Showing posts with label Struktur. Show all posts
Showing posts with label Struktur. Show all posts

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru. Pengertian Paru-Paru, Struktur Paru-Paru, Fungsi Paru-Paru, dan Segala Hal yang Berkaitan dengan Paru-Paru akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Pengertian Paru–Paru

Sumber: dedaunan.com
Paru-paru (pulmo) yakni merupakan organ yang bertanggung jawab untuk proses respirasi yang terdiri dari pulmo dekstra (paru kanan) dan pulmo sinistra (paru kiri). Paru-paru sangat penting bagi tubuh manusia, sebab satu diantara peranan paru-paru yakni memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ketika tubuh menghirup udara.

Struktur Paru–Paru 

Paru yaitu satu di antara organ pada saluran napas bawah yang terletak pada system pernapasan manusia. Dan saat sebelum kita membahas secara detil tentang paru-paru, berikut ini organ lain yang termasuk ke dalam saluran napas bawah yang nantinya berkaitan dengan paru, di antaranya:

Trakea 

Sumber: sridianti.com
Yaitu saluran napas bawah lanjutan dari laring, yang menghantarkan udara menuju ke pulmo untuk mengalami proses difusi. Terdapat di mediastinum (daerah kompartemen yang ada di tengah di antara dua rongga paru di regio thoraks) segi superior dan terdiri dari tracheal ring yang dibuat oleh kartilago (tulang rawan) dan menempati sisi tengah leher.

Trakheal ring ini berbentuk cincin yang tidak sempurna serupa huruf C di mana sisi ujung-ujung yang terbuka pada bagian belakang dihubungkan oleh otot polos (musculus trachealis) serta ada di bagian anterior (depan) dari esophagus (saluran makanan).

Bronkus 

Sumber: budisma.net
Yaitu lanjutan dari trakea berupa saluran konduksi udara dan sebagai tempat difusi oksigen-karbon dioksida di ujung terminal pada bagian yang berkaitan langsung dengan alveolus.

Bronkus principalis (bronkus primer) terdiri dari bronkus principalis dekstra (yang akan menuju ke pulmo dekstra) dan bronkus principalis sinistra (yang akan menuju ke pulmo sinistra). Perbedan bronkus principalis yaitu:
  1. Bronkus principalis dekstra à diameter lebih lebar, ukuran lebih pendek, berjalan lebih vertical 
  2. Bronkus principalis sinistra à diameter lebih kecil, ukuran lebih panjang, berjalan agak horizontal 
Setelah jadi bronkus principalis serta masuk pulmo lewat hilus, lantas bronkus principalis jadi 5 bronkus lobaris (bronkus sekunder) yang masuk lobus pulmo. Pada lobus pulmo dekstra ada 3 lobus yaitu lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Sedangkan pada pulmo sinistra ada 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior.

Masing-masing bronkus lobaris akan bercabang jadi bronkus segmentalis (bronkus tersier) yang akan masuk segmen bronkopulmonal yang dimiliki oleh lobus paru.

Selanjutnya ada 20-25 kali kelipatan percabangan dari bronkus segmental sampai selanjutnya jadi bronkus terminalis yang berikutnya bercabang jadi bronkus respiratorius yang berkaitan langsung dengan 5-6 saccus alveolaris yang dilapisi oleh alveoli (tempat terjadinya difusi oksigen-karbon dioksida).

Alveolus 

Sumber: sites.google.com
Unit fungsional paru-paru yakni kantung udara kecil yang keluar dari bronkiolus yang disebut juga dengan alveoli. Ada lebih kurang 300-400.000.000 alveoli di dalam paru-paru orang dewasa. Diameter rata-rata dari alveolus yakni lebih kurang 200 sampai 300 mikron. Peranan mendasar dari alveoli yakni pertukaran gas.

Susunan alveoli yakni tempat di mana pertukaran gas sepanjang respirasi berjalan. Susunan ini dikelilingi oleh kapiler yang membawa darah. Pertukaran karbon dioksida dalam darah dari kapiler ini terjadi lewat dinding alveolus.

Alveoli mulai bertindak ketika kita menghirup udara lewat lubang hidung kita. Udara melalui rute yang panjang yang terdiri dari beragam macam organ pada sistem pernapasan. Organ-organ ini termasuk juga saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus paling utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus serta selanjutnya mencapai alveolus lewat kantung udara kecil.

Udara mempunyai kandungan oksigen yang diserap oleh darah mengalir lewat kapiler. Oksigen ini lalu diteruskan ke sistem peredaran darah, sampai merampungkan siklus pertukaran gas.

Sampai di paragraf ini, sudah cukup jelas ya pembahasan tentang organ-organ pada saluran napas bawahnya? Selanjutnya akan saya paparkan mengenai susunan paru sebagai organ akhir dari sistem pernapasan manusia.

Paru-paru ada di dalam rongga dada sisi atas, di bagian samping dibatasi oleh otot serta rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Paru pada orang yang sehat berupa organ yang ringan, kenyal, dan seperti spon (karena terisi oleh udara). Paru kanan dan paru kiri menempati cavum thoraks (rongga dada) yang satu diantaranya dipisahkan oleh ruang yang disebut juga dengan mediastinum.
Sumber: aryhani97.blogspot.co.id

Paru kanan 

memiliki 3 lobus (belahan paru) yaitu lobus superior (atas), lobus medius (tengah), dan lobus inferior (bawah). Pada lobus inferior dipisahkan oleh 2 fissura yaitu fissure horizontal dan fissure oblique.

Paru kiri 

Memiliki 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan oleh 1 fissura yaitu fissure oblique.

Ukuran paru kanan lebih besar dan berat dibanding dengan paru kiri, sedangkan paru kanan lebih pendek dan lebar lantaran kubah diafragma segi kanan yang lebih tinggi dibanding segi kiri.
Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yaitu pleura.

Pleura terdiri jadi pleura viseralis dan pleura pariental di mana di antara kedua pleura ini ada rongga yang disebut juga dengan kavum pleura. Pleura viseralis yaitu selaput yang langsung membungkus paru sedangkan pleura parietal yaitu selaput yang menempel pada rongga dada.

Pada keadaan normal kavum pleura ini vakum/hampa udara sampai paru-paru dapat berkembang kempis. Antara selaput luar dan selaput dalam ada rongga memuat cairan pleura yang berperan sebagai pelumas paru-paru hingga menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada di mana pada saat bernafas bergerak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, satu diantara peranan paru-paru yakni untuk memasukkan O2 ke dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh, tubuh membutuhkan proses meliputi inspirasi serta ekspirasi.

Inspirasi yakni gerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi yakni gerakan dari dalam paru ke atmosfer. Agar proses ventilasi dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan peranan yang baik pada otot pernapasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot untuk proses pernapasan dibagi jadi dua yaitu:
  1. Otot inspirasi (Otot Saat Menarik Napas) terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma. 
  2. Otot-otot ekspirasi (Otot Saat Menghembuskan Napas) terdiri atas rektus abdominis dan interkostalis internus 

Fungsi Paru–Paru

Sumber: paru-paru.com
Peranan paling penting paru-paru yaitu untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas itu memiliki maksud untuk siapkan oksigen untuk jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Udara masuk ke paru-paru lewat sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paru-paru paling utama (trachea).

Pipa itu berakhir di gelembung-gelembung paru-paru (alveoli) yang disebut juga dengan kantong udara paling akhir di mana oksigen dan karbondioksida dipindahkan dari tempat di mana darah mengalir. Untuk melakukan fungsi itu, pernapasan dapat dibagi jadi empat mekanisme mendasar, yaitu:
  1. Ventilasi yaitu proses masuk dan keluarnya udara/oksigen antara alveoli dan atmosfer 
  2. Difusi yaitu proses perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku juga sebaliknya untuk karbondioksida 
  3. Transport yaitu proses perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan pertolongan aliran darah
Pengaturan ventilasi 

Faktor-faktor yang dapat merubah peranan paru yakni:

Umur 

Kekuatan otot maksimal pada usia 20-40 th. dan dapat berkurang sejumlah 20% setelah usia mencapai 40 tahun. Selama proses penuaan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru

Jenis kelamin

Peranan ventilasi pada lelaki lebih tinggi 20-25% dari pada wanita, karena ukuran anatomi paru lelaki lebih besar dibanding wanita. Tidak cuma itu, aktivitas lelaki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru telah terlatih.

Tinggi badan serta berat badan 

Seseorang yang memiliki tubuh tinggi dan besar, peranan ventilasi parunya lebih tinggi dari pada orang yang bertubuh kecil pendek.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Paru-Paru di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Paru-Paru. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Pengertian Jaringan, Macam-Macam Jaringan, Pengertian Jaringan pada Tumbuhan, Fungsi Berbagai Macam Jaringan pada Tumbuhan, Struktur atau Bagian yang ada pada Sebuah Tumbuhan.

Jaringan Tumbuhan 

Sumber: tumbuhandankita.blogspot.co.id
Jaringan yaitu sekumpulan sel yang memiliki susunan serta fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, seluruh sel melakukan pembelahan diri. Tetapi, pada perubahan selanjutnya, pembelahan sel cuma terbatas pada jaringan yang miliki sifat embrionik.

Jaringan yang miliki sifat embrionik yaitu jaringan meristem yang senantiasa membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan namun pembelahannya amat terbatas. Sel meristem tumbuh serta mengalami spesialisasi membentuk beragam jenis jaringan.

Jaringan yang terbentuk itu tidak memiliki kekuatan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut dengan jaringan dewasa.

Jaringan Meristem 

Sumber: emaze.com
Jaringan meristem yaitu jaringan yang terus-menerus membelah. Bersumber pada asal usulnya, jaringan meristem dikategorikan jadi 2, yakni:
  • Jaringan Meristem Primer 
Jaringan meristem primer adalah perkembangan selanjutnya dari pertumbuhan embrio. Misalnya ujung batang serta ujung akar. Meristem yang di ujung batang serta ujung akar disebut dengan meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menyebabkan batang serta akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut dengan pertumbuhan primer.
  • Jaringan Meristem Sekunder 
Jaringan meristem ini datang dari jaringan dewasa, yakni kambium serta gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut dengan pertumbuhan sekunder. Aktivitas jaringan meristem menyebabkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Bersumber pada posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan jadi tiga, yakni: 
  1. Meristem apikal; ada di ujung pucuk paling utama, pucuk lateral, dan ujung akar. 
  2. Meristem interkalar; ada di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan. 
  3. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Misalnya kambium serta kambium gabus (felogen). 

Jaringan Dewasa 

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Jaringan dewasa yaitu jaringan yang udah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa di antaranya sebagai berikut ini:
  1. Tidak memiliki kegiatan untuk memperbanyak diri. 
  2. Ukuran relatif besar di banding sel meristem. 
  3. Mempunyai vakuola yang besar. 
  4. Terkadang selnya udah mati. 
  5. Dinding sel sudah mengalami penebalan. 
  6. Ada ruang antar sel. 
Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer serta jaringan sekunder. Jaringan primer datang dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder datang dari meristem sekunder.

Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi di antaranya: 
  • Jaringan Pelindung (Epidermis) 
Jaringan ini ada pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, serta biji. Jaringan epidermis berperan melindungi sisi dalam tumbuhan dari pengaruh aspek luar yang merugikan pertumbuhannya. Beberapa sel epidermis bisa berkembang jadi alat-alat pelengkap lain (derivat epidermis), contohnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, serta sel gabus.
  • Jaringan Dasar (Parenkim) 
Jaringan ini terbentuk dari beberapa sel hidup dengan susunan morfologi serta fisiologi yang beragam serta masih tetap melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim adalah mesofil daun yang terkadang berdiferensiasi jadi jaringan tiang serta jaringan bunga karang.
  • Jaringan Penyokong (Penguat) 
Jaringan penyokong adalah jaringan yang memberi kapabilitas untuk tumbuhan. Bersumber pada bentuk serta sifatnya, jaringan penyokong dibedakan jadi 2 yakni:
  • Jaringan Kolenkim 
Jaringan kolenkim terdiri atas beberapa sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa serta sel-selnya hidup. Jaringan ini ada pada organ-organ tumbuhan yang masih tetap aktif mengadakan pertumbuhan serta perkembangan.

Kolenkim memiliki protoplas, sel primer yang lebih tebal dari pada sel parenkim. Jaringan kolenkim umumnya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder.

Oleh karena kolenkim tidak memiliki dinding sekunder serta bahan penguat (lignin) kolenkim bisa menyangga batang tanpa menghambat pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun serta akar yang disokongnya.
  • Jaringan Sklerenkim 
Jaringan sklerenkim tersusun oleh beberapa sel mati yang semua dindingnya mengalami penebalan hingga mempunyai karakter kuat. Jaringan ini cuma ditemui di bagian tumbuhan yang tidak lagi melakukan pertumbuhan serta perkembangan.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) serta sklereid (sel batu). Serabut biasanya berbentuk untaian atau berbentuk lingkaran.

