Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi makhluk hidup. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi makhluk hidup. Sort by date Show all posts
26 December 2016

Pengertian Tanah : Fungsi dan Klasifikasi Tanah

Pengertian Tanah

Definisi yang umum tentang tanah adalah sebagai berikut, yaitu tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi/relief tertentu dan selama waktu tertentu.

Dalam bidang pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu, di dalam tanah terdapat pula udara dan air. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain.

Dalam pengertian ini, ada dua variabel yang membedakan pengertian tanah di bidang pertanian dengan bidang lainnya, yaitu kedalaman tanah dan ukuran partikelnya.
Kedalaman tanah dalam pengertian pertanian dibatasi pada bagian atas kulit bumi yang telah mengalami pelapukan atau adanya aktivitas biologi. Jika bagian yang telah mengalami pelapukan adalah dangkal, maka bagian tersebutlah dipakai sebagai batas kedalaman tanah. Sebaliknya, jika bagian yang telah mengalami pelapukan sangat dalam (4-6 m), maka tidak semua bahan lapuk tersebut disebut tanah, melainkan sampai kedalaman dimana terdapat aktivitas biologi.

Pada umumnya, pembahasan tentang tanah dalam bidang pertanian dibatasi pada kedalaman sekitar 2,0 m. Kedalaman ini jauh berbeda dengan kedalaman tanah di bidang keteknikan yang dapat mencapai puluhan meter. Berkaitan dengan ukuran partikelnya, para ahli pertanian membatasi tanah pada partikel berukuran (0,02 – 2 mm), dibandingkan dengan ahli keteknikan yang juga tertarik pada ukuran yang lebih besar dari 2 mm seperti kerikil bahkan batu, atau pakar bidang keramik yang hanya tertarik pada partikel yang berukuran 2 μm.

Jika kita membuat irisan tegak tanah dengan cara membuat lubang (1,0 x 1,5 m dengan kedalaman sekitar 2,0 m) dan selanjutnya diamati pada penampang tegaknya, akan terlihat lapisan-lapisan dengan arah sejajar permukaan kulit bumi yang relatif mudah dibedakan satu sama lainnya. Lapisan-lapisan ini dalam ilmu tanah disebut horizon. Horizon tanah yang berada diatas bahan induk disebut solum.

Lapisan tanah bagian atas pada umumnya mengandung bahan organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan tanah dibawahnya. Karena akumulasi bahan organik, maka lapisan tanah tersebut berwarna gelap dan merupakan lapisan tanah yang subur sehingga merupakan bagian tanah yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Lapisan tanah ini disebut lapisan tanah atas (top soil) atau disebut pula sebagai lapisan olah, dan mempunyai kedalaman sekitar 20 cm.

Lapisan tanah dibawahnya disebut lapisan tanah bawah (subsoil) berwarna lebih terang dan bersifat relatif kurang subur. Hal ini bukan berarti bahwa lapisan tanah bawah tidak penting perannya bagi produktivitas tanah, karena walaupun mungkin akar tanaman tidak dapat mencapai lapisan tanah bawah, tetapi sifat-sifat tanah seperti permeabilitas dan sifat-sifat kimia lapisan tanah bawah akan sangat berpengaruh terhadap lapisan tanah atas dalam peranannya sebagai media tumbuh tanaman.

Fungsi Tanah untuk kehidupan tanaman, sebagai berikut :
  1. Fungsi tanah, sebagai tempat berdiri tegak dan bertumpunya tanaman.
  2. Fungsi tanah, sebagai tempat tumbuh yang menyediakan unsur hara dan pertukaran unsur hara antara tanaman dengan tanah.
  3. Fungsi tanah, sebagai penyediaan dan gudangnya air bagi tanaman.
Tanah terbentuk dari pecahan-pecahan batuan induk yang berlangsung secara terus-menerus akibat faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan ini, yaitu iklim, organisme, topografi dan waktu. Pecahan dari batuan induk itu berlangsung akibat pelapukan dan penghancuran yang terjadi melalui proses-proses biologi, fisika dan kimia.

Proses pelapukan fisika antara lain : desintegrasi akibat temperatur, air, angin dan makhluk hidup atau desintegrasi akibat cuaca yang membekukan. Proses pelapukan kimia ini meliputi perubahan kimia dari bahan induk melalui berbagai macam proses seperti oksidasi, hidratasi dan karbonasi. Proses pelapukan biologi berlangsung akibat eksudat-eksudat mikroba tanah dan akar tumbuhan yang mempunyai kemampuan merombak bahan organik menjadi bahan anorganik atau mentransformasi bahan-bahan anorganik.

Klasifikasi Tanah

Bedasarkan Klasifikasinya tanah dapat dibagi menurut kelasnya, sebagai berikut :
  • Tanah Kelas 1 (Warna Hijau)
Tanah kelas 1 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian tanpa memerlukan tindakan pengawetan tanah yang khusus. Jenis tanah ini datar, dalam bertekstur halus atau sedang, mudah diolah dan respons terhadap pemupukan. Tidak mempunyai faktor penghambat atau ancaman kerusakan dan oleh karenanya dapat dijadikan lahan tanaman semusim dengan aman.
  • Tanah Kelas 2 (Warna Kuning)
Tanah kelas 2 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan sedikit faktor penghambat. Jenis tanah ini agak berlereng landai, kedalamannya dalam dan bertekstur halus sampai agak halus. Dalam hal ini diperlukan sedikit usaha konservasi tanah.
  • Tanah Kelas 3 (Warna Merah)
Tanah kelas 3 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan lebih besar dari jenis tanah kelas 2, sehingga memerlukan tindakan pengawasan khusus dalam pengelolaannya. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang agak miring atau drainase buruk, memiliki kedalaman sedang, atau permeabilitasnya agak cepat. Jenis tanah ini masih memerlukan suatu tindakan pengawetan tanah khusus, seperti pembuatan teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman penutup tanah dengan waktu untuk tanaman tersebut lebih lama.
  • Tanah Kelas 4 (Warna Biru)
Tanah kelas 4 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan dan ancaman kerusakan yang lebih besar dari jenis tanah kelas 3, sehingga memerlukan tindakan khusus dan pengawetan tanah yang lebih berat dan lebih terbatas. Penggunaannya terbatas untuk tanaman semusim. Tanah ini terletak pada lereng yang miring 15%-30% atau berdrainase buruk atau kedalaman dangkal. Jika digunakan untuk menanam tanaman semusim diperlukan pembuatan teras dan pergiliran tanaman lebih kurang 3-5 tahun.
  • Tanah Kelas 5 (Warna Hijau Tua)
Tanah kelas 5 ini tidak sesuai untuk digarap bagi tanaman semusim, tetapi akan lebih sesuai untuk tanaman makanan ternak secara permanen atau dihutankan. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang datar atau agak cekung tergenang air atau terlalu bayak batu di atas permukaannya ataupun terdapat liat masam (cat clay) di dekat atau pada daerah perakaran.
  • Tanah Kelas 6 (Warna Oranye)
Tanah kelas 6 tidak sesuai untuk digarap bagi usaha tani tanaman yang semusim, disebabkan karena terletak pada lereng yang agak curam (30%-45%) sehingga mudah tererosi, atau kedalamannya agak dangkal atau telah mengalami erosi berat. Tanah jenis ini lebih tepat dijadikan padang rumput atau dihutankan. Jika digarap untuk tanaman semusim diperlukan pengawetan tanah yang agak berat.
  • Tanah Kelas 7 (Warna Coklat)
Tanah kelas 7 sama sekali tidak sesuai untuk digarap menjadi usaha tani tanaman semusim. Dianjurkan untuk menanam vegetasi permanen atau tanaman yang keras. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang berlereng yang curam (45%-65%) dan tanahnya dangkal atau telah mengalami erosi berat. Jika dijadikan hutan atau padang rumput harus hati-hati karena sangat peka erosi.
  • Tanah Kelas 8 (Warna Putih)
Tanah kelas 8 tidak sesuai untuk usaha produksi pertanian dan harus dibiarkan pada keadaan alami atau hutan lindun. Tanah ini lebih cocok untuk cagar alam atau hutan lindung. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang memiliki kecuraman lebih 90%. Permukaan tanah ini ditutupi oleh batuan lepas atau batuan ungkapan atau tanah yang berstruktur kasar.
24 November 2015
2 Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar (Terbaru)

