Showing posts with label Jenis Kalimat. Show all posts
Showing posts with label Jenis Kalimat. Show all posts
26 April 2017

Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat

Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat. Pengertian Kalimat, Unsur Kalimat, Struktur Kalimat, Jenis Kalimat, dan Contoh-contoh Kalimat.

Pengertian Kalimat

Sumber: sekolahbahasainggris.com
Kridalaksana memiliki pendapat kalau kalimat yaitu sebuah gagasan yang relatif berdiri dengan sendirinya, memiliki ciri paling utama berbentuk intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terbagi dalam klausa.

Keraf berikan pengertian kalimat sebagai satu sisi ujaran yang didahului serta diikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya memperlihatkan kalau sisi ujaran itu udah lengkap.

Menurut Alwi kalimat yaitu sebuah bahasa paling kecil, dalam bentuk lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

Dari pengertian-pengertian itu bisa diambil kesimpulan kalau Kalimat yaitu sebuah bahasa paling kecil dalam bentuk lisan ataupun tulisan yang terangkai untuk mengungkapkan sebuah pemikiran yang utuh seperti ide, perasaan ataupun pemikiran.

Dalam bentuk tulisan berhuruf latin, kalimat diawali dengan huruf kalipat serta diakhiri dengan titik (.), tanda tanya (?) ataupun tanda seru (!). Kalimat biasanya berbentuk kelompok kata yang sedikitnya mempunyai unsur subyek (S) serta predikat (P).

Dalam bentuk lisan kalimat dimulai kesenyapan, diiringi alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi finaldan diiringi dengan kesenyapan akhir. Kesenyapan digambarkan sebagai ruang kosong ketika mengawali ataupun mengakhiri kalimat.

Unsur-Unsur Kalimat

Sumber: sahabatnesia.com
Unsur unsur pembentuk kalimat terbagi dalam sebuah kata serta ada juga yang berbentuk kelompok kata. Kelompok kata bisa berbentuk frase atau klausa. Klausa yaitu kelompok kata yang tidak melebihi peranan kalimat serta masih tetap menjaga makna aslinya seperti bayi besar.
Berikut ini bentuk dari unsur-unsur kalimat:

Subyek (S) 

Subyek adalah hal yang penting dalam satu kalimat sebagai unsur pokok yang mengikuti predikat. Peranannya untuk menandai apa yang dinyatakan. Oleh karena adanya deskripsi subyek, kalimat yang dihasilkan bisa terpelihara strukturnya. Contohnya: Saya, Lida, Rumah, dan sebagainya.

Predikat (P) 

Predikat secara khusus menerangkan atau menggambarkan keterangan subyek. Fungsi predikat dapat di cari dengan menanyakan kenapa. Predikat bisa berbentuk karakter, kondisi, status, ciri atau jati diri subyek.

Objek (O) 

Objek menunjukkan pada maksud kalimat atau pada apa kalimat itu diperuntukkan. Objek cuma mempunyai tempat dibelakang predikat. Atau lebih detilnya untuk melengkapi peranan predikat. Peranan objek bisa berubah jadi subyek akibat pemasifan kalimat.

Pelengkap (Pel) 

Pelengkap mempunyai peranan untuk melengkapi predikat. Sama seperti dengan objek, namun peranan yang satu ini tidak mempunyai peranan khusus pada saat pemasifan kalimat.

Keterangan (K) 

Keterangan dipakai sebagi unsur peluasan kalimat yang menerangkan lebih terinci apa yang dimaksud oleh kalimat. Keterangan bisa ditandai dengan kemampuannya untuk berpindah-pindah tempat.

Keterangan mempunyai beberapa bentuk seperti keterangan waktu, keterangan cara, keterangan pemicu, keterangan tujuan, keterangan aposisi (keterangan kata benda), keterangan pelengkap, keterangan pewatas (pembatas kata benda), keterangan penyerta, keterangan alat, keterangan similatif (kesetaraan), keterangan kesalingan (perbuatan silih berganti) serta yang lainnya.

Struktur Kalimat

Sumber: hotepam.com
Semua kalimat yang kita pakai datang dari beberapa susunan maupun pola kalimat dasar saja. Sesuai sama keperluan kita masing-masing, kalimat dasar itu bisa dikembangkan bersumber pada aturan yang berlaku. Pola dasar kalimat bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut ini:

Kalimat dasar berpola S P 

Kalimat dasar sejenis ini cuma mempunyai unsur subyek serta predikat. Predikatnya bisa berbentuk kata kerja, kata benda, kata sifat, maupun kata bilangan. Misalnya:

Truk itu besar.
   S           P

Jendela kamar Tina longgar.
    S                                P

Kalimat dasar berpola S P O 

Pola kalimat ini kerapkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Unsurnya ada subyek predikat serta objek. Misalnya:

Anti mengemudikan truk.
    S             P               O

Kalimat dasar berpola S P Pel 

Misalnya:

Keluarganya pergi piknik.
      S                 P      Pel

Kalimat dasar berpola S P O Pel 

Contoh:

Supir angkot mengemudikan angkotnya asal-asalan.
    S                         P                     O              Pel

Kalimat dasar berpola S P K 

Contoh:

Antoni menjahit tadi malam.
      S            P            K

Kalimat dasar berpola S P O K 

Contoh:

Sulastri membereskan kamarnya satu minggu yang lalu.
      S               P                  O                           K

Syarat Kalimat Efektif

Kalimat yang baik mesti memenuhi syarat kelengkapan serta kejelasan peran tiap unsur pembentuk kalimat seperti subyek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan. Kalimat yang diperuntukkan bisa menyampaikan pesan/informasi secara tepat.

Kalimat yang baik digolongkan ke dalam kalimat efektif. Kalimat efektif yaitu kalimat yang mempunyai kapabilitas untuk memunculkan kembali ide pada pikiran pendengar atau pembaca seperti ide yang mau di sampaikan penulis ataupun pembicara.

Satu kalimat dapat dikatakan efisien bila sudah berhasil menyampaikan pesan, ide, perasaan, ataupun pemberitahuan sesuai sama maksud penulis ataupun pembicara.

Pastinya kalimat efektif miliki kriteria untuk memenuhi kalimat yang baik. Berikut ini kriterianya:
  1. Mempunyai subyek serta predikat yang pasti. 
  2. Tidak menyimpang dari aturan bahasa. 
  3. Logis atau bisa di terima akal sehat. 
  4. Jelas serta bisa menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat. 
  5. Tidak bertele-tele. 
  6. Tepat tujuan. 
  7. Informasi yang mau di sampaikan tidak mempunyai dua arti atau ambigu. 
  8. Adanya kesinambungan kata. 
  9. Tersusun dari dua atau lebih kata. 
  10. Mempunyai ketentuan ketentuan dasar pembentukannya. 
  11. Mempunyai paling sedikit subyek serta predikat. 
  12. Memenuhi tata ketentuan ejaan yang berlaku. 
  13. Memakai diksi (pemilahan serta peletakan) kata yang tepat. 
  14. Memakai kesepadanan antara susunan bahasa serta jalan pikiran yang logis serta sistematis. 
  15. Adanya penekanan gagasan pokok. 
  16. Menghemat pemakaian kata (tidak ada perulangan kata). 
  17. Susunan kalimat beragam. 
  18. Sisi kalimat majemuk tidak buntung atau hanya setengah. 

Jenis-Jenis Kalimat

Sumber: sahabatnesia.com
Kalimat yang kita pakai sehari-hari ataupun untuk kebutuhan umum mempunyai jenis yang butuh kita pahami sebagai peletakan yang baik serta benar. Berikut ini beberapa macam kalimatnya:

Bersumber pada Isi atau informasi 

Kalimat Berita 

Kalimat berita adalah kalimat yang dipakai untuk menginformasikan suatu hal. Umumnya diakhiri dengan tanda titik (.) misalnya: Harimau liar menyerang warga dengan ganasnya.

Kalimat Tanya 

Kalimat tanya menginginkan jawaban sebagi tanggapan atau reaksi pemberitahuan informasi yang diinginkan, umumnya diakhiri dengan tanda tanya (?). kata tanya yang dipakai bagaimana, mengapa, apa, kapan, di mana dan sebagainya. Contoh kalimat tanya: bagaimana proses mesin itu dirangkai?

Kalimat Perintah 

Kalimat yang mempunyai tujuan untuk mengintruksikan seseorang untuk melakukan suatu hal. Kalimat perintah umumnya diakhiri dengan tanda seru. Namun, bila diakatan langsung atau lisan umumnya ditandai dengan intonasi tinggi. Contoh: Ambilkan kopi di atas meja!

Kalimat Ajakan 

Kalimat ajakan adalah kalimat yang memancing ketertarikan lawan bicara. Kata yang kerap dipakai yaitu Ayo, Mari dan sebagainya. Umumnya ada pada iklan. Contoh kalimat ajakan: Ayo, pakai pembersih pakaian merk ini!

Kalimat Pengandaian 

Kalimat pengandaian menggambarkan hasrat atau tujuan dari penulis atau pembicara yang belum atau tidak kesampaian. Contoh: Andai saja saya bisa jadi dokter bedah.

Bersumber pada diathesis kalimat 

Sumber: materi4belajar.blogspot.co.id
Kalimat Aktif 

Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan pada objeknya. Kata kerja kalimat aktif biasanya ditandai oleh awalan me-. Tetapi tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai imbuhan itu contoh, makan dan minum. Misalnya: Laila memakai gelas untuk menciptakan bunyi.

Kalimat Pasif 

Kalimat pasif kata kerjanya cenderung memakai di- atau ter-. Misalnya: Bangunan itu ditangani dengan baik oleh beberapa teknisi terkenal.

Bersumber pada urutan kata 

Kalimat Normal 

Kalimat yang subjeknya mendahului predikatnya. Kalimat berpola dasar

Kalimat Inverse 

Kalimat ini adalah kebalikan dari kalimat normal. Di mana predikatnya mendahului objek.

Kalimat Minor 

Kalimat yang mempunyai satu inti peranan gramatikalnya. Bentuk kalimat minor seperti kalimat pelengkap, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun judul.

Kalimat Mayor 

Kalimat mayor cuma mempunyai subyek serta predikat. Objek, pelengkap serta keterangan bisa ditambahkan sesuka hati. Sama dengan pola dasar pertama.

Bersumber pada struktur gramatikalnya 

Kalimat Tunggal 

Kalimat tunggal cuma mempunyai Subyek serta Predikat. Bila dilihat dari unsur penyusunnya, kalimat yang panjang dalam bahasa indonesia dapatdikembalikan ke bentuk dasar yang sederhana.
Contoh kalimat tunggal:

Bapak-bapak bersalaman
          S                 P
Pola contoh kalimat di atas cuma mempunyai subyek serta predikat hingga termasuk juga ke dalam kalimat tunggal.

Kalimat Majemuk 

Beberapa orang kerapkali memadukan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat untuk mempermudah dalam berkomunikasi. Hasilnya, lahirlah penggabungan susunan kalimat yang didalamnya ada beberapa kalimat dasar. Penggabungan inilah yang diberi nama kalimat majemuk. Kalimat majemuk ini masih terbagi lagi dalam beberapa bentuk, berikut ini penuturannya:

Kalimat Majemuk Setara 

Susunan kalimat ini mempunyai dua kalimat tunggal atau lebih yang bila dipisahkan bisa berdiri dengan sendirinya. Kata penghubung kalimat majemuk setara umumnya dipakai kata serta, dan, tanda koma (,), tetapi, lalu, kemudian, atau. Contoh kalimat majemuk setara: Indonesia termasuk negara berkembang namun Jepang sudah dikelompokkan negara maju.

Kalimat Majemuk Bertingkat 

Kalimat majemuk bertingkat mempunyai dua kalimat yang satunya dapat berdiri dengan sendiri (induk kalimat) atau bebas sedangkan yang satunya lagi tidak (anak kalimat).

Kata penghubung yang dipakai dalam kalimat majemuk ini yaitu ketika, sejak, karena, oleh karena itu, sampai, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, walaupun, meskipun, andai kata, seandainya, supaya, seperti, kecuali, dengan.

Contoh kalimat majemuk bertingkat: Ilmuan masih saja mencari asal usul bulan (induk kalimat) walaupun sampai saat ini masih belum ada kepastian yang jelas (anak kalimat).

Kalimat Majemuk Campuran 

Kalimat majemuk campuran adalah dua bentuk kalimat majemuk (setara serta bertingkat) yang digabungkan. Contohnya: hujan turun dengan derasnya, kami tidak dapat pulang dan menunggu di sekolah.

Bersumber pada unsur kalimat 

Sumber: sahabatnesia.com
Kalimat Lengkap 

Kalimat lengkap mengikuti pola dasar dari kalimat baik yang udah dikembangkan ataupun tidak. Pemakaian unsur-unsurnya jelas. Hingga mudah dipahami. Contoh: Warna merah melambangkan keberanian

Kalimat tidak Lengkap 

Kalimat yang satu ini tidak sempurna lantaran cuma mempunyai satu diantara unsurnya saja. Kalimat ini umumnya berbentuk semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, setuan, larangan, sapan dan sebagainya. Contoh: Kapan pulang?

Bersumber pada Pengucapan 

Kalimat Langsung 

Kalimat yang secara detail mengikuti suatu hal yang diucapkan orang lain. Tanda baca kutip tidak luput dalam bentuk kalimat langsung. Kutipan dalam kalimat langsung berbentuk kalimat tanya, kalimat berita maupun kalimat perintah. Misalnya: “Letakkan senjatamu! ” bentak pak polisi.

Kalimat Tidak Langsung 

Kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diucapkan orang lain. Kutipan dalam kalimatnya semuanya berupa berita. Misalnya: Ayah Ahmadi berkata padaku kalau lebih baik membaca dari pada main-main.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kalimat di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kalimat. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com