Showing posts with label Pengertian Sistem Saraf Tepi Manusia. Show all posts
Showing posts with label Pengertian Sistem Saraf Tepi Manusia. Show all posts
05 May 2017

Sistem Saraf Tepi Manusia

Sistem Saraf Tepi Manusia. Pengertian Sistem Saraf Tepi Manusia, Bagian-Bagian dari Sistem Saraf Tepi Manusia, Beragam Macam Sistem Saraf Tepi Manusia, dan Fungsi dari Sistem Saraf Tepi Manusia.

Sistem Saraf Tepi Manusia

Sumber: satuharapan.com
Sistem saraf tepi/perifer terdiri dari Saraf Kranial (yang berkaitan dengan otak) dan Saraf Spinal (yang berkaitan dengan medula spinalis), termasuk juga ganglia (kumpulan saraf). Sistem saraf tepi terbagi dalam beberapa sel saraf dan serabutnya yang ada di luar otak dan medulla spinalis, yang disebut sebagai penghubung ke segi tubuh yang lain. Tipe sel saraf pada sistem saraf tepi:
  1. Aferen/sensorik, yaitu sel saraf yang menghantarkan informasi dari reseptor sensorik pada tubuh menuju sistem saraf pusat. 
  2. Eferen/motorik, yaitu sel saraf yang menghantarkan informasi dari sistem saraf pusat menuju otot/kelenjar. 
Secara fungsional, sistem saraf tepi dikelompokkan lagi jadi sistem saraf somatik dan sistem saraf viseral, yang masing-masing mempunyai divisi sensorik dan motorik. Pembagian sistem saraf tepi secara fungsional yakni:

Sistem Saraf Somatik, Divisi Aferen terbagi dalam beberapa sel saraf yang menerima dan memproses input sensorik dari kulit, otot, rangka, tendon, sendi, mata, lidah, hidung dan teliga, serta menghantarkannya lewat saraf spinal dan kranial.

Divisi Eferen tersusun oleh jaras-jaras neuronal yang turun dari otak dan medulla spinalis untuk mengatur lower motor neuron. Sistem ini meregulasi kontraksi volunteer (bawah sadar) otot rangka.

Sistem Saraf Viseral, Divisi Aferen, Mencangkup susunan neural yang menghantarkan informasi sensorik dari reseptor orgar viseral (cardivaskuler, respirasi, pencernaan, reproduksi).

Divisi Eferen = Susunan saraf Otonom (SSO) yang terdiri dari serabut saraf yang datang dari otak dan medulla spinalis untuk memicu inhibisi atau eksitasi otot polos, otot jantung dan kelenjar kulit serta organ viseral. Sistem ini yaitu koordinator kegiatan viseral involunteer seperti denyut jantung dan sekreasi kelenjar.

Sistem Saraf Sadar (Saraf Kranial), Sistem saraf sadar yakni saraf yang mengatur gerakan yang dikerjakan secara sadar, di bawah kendali kesadaran kita, umpamanya tangan kita sadar bergerak untuk mengambil gelas.

Sistem saraf sadar (kraniospinal), meliputi sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf kepala disusu oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kepala terutama yang terkait dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Dua belas saraf itu meliputi:
  1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu nomor I, II, dan VIII 
  2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf III, IV, VI, XI, dan XII 
  3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor V, VII, IX, dan X 

Sistem saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf tulang punggung melayani reseptor dan efektor lain (tidak cuma reseptor dan efektor yang disarafi oleh otak). Bersumber pada aslinya, saraf itu dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor.

Pada tubuh manusia ditemui adanya pleksus (gabungan), yaitu beberapa urat saraf menyatu membentuk jaringan urat saraf. Ada 3 jenis pleksus yaitu sebagai berikut ini:
  1. Pleksus servikalis, yaitu gabungan urat saraf leher yang mengubah segi leher, bahu, dan diafragma. 
  2. Pleksus brakialis, yaitu gabungan urat saraf lengan atas yang mengubah segi tangan 
  3. Pleksus lumbo sakralis, yakni gabungan urat saraf punggung dan pinggang yang mengubah segi pinggul dan kaki. 
Sistem Saraf tidak Sadar (Saraf Otonom). Beragam macam jenis sistem saraf yang udah dibicarakan di awal yaitu sistem saraf sadar. Di samping sistem saraf sadar, kita memeliki sistem saraf tidak sadar atau otonom, yang bekerja secara otomatis, tidak di bawah kehendak saraf pusat, umpamanya yakni denyut jantung, gerak alat pencernaan, dan pengeluaran keringat.

Sistem saraf ini terdapat khusus di sumsum tulang belakang. Susunan saraf otonom terdiri atas susunan saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Perbedaan susunan antara saraf simpatetik dan parasimpatetik terdapat pada posisi ganglion.

Saraf simpatetik memiliki ganglion yang terdapat di sepanjang tulang punggung yang menempel pada sumsum tulang belakang sampai memiliki serabut preganglion pendek dan memiliki serabut postganglion yang panjang.

Demikian sebaliknya, saraf parasimpatetik memiliki serabut praganglion yang panjang dikarenakan ganglion menempel pada organ yang dibantu efektor dan memiliki serabut postganglion pendek. Serabut praganglion yang disebut di sini yakni serabut saraf yang keluar dari ganglion.

Sistem saraf simpatetik. Sistem saraf simpatetik terdapat di depan ruas tulang belakang dan terkait serta bersambung dengan sumsum tulang belakang lewat serabut saraf.

Sistem saraf parasimpatetik. Susunan saraf parasimpatetik berupa jaringan susunan saraf yang berkaitan dengan ganglion-ganglion yang menyebar di seluruh tubuh. Peranan susunan saraf parasimpatetik yaitu kebalikan dari fungsi saraf simpatetik.

Biasanya kedua sistem dari saraf otonom bekerja di satu organ atau organ yang sama, umpamanya saja sistem simpatetik yang mengeluarkan hormon norepinephrin yang meningkatkan kecepatan dari denyut jantung, dan sistem parasimpatetik yang mengeluarkan hormon asetikolin. Di mana hormon ini akan memperlambat denyut jantung lantaran kerja dari hormon norepinephrin itu.

Sistem Saraf Kraniospinal. Yang ketiga yakni sistem saraf Kraniospinal. Sistem saraf Kraniospinal dibagi jadi dua bentuk, yaitu sistem saraf spinal dan sistem saraf cranial. Untuk sistem saraf spinal dibangun dari 31 pasang saraf, di mana kesemuanya keluar lewat sumsum tulang belakang.

Lantas itu, untuk sistem saraf Kranial dibangun dari 12 pasang saraf, di mana kesemuanya keluar langsung dari otak. Saraf spinal melayani efektor lain dan reseptor yang ada di dalam tubuh. Lantas itu untuk saraf cranial berkaitan ke efektor daerah kepala dan reseptor daerah kepala itu.

Saraf Spinal 

Pasangan saraf terbentuk pada sumsum tulang belakang. Di tubuh manusia ada 31 pasang saraf. Dan setiap saraf yang keluar lewat celah, di mana celah itu terbentuk di antara 2 vertebra.

Perlu Anda pahami bila setiap pasang saraf itu akan merespon rangsang dari aktivitas tubuh, terlebih di luar daerah kepala. Semua saraf spinal yakni gabungan antara motorik atau eferen dan saraf sensorik atau aferen. Untuk saraf spinal berhubungan ke sistem kerja dari saraf otonom.

Saraf Kranial 

12 pasang saraf yang keluar dari permukaan belakang otak manusia, dibagi jadi saraf motorik dan saraf sensorik. Keduabelas pasang saraf cranial itu menerima informasi juga mengaturnya ke dalam bentuk tindakan, lewat beragam macam sisi kepala dan organ tubuh, misalnya saja telinga, mata, lidah, hidung, bersama muka.

Walaupun apabila dilihat saraf cranial ini umumnya Cuma merespon rangsang pada sekitar daerah kepala, namun ada beberapa pasang saraf yang juga merespon kotak suara, detak jantung, pangkal tenggorokan, saluran pencernaan, dan paru-paru.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Saraf Tepi Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Saraf Tepi Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Saraf Tepi Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com