Pengertian Puisi

Pengertian Puisi
Pengertian Puisi

Pengertian Puisi 


Pengertian Puisi 

Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkap pikiran dan perasaan dari penyair serta dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan pengonsentrasian susunan fisik dan susunan batinnya. Penekanan pada sisi estetik pada suatu bahasa dan pemakaian berniat pengulangan, meter serta rima adalah hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Tetapi dari ketidaksamaan itu masih tetap saja diperdebatkan. 

Dari pandangan golongan pemula umumnya langkah dalam membedakan puisi serta prosa yakni dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya itu. Puisi biasanya lebih singkat serta padat, sedang pada prosa lebih mengalir seperti pada mengungkapkan narasi. 

Sebagian dari beberapa pakar moderen mempunyai pendekatan untuk mendeskripsikan puisi tidak sebagai jenis literatur namun sebagai suatu perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal semacam ini menjadi sumber dari semua kreatifitas. Diluar itu pada puisi juga ada curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain kedalam kondisi hati yang sedang dirasakannya. 

Beberapa Jenis Puisi 


Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu : 
Puisi lama 
Puisi baru 

Pengertian Puisi Lama 


Pengertian Puisi Lama  adalah puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang ada dalam 1 baris, jumlah baris yang ada dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada setiap baris, serta irama. 

Tipe Puisi Lama 

Mantra adalah satu bebrapa perkataan yang masih tetap di anggap mempunyai satu kemampuan gaib 
Pantun adalah salah satu puisi lama yang memiliki ciri bersajak a-b-a-b, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris selanjutnya disebut sebagai isi, setiap bait 4 baris. 
Karmina adalah salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek. 
Seloka yaitu pantun yang berkait. 
Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari setiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, serta umumnya berisi nasehat. 
Syair adalah puisi yang bersumber dari negara Arab serta dengan ciri pada setiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, umumnya berisi nasehat atau satu narasi. 
Talibun yaitu pantun genap yang setiap bait terbagi dalam bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris. 

Ciri-Ciri Puisi lama 

Berikut tanda-tanda puisi lama : 
Puisi lama bisanya berbentuk puisi rakyat serta tidak di ketahui nama pengarangnya. 
Puisi lama masih tetap terikat oleh beragam sebagian aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak dan jumlah suku kata pada setiap barisnya. 
Di sampaikan dari mulut ke mulut serta bisa disebut dengan juga sastra lisan. 
Menggunakan majