hubungan internasional seperti ini biasanya miliki sifat terbuka. Perjanjian ini mungkin saja tidak hanya mengatur keperluan negara-negara yang ikut serta, namun juga keperluan negara lain yang bukanlah merupakan peserta dari perjanjian ini.

Contoh hubungan kerja multilateral negara Indonesia yakni Konvensi Wina th. 1961 tentang hubungan Diplomatik.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perjanjian Internasional di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perjanjian Internasional. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
24 March 2017

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari. Pengertian Seni Tari, Fungsi Seni Tari, Unsur yang terdapat di dalam Seni Tari, Jenis atau Ragam Seni Tari, Seni Tari digunakan untuk Berbagai Kegiatan. Seni Tari untuk Kegiatan Formal dan Non Formal.

Pengertian Seni Tari 

Sumber: pinterest.com
Ketika kita mendengar seni tari, biasanya yang akan terlintas di pikiran kita yaitu beberapa gerakan anggota tubuh yang mengikuti alunan music. Lalu, bagaimana dengan pendapat beberapa pakar? Apakah mereka berpendapat yang sama?. Nah, pengertian dari seni tari yang dikemukakan oleh beberapa ahli, salah satunya yaitu:
  1. Soedarsono, menyebutkan bila tarian yakni ekspresi jiwa manusia lewat gerak ritmis yang indah. 
  2. Yulianti Parani, menyebutkan tari yakni gerak-gerak ritmis beberapa atau semua anggota tubuh yang terbagi dalam pola perseorangan atau grup yang diimbangi ekspresi spesifik. 
  3. Curts Sachs, menyebutkan Tari yakni gerak yang ritmis. 
Apabila ditarik menjadi satu rangkuman dari ketiga pendapat itu Seni Tari yaitu gerak-gerak ritmis dari anggota tubuh sebagai ekspresi dan pengungkapan perasaan dari si penari yang diiringi alunan music yang manfaatnya menguatkan maksud yang ingin di sampaikan.

Jadi, seni tari tidak hanya asal menggerakkan anggota tubuh, akan tetapi memiliki maksud dan arti spesifik yang ingin di sampaikan si penari untuk yang menyaksikan. Arti itu dapat berwujud filosofis, keagamaan, pendidikan, kepahlawanan dan lain-lain.

Umpamanya yaitu Tari Saman yang datang dari Aceh. Tari saman ini mencerminkan keagamaan, pendidikan, sopan santun dan kepahlawanan dalam tempo yang bersamaan.

Fungsi Seni Tari 

Kita udah tahu bila satu diantara fungsi dari seni tari yaitu sebagai ekpresi dan pengungkapan perasaan dari si penari. Hal semacam ini dapat dimaklumi karena manusia yaitu makhluk social yang perlu berkomunikasi dengan pihak lain.

Pihak lain itu yaitu manusia yang lain serta Tuhan YME. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa fungsi atau peranan lain dari seni tari, salah satunya yaitu:

Sebagai fasilitas keagamaan 
Sumber: wikipedia.org
Di dalam kehidupan keagamaan, mulai sejak dahulu manusia menggunakan tari-tarian sebagai fasilitas berkomunikasi dengan Tuhan. Biasanya tari yang digunakan sebagai fasilitas keagamaan miliki sifat sakral.

Di Bali masih tetap ada tarian-tarian keagamaan sebagai fasilitas komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya. Biasanya tarian ini dikerjakan di Pura-pura. Contoh tariannya yaitu, Sang Hyang, Kecak, Keris, Rejang.

Sebagai fasilitas upacara adat 
Sumber: wikipedia.org
Tarian yang biasanya digunakan sebagai upacara adat terdiri atas 2 yaitu:

Momen Alamiah 

Tarian upacara adat yang berupa alamiah biasanya terkait dengan momen alam. Umpamanya yaitu tarian upacara menanam padi, tarian untuk kesuburan tanah/minta hujan, panen padi, memohon keselamatan dan tolak bala.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Ngaseuk (menanam padi) dari Jawa Barat, Tari Seblang (panen padi) dari Jawa Timur, Tari Nelayan (memohon keselamatan saat berlaut) dari Irian Jaya.

Momen Kehidupan 

Tarian upacara kebiasaan pada momen kehidupan umumnya terkait dengan kehidupan manusia. Umpamanya yaitu pada peristiwa perkawinan, kelahiran, khitanan hingga kematian.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Sisingaan (upacara khitanan) dari Jawa Barat, Tari Wolane (upacara perkawinan) dari Maluku, Tari Holana (menyambut kelahiran bayi) dari NTT dan Tari Ngaben (upacara kematian) dari Bali

Sebagai Fasilitas Pergaulan 
Sumber: anandatour.web.id
Manusia yaitu makhluk social yang membutuhkan interaksi dengan individu yang lain hingga munculah keakraban. Untuk mendapatkan situasi keakraban itu, manusia membutuhkan satu fasilitas. Satu diantara fasilitas tersebut yaitu Tarian Pergaulan.

Tarian pergaulan yakni bentuk tarian yang diperuntukkan untuk menyebutkan kerukunan bermasyarakat. Satu diantara contoh yang paling jelas dari tari pergaulan yaitu Tari Jaipongan di mana penari serta penonton dapat menari berbarengan di satu panggung.

Contoh yang lain yaitu Tari Tayub dari Jawa Timur, Tari Adu jago dari Surabaya dan Tari Manduda dari Sumatera Barat.

Sebagai Tontonan

Fungsi atau peranan paling akhir dari seni tari yaitu sebagai tontonan atau pertunjukan. Hampir setiap daerah di Nusantara memiliki tarian tontonan. Tarian tontonan atau pertunjukan yakni bentuk tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Diharapkan penonton yang lihat tarian ini akan merasa terhibur.

Unsur Seni Tari 

Kita udah membahas arti dari seni tari. Seni tari yaitu gerakan anggota tubuh secara ritmik yang diiringi oleh music.

Bersumber pada pengertian itu, dapat ditarik satu rangkuman bila seni tari terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur dari seni tari itu terkait erat dan tidak dapat dihilangkan satu sama lain. Unsur-unsur dari seni tari yaitu:

Jenis Gerak 

Gerak yaitu unsure paling penting dan unsur estetika dari tari. Gerakan dari tari datang dari anggota tubuh. Anggota tubuh yang dapat digunakan untuk menari yaitu anggota tubuh sisi atas, sisi tengah dan sisi bawah.

Anggota tubuh sisi atas terdiri atas kepala, mata dan raut muka. Jenis gerak dari anggota tubuh sisi tengah yaitu terdiri dari lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari dan ruas jari.

Sedangkan anggota tubuh sisi bawah terdiri dari Kaki. Jenis gerak pada bagian kaki hampir sama untuk tarian di bagian tangan. Ketidaksamaannya ada pada tempo atau volume gerakannya.

Bentuk Iringan 

Unsur kedua dari tarian yaitu bentuk iringan. Bentuk iringan tarian dapat berupa bentuk music iringan tari internal dan bentuk music iringan tari eksternal.

Bentuk music iringan tari internal yaitu iringan yang datang dari tubuh penari itu. Umpamanya yaitu Tepukan dada dan telapak tangan pada Tarian Saman dari Aceh dan suara “Cak” pada tari kecak dari Bali.

Sedangkan bentuk music iringan tari eksternal datang dari tabuhan alat music. Umpamanya di Jateng, Jawa Timur dan Jawa Barat dikenal alat music gamelan, pelog dan salendro.

Kostum Tari 

Kostum tari yaitu satu estetika yang tidak dapat dipisahkan dari bentuk tarian. Kostum tarian untuk upacara mempunyai bentuk lebih sederhana dan tidak mementingkan estetika.

Berlainan dengan kostum tarian yang digunakan untuk tarian pertunjukan atau tarian tontonan. Kostum pada tarian tontonan atau pertunjukan bentuknya di desain sedemikian rupa sampai menyebabkan kesan keindahan maupun mendalam dari penontonnya.

Pola Lantai 

Nah, last but not the least yaitu pola lantai. Apa yang disebut juga dengan pola lantai? Pola lantai yakni posisi yang dilakukan baik oleh penari tunggal maupun penari grup. Pola lantai pada suatu tarian dapat berbentuk simetris, asimetris, lengkungan, garis lurus dan lingkaran.

Pada tarian upacara, pola lantai biasanya berbentuk lingkaran. Menurut beberapa pakar, pola lantai berbentuk lingkaran melukiskan keterkaitan erat dengan sebuah hal yang sacral atau mistis.

Lingkaran berpusat sebagai symbol alam dunia, berpusat pada bagian spesifik yang dihuni oleh alam gaib. Contoh tarian upacara dengan pola lantai lingkaran yaitu tari kecak dari bali.

Ide konsep Seni Tari 

Kita ketahui bila Indonesia yaitu Negara kepulauan yang terbagi dalam banyak suku. Keberagaman suku di Indonesia membuahkan keberagaman gerak tari yang berbeda antara suku satu dan lainnya di Indonesia.

Walaupun setiap tarian memiliki gerakan yang tidak sama namun tetap memiliki persamaan. Persamaan itu yaitu tenaga, ruang dan waktu.

Tenaga 

Setiap bergerak kita memerlukan tenaga. Nah, begitu halnya gerak tari. Untuk mendapat gerak tari yang dinamis, kompak dan ritmis tentunya membutuhkan tenaga.

Penggunaan tenaga memiliki intensitas kuat, sedang serta lemah. Tanpa tenaga satu gerakan yang baik tidak mungkin saja dapat dihasilkan, karena tenaga yaitu hal yang paling penting dalam gerak tari.

Contoh penggunaan tenaga dalam gerak tari yaitu ketika seseorang penari berdiri di atas punggung rekannya, penari itu membutuhkan tenaga yang besar untuk menahan beban dari rekannya yang berdiri di atas punggungnya.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil yaitu hubungan antara gerak tari dan tenaga memiliki kaitan yang erat.

Tenaga dalam seni tari terkait dengan emosi dan perasaan. Untuk menghasilkan gerak tari yang baik dibutuhkan tenaga. Penambahan tenaga dalam gerak tari membuat gerak tari itu terlihat dinamis dan ritmik.

Ruang Gerak 

Satu gerak tarian membutuhkan ruang gerak. Gerak di dalam ruang dapat ditangani penari secara tunggal, berpasangan ataupun berkelompok. Ruang gerak terdiri atas dua yaitu ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau umum.

Contoh dari ruang gerak sempit yaitu apabila kita melakukan satu gerakan tanpa berdiri memiliki arti kita melakukan di ruang gerak sempit atau ruang gerak pribadi.

Sedangkan, apabila kita melakukan gerakan dan diikuti dengan perpindahan tempat dinamakan dengan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Jadi kesimpulannya satu gerak tari ada karena adanya ruang gerak. Ruang gerak yang dilakukan oleh penari terbagi dalam ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Waktu 

Setiap kita bergerak tidak cuma membutuhkan tenaga, kita juga membutuhkan waktu. Nah, begitu juga dengan gerak tari.

Setiap gerakan yang dikerjakan oleh penari membutuhkan waktu. Dalam gerak tarian, perbedaan cepat atau lambat sebuah gerak disebut juga dengan Tempo. Peranan tempo pada gerak tari yaitu memberi kesan dinamis hingga sebuah tarian itu enak untuk dilihat.

Contoh dari tempo yaitu ketika penari melakukan gerak hormat. Maka akan ada ketidaksamaan pose dari gerak hormat itu. Penari pada urutan pertama akan melakukan gerak hormat dengan tempo cepat dan berlanjut sampai penari pada urutan paling akhir dalam tempo yang lambat. Tempo itu akan memberi daya hidup pada suatu tarian.

Jadi, gerak tari tidak hanya membutuhkan tenaga dan ruang saja. Akan tetapi juga membutuhkan tempo untuk menghasilkan satu gerakan yang terlihat dinamis dan hidup sampai enak untuk dilihat.

Macam - Macam Jenis Tari 

Selanjutnya kita sudah tiba di point terakhir pembahasan dari seni tari. Sesudah kita ketahui arti, fungsi dan ide konsep dari seni tari. Rasa-rasanya tidak sah apabila kita belum tahu beragam bentuk jenis tarian yang ada di Bumi Indonesia ini.

