Showing posts with label Klasifikasi. Show all posts
Showing posts with label Klasifikasi. Show all posts
29 March 2017

Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan)

Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan). Pengertian Pisces (Ikan), Ciri-Ciri Pisces (Ikan), Klasifikasi Pisces (Ikan), Beragam Jenis Pisces (Ikan), Penjelasan lengkap mengenai kehidupan Pisces (Ikan).

Pengertian Pisces (Ikan)

Sumber: faizalnizbah.blogspot.co.id
Pisces (ikan) yakni hewan yang hidup di dalam air, mereka dapat bernafas di dalam air karena insang yang mereka punyai.

Pisces dapat diketemukan di air tawar (danau dan sungai) maupun air asin (laut dan samudra). Pisces yaitu hewan berdarah dingin (poikiloterm), artinya suhu tubuhnya berubah-ubah sesuai sama suhu air di tempat dia bertahan hidup.

Ikan yaitu kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam, dengan jumlah spesies melebihi dari 27.000 spesies di seluruh bagian dunia.

Susunan tubuh ikan beberapa di buat oleh rangkanya, tulang penyusun tubuhnya ada tulang riskan, dan ada pula tulang sejati. Insang dan ekor yang mereka punyai membantu mereka untuk bergerak dengan cepat di dalam air.

Ciri-Ciri Pisces Ikan 

Sumber: slideshare.net
  1. Tubuh terdiri atas kepala, badan. Tubuh ditutupi kulit yang umumnya berlendir dan bersisik. Sisik juga berperan sebagai rangka luar (eksoskeleton) 
  2. Pisces hidup di air, ada yang hidup di air tawar, ada juga yang hidup di air asin, yang mana penyusunan pertukaran air dan garam di dalam tubuh ikan di atur oleh insang. 
  3. Pisces bernafas dengan insang. Pada beberapa spesies, insang memiliki penutupnya yang disebut juga dengan operkulum 
  4. Pisces berupa poikiloterm (berdarah dingin). Jadi suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. 
  5. Alat kelamin hemafrodit (terpisah). Fertilisasi terjadi di dalam atau di luar tubuh, ada yang ovipar (bertelur). 
  6. Pisces memiliki sirip yang mempermudah dirinya untuk berenang. Sirip ada dikiri dan kanan tubuhnya, juga di bagian ekornya. 
  7. Pisces ada yang bertulang riskan, ada pula yang bertulang sejati. 
  8. Tidak semua ikan termasuk juga ke dalam kelompok pisces (contohnya paus serta lumba-lumba), akan tetapi bisa dipastikan jika semua pisces adalah ikan. 
  9. Pisces memiliki vertebra (tulang belakang) yang membentuk rangka tubuhnya, dan sebagai tempat lewatnya saraf-saraf yang mempersarafi organ di dalam tubuhnya. 

Klasifikasi Pisces (Ikan) 

Pisces termasuk ke dalam kelompok vertebrata atau bertulang belakang. Pisces terbagi jadi 3 kelompok, yaitu:

Agnatha 
Sumber: 7vertebrates.weebly.com
Agnatha yaitu ikan yang tidak berahang, memiliki mulut berbentuk bulat yang ada di ujung depan. Tanpa sirip, namun beberapa bentuk Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung.

Terdapat notokorda (serabut saraf) di bagian dorsal (belakang) tulang belakang, dan diselubungi kartilago atau tulang riskan.

Jenis kelamin terpisah (hemaprodit) dan mendapat makanan dengan mengisap tubuh ikan lain dengan mulutnya. Contoh ikan pada kelompok ini yakni: Myxine sp (ikan hantu), Petromyzon sp (belut laut).

Chondrichthyes (ikan bertulang riskan) 
Sumber: rudiyantoblog.blogspot.co.id
Chondrichthyes yakni ikan bertulang riskan yang memiliki rahang mulut pada bagian depannya. Kulit tertutup sisik. Sirip berpasangan, serta sirip ekor yang tidak seimbang. Beberapa notokordanya diganti oleh vertebrae yang lengkap. Ginjalnya berupa mesonefros.

Jantung memiliki dua ruang, rangkanya bertulang riskan, sampai notokorda yang ada pada ikan muda juga makin lama tergantikan oleh tulang riskan. Mereka tidak memiliki tulang rusuk, apabila keluar dari air, berat tubuh spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka.

Ikan ini tidak memiliki sumsum tulang, sampai sel darah mereah di produksi di limpa dan jaringan khusus di kelaminnya, yaitu organ leydig (penghasil sel darah merah).

Organ unik yang lain yakni epigonal yang bertindak sebagai sistem kekebalan. Subkelas dari ikan ini yakni Elasmobranchii (hiu, pari serta skate) dan Holochepali (kimera atau hiu hantu).

Osteichthyes (ikan bertulang sejati) 
Sumber: 7vertebrates.weebly.com
Osteochthyes yaitu ikan bertulang keras. Mulutnya memiliki rahang. Sisiknya bertipe ganoid, sikloid, atau stenoid yang semua datang dari mesodermal. Bernafas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (penutup insang).

Notokorda-nya ditempati vertebrae (tulang belakang) yang padat, memiliki gelembung renang yang terdapat dekat dengan faring.

Celah-celah faringnya tertutup (tidak tampak dari luar). Jantung beruang dua. Ventrikel dan atrium. Darah berwarna pucat, mempunyai kandungan eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini dapat mempunyai sistem limpa dan porta renalis.

Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh dua katup. Memiliki tiga canalis semi-sircularis (organ keseimbangan) yang mengatur keseimbangan ikan melalui gerakan kepalanya.

Contoh ikan pada kelompok ini yakni Ameiurus melas (ikan lele), Anquilla sp (belut), Scomber scombrus (ikan tuna), Sardinops coerulea (ikan sarden).

Struktur Tubuh Pisces (Ikan)

Sumber: binatangpeliharaan.org
Susunan tubuh ikan terdiri atas kepala, badan dan ekor. Kepalanya terbentuk dari susunan tulang tengkoraknya, pada beberapa ikan juga ada rahang yang cukup kuat dan besar yang membentuk kepalanya.

Otak pada ikan terlindungi di dalam tengkorak dan tulang riskan yang ada didalamnya, otak itu yaitu sistem saraf pada ikan yang pada gilirannya akan mengalir lewat tulang belakang (vertebrae) ikan. Ketika kita lihat langsung pada tulang ikan, akan tampak sisi teratasnya tulangnya seperti sumbu berwarna gelap.

Ikan mempunyai sisik yang sesuai sama gaya dan penyesuaian hidupnya. Beberapa jenis bentuk sisik pada ikan yaitu sisik sikloid, yang disebut dengan sisik berwujud tidak tebal dan bulat serta bergaris menjari-jari dan melingkar, sisik ini ada pada ikan bertulang sejati.

Lalu ada sisik stenoid, yang berwujud hampir sama juga dengan sikloid, walau demikian pada bagian belakangnya ada duri-duri halus, sisik ini juga ada pada ikan bertulang sejati.

Selanjutnya ada sisik plakoid yang disebut dengan kerangka luar yang masih tetap sederhana, umpamanya pada ikan bertulang rawan seperti ikan cucut, sisik ini serupa gigi dan berbentuk belah ketupat. Yang terakhir yakni sisik ganoid yang ada pada tulang riskan, sisik ini terbagi dalam dua susunan yaitu susunan dentin dan ganoin.

