Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
09 February 2017

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli. Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba membahas tentang Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli.

Ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sumber: cilegonfab.co.id
Beberapa Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut filosofi, keilmuan, OHSAS 18001:2007 serta secara praktis.

Pengertian K3 Menurut Filosofi: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu Sebuah pemikiran serta upaya untuk menanggung keutuhan serta kesempurnaan baik jasmaniah ataupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya serta budayanya menuju masyarakat adil serta makmur

Pengertian K3 Menurut Keilmuan: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu seluruh Pengetahuan serta Penerapannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan serta pencemaran lingkungan.

Pengertian K3 Menurut OHSAS 18001 : 2007: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu seluruh kondisi serta aspek yang bisa berdampak pada keselamatan serta kesehatan kerja tenaga kerja ataupun orang lain (kontraktor, penyuplai, pengunjung serta tamu) di tempat kerja.

Pengertian Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) Secara Praktis: 

Usaha perlindungan agar tenaga kerja senantiasa dalam kondisi selamat serta sehat sepanjang melakukan pekerjaan di tempat kerja dan untuk orang lain yang memasuki tempat kerja ataupun sumber serta proses produksi secara aman serta efektif dalam penggunaannya

Bersumber pada Pengertian K3 di atas, kita bisa menarik kesimpulan mengenai peran K3. Peran K3 ini diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Tiap Tenaga Kerja memiliki hak memperoleh perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup serta meningkatkan produksi dan produktifitas nasional. 
  2. Tiap orang yang berbeda di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya 
  3. Tiap sumber produksi perlu digunakan serta dipakai secara aman serta efektif.  
  4. Untuk mengurangi biaya perusahaan bila terjadi kecelakaan kerja serta penyakit akibat hubungan kerja lantaran di awal udah ada tindakan antisipasi dari perusahaan. 
K3 ini di buat jelas mempunyai maksud dibuatnya K3 secara tersirat tercantum dalam undang – undang nomer 1 tahun 1970 mengenai keselamatan kerja tepatnya.

Dalam pengerjaannya K3 yaitu salah satu bentuk usaha untuk membuat tempat kerja yang aman, sehat serta bebas dari pencemaran lingkungan, hingga bisa mengurangi serta atau bebas dari kecelakaan serta PAK yang pada akhirnya bisa meningkatkan system serta produktifitas kerja.

Apa Tujuan Keselamatan serta Kesehatan Kerja? 

Sumber: blogteknisi.com
Secara umum, kecelakaan senantiasa diartikan sebagai peristiwa yang tidak bisa disangka. Kecelakaan kerja bisa terjadi lantaran keadaan yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat.

