Showing posts with label Teknik Pengukuran Kedalaman Laut. Show all posts
Showing posts with label Teknik Pengukuran Kedalaman Laut. Show all posts
10 May 2017

Pengertian dan Jenis Laut

Pengertian dan Jenis Laut. Pengertian Laut, Jenis-jenis Laut, Rasa dan Kandungan Garam dalam Air Laut, dan Teknik Pengukuran Kedalaman Laut.

Pengertian Laut

Sumber: coralie-sissyslut.blogspot.co.id
Laut yaitu kumpulan air asin yang sangat banyak serta luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan sebuah benua dengan benua yang lainnya dan juga sebuah pulau dengan pulau yang lainnya.

Air Laut 

Rasa Air Laut 

Mungkin saja saat kita membahas mengenai laut, masih banyak orang yang bertanya-tanya kenapa air laut ini rasa-rasanya asin?

Sebenarnya rasa air laut datang dari daratan, kronologinya begini. Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap ke dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi lewat sungai-sungai serta pada akhirnya mencapai laut. Maka, pada saat perjalanan menuju ke laut itu, air dari daratan juga membawa mineral, hingga laut dipenuhi garam-garam mineral.

Kita sudah tahu jika laut memiliki permukaan yang sangat luas hingga hal semacam ini jadi satu diantara aspek penguapan dalam jumlah besar, pada saat air laut menguap, yang menguap hanyalah air (H2O) sedangkan garam-garam mineral tetap tinggal bersama air laut.

Dan itulah sebabnya, sehingga air laut rasa-rasanya menjadi asin. Kandungan keasinan air laut ini di pengaruhi oleh aspek suhu, umumnya makin panas daerah tersebut, air lautnya juga akan makin asin.

Sesudah membaca pernyataan di atas, kita semua sudah tahu jelas, kenapa air laut rasa-rasanya bisa menjadi asin, tetapi kemudian kembali muncul lagi pertanyaan: Mengapa Air di danau rasanya tidak asin, meski sebenarnya air itu juga datang dari daratan?

Dan, jawabannya yaitu lantaran permukaan air danau tidak cukup luas hingga penguapannya tidak terlalu besar, tujuannya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih tetap seimbang serta sumber mineralnya amat terbatas, beda halnya dengan laut yang sumber mineralnya dari beragam macam penjuru dunia, kemudian berkumpul jadi satu.

Kandungan Garam Dalam Air Laut 

Sumber: kedaipena.com
Air Laut mempunyai kandungan garam rata-rata 3,5 persen. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut ada 35 garam (terlebih, tetapi tidak semuanya, adalah garam dapur (NaCl)).

Meskipun rata-rata air laut di dunia mempunyai kandungan garam kurang lebih 3,5 persen air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang Paling tawar yaitu di timur Teluk Finlandia serta di utara Teluk Bothania, keduanya bagian dari laut Baltik.

Yang paling asin yaitu di Laut Merah, di mana suhu tinggi serta aliran terbatas membuat penguapan tinggi serta sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kandungan garam di beberapa danau bisa lebih tinggi lagi.

Air laut mempunyai kandungan garam lantaran bumi dipenuhi dengan garam mineral yang ada di dalam batu-batuan serta tanah. Misalnya natrium, kalium, serta Kalsium, dan lain-lain. Jika air sungai mengalir ke lautan, air itu membawa garam.

Ombak laut yang memukul pantai dapat juga menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama kelamaan air laut jadi asin lantaran banyak mengandung garam.

Beberapa Jenis Laut 

Sumber: 16sucai.com

Menurut Proses Terjadinya 

Ada beberapa bentuk laut di bumi ini, serta menurut proses terjadinya kita mengenal adanya Laut Transgresi, Laut Ingresi, serta Laut Regresi.

Laut Transgresi 

Laut Transgresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi lantaran naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, hingga beberapa sisi daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada jaman es. Contoh laut bentuk ini yaitu Laut Jawa, Laut Arafuru, serta Laut Utara.

Laut Ingresi 

Laut Ingresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya penurnan tanah di dasar laut. Oleh karenanya laut ini kerap disebut dengan laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut serta palung laut. Lubuk laut atau basin yaitu penurunan di dasar laut yang berupa bulat. Misalnya lubuk Sulu,

Lubuk Sulawesi, serta Lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog yaitu penurunan di dasar laut yang memiliki bentuk memanjang. Misalnya Palung Mindanau yang dalamnya 1. 085 m, Palung Sunda yang dalamnya 7. 450 m, serta Palung Mariana yang dalamnya 10. 683 (terdalam di dunia).

