Showing posts with label Struktur Tubuh Amfibi. Show all posts
Showing posts with label Struktur Tubuh Amfibi. Show all posts
09 May 2017

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi. Pengertian Amfibi, Struktur Tubuh Amfibi, Ciri-Ciri Amfibi, dan Klasifikasi Amfibi.

Pengertian Amfibi

Sumber: pixabay.com
Mendengar kata Amfibi, hal pertama yang terpikirkan yakni “Kodok serta Katak? Benar sekali, Kodok adalah satu diantara spesies dari kelas amfibi. Nah, Lantas apa yang disebut dengan amfibi

Arti amfibi datang dari bahasa yunani yakni Amphi yang memiliki arti dua serta bios yang artinya hidup. Jadi, amfibi adalah hewan vertebrata (bertulang belakang) yang bisa hidup di dua alam, yakni di air serta di darat.

Menurut beberapa pakar, amfibi adalah organism vertebrata pertama yang menempati daratan. Amfibi hidup di tempat yang lembab, untuk menghadapi hilangnya air dari kulit lantaran belum mempunyai sistem penyusunan tubuh yang baik. Amfibi juga punya sifat poikiloterm yakni hewan yang berdarah dingin.

Struktur serta Fungsi Tubuh Amfibi 

Sumber: ebiologi.com
Kita sudah mengulas pengertian dari amfibi. Saat ini, kita akan mengulas struktur serta fungsi tubuh dari amfibi. Lantas, apa saja sih struktur serta fungsi anggota tubuh dari Amfibi?

Jadi, struktur tubuh amfibi terdiri atas kepala serta tubuh untuk katak. Sedangkan kepala, tubuh serta ekor untuk salamander. Pada kepala katak terdiri atas kelopak mata serta membrane niktitan. Membrana niktitan yakni sebuah selaput atau membran yang fungsinya membuat perlindungan untuk mata katak pada saat ada di air.

Pada rongga mulut katak, terdapat lidah yang panjang serta bisa dijulurkan keluar yang fungsinya untuk menangkap mangsa. Pada bagian samping kepala katak terdapat mebrana timpani berperan sebagai penerima suara serta lantas diteruska oleh saluran eustachii. Lantas, saluran eustachii ini tersambung dengan rongga mulut serta telinga pada katak.

Pada tubuh katak, ada kaki depan yang terdiri atas lengan atas, lengan bawah, telapak tangan serta jari yang sejumlah 4 buah. Sedangkan pada kaki belakang, terdiri atas paha, betis, telapak kaki, jari-jari kaki dan selaput renang yang ada di antara jari-jari kaki. Fungsi dari selaput renang ini yakni bantu katak berenang pada saat ia berada di dalam air.

Ciri-Ciri Amfibi 

Sumber: satujam.com
Tidak hanya mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan kelas vertebrata yang lain. Amfibi juga mempunyai ciri-ciri spesial. Mengenai ciri dari amfibi yakni:
  1. Tubuh terdiri atas kepala serta badan pada katak dan kepala, badan serta ekor pada salamander. 
  2. Tubuh amfibi dilapisi oleh kulit yang basah serta berlendir. 
  3. Amfibi adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm) 
  4. Jantung amfibi terdiri atas 3 ruang yakni 2 atrium serta 1 ventrikel. 
  5. Sistem pernapasan pada amfibi saat masih tetap step larva (kecebong) memakai insang, sedangkan saat dewasa memakai kulit. 
  6. Mata amfibi mempunyai selaput yang disebut juga dengan membrane niktitan 
  7. Amfibi berkembang biak dengan bertelur serta fertilisasi secara eksternal. 
  8. Perkembangan amfibi lewat metamorphosis prima. Metamorfosis merupakan peristiwan perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang diawali dari step larva sampai dewasa. 

Klasifikasi Amfibi

Biasanya kita mengetahui amfibi sebagai katak atau kodok. Sesungguhnya, kelas amfibi tidak cuma katak atau kodok saja. Namun, ada beberapa spesies lain yang termasuk juga ke dalam kelas amfibi. Spesies-spesies itu dikelompokkan jadi tiga ordo, yakni Anura, Caudata serta Gymnophiona yang akan dibahas berikut ini:

Ordo Anura 

Sumber: keywordsking.com
Istilah “Anura” memiliki arti tidak mempunyai ekor yang artinya spesies dari ordo ini mempunyai cirri umum tidak mempunyai ekor. Ciri yang lain yakni kepala yang menyatu dengan tubuh hingga spesies dari ordo ini tidak mempunyai leher. Spesies dari ordo ini, mempunyai kaki yang lebih besar serta panjang yang fungsinya untuk melompat serta memanjat.

Spesies dari ordo Anura biasanya melakukan fertilisasi ekternal yakni pembuahan yang dilakukan di luar tubuh induk. Contoh spesies dari ordo ini yakni Katak serta Kodok. Dan, meskipun bentuk dari katak serta kodok itu sama namun kedua spesies ini mempunyai ketidaksamaan.

Katak mempunyai kulit yang halus serta lembab. Katak mempunyai paru-paru untuk bernapas. Walau demikian katak dapat juga memakai kulitnya untuk bernapas. Ketidaksamaan yang lain yakni katak mempunyai mata yang menonjol serta bisa ditarik ke dalam. Katak juga lebih banyak menggunakan waktunya di Air. Contoh yakni Rana esculenta

Dan, sedangkan saudaranya kodok mempunyai kulit yang kasar, berkutil dan kering hingga dapat hidup di daerah yang kering. Kaki belakang kodok juga lebih pendek dari katak hingga kodok lebih banyak memakai kakinya untuk berjalan.

Ordo Caudata 

Sumber: keywordsuggest.org
Istilah caudate datang dari bahasa latin yang mempunyai arti ekor. Spesies dari ordo ini nyaris semuanya mempunyai ekor. Spesies dari ordo caudate mempunyai ekor yang nyaris sama panjang dengan badannya bahkan juga beberapa spesies mempunyai ekor yang melebihi panjang badannya, contoh yakni Oedipina.

Ekor yang berkembang dengan baik memungkinkan untuk ordo ini untuk berenang dengan baik juga. Tidak sama dengan sepupunya anura, caudata mempunyai empat buah kaki yang berperan untuk berjalan.

Spesies dari ordo caudate mempunyai ukuran tubuh yang beragam macamnya. Bahkan juga satu diantara spesies dari ordo ini mempunyai ukuran mencapai 1,8 meter serta merupakan amfibi paling besar.

Contoh spesies dari ordo ini yakni Salamander.

Ordo Gymnophiona 

Sumber: yanuarefa.blogspot.co.id
Dan, kita sudah tiba di ordo paling akhir dari kelas Gymnophiona. Seperti apa bentuk dari ordo gymnophiona? Jadi menurut beberapa pakar Ordo Gymnophiona atau sesilia dicirikan dengan bentuk tubuh memanjang serupa cacing serta rata-rata diketemukan di Amerika Selatan, Afrika serta Asia Selatan.

Bentuk tubuh dari ordo ini tidak sama dengan bentuk amfibi yang lain. Sesilia mempunyai bentuk tubuh serupa dengan belut atau cacing tanah.

Sesilia hidup di bawah tanah serta di air serta mempunyai tengkorak yang kuat hingga memungkinkan ordo spesies ini untuk menggali sampai jauh ke dalam tanah.

Lantaran sesilia lebih banyak menggunakan waktu di bawah tanah hingga sesilia tidak sering terlihat oleh manusia. Sesilia juga mempunyai mata yang nyaris tidak berperan yang memiliki bentuk seperti titik di kepala.

Sistem Organ Amfibi 

Sumber: tugassekolah.com
Point paling akhir dari kajian ini yakni sistem organ pada amfibi. Supaya bisa tumbuh serta berkembang dengan baik, amfibi memerlukan sistem organ yang baik juga. System organ itu terdiri atas sistem aliran, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem ekskresi serta sistem reproduksi yang akan dibahas berikut ini:

System Aliran 

System aliran pada katak terdiri atas sistem aliran ganda serta tertutup. Pada system aliran ganda darah yang kaya akan Karbon Dioksia dari beragam macam jenis jaringan serta organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, lantas menuju ke arteri pulmonalis serta masuk ke paru-paru.

Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan serta oksigen diikat serta darah mengalir ke vena pulmonalis, lantas menuju atrium kiri. Lantas, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang memiliki kandungan oksigen dengan darah yang memiliki kandungan karbon dioksida.

Dari ventrikel, darah keluar lewat traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri serta ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang jadi tiga arteri pokok, yakni arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala serta ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal serta organ dalam tubuh, serta arteri posterior mengalirkan darah ke kulit serta paru-paru.

System Pernapasan 

System pernapasan pada katak terdiri atas insang, paru-paru serta kulit. Saat katak masih tetap pada step larva (kecebong) katak bernapas memakai insang. Dan, ketika katak masuk step dewasa, katak bernapas memakai kulit serta paru-paru. Kulit katak yang senantiasa dalam kondisi basah memiliki kandungan banyak kapiler hingga oksigen mudah berdifusi lewat kulit.

System Pencernaan 

System pencernaan pada amfibi terdiri atas beberapa saluran. Saluran itu terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus serta kloaka. Makanan dari mulut masuk ke lambung lewat kerongkongan. Di lambung makanan itu diolah serta kemudian masuk ke usus untuk diserap nutrisinya. Sisa makanan itu di keluarkan lewat kloaka dengan proses defekasi.

System Ekskresi 

System ekskresi pada amfibi mempunyai organ ekresi paling utama yakni ginjal. Manfaat ginjal pada amfibi yakni untuk menyaring darah serta zat zat sisa seperti garam, mineral serta yang lain yang tidak diperlukan oleh tubuh. Sesudah difiltrasi oleh ginjal, beberapa zat itu akan keluar lewat kloaka dalam bentuk urine dengan proses urinasi.

System Reproduksi 

System reproduksi pada amfibi terjadi di luar tubuh induk. Tujuannya fertilisasi terjadi di luar tubuh. Saat katak jantan serta betina kawin, keduanya akan melakukan ampleksus yakni katak jantan akan menempel pada tubuh katak betina serta menghimpit perut katak betina.

Lantas katak betina bakal keluarkan ovum ke dalam air lewat kloaka. Setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga mengeluarkan sperma lewat kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti oleh cairan kental hingga berupa gumpalan telur.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Amfibi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Amfibi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com