Kecelakaan kerja bisa didefinisikan sebagai tiap perbuatan atau keadaan tidak selamat yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Bersumber pada pengertian kecelakaan kerja lahirlah keselamatan serta kesehatan kerja yang menyampaikan kalau langkah menanggulangi kecelakaan kerja yaitu dengan menghapus unsur pemicu kecelakaan serta atau mengadakan pengawasan yang ketat.
  • Menurut (Silalahi, 1995)
Keselamatan serta kesehatan kerja pada intinya mencari serta mengungkapkan kekurangan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Fungsi ini bisa dikerjakan dengan dua langkah, yakni mengungkapkan sebab-akibat sebuah kecelakaan serta mempelajari apakah pengendalian secara cermat dikerjakan atau tidak.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 165)
Bahwa tujuan dari keselamatan serta kesehatan kerja yaitu sebagai berikut ini:
  1. Supaya tiap pegawai memperoleh jaminan keselamatan serta kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, serta psikologis. 
  2. Supaya tiap peralatan serta perlengkapan kerja dipakai sebaik-baiknya selektif mungkin. 
  3. Supaya seluruh hasil produksi dipelihara keamanannya. 
  4. Supaya adanya jaminan atas pemeliharaan serta peningkatan kesehatan gizi pegawai. 
  5. Supaya meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, serta partisipasi kerja. 
  6. Supaya terlepas dari masalah kesehatan yang dipicu oleh lingkungan atau situasi kerja. 
  7. Supaya tiap pegawai merasa aman serta terproteksi dalam bekerja 
Pengertian serta definisi K3 Menurut Beberapa Pakar: 
  • Menurut Simanjuntak (1994)
Keselamatan kerja yaitu kondisi keselamatan yang bebas dari kemungkinan kecelakaan serta kerusakan di mana kita bekerja yang mencakup mengenai situasi bangunan, situasi mesin, perlengkapan keselamatan, serta situasi pekerja.
  • Menurut Ridley, John (1983) yang dilansir oleh Boby Shiantosia (2000, p. 6)
Mengartikan Kesehatan serta Keselamatan Kerja yaitu sebuah situasi dalam pekerjaan yang sehat serta aman baik itu untuk pekerjaannya, perusahaan ataupun bagi masyarakat serta lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja itu.
  • Jackson (1999, p. 222)
Menerangkan kalau Kesehatan serta Keselamatan Kerja memperlihatkan pada beberapa situasi fisiologis-fisikal serta psikologis tenaga kerja yang dipicu oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
  • Menurut Suma’mur (2001, p. 104)
Keselamatan kerja adalah rangkaian usaha untuk membuat situasi kerja yang aman serta tentram untuk beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
  • Mathis serta Jackson (2002, p. 245)
Menyebutkan kalau Keselamatan yaitu mengacu pada perlindungan pada kesejahteraan fisik seseorang pada cedera yang berkaitan dengan pekerjaan. Kesehatan yaitu mengacu pada situasi umum fisik, mental serta kestabilan emosi secara umum.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 163)
Keselamatan serta kesehatan kerja yaitu sebuah pemikiran serta usaha untuk menanggung keutuhan serta kesempurnaan baik jasmaniah ataupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, serta manusia pada umumnya, hasil karya serta budaya untuk menuju masyarakat adil serta makmur.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 170)
Kalau indikator pemicu keselamatan kerja yaitu:
  • Situasi tempat lingkungan kerja, yang mencakup: 
  1. Pengaturan serta penyimpanan barang-barang yang beresiko yang kurang diperhitungkan keamanannya. 
  2. Ruangan kerja yang terlampau padat serta sesak 
  3. Pembuangan kotoran serta limbah yang tidak pada tempatnya. 
  • Penggunaan perlengkapan kerja, yang mencakup: 
  1. Pengaman perlengkapan kerja yang udah usang atau rusak. 
  2. Pemakaian mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan. 
Apa Maksud dari Penilaian Resiko?
Sumber: arafuru.com
Entrepreneur atau pemberi kerja di tiap tempat kerja mempunyai kewajiban umum untuk menanggung keselamatan serta kesehatan pekerja dalam tiap faktor yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Tujuan melakukan penilaian atau kajian resiko yaitu untuk memungkinkan entrepreneur untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan pekerja.

Beberapa langkah ini mencakup: 
  1. Pencegahan resiko kerja ; 
  2. Memberikan informasi pada pekerja ; 
  3. Memberikan kursus pada pekerja ; 
  4. Menyediakan organisasi serta fasilitas untuk mengaplikasikan langkah-langkah yang dibutuhkan. 
Sementara maksud penilaian resiko mencakup pencegahan resiko pekerjaan, dan hal semacam ini mesti senantiasa jadi tujuannya, walaupun tidak bakal senantiasa bisa dicapai dalam prakteknya.

Saat menyingkirkan resiko tidak memungkinkan, tiap resiko tetap mesti dikurangi dan resiko residual bisa dikendalikan.

Pada step berikutnya, sebagai bagian dari program peninjauan, resiko residual itu bakal dikaji serta tidak menutup kemungkinan bakal terjadi penghapusan sisi dari resiko, mengingat pengetahuan serta tehnologi baru, bisa diperhitungkan kembali.

Penilaian resiko mesti terstruktur serta diaplikasikan hingga bisa membantu entrepreneur untuk:
  1. Mengidentifikasi tiap bahaya yang di ciptakan ditempat kerja serta mengevaluasi resiko yang berkaitan dengan bahaya itu, untuk memastikan beberapa langkah apa yang perlu mereka ambil untuk Melindungi keselamatan serta kesehatan karyawan serta pekerja lain, dengan memerhatikan persyaratan legislatif ;
  2. Mengevaluasi resiko untuk bikin pilihan paling baik tentang perlengkapan kerja, bahan kimia atau bahan olahan yang dipakai, pengepasan dari tempat kerja, serta organisasi kerja ; 
  3. Mengecek apakah langkah-langkah ditempat yang memadai ; 
  4. Mengutamakan tindakan bila langkah-langkah selanjutnya ditemukan untuk jadi prioritas paling utama sebagai akibat dari penilaian ;
  5. Memperlihatkan pada diri mereka sendiri, pihak yang berwenang, pekerja serta perwakilannya kalau seluruh aspek yang terkait dengan pekerjaan sudah diperhitungkan, serta kalau informasi penilaian yang valid sudah di buat mengenai resiko serta langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan ; 
  6. Meyakinkan kalau langkah-langkah pencegahan serta cara produksi, yang dianggap perlu serta dikerjakan sesudah penilaian resiko, memberikan peningkatan dalam perlindungan pekerja. 
Secara teoritis beberapa istilah bahaya yang kerap ditemui dalam lingkungan kerja mencakup beberapa hal sebagai berikut ini:
  1. Hazard (Sumber Bahaya), Sebuah kondisi yang memungkinkan/bisa menyebabkan kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghalangi kapabilitas pekerja yang ada 
  2. Danger (Tingkat Bahaya), Peluang bahaya udah terlihat (keadaan bahaya udah ada namun bisa dihindari dengan berbagai tindakan preventif. 
  3. Risk, perkiraan tingkat keparahan apabila terjadi bahaya dalam siklus tertentu 
  4. Incident, Timbulnya peristiwa yang bahaya (peristiwa yang tidak dikehendaki, yang bisa/telah mengadakan kontak dengan sumber daya yang melebihi ambang batas tubuh/struktur 
  5. Accident, Peristiwa bahaya yang disertai adanya korban serta atau kerugian (manusia/benda) 
Dalam K3 ada tiga etika yang senantiasa mesti dipahami, yakni:
  1. Ketentuan terkait dengan keselamatan serta kesehatan kerja 
  2. Di aplikasikan untuk melindungi tenaga kerja 
  3. Kemungkinan kecelakaan serta penyakit akibat kerja 
Tujuan dari K3 yaitu:
  1. Menanggung keselamatan operator serta orang lain 
  2. Menanggung penggunaan perlengkapan aman dioperasikan 
  3. menanggung proses produksi aman serta lancar 
Tujuan beberapa etika: Supaya terjadi keseimbangan dari pihak perusahaan bisa menanggung keselamatan pekerja.

Dasar hukum k3: 
  1. UU No. 1 tahun 1970 
  2. UU No. 21 tahun 2003 
  3. UU No. 13 tahun 2003 
  4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996 
Kendala dari penerapan k3:
  • Kendala dari segi pekerja/masyarakat:
  1. Tuntutan pekerja masihlah pada kebutuhan dasar
  2. Banyak pekerja tidak menuntut jaminan k3 lantaran SDM yang masihlah rendah 
  • Kendala dari segi perusahaan:
Perusahaan yang umumnya lebih mengutamakan biaya produksi atau operasional serta meningkatkan efisiensi pekerja untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Beberapa jenis bahaya dalam k3

Dibagi jadi 3, yakni:
  • Jenis kimia 
Terhirupnya atau terjadinya kontak antara manusia dengan bahan kimia beresiko.
contoh:
  1. Abu sisa pembakaran bahan kimia 
  2. Uap bahan kimia 
  3. Gas bahan kimia 
  • Jenis fisika 
  1. Sebuah temperatur udara yang sangat panas ataupun sangat dingin. 
  2. Situasi yang amat bising. 
  3. Situasi udara yang tidak normal. 
Contoh: 
  1. Kerusakan pendengaran 
  2. Suatu suhu tubuh yang tidak normal 
  • Jenis proyek/pekerjaan 
  1. Pencahayaan atau penerangan yang kurang. 
  2. Bahaya dari pengangkutan barang. 
  3. Bahaya yang diakibatkan oleh perlengkapan.  
Contoh:  
  1. Kerusakan penglihatan 
  2. Perpindahan barang yang tidak hati-hati hingga melukai pekerja 
  3. Perlengkapan kurang lengkap serta pengamanan sehngga melukai pekerja 
Langkah pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja
Sumber: ikhsanarya.blogspot.co.id
  • Pengendalian teknik 
Contoh:  
  1. Mengganti prosedur kerja 
  2. Menutup atau mengisolasi bahan bahaya 
  3. Memakai otomatisasi pekerja 
  4. Ventilasi sebaga pengganti udara yang cukup 
  • Pengendaan administrasi 
Contoh: 
  1. Mengatur waktu yang pas/sesuai antara jam kerja dengan istirahat 
  2. Membuat ketentuan k3 
  3. Menempatkan tanda tanda peringatan 
  4. Bikin data beberapa bahan yang berbahaya serta yang aman 
  5. Mengadakan serta melakukan pelatihan sistem penanganan darurat 
  • Standar keselamatan kerja
  1. Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja. 
  2. Perlindungan tubuh yang mencakup semua tubuh. 
  3. Perlindungan mesin. 
  4. Pengamanan listrik yang perlu mengadakan pengecekan berkala. 
  5. Pengamanan ruangan, mencakup sistem alarm, alat pemadam kebakaran, penerangan yang cukup, ventilasi yang cukup, jalur evakuasi yang khusus. 

Alat pelindung diri 

Yaitu peralatan wajib yang dipakai ketika bekerja sesuai bahaya serta resiko kerja untuk melindungi keselamatan pekerja itu sendiridan orang di sekitarnya.

Adapun bentuk perlengkapan dari alat pelindung: 
  • Safety helmet 
Berperan: sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala.
  • Safety belt 
Berperan: sebagai alat pengaman saat memakai alat trasportasi.
  • Penutup telinga 
Berperan: sebagai penutu telinga saat bekerja di tempat yang bising.
  • Kaca mata pengamanan 
Berperan: sebagai pengamanan mata saat bekerja dari percikan.
  • Pelindung wajah 
Berperan: sebagai pelindung muka saat bekerja.
  • Masker 
Berperan: sebagai penyaring udara yang dihisap di tempat yang kualitas udaranya kurang bagus.

Jadi, berdasarkan ketentuan – ketentuan keselamatan kerja di atas bisa diambil kesimpulan kalau maksud K3 antara lain sebagai berikut ini:
  1. Untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi – tingginya baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, ataupun pekerja – pekerja bebas. 
  2. Untuk menghindari serta memberantas penyakit serta kecelakaan – kecelakaan akibat kerja perlu memelihara serta meningkatkan kesehatan efisiensi serta daya produktivitas kerja dan meningkatkan kegairahan serta kesenangan kerja.
Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli. Mudah-mudahan pembahasan kali ini membuat kita semua semakin peduli dengan keselamatan dan kesehatan kita saat kerja ya, sahabat.

Makasih ya udah mampir dan belajar bareng di sini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. ak3u.com
  2. sepatusafetyonline.com
  3. navale-engineering.blogspot.co.id
  4. learnmine.blogspot.co.id

18 January 2017

Pengertian Kesehatan : Cara Menjaga Kesehatan Fisik Dan Mental

Pengertian Kesehatan

Istilah kesehatan pada dasarnya berasal dari kata sehat yang artinya terbebas dari segala gangguan atau pun penyakit baik penyakit fisik maupun psikis. Jika diarikan dari kata dasarnya, maka kesehatan merupakan kondisi atau pun keadaan yang menggambarkan tubuh yang terbebas dari segala penyakit atau pun gangguan fisik atau pun psikis.

Pengertian Kesehatan Menurut Para Ahli


  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) : Kesehatan ialah keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Sedangkan dalam Piagam Ottawa dikatakan bahwa kesehatan merupakan sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup. Kesehatan ialah konsep positif yang menekankan pada sumber daya pribadi,sosial dan kemampuan fisik.
  • Undang-Undang No 23 Tahun 1992 : Kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama pada tahun 1983 : Meyebutkan bahwa kesehatan merupakan ketahanan jasmani, rohani, dan sosial yang dimiliki oleh manusia sebagai karunia dari Allah yang wajib disyukuri dengan cara mengamalkansegala ajaranNya.
  • Perkins : Menyatakan bahwa kesehatan merupakan suatu keadaan yang seimbang dan dinamis antara bentuk & fungsi tubuh juga berbagai faktor yang mempengaruhinya.
  • Paune : Mengemukakan kesehatan sebagai fungsi yang efektif dari sumber-sumber perawatan diri yang menjamin sebuah tindakan untuk perawatan diri. Kesehatan merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukannya untuk mendapatkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi psikososial & spiritual.
  • Neuman : Menyatakan bahwa kesehatan adalah suatu keseimbangan biopsiko, sosio, kultural dan spiritual pada tiga garis pertahanan yang fleksibel, normal dan resisten. 
  • White : Menjelaskan sehat sebagai suatu keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak memiliki keluhan apapun atau tidak ada tanda-tanda kelainan atau penyakit.

Cara Menjaga Kesehatan Fisik

Seperti yang sudah diulas di atas bahwa pengertian kesehatan tidak hanya mencakup kesehatan badan tetapi juga kesehatan mental atau psikis. Pertama akan dibahas mengenai kesehatan tubuh terlebih dahulu. Dibandingkan kesehatan mental, kesehatan tubuh paling mudah dilihat dan diidentifikasi, karena dari luar sudah dapat diprediksikan apakah seseorang sedang sakit atau sehat. Terdapat alat juga untuk mendeteksi penyakit seseorang, seperti stetoscop, alat radiologi, CT Scan, dan masih banyak lainnya.

Pengertian kesehatan tubuh seharusnya tidak hanya dipahami saja tetapi dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, karena terdapat semboyan mensana in corpore sano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi, semboyan tersebut mengindikasikan bahwa tubuh yang sehat jiwanya juga akan menjadi kuat. Ada banyak kasus juga penyakit fisik disebabkan karena tekanan dan pikiran yang stress, jadi antara kesehatan tubuh dan mental ternyata saling terkait satu sama lain.

Cara menjaga kesehatan tubuh agar tercipta pengertian kesehatan tubuh yang benar-benar nyata adalah dengan menerapkan hidup sehat dan teratur. Hidup sehat harus dimulai dari yang kecil, sekarang juga, dan dari diri sendiri. Apapun yang kita makan akan sangat berpengaruh terhadap tubuh, karena sari-sari makanan kita yang sudah dicerna akan disalurkan ke dalam tubuh melalui aliran darah, jadi memilih makanan haruslah yang sehat mengacu pada pengertian kesehatan yang sesungguhnya.

Lalu, bagaimana makanan yang sehat itu? Makanan yang sehat adalah yang tidak mengandung bahan pengawet, usahakan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang alami. Perbanyak buah dan sayuran untuk menu-menu tiap harinya. Hal ini akan tercipta pengertian kesehatan dengan benar. Buah-buahan mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengkonsumsi vitamin haruslah dari buah aslinya, baik dimakan langsung atau dibuat jus, dan akan lebih baik lagi jika buah tersebut organik, ditanam dengan pupuk-pupuk yang organik.

Mengkonsumsi vitamin langsung dari buah lebih disarankan dibandingkan mengkonsumsi suplemen makanan, karena yang alami tidak akan membawa efek samping. Memasak sayuran hijau sebaiknya jangan terlalu lama karena akan menghilangkan vitamin dan zat besinya. Kemudian indikator pengertian kesehatan tubuh yang baik selanjutnya adalah dengan mengurangi gorengan. Hal ini untuk mencegah kolesterol jahat bersarang di tubuh Anda. Selain itu, menguangi gorengan juga akan menjadi cara diet yang baik. Jauhi makanan cepat saji, sebaliknya dekati makanan fresh food.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Pengertian kesehatan mental adalah sejahteranya seseorang dilihat dari hubungannya dengan diri sendiri dan orang lain sehingga ia akan menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat. Pengertian dari kesehatan mencakup seseorang yang percaya diri dan dapat mengontrol emosi, karena mental juga dapat mengalami gangguan. Beberapa gangguan mental yang banyak dialami oleh orang di seluruh dunia adalah gangguan kecemasan, gangguan panik, gangguan mood sehingga emosi dapat naik turun dengan drastis, bipolar, skizofrenia yang biasa dikenal dengan penyakit gila, dan beberapa penyakit mental lainnya. Seseorang yang mengalami gangguan mental bukan hal yang memalukan, karena yang sakit bukan hanya tubuh tetapi mental juga.  Bahkan artis-artis dunia, penyanyi dunia mereka tidak malu mengakui mempunyai gangguan mental seperti bipolar dan mereka ingin sembuh.

Hal-hal yang kecil seperti mudah panik dan mudah cemas akan menjadi masalah besar apabila tidak diatasi dengan baik. Memang, panik dan cemas diperlukan agar seseorang dapat menangkal masalah dan berantisipasi terhadap hal-hal buruk, tetapi jika intensitasnya sangat tinggi dan sering. Bahkan sampai tidak masuk akal mengkhawatirkan sesuatu yang tidak masuk akal maka ini sudah tergolong gangguan dan harus segera diatasi. Penyakit mental dapat dikontrol dengan psikoterapi, farmakologi, spiritual, dan olahraga latihan pernafasan dan latihan menenangkan diri seperti yoga.