Di dalam berkas pengangkut, serabut umumnya berupa seludang yang terkait dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang menyebar di dalam xilem serta floem. Sklereid lebih pendek dari pada serat.
  • Jaringan Pengangkut (Vaskuler) 
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berbentuk xilem serta floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, dan unsur lain seperti serabut xilem serta parenkim xilem.
  • Xilem 
Biasanya beberapa sel penyusun xilem sudah mati, dinding amat tebal tersusun dari zat lignin hingga xylem berperan sebagai jaringan penguat. Xilem berperan mengangkut air dari akar melalui batang serta menuju ke daun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, serta parenkim xilem.
  • Floem 
Floem berperan mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke semua tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, serta serabut floem. Bersumber pada posisi xilem serta floem, berkas pengangkut bisa dibedakan jadi 3 jenis, yakni kolateral, konsentris, serta radial.
  • Jenis Kolateral 
Berkas pengangkut disebut dengan kolateral bila berkas pengangkut xilem serta floem terdapat berdampingan. Floem ada pada bagian luar dari xilem.

Jenis kolateral dibagi jadi 2, yakni kolateral terbuka serta kolateral tertutup. Bila antara xilem serta floem ada kambium disebut dengan kolateral terbuka. Kolateral terbuka ditemui pada dicotyledon serta gymnospermae. Pada kolateral tertutup, antara xilem serta floem tidak ada kambium, contoh pada monocotyledon.
  • Jenis Konsentris 
Jenis berkas pengangkut disebut dengan konsentris jika xylem dikelilingi floem atau demikian sebaliknya.
  • Jenis Radial 
Disebut dengan jenis radial jika xilem serta floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.
  • Jaringan Sekretoris 
Jaringan sekretoris disebut juga dengan kelenjar internal lantaran senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi jadi sel kelenjar, saluran kelenjar, serta saluran getah. Sel kelenjar memiliki kandungan berbagai senyawa hasil metabolisme.

Saluran kelanjar yaitu sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengitari sebuah ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh beberapa sel itu. Saluran getah terdiri atas beberapa sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, serta membentuk sebuah system jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.

Organ Tumbuhan 

Sumber: bimbel-ipa.blogspot.co.id

Akar 

Akar adalah sisi tumbuhan yang berperan menyerap air serta mineral dari dalam tanah. Tidak semua akar bisa menghisap beberapa zat makanan, namun cuma bagian spesifik saja yakni sisi yang belum diliputi gabus serta sisi yang belum tua.

Sisi yang berperan dalam penghisapan makanan ini gampang mengalami kerusakan lantaran lingkungan yang tidak cocok, umpamanya lantaran aerasi yang buruk, kurangnya kandungan air dalam tanah, tingginya keasaman tanah.

Bagian-bagian akar yaitu sebagai berikut ini:
  • Meristem Apikal 
Meristem apikal ada pada bagian ujung akar, adalah titik awal pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, dan lantas daerah deferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi jadi dua, yakni: 
  1. Daerah Pendewasaan Jaringan Primer 
  2. Daerah jaringan primer yang udah dewasa. Kemudian terjadi pertumbuhan jaringan sekunder. 
  • Kaliptra 
Kaliptra adalah tudung akar atau sisi yang menutupi meristem apikal. Kaliptra berperan sebagai sarung pelindung akar. Tudung akar datang dari meristem apikal serta terdiri dari beberapa sel parenkim.

Sel sel dipermukaannya terus menerus terlepas secara berkesambungan, serta sel dibawahnya jadi berlendir. Beberapa sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam dari meristem apikal.

Susunan anatomi akar dari luar ke dalam yaitu sebagai berikut ini:
  • Epidermis (Susunan Luar/Kulit Luar) 
Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat. Epidermis akar biasanya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung akar, beberapa sel epidermis ini termodifikasi jadi bulu-bulu akar. Bulu akar berperan untuk memperluas bidang penyerapan.
  • Korteks (Susunan Pertama/Kulit Pertama) 
Korteks adalah daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terdiri atas beberapa sel parenkim yang berdinding tipis serta tersusun melingkar. Di dalam korteks ada beberapa ruang antar sel sebagai area untuk menyimpan udara. Peranan korteks yaitu sebagai area untuk menyimpan cadangan makanan.
  • Endodermis (Susunan Antara Korteks dan Stele) 
Susunan endodermis akar terdapat di bagian dalam korteks, yakni berbentuk sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berbentuk rangkaian berupa pita.

Penebalan seperti pita ini disebut dengan pita kaspari. Penebalan semula berbentuk titik yang disebut dengan titik kaspari. Penebalan gabus mengakibatkan dinding sel tidak bisa ditembus oleh air.

Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut juga dengan sel penerus. Endodermis bertindak mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
  • Stele (Silinder Pusat, yakni Susunan Tengah Akar) 
Silinder pusat terdapat di bagian dalam endodermis. Di dalamnya ada pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang amat bertindak dalam proses pengangkutan air serta mineral, serta perisikel yang ada tepat di bagian dalam endodermis.

Perisikel berperan membentuk akar cabang. Akar ini akan menembus ke luar lewat endodermis, korteks, serta epidermis. Pertumbuhan cabang akar ini disebut dengan pertumbuhan endogen.

Pada tanaman dikotil, diantara xilem serta floem ada kambium ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotil, tidak hanya xilem serta floem ada empulur namun tidak ada kambium ikatan pembuluh.

Bersumber pada strukturnya, secara umum ada dua jenis akar, yakni akar tunggang serta akar serabut. 
  • Akar Tunggang 
Akar tunggang datang dari akar lembaga yang tumbuh terus jadi akar primer (akar pokok). Akar tunggang ada pada tumbuhan dikotil serta tumbuhan berbiji terbuka. Bersumber pada percabangan serta bentuknya, akar tunggang dibagi dalam 2 kelompok, yakni:
  • Akar Tunggang Tidak Bercabang atau Sedikit Bercabang
Kalaupun ada cabangnya, umumnya terdiri atas akar-akar halus yang berupa serabut. Akar tunggang kerap kali dikaitkan dengan manfaatnya yakni menyimpan air serta makanan. Akar itu memiliki bentuk yang istimewa.

Akar tunggang pada tanaman wortel serta lobak disebut juga dengan akar tombak atau akar pena. Ada pula akar tunggang yang berbentuk gasing seperti yang ada pada tanaman bengkoang dan bit, lantaran pangkal akar yang berbentuk besar membulat. Akar-akar serabut sebagai cabang cuma ada pada ujung yang sempit meruncing.
  • Akar Tunggang Bercabang
Akar ini berwujud kerucut panjang tumbuh lurus ke bawah, bercabang banyak hingga memberi kekuatan yang semakin lebih besar pada batang.