Ikan mempunyai sirip disamping sisi tubuhnya dan pada bagian belakang yang berupa ekor, sirip ini membantu ikan untuk berenang. Pada beberapa jenis ikan spesifik terdapat gelembung renang (vesica natatoria) atau yang umum disebut juga dengan pneumatocyst.

Gelembung renang ini bertindak sebagai alat hidrostatik yang memastikan tekanan air sehubungan dengan kedalaman perairan yang di diami oleh ikan itu. Pneumatocyst terdapat di bagian belakang (dorsal) tubuh ikan.

Gelembung renang dikaitkan dengan esofagus oleh ductus pneumaticus yang bertindak sebagai jalan keluar masuknya udara ke dalam pneumatocyst.

Ikan memiliki insang yang digunakannya untuk bernafas di dalam air, insang ini bisa membantu ikan untuk mengekskresikan atau mengeluarkan sisa metabolisme seperti nitrogen dan amonia.

Sistem Organ Pisces (Ikan) 

Sumber: mongabay.co.id
Organ-organ ikan terdiri atas kandung kemih, jantung, insang, kelenjar kelamin, lambung, usus, hati, kantong empedu, limpa serta ginjal. Organ yang berperan penting dalam sistem pernapasan ikan yakni insang.

Sistem pernapasan ikan memiliki tujuan untuk terjadinya pertukaran oksigen. Pertukaran ini lebih sulit dilakukan di dalam air karena air 800 kali lebih pada dari pada udara. Pertukaran oksigen pada ikan juga lebih sulit untuk dilakukan, karena ukuran insang yang relatif kecil, bahkan jauh lebih kecil dibanding dengan paru-paru pada mamalia.

Pernapasan pada ikan juga dibantu dengan aliran air yang mengalir terus-terusan lewat insang, agar tetap melindungi respirasi secara efisien.

Tidak cuma untuk organ pernapasan, insang juga yaitu organ sekretori (pengeluaran). Insang mengeluarkan sisa sisa limbah yang ada pada ikan, seperti beberapa amonia, yang sisanya dikeluarkan lewat ginjal. Insang juga keluarkan nitrogen sisa metabolisme, dan mengatur pertukaran air serta garam didalam tubuh ikan.

Jantung ikan terbagi dalam dua sisi, yaitu atrium dan ventrikel, jantung. Jantung terbagi dalam 4 bilik, yaitu sinus venosus, atrium, ventrikel, serta elastic bulbus arteriosus. Aliran darah pada ikan mengalir dari jantung ke sisi depan aorta, lalu menghadap ke insang untuk oksigenasi jaringan lantas kembali lagi lewat sisi belakang aorta.

Jaringan hematopoetic (pembentuk sel darah) pada ikan yang paling penting terbagi dalam ginjal, akan tetapi juga mencakup limpa serta hati.

Walau demikian karakter dari darah ikan memiliki kemiripan dengan darah reptil. Leukosit pada ikan normalnya hanya 10%, ikan juga mempunyai kandungan Hb (hemoglobin) yang rendah sampai darahnya tampak pucat.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pisces (Ikan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pisces (Ikan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
24 March 2017

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom. Pengertian Makhluk Hidup 5 Kingdom, Ciri dari Tiap-Tiap Makhluk Hidup 5 Kingdom, Struktur dari Makhluk Hidup 5 Kingdom, Penjelasan Lengkap Mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom, dan segala hal yang terkait dengan Makhluk Hidup 5 Kingdom akan kami bahas di sini.

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom 

Sumber: berpendidikan.com
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada pemikiran beberapa pakar dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai sama syarat internasional. Oleh sebab itu, klasifikasi makhluk hidup yang ada amat beragam, lantaran beberapa pakar mempunyai pemikirannya masing-masing.

Seperti yang kita pahami, makhluk hidup di bumi amat beragam, coba kita cermati lingkungan sekitar kita, mungkin saja amat susah untuk mengelompokkan makhluk hidup yang ada pada beragam jenis golongan.

Nah, pada tulisan ini akan kita pecahkan permasalahan itu, saya akan sharing tentang pengelompokkan makhluk hidup bersumber pada pendapat pakar yang masih tetap digunakan dalam proses evaluasi hingga saat ini. Baiklah tidak usah berlama-lama langsung saja kita ke tema paling utama.

Klasifikasi makhluk hidup dibagi ke dalam beberapa kelompok merupakan satu diantara usaha beberapa ilmuan mempermudah melakukan riset.

Hal semacam ini berangkat dari banyaknya jumlah makhluk hidup yang ada di alam dan beragam ragamnya bentuk, karakter, ukuran, anatomi, fisiologi ataupun tingkah laku dari makhuk-makhluk hidup itu.

Semua ini adalah ayat atau tanda tanda kebesaran Allah Subhanahu wata'ala yang sepatutnya direnungi hingga bisa menguatkan kepercayaan kita akan kuasa-Nya yang begitu menakjubkan.

"yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya" Qs. Al Furqon: 2 

"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang, dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata." Qs. Luqman: 10-11 

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: florafinder.com
Apa yang disebut klasifikasi makhluk hidup? Klasifikasi datang dari bahasa Inggris "classication" yang memiliki arti pengelompokan atau mengkelas-kelaskan. Klasifikasi makhluk hidup memiliki arti pengelompokan makhluk hidup bersumber pada ciri fisik (morfologi), susunan tubuh (anatomi), faal tubuh (fisiologi), maupun tingkah laku.

Dalam melakukan proses klasifikasi, beberapa ahli terlebih dulu akan mengadakan identifikasi bersumber pada beberapa hal yang dijelaskan di atas.

Barulah setelah itu, makhluk hidup bisa digolongkan ke dalam takson (unit) bersumber pada adanya persamaan ciri. Takson disusun dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah seperti berikut ini:
  1. Kingdom 
  2. Filum/divisi 
  3. Kelas 
  4. Ordo 
  5. Famili 
  6. Genus 
  7. Spesies 
Klasifikasi sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja atas dasar serta kebutuhan yang berbeda-beda juga. Contoh kambing, kerbau, sapi, ayam serta itik bisa kita klasifikasikan sebagi hewan ternak dengan dasar kalau hewan-hewan itu bisa diternakkan.

Contoh yang lain, sawi, bayam, kangkung, terong serta kubis. Seluruh tumbuhan itu bisa kita kelompokkan sebagai kelompok sayur-sayuran. Dasarnya klasifikasinya yaitu kalau seluruh tumbuhan yang dijelaskan adalah tumbuhan yang bisa dimasak atau dijadikan sayur.

System Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: zaifbio.wordpress.com
Klasifikasi makhluk hidup mengalami beberapa perkembangan. Hal semacam ini seiring dengan makin berkembangnya ilmu dan pengetahuan hingga menguak beberapa hal yang baru yang belum di ketahui di awal.

Makhluk hidup di kelompokkan bersumber pada kelompok besar yang disebut juga dengan kingdom. Dalam perkembangannya, kita mengetahui beberapa klasifikasi kingdom, salah satunya:

System Klasifikasi dua Kingdom. Klasifikasi ini adalah klasifikasi paling simpel serta paling lawas. Menurut klasifikasi ini makhluk hidup bisa dibagi jadi dua kelompok, yakni: (1) kingdom Plantea (tumbuhan) serta (2) Kingdom Animalia (hewan).

System Klasifikasi Tiga Kingdom. Klasifakisi bentuk ini muncul menyusul terungkapnya jamur sebagai makhluk yang tidak sama dengan tumbuhan. Jamur di ketahui tidak mempunyai klorofil seperti tumbuhan yang lain serta dinding selnyapun terbagi dalam kitin.

Pada akhirnya jamur dipisahkan dari kingdom tumbuhan serta nampaklah system klasisikasi tiga kingdom yang terbagi dalam; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan) serta (3) kingdom fungi.

System Klasifikasi Empat Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam empat kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, serta (4) kingdom monera.

System Klasifikasi Lima Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam lima kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera serta (5) kingdom protista.

System Klasifikasi Enam Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam enam kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera, (5) kingdom protista, serta (6) Virus.

Klasifikasi bentuk ini masih tetap diperdebatkan oleh beberapa ahli. Hal semacam ini dikarenakan asumsi kalau virus mempunyai ciri yang tidak sama dengan makhluk hidup. Hingga virus tidak bisa dikelompokkan dalam kingdom makhluk hidup manapun.

Keterangan Klasfikasi 5 Kingdom 

Sumber: belajarsains.net
System klasifikasi lima kingdom dikemukan oleh ekolog tanaman asal Amerika Serikat bernama Robert H. Whittaker. Menurut dia makhluk hidup yang ada di alam jagad raya ini bisa digolongkan jadi kingdom monera, protista, fungi, plantea serta animalia.

Kingdom Monera 

Monera yaitu kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai memberan inti atau kerap disebut juga dengan istilah organisme prokariot. Contoh organisme prokariot yang disebut kingdom monera antara lain bakteri serta alga hijau-biru.

Kingdom Protista 

Protista adalah kelompok makhluk hidup yang mempunyai satu sel atau banyak sel serta mempunyai memberan inti atau disebut juga dengan organisme eukariot.

Semua aktivitas hidup Protista seperti makan, menyikapi rangsangan, bergerak serta berkembang biak dilakukan oleh sel itu sendiri. Protista dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok lagi seperti;
  1. protista serupa hewan (protozoa) 
  2. protista serupa tumbuhan (alga) 
  3. protista serupa jamur 
Kingdom Fungi (jamur) 

Jamur adalah kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai kloroplas seperti biasanya badanan serta dinding selnyapun terbagi dalam zat kitin.

Hal semacam ini yang membuat jamur tidak bisa digolongkan ke dalam kelompok tumbuhan ataupun hewan. Kingdom ini biasanya bersel banyak, mempunyai membran inti, serta mempunyai peran sebagai dekomposer pada lingkungan.

Kingdom Plantae (tumbuhan) 

Plantea atau tumbuhan adalah kelompok makhluk hidup bersel banyak serta mempunyai kloroplas. Dalam kloroplas inilah terdapat klorofil dengan kata lain zat hijau daun yang membuat tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis.

Sel pada tumbuhan termasuk juga ke dalam bentuk eukariot yang mempunyai memberan inti serta dinding selnya terbagi dalam selulosa. Plantea bisa berkembang biak lewat cara kawin serta tidak kawin.

Kingdom Animalia 

Hewan mempunyai sel yang mempunyai memberan inti atau eukariot dan tidak mempunyai kloroplas. Tidak hanya itu hewan juga tidak mempunyai dinding sel seperti tumbuhan.

Untuk lebih mempermudah membedakan satu kingdom dengan kingdom yang lain, kita bisa cermati sebagian perbedaanya sebagai berikut ini:
  1. Monera: terdiri dari satu sel atau banyak sel, prokariot, tidak mempunyai memberan sel. 
  2. Protista: terdiri dari satu sel atau banyak sel, eukariot, mempunyai memberan sel. 
  3. Jamur: terdiri dari satu sel atau banyak sel, dinding sel dari kitin, tidak mempunyai kloroplas, eukariot, mempunyai memberan inti. 
  4. Tumbuhan: terbagi dalam banyak sel, berklorofil, dinding sel dari selulosa, eukariot, mempunyai, batang serta daun, mempunyai memberan inti. 
  5. Hewan: terbagi dalam banyak sel, tidak berklorofil, tidak mempunyai dinding sel, mempunyai dinding saraf, eukariot, mempunyai memberan inti.
Sumber: kenalsains.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Makhluk Hidup 5 Kingdom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pengetahuanalam.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera. Pengertian Porifera, Ciri-Ciri dari Porifera, Klasifikasi Porifera, Penjelasan lengkap mengenai Porifera. Dan, segala hal mengenai Porifera akan kami bahas di sini Porifera, dalam bahasa latin disebut juga dengan porus yang memiliki arti pori serta fer yang memiliki arti membawa. Jadi, Apakah itu Porifera?

Pengertian porifera

Sumber: pinterest.com
Porifera yaitu hewan invertebrata yang tidak mempunyai jaringan sejati (parazoa), tanpa organ serta jaringan yang tidak terspesialisasi serta di dalam badanya terdapat banyak pori. Porifera adalah anggota dari Animalia yang merupakan paling simpel atau primitif.

Habitat serta Cara hidup porifera yaitu sebagian besar hidupnya di laut serta sebagin kecil lagi hidup di air tawar. Pada umumnya porifera hidupnya ada didaerah pada perairan yang dangkal serta jernih, tetapi juga diperairan berpasir atau berlumpur.

Porifera dewasa hidupnya sesil atau menempel di sebuah substrak. Profera hidup secara heterotrof dengan bentuk makanan bakteri serta plankton.

Ciri-Ciri Porifera 

Sumber: pinterest.com
Dalam membedakan spesies dari filum porifera, maka penting bagi anda untuk tahu ciri porifera secara umum. Ciri porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan yang bersel banyak (metazoa) yang paling simpel atau primitif 
  2. Beberapa hidup di laut dangkal dengan kedalaman kurang lebih 3,5 meter 
  3. Bentuk tubuh porifera mirip vas bunga/piala serta menempel pada dasar perairan 
  4. Badannya terdiri dua susunan sel (diploblastik) dengan susunan luarnya (epidermis) yang tersusun atas beberapa sel yang mempunyai bentuk pipih, disebut juga dengan pinakosit. 
  5. Pada epidermis yang ada porus/lubang kecil yang disebut juga dengan ostia yang dikaitkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel) 
  6. Susunan dalamnya tersusun dari beberapa sel yang berleher serta berflagel yang disebut juga dengan koanosit yang berperan untuk mencernakan makanan 
  7. Di dalam mesoglea ada juga beberapa bentuk sel, yakni sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit. 
  8. Di antara epidermis serta koanosit mempunyai susunan tengah yang berbentuk bahan kental yang disebut juga dengan mesoglea atau mesenkin 
  9. Sel amubosit atau amuboid yang berperan untuk mengambil makanan yang sudah diolah di dalam koanosit. Sel skleroblasnya berperan dengan membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat 
  10. Spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak berongga dengan membentuk seperti spon. 
  11. Sel arkheosit berperan sebagai sel reproduktif, umpamanya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bebrapa sisi yang rusak serta pergantian. 
  12. Makanan porifera berbentuk partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air lewat pori-pori badannya. Makanan lantas di tangkap oleh flagel pada koanosit yang lantas makanan diolah di dalam koanosit. Dengan hal tersebut pencernaannya secara intraselluler. Setelah diolah, zat makanan itu diedarkan oleh beberapa sel amubosit ke beberapa sel yang lain. Zat sisa makanan yang di keluarkan lewat oskulum bersama aliran air.
Reproduksi Porifera - Porifera berkembang biak secara aseksual serta seksual. Berikut ini keterangan reproduksi porifera secara seksual serta aseksual:
Sumber: biozoomer.com
Reproduksi Aseksual 

Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas yang dihasilkan lantas memisahkan diri dari induknya serta hidup sebagai individu baru, atau tetap melekat pada induknya hingga menambah jumlah beberapa sisi dari kelompok Porifera

Reproduksi Seksual 

Reproduksi seksual berjalan dengan persatuan antara sel telur serta spermatozoid, yang akan menghasilkan zigot, berikutnya berkembang jadi larva yang berflagel. Larva itu bisa berenang serta keluar lewat oskulum. Apabila menemukan tempat yang seksual, larva akan melekat kemudian tumbuh jadi porifera baru.