Laut Regresi 

Laut Regresi yaitu laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur, dan sebagainya) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut itu. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.
Sumber: blog.sukawu.com

Menurut Letaknya 

Bersumber pada letaknya, Laut dibedakan jadi tiga, yakni Laut Tepi, Laut Pertengahan, serta Laut Pedalaman.

Laut Tepi 

Laut Tepi yaitu laut yang terdapat di pinggir benua (kontinen) dan seakan-akan terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Misalnya Laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia serta Kepulauan Filipina

Laut Pertengahan 

Laut Pertengahan yaitu laut yang terdapat di antara benua-benua. Lautnya dalam serta memiliki gugusan pulau-pulau. Misalnya Laut tengah di antara benua Afrika-Asia serta Eropa.

Laut Pedalaman 

Laut pedalaman yaitu laut-laut yang nyaris semuanya dikelilingi oleh daratan. Misalnya Laut Hitam.

Menurut Kedalamannya 

Dalam kelompok ini laut dibedakan bersumber pada 4 lokasi (zona), yakni Zona Lithoral, Zona Neritic, Zona Bathyal, serta Zona Abysal.

Zona Lithoral 

Zona ini yaitu lokasi pantai atau pesisir. Di lokasi ini pada saat air pasang akan digenangi air, serta pada saat air surut berubah jadi daratan. Oleh karenanya lokasi ini kerap juga disebut dengan Lokasi Pasang-Surut.

Zona Neritic 

Zona Neritic yaitu baris batas lokasi pasang surut sampai kedalaman 150 m. Pada zona ini masih tetap bisa ditembus oleh cahaya matahari hingga pada lokasi ini paling banyak terdapat beragam macam jenis kehidupan, baik hewan ataupun tumbuhan.

Zona Bathyal 

Zona Bathyal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman antara 150 sampai 1800 m. Lokasi ini tidak bisa tertembus cahaya matahari, oleh karenanya kehidupan organismenya tidak sebanyak yang ada di Lokasi Neritic.

Zona Abysal 

Zona Abysal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman melebihi dari 1800 m. Di lokasi ini suhunya sangat dingin serta tidak ada tumbuh-tumbuhan. Bentuk hewan yang bisa hidup di lokasi ini amat terbatas.

Pengukuran Kedalaman Laut 

Sumber: meldyiam.blogspot.co.id
Ada dua cara yang bisa ditemuh untuk mengukur kedalaman laut, yakni dengan memakai teknik bandul timah hitam (dradloading) serta teknik Gema atau Echo Sounder atau Echoloading.

Teknik Bandul Timah Hitam (Dradloading) 

Teknik ini ditempuh dengan memakai tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dari satu kapal tali di turunkan sampai bandul menyentuh dasar laut. Berikutnya panjang tali diukur dan itulah kedalaman laut.

Cara ini sesungguhnya tidak terlalu tepat, lantaran tali tidak dapat tegak lurus akibat dampak arus laut. Selain itu terkadang bandul tidak sampai ke dasar laut lantaran tersangkut karang. Langkah tersebut juga membutuhkan waktu yang lama.

Akan tetapi langkah tersebut mempunyai keunggulan yakni mengetahui bentuk batuan di dasar laut, suhu, serta mengetahui apakah di dasar laut masih tetap ada organisme yang bertahan hidup.

Gema Duga (Echoloading) 

Pemakaian teknik ini didasarkan pada hukum fisika mengenai perambatan serta pantulan bunyi dalam air. Isyarat bunyi yang di keluarkan dari satu perlengkapan yang dipasang di dasar kapal mempunyai kecepatan merambat rata-rata1600 m/s hingga mengenai dasar laut.

Setelah mengenai dasar laut bunyi dipantulkan dalam bentuk gema serta di tangkap lewat satu perlengkapan yang juga dipasang di dasar kapal, jarak waktu yang dibutuhkan untuk perambatan serta pemantulan bisa diterjemahkan sebagai kedalaman laut.

Langkah tersebut dianggap lebih praktis, cepat, dan akurat. Tetapi kita tidak bisa mendapatkan jawaban tentang suhu, bentuk batuan, serta tanda tanda kehidupan di dasar laut.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Laut, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Laut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Laut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com