Area perakaran jadi luas hingga penyerapan makanan juga jadi semakin banyak. Akar tunggang bentuk ini banyak didapati pada tanaman yang ditanam dari biji, contohnya pohon mangga, nangka, rambutan dan lain-lain.
  • Akar Serabut 
Akar serabut yaitu akar yang tumbuh dari pangkal batang sesudah akar instansi (embrio) mati. Akar ini biasanya ada pada tumbuhan monokotil.

Pada tumbuhan berakar tunggang ada akar instansi yang tumbuh dan akan terus membesar serta memanjang serta pada akhirnya akan jadi akar primer atau akar pokok, sedangkan pada tumbuhan berakar serabut akar instansi tidak tumbuh secara terus menerus dan pada akhirnya mati.

Pada pangkal batang akan tumbuh akar serabut yang ukurannya lebih kecil dari pada akar instansi, tetapi bercabang-cabang.

Bersumber pada cirinya, akar serabut dibagi lagi dalam berbagai bentuk, yakni: 
  1. Akar jenis benang, contohnya pada tanaman padi serta jagung, 
  2. Akar gantung atau akar udara, contohnya pada pohon beringin, 
  3. Akar pengisap, contohnya pada benalu, 
  4. Akar pelekat, contohnya pada sirih, 
  5. Akar napas, contohnya pada bogem, 
  6. Akar tunjang, contohnya pada pandan serta bakau, 
  7. Akar pembelit, contohnya pada vanili, 
  8. Akar banir, contohnya pada sukun, dan 
  9. Akar lutut, contohnya pada pohon tanjung. 

Fungsi atau Peranan Akar

Sumber: fungsi.web.id
Fungsi atau Peranan Akar diantaranya sebagai berikut ini: 
  • Menyerap air serta unsur hara dari dalam tanah 
Akar dipakai oleh tumbuhan untuk mendapatkan beberapa bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akar menyerap beberapa bahan mineral bersamaan dengan air dari lingkungannya. Air masuk ke dalam akar lewat rambut-rambut akar.

Rambut akar atau bulu akar adalah perkembangan bentuk dari jaringan epidermis akar yang berperan menghisap air serta unsur-unsur hara dari dalam tanah.
  • Memperkokoh berdirinya batang tanaman 
Akar bisa memperkokoh berdirinya tumbuhan hingga bisa berdiri tegak di tempat tumbuhnya. Tumbuhan yang tinggi memerlukan system perakaran yang makin kuat untuk menahan terpaan angin yang makin besar.
  • Tempat menyimpan cadangan makanan 
Beberapa tanaman menyimpan cadangan makanan pada akarnya. Makanan yang disimpan umumnya berbentuk pati atau tepung.

Cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar dipakai sepanjang masa-masa perkembangan spesifik serta akan dipakai untuk proses perkembangan pada masa-masa perkembangan berikutnya.

Beberapa tanaman yang termasuk herbal sangat bergantung pada cadangan makanan yang tersimpan dalam akar terlebih untuk menangani keadaan lingkungan yang jelek, umpamanya pada musim kemarau hingga tanaman itu bisa bertahan hidup.
  • Bernapas (respirasi) 
Beberapa sel yang ada pada akar juga memerlukan oksigen untuk melakukan pernapasan seperti beberapa sel pada makhluk hidup yang lain. Untuk memenuhi keperluan akan oksigen itu sendiri, maka akar mengambil oksigen dari rongga-rongga partikel tanah.

Tanah yang gembur semakin lebih gampang untuk ditembus oleh udara hingga kandungan oksigennya akan makin banyak dibandingkan dengan tanah yang padat. Tanah gembur serta banyak terkandung kompos atau tanah berpasir mempunyai banyak rongga hingga gampang ditembus oleh udara.
  • Alat perbanyakan secara vegetatif 
Akar sebagai alat perbanyakan secara vegetatif, contohnya pada pohon sukun serta cemara. Pada tanaman sukun serta cemara akar yang menyumbul dari dalam tanah bisa membuahkan tunas serta pada akhirnya jadi tanaman baru.

Batang 

Sumber: dzargon.com
Peranan batang diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Mensupport tubuh tumbuhan. 
  2. Sebagai alat transportasi air, mineral, serta beberapa bahan makanan. 
  3. Adalah tempat tumbuhnya cabang, daun, serta bunga. 
Susunan batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar. Batang ada yang tumbuh di atas tanah serta di bawah tanah. Batang yang tumbuh di dalam tanah berperan untuk menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada tanaman jahe. Batang tumbuhan tersusun dari tiga system jaringan, yakni: 
  1. Epidermis 
  2. Korteks 
  3. Endodermis 
Bentuk batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yakni: 
  1. Type lunak berair (herbaseus atau terna). Contoh: Kaktus. 
  2. Type berkayu (lignosus). Contoh: Pohon mangga, pohon beringin, pohon jati. 
  3. Type rumput (kalmus). Contoh: Tanaman padi. 
Beberapa spesies tumbuhan mempunyai batang yang mengalami modifikasi untuk manfaat yang beragam macam. Modifikasi batang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Rhizoma 
Rhizoma yaitu batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat dengan permukaan tanah. Rhizoma memiliki ruas-ruas pendek serta pada bukunya ada daun-daun seperti sisik.

Di sepanjang rhizome bisa didapati adanya akar adventif, terlebih di permukaan sisi bawah. Rhizoma adalah tempat menyimpan cadangan makanan, umpamanya pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean).
  • Stolon 
Stolon bentuknya serupa dengan runner, namun umumnya tumbuh lebih tegak di dalam tanah.
  • Runner 
Runner yaitu batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, biasanya di sepanjang permukaan tanah, serta memiliki ruas yang panjang, contohnya pada tanaman stroberi.
  • Umbi batang (tuber) 
Contoh pada kentang mengembangnya beberapa ruas di ujung stolon. Mata tunas pada umbi kentang adalah kuncup yang ada pada buku batang, tiap mata tunas itu akan dapat berkembang jadi individu baru.
  • Umbi lapis (bulb) 
Umbi lapis adalah kuncup besar yang dikelilingi oleh beberapa daun berdaging, dengan satu batang kecil serta pendek pada ujung bawah.

Daun berdaging memiliki kandungan cadangan makanan. Pada bawang merah, daun berdaging senantiasa dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga ditemui pada tanaman tulip, lili, dan sebagainya.
  • Umbi kormus (corm) 
Kormus serupa dengan umbi lapis namun sisi yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang. Helaian daun berupa sisik menutupi semua permukaan kormus.

Daun (Folium) 

Sumber: pixabay.com
Pada daun terjadi momen fotosintesis. Fotosintesis untuk memasak bahan makanan penyusun energi untuk tumbuhan ini dilakukan di bagian daun yang disebut dengan klorofil.

Stomata berbentuk pori-pori kecil ada di epidermis atas serta bawah daun. Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak dari pada epidermis atas daun. Hal semacam ini adalah penyesuaian tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun.

Celah stomata terbentuk jika sepasang sel penjaga stoma mengerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata yang berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 serta O2) yang ada di dalam daun dengan lingkungan luar.

Tidak hanya itu, stomata juga berperan dalam penyusunan hilangnya air dari tumbuhan. System jaringan dasar pada daun disebut juga dengan mesofil. Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi jadi jaringan pagar serta bunga karang.

Jaringan pagar bisa memiliki kandungan lebih dari 80 persen kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang adalah tempat pertukaran gas lantaran sel-selnya tersusun longgar dengan ruangan interselular yang banyak.

Tulang-tulang daun yang memiliki kandungan berkas pembuluh menyebar di seluruh mesofil. Satu berkas pembuluh terdiri atas xilem serta floem dikelilingi oleh beberapa sel parenkim berdinding tebal yang disebut juga dengan seludang pembuluh.

Berkas pembuluh yang ada pada daun tersambung secara kontinu dengan berkas pembuluh yang ada pada batang.

Hal semacam ini memungkinkan tersalurkannya air serta mineral terlarut dari tanah ke daun serta memungkinkan tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke sisi tumbuhan yang lain. Pada tumbuhan jagung serta tebu, seludang pembuluh yaitu tempat terjadinya siklus Calvin dari proses fotosintesis.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jaringan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Jaringan Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. glorybiology.co.id

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom. Pengertian Kromosom, Fungsi Kromosom, Struktur yang dimiliki sebuah Kromosom, Penjelasan Lengkap mengenai Kromosom, dan hal penting yang perlu kita ketahui mengenai Kromosom.

Pengertian Kromosom 

Sumber: pelajaransekolahonline.com
Kromosom yakni unit genetik yang ada pada setiap inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berwujud deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein.

Setiap sel terbagi dalam tiga bagian paling penting, yaitu nukleus (inti Sel), Sitoplasma (cairan sel), dan Membran pelindung sel. Di dalam nukleus, ada benang-benang halus yang disebut juga dengan ‘kromatid’, bila terjadi pembelahan sel, benang-benang halus itu dipintal membentuk kromosom.

Kromosom yakni susunan padat yang terbagi dalam dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA. Susunan pada kromosom ini hanya akan tampak jelas pada metafase pembelahan sel.

Kromosom ini bertindak sebagai penyimpanan bahan materi genetik kehidupan. Ia terdiri dari DNA, kita pahami DNA memiliki peran sangat penting, yaitu untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, dan menyimpan setiap informasi genetik, ia dapat juga membantu langsung satu organisme untuk tumbuh. Jadi kromosom ini memiliki peranan yang besar dalam tubuh kita.

Struktur Kromosom 

Kromosom dibentuk dari DNA yang berikatan dengan beberapa protein histon. Dari Ikatan ini dihasilkan Nukleosom, yang memiliki ukuran panjang lebih kurang 10 nm.

Lalu nukleosom akan membentuk lilitan-lilitan yang sangat banyak sebagai penyusun dari kromatid (lengan kromosom), satu lengan kromosom ini lebih kurang memiliki lebar 700 nm.

Gambar berikut ini merupakan bentuk kromosom secara umum:
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni keterangan dari beberapa bagian kromosom: 

Kromatid 

Kromatid yaitu segi lengan kromosom yang terikat satu sama lainnya, 2 kromatid kembar ini diikat oleh sentromer. Nama jamak dari kromatid yakni kromonema. Kromonema biasanya terlihat pada pembelahan sel beberapa saat profase dan kadang kala interfase.

Sentromer 

Pada kromosom ada satu daerah yang tidak mempunyai kandungan gen (informasi genetik), daerah ini dinamakan Sentromer. Pada beberapa saat pembelahan, sentromer yaitu susunan yang sangat penting.

Karena di bagian inilah lengan kromosom (kromatid) sama-sama melekat satu sama lain pada masing-masing segi kutub pembelahan. Segi dari kromosom yang melekat pada sentromer dikenal dengan istilah ‘kinetokor’.

Kromomer 

Kromomer yakni susunan berbentuk manik-manik yang disebut dengan akumulasi dari materi kromatid yang kadang kala terlihat pada pembelahan beberapa saat interfase. Pada kromosom yang udah mengalami pembelahan berulang-kali, biasanya kromomer ini sangat jelas terlihat.

Telomer 

Telomer yakni bagian yang berisi DNA pada kromosom, fungsinya adalah untuk melindungi stabilitas ujung kromosom agar DNA nya tidak terurai.

Jenis Kromosom 

Sumber: zakapedia.com
Bila dibedakan bersumber pada letak sentromer pada lengan kromatid, akan ada 4 tipe kromosom:
  1. Talosentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di ujung kromosom. 
  2. Metasentrik, yaitu kromosom yang sentromer nya ada di dalam kromatid sampai secara relatif membagi kromatid jadi dua bagian. 
  3. Submetasentrik yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah, namun tidak pada bagian tengah, sampai kromatidnya terlihat sedikit lebih panjang bagiannya. 
  4. Akrosentrik, yaitu kromosom yang letak sentromer nya ada di antara tengah dan ujung lengan kromatid. 

Jumlah Kromosom 

Dalam tubuh satu organisme ada jumlah kromosom yang tidak sama. Pada Organisme ada dua bentuk kromosom, yaitu:
  1. Kromosom Seks (Genosom) yang menentukan jenis kelamin 
  2. Kromosom Tubuh (Autosom) yang tidak menentukan jenis kelamin 
Kromosom pada makhluk hidup biasanya diketahui dalam keadaan berpasang-pasangan, oleh sebab itu disebut juga dengan diploid. Kromosom diploid dipertahankan dari generasi ke generasi dengan pemebelahan mitosis (pembelahan yang menghasilkan dua anak yang berupa sama juga dengan induknya).

Kromosom yang berpasangan (kromosom homolog) memiliki bentuk, ukuran, dan komposisi yang sama. Pada manusia setiap sel somatik berjumlah 46 (kecuali sel sperma dan ovum, karena memiliki set tunggal kromosom) kromosom atau 23 pasang.

46 kromosom manusia ini yaitu dua set kromosom yang terbagi dalam masing-masing 23 kromosom, yaitu satu set maternal (dari ibu) dan satu set paternal (dari bapak). Gambar di bawah yaitu bentuk 23 pasang kromosom manusia.
Sumber: softilmu.com
Berikut ini yakni jumlah kromosom pada makhluk hidup yang lain:
Sumber: softilmu.com

Gagasan ide konsep Penentuan Jenis Kelamin 

Ada satu gagasan ide konsep penting dalam mempelajari kromosom homolog pada sel somatik, yaitu adanya kromosom unik, yang disebut juga dengan kromosom X dan Y. Dari 23 pasang kromosom 22 pasang salah satunya adalah autosom (tidak menentukan jenis kelamin) dan 1 pasang genosom.

Wanita memiliki kromosom homolog X (XX), Meskipun kaum wanita memiliki dua kromosom X, salah satunya akan jadi tidak aktif saat beberapa masa embrio. Pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Jadi Kromosom X dan Y ini akan menentukan jenis kelamin individu, bila kromosom anak yang lahir XX ia perempuan, bila kromosomnya XY ia yakni lelaki.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, dan Fungsi Kromosom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kromosom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kromosom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit. Pengertian Kulit, Fungsi dari Kulit, Struktur yang ada dalam Kulit, Bagian-Bagian Kulit, Lapisan Kulit dan penjelasan lengkapnya. Seperti apa peranan Kulit dalam tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kulit 

Sumber: tipsmemutihkankulit.com
Kulit yakni organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan lebih kurang 7 persen dari berat tubuh keseluruhnya. Pada permukaan luar kulit ada pori–pori (rongga) sebagai tempat keluarnya keringat.

Kulit yakni organ yang memiliki banyak manfaat, satu diantaranya yakni sebagai pelindung tubuh dari beragam macam hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indera peraba, sebagai satu di antara organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Secara umum kulit memiliki 2 susunan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta ada susunan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering kali dibicarakan.

Beberapa sumber juga mengemukakan bila susunan lemak bawah kulit termasuk juga ke dalam susunan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan susunan kulit itu.

Fungsi Kulit 

Sumber: doktermeta.blog.inharmonyclinic.com
Sebagai Pelindung tubuh dari beragam macam ancaman 

Oleh karena adanya kulit sebagai segi terluar tubuh, tubuh kita dapat terlindung dari beragam macam bentuk ancaman seperti mikroorganisme yang beresiko, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba 

Pada kulit banyak ujung–ujung persyarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapatkan rangsangan, kita dapat merasakaanya lewat tubuh. Umpamanya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.

Sebagai Alat Eksresi 

Kulit yaitu tempat keluarnya keringat, keringat ini yaitu sisa metabolisme yang terdiri atas bermacam unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan lebih kurang 1 liter keringat dalam sehari, keringat itu dikeluarkan dari pori–pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

Kulit selalu membuat perlindungan agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah walaupun terjadi perubahan suhu lingkungan.

Proses ini dikerjakan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Sewajarnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak 

Segi bawah susunan dermis kulit bertindak sebagai daerah untuk menyimpan lemak. Lemak disimpan berwujud tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan bila diperlukan, umpamanya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga bertindak sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D 

Pada Kulit ada provitamin D yang datang dari makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D itu akan dirubah jadi vitamin D.

Susunan–Susunan Kulit

Sumber: christiyoda.blogspot.co.id
Susunan kulit Terdiri atas Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Susunan Dalam atau Kulit Jangat), dan Hipodermis (Susunan pengikat Bawah kulit atau Susunan Lemak kulit)

Susunan Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari)   

Susunan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat susunan jaringan epitel. Setiap Susunan pada Epidermis memiliki ciri khas sendiri, Susunan

Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sampai ia mendapatkan suplai nutrisi lewat proses difusi dari susunan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini yakni 4 Susunan pada Epidermis:

Susunan Tanduk (Stratum Korneum)

Susunan Korneum yaitu susunan kulit paling luar dari tubuh, susunan ini senantiasa mengalami deskuamasi (pengelupasan susunan paling luar) secara terus menerus.

Bermacam sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis jadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu disebut juga tersusun oleh sel–sel mati.

Susunan ini tidak dilapisi oleh pembuluh darah, hingga bila terkelupas tidak akan mengakibatkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Susunan ini bertindak untuk menghindari masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Susunan Malphigi (Stratum Granulosum)

Susunan Malphigi yaitu susunan kulit yang disusun oleh sel–sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada susunan dermis. Susunan malphigi yaitu susunan yang melakukan tindakan dalam memberi warna pada kulit manusia. Zat paling penting dalam pewarnaan kulit ini disebut juga dengan Melanin.

Tentunya kita sudah sama-sama mengetahui bila warna kulit bisa berlainan, bisa hitam, putih, sawo matang, dan sebagainya. Bila tertumpuknya melanin pada suatu tempat akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Susunan Spinosum (Stratus Spinosum)

Susunan Spinosum yaitu susunan kulit yang disusun oleh beragam sel yang tidak beraturan mempunyai bentuk. Sel–sel pada susunan ini memiliki kekuatan untuk membelah diri. Susunan ini bertindak untuk melindungi kapabilitas dan kelenturan kulit.

Susunan Basal (Stratum Germinativum)

Susunan Basal yaitu susunan kulit yang secara kontinu senantiasa membelah diri untuk memperbarui segi Epidermis yang rusak. Susunan Ini yaitu susunan paling bawah dari segi epidermis. Susunan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sampai kulit terjaga secara periodik.

Susunan Dermis (Kulit Jangat) 

Susunan Dermis (Kulit Jangat) yakni susunan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat.

Pembuluh darah pada susunan ini sangat luas sampai bisa menyimpan lebih kurang 5 persen dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini yakni keterangan untuk penyusun Kulit Dermis:

Pembuluh Darah, Yaitu pembuluh darah kapiler yang bertindak sebagai pemberi nutrisi dan oksigen pada sel–sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga bertindak dalam melindungi panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terbagi dalam ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Segi ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berbentuk sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya suatu hal.

Ujung saraf ini tidak menyebar rata ke seluruh permukaan susunan dermis, umpamanya ujung–ujung jari lebih banyak memiliki ujung–ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, yaitu kelenjar yang berperan untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang udah saya jelaskan di awal, keringat dihasilkan lalu dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan lewat pori–pori (rongga kulit). Keringat yaitu zat–zat sisa metabolisme terlebih garam dapur.

Katung Rambut, yaitu segi rambut yang memuat akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapatkan suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut ada otot–otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut ada ujung–ujung saraf perasa, sampai saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, yaitu kelenjar yang ada di sekitar batang rambut. Kelenjar minyak bertindak untuk menghasilkan minyak yang melindungi rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) 

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) yaitu jaringan ikat yang ada di bawah susunan dermis, namun batas pemisah antara segi Hipodermis dengan segi dermis ini tidak jelas.

