Showing posts with label Jenis-Jenis. Show all posts
Showing posts with label Jenis-Jenis. Show all posts
21 September 2016

Beberapa Jenis Norma Serta Jenisnya


Beberapa Jenis norma Serta Contohnya|Norma terdiri 4 Etika yaitu Norma agama, Norma kesusilaan, Norma Hukum, Norma Kesopanan, disetia norma itu mempunyai contoh-contoh nya serta penuturannya, disetiap contoh itu amat kental dengan dari ke 4 beberapa norma itu, Norma harus dipatuhi oleh tiap masyarakat agar mereka tidak dicaci maki oleh orang di sekitar kita, karna norma-norma disetiap daerah tidak sama, karna disetiap daerah mempunyai beberapa norma tersendiri sehingga kita harus mematuhi apa yang berlaku di sana, sehingga ada baiknya kita memahami beberapa norma apa sajakah yang ada dimasyarakat yang perlu kita ketahui, berikut ini Beberapa Jenis Etika serta Misalnya berikut ini...

Beberapa Jenis norma Serta Contohnya 

Beberapa macam norma serta misalnya sebagai berikut ini..

Ada empat norma yang berlaku dalam masyarakat yakni. norma agama, kesusilaan, kesopanan/adat, serta hukum. penjelasan beberapa norma itu sebagai berikut ini...

1. Norma agama 

 Norma agama adalah sekumpulan aturan atau ketentuan hidup yang sumbernya dari wahyu ilahi. norma agama adalah ketentuan hidup yang perlu di terima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan serta ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh Norma agama adalah.. 

  • a. Melaksanakan ketentuan agama, seperti : membantu sesama manusia, menghormati orang lain, tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. 
  • b. Menjauhi larangan agama, seperti melakukan perjudian, minuman-minuman keras, mencuri, berbuat fitnah, membunuh, berbut zina, berbuat riba ; 
  • c. Melaksanakan Sholat/sembahyang, beribadah tepat pada waktunya 

2. Norma Kesusilaan 

 Setiap manusia mempunyai hati nurani yang membedakan dengan makhluk yang lain. C. S. T. Kansil menyebutkan bahwa norma kesusilaan adalah ketentuan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia (insan kamil).

Contoh Norma kesusilaan adalah : 

  • a. dilarang membunuh 
  • b. berkata jujur, benar 
  • c. menghormati, menghargai orang lain 
  • d. berbuat baik terhadap sesama manusai 
  • e. berlaku adil terhadap sesama 

3. Norma Kesopanan/adat 

 Norma kesopanan juga kerap dikatakan sebagai norma kebiasaan orang-orang spesifik atau juga norma adat. Landasan aturan ini yaitu kepatuhan, kepantasan serta rutinitas yang berlaku pada masyarakat itu. jadi Etika kesopanan yaitu peraturan hidup yang bersumber dari tata pergaulan masyarakat mengenai norma sopan santun, serta tata krama dalam masyarakat..

Contoh Norma Kesopanan/adat adalah... 

  • a. Tidak meludahi di sembarang tempat 
  • b. Bertutur kata yang sopan, tidak menyakitkan kepada siapa pun 
  • c. masuk tempat tinggal orang lain dengan permisi 
  • d. menghormati orang yang lebih tua atau dituakan 
  • e. Mempersilahkan/memberi tempat duduk pada wanita dalam Bus, atau kereta api. 
  • 4. Norma Hukum 

4. Norma Hukum 

Yaitu norma/sebagian ketentuan yang bersumber dari pemerintah atau negara. Norma hukum di buat oleh petinggi pemerintah yang berwenang dengan tertulis serta sistematika spesifik.

Contoh Norma Hukum adalah... 

  • a. Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain dikenakan pidana penjara dengan ancaman pidana sekurang-kurangnya 15 tahun. 
  • b. Pengemudi kendaraan bermotor harus membawa Surat Ijin mengemudi (SIM) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). 
  • c. Barang siapa mengambil hak milik orang lain untuk dikuasai kepadanya akan dikenakan saksi pidana. 
  • d. Tidak boleh ingakar janji, penipuan dalam jual beli.
20 September 2016

Jenis-Jenis Vaksin


vaksin berasal dari bahasa latin vacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi). Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar.

Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang sudah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berbentuk organisme mati atau hasilhasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dan lain-lain.). Vaksin akan menyiapkan system kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan selsel degeneratif (kanker).

Pemberian vaksin diberikan untuk merangsang system imunologi badan untuk membuat antibodi khusus hingga bisa membuat perlindungan badan dari serangan penyakit yang bisa dihindari dengan vaksin. Terdapat banyak jenis vaksin. Tetapi, apapun macamnya maksudnya sama, yakni merangsang reaksi kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.

Jenis Jenis Vaksin 

1. Live Attenuated Vaccine 

Vaksin hidup yang di buat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan daya virulensinya dengan cara kultur dan perlakuan yang berulangulang, tetapi masih dapat menimbulkan reaksi imunologi yang serupa dengan infeksi alamiah. Karakter vaksin live attenuated vaccine, yaitu :

  • Vaksin bisa tumbuh serta berkembang biak hingga menyebabkan tanggapan imun hingga diberikan berbentuk dosis kecil antigen.
  • Respon imun yang diberikan mirip dengan infeksi alamiah, tidak perlu dosis berganda 
  • Di pengaruhi oleh circulating antibody sehingga ada dampak netralisasi jika waktu pemberiannya tidak tepat. 
  • Vaksin virus hidup dapat bermutasi menjadi bentuk patogenik.
  • Dapat menimbulkan penyakit yang serupa dengan infeksi alamiah.
  • Mempunyai kemampuan proteksi jangka panjang dengan keefektifan mencapai 95%.
  • Virus yang telah dilemahkan dapat bereplikasi di dalam badan, tingkatkan dosisi asli serta bertindak sebagai imunisasi ulangan.

Contoh : vaksin polio (Sabin), vaksin MMR, vaksin TBC, vaksin demam tifoid, vaksin campak, gondongan, serta cacar air (varisela).

2. Inactivated Vaccine (Killed Vaccine) 

Vaksin di buat dari bakteri atau virus yang dimatikan dengan zat kimia (formaldehid) atau dengan pemanasan, dapat berbentuk seluruh bagian dari bakteri atau virus, atau bagian dari bakteri atau virus atau toksoidnya saja. Sifat vaksin inactivated vaccine, yakni :

  • Vaksin tidak dapat hidup sehingga seluruh dosis antigen dapat dimasukkan dalam bentuk antigen.
  • Respon imun yang timbul sebagian besar adalah humoral dan hanya sedikit atau tidak menimbulkan imunitas seluler.
  • Titer antibodi dapat menurun sesudah beberapa waktu sehingga diperlukan dosis ulangan, dosis pertama tak membuahkan imunitas protektif namun cuma meningkatkan serta mempersiapkan sistem imun, respon imunprotektif baru barumuncul sesudah dosis ke dua serta ketiga.
  • Tidak di pengaruhi oleh circulating antibody.
  • Vaksin tidak bisa bermutasi jadi bentuk patogenik.
  • Tidak bisa menyebabkan penyakit yang sama dengan infeksi alamiah.

Contoh : vaksin rabies, vaksin influenza, vaksin polio (Salk), vaksin pneumonia pneumokokal, vaksin kolera, vaksin pertusis, serta vaksin demam tifoid.

3. Vaksin Toksoid 

Vaksin yang di buat dari beberapa jenis bakteri yang menimbulkan penyakit dengan memasukkan toksin dilemahkan kedalam aliran darah. Bahan berbentuk imunogenik yang di buat dari racun kuman. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi dikatakan sebagai alami fluid plain toxoid yang dapat merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteri toksoid efisien sepanjang setahun. Bahan ajuvan dipakai untuk memperlama rangsangan antigenik serta tingkatkan imunogenesitasnya. Contoh : Vaksin Difteri serta Tetanus

4. Vaksin Acellular serta Subunit 

Vaksin yang di buat dari area tertentu dalam virus atau bakteri dengan lakukan kloning dari gen virus atau bakteri lewat rekombinasi DNA, vaksin vektor virus serta vaksin antiidiotipe. Contoh vaksin hepatitis B, Vaksin hemofilus influenza jenis b (Hib) serta vaksin Influenza.

5. Vaksin Idiotipe 

Vaksin yang di buat berdasarkan karakter kalau Fab (fragment antigen binding) dari antibodi yang dihasilkan oleh setiap klon sel B memiliki kandungan asam amino yang dikatakan sebagai idiotipe atau determinan idiotipe yang bisa melakukan tindakan sebagai antigen. Vaksin ini bisa menghalangi perkembangan virus lewat netralisasai serta pemblokiran pada reseptor pre sel B.

6. Vaksin Rekombinan 

Vaksin rekombinan sangat mungkin produksi protein virus dalam jumlah besar. Gen virus yang dikehendaki dilukiskan dalam sel prokariot atau eukariot. System ekspresi eukariot mencakup sel bakteri E. coli, yeast, serta baculovirus. Dengan tehnologi DNA rekombinan selain dihasilkan vaksin protein juga dihasilkan vaksin DNA. Pemakaian virus sebagai vektor untuk membawa gen sebagai antigen pelindung dari virus yang lain, umpamanya gen untuk antigen dari beragam virus dikumpulkan kedalam genom dari virus vaksinia serta imunisasi hewan dengan vaksin bervektor ini membuahkan tanggapan antibodi yang baik. Susunan vaksin ini (contoh hepatitis B) membutuhkan epitop organisme yang patogen. Sintesis dari antigen vaksin itu lewat isolasi serta pemilihan kode gen epitop untuk sel penerima vaksin.

7. Vaksin DNA (Plasmid DNA Vaccines) 

Vaksin dengan pendekatan baru dalam tehnologi vaksin yang mempunyai potensi dalam menginduksi imunitas seluler. Dalam vaksin DNA gen spesifik dari mikroba diklon kedalam suatu plasmid bakteri yang direkayasa untuk tingkatkan ekspresi gen yang diinsersikan kedalam sel mamalia. Sesudah disuntikkan DNA plasmid bakal menetap dalam nukleus sebagai episom, tak berintegrasi dalam DNA sel (kromosom), selanjutnya mensintesis antigen yang dikodenya.

Selain itu vektor plasmid memiliki kandungan sekuens nukleotida yang berbentuk imunostimulan yang bakal menginduksi imunitas seluler. Vaksin ini berdasarkan isolasi DNA mikroba yang memiliki kandungan kode antigenyang patogen serta saat ini tengah dalam perubahan riset. Hasil akhir riset pada binatang percobaan menunjukkan kalau vaksin DNA (virus serta bakteri) merangsang tanggapan humoral serta selular yang cukup kuat, sedang riset klinis pada manusia saat ini tengah dikerjakan.