Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan

Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan
Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan
Holiday (Hari libur) berasal dari kata Holy Day yaitu hari suci yang banyak kaitannya dengan keagamaan dan adat istiadat. Pada hari-hari suci tersebut, mereka tidak mengerjakan hal-hal/pekerjaan mencari nafkah secara rutin; mereka pergi ketempat suci dan dilanjutkan dengan rekreasi, menikmati hiburan dengan kesenian dan lomba ketangkasan

Tahun 1552, (sebelum revolusi industri) masa pemerintahan Raja Edward VI, umat Nasrani di Eropa dapat menikmati hari libur dengan dikeluarkanya peraturan holiday dan fasting days, yang diikuti oleh kantor-kantor swasta, pabrik dan kantor semi pemerintah di Inggris , meliburkan karyawannya.

Sejalan dengan kesepakatan peraturan perburuhan internasional, dibuat pula peraturan kerja 7-8 jam sehari dan libur pada hari Minggu serta hak cuti bagi karyawan karena secara psikologis semua pekerja membutuhkan suasana relax dan bersenang-senang untuk melupakan segala kesibukan kerja sejenak, sehingga setelah libur diharapkan mereka memiliki semangat dan ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan berlakunya hari-hari libur dan cuti serta kebutuhan individual untuk memenuhi tingkat kehidupan yang lebih sehat, serta meningkatnya pendapatan maka pertumbuhan usaha pengadaan acara dan tempat berlibur menjadi sangat pesat.

Hal ini tidak hanya berakibat banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang transportasi, akomodasi, penyediaan makanan minuman, dunia hiburan serta pengenalan kekayaan alam/adat istiadat,budaya pada daerah yang dikunjungi, tetapi juga banyak usaha bisnis yang berkembang mengikuti tututan kebutuhan para pengunjung seperti : bank, warung telkom, souvenir dll.
Musim liburan merupakan musim impian “ramai pengunjung” bagi perusahaan industri pariwisata, biasanya disebut high season /peak season sedangkan musim “sepi pengunjung” biasa disebut low season. Pada saat high season, tarif transportasi dan akomodasi/hotel tidak berlaku discount, semua harga normal atau harga khusus (diatas harga normal), namun pada saat low season tariff penerbangan dan hotel biasanya berlaku harga khusus/discount.

Alasan melakukan wisata, jenis dan tujuan wisata
Alasan/motivasi orang melaksanakan perjalanan wisata adalah :
  • pengakuan sosial dan kebanggaan
  • relaks dan bersenang-senang
  • menikmati fasilitas yang belum ada di kota/negara tempat tinggalnya
  • menikmati makanan yang khas / tradisional
  • berbelanja sesuatu yang khas dan tidak untuk dijual
  • menyatukan diri dan menikmati keindahan alam
  • melakukan ziarah keagamaan
  • mengagumi hasil dan teknik pertanian
  • menyaksikan pertunjukan budaya tradisional
  • melihat langsung dan merasakan kehidupan masyarakat dan adat istiadatnya
  • menyaksikan peninggalan sejarah dan benda-benda kuno
Sedangkan Pacific Association Of Travel Agent ( PATA) menyatakan alasan orang melakukan perjalanan antara lain :
  • Keramahtamahan penduduk (Warm and Friendly People)
  • Penginapan yang menyenangkan (Comfortable Accomodation)
  • Keindahan alam (Beautiful Natural Scenery)
  • Harga yang memuaskan (Reasonable Prices)
  • Adat istiadat dan pandangan hidup yang menarik (An Attractive Customer and Way Of Live)
  • Cuaca yang baik (Good Climate)
  • Keindahan kreasi manusia (Beautiful Creation Of Man)
  • Makanan yang menarik (Outstanding Food)
  • Pembelanjaan yang menarik (Good Shopping)
  • Lingkungan yang istimewa (Exotic Environment)
  • Ikatan sejarah atau keluarga (Historical Of Family Ties)
  • Aktivitas rekreasi yang luar biasa (Exeptional Recreational Activities)
Dengan bermacam-macamnya alasan melakukan perjalanan wisata tersebut, maka para pelaku bisnis layanan wisata, berkreasi untuk membuat dan menyusun paket-paket wisata berdasarkan kebutuhan wisatawan, antara lain:
  • Wisata Alam /Ekowisata/Ecotourism
  • Wisata Budaya / Culture
  • Wisata Sejarah / Historical
  • Wisata Ziarah / Pilgrim
  • Wisata Boga / Kuliner/Culinary
  • Wisata Belanja /Shopping
  • Wisata Pertanian /Agriculture
  • Wisata Kelana / Petualangan/Adventure
Wisatawan akan datang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, bila di daerah tersebut terdapat daya tarik (tourism resources) bagi wisatawan tersebut untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, antara lain :

a. Objek Wisata Alam
Objek wisata alam (nature) adalah yang terbentuk dari gejala-gejala alam dan dipelihara dengan memperhatikan keasliannya, walaupun di tambahkan dengan fasilitas umum. Wisatawan yang datang biasanya para pencinta alam.

b. Objek Wisata Buatan (man-made)
Obyek wisata buatan manusia, seperti museum, monumen, situs bersejarah dan purbakala, gedung bersejarah, galeri seni dan budaya, pusat kegiatan seni dan budaya, taman dan hutan kota, cagar budaya, budidaya agro, flora dan fauna, tempat ibadah, bangunan arsitektural, bandara, pelabuhan dan stasiun, pasar tradisional,pusat perbelanjaan dll.

c. Atraksi wisata
Atraksi wisata selalu dikaitkan dengan :
  • kekayaan budaya bangsa; peningkatan kepatuhan pada peraturan perundangan yang berlaku, norma dan nilai kehidupan masyarakat
  • jaminan keselamatan, keamanan dan kenyamanan, bagi pengelola, pengguna jasa/wisatawan dan masyarakat
  • ketertiban dan harmonisasi lingkungan
  • nilai tambah dan manfaat yang luas bagi komunikasi lokal
  • publikasi kegiatan pariwisata.
Advertisement