Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts
01 July 2015
Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya

Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya

Contoh Cerita Anekdot Lucu Beserta Pengertiannya – Anekdote merupakan cerita yang mengandung kisah jenaka. Menurut KBBI, anekdote merupakan kisah jenaka/lucu yang menarik dan mengesankan. Anekdot dapat menceritaan kisah/kejadian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Cerita yang disampaikan cukup singkat dan penuh makna. Dalam cerita jenaka tersebut, dapat tersimpan maksud untuk menghibur atau dapat pula untuk menyindir seseorang. 

Tujuan Anekdot


Teks anekdot memiliki tujuan sebagai berikut:

- Menghibur. Ciri khas teks anekdote ialah menceritakan peristiwa-peristiwa lucu yang dapat membangkitkan tawa dan bertujuan untuk menghibur pemirsa. 
- Menyampaikan makna/Nasehat melalui candaan. Meski anekdote merupakan kisah jenaka namun banyak juga digunakan untuk menyampaikan nasehat atau sindiran kepada seseorang melalui kisah jenaka tersebut.

2 Contoh Cerita Anekdot Lucu 


[Contoh 1] Ada Fiesta?

Suatu sore hari, adik menangis ingin makan pakai Nugget Fiesta kesukaannya. Namun, ketika Ibu akan menggorengkan nugget, ternyata persediaannya telah habis. Lantas, Ibu menyuruhku untuk membeli beberapa nugget Fiesta di Alfamart depan simpang rumah. Saya pun memenuhi perintah Ibu membeli nugget Fiesta di Alfamart tersebut. Sesampainya di sana Saya langsung masuk, Saya disambut karyawan Alfamart dengan ramah. Saya langsung mencari nugget Fiesta, namun Saya tak kunjung menemukannya. Sehingga Saya pun menanyakan kepada petugas Alfamart di kasir,

Saya : Mas, Ada Fiesta?
Petugas : Fiesta? Oh ada. Kakak mau rasa apa Fiesta-nya?
Saya : Sekarang Fiesta ada sensasi rasa?
Petugas : Ada kakak, sekarang Fiesta tersedia dalam berbagai varian rasa. Biar gak bosen, wanginya beraneka macam, dan pasti tetap nyaman. Mau rasa apa? Strawberry, Vanila, chocolate, dan lain-lain.
Saya : Mas, Saya mau beli Fiesta Chicken Nugget. -__-
Petugas : Oh, maaf kakak. Saya kira Kakak mau beli Fiesta yang lain :D. Kebetulan Fiesta Chicken nugget persediaan kami sedang kosong kakak. 
Saya : Yaelah... Yasudah, Terima kasih Mas. 


Advertisement
[Contoh 2] Kena Tilang

Akhirya Tono mendapatkan skuter matiknya. Sudah lama ia meminta kepada ayahnya untuk dibelikan motor matik agar tidak telat ke sekolah. Tono pun tancap gas menuju sekolahnya. Perjalanan ke sekolah hari itu terasa amat menyenangkan, bibirnya pun tak berhenti tersenyum. Namun ketika di perjalanan, terjadi insiden yang tidak diharapkan, Tono dikejar polisi dan dipaksa untuk menghentikan perjalanannya. Tono pun mengarahkan motornya ke bahu jalan.

Polisi : Selamat siang dik?
Tono : Siang Pak, Salah saya apa Pak? 
Polisi : Adik tahu, tadi arti lampu merah???
Tono : Iiiya, tahu pak.  lampu merah artinya berhenti pak. 
Polisi : Lantas kenapa Adik menerobos jalan saat lampu merah???
Tono : Maaf pak,Saya gak liat kalu dibelakang saya ada bapak, hehhee.
Polisi : Kamu ini. Coba tunjukkan SIM, KTP, dan STNK!
Tono : (mengeluarkan dokumen-dokumen dari dalam dompetnya). Ini Pak.
Polisi : (mengecek dokumen yang diberikan Tono). Mana SIM – nya???
Tono : Pak, ini SIM saya satu-satunya. Bisa kacau kalau Saya berikan ke Bapak.
Polisi : Saya tidak peduli, cepat keluarkan SIM nya!
Tono : iiiya Pak, tunggu sebentar. (membuka jok motornya untuk mengambil SIM). Ini Pak, SIM saya. 
Polisi : (Melihat, mengamati, dan mencermati SIM yang diberikan Tono). Apa ini?
Tono : Bapak tadi minta Saya mengeluarkan SIM saya kan pak? iya ini SIM saya satu-satunya pak.
Polisi : Kamu mau membodohi Saya ya? SIM itu Surat Ijim Mengemudi bukan Subscriber Identity Member alias kartu SIM.
Tono : Ohh gitu, seharusnya Bapak memberitahu Saya dari awal kalau SIM yang Bapak maksud adalah Surat Ijin mengemudi, bukan SIM kartu HP Pak. Ah Bapak Kan jadi Mubazir energi saya terbuang begitu saja.
Polisi : Hey! kamu ngajarin Saya??? Mana SIM kamu, cepat keluarkan !
Tono : Hehe, iya pak maaf. Saya belum memiliki surat ijin mengemudi Pak?
Polisi : Lantas kenapa kamu berani mengemudikan kendaraan di jalan raya? Kamu tahukan rasanya ditilang?
Tono : Tilang pak??? aduh jangan dong pak, kita pakai cara damai sajalah pak.
Polisi : Kamu mau mencoba menyuap saya??? Berani-beraninya kau. (menulis keterangan ditilang diatas kertas berwarna meriah).Kamu saya tilang karena menerobos lampu merah dan tidak memiliki SIM, ini surat tilang motor kamu. Sampai bertemu dipengadilan.
30 June 2015
Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik)

Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik)

Contoh Wacana Tentang Kesehatan Masyarakat (Terbaik) - Di bawah ini adalah dua buah contoh wacana tentang kesehatan masyarakat.

Wacana 1 


Perangi Nyamuk Demam Berdarah dengan 3 M

Hewan pengganggu yang satu ini memang berukuran kecil, tetapi jangan meremehkan dampak gigitannya. Sekali saja mereka menggigit, maka Anda akan terkena penyakit demam berdarah yang sangat berbahaya. Apa itu demam berdarah? Demam berdarah adalah penyakit menurunnya trombosit atau sel darah merah dalam tubuh akibat virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegpty.

Virus ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan kematian bagi sebagian orang. Bahkan pada beberapa waktu yang lalu, pemerintah pernah menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa di berbagai daerah. Gejala ini diawali dengan demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius dan hari berikutnya demam tersebut akan turun seolah-olah penderita telah sembuh, tetapi sebenarnya pada masa itu virus sedang dalam masa inkubasi, kemudian tubuh akan kembali panas.

Satu-satunya cara untuk mencegah virus ini adalah dengan menekan pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, yaitu dengan melakukan gaya hidup 3 M di lingkungan rumah kita. Apakah 3 M itu? M yang pertama adalah menguras. Kita harus rajin menguras bak mandi karena disanalah tempat – tempat yang ideal bagi nyamuk untuk menaruh telur-telurnya. Lakukan kegiatan menguras ini minimal seminggu tiga kali, sehingga telur-telur nyamuk yang ada di sana tidak akan sempat menetas.

M yang kedua adalah mengubur barang-barang bekas. Kuburlah semua barang-barang bekas yang dapat memungkinkan menampung air, seperti kaleng bekas, ban bekas, dan lain-lain, sehingga nyamuk tidak bisa berkembang di dalamnya.

M yang terakhir adalah menutup tempat-tempat penampungan air di rumah. Tutuplah semua wadah-wadah penampungan air, seperti ember, vas bunga, dan lain-lain, dengan begitu nyamuk tidak memiliki tempat untuk berkembang biak.

Demikianlah upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri kita dari penyakit demam berdarah ini. Dengan gerakan 3 M ini maka dipastikan nyamuk tidak akan memiliki tempat berkembang di rumah, sehingga kita bisa terbebas dari demam berdarah.


Advertisement

Wacana 2


Hidup Bersih Membawa Nikmat

Kita sering sekali melihat slogan – slogan tentang kebersihan di berbagai tempat. Contohnya adalah, kebersihan adalah sebagian dari iman, bersih itu sehat, dan lain-lain. Tulisan-tulisan tersebut benar adanya, bahwa kebersihan itu sangatlah penting dalam kehidupan kita. Dengan kebersihan, tentunya kita akan terhindar dari segala macam penyakit. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar kuman dan virus sumber penyakit berasal dari tempat yang kotor.

Oleh sebab itu, kita harus menjaga kebersihan, dimulai dari kebersihan diri kita sendiri hingga kebersihan lingkungan sekitar kita. Menjaga kebersihan diri bisa dimulai dari memotong kuku secara rutin, karena kuku adalah tempat yang paling kotor diantara seluruh bagian tubuh kita. Di sanalah hidup berbagai macam penyakit. Selain memotong kuku, mandi dua kali sehari juga cukup untuk membuat tubuh kita tetap sehat.

Setelah kebersihan tubuh terjamin, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Ada pepatah yang mengatakan kualitas manusia tergantung dengan kebersihan lingkungannya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan berarti menjaga kualitas hidup kita. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membersihkan selokan, membersihkan sampah, dan masih banyak lagi. Apabila lingkungan bersih, maka kita manusia yang tinggal di dalamnya akan merasa aman dan nyaman, serta jauh dari penyakit yang mengintai.

Oleh karena itu, dengan terjaganya kebersihan, baik kebersihan diri dan lingkungan kita, maka tiada penyakit yang mendekat, sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dan berkualitas. 
Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap

Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap

Contoh Wacana Pendidikan Karakter Lengkap - Di bawah ini adalah contoh wacana pendidikan mengenai pendidikan karakter, semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat buat Anda. 

Membentuk Generasi Baik dengan Pendidikan Karakter

Runtuhnya moral, akhlak, maupun karakter yang ada pada masyarakat saat ini merupakan suatu permasalahan yang sudah bukan rahasia lagi. Pergaulan bebas dikalangan remaja, seperti penggunaan narkoba dan seks bebas juga bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi terjadi juga hingga ke pelosok-pelosok negeri. Mengapa semua hal ini bisa terjadi? Apakah nilai-nilai kita sebagai bangsa timur telah tergerus dengan budaya-budaya barat, atau apakah ini bagian dari evolusi manusia?

Jika diruntut hingga ke akar permasalahannya, pendidikan adalah penyebab dari masalah itu semua. Lalu mengapa masalah tersebut ada pada pendidikan? Bukankah kita telah banyak menciptakan orang-orang pintar nan genius yang bahkan telah diakui hingga ke seluruh penjuru dunia? Memang benar pendidikan kita telah menciptakan orang-orang pintar, tetapi tidak menciptakan orang-orang berakhlak atau bermoral, sehingga para orang pintar itu malah memintarkan alias menipu orang lain (korupsi).

Pendidikan saat ini yang hanya menekankan pada hasil bukan proses di anggap telah gagal menciptakan generasi yang baik, sehingga saat ini pendidikan karakter dianggap penting untuk dilakukan dalam rangka memperbaiki moral bangsa Indonesia. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, sehingga mereka memiliki karakter yang baik di dalam dirinya. Dalam pendidikan karakter sendiri, ada 18 nilai-nilai moral yang baik untuk ditanamkan pada siswa-siswa di sekolah, diantaranya adalah: 

Nilai religius, yaitu sikap yang ditanamkan untuk patuh dalam melaksanakan ajaran agama, karena semua agama baik dalam mendidik umatnya. Oleh karena itu, jika siswa memiliki nilai religius di dalamnya, maka mereka akan cenderung berperilaku yang baik pula.

Kejujuran, yaitu sikap yang didasari untuk selalu berkata dan berperilaku dengan jujur, sehingga para siswa kelak akan menjadi orang baik yang selalu dapat dipercaya, baik dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaannya.

Toleransi, adalah sikap atau tindakan yang ditanamkan untuk selalu menghargai perbedaan-perbedaan di dalam lingkungan, sehingga kelak akan tercipta masyarakat yang hidup dengan damai.

Disiplin, merupakan sikap yang menunjukan perilaku taat terhadap aturan yang berlaku. Nilai ini ditanamkan kepada siswa, agar kelak mereka tumbuh menjadi masyarakat yang patuh terhadap hukum.

Advertisement
Kerja keras, yaitu sikap yang ditanamkan untuk selalu berusaha dan tidak mengenal putus asa. Hal ini ditanamkan kepada siswa agar menjadi pribadi yang tangguh di masyarakat.

Kreatif, bermakna sebagai daya imajinasi yang harus dilatih dan dikembangkan di dalam diri siswa untuk mandiri, dan tidak menjadi pribadi yang konsumtif dalam kehidupannya.

Demokratis, yaitu nilai yang ditanamkan kepada siswa untuk berfikir dan bersikap dengan menghargai kewajiban dan hak orang lain, sehingga kelak akan terwujud masyarakat yang demokratis.

Rasa ingin tahu, adalah sikap yang selalu berupaya mencari tahu segala sesuatu dengan cara menggalinya lebih dalam mengenai apa yang dipelajari dan dilihatnya, sehingga mereka kelak akan menjadi masyarakat yang cerdas.

Semangat Kebangsaan, merupakan perilaku yang menjadikan dirinya rela berkorban untuk bangsanya. Siswa juga sebaiknya mempunyai rasa cinta tanah air, yaitu sikap yang menempatkan kepentingan Negara di atas kepentingan kelompoknya. Jika para siswa memiliki nilai-nilai ini, maka mereka akan mengabdikan diri sepenuhnya demi kepentingan Negara dan masyarakatnya.

Menghargai Prestasi, termasuk sikap untuk mendorong siswa berprestasi dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Sikap ini sangat berguna untuk memacu siswa berkarya dan berprestasi.

Bersahabat/Komunikatif, yaitu sikap yang mendorong siswa untuk berperilaku yang ramah terhadap sesama teman, sehingga mereka bisa menjadi teman yang baik untuk orang lain.

Cinta Damai, yaitu sikap yang mendorong siswa untuk menjauhi pertengkaran dan mengutamakan musyawarah, sehingga kedamaian akan tercipta di dalam masyarakat kelak.

Gemar Membaca, merupakan dorongan bagi siswa untuk rajin membaca karena buku adalah jendela ilmu, sehingga para siswa akan memiliki wawasan yang luas.

Peduli Lingkungan, adalah sikap yang mencintai dan menghargai alamnya, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang menjaga kelestarian alam karena alam adalah tempat tinggal yang harus dijaga.

Peduli Sosial, yaitu sikap yang menghargai orang lain di dalam masyarakat. Nilai ini perlu ditanamkan agar mereka tumbuh menjadi orang yang peduli dan mau membantu sesama.

Terakhir adalah tanggung jawab, dimana perilaku ini akan mendorong seseorang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, baik tanggung jawab sebagai seorang warga Negara, maupun tanggung jawab sebagai seorang manusia.

Jika semua nilai-nilai tersebut ditanamkan di dalam semua kegiatan belajar mengajar, maka niscaya akan tumbuh pribadi – pribadi yang pintar dan berakhlak sebagai penerus bangsa, sehingga niscaya bangsa ini akan terhindar dari degradasi moral dan menjadi suatu Negara yang penuh dengan masyarakat yang memiliki karakter.  
Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail - Wacana adalah segala sesuatu yang berbentuk tulisan, perkataan, atau ucapan yang bersifat kontekstual. Wacana juga dapat diartikan sebagai kumpulan kalimat yang saling berangkai membentuk suatu kesatuan makna yang padu dan utuh. Dalam strata kebahasaan, wacana ditempatkan pada posisi teratas, karena wacana merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar di dalam sebuah bahasa. 

Wacana dapat berbentuk kata, kalimat, paragraf atau bahkan karangan utuh yang memiliki amanat lengkap seperti pada buku atau pun artikel. Kalimat – kalimat yang menyusun sebuah wacana haruslah kalimat yang padu dan sesuai dengan konteks, bukan kalimat – kalimat yang saling terputus dan lepas konteks. Oleh karena itu, wacana dapat diartikan juga sebagai tulisan atau perkataan yang memiliki keutuhan unsur – unsur makna dan konteks yang melingkupinya. 


Contoh Wacana 


Lawan Kanker dengan Buah Tomat

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado. Padahal, buah tomat mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen. Meskipun, zat ini banyak terkandung di dalam buah – buahan yang berwarna merah, tetapi persentase kandungan zat likopen yang terbesar ada di dalam buah tomat. 

Zat likopen adalah zat yang berfungsi sebagai zat antidioksida dan mampu menangkal radikal bebas, yaitu zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Radikal bebas yang tidak terkontrol inilah yang akan memicu pertumbuhan sel kanker. Namun, dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel – sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang. Sel-sel kanker yang dapat ditekan oleh zat likopen ini adalah sel kanker epitel, seperti kanker colon, prostat, dan kanker paru – paru. 

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketika proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur. 

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi buah tomat, terutama bagi para perokok aktif yang tubuhnya banyak dimasuki oleh radikal bebas, sehingga mencegah sel kanker berkembang di dalam tubuh kita.    

Advertisement


Contoh Analisis Wacana


Dalam analisis sebuah wacana, ada tiga bagian yang akan dianalisis, yaitu bentuk wacana, isi wacana, keutuhan wacana, dan topikalisasi. Di bawah ini adalah contoh analisis wacana pada wacana di atas.

A. Bentuk Wacana

1. Naratif

Wacana di atas adalah wacana naratif yang berfungsi untuk menceritakan sesuatu kepada para pembaca. Wacana ini memiliki bentuk yang lebih ringkas dan dicirikan dengan paragraf pembuka, isi dan penutup. Pada wacana di atas, diawali dengan kalimat pembuka yang menceritakan tentang buah tomat. Kemudian di lanjutkan dengan bagian isi yang menceritakan fungsi dan cara kerja zat likopen. Dan diakhiri dengan kalimat penutup pada paragraf akhir.

2. Jumlah Paragraf

Wacana di atas terdiri dari 4 paragraf yang masing – masing memiliki fungsi sebagai paragraf pembuka, isi, dan penutup. 

B. Isi Wacana

Isi wacana di atas berupa:

1. Memaparkan fungsi zat likopen di dalam tubuh 
2. Cara kerja zat likopen dalam menghentikan perkembangan sel kanker

C. Keutuhan Wacana

1. Kohesi

Kohesi adalah hubungan antar kalimat atau paragraf, yang menyebabkan kalimat atau paragraf tersebut menjadi padu, sehingga menjadi sebuah wacana yang utuh.

Wacana di atas menggunakan pola hubungan konjungsi, Contohnya adalah :

Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur.

Kata Namun, pada wacana tersebut berfungsi sebagai konjungsi yang menghubungkan antar kalimat, sehingga kalimat tersebut menjadi padu.

2. Koherensi

Koherensi dalam wacana terjadi karena adanya keterkaitan pada setiap kalimat secara semantis. Keterkaitan – keterkaitan tersebutlah yang menyebabkan kepaduan di dalam sebuah wacana.

Pada wacana di atas, ada beberapa pola koherensi, diantaranya adalah :

a. Pola sebab – akibat

Dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel – sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang.

b. Pola penambahan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado.

c. Pola pertentangan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado. Padahal, buah tomat ini mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen.

D. Topikalisasi

Topikalisasi adalah penandaan topik dalam sebuah wacana yang saling mendukung antar bagian dalam membentuk suatu gagasan utama. Dalam wacana ada dua jenis topikalisasi, yaitu:

1. Topikalisasi antar kalimat

Topikalisasi ini terjadi bila ada sebuah kalimat yang mengandung gagasan utama dan didukung oleh kalimat – kalimat lain.

Contoh :

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dionsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebakan zat likopen hancur.

2. Topikalisasi antar paragraf

Topikalisasi antar paragraf terjadi apabila, suatu gagasan utama terletak pada salah satu paragraf dan paragraf lain mendukungnya.

Contoh :

Pada wacana di atas, gagasan utamanya terletak di bagian paragraf pertama yaitu, buah tomat mengandung zat likopen yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Kemudian, didukung oleh paragraf, paragraf selanjutnya yang menjabarkan, fungsi zat likopen, cara kerja zat likopen, dan anjuran memakan buah tomat. 
Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur – Dongeng merupakan bentuk karya sastra yang mengisahkan suatu cerita yang berasal dari imajinasi (fiksi) atau kisah yang turun temurun namun berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga seolah-olah seperti kejadian nyata di mata masyarakat. Dongen bertujuan untuk menyampaikan ajaran-ajaran norma-norma yang berlaku sebagaimana di masyarakat, selain itu juga bersifat menghibur. Dongeng dapat menceritakan kisah-kisah kehidupan hewan (fabel); hal-hal ghaib (mith); cerita kepahlawanan (sage); cerita asal-usul suatu tempat (legenda); cerita jenaka; atau cerita yang penuh akan nasihat-nasihat. Dongeng sering dibacakan di depan umum bermaksud untuk menghibur atau memberi nasihat. Selain itu, dongeng juga sering dibacakan sebagai pengantar tidur buah hati anda, konon membiasakan membacakan dongeng kepada anak sebelum tidur akan membantu perkembangan anak, terutama terkait dengan kemampuan bahasa dan berfikir serta imajinasi anak. Kali ini kelasindonesia.com akan membuatkan satu contoh dongeng pengantar anak tidur yang menarik dan penuh makna. 

Putri Kemuning


Alkisah menceritakan sebuah Kerajaan Kertajaya yang dipimpin oleh Raja Amunra. Raja Kertajaya terkenal amat baik dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Sehingga banyak pendatang yang masuk ke Kerajaan Kertajaya untuk mendapat perlindungan dan hidup tentram. Raja Amunra hidup bersama putri semata wayangnya, Putri Kemuning yang terkenal sangat cantik dan baik hati. Sementara istri raja telah meninggal beberapa tahun silam. 

Sementara itu, Raja Burna dari Kerajaan Dwipangga terkenal amat pelit dan medit terhadap rakyatnya. Raja Burna memunguti upeti yang tinggi kepada rakyatnya. Sehingga banyak rakyat Kerajaan Dwipangga bermigrasi ke Kerajaan Kertajaya. Hal ini membuat Raja Burna amat geram. Karena rakyatnya banyak yang pergi ke Kerajaan Kertajaya, Kerajaan Dwipangga mengalami devisit ekonomi yang biasa diambil dari upeti rakyat. Upeti yang ditetapkan oleh Kerajaan Dwipangga amat besar tentu sangat memberatkan para rakyat. Akhirnya, Raja Burna pun mengirim surat untuk Raja Amunra agar tidak menerima rakyat dari kerajaannya, jika tidak Raja Burna akan memerangi Kerajaan Kertajaya dengan peperangan. Namun permintaan dalam surat dari Raja Burna ditolak oleh Raja Amunra. Ia mengatakan bahwa, kerajaannya senantiasa terbuka lebar bagi orang-orang yang ingin memasukiya, dan Raja Amunra akan melindungi segenap darah yang ada di kerajaannya. Raja Amunra menambahkan, bahwa dirinya tidak menginginkan peperangan karena peperangan akan membuat banyak darah yang tertumpah. Setelah membaca Raja Burna memerintahkan prajuritnya untuk menyiapkan peperangan melawan Kerajaan Kertajaya. Raja Burna memerintahkan prajurit untuk memberikan surat kepada Raja Amunra, bahwa menolak perintah Raja Burna sama artinya dengan mengajak peperangan. Dalam surat itu juga mengatakan bahwa Raja Burna akan menyerang Kerajaan Kertajaya. Raja Amunra diberikan waktu selama tiga hari untuk mempersiapkan peperangan melawan Kerajaan Dwipangga.

Raja Amunra sangat menyayangkan keputusan Raja Burna yang sangat egois. Raja Amunra mengumpulkan semua prajurit kerajaan dan memberikan perintah untuk persiapan perang. Para prajurit kebingungan, sudah lama sekali mereka tidak berperang, sehingga mereka merasa tidak siap untuk peperangan kali ini. Raja Amunra mengetahui kegelisahan yang dirasakan oleh para prajurit, namun Raja memberikan semangat dan energi positif kepada para prajurit bahwa mereka akan memenangkan peperangan ini. Dalam waktu yang amat singkat tersebut, para prajurit mempersiapkan peralatan peperangan. Seluruh rakyat mendoakan akan kemenangan Raja Amunra dalam peperangan itu, tak terkecuali dengan putri semata wayangnya Kemuning. Ia sangat khawatir dengan peperangan ini, Ia bersikeras untuk dapat mengikuti perang agar bisa melindungi Baginda, namun Ayahnya menolak. Raja Amunra berpesan kepada putrinya, bahwa sang putri tak perlu menjaga Raja dari Kerajaan Kertajaya, yang harus dilakukan oleh puti adalah menjada Kerajaan Kertajaya, menjaga rakyatnya agar tidak merasa gelisah dan takut. Karena pesan itu, akhirnya sang putri pun mau menuruti permintaan Raja Kertajaya yang tak lain adalah ayahnya. 

Advertisement
Pasukan Kerajaan Dwipangga telah sampai di pintu gerbang Kerajaan Kertajaya. Semua pasukan telah siap diposisi masing-masing, perang ini dipimpin langsung oleh sanga raja. Karena sedikitnya pasukan, Raja meminta rakyat laki-laki untuk membantu menjalankan perang. Sementara anak-anak dan wanita bersembunyi ke suatu tempat persembunyian rahasia yang dipimpin oleh Putri Kemuning. Peperangan pun terjadi, persenjataan yang sangat sederhana membuat Kerajaan Kertajaya diambang kekalahan. Para pasukan dan rakyat gelisah dan ketakutan banyak diantara mereka yang telah menemui ajal dalam peperangan. Melihat kondisi yang demikian, akhirnya Raja Kertajaya pun menyatakan mundur dari peperangan. Raja Burna memerintahkan semua pasukan untuk mengumpulkan  semua sandera yang meliputi rakyat, pasukan dan Raja Kertajaya di depan halaman kerajaan. 

Sementara disi lain, sang putri menenangkan kekhawatiran para wanita dan anak-anak. Sang putri menanyakan kabar peperangan kepada penjaga yang berjaga di pintu ruang rahasia. Sang putri amat terkejut dengan kabar yang diberikan oleh penjaga, bahwa kerajaan telah ditaklukan dan raja di sandera. Ingin sekali sang putri menyelamatkan ayahnya, namun ia ingat akan pesan ayahnya bahwa ia harus melindungi  para anak dan wanita. Di halaman kerajaan, Raja Burna memerintahkan kepada pasukan untuk mencari putri dan rakyat lainnya. Raja Amunra berkali-kali meminta kepada Raja Burna untuk membiarkan rakyatnya hidup damai. Pasukan Raja Burna berhasil menemukan lokasi persembunyian putri dan membawanya kehadapan Raja Burna. 

Raja Amunra : Kemunging mengapa kamu tidak lari dari sini?
Putri : Aku bukan pengecut ayah. Aku akan menyelamatkan Raja dan Kerajaan Kertajaya. 
Raja Burna : Wah wah wah,,, jadi ini Putri Kemuning. Hmmmm, Kau memang cantik, menarik, energik, dan percaya diri. Kau tak pantas menjadi sanderaku, tapi kau sangat pantas menjadi permaisuriku... Hahahaha.
Putri : tidak, aku tidak ingin menjadi permaisuri dari raja yang kejam.
Raja Burna : Putri, hati-hati dengan ucapanmu. Aku tak ingin melukai kulitmu yang mulus. 
Raja Amunra : Jangan Raja, Jangan kau sentuh putriku. Hukum saja aku karena tak memenuhi permintaanmu. Kau boleh minta apapun dariku, asal kau jangan celakai putriku. 
Raja Burna : benarkah itu Raja??? Baik kalo begitu, aku ingin putrimu, dengan begitu akan ku biarkan kau dan rakyatmu hidup bebas di kerajaan ini, satu lagi kau harus menyerahkan upeti bulanan ke kerajaanku. Setuju?
Raja Amunra : tidak, jangan putriku.
Raja Burna : Baik. Prajurit!!!! Habisi semuanya jangan ada yang tersisa.
Putri : Tunggu!!! Aku setuju.
Raja Burna : apa katamu putri??
Putri : aku setuju menjadi permaisurimu.
Raja Burna : pilihan cerdas. Prajurit!!! Lepaskan semua sandera. Dan kau raja, siapkan pernikahanku dengan putri dalam tiga hari. Ayo pergi.

Raja Burna dan pasukan meninggalkan kerajaan Kertajaya, semua sandera dilepaskan.

Raja Amunra :   putriku, mengapa kau melakukan ini?
Putri : sesuai janjiku ayah, aku akan melindungi Raja dan Kerajaan Kertajaya. Jangan khawatirkan aku ayah,  aku baik-baik saja. Pernikahan akan berlangsung tiga hari lagi, banyak hal yang harus kita persiapkan. 

Hari pernikahan Raja Burna dan putri pun tiba. Pesta pernikahan sangat megah dan meriah, semua rakyat menikmati pesta ini. Sesuai perjanjian, sang putri akan ikut ke kerajaan Dwipangga, dan Raja Amunra, harus tetap membayar upeti tiap bulan. Baik putri maupun raja, tidak merasakan kebahagian akan pernikahan mereka. Sesampainya di Kerajaan Dwipangga, putri disambut oleh keluarga kerajaan. Ibu Suri amat senang menyambut kedatangan putri, karena akhirnya Pangeran mau menikah dengan seorang putri pilihannya sendiri. Pangeran Burna memang sangat kejam, namun ia sangat menyayanngi ibunya. Ibu suri bercerita banyak tentang pangeran kepada putri, hingga akhirnya putri pun memahami dengan sikap sang pangeran. Selama menikah, sang putri memperlakukan sang pangeran dengan amat baik, hingga hal tersebut membuat pangeran luluh pada sang putri. Makin lama mereka pun makin dekat satu sama lain, hingga pangeran pun berubah dalam memimpin. Kini sang pangeran menjadi lebih bijaksana dan mementingkan rakyat dibanding kepentingannya. Tentu saja ini membuat Raja Amunra senang, karena rakyat dan kerajaanya tidak lagi membayar upeti yang membuat rakyanya miskin. Begitu hebatnya kebaikan Putri Kemuning Putri dari Kerajaan Kertajaya yang dapat meluluhkan hati raja yang keji Pangeran Burna, rakyat pun bahagia.

29 June 2015
Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru)

Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru)

Pengertian dan Contoh Puisi Bebas (Lengkap Terbaru) - Puisi bebas adalah bentuk puisi yang dibuat dengan tidak mematuhi atau keluar dari aturan baku penulisan puisi, seperti jumlah baris, rima, sajak, dan pemilihan kata. Namun, puisi  ini berbeda dengan puisi kontemporer yang hanya memperhatikan bentuk dan bunyi, puisi bebas lebih menekankan pada isi puisi yang merupakan daya imajinasi atau perasaan hati dari sang penulis yang diungkapkan dalam bentuk kata – kata puitis sehingga memiliki nilai – nilai estetika yang tinggi.

Puisi bebas ini dijadikan sebagai media untuk mengungkapkan segala macam bentuk perasaan yang dirasakan  oleh pemiliknya, seperti marah, kesal, senang, bahagia, jatuh cinta, dan lain – lain, atau pun pengalaman – pengalaman penulisnya akan suatu hal. Temanya pun bermacam – macam, misalnya tentang alam, kehidupan, percintan, maupun sosial. Di bawah ini adalah contoh – contoh puisi bebas terlengkap. 

Contoh Puisi Bebas



AKU

Aku bukanlah burung kenari
Yang terbang bebas ke seluruh penjuru 
Hinggap di semua dahan, tanpa peduli sekitar 
Aku bukanlah sang Lebah 
Yang berani melawan sang musuh 
Menghampiri setiap bunga di taman, tanpa rasa malu
Aku bukanlah kupu – kupu 
Yang dipuja – puji akan keindahan tubuhnya
Menari – nari menggoda sang kuntum,  tanpa henti
Aku bukankah sang ular
Yang tenang datang menghampiri tanpa hawa kehadiran
Kemudian mematuk dalam diam

Tapi, aku hanyalah sebongkah batu karang
Diam, tenang dalam amukan sang badai
Aku hanyalah setangkai bunga lalang
Hilang, tertutup bayangan bunga mawar
Aku hanyalah sebuah kursi kayu tua
Keropos, terpinggirkan, dimakan usia
Menunggu ajal tiba di peraduan senja 



Advertisement
Secangkir Kopi

Secangkir kopi di penghujung hari
Menyambut tenggelamnya sang mentari
Menanti dirimu yang tak kunjung datang

Di manakah dirimu wahai kekasihku
Termenung aku sendiri di dalam sedihku
Tanpa seorang pun yang mau menyapaku
Di manakah dirimu wahai kekasihku
Meninggalkan aku tanpa senyummu
Senyum yang menghiasi hari – hari ku

Secangkir kopi menyambut mentari
Tetap menemaniku menatap kelamnya hari
Tanpa dirimu di sisiku wahai kekasih



Nyanyian Pagi

Berbisik angin masuk melalui kupingku
Membangunkan jiwa yang tertidur pulas
Tersenyum mentari kepadaku
Menerobos jendela kamar tidur ini

Dengan hati riang ku sambut pagiku
Yang penuh dengan kehangatan
Kehangatan dari sang mentari pagi 
Tak akan pernah habis hingga nanti


Masa itu telah pergi

Awan putih menghiasi langit biru
Menjaga sekumpulan bocah – bocah di tanah ini
yang tertawa lepas tanpa henti
Bermain bersuka ria di tengah padang ilalang 
Kaki kecil nan lincah itu berlari – lari menerjang 
Bagaikan kaki kijang menerobos padatnya hutan
Tubuh mungil yang gesit bergerak ke sana – kemari
Bagaikan ikan diberi nasi

Sungguh indah masa itu 
Masa – masa tanpa beban yang menggantung di pundak
Masa -  masa tanpa resah yang memuncak
Yang ada hanyalah kesenangan
Kegembiraan yang mengisi hari – hari
Sayang, masa itu telah pergi 
Meninggalkan kenangan yang sangat berarti
Membawakan hari – hari yang tak pernah berhenti


Hilang sudah tak tersisa
Tanah permai nan indah
Pagi yang sejuk berlinang embun
Dan senja yang tenang tenggelam hilang
di antara tangis dan gemuruh alam

Hilang sudah tak tersisa
Hutan yang asri penyejuk hati
Di tebang oleh orang – orang yang tak peduli
Peduli terhadap alam ini

Hilang sudah tak tersisa
Udara sejuk penyeka lara
Tergerus oleh asap dan debu durjana

Hilang sudah tak tersisa
Bumiku yang dahulu entah kemana 
25 June 2015
Legenda Cerita Rakyat Telaga Warna Masyarakat Dieng Terbaik

Legenda Cerita Rakyat Telaga Warna Masyarakat Dieng Terbaik

Legenda Cerita Rakyat Telaga Warna Dieng - Legenda kisah telaga warna ternyata tidak saja dimiliki oleh Jawa Barat, Namun, di Jawa Timur juga terdapat kisah yang hampir serupa, yaitu legenda terjadinya telaga warna. Berikut ini adalah kisah Telaga Warna Dieng. 


Asal Usul Terbentuknya Telaga Warna

Alkisah pada jaman dahulu di dataran tinggi Dieng, Jawa Tegah hiduplah seorang ratu bersama seorang putrinya yang sangat cantik. Kecantikan putrinya tersebut telah tersebar luas hingga ke seluruh penjuru nusantara. Telah banyak pangeran dan kesatria yang meminta putrinya untuk dijadikan permaisuri. Namun, sang ratu belum memutuskan siapakah gerangan yang akan menjadi pendamping anaknya tersebut. 

Pada akhirnya Sang Ratu membuat sebuah persyaratan bagi para pelamar putrinya tersebut, yaitu dengan meminta dibuatkan danau atau yang disebut juga dengan telaga. Dari banyaknya para pelamar yang datang, hanya ada dua kesatria yang menyanggupinya. Kemudian, Sang Ratu mengadakan lomba bagi kedua kesatria tersebut untuk membuat telaga dengan cepat.

Kemudian, dilaksanakanlah permintaan Sang Ratu, mereka berdua berlomba – lomba membuat sebuah danau. Pada akhirnya kesatria pertama berhasil menyelesaikan telaganya terlebih dahulu dan dia menjulukinya telaga Menjer. Sementara itu, kesatria kedua menyelesaikan telaganya belakangan, lalu dia memberi nama Pengilon pada telaga yang telah dia buat. 

Akhirnya Sang Ratu memutuskan bahwa kesatria pertama dengan telaga Menjerlah yang menjadi pemenangnya. Dialah yang berhak mempersunting anaknya. Kemudian, mereka mulai merencanakan hari dan acara pernikahan tersebut.

Ketika Sang Ratu tengah penat dari pekerjaannya, dia pergi untuk menyegarkan pikiran dengan berwisata ke telaga yang telah dibuat oleh kesatria – kesatria itu. Sesampainya di sana dia melihat sebuah telaga yang sangat cantik dan indah dengan air yang sangat jernih. Dia pun menikmati keindahan tersebut dengan sangat gembira. 

Sang Ratu juga melihat telaga lainnya yang berada di sebelah telaga yang cantik itu, ternyata telaga itu sangat jelek. Bentuknya tidak beraturan, airnya pun kotor dan beriak. Kemudian, Sang Ratu mengetahui bahwa telaga yang cantik itu bernama telaga Pengilon, sedangkan telaga yang buruk itu bernama telaga Menjer. Dia juga sangat terkejut setelah mengetahui bahwa kesatria kedualah yang telah menciptakan telaga Pengilon.


Advertisement
Dengan segera Sang Ratu memanggil kedua kesatria itu untuk menghadapnya. Kesatria pertama menyangka bahwa panggilan ini pasti untuk membahas rencana pernikahannya dengan Sang Putri. Ternyata tidak, Sang Ratu malah membatalkan rencana pernikahan tersebut. Dia lalu mengubah keputusannya dengan memberikan kesatria kedua restu untuk menikahi putrinya.

Kesatria pertama bingung dia pun meminta penjelasan kepada Sang Ratu mengenai keputusannya itu. Sang Ratu lalu menjelaskan telaga Pengilon dibuat dengan sangat baik itu menandakan bahwa sang pembuatnya adalah seorang yang memiliki sifat dan hati yang baik. Sedangkan, telaga Menjer dibuat dengan asal – asalan dan menghasilkan telaga yang jelek. Hal ini menandakan bahwa pembuat telaga Menjer adalah orang yang buruk sifat dan hatinya. 

Kesatria kedua pun bahagia dengan keputusan Sang Ratu. Akhirnya dia dinikahkan dengan Sang Putri dan menjadi penerus kerajaan itu. Pada suatu hari, Sang Ratu kembali ke telaga Pengilon. Dia pun mandi di telaga itu. Ketika dia tengah mandi, angin datang berembus dengan sangat kencang. Hal ini membuat pakaian – pakaian Sang Ratu bertebrangan dan tersebar ke seluruh telaga, lalu tenggelam di dalamnya. 

Setelah kejadian itu, air di dalam telaga itu berubah menjadi warna – warni. Konon katanya, air itu berubah menjadi berwarna akibat dari warna pakaian Sang Ratu yang luntur dan tercampur dengan air telaga Pengilon. Oleh karena itu, telaga Pengilon menjadi semakin cantik dengan air yang berwarna.    
Legenda Cerita Rakyat Jaka Tarub Terbaru dan Terbaik

Legenda Cerita Rakyat Jaka Tarub Terbaru dan Terbaik

Legenda Cerita Rakyat Jaka Tarub Terbaru dan Terbaik - Legenda Jaka Tarub diceritakan dengan banyak versi yang berbeda - beda. Berikut ini adalah cerita rakyat berasal dari tanah jawa yang terbaru dan terbaik. 

Legenda Jaka Tarub

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang anak muda yang tangkas dan gagah berani bernama Jaka Tarub. Ia tinggal bersama seorang ibu angkatnya yang benama Mbor Rhanda. Jaka Tarbu sangat sayang dengan ibu angkatnya tersebut. Tangannya yang kuat dan cekatan selalu digunakan untuk membantu Mbok Rhanda mengurus sawahnya.

Jaka Tarub tumbuh bersama Mbok Rhanda menjadi seorang pemuda yang tampan dan perkasa. Banyak gadis yang datang dan mau menjadikannya suami, tetapi tidak ada satupun yang bisa meluluhkan hati Jaka Tarub. Hingga pada suatu hari, ia dipanggil oleh Mbok Rhanda.

“Jaka tarub anakku, Mbok rasa kamu sudah dewasa dan telah siap untuk menikah. Lekaslah menikah le, Mbok ingin melihatmu bahagia” kata ibu angkatnya.
“Jaka belum ingin menikah Mbok,” jawab Jaka Tarub.
“Tapi siapa yang akan mengurus kamu le, jika si mbok sudah tiada lagi,” kata ibu angkatnya.
“Hush, jangan bicara seperti itu Mbok, Jaka akan terus mendoakan mbok supaya sehat selalu,” kata Jaka.