Jenis Tubuh Porifera 

Sumber: thoughtco.com
Bersumber pada system saluran air yang ada pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga jenis tubuh, yakni jenis Ascon, jenis Sycon, serta jenis Rhagon.

Jenis Ascon 

Jenis ascon adalah jenis Porifera yang memiliki system saluran air simpel. Air masuk lewat pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lantas keluar lewat oskulum. Contoh: Leucoslenia.

Jenis Sycon 

Jenis Sycon adalah Porifera yang memiliki dua jenis saluran air, namun cuma radialnya yang memiliki koanosit. Air masuk lewat pori-ke saluran radial yang berdinding koanosit-spongocoel-keluar lewat oskulum. Contoh: Scypha

Jenis Rhagon (Leucon) 

Jenis Rhagon adalah Porifera yang bertipe saluran air yang kompleks atau rumit. Porifera mempunyai susunan mesoglea yang tebal dengan system saluran air yang bercabang-cabang.

Koanosit dibatasi rongga bersilia berupa bulat. Air masuk lewat pori-saluran radial yang bercabang-cabang-keluar lewat oskulum. Umpamanya: Euspongia serta Spongila.

Klasifikasi Porifera

Sumber: emaze.com
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi jadi tiga kelas, yakni:

Kelas Calcarea 

Kerangka tubuh pada kelas Calcarea berbentuk spikula yang serupa dengan duri-duri kecil dari kalsium karbonat. Umpamanya Scypha, Leucosolenia, serta Grantia.

Ciri-Ciri Calcarea 
  1. Rangka tersusun atau kalsium karbonat 
  2. Badannya berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau silinder 
  3. Tingginya kurang dari 10 cm 
  4. Hidup di laut 
Kelas Hexatinellida 

Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berbentuk spikula bersilikat atau kersik (SiO2). Biasanya berupa silinder atau corong. Umpamanya Euplectella aspergillum.

Ciri-Ciri Hexatinellida 
  1. Spikula berjumlah enam 
  2. Badannya berwarna merah pucat serta memiliki bentuk seperti vas 
  3. Hidup di laut pada kedalaman 200-1000 meter 
Kelas Demospongia

Kelas tubuh kelas Demospongia terbuat spongin saja, atau kombinasi dari spongin serta zat kersik. Umpamanya Euspongia sp. serta Spongilla sp.

Ciri-Ciri Demospongia 
  1. Tersusun dari spongin 
  2. Badannya berwarna merah cerah lantaran memiliki kandungan pigmen yang ada pada amoebosit 
  3. Tinggi serta diameternya jadi lebih dari 2 meter 
  4. Bentuk badannya tidak beraturan serta bercabang 
  5. Hidup dilaut serta di air tawar 

Fungsi Porifera 

Sumber: pinterest.com
Mengenai manfaat porifera dalam kehidupan manusia. Manfaat Porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan Demospongia hidup dilaut digunakan sebagai spons untuk mandi serta pembersih 
  2. Zat kimia yang di keluarkan bisa menyembuhkan penyakit kanker
Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Porifera di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Porifera. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria). Pengertian Coelenterata (Cnidaria), Ciri-Ciri dari Coelenterata (Cnidaria), Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria), Penjelasan Lengkap untuk Tiap-Tiap Coelenterata (Cnidaria), dan apa sih yang belum kalian tahu tentang Coelenterata (Cnidaria)? Semuanya ada di sini.

Pengertian Coelenterata (Cnidaria)

Sumber: solpugid.com
Secara umum, Coelenterata (Cnidaria) merupakan hewan invertebrata yang memiliki rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung serta mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Pada saat berenang, mulut coelenterata menghadap ke dasar laut.

Tubuh Coelenterata (hewan berongga) yaitu terdiri atas jaringan luar (eksoderm) serta jaringan dalam (endoderm) dan system otot yang membujur serta menyilang (mesoglea).

Istilah Coelenterata datang dari bahasa Yunani dari kata Coeles yang memiliki arti rongga serta interon yang memiliki arti usus. Funggsi rongga tubuh pada Coelenterata yaitu sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).

Coelenterata lebih di kenal dengan sebutan Cnidaria. Istilah Cnidaria datang dari bahasa Yunan dari kata cnida yang memiliki arti penyengat lantaran sesuai sama namanya cnidaria yang mempunyai sel penyengat.

Sel penyengat ada pada tentakel yang ada di sekitar mulut. Contoh Coelenterata (Hewan berongga) yaitu ubur-ubur, hydra, serta anemon laut.

Ciri-Ciri Coelenterata 

Sumber: byjus.com
Coelenterata mempunyai ciri khas dengan karasteristik dari semua hewan coelenterata. Ciri coelenterata umum yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Multiseluler, serta radial simetris (memotong bidang lewat pusat membuat segmen identik, mereka mempunyai sisi atas serta bawah namun tidak ada sisi samping) 
  2. Merupakan hewan invertebrata. 
  3. Mempunyai bentuk seperti tabung 
  4. Dikelilingi tentakel di sekitar mulut 
  5. Susunan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), dan system otot yang membujur serta menyilang (mesoglea) 
  6. Mempunyai knidoblast, yakni sel eksoderm yang memuat toksin yang berduri disebut juga dengan nematocyt. 
  7. Hidup di air tawar, air laut, secara solider (menempel pada dasar perairan) serta berkoloni. 
  8. Mempunyai sel penyengat (nematosis) 
  9. Merupakan hewan karnivora (mengonsumsi invertebrata kecil) 
  10. Tidak mempunyai organ atau system organ 
  11. Tidak mempunyai otak, tetapi cuma impuls saraf yang berjalan lewat tubuh mereka serta bisa mendeteksi isyarat di lingkungannya. 
  12. System pencernaan coelenterata: di eksoderm ada tentakel berupa gelembung disebut dengan Hipnotoxin yang mempunyai kait-kait dari benang. Bila menangkap mangsa, tentakel menarik makanan ke arah mulut serta mendorongnya ke dalam rongga tubuh. Makanan diolah oleh enzim yang akan beredar ke semua rongga tubuh dan lantas diserap oleh endoderm. System pencernaan coelenterata disebut juga dengan Gastrovaskuler. 
  13. System pernapasan yaitu system saraf difus (baur). 
  14. Coelenterata mempunyai alat gerak yang berupa tentakel 

Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria) 

Sumber: pinterest.com
Coelenterata (Cnidaria) mempunyai kurang lebih 10.000 spesies yang sudah diidentifikasi. Coelenterata terdiri dari beberapa kelas yakni sebagai berikut ini: 

Hydrozoa: Hydrozoa datang dari bahasa yunani, dari kata hydro yang memiliki arti air, serta zoon yang memiliki arti hewan.

