Showing posts with label inflasi. Show all posts
Showing posts with label inflasi. Show all posts
01 June 2016

Pengertian inflasi

Pengertian inflasi


Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi adalah suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat di hilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Berdasarkan tingkat kualitas 

a) Inflasi ringan 
Inflasi ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation) adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10% per tahun, inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang yang selalu berada dalam proses pembangunan. 

b) Inflasi sedang 
Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun. Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi. Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat diliat garak kenaikan harga. Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh, mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil apabila dibandingkan dengan kenaikan harga. 

c) Inflasi berat 
Inflasi berat adalah inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%. Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan. Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi. 

d) Inflasi liar (hyperinflation) 
Inflasi liar adalah inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi apabila setiap saat harga-harga selalu berubah serta meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).


Jenis inflasi ini dibedakan menjadi dua : 

  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga (price push inflation) karena kenaikan harga bahan-bahan baku dan kenaikan penghasilan/gaji, misalnya OPEC menaikan harga minyak ; 
  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan upah (wages cosh inflation) misalnya karena kenaikan gaji pegawai negeri yang diikuti usaha-usaha swasta juga, maka harga-harga barang barang lain juga ikut naik. Biasanya inflasi karena kenaikan gaji atau upah sangat ditakuti karena akan bias menimbulkan inflasi secara berkelanjutan. Karena upah naik, harga-harga akan naik. Karena harga barang naik, maka upah harus dinaikkan dan ini kemungkinan akan terus berkelanjutan.

Dampak Inflasi 

Inflasi yang terkendali bisa meningatkan aktivitas perekonomian, jadi ternyata inflasi tidak selalu berdampak buruk untuk perekonomian, Di bawah ini bebrapa dampak inflasi terhadap kegiatan dan kondisi perekonomian masyarakat. 

Dampak inflasi terhadap pendapatan adalah dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada sebagian keadaan, inflasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi dapat membantu pengusaha menambah kemampuan produksinya. Dengan begitu, akan tumbuh lapangan kerja baru dan bertambahnya pendapatan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu apabila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 

Dampak Inflasi terhadap Ekspor : Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir. Dampak untuk negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga makin sedikit. 

Efek Inflasi terhadap minat orang untuk menabung : Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung jadi berkurang karena jumlah bunga yang di peroleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi. Contohnya, pada bulan agustus tahun 2015 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito setahun. Nah, deposito itu menghasilkan bunga sebesar 20% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang agustus 2015 sampai agustus 2016 lumayan tinggi, contoh 16%, maka penghasilan uang dari uang yang didepositokan hanya tersisa 4%. Oleh karena itu, salah satu dampak inflasi adalah membuat minat orang menabung menjadi berkurang. 

Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok : Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat sangat besar atau bahkan sangat kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa % inflasi untuk suatu masa tertentu. Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.