Berkunjung ke Museum Perjuangan

Berkunjung ke Museum Perjuangan
Berkunjung ke Museum Perjuangan
Seperti apa kehidupan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan. Kita akan mulai dari bidang ekonomi, yaitu bagaimana mereka mencari nafkah. Di bidang pendidikan, tentang bagaimana mereka memperoleh pendidikan. Dan, dari bidang sosial budaya, tentang perubahan apa saja yang terjadi pada masyarakat di dua masa penjajahan yang berbeda, yaitu masa penjajahan Belanda dan masa penjajahan Jepang.

Membandingkan kegiatan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Kehidupan Masyarakat IndonesiaMasa Penjajahan BelandaMasa Penjajahan Jepang
Mayoritas pekerjaan masyarakat
  • Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani
  • Sebagian kecil sebagai pedagang
  • Sebagian kecil pegawai pemerintahan
  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. 
Pendidikan dalam masyarakat
  • Sebagian besar tidak sekolah
  • Sebagian lagi sekolah di sekolah pribumi, pesanten atau sekolah belanda
  • Pendidikan lebih diutamakan untuk anak-anak Belanda, sedangkan untuk anak-anak Indonesia dibuat dengan kualitas yang lebih rendah. 
  • Sebagian besar tidak sekolah
  • Sebagian sekolah di sekolah Jepang
  • Jepang memerikan pendidikan militer kepada para pemuda Indonesia, dengan maksud memperkuat pertahanan mereka. 
Kehidupan sosial masyarakat
Sebagai bangsa terjajah, kehidupan sosial sangat memprihatinkan. Banyak orang kekurangan secara ekonomi. Selain itu pemerintahan dikuasai pihak penjajah. Sehingga bangsa Indonesia tidak bisa menentukan nasibnya sendiri
Rakyat dibebankan menyerahkan bahan makanan 30% untuk pemerintah, 30% untuk lumbung desa dan 40% menjadi hak pemiliknya. Sistem ini menyebabkan kehidupan rakyat semakin sulit, gairah kerja menurun, kekurangan pangan, gizi rendah, penyakit mewabah melanda hampir di setiap desa 
Cara Menulis Pantun
Ketika menulis sebuah pantun ada beberapa ketentuan yang harus kita ketahui, antara lain :
  1. Pastikan suku kata di setiap barisnya antara 8 hingga 12 suku kata. 
  2. Perhatikan erhatikan rimanya!  Biasanya pantun mempunyai rima a-b-a-b atau a-a-a-a. 
  3. Dua baris pertama dari setiap bait merupakan sampiran, sedangkan dua baris berikutnya adalah isi pantun.
Berikut ini beberapa contoh pantun
Pandai sungguh meniup bambu
Lagu mengalun mengusir lelah
Sungguh malang nasib bangsaku
Hidup sebagai bangsa terjajah
Melangkah sambil tepuk dada
Punai berlari di atas awan
Penjajah mengambil segala yang ada
Meninggalkan hanya kesengsaraan
Bantulah pihak museum dan Sahabat Alam membuat sebuah poster yang berisi ajakan agar orang lain sadar dan bertanggung jawab untuk memelihara benda bersejarah. Di dalam poster itu sebaiknya terdapat:
  1. Gambar yang menarik dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
  2. Pesan yang ditulis dengan singkat dan mudah dimengerti oleh pembacanya.
  3. Pesan ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  4. Pewarnaan yang indah sehingga dapat menarik minat orang untuk melihat dan membaca.
Advertisement