Tari Saman

Tari Saman
Tari Saman
Tari Saman adalah salah satu tarian daerah Aceh yang paling terkenal saat ini. Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo. Pada masa lalu, Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa – peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Pada kenyataannya nama “Saman” diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh, Syech Saman.Tari Saman biasanya ditampilkan menggunakan iringan alat musik, berupa gendang dan menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah.

Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Tarian ini dilakukan secara berkelompok, sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar/bersaf tanpa menggunakan alat musik pengiring. Karena kedinamisan geraknya, tarian ini banyak dibawakan/ditarikan oleh kaum pria, tetapi perkembangan sekarang tarian ini sudah banyak ditarikan oleh penari wanita maupun campuran antara penari pria dan penari wanita. Tarian ini ditarikan kurang lebih 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Tari Saman antara lain sebagai berikut :
  • Mengadakan Lomba Tari Tradisional. Kita bisa mengadakan lomba Tari Tradisional dalam sebuah acara, seperti memperingati hari kemerdekaaan 17 Agustus 1945 dan acara-acara hiburan lainnya.
  • Mengadakan Festival Tari Tradisional. Kita bisa mengadakan acara festival yang diikuti oleh para remaja, di antaranya anak – anak SD, SMP,SMA, atau pun mahasiswa/i yang bertema kan “Tari Tradisional”.  Dengan diadakannya festival tersebut  jadi kita bisa melestarikannya kembali tarian tradisional tersebut dan kita juga bisa paduka tarian tradisioanl dengan tarian modern sehingga tarian tradisioanal makin menarik.
  • Workshop Tari Tradisional. Memberikan pelatihan untuk mempelajari satu atau dua tari tradisional daerah setempat. Workshop atau pelatihan tari ini tentu saja akan dipandu oleh para seniman/ahli pengajar tari yang kompeten. Singkat kata ini adalah semacam Train the Trainer. Karena setiap yang mengikuti workshop, harus mengajarkan kembali tarian tersebut.
  • Membuat Sanggar Tari. Dengan cara membuat sanggar-sanggar tari tradisional,mengadakan berbagai pertunjukan tradisiona seperi taril,dan memperkenalkan pentingnya tari kepada masyarakat indonesia.
Ibu guru meminta para siswa menyajikan iklan yang telah dibuat. Mereka diminta menjelaskan isi iklan tersebut, unsur-unsur dalam iklan, dan kemenarikan desain iklan yang telah mereka buat. Siti dan teman-teman telah membuat iklan pementasan Tari Saman di Austria. Dalam penjelasannya, Siti menyampaikan bahwa para penari Tari Saman melakukan gerakan-gerakan dengan cepat sambil menepuk-nepukkan tangan pada anggota tubuh masing-masing. Gerakan ini harus dilakukan dengan kompak dan diperlukan kerja sama yang baik antarpemain.

Sikap yang dapat aku contoh dari para penari Tari Saman:
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Tari Saman mengembangkan sikap gotong royong dan kebersamaan.
Pada kegiatan di atas, mereka telah menunjukkan sikap hidup rukun. Oleh karena itu, ibu guru mengajak para siswa menyanyi lagu “Bermain Bola” dalam dua suara. Inilah aransemen lagu tersebut.
Advertisement