Hydrozoa adalah hewan yang sebagian besar hidup di laut serta ada sebagian dari spesiesnya hidup di air tawar. Hydrzoa hidup sebagai polip, medusa, atau keduanya. Gastrodermis Hydrozoa tidak memiliki kandungan nematosista.

Polip hidup secara soliter atau berkoloni. Pada saat polip soliter hydra membentuk tunas yang sudah mempunyai mulut serta tentakel yang akan terlepas dari induknya.

Tetapi pada polik yang berkoloni seperti Obelia, tunas-tunas tetap melekat pada induknya serta saling terkait, disebut juga dengan koloni hidroid. Koloni hidroid menetap pada sebuah tempat dengan hidroriza, yakni percabangan horisontal (menyerupai akar) yang tertanam di dalam substrak.

Hydrozoa memiliki dua jenis alat indra, yakni oseli sebagai pengindra sinar serta statosista sebagai alat keseimbangan.

Beberapa medusa memperlihatkan gerak fototaksis negatif (menjauhi cahaya), tetapi ada pula yang fototaksis positif (mendekati cahaya). Misalnya Hydrozoa yaitu Obelia, Hydra, serta Physalia.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Hydrozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Hidup di air tawar atau air laut 
  2. Hidup secara koloni serta soliter 
  3. Mempunyai bentuk seperti silinder serta bisa bergerak di bebatuan dalam menangkap makanan. 
  4. Berkembangbiak secara aseksual serta seksual 
Scyphozoa: Istilah Scyphozoa datang dari bhs Yunani, dari kata skyphos yang memiliki arti mangkuk, serta zoon yang memiliki arti hewan.

Scyphozoa adalah hewan yang hidup di laut serta sebagai ubur-ubur sejati, lantaran medusa mempunyai bentuk dominan dalam siklus hidupnya.

Biasanya medusa berenang secara bebas, dengan membentuk seperti payung dengan ukuran diamater kurang lebih 2-40 cm, hingga ada pula yang mencapai 2 m. Medusa mempunyai warna yang menarik, umpamanya jingga, kecoklatan, kesumba.

Ordo Stauromedusae (Lucernariida) memiliki medusa yang bertangkai di bagian aboral serta sesil atau melekat pada ganggang serta benda yang lain. Ada Scyphozoa tidak mepunyai bentuk polip, seperti atolla, serta pelagia.

Tetapi ada juga yang mempunyai benuk polik, namun dengan ukuran kecil berbentuk skifistoma. misalnya pada aurelia.

Scyphozoa biasanya diesis serta gonad ada di gastrodermis. Sel telur atau sperma masuk ke dalam rongga gastrovaskuler serta di keluarkan lewat mulut. Fertilisasi bisa terjadi secara eksternal di air luat atau di koral. Contoh Scyphozoa yaitu Aurlia, Cyanea, Perphylla Chrysaora, serta Rhizostoma.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Scyphozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Mempunyai ukuran yang besar serta terdapat banyak di pantai seperti ubur-ubur serta hidup di laut 
  2. Mempunyai saluran bercabang sebagai alat pencernaan 
  3. Di bagian tepi dikelilingi oleh tentakel 
  4. Pada sekitar mulut, ada empat lengan dengan ada nematokist yang berperan melemahkan mangsa. 
  5. System saraf yang terbentuk anyaman 
Anthozoa: Istilah anthozoa datang dari bahasa Yunani, dari kata anthos yang memiliki arti bunga, serta zoon yang memiliki arti hewan. Anthozoa adalah hewan laut yang mempunyai bentuk serupa dengan bunga.

Anthozoa hidup sebagai polip soliter atau berkoloni dan tidak memiliki bentuk medusa. Ada anthozoa yang membuat rangka dalam atau rangka luar dari zat kapur, tetapi ada pula yang tidak membuat rangka.

Rongga gastrovaskuler pada Anthozoa bersekat-sekat serta memiliki kandungan nematosista. Gonat ada di gastrodermis. Anthozoa mempunyai 6.100 spesies salah satunya sebagai berikut ini: 
  1. Metridium serta Edwardisia, merayap dengan pedal menyerupai kaki Acropor, Fungia, Astrangia, mempunyi rangkai luar dari zat kapur yang disebut juga dengan karang batu. 
  2. Cerianthus, polip dengan bentuk serupa anemon panjang yang bertentakel banyak dengan dibungkus oleh selubung dari lendir serta pasir yang mengeras. 
  3. Antipathes, koral hitam, rangka tersusun dari zat tanduk, serta mempunyai bentuk seperti ranting tumbuhan yang bercabang-cabang dengan warna hitam.
Kesimpulan, Ciri-Ciri Anthozoa yaitu sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk yang mirip bunga, memiliki warna yang beragam 
  2. Memiliki tentakel dengan jumlah yang banyak serta berkelipatan 8 
  3. Hewan yang hidup di air laut yang jernih 
  4. Tidak mempunyai bentuk medusa serta ada juga yang berupa polip tetapi amat langka
Cubozoa: Dahulu, Cobozoa ada dalam kelompok Scyphozoa, tetapi setelah ditemukan ketidaksamaan yang mendasar. Lantas dijadikan kelas tersendiri. Ketidaksamaan itu adalah Cubozoa mengalami metamorfosis lengkap dari polip sampai ke medusa payung (tubuh) berupa kotak, serta mempunyai lensa mata yang kompleks.

Cubozoa adalah ubur-ubur sejati. Medusa mempunyai bentuk lonceng dengan empat segi yang datar, hingga mirip bentuk kubus. Mempunyai tinggi lonceng mencapai 17 cm dengan jumlah tentakel 4 buah atau empat rumpun yang panjangnya mencapai 2 m.

Cubozoa bisa berenang cepat secara horisontal dengan sisi aboral sebagai anteriornya. Habitat Cubozoa di laut tropis serta subtropis dengan makanan intinya yaitu ikan.

Beberapa cubozoa berdampak buruk untuk perenang lantaran sengatan nematosistanya bisa mengakibatkan luka yang susah disembukan, hingga mengakibatkan kematian dalam tempo 3-20 menit. Misalnya pada Chironex fleckeri (sea waspas) di perairan Indo-Pasifik.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Cubozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Berwujud polik serta medusa payung, 
  2. Mempunyai bentuk kotak serta lensa mata yang kompleks. 
  3. Memiliki sisi datar yang mirip bentuk kubus. 
  4. Tinggi lonceng sekitar 17 cm dengan 4 tentakel yang panjang mencapai 2 m. 
  5. Berenang secara horisontal. 

Reproduksi Coelenterata 

Sumber: ucmp.berkeley.edu
Cara reproduksi coelentera (cnidaria) yaitu dengan cara vegetatif serta generatif. Vegetatif yaitu membuat tunas serta polip. Sedangkan secara generatif yaitu kesamaan sel telur serta sel jantan di bagian medusa.

Fungsi Coelenterata 

Sumber: drbbugs.wikidot.com
Ada beberapa fungsi coelentara (cnidaria) baik yang berguna atau yang menguntungkan maupun yang merugikan untuk kehidupan manusia, dan yang menguntungkan diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Sebagai bahan makanan, misalnya pada ubur-ubur, anemon laut/mawar laut 
  2. Sebagai hiasan di bawah laut atau akuarium air laut 
  3. Bisa menarik wisatawan serta pengunjung pada wisata laut menyelem bila mempunyai terumbu karang yang bagus serta eksotik. Misalnya taman laut bunaken. 
  4. Terumbu karang berperan sebagai tempat perkembangbiakan ikan-ikan laut serta tempat berlindung satwa laut lainnya 
  5. Sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut 
  6. Bisa dipakai sebagai perhiasan seperti akar bahar serta koral 
  7. Sebagai bahan dapur seperti batu karang 
  8. Sebagai taman laut untuk rekreasi
Sumber: pics4learning.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Coelenterata (Cnidaria) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Coelenterata (Cnidaria). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
23 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Pengertian Nemathelminthes, Ciri dari Nemathelminthes, Klasifikasi dari Nemathelminthes, Struktur Tubuh Nemathelminthes, Fungsi dari Tiap Bagian Tubuh Nemathelminthes, Sistem Reproduksi Pada Nemathelminthes, dan Bahaya Nemathelminthes.

Pengertian Nemathelminthes

Sumber: wikipedia.org
Nemathelminthes yaitu golongan hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes datang dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing.

Nemathelminthes telah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga itu bukanlah rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut juga dengan pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sampai disebut juga dengan cacing gilig.

Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun ada juga yang menjangkau ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes rata-rata hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun ada pula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

Susunan dan Peranan Tubuh 

Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan susunan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak di pengaruhi oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga susunan (tripoblastik), yaitu susunan luar (Ektodermis), susunan tengah (Mesoderm), dan susunan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.

Nemathelminthes udah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut ada pada ujung depan dan anus ada pada ujung belakang. Setelah makanan di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat cairan pada rongga tubuhnya.

Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, hingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi lewat proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

Sistem Organ Nemathelminthes 

Sumber: biologipedia.com
Sistem Pencernaan, seperti penjelasan di atas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus.

Makanan masuk ke dalam tubuh lewat muluth pada bagian depan tubuh, lalu masuk ke faring, dan di proses di usus, setelah di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, lalu beberapa sisa makanan akan dikeluarkan lewat anus.

Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran paling penting yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh segi ventral.

Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi miliki sifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang tidak sama, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin.

Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, lalu akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang tidak baik.

Sistem aliran (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sampai pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Sistem Persarafan, yaitu sistem saraf cicin yang mengitari esofagus dan memiliki 6 cabang saraf paling penting.

Ciri – Ciri Nemathelminthes 

Kita dapatkan ciri nemathelminthes yaitu:
  1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing 
  2. Memiliki tiga susunan tubuh (Triploblastik) yaitu susunan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan susunan tubuh dalam (Endoderm). 
  3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukanlah rongga tubuh sejati sampai rongga ini disebut juga Pseudoaselomata. 
  4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berperan melindunginya dari enzim pencernaan inang. 
  5. Sistem pencernaannya telah lengkap 
  6. Belum memiliki sistem aliran dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf yaitu saraf cincin. 

Klasifikasi Nemathelminthes 

Sumber: hardijofandu.blogspot.co.id
Kelas Nematoda (Aschelminthes) 

Nematoda yaitu cacing benang yang umumnya mempunyai ukuran miksroskopis. Kata Nematoda datang dari bhs yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal semacam ini dikarenakan nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sampai disebut juga dengan cacing benang.

Mereka udah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga susunan (triploblastik), yaitu susunan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya udah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi yaitu jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah lewat rongga tubuh.

Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masihlah tetap merupakan persoalan yang besar untuk kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan.

Nematoda yaitu hewan yang terdapat banyak di air dan tanah, sampai tidak jarang mengakibatkan infeksi pada manusia, terutama buat mereka yang tidak melindungi kebersihan dengan baik. Umpamanya yakni Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dan sebagainya.

Kelas Nematophora 

Nematophora yaitu cacing yang berupa bulat dengan kedua ujung yang runcing serupa bentuk rambut sampai sering disebut juga dengan cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin.

Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Umpamanya yakni Nectonema sp.
Contoh spesies dan Secernentea yakni sebagai berikut ini:

Ascaris Lumbricoides (Cacing Pita) 

Ascaris lumbricoides yakni parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan pasien mengalami kekurangan gizi. Tubuh pada bagian anterior cacing mempunya mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil.

Cacing betina memiliki ukuran panjang lebih kurang 20-49 cm, dengan diamater 4-6 mm, di bagian ekor runcing lurus, dan dapat menghasilkan 200. 000 telur/hari.

Cacing jantan mempunyai ukuran panjang lebih kurang 15-31 cm, dengan diameter 2-4 mm, segi ekor runcing melengkung, dan di bagian anus ada spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur lantas keluar berbarengan tinja. Telur mempunyai kandungan embrio terletan berbarengan dengan makanan yang terkontaminasi. Di dalam usus inang, telur menetas jadi larva.

Larva berikutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.

Cacing ini parasit pada usus halus manusia. Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina mempunyai ukuran lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh lebih kurang 0, 5 cm. Dalam sehari cacing betina bisa menghasilkan sampai 200.000 telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides: 

Telur keluar berbarengan feses pasien = termakan oleh manusia = menetas jadi larva dalam usus halus = larva menembus dinding usus = ikut aliran darah ke jantung = masuk ke paru-paru = trakea = tertelan lagi = lambung = di usus halus jadi cacing dewasa.

Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) 

Anylostoma duodenale disebut juga dengan cacing tambang karena seringkali diketahui didaerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sampai dapat menyebabkan anemia untuk pasien ankilostomiasis.

Cacing tambang dewasa betina yang mempunyai ukuran 12 mm, mempunyai organ-organ kelamin luar (vulva), dandapat membuahkan 10.000 sampai 30.000 telur/hari. Cacing jantan yang mempunyai ukuran 9 mm dan mempunyai alat kopulasi di ujung posterior.

Di ujung anterior cacing ada mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkeram dinding usus inang.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar berbarengan feses (tinja) pasien. Di tempat yang becek, telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva ikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.

Wuchereria bancrofti 

Wuchereria bancrofti disebut juga dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum).

Banyak populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Oleh karena adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di satu organ. Apabila penumpukan terjadi di daerah kaki kaki membengkak sampai menyerupai kaki gajah.

Onchorcerca Volvulus 

Onchorcea vovulus yaitu cacing mikroskospis penyebab onchocerciasis (river blindness) yang menyebabkan kebutaan. Vektor pembawa yakni lalat kecil pengisap darah black fly (simulium). Cacing terdapat banyak di Afrika dan Amerika Selatan.

Enterobios vermicularis 

Enterobios vermicularis disebut juga dengan Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Apabila akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sampai mengakibatkan rasa gatal.

Jika tanpa sengaja kita menggaruknya, lalu tanpa cuci tangan telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya lebih kurang 1 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya lebih kurang 0,5 cm.
Sumber: riaunews.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cacing di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Cacing. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. softilmu.com 
15 March 2017

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur). Pengertian Fungi atau Jamur, Pengertian Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur), Klasifikasi Fungi (Jamur), Berbagai Macam Jenis Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur) yang sudah dipahami cara-caranya, dan Reproduksi Fungi (Jamur) yang masih dalam penelitian.

