Pengertian dan Tujuan Hukum

Pengertian dan Tujuan Hukum
Pengertian dan Tujuan Hukum

Pengertian hukum serta maksud hukum  


1. Pengertian hukum menurut Drs. E. Utrecht, S. H dalam bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953) mengartikan hukum yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang diisi perintah serta larangan untuk menertibkan kehidupan bermasyarakat serta harus ditaati oleh semua anggota orang-orang lantaran dengan lakukan pelanggaran jadi dapat menyebabkan aksi dari pihak pemerintah.

2. Pengertian hukum menurut Achmad Ali yaitu beberapa kumpulan etika mengenai yang mana benar serta yang salah, dengan di buat serta disadari oleh pemerintah yang tertuang dalam tercatat ataupun tak tercatat yang berperan untuk mengikat serta sesuai dengan keperluan orang-orang secara detail serta lepas dari ancaman sanksi untuk pelanggar ketentuan itu.

3. Pengertian hukum menurut Immanuel Kant yaitu keseluruhnya prasyarat yang mempunyai kehendak bebas dari orang yang satu dapat beradaptasi dengan kehendak bebas yang dipunyai oleh orang lain, hingga terwujud kemerdekaan dengan menuruti ketentuan hukum.

4. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Mochtar Kusmaatmadja yaitu beberapa kumpulan aturan serta azas yang mengontrol pergaulan hidup yang ada di orang-orang di mana mempunyai tujuan untuk melindungi ketertiban dan meliputi bebrapa instansi serta sistem yang bermanfaat untuk wujudkan berlakunya kaida sebagai satu fakta dalam bermasyarakat.

5. Pengertian hukum menurut J. C. T. Simorangkir yaitu satu ketentuan yang mempunyai karakter memaksa serta senantiasa memastikan tingkah laku manusia di lingkungan orang-orang serta lingkungan yang di buat oleh instansi yang berwenang.

6. Pengertian hukum menurut Mr. E. M. Meyers yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang mempunyai kandungan mengenai pertimbangan kesusilaan yang diperuntukkan pada perilaku manusia yang ada pada orang-orang serta jadi pegangan untuk beberapa penguasa negara dalam menggerakkan tugasnya.

7. Pengertian hukum menurut S. M. Amin yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang terbagi dalam etika serta sanksi. Hukum mempunyai tujuan untuk memperadakan ketertiban dalam pergaulan individu supaya ketertiban serta keamanan terpelihara dengan baik.

8. Pengertian hukum menurut P. Borst yaitu beberapa kumpulan ketentuan hidup yang mempunyai karakter memaksa untuk melindungi serta membuat perlindungan kebutuhan manusia dalam bermasyarakat.

9. Pengertian Hukum menurut Leon Duguit yaitu himpunan ketentuan tingkah laku beberapa anggota orang-orang di mana ketentuan yang daya aplikasinya ketika spesifik diindahkan oleh orang-orang untuk jadikan jaminan dari kebutuhan kolektif apabila ketentuan dilanggar jadi bakal menyebabkan reaksi berbarengan pada orang yang sudah lakukan pelanggaran itu.

10. Pengertian hukum menurut J. Van Aperldoor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup dengan damai.

11. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Van Kan yaitu satu beberapa kumpulan ketentuan hidup yang mempunyai karakter memaksa dalam membuat perlindungan kebutuhan manusia yang ada pada orang-orang.

12. Pengertian hukum menurut M. H. Tirtaatmidjaja SH yang menjelaskan dalam buku beliau “Pokok-poko Hukum perniagaan” menyatakan kalau “Hukum yaitu semua ketentuan atau etika yang harus dituruti dalam perilaku semua aksi di dalam pergaulan hidup dengan ancaman harus ganti kerugian – bila tidak mematuhi sebagian ketentuan itu jadi bakal membahayakan sendiri atau harta, umpanya orang bakal kehilangan kemerdekaannya, didenda serta sebagainya

Unsur-unsur hukum 

Dari sebagian perumusan tentang hukum yang sudah didapatkan dari beberapa pakar hukum itu, jadi dapatkah di ambil rangkuman kalau Hukum itu mencakup sebagian unsur yakni :
  1. Ketentuan mengenai perilaku atau tingkah laku manusia dalam pergaulan orang-orang 
  2. Ketentuan itu diselenggarakan oleh tiap-tiap sebagian tubuh resmi yang berwajib 
  3. Ketentuan itu mempunyai karakter memaksa 
  4. Sanksi pada pelangggaran ketentuan itu adalah tegas. 

Tanda-tanda Hukum 

Agar bisa mengetahui hukum itu kita mesti bisa mengetahui tanda-tanda humum yakni :

a. ada perintah serta atau larangan.

b. Perintah serta atau larangan itu mesti taat ditaati tiap-tiap orang. hingga tata-tertib dalam orang-orang itu tetaplah terpelihara dengan sebaik-baiknya. Oleh oleh karena itu hukum mencakup pelbagai ketentuan yang memastikan serta mengatur perhubungan orang yang satu dengan yang lain, yaitu beberapa ketentuan hidup kemasyarakatan yang di namakan kaedah hukum.

Sifat-sifat hukum 



Supaya tata teratur dalam orang-orang itu tetaplah terpelihara, jadi sebaiknya kaedah-kaedah hukum itu ditaati. Walau demikian tidaklah kebanyakan orang ingin menaati kaedah-kaedah hukum itu ; serta supaya suatu hal ketentuan hidup kemasyarakatan betul-betul dipatuhi serta ditaati hingga jadi Kaedah Hukum jadi ketentuan hidup kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur memaksa.

Dengan hal tersebut hukum ini mempunyai karakter mengatur serta memaksa. Ia adalah beberapa ketentuan hidup kemasyarakatan yang bisa memaksa orang agar mentaati tata teratur dalam orang-orang dan memberi sanksi yang tegas berbentuk hukuman pada siapa yang tidak ingin taat mentaatinya.

Terdapat banyak type hukum salah satunya :

Hukum Materil 

Hukum materil yaitu tempat dari tempat di mana materiil itu di ambil. Sumber hukum materiil ini yaitu satu segi yang memberi pertolongan dalam pembentukan hukum, seumpama hubungan sosia, keadaan sosial ekonomis, hubungan kekuatan politik, hasil penelitian ilmiah, rutinitas, pergantian internasional serta kondisi geografis dan sebagainya.

Hukum Publik 

Hukum umum yaitu satu hukum yang bertugas mengatur hubungan pada pemerintah dengan subyek hukum atau yang mengatur kebutuhan orang-orang.

Hukum perdata 

Hukum perdata adalah satu diantara bagian yang mengontrol hak serta keharusan yang dipunyai oleh subyek hukum serta jalinan pada subyek hukum. Hukum perdata juga dikatakan sebagai hukum sipil atau hukum privat sebagai lawan dari hukum umum. Bila hukum umum mengontrol beberapa hal yang terkait dengan negara serta kebutuhan umum seperti politik serta pemilu, aktivitas pemerintahan, kejahatan jadi hukum perdata mengatur jalinan antar masyarakat atau warga negara, seperti perkawinan, perceraian, pewarisan, aktivitas usaha, harta benda dan sebagainya.

Hukum Formal 

Hukum resmi yaitu satu hukum di mana dengan cara segera dibuat oleh hukum yang bisa mengikat orang-orangnya. Disebutkan sumber hukum resmi lantaran sebatas mengingat langkah untuk mana muncul hukum positif, serta dibuat dalam hukum positif, dengan tak akan mempermasalahkan satu asal-usu dari apa yang ada pada isi sebagian ketentuan hukum itu. Sumber-sumber dari hukum resmi ini membuat satu pandangan hukum yang bakal jadikan sebagai ketentuan hukum dalam membuat hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum resmi yaitu sebab dari berlakunya ketentuan hukum.

Hukum Pidana 

Hukum pidana yaitu satu hukum yang mengontrol perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang serta menyebabkan pada diterapkannya hukuman untuk siapa saja yang sudah mengerjakannya serta sudah penuhi semua unsur perbuatan yang dijelaskan dalam hukum pidana, uu korupsi, uu HAM dsb. Lalu hukum pidana di kenal atas 2 type perbuatan yakni pelanggaran serta kejahatan, kejahatan yaitu perbuatan yang tidak cuma bertentang dengan uu tetapi juga bersebelahan dengan nilai agama, nilai moral serta keadilan di orang-orang, seumpama membunuh, berzina, memperkosa, serta mengambil dan sebagainya. Sedang untuk pelanggaran adalah tak menggunakan helem, tak memakai sabuk pengaman waktu berkendaraan.

Hukum tata negara 

Hukum tata negara yaitu hukum yang mengatur semuanya orang-orang hukum bawahan serta hukum atasan menurut tingkatannya serta dari semasing itu bisa memastikan lokasi lingkungan orang-orangnya serta selanjutnya bisa memastikan sebagian tubuh serta manfaatnya pada semasing yang berkuasa didalam lingkungan orang-orang hukum itu dan untuk memastikan susunan serta wewenang pada sebagian tubuh itu.