Beberapa bentuk tarian yang ada di nusantara yaitu dibagi atas Tari Tradisional, Tari Kreasi Baru dan Tari Kontemporer. Ketiga bentuk dari tarian itu akan dijelaskan berikut ini:

Tari Tradisional 
Sumber: lisnaenaa.wordpress.com
Di Indonesia, hampir di setiap daerah memiliki tari tradisional. Nah, arti dari tari tradisional yaitu satu tarian yang datang dari satu daerah dan diturunkan secara turun-temurun hingga jadi budaya dari daerah itu.

Umumnya tari tradisional memiliki kandungan nilai-nilai filosofis seperti keagamaan, kepahlawanan dan lain-lain.

Tari tradisional di Indonesia terdiri atas dua, tari rakyat dan tari classic (keraton).

Tari Rakyat 
Sumber: tubasmedia.com
Tarian rakyat atau tarian daerah yaitu tarian yang berkembang pada masyarakat umum. Tarian rakyat lahir sebagai lambang dari kebahagiaan dan sukacita. Umpamanya apabila musim panen tiba dan hasil panen melimpah orang-orang akan berkumpul dan menari berbarengan untuk merayakannya.

Nah, tarian rakyat senantiasa berkembang dan jadi tradisi. Tarian rakyat tidak memiliki beberapa ketentuan baku hingga bentuk tariannya sangat beragam.

Tari Classic (Tari Keraton) 
Sumber: gateofjava.wordpress.com
Nah, teman-teman jelas menanyakan, apa yang membedakan antara tarian rakyat dengan tari classic? Ketidaksamaannya yaitu tari classic lahir dari dalam keraton atau dalam kelompok bangsawan.

Karena tarian ini berkembang pada lingkungan atas, masyarakat umum dilarang untuk menarikan tarian ini. Tidak sama dengan tari rakyat, tari keraton memiliki ketentuan yang tertulis dan baku. Hingga mulai sejak zaman tari ini lahir sampai saat ini tidak ada yang berubah.

Tari Kreasi Baru 
Sumber: radarjogja.co.id
Kita udah tiba pada point kedua dari bentuk tarian yang ada di Indonesia. Pembahasan mengenai tari kreasi baru di daerah tidak akan terlepas dari tari tradisi lama. Mengapa?

Karena tari kreasi baru yaitu perubahan dari tari tradisi yang ada. Tujuannya di sini bentuk tarian yang biasanya dipakai untuk upacara ritual, adat dan keagamaan dimodifikasi oleh penata tari hingga tari ini bisa di nikmati khalayak umum.

Umpamanya yaitu Tari Rapai yang merupakan gabungan dari gerak tari yang berkembang di Aceh dan Semenanjung Malaya, yaitu Tari Seudati, Saman dan Zapin.

Tari Kontemporer 
Sumber: qubicle.id
Kita udah tiba pada point terakhir dari bentuk tarian di Indonesia yaitu Tari Kontemporer. Nah, apa sih yang disebut dengan tari kontemporer?

Jadi tari kontemporer yaitu satu diantara bentuk tarian modern yang berkembang di Indonesia. Tarian ini lahir sebagai reaksi atas seni tari classic yang udah mencapai titik akhir dalam perubahan teknisnya.

Apa bedanya tari kontemporer dengan tari kreasi baru? Nah, seperti yang udah dijelaskan pada paragraph awal bila tari kontemporer adalah tari modern hingga tidak ada unsure tradisi lama lagi.

Biasanya gaya tari kontemporer mempunyai nuansa unik dan memakai bentuk music dari computer. Sedangkan tari kreasi baru yaitu tari tradisi yang udah dimodifikasi tetapi tetap meninggalkan unsur asli tradisinya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tarian di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tarian. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
16 March 2017

Pengertian dan Macam – Macam Angin

Pengertian dan Macam – Macam Angin. Pengertian Angin, Macam – Macam Angin, Jenis – Jenis Angin, Bentuk – Bentuk Angin, Angin Muson, Angin Laut, Angin Darat, Angin Jatuh, Angin Gunung, Angin Tetap, Angin Musim, dan Angin Lembah.