Pengertian Fungi (Jamur) 

Sumber: inspirasibaru-yusufsila.blogspot.co.id
Fungi (jamur) yakni organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya itu dalam klasifikasi makhluk hidup,

Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (mendapat makanan dari organisme yang lain), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan beberapa bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai jadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (mendapat bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar keduanya sama-sama mendapat untung).

Reproduksi Fungi (Jamur) 

Sumber: lingkaran-pengetahuan.blogspot.co.id
Jamur terdiri atas dua, yaitu: uniseluler (besel tunggal) dan multiseluler), dan keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang tidak sama.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membuat tunas, dan secara seksual dengan membuat spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut juga dengan benang hifa.

Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membuat spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual lewat pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sampai terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara yakni spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora yakni spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap ada di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora yakni spora yang dihasilkan lewat perkawinan jamur ascomycota. Askospora ada pada askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan grup jamur Basidimycota disebut juga dengan basidispora. Basidispoa ada di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia yakni spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau mungkin saja dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Apabila udah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Rangkuman: 
  1. Reproduksi jamur unseluler: 
  2. Aseksual (Membuat tunas, membuat spora) 
  3. Seksual (membuat spora askus) 
Reproduksi jamur multiseluler: 
  1. Aseksual (Fragmentasi, zoospoa, konidia) 
  2. Seksual (Inti jantan dan inti betina bertemu, selanjutnya membuat spora askus atau spora basidium) 

Klasifikasi Fungi (Jamur) 

Sumber: seputarilmu.com
Jamur diklasifikasikan bersumber pada cara reproduksi dan susunan tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi jadi 4 divisi yakni:

Divisi Zygomycot 
Sumber: examplesof.com
Tubuh Zygomycota terbagi dalam benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mempunyai kandungan kitin.

Contoh jamur ini yakni jamur yang tumbuh pada tempe, tidak cuma itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan yang lain. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membuat spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium lalu pecah dan spora menebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membuat benang baru.

Reproduksi secara seksual dikerjakan dengan cara berikut ini: 

Dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, lalu inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal.

Zigot membuahkan kota spora yang disebut juga dengan zigosporangium dan sporanya disebut juga dengan zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) sepanjang 1-3 bulan.

Lantas zigospora akan berkecambah membuat hifa. Hifa jantan dan betina hanya arti saja, dan disebut juga jantan, apabila hifanya memberi isi sel, disebut juga dengan betina apabila menerima isi sel.

Divisi Ascomycota 
Sumber: wikipedia.org
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota yakni dapat membuahkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini serupa kantong sehigngga disebut juga dengan askus, untuk mengerti bentuk dan stuktu askus dibutuhkan penilaian yang jeli.

Reproduksi secara sesksual 

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskan secara ingkas sebagai berikut ini: 

Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membuat alat reproduksi betina yang ukurannya jadi lebh besar, yang disebut juga dengan askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut juga dengan anteridium berinti haploid (n kromosom).

Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut juga trikogin. Lewat saluran trikogin berikut ini inti sel dari anteidium geser dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga.

Sesudah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut juga sebagai hifa askogonium. Nah yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium, lalu membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan.

Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membuat sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini ada dua int. Ujung hifainilah yang nantinya akan membuat askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, mempunyai bentuk kompak, yang mudah jadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang datang dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membuat 8 buah spoa. Jadi, spoa itu terbentuk di dalam askus, lantaran itulah disebut juga dengan spora askus. Spora askus dapat menebar kemana saja karena angin. Apabila jatuh di tempat yang sesuai dengan spora askus akan tumbuh jadi benang hifa baru.

Reproduksi Secara Aseksual 

Tidak cuma reproduksi secara seksual, jamur ini bisa melakukan perkembangbiakkan secara aseksual lewat pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam.

Ada yang hitam, coklat, bahkan kebiruan, dan ada pula yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Kelompok jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Rangkuman Ascomycota: 
  1. Hidup saprofit, parasit, ada yang bersimbiosis 
  2. Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang 
  3. Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia 
  4. Reproduksi seksual dengan membuahkan spora askus
Divisi Basidiomycota 
Sumber: phylogame.org
Jamur Basidiomycota umumnya yaitu jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita peroleh pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang kaya akan bahan oganik, misalnya jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya rata-rata sama payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan yang lain, jamur-jamur itu yaitu makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya ada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Segi tubuh buah inilah yang enak dikonsumsi.

Tubuh buah atau basidiokarp yaitu tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium membuahkan 4 spora basidum. Secara singkat daur hidup Basidiomycota: Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+) pindah ke hifa (-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium keluar basidiokarpà membuat basidium à spora basidium.

Rangkuman Basidiomycota: 
  1. Adalah jamur makroskopik 
  2. Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik 
  3. Membuahkan spora basidium dari reproduksi seksualnya 
  4. Reproduksi aseksual dengan Konidia 
Divisi Deuteromycota 
Sumber: youtube.com
Jamur yang reproduksi seksualnya membuahkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang membuahkan basidium digolobgkan ke dalam Basidiomycota. Walau demikian belum tentu semua jamur yang dijumpai di alam udah di pahami cara repoduksi seksualnya.

Lebih kurang ada sekitar 1.500 jenis jamur yang belum di pahami cara reproduksi seksualnya. Akibatnya karena hal sejenis ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1.500 jamur itu. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”.

Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukanlah takson. Apabila kemudian menurut penelitian ada bentuk dari jamu ini yang di pahami proses reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota.

Sebagai cotnoh yakni jamur oncom yang semula jamur ini ada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah di teliti kenyataannya jamur ini membuahkan askus sampai dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fungi (Jamur) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fungi (Jamur). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
14 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Lumut Hati, Lumut Tanduk, Lumut Daun. Penjelasan Lengkap tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Berbagai Macam Manfaat dari Tumbuhan Lumut (Bryophyta).

Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Sumber: utility-share.blogspot.com
Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah satu divisi tumbuhan yang hidup di darat, biasanya berwarna hijau serta ukurannya kecil (bisa tidak dapat dilihat dengan memakai bantuan lensa) serta ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50cm.

Lumut hidup pada kayu, batu, pohon-pohon serta tanah. Lumut menebar hampir di semua dunia terkecuali di dalam laut. Lumut mempunyai sel yang dapat membuahkan klorofil A serta B hingga bisa membuat makanannya sendiri serta lumut berbentuk autrotof.

Lumut masuk dalam kingdom plantae di mana dalam kingdom ini mencakup seluruh organisme multiseluler serta udah berdeferensasi, dinding selnya mempunyai selulosa serta eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini nyaris semua punya sifat autrotof dengan pertolongan sinar matahari ketika berfotoseintesis.

Ciri Tumbuhan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 
  1. Memiliki ukuran kecil, ukurannya jarang yang mencapai 15cm. 
  2. Bentuk pipih seperti pita serta ada pula yang seperti batang dengan daun yang kecil. 
  3. Sel penyusun badannya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  4. Batang serta daunnya mempunyai susunan yang tidak sama: 
Selapis sel kulit, beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang mempunyai peranan sebagai akar serta menyerap makanan dari air serta garam mineral.

Susunan kulit dalam tersusun dari korteks, silinder pusat yang terbagi dalam sel penunjang atau parenkim yang memiliki bentuk memanjang, tidak mempunyai floem serta xilem.
Silinder pusat yang terbagi dalam sel parenkim yang berfungsi untuk mengangkut ari serta garam mineral.