Tujuan Hukum 



Di dalam pergaulan satu orang-orang itu ada beragam jenis jalinan pada tiap-tiap anggota orang-orang yaitu jalinan yang diakibatkan oleh ada semua kebutuhan dari anggota orang-orang itu.

Agar bisa menanggung ada kelansungan pada keseimbangan di dalam perhubungan pada tiap-tiap anggota orang-orang jadi diperlukan semua ketentuan hukum yang diselenggarakan atas hasrat serta keinsyafan dari tiap-tiap anggota orang-orang itu.

Semua ketentuan hukum yang mempunyai karakter untuk mengatur serta memaksa anggota orang-orang agar bisa taat menaatinya, menyebabkan ada keseimbangan di dalam tiap-tiap perhubungan yang ada di dalam orang-orang. Tiap-tiap jalinan kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan karenanya ada bebrapa ketetapan yang nampak kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan pada tiap-tiap ketetapan yang di dalam ketentuan hukum yang berlaku di dalam orang-orang.

Tiap-tiap pelanggar ketentuan hukum yang berlaku jadi bakal diberikan sanksi yang berbentuk seperti hukuman sebagai bentuk reaksi pada perbuatan yang bisa tidak mematuhi ketentuan hukum yang bakal dikerjakannya.

Agar bisa melindungi supaya beberapa ketentuan pada hukum itu bisa berjalan dengan cara terus-terusan serta di terima oleh tiap-tiap anggota orang-orang, jadi semua ketentuan hukum yang sudah berlaku harus sesuai sama serta tidak bisa berlawanan dari beberapa azas keadilan pada orang-orang itu.

Dengan hal tersebut, jadi hukum itu mempunyai tujuan agar bisa menanggung ada satu kepastian hukum yang ada di dalam orang-orang serta hukum itu harus juga berendikan pada keadilan yaitu beberapa azas keadilan yang ada dimasyarakat itu.

Sehubungan dengan maksud hukum, jadi kita bakal mengetahui sebagian pendapat beberapa pakar hukum mengenai maksud hukum yang salah satunya seperti berikut :

Tujuan Hukum menurut Prof. Subekti S. H 

Di dalam buku yang ditulis berjudul “Dasar-dasar Hukum serta Pengadilan” Prof Subekti S. H sudah menyebutkan kalau hukum itu mengabdikan diri pada maksud Negara yang ada di dalam pokoknya yaitu untuk menghadirkan satu kemakmuran serta menghadirkan kebahagiaan pada rakyatnya.

Hukum, menurtu Prof Subekti S. H sudah menyampaikan kalau hukum itu untuk mengabdi pada maksud negara yang dalam pokoknya yaitu menghadirkan satu kemakmuran serta kebahagiaan untuk rakyatnya.

Hukum menurut Prof Subekti, S. H melayani maksud negara itu dengan mengadakan “Keadilan” serta “ketertiaban”, mengenai kriteria yang pokok agar bisa menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran. Ditegaskan setelah itu kalau keadilan itu sangkanya dapat digambarkan sebagai satu kondisi keseimbangan yang bisa membawa ketentraman dalam hati tiap-tiap orang, serta bila terganggu atau dilanggar jadi akan menimbulkan kegoncangan serta kegelisahaan.

Keadilan bakal senantiasa mempunyai kandungan berbentuk unsur “penghargaan, penilaian, pertimbangan serta lantaran ini ia umum disimbolkan dengan neraca keadilan. Disebutkan kalau keadilan itu menuntut kalau “dalam kondisi yang sama jadi setiap orang harus terima sisi yang sama juga”.

Tujuan Hukum menurut Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn 

Di dalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyebutkan kalau maksud hukum yaitu mengatur semua pergaulan hidup manusia dengan damai. Hukum menginginkan ada perdamaian.

Perdamaian di antara manusia itu dipertahankan dalam hukum dengan lakukan perlindungan pada beberapa kebutuhan tentang hukum manusia spesifik, kemerdekaan, keselamatan, harta benda, jiwa pada pihak yang menginginkan merugikannya.

Kebutuhan perorangan bakal senantiasa bertentangan dengan kebutuhan tiap-tiap kelompok manusia. Semua pertentangan kebutuhan ini dapat jadi bahan pertikaian bahkan juga dapat menjelma jadi satu peperangan kalau hukum tidak melakukan tindakan jadi satu penghubung untuk menjaga satu perdamaian.

Mengenai hukum dalam menjaga kedamaian dengan menimbang semua kebutuhan yang bertentangan itu dengan cermat serta membuat keseimbangan salah satunya, lantaran hukum cuma dapat meraih maksud, bila dia menuju pada ketentuan yang adil ; bermakna ketentuan pada keseimbangan pada semua kebutuhan yang menginginkan dilindungi, pada tiap-tiap orang yang memperoleh sebanyak-banyaknya yang sudah jadi bagiannya. Keadilan itu tak dilihat sama berarti dengan kesamarataan. Keadilan bukanlah bermakna kalau pada tiap-tiap orang bakal memperoleh sisi yang sama.

Tujuan hukum menurut teori Etis 

Ada satu teori yang sudah mengajarkan kalau hukuman itu hanya untuk inginkan keadilan. Teori-teori yang mengajarkan tentang hal itu disebutkan sebagai teori etis, lantaran menurut teori ietis, isi hukum hanya harus ditetapkan oleh tiap-tiap kesadaran etis kita mengenai apa yang adil serta apa yang tidak adil.

Teori etis ini menurut Prof. Van Apeldoorn sebagai berat samping, lantaran ia sudah melebih-lebihkan kandungan keadilan dari hukum, sebab ia kurang untuk memerhatikan keadaan yang sesungguhnya.

Hukum sudah mengambil keputusan semua ketentuan yang umum yang sudah jadi panduan untuk tiap-tiap beberapa orang yang ada pada pergaulan orang-orang. Bila hukum itu hanya inginkan keadilan, jadi hanya mempunyai maksud untuk berikan tiap-tiap orang mengenai apa yang pantas untuk diterimanya jadi ia tidak bisa membuat semua ketentuan yang umum.

Teratur hukum yang tidak mempunyai ketentuan hukum, tercatat atau tidak tercatat, mustahil, kata Prof. Van Apeldoorn. Tak ada ketentuan yang umum, itu bermakna ketidak tentuan yang benar sungguh-sungguh tentang apa yang sudah dimaksud adil atau tidak adil. Serta ada ketidaktentuan berikut yang bakal senantiasa mengakibatkan seperti perselisihan antar tiap-tiap anggota orang-orang, jadi mungkin mengakibatkan keadaan yang tidak teratur.

Dengan hal tersebut hukum harus dapat memastikan ketentuan yang umum, harus mensamaratakan. Namun keadilan dalam melarang menyamaratakan ; keadilan menuntut supaya semua perkara harus ditimbang dengan sendirinya.

Dalam hukum ada dua teori terkait dengan maksud hukum salah satunya yakni teori utilities serta teori etis. Teori utilities, yang berasumsi hukum bisa memberi faedah pada orang banyak dalam orang-orang. Sedang Teori Etis mempunyai tolak ukur pada norma di mana isi hukum ditetapkan oleh kepercayaan kita yang sesuai sama nilai etis mengenai keadilan serta ketidakadilan. Di mana mempunyai tujuan untuk meraih keadilan serta memberinya pada tiap-tiap anggota orang-orang sebagai haknya.

Pada hakekatnya, maksud hukum yaitu faedah dalam menyalurkan kebahagiaan atau kesenangan yang besar untuk jumlah yang paling besar. Berkaitan dengan maksud hukum jadi terdapat banyak pendapat beberapa pakar tentang maksud hukum yakni :

1. Maksud hukum menurut Aristoteles (teori etis) yaitu hanya untuk meraih keadilan, yang bermakna memberi suatu hal pada tiap-tiap orang yang sudah jadi haknya. Disebutkan teori etis lantaran hukumnya diisi mengenai kesadaran etis tentang apa yg tidak adil serta apa yang adil.

2. Maksud Hukum menurut Jeremy Bentham (teori utilitis) yaitu untuk meraih manfaat. Bermakna hukum untuk menanggung kebagiaan untuk beberapa orang atau orang-orang.

3. Maksud hukum menurut Geny (D. H. M. Meuvissen : 1994) untuk meraih keadailan serta sebagai komponen keadilan untuk kebutuhan daya manfaat serta manfaat.

4. Maksud hukum menurut Van Apeldor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup yang ada dimasyarakat dengan cara damai dengan membuat perlindungan semua kebutuhan hukum manusia, seumpama kemerdekaan jiwa, harta benda, serta kehormatan.

5. Maksud hukum menurut Prof. Subekti S. H yaitu untuk mengadakan ketertiban serta keadilan sebagai prasyarat untuk menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran.

6. Maksud hukum menurut Purnadi serta Soerjono Soekanto yaitu untuk meraih kedamaian hidup manusia meliputi ketertiban eksternal antarpribadi serta ketenangan internal pribadi.

Advertisement