Menenal Sumber Daya Alam 

Sumber: reaction13-bks.blogspot.co.id
Sumber daya alam di dunia ini ada yang bisa diperbaharui serta ada juga yang tidak bisa diperbaharui. Sumber daya alam yang bisa diperbaharui ini umumnya yaitu sumber daya alam yang dapat kita peroleh secara Cuma- Cuma atau gratis serta semua orang dapat memilikinya.

Contoh sumber daya alam yang diperoleh tidak butuh pengorbanan:

Contoh dari sumber daya alam bentuk ini yaitu air, angin, udara, serta sinar matahari. Benda- benda itu bisa dengan gampang kita peroleh di dunia ini serta benda- benda itu juga merupakan benda bebas di mana untuk memperolehnya tidak membutuhkan pengorbanan.

Tidak hanya itu sumber daya yang bisa diperbaharui ini artinya sumber daya itu bisa pulih dengan cepat sesudah dieksplor oleh manusia dalam waktu singkat. Lantas bentuk sumber daya yang kedua adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Contohnya sumber daya alam yang didapatkannya butuh pengorbanan:

Tidak sama dengan sumber daya alam yang pertama, sumber daya alam bentuk ini adalah bentuk jenis sumber daya alam yang tidak cepat pulih dalam waktu yang singkat atau sumber daya alam yang pemulihannya lama setelah sumber daya alam tersebut di eksplor oleh manusia secara besar- besaran.

Sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui ini umumnya kita peroleh dengan melakukan pengorbanan spesifik, seperti kita mengeluarkan uang dan lain sebagainya.

Sumber daya alam bentuk yang tidak bisa diperbaharui ini juga merupakan sumber daya alam di mana tidak semua orang memerlukan atau memakainya. Contoh dari sumber daya alam bentuk yang tidak bisa diperbaharui ini yaitu barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara, emas, serta lain sebagainya.

Dari keterangan tentang kedua bentuk sumber daya alam itu, pastinya kita bisa menemukan letak ketidaksamaan di antara keduanya. Berikutnya, kami akan mengulas tentang satu diantara sumber daya alam yang bisa diperbaharui.

Satu diantara bentuk sumber daya alam yang bisa diperbaharui yang akan kita ulas pada kesempatan ini yaitu mengenai angin. Kita akan membahas lebih lengkap mengenai pengertian angin, macam- macam angin, karakteristik dari angin, dan juga tentang fungsi angin.

Pengertian Angin 

Sumber: kompasiana.com
Siapa yang tidak mengetahui angin? Siapa saja tentu mengenal serta tahu apakah yang dimaksud angin, baik dari anak kecil atau balita, kanak- kanak, remaja, dewasa, sampai orangtua atau lanjut usia sekalipun. Angin nyaris tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari- hari.

Angin kita rasakan dalam kehidupan kita sehari- hari. Angin adalah udara yang bergerak. Bila kita mencermati mengenai tiap detil hal- hal yang ada di sekitar kita kita akan tahu begitu besarnya reaksi dari angin ini.

Bila kita mendengar suara dedaunan yang bergesekan, kita bakal tahu bahwasannya daun bisa bergerak lantaran adanya angin. Bila kita tengah berkunjung ke pantai serta kita merasakan semilir membelai tubuh kita, itu yaitu angin yang membelai kita, serta lain sebagainya.

Sadar maupun tidak, hadirnya angin ini senantiasa ada di sekitar kita serta kita juga senantiasa merasakan kemunculannya walaupun kita sendiri tidak menyadarinya.

Pengertian angin yang lainnya yaitu gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi lantaran adanya ketidaksamaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lain.

Angin juga disimpulkan sebagai aliran udara yang jumlahnya besar yang disebabkan oleh perputaran bumi serta lantaran adanya ketidaksamaan tekanan udara yang ada di sekelilingnya. Angin ini memiliki karakter bergerak dari daerah yang memiliki tekanan udara tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara rendah. Nah, itulah beberapa pengertian tentang angin.

Angin ini ternyata terbagi dalam beberapa bentuk, tidak cuma satu bentuk saja. Tahukah Anda apa sajakah yang disebut jenis- jenis angin ini? Beberapa Jenis Angin yaitu sebagai berikut ini:

Angin tetap 
Sumber: mudahnyageo.blogspot.co.id
Bentuk angin yang pertama yaitu angin tetap. Angin tetap yakni yaitu angin yang memiliki arah berhembus yang tetap sepanjang tahunnya. Angin tetap ini ini dibagi jadi dua jenis, yaitu angin pasat serta angin antipasat.

Angin pasat adalah angin yang bertiup dari daerah subtropik menuju ke equator atau khatulistiwa. Sedangkan angin antipasat adalah angin yang bertiup dari daerah equator menuju ke daerah subtropik.

Angin Muson atau Angin Musim 
Sumber: harianjogja.com
Angin Muson atau angin Munsoon atau angin moonsun adalag angin yang berhembus secara periodik (minimum 3 bulan) serta antara periode yang satu dengan periode yang lain memiliki pola yang berlawanan yang berganti ganti arah secara berlawanan pada stiap setengah tahunnya.

Setengah tahun pertama umumnya akan bertiup angin darat yang kering serta setengah tahun selanjutnya akan bertiup angin laut yang punya sifat basah. Terjadinya angin muson ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Pada bulan Oktober sampai April, matahi ada di belahan langit selatan, hingga benua Australia akan lebih banyak disinari matahari atau mendapatkan panas yang lebih dari pada benua Asia. Hal semacam ini menyebabkan di Australia ada pusat tekanan udara rendah atau depresi, lalu di Asia ada pusat tekanan udara tinggi atau kompresi.

Kondisi yang seperti ini akan menyebaban arus angin bertiup dari benua Asia menuju ke Australia. Di Indonesia sendiri, angin ini adalah angintumir laut di belahan bumi utara serta angin barat di belahan bumi selatan. Lantaran angin ini melalui samudera Pasifik serta samudera Hindiam angin ini akan membawa banyak uap air, hingga di Indonesia terjadi musim penghuan.

Sedangkan pada bulan April sampai Oktober, matahari akan ada di belahan alangit utara, hingga benua Asia akan menadapatkan panas yang lebih dari pada benua Australia.

Hal semacam ini menyebabkan di Asia ada pusat- pusat tekanan udara yang rendah, sedangkan di Audtralia akan ada tekanan- tekanan udara yang tinggi yang akan mengakibatkan angin bertiup dari Australia ke Asia.

Di Indonesia angin ini disebut dengan angin musim timur di belahan bumi selatan serta angin musim barat daya di belahan bumi utara. Lantaran nagin yang bertiup ini tidak melalui samudera angin ini tidak banyak mengandung uap air, dari itu ketika angin ini bertiup, Iklim di Indonesia sedang terjadi musim kemarau.

Dari penjelasan di atas, bisa diperoleh rangkuman kalau angin muson ini dibedakan jadi dua jenis, yaitu: 
  1. Angin muson barat atau angin musim barat, yaitu angin yang berhembus dari Asia ke Australia serta membawa curah hujan hingga di Indonesia terjadi musim penghujan. Angin ini bertiup pada bulan Oktober sampai dengan bulan April. 
  2. Angin muson timur atau angin musim timur, yaitu angin yang bertiup dari Australia ke Asia serta tidak membawa curah hujan hingga di Indonesia terjadi musim kemarau. Angin ini bertiup pada bulan April sampai dengan bulan Oktober. 
Angin Darat 
Sumber: lenterabumi.com
Angin darat adalah angin yang bertiup dari daratan ke lautan. Angin ini umumnya bertiup saat malam hari yaitu pada jam 20.00 sampai jam 16.00 dan angin ini kerapkali digunakan oleh nelayan - nelayan tradisional untuk pergi melalut.

Angin Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Bila ada angin darat, pastinya ada yang namanya angin laut. Angin laut ini adalah angin yang bertiup dari lauta menuju ke daratan. Angin ini biasanya bertiup pada siang hari, yaitu mulai jam 09.00 sampai jam 16.00 dan angin ini biasanya digunakan nelayan tradisional untuk menuju pulang setelah melaut.

Angin Lembah 
Sumber: serbater.com
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah menuju ke puncak gunung. Angin ini umumnya terjadi pada siang hari.

Angin Gunung 
Sumber: news.liputan6.com
Angin gunung adalah kebalikan dari angin lembah, yaitu adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah serta umumnya terjadi saat malam hari.

Angin Fohn atau Angin Jatuh 
Sumber: pendidikan60detik.blogspot.co.id
Angin Fohn atau angin jatuh adalah satu angin yang terjadi sesuai sama bentuk jenis hujan seperti hujan orogafis. Angin ini bertiup di suatu lokasi spesifik dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda juga.

Angin ini terjadi lantaran adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan yang tingginya melebihi dari 200 meter, naik pada satu sisi kemudian turun lagi di sisi yang lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung punya sifat panas serta kering yang disebabkan uap air itu udah dibuang pada saat hujan orogafis.

Proses Terjadinya Angin 

Berikutnya kita akan mengulas tentang proses terjadinya angin. Seperti sebuah fenomena alam yang lain, angin ini juga memiliki proses terjdinya sendiri hingga dapat terbentuklah angin.

Udah dikatakan sebelumnya bahwasannya angin ini bertiup dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara rendah. Momen bergeraknya udara dalam bentuk angin ini akan sama juga dengan momen bergeraknya air.

Bila dua daerah menerima penyinaran matahari yang berbeda, akan berbeda juga tentang suhu serta tekanan udara yang dipunyainya. Daerah yang menerima cahaya matahari lebih banyak akan memiliki tekanan udara yang lebih kecil.

Hal semacam ini akan menyebabkan udara yang bergerak dari daerah yang mempunyai tekanan udara lebih tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara lebih rendah. Demikianlah tentang proses terjadinya angin. Dalam proses terjadinya angin ini di pengaruhi oleh beberapa faktor spesifik yang diberi nama sebagai aspek- aspek yang memengaruhi proses terjadinya angin.

Aspek-aspek yang Memengaruhi Proses Terjadinya Angin 

Dalam proses terjadinya angin ini ada beberapa aspek yang bisa memengaruhinya. Beberapa aspek yang memengaruhi proses terjadinya angin ini diantaranya: 
  1. Gradien Barometris, adalah bilangan yang menunjukkan ketidaksamaan tekanan udara dari 2 isobar yang memiliki jarak 111 km. makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan dari angin itu. 
  2. Letak tempat. Kecepatan angin yang ada di dekat khatulistiwa lebih cepat dari temapat yang ada jauh dari garis khatulistiwa. 
  3. Ketinggian tempat. Makin tinggi sebuah tempat angin yang bertiup akan makin kencang. Hal semacam ini disebabkan karena dampak gaya gesekan yang menghalangi laju udara. 
  4. Angin akan bergerak lebih cepat dari pada angin pada malam hari. 
Sifat-Sifat Angin 

Seperti halnnya manusia serta beberapa hal alamiah yang lain, angin ini dapat memiliki karakter spesifik. Beberapa karakter yang dimiliki oleh angin diantaranya yaitu: 
  1. Angin mengakibatkan tekanan pada permukaan yang menentang arah angin itu. 
  2. Angin mempercepat pendinginan dari benda yang memiliki dasar panas. 
  3. Kecepatan angin itu amat beragam dari satu tempat ke tempat yang lain, dan dari waktu ke waktu. 
Itulah beberapa mengenai jenis- jenis angin yang bisa kita pahami. Kemudian, apa sesungguhnya manfaat dari angin ini?

Manfaat Angin 
Sumber: manfaat.co.id
Tahukah Anda bahwasannya angin ini memiliki manfaat yang amat besar untuk kehidupan manusia sehari- hari? Beberapa manfaat angin secara umum diantaranya: 
  1. Sebagai pembangkit listrik tenaga angin 
  2. Membantu penyerbukan bunga- bunga 
  3. Membantu mengirinhkan benda yang basah, serta lain sebagainya. 
Sedangkan secara khusus maupun bersumber pada macamnya manfaat angin-angin itu diantaranya: 
  1. Angin muson memiliki manfaat mendatangkan musim hujan serta kemarau untuk Indonesia. 
  2. Angin darat untuk membantu menghantarkan nelayan pergi mencari ikan. 
  3. Angin laut, membantu nelayan pulang dari melaut.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Macam – Macam Angin, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Angin di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Angin. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com
14 March 2017

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com