2 Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar (Terbaru)


Contoh Teks Laporan Tentang Alam Sekitar - Pada artikel sebelumnya kita pernah membahas tentang teks laporan dan teks deskripsi. Berkaitan dengan materi lalu tentang teks laporan, kali ini kita akan membahas teks laporang melaui contoh-contoh. Sebelum kita lebih jauh mempelajari tentang teks laporan, sebaiknya kita sedikit mengulas materi sebelumnya tentang teks laporan.




Teks laporan adalah teks yang berisikan klasifikasi / penjabaran yang memiliki sifat umum berkaitan dengan suatu hal berdasarkan hasil observasi / penelitian. Teks laporan juga  bisa disebut sebagai teks klasifikasi yang di dalamnya terdapat pengelompokan terhadap suatu hal di dalam teks. Berikut contoh-contoh teks laporan tentang alam sekitar!




Contoh 1:




Jenis-Jenis Sampah




Sesuatu yang sudah tidak dapat digunakan lagi, atau barang bekas pakai yang tak berguna, dan segala sesuatu yang berasal dari aktivitas manusia yang sudah tak digunakan lagi bahkan merugikan jika tak dibuang disebut sampah. Ditinjau dari jenisnya sampah dibedakan menjadi 2 jenis yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan jenis sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti daun-daunan pohon, bangkai hewan, sisa-sisa pemotongan kayu dan lain-lain. Sampah organik bisa membusuk dan dapat terurai oleh bakteri pengurai. Selanjutnya sampah anorganik adalah sampah yang yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri pengurai, seperti sampah jenis plastik, jenis karet, dan logam.




Sampah dikelompokkan menjadi dua bentuk berdasarkan fisiknya yakni sampah bentuk padat dan sampah bentuk cair. Sampah bentuk padat adalah segala jenis barang buangan yang memiliki wujud fisik berupa benda padat berupa besi, kabel, kaleng, botol, plastik, dan lain-lain. Sampah yang memilki bentuk padat ini sangat mungkin didaur ulang dengan cara dileburkan hingga menjadi partikel kecil yang kemudian dijadikan bahan dasar untuk industri. Sampah bentuk Cair  adalah jenis sampah yang memiliki bentuk fisik berupa zat cair. Biasanya sampah cair ini berasal dari industri rumah tangga atau idustri besar berupa limbah. Limbah merupakan sampah yang sangat mengganggu dan berpotensi merusak kelestarian alam.




Perlu disadari bahwa berkembangnya peradaban umat manusia yang memicu perilaku konsumtif sehingga menghasilkan barang buangan yang begitu besar. Dalam sehari tiap orang di seluruh dunia berpotensi menghasilkan sampah seberat 2kg. Bila dalam satu komplek terdapat 1000 orang maka di tempat tersebut memiki potensi timbunan sampah sebanyak 2000 kg / harinya. Jika hal ini terus dibiarkan, maka permasalahan sampah ini akan menjadi malapetaka bagi kehidupan manusia. Dampak dari sampah bisa berupa banjir dan berkembangnya segala macam penyakit. Untuk itu diperlukan adanya penanggulanagan untuk mengurangi timbunan sampah dengan cara mengurangi perilaku konsumtif yang berlebihan, daur ulang sampah anorganik dan mendayagunakan sampah organik menjadi pupuk hijau dan lain-lain.




Advertisement






Contoh 2 :




Pemanasan Global




Pemanasan global atau biasa disebut dengan istilah global warming merupakan proses meningginya suhu bumi setiap tahunnya yang diakibatkan oleh meningkatnya gas buang karbon yang berasal dari kegiatan industri, pembakaran bahan bakar, penggunaan listrik dan lain-lain. Pemanasan global terjadi akibat adanya efek gas rumah kaca yang berupa gas karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), gas metan dan lain-lain. Gas-gas inilah yang menimbulkan  Greenhouse effect  atau efek gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga sinar uv matahari sebagian besar tertahan dalam atmosfer. Hal ini yang menyebabkankenaikan suhu rata-rata di bumi. Dalam jangka pendek hal tersebut dapat mengakibatkan naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dan selatan. 




Pemanasan global juga diakibatkan oleh penguraian ozon (O3) menjadi oksigen (O2) dan unsur O, sehingga ozon yang tidak bisa menangkal sinar UV matahari dan secara langsung menembus permukaan bumi. Akan tetapi peyebab utama dari pemanasan global adalah efek rumah kaca yang telah dijelaskan di atas.Efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh perilaku manusia seperti penebangan pohon, pemakaian lsitrik yang berlebihan, pembakaran bahan bakar, dan lain-lain sehingga menimbulkan jejak karbon yang menumpuk di atmosfer bumi.




Demikian contoh teks laporan tentang alam sekitar. Mudah-mudahan dapat menjadi sesuatu yang baik untuk referensi pembelajaran. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!




Sumber :



http://arifin081183.blogspot.co.id/2015/02/tugas-makalah-bahasa-indonesia-tentang.html


27 December 2016

Pengertian Struktur Sosial : Klasifikasi Dan Fungsi Struktur Sosial

Pengertian Struktur Sosial

Manusia tentunya harus memahami tentang struktur sosial setelah memahami tentang arti dari kata sosial. Ini dikarenakan karena manusa adalah makhluk sosial dengan individu yang berbeda serta beragam sehingga perlu dibentuk adanya suatu kelompok atau golongan yang membentuk suatu struktur seperti jika kita ingin membuat suatu bangunan atau rumah. Pengertian struktur sosial secara umum adalah kumpulan individu dengan pola perilaku yang beragam. Struktur sosial juga bisa diartikan sebagai sebuah bangunan sosial yang tersusun atas berbagai unsur pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan secara fungsional antara yang satu dengan lainnya. Ini menyebabkan adanya perubahan jika terjadi perubahan di salah satu unsur tersebut. Ada pula yang mendefinisikan struktur sosial sebagai suatu tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang bisa tersusun secara vertical contohnya kelompok laki-laki dan kelompok perempuan atau secara horizontal contohnya kelompok bermain.

Kata struktur berasal dari sebuah kata bahasa latin “structum” yang mempunyai arti menyusun atau membangun. Oleh karena itu, strktur diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki dasar, bagian, ataupun unsur-unsur tertentu yang membentuk suatu susunan. Jadi pengertian struktur sosial diatas bisa dikatakan benar karena struktur sosial memang sangat tepat digambarkan sebagai sebuah bangunan. Ada hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam struktur sosial yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak bisa dibagikan secara merata karena jumlah sumber daya alam yang terbatas oleh karena itu sering terjadi pembedaan bentuk struktur masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Ada beberapa ahli dalam bidang ilmu sosial yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian struktur sosial.

  • Menurut koentjaraningrat : mengemukakan bahwa pengertian struktur sosial adalah suatu kerangka yang dapat menggambarkan kaitan antara berbagai elemen dalam masyarakat. 
  • Menurut Raymond Firth : yang dimaksud dengan struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terbentuk dari banyak individu dan meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi serta banyak meliputi lembaga dimana di dalamnya terdapat orang yang ambil bagian.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi : Struktur sosial merupaka keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
  • Menurut Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, struktur sosial berarti hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antar peran. Dengan demikian, struktur sosial dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang mengakibatkan timbal balik bail berupa status dan peranan maupun perilaku dalam bermasyarakat. 

Struktur sosial merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial pokok, yang meliputi:

  1. Kelompok sosial,
  2. Kebudayaan,
  3. Lembaga sosial,
  4. Strati kasi sosial,
  5. Kekuasaan dan wewenang.


  • Abdul Syani (Dalam Basrowri, 69;2005) : Struktur sosial adalah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok.
  • D. Hendropuspito (89;1999) : Struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan, dan demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama.
  • Firth (Dalam Basrowri, 67;2005) ; Struktur sosial dianggap sama dengan organisasi sosial yang mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang  memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.
  • Menurut George Simmel : struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • George C. Homans : Mengatakan bahwa struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  • William Kornblum : struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  • Menurut E.R. Lanch struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.

Klasifikasi Struktur Sosial

  • Klasifikasi Macam-Macam Struktur Sosial
Para ahli sosiologi telah mengklasifikasikan struktur sosial dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Struktur Kaku dan Struktur Luwes

Struktur kaku (rigid) adalah struktur yang tidak dapat diubah. Misalnya peristiwa yang dialami RD (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu). Ketika ditahan karena terkait dengan kasus hukum dalam dana nonbudgeter DKP, ia masih diminta oleh para mahasiswanya memberikan kuliah, karena belum ada orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai pengajar (dosen). Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku, di mana perubahan-perubahan dalam pola susunannya dibiarkan terjadi. Misalnya dalam sebuah rapat terbuka, penambahan jumlah peserta rapat dibiarkan saja, karena dirasa semakin banyak orang, akan semakin banyak pula ide-ide yang tercipta.

2. Struktur Formal dan Struktur Informal

Struktur formal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, Struktur pemerintahan,dan sebagainya. Struktur informal adalah struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.

3. Struktur Homogen dan Struktur Heterogen

Struktur homogen adalah struktur sosial di mana unsur-unsur di dalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Misalnya dalam kesebelasan sepak bola. Dalam struktur itu, setiap anggota diberi kesempatan yang sama, dan oleh karenanya juga mempunyai pengaruh yang sama untuk memenangkan pertandingan bagi kesebelasannya. Nama baik dan kesuksesan kesebelasan itu bukan monopoli orang (pemain) tertentu, tetapi milik bersama.

Struktur heterogen adalah struktur sosial yang unsur-unsur di dalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh ke dalam dan ke luar. Misalnya dalam organisasi kenegaraan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, di sini terdapat unsur struktur yang mempunyai pengaruh paling besar sampai paling kecil.

4. Struktur Mekanis dan Struktur Statistik

Struktur mekanis adalah struktur yang menuntut posisi yang tetap sama dari anggotaanggotanya agar dapat menjalankan fungsinya  dengan baik. Misalnya struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat ditukar/ digantikan tanpa membawa kerugian. Misalnya pada saat ayah sakit dan dirawat di rumah sakit, sedangkan anak-anaknya masih kecil, maka kehidupan keluarga akan terganggu, karena tidak ada yang menggantikan posisinya. Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu atau dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Misalnya penambahan jumlah anggota polisi, karena menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk.

5. Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama

Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan yang dibuat oleh anggota-anggota dengan berpegang pada prinsip yang mereka setujui bersama. Seluruh wewenang diserahkan kepada unsur pimpinan. Misalnya struktur sosial dalam masyarakat feodal, di mana para anggota masyarakat dituntut untuk taat pada pemimpinnya tanpa mendapat kesempatan mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Struktur kerja sama adalah struktur yang didasarkan atas musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana usaha bersama itu akan dilaksanakan.

6. Struktur Atas dan Bawah

Struktur atas adalah struktur yang diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya kaum bangsawan, pejabat, penguasaha, dan tokoh adat. Struktur bawah adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah, seperti buruh, petani, gelandangan, dan sebagainya.

Fungsi Struktur Sosial


  • Fungsi identitas, yaitu sebagai penegas identitas yang dimiliki suatu kelompok.
  • Fungsi kontrol yaitu untuk mengontrol individu yang berada dalam struktur sosial tertentu.
  • Fungsi pembelajaran, yaitu dengan adanya struktur sosial individu dapat belajar melalui interaksi yang terjadi di dalamnya.