Susunan ini yaitu daerah untuk menyimpan lemak dalam tubuh, sampai sering kali dikenal juga dengan Susunan Lemak Bawah Tubuh. Lemak itu berperan untuk melindungi dari bentrokan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber daya cadangan.
Sumber: tips-cara-memutihkan-kulit.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kulit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kulit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Pengertian Nemathelminthes, Ciri dari Nemathelminthes, Klasifikasi dari Nemathelminthes, Struktur Tubuh Nemathelminthes, Fungsi dari Tiap Bagian Tubuh Nemathelminthes, Sistem Reproduksi Pada Nemathelminthes, dan Bahaya Nemathelminthes.

Pengertian Nemathelminthes

Sumber: wikipedia.org
Nemathelminthes yaitu golongan hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes datang dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing.

Nemathelminthes telah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga itu bukanlah rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut juga dengan pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sampai disebut juga dengan cacing gilig.

Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun ada juga yang menjangkau ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes rata-rata hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun ada pula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

Susunan dan Peranan Tubuh 

Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan susunan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak di pengaruhi oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga susunan (tripoblastik), yaitu susunan luar (Ektodermis), susunan tengah (Mesoderm), dan susunan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.

Nemathelminthes udah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut ada pada ujung depan dan anus ada pada ujung belakang. Setelah makanan di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat cairan pada rongga tubuhnya.

Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, hingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi lewat proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

Sistem Organ Nemathelminthes 

Sumber: biologipedia.com
Sistem Pencernaan, seperti penjelasan di atas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus.

Makanan masuk ke dalam tubuh lewat muluth pada bagian depan tubuh, lalu masuk ke faring, dan di proses di usus, setelah di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, lalu beberapa sisa makanan akan dikeluarkan lewat anus.

Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran paling penting yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh segi ventral.

Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi miliki sifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang tidak sama, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin.

Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, lalu akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang tidak baik.

Sistem aliran (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sampai pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Sistem Persarafan, yaitu sistem saraf cicin yang mengitari esofagus dan memiliki 6 cabang saraf paling penting.

Ciri – Ciri Nemathelminthes 

Kita dapatkan ciri nemathelminthes yaitu:
  1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing 
  2. Memiliki tiga susunan tubuh (Triploblastik) yaitu susunan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan susunan tubuh dalam (Endoderm). 
  3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukanlah rongga tubuh sejati sampai rongga ini disebut juga Pseudoaselomata. 
  4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berperan melindunginya dari enzim pencernaan inang. 
  5. Sistem pencernaannya telah lengkap 
  6. Belum memiliki sistem aliran dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf yaitu saraf cincin. 

Klasifikasi Nemathelminthes 

Sumber: hardijofandu.blogspot.co.id
Kelas Nematoda (Aschelminthes) 

Nematoda yaitu cacing benang yang umumnya mempunyai ukuran miksroskopis. Kata Nematoda datang dari bhs yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal semacam ini dikarenakan nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sampai disebut juga dengan cacing benang.

Mereka udah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga susunan (triploblastik), yaitu susunan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya udah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi yaitu jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah lewat rongga tubuh.

Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masihlah tetap merupakan persoalan yang besar untuk kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan.

Nematoda yaitu hewan yang terdapat banyak di air dan tanah, sampai tidak jarang mengakibatkan infeksi pada manusia, terutama buat mereka yang tidak melindungi kebersihan dengan baik. Umpamanya yakni Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dan sebagainya.

Kelas Nematophora 

Nematophora yaitu cacing yang berupa bulat dengan kedua ujung yang runcing serupa bentuk rambut sampai sering disebut juga dengan cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin.

Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Umpamanya yakni Nectonema sp.
Contoh spesies dan Secernentea yakni sebagai berikut ini:

Ascaris Lumbricoides (Cacing Pita) 

Ascaris lumbricoides yakni parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan pasien mengalami kekurangan gizi. Tubuh pada bagian anterior cacing mempunya mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil.

Cacing betina memiliki ukuran panjang lebih kurang 20-49 cm, dengan diamater 4-6 mm, di bagian ekor runcing lurus, dan dapat menghasilkan 200. 000 telur/hari.

Cacing jantan mempunyai ukuran panjang lebih kurang 15-31 cm, dengan diameter 2-4 mm, segi ekor runcing melengkung, dan di bagian anus ada spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur lantas keluar berbarengan tinja. Telur mempunyai kandungan embrio terletan berbarengan dengan makanan yang terkontaminasi. Di dalam usus inang, telur menetas jadi larva.

Larva berikutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.

Cacing ini parasit pada usus halus manusia. Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina mempunyai ukuran lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh lebih kurang 0, 5 cm. Dalam sehari cacing betina bisa menghasilkan sampai 200.000 telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides: 

Telur keluar berbarengan feses pasien = termakan oleh manusia = menetas jadi larva dalam usus halus = larva menembus dinding usus = ikut aliran darah ke jantung = masuk ke paru-paru = trakea = tertelan lagi = lambung = di usus halus jadi cacing dewasa.

Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) 

Anylostoma duodenale disebut juga dengan cacing tambang karena seringkali diketahui didaerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sampai dapat menyebabkan anemia untuk pasien ankilostomiasis.

Cacing tambang dewasa betina yang mempunyai ukuran 12 mm, mempunyai organ-organ kelamin luar (vulva), dandapat membuahkan 10.000 sampai 30.000 telur/hari. Cacing jantan yang mempunyai ukuran 9 mm dan mempunyai alat kopulasi di ujung posterior.

Di ujung anterior cacing ada mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkeram dinding usus inang.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar berbarengan feses (tinja) pasien. Di tempat yang becek, telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva ikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.

Wuchereria bancrofti 

Wuchereria bancrofti disebut juga dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum).

Banyak populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Oleh karena adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di satu organ. Apabila penumpukan terjadi di daerah kaki kaki membengkak sampai menyerupai kaki gajah.

Onchorcerca Volvulus 

Onchorcea vovulus yaitu cacing mikroskospis penyebab onchocerciasis (river blindness) yang menyebabkan kebutaan. Vektor pembawa yakni lalat kecil pengisap darah black fly (simulium). Cacing terdapat banyak di Afrika dan Amerika Selatan.

Enterobios vermicularis 

Enterobios vermicularis disebut juga dengan Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Apabila akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sampai mengakibatkan rasa gatal.

Jika tanpa sengaja kita menggaruknya, lalu tanpa cuci tangan telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya lebih kurang 1 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya lebih kurang 0,5 cm.
Sumber: riaunews.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cacing di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Cacing. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian Struktur Sosial : Klasifikasi Dan Fungsi Struktur Sosial

Pengertian Struktur Sosial

Manusia tentunya harus memahami tentang struktur sosial setelah memahami tentang arti dari kata sosial. Ini dikarenakan karena manusa adalah makhluk sosial dengan individu yang berbeda serta beragam sehingga perlu dibentuk adanya suatu kelompok atau golongan yang membentuk suatu struktur seperti jika kita ingin membuat suatu bangunan atau rumah. Pengertian struktur sosial secara umum adalah kumpulan individu dengan pola perilaku yang beragam. Struktur sosial juga bisa diartikan sebagai sebuah bangunan sosial yang tersusun atas berbagai unsur pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan secara fungsional antara yang satu dengan lainnya. Ini menyebabkan adanya perubahan jika terjadi perubahan di salah satu unsur tersebut. Ada pula yang mendefinisikan struktur sosial sebagai suatu tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang bisa tersusun secara vertical contohnya kelompok laki-laki dan kelompok perempuan atau secara horizontal contohnya kelompok bermain.

Kata struktur berasal dari sebuah kata bahasa latin “structum” yang mempunyai arti menyusun atau membangun. Oleh karena itu, strktur diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki dasar, bagian, ataupun unsur-unsur tertentu yang membentuk suatu susunan. Jadi pengertian struktur sosial diatas bisa dikatakan benar karena struktur sosial memang sangat tepat digambarkan sebagai sebuah bangunan. Ada hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam struktur sosial yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak bisa dibagikan secara merata karena jumlah sumber daya alam yang terbatas oleh karena itu sering terjadi pembedaan bentuk struktur masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Ada beberapa ahli dalam bidang ilmu sosial yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian struktur sosial.

  • Menurut koentjaraningrat : mengemukakan bahwa pengertian struktur sosial adalah suatu kerangka yang dapat menggambarkan kaitan antara berbagai elemen dalam masyarakat. 
  • Menurut Raymond Firth : yang dimaksud dengan struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terbentuk dari banyak individu dan meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi serta banyak meliputi lembaga dimana di dalamnya terdapat orang yang ambil bagian.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi : Struktur sosial merupaka keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
  • Menurut Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, struktur sosial berarti hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antar peran. Dengan demikian, struktur sosial dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang mengakibatkan timbal balik bail berupa status dan peranan maupun perilaku dalam bermasyarakat. 

Struktur sosial merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial pokok, yang meliputi:

  1. Kelompok sosial,
  2. Kebudayaan,
  3. Lembaga sosial,
  4. Strati kasi sosial,
  5. Kekuasaan dan wewenang.


  • Abdul Syani (Dalam Basrowri, 69;2005) : Struktur sosial adalah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok.
  • D. Hendropuspito (89;1999) : Struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan, dan demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama.
  • Firth (Dalam Basrowri, 67;2005) ; Struktur sosial dianggap sama dengan organisasi sosial yang mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang  memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.
  • Menurut George Simmel : struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • George C. Homans : Mengatakan bahwa struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  • William Kornblum : struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  • Menurut E.R. Lanch struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.

Klasifikasi Struktur Sosial

  • Klasifikasi Macam-Macam Struktur Sosial
Para ahli sosiologi telah mengklasifikasikan struktur sosial dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Struktur Kaku dan Struktur Luwes

Struktur kaku (rigid) adalah struktur yang tidak dapat diubah. Misalnya peristiwa yang dialami RD (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu). Ketika ditahan karena terkait dengan kasus hukum dalam dana nonbudgeter DKP, ia masih diminta oleh para mahasiswanya memberikan kuliah, karena belum ada orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai pengajar (dosen). Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku, di mana perubahan-perubahan dalam pola susunannya dibiarkan terjadi. Misalnya dalam sebuah rapat terbuka, penambahan jumlah peserta rapat dibiarkan saja, karena dirasa semakin banyak orang, akan semakin banyak pula ide-ide yang tercipta.

2. Struktur Formal dan Struktur Informal

Struktur formal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, Struktur pemerintahan,dan sebagainya. Struktur informal adalah struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.

3. Struktur Homogen dan Struktur Heterogen

Struktur homogen adalah struktur sosial di mana unsur-unsur di dalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Misalnya dalam kesebelasan sepak bola. Dalam struktur itu, setiap anggota diberi kesempatan yang sama, dan oleh karenanya juga mempunyai pengaruh yang sama untuk memenangkan pertandingan bagi kesebelasannya. Nama baik dan kesuksesan kesebelasan itu bukan monopoli orang (pemain) tertentu, tetapi milik bersama.

Struktur heterogen adalah struktur sosial yang unsur-unsur di dalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh ke dalam dan ke luar. Misalnya dalam organisasi kenegaraan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, di sini terdapat unsur struktur yang mempunyai pengaruh paling besar sampai paling kecil.

4. Struktur Mekanis dan Struktur Statistik

Struktur mekanis adalah struktur yang menuntut posisi yang tetap sama dari anggotaanggotanya agar dapat menjalankan fungsinya  dengan baik. Misalnya struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat ditukar/ digantikan tanpa membawa kerugian. Misalnya pada saat ayah sakit dan dirawat di rumah sakit, sedangkan anak-anaknya masih kecil, maka kehidupan keluarga akan terganggu, karena tidak ada yang menggantikan posisinya. Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu atau dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Misalnya penambahan jumlah anggota polisi, karena menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk.

5. Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama

Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan yang dibuat oleh anggota-anggota dengan berpegang pada prinsip yang mereka setujui bersama. Seluruh wewenang diserahkan kepada unsur pimpinan. Misalnya struktur sosial dalam masyarakat feodal, di mana para anggota masyarakat dituntut untuk taat pada pemimpinnya tanpa mendapat kesempatan mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Struktur kerja sama adalah struktur yang didasarkan atas musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana usaha bersama itu akan dilaksanakan.

6. Struktur Atas dan Bawah

Struktur atas adalah struktur yang diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya kaum bangsawan, pejabat, penguasaha, dan tokoh adat. Struktur bawah adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah, seperti buruh, petani, gelandangan, dan sebagainya.

Fungsi Struktur Sosial


  • Fungsi identitas, yaitu sebagai penegas identitas yang dimiliki suatu kelompok.
  • Fungsi kontrol yaitu untuk mengontrol individu yang berada dalam struktur sosial tertentu.
  • Fungsi pembelajaran, yaitu dengan adanya struktur sosial individu dapat belajar melalui interaksi yang terjadi di dalamnya.