Keesokan harinya Jaka Tarub melihat Mbok Rhanda masih terbaring di tempat tidur, lalu ia mendekat ke  arah ibu angkatnya itu dan dipegangnya tubuh itu ternyata terasa panas.

“Mbok sakit ?” tanya Jaka Tarub
“Mbok tidak apa – apa ko le,” jawab si mbok dengan nada yang pelan.
“Kalau begitu mbok tunggu di sini, Jaka akan membawakan mbok hati rusa untuk obat,” kata Jaka.

Maka berangkatlah Jaka menuju hutan untuk mencari hati rusa. Ia terus mencari hingga masuk ke dalam tengah hutan. Tetapi, tak satu pun rusa yang ditemukannya. Jaka Tarub lalu beristirahat di sebuah batu besar yang ada di sana.

Ketika ia tengah beristirahat, terdengarlah sayup – sayup suara sekumpulan wanita yang tengah tertawa bersuka ria.“Suara siapakah gerangan itu? apakah suara manusia ? Tapi rasanya tidak mungkin, hutan ini sangat jauh dari pemukiman penduduk,” gumam Jaka Tarub heran. 

Kemudian dia mengintip dari sela – sela batu itu dan takjub melihat beberapa orang wanita yang sangat cantik sedang mandi di telaga. Dia pun mengendap – endap dan mengambil salah satu selendangnya, lalu bersembunyi.

Tidak beberapa lama setelah itu, Salah seorang bidadari tertua keluar dan mengajak bidadari yang lainnya untuk segera pulang ke kayangan. Kemudian satu persatu bidadari itu mengambil selendangnya dan terbang ke langit.

Namun, salah satu bidadari tidak bisa menemukan selendangnya dan ditinggal oleh kakak – kakaknya sendirian di hutan. kemudian bidadari itu menangis meratapi nasibnya. Ketika ia tengah menangis, Jaka Tarub datang menolongnya, lalu mereka berdua berkenalan. 

“Mengapa kamu menangis ? aku adalah Jaka Tarub siapakah gerangan namamu ?” tanya Jaka.
“Aku adalah Nawang Wulan, Aku ditinggal oleh kakak – kakakku sendirian di hutan,” jawab Nawang Wulan.

Advertisement
Setelah mereka berkenalan, Jaka Tarub mengajak Nawang Wulan pulang ke rumahnya. Namun, setelah sampai di rumah, Mbok Rhanda telah meninggal dunia. Dia pun merasa sedih dengan kepergian ibu angkatnya itu. 

Sejak kematian Mbok Rhanda, Jaka Tarub tinggal bersama Nawang Wulan, hingga akhirnya mereka berdua menikah. Kehidupan Jaka tarub kembali bahagia setelah pernikahan itu. Terlebih lagi, setelah mereka berdua dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Nawangsih, kehidupan Jaka Tarub semakin lengkap.

Pada suatu hari, ketika Nawang Wulan hendak pergi ke kali, dia berpesan kepada Jaka Tarub untuk menjaga nasi yang sedang ia tanak, tetapi jangan sekali – kali membuka tutup tempayan itu. Kemudian, berangkatlah Nawang Wulan menuju kali. Jaka Tarub merasa heran mengapa ia tidak boleh membuka tempayan itu, lalu dia melanggar janjinya dan membukanya.

Setelah dibuka, ternyata Jaka Tarub melihat setangkai padi. Barulah ia menyadari bahwa selama ini istirnya memiliki kekuatan dengan memasak hanya setangkai padi tetapi menghasilkan nasi satu bakul penuh. Sejak saat itu, kesaktian Nawang Wulan menghilang karena rahasianya telah diketahui.

Sejak saat itu, Nawang wulan harus mengambil padi dan menumbuknya terlebih dahulu sebelum memasak. Pada suatu hari, ketika ia ingin mengambil padi di lumbung, dia menemukan selendangnya yang hilang di tumpukan jerami.

Melihat selendang itu, Nawang Wulan mengambilnya dan pergi menemui Jaka Tarub. Dia merasa kecewa kepada suaminya itu dan pergi meninggalkan suami dan anaknya kembali ke kayangan. Tetapi sebelum pergi, Nawang Wulan berpesan kepada suaminya untuk dibuatkan sebuah danau lalu ia juga meminta untuk meletakkan Nawangsih di sana setiap malam untuk dsusuinya.

Setelah kepergian Nawang Wulan, Jaka Tarub membuat sebuah danau dan meletakkan Nawangsih untuk disusuinya setiap malam. Sejak saat itu, Nawangsih selalu bertemu ibunya dan bermain bersamanya tiap malam di danau itu. Tetapi Jaka Tarub tidak diperbolehkan mendekat.

Demikianlah kejadian itu terus berlangsung hingga Nawangsih tumbuh menjadi gadis remaja. Meskipun begitu, Nawang Wulan tetap menjaga mereka dari atas kayangan dan selalu membantu mereka jika sedang berada dalam masalah.     
20 June 2015
Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap

Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap

Perbedaan Karakteristik Angkatan melalui Karya Sastra Lengkap - Sastra adalah suatu bentuk hasil kerja orang lain yang memiliki nilai – nilai estetika, yang berupa hasil pemikiran, perasaan, pengalaman pribadi, maupun imajinasi – imajinasi yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan maupun ucapan. Karya sastra sangatlah dinamis, dengan kata lain mereka sangat fleksibel dengan perkembangan jaman. 

Karena sifatnya yang dinamis ini, karya sastra ikut mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan jaman itu sendiri. Perkembangan – perkembangan tersebut menghasilkan karya sastra yang berbeda – beda setiap periodenya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dengan mudah berdasarkan kelompok angkatannya masing – masing.

Di Indonesia sendiri, Periodisasi karya sastra Indonesia telah dimulai sejak abad ke 20. Periodisasi ini menghasilkan 4 angkatan karya sastra, diantaranya adalah angkatan balai pustaka, angkatan pujangga baru, angkatan ’45, dan angkatan ’66. Periodisasi ini didasari oleh urutan waktu, perbedaan situasi dan kondisi, dan nilai estetika. Di bawah ini adalah pembahasan lengkap mengenai angkatan – angkatan karya sastra yang ada di Indonesia.

Angkatan – Angkatan Karya Sastra


1. Angkatan Balai Pustaka (1920 - 1983)

Karya pada angkatan ini adalah karya – karya sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka serta muncul pada tahun 1920. Adapun karya sastra yang muncul pada periode ini, memiliki ciri sebagai berikut :

1. Kebanyakan mengangkat tema tentang adat istiadat
2. Isinya kebanyakan berupa nasihat - nasihat
3. Penyampaian ceritanya masih bertele – tele
4. Menggunakan gaya bahasa melayu

Karya – karya yang dihasilkan pada jaman ini berupa puisi, prosa, dan roman (novel). Namun, roman adalah yang berkembang dengan sangat pesat di jaman ini.

Advertisement
2. Angkatan Pujangga Baru (1933 - 1942)

Angkatan ini adalah sebutan bagi karya – karya sastra yang muncul bersamaan dengan terbitnya majalah Pujangga Baru. Karya yang muncul pada periode ini memiliki ciri sebagai berikut:

1. Bentuk karya sastra yang dihasilkan lebih beragam.
2. Karya – karya yang dihasilkan lebih berani. Dengan kata lain, berisi protes – protes atau pun pertentangan.
3. Bersifat tendensius, yaitu jelas dan tidak bertele – tele, serta diktatis, yaitu menuntut perubahan.
4. Terlepas dari gaya bahasa melayu.
5. Tema – tema yang diangkat bukan berupa adat istiadat lagi. Namun, telah merambah ke dunia sosial dan politik, seperti kehidupan masyarakat kota, kebangkitan nasional, emansipasi wanita, dan cita – cita mencapai kemerdekaan.

Karya – karya yang dihasilkan pada periode Pujangga Baru adalah puisi, drama, dan roman yang lebih berani.

3. Angkatan ’45 (1942 - 1966)

Karya – karya satra yang termasuk ke dalam angkatan ini adalah karya sastra yang muncul pada tahun 1940-an, yaitu pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dan masa awal kemerdekaan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Tema – tema yang diangkat kebanyakan berupa kebebasan – kebebasan Individu
2. Karya – karya sastra dikembangkan dengan prinsip keberanian dan kebebasan
3. Telah menggunakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari - hari 
4. Sudah mulai terpengaruh budaya – budaya luar negeri

Adapun karya – karya sastra yang dihasilkan pada periode ini berupa, novel, cerpen, dan puisi bebas

4. Angkatan ’66 (1955 - Sekarang)

Periode ini mengelompokkan karya – karya sastra yang muncul pada tahun 1955 hingga saat ini. Karya – karya sastra pada jaman ini memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1. Tema yang diangkat tidak lagi terikat, tetapi lebih bergantung kepada keinginan pengarangnya sendiri
2. Kebanyakan mengangkat masalah – masalah pendidikan
3. Gaya bahasa yang digunakan bebas, dan bahkan telah menggunakan serapan bahasa asing
4. Isi atau maksud karya sastra tersebut mudah dimengerti oleh pembacanya

Karya – karya sastra yang dihasilkan pada periode ini sama dengan periode – periode sebelumnya. Namun, lebih menekankan unsur atau nilai – nilai instrinsiknya.  
Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya

Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya

Berbagai Tema dan Ciri Puisi Kontemporer beserta Contohnya - Puisi adalah goresan kata – kata yang dialami, dirasakan, atau dilihat oleh seorang penyair ke dalam sebuah bentuk tulisan yang memiliki nilai estetika tinggi. Seperti pada bentuk karya sastra lainnya yang terpengaruh oleh jaman, puisi juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Akibatnya, pada tahun 1980-an lahirlah sebuah puisi baru, yaitu puisi kontemporer.

Puisi kontemporer adalah puisi yang berusaha keluar dari bentuk atau aturan baku puisi itu sendiri. Dengan kata lain, puisi ini tidak lagi mengandalkan kekuatan kata dan makna, tetapi juga menitik beratkan pada tampilan bentuk dan eksistensi bunyi.

Ciri – Ciri Puisi Kontemporer

1. Bentuk penataan dan pemilihan kata tidak beraturan
2. Berupa kelakar yang biasanya ada maksud tersembunyi di dalamnya, seperti kritik
3. Makna puisi tidak lagi dianggap penting karena yang paling penting adalah penampilannya
4. Memanfaatkan bunyi kata secara maksimal

Jenis – jenis puisi kontemporer 

Puisi kontemporer dibagi menjadi beberapa bentuk puisi, diantaranya adalah Puisi Mbeling, Puisi Mantra, dan Puisi Konkret.

1. Puisi Mbeling

Puisi mbeling adalah puisi yang tidak mengikuti aturan baku dalam pembuatan puisi. Bentuk puisi ini menekankan pada unsur kelakar dan humornya. Salah satu tokoh penggagas puisi ini adalah Yudistira Adi Nugroho dengan puisinya yang berjudul Sajak Sikat Gigi.

Puisi ini biasanya berupa ejekan atau kritikan kepada pemerintah, masyarakat, atau pun penyair lain yang terlalu kaku pada aturan baku puisi.

2. Puisi Mantra

Puisi mantra adalah bentuk puisi yang  berupa bentuk – bentuk kata yang tidak beraturan atau bahkan tidak memiliki makna. Puisi ini dipopulerkan oleh Hamid Jabbar dengan karyanya yang berjudul Wajah Kit.

3. Puisi Konkret

Bentuk puisi ini lebih mengutamakan tampilan grafis atau penulisan puisi tersebut, sehingga adakalanya puisi ini ditulis dengan membentuk wajah seorang manusia. Salah satu tokoh terkenal dari puisi ini adalah F Rahardi dengan karyanya yang berjudul Soempah WTS.


Advertisement

Berbagai Tema Puisi Kontemporer dan Contohnya


1. Protes

Puisi dengan tema protes ditujukan untuk memprotes kepincangan – kepincangan sosial yang terjadi di masyarakat.

Contoh :

Lapar

Lapar Lapar Lapar Lapar
Di sana lapar
Di sini lapar
Di situ lapar
Di mana – mana lapar

Pemerintah pemerintah pemerintah
Di mana pemerintah 
Pemerintah di mana 
Dimana dimana dimana 
Dimana pemerintah

2. Tema Humanisme

Puisi dengan tema humanisme menceritakan tentang kehidupan manusia. 

Contoh :

Mati

Aku mati
Kamu mati
Dia mati
Mereka mati
Kita mati
Kami mati
Semuanya mati
Tidak ada yang bisa lali dari mati
Bahkan mati pun bisa mati
Karena mati adalah mati

3. Tema Religius

Puisi dengan tema religius mengangkat tema keagamaan. Biasanya puisi ini mengungkapkan tentang hubungan – hubungan antar manusia dengan tuhannya, atau tuhan dengan manusia.

Contoh :

Doa 

Doaaoaoao Dooaoaoao Dooaoaoaoa
Doa doa doa doa doa doa doa 
Mari berdoa, berdoa mari, 
Jangan lupa berdoa 
doa jangan lupa 
mari berdoa 

berdoa mari
kepada yang maha kuasa
hidup tenang dengan doa
Doa tenang dengan hidup
Doaaoaoao Dooaoaoao Dooaoaoaoa
Doa doa doa doa doa doa doa 

4. Tema Kritik

Puisi dengan bertema kritik ini mengungkapkan kritik tentang kejadian yang terjadi di masyarakat. Contohnya, kritik terhadap tindakan kesewenangan pemerintah, pejabat – pejabat korupsi, dan lain – lain.

Contoh 

Korupsi

Si tikus minta dipilih oleh rakyat
Si tikus masuk ke rumah rakyat
Si tikus mulai duduk di atas rakyat
Si tikus mulai melihat mangsa
Si tikus mulai mendekati mangsa 
Si tikus mengambil mangsa

Si tikus tidak tahu malu
Si tikus tidak mau tahu
Karena Si tikus Cuma Tikus
Makhluk yang rakus