Perkembangan pada lumut dengan cara memanjang

Susunan gametangium atau arkegonium atau anteredium mempunyai susunan yang khas yang kerap didapati pada tumbuhan paku, terlebih pada arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berupa seperti botol serta memiliki kandungan sel ovum, tetapi pada anteredium adalah gamet jantan yang berwujud bulat serta memiliki kandungan sel spermatozoid.

Daunnya cuma satu lapis sel, terkecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel daun kecil, memiliki kandungan kloroplas yang tersusun seperti jaring serta berbentuk sempit dan memanjang.

Sporogonium atau Sporofit terbagi dalam: 
  1. Tangki atau seta. 
  2. Vaginula, adalah kaki yang diselubungi oleh dinding arkegonium. 
  3. Apifisi, adalah ujung tangki atau seta yang melebar, adalah peralihan antara kotak spora serta seta. 
  4. Tudung atau kaleptra adalah yang berasal dari dinding arkegonum atas serta akan jadi tudung kotak spora. 
  5. Kolumela adalah jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora. 

System reproduksi mempunyai karakter metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara gametofit atau seksual serta sporofit atau aseksual. Reproduksi gametofit membentuk gamet jantan serta betina dalam gametofit serta reproduksi sporofit dengan spora haploid terbentuk di dalam sporofit.

Perkembang Biakan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Siklus hidup Tumbuhan Lumut atau Bryophyta berbentuk metagenesis lantaran bergantian antara reproduksi aseksual serta seksual. Awal mulanya sporofit menghasilkan spora yang akan jadi protonema, dari protonema ini gametofit dibentuk.

Generasi gametofit ini mempunyai organ reproduksi atau gametangium yang disebut dengan ateredium pada jantan serta pada betina adalah arkegonium. Gametangium di lundungi oleh bract atau daun khusus.

Anteredium berwujud bulat serta menghasilkan sperma berflagel, sedangkan arkegonium berwujud seperti botol yang memiliki bagian lebar yang di sebut perut serta bagian sempit yang sebut leher.

Fertilisasi atau pembuahan sel teluroleh anterzoid menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom yang disebut dengan 2n atau diploid. Zigot ini yang disebut awal dari sporofit lagi.

Lantas zigot membelah jadi sporofit dewasa yang sudah mempunyai kaki untuk menempel pada gametofit, seta serta kapsul di bagian ujungnya. kapsul ini adalah tempat dibuatnya spora lewat fase pada meiosis.

Setelah spora matang serta di keluarkan dari dalam kapsul, siklus hidup lumut akan mengulang dari pertama lagi.

Klasifikasi Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Hepati Cospida atau lumut hati 
Sumber: pengertianilmu.com
Lumut ini bisa diamatai dengan langsung, seperti namanya bentuk lumut ini melengkung seperti bentuk hati serta terdiri dari dua lebus, sama dengan hati.

Lumut ini melekat serta tumbuh pada tanah serta batu, daun – daun pada pohon-pohon dalam hutan daerah tropik serta pada dinding bangunan tua yang lembab. Lumut hati bisa berfotosintesis untum embuat makanannya sendiri. Susunan badannya terdiri dari akar, batang serta daun.

Lumut hati dibagi dalam dua kelompok yang bersumber pada talusnya, yaitu lumut hati berdaun serta lumut hati bertalus. Alat kelamin pada lumut ini terdapat di bagian dorsal atau belakang talus pada bentuk lumut hati berdaun terdapat pada ujung atau terminal.

Lumut hati berkembang biak dengan oogami dengan generatif serta dengan fragmentasi, tunas serta kuncup eram denga vegetatif. Dalam sponagria ada sel yangt memiliki bentuk gulungan serta disebut juga elatera, eletera akan lepas ketika kapsul terbuka, serta akan membentu memancarkan spora.

Lumut hati juyga bereproduksi dengan aseksual dengan memakai sel gemma yang berupa mangkok serta terdapat pada permukaan sporofit. Contohnya Porella serta Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae atau lumut tanduk 
Sumber: google.com
Lumut ini sama juga dengan lumut hati yaitu seperti talus tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Lumut ini berkembang biak lewat cara generatif denganmembentuk anteredium serta arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Selnya mempunyai satu kloroplas, memiliki ukuran besar serta paling besar daripada rata-rata tumbuhan lumut. Lumut ini banyak diketemukan pada tepi sungai serta danau, di pinggir jalan yang lembab serta basah serta sepanjang selokan. Misalnya Anthoceros Laevis.

Musci atau lumut daun 
Sumber: forum.o-fish.com
Musci atau lumut sejati adalah lumut yangs ering kita jumapai, itukarena tempat hidupnay yang lebih terbuka dari pada lumut lain. Bentuk lumut ini lebih menarik.

Lumut ini memiliki perbedan dengan lumut hati, yaitu dari sisi daunnya yang tumbuh pada seluruh segi sumbu paling utama atau mungkin dengan arti lain, daunnya datang dari pusat tengah lumut atau simetri radial.

Daunnya mempunyai rusuk pada bagian tengahnya serta rusuk itu tersusun di batang dengan ikuti garis spiral, panjangnya bisa beragam dari sebuah sisi dari satu inci serta mencapai satu kaki.

Dalam rusuk tengah memiliki kandungan sel yang memanjang yang berperan untuk mengangkut air serta zat hara serta lumut ini tidak mempunyai akar.

Lumut ini sama dengan lumu gambut serta lumut hara lantaran daunnya yang khas memiliki jaringan sel kecil serta memisahkan sel mati yang besar. mempunyai daya penghisap air yang amat mengagumkan. dari itu lumut bisa bertahan hidup di rawa.

Gametofit memiliki alat kelamin jantan serta betina yang ukurannya relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif denagn flagelnya, bila ada air spermatozoid bakal berenang menuju ke ovum.

Lantas hasil dari fertilisasi bakal jadi sporofit yang pada saat sporofit udah matang akan mempunyai kaki penghisap serta satu tangkai yang panjang, serta mempunyai satu kapsul yang khas. Misalnya Furaria, Sphagnum serta Aerobrysis longissima.

Peran serta Fungsi Lumut untuk kehidupan 
Sumber: id.aliexpress.com
Beberapa bentuk tumbuhan lumut mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat manfaat itu diantaranya:

Jenis lumut Marchantia polymorpha masuk dalam klasifikasi lumut hati, lumut ini bisa dipakai sebagi obat hepatitis (infeksi pada hati). serta lumut gambut seperti Sphagnum masuk dalam klasifikasi lumut daun bisa dipakai sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Klasifikasi lumut hati jenis frullania tamarisci bisa dipakai sebagai obat antiseptik. Untuk menggobati sakit jantung ada lumut jenis Cratoneuron filicinum masuk dalam klasifikasi lumut daun). Bantu menyembuhkan penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun).

Sebagai antibakteri, antikanker, menyembuhkan luka bakar serta luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati). Menyembuhkan tekanan darah tinggi serta sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun).

Faktor paling besar dari fungsi lumut untuk lingkungan yakni sebagai sumber penyedia oksigen, penyimpan air, sebagai penahan erosi, Sebagai penyedia air pada saat musim kemarau.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan Lumut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Lumut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarpendidikan.com
  2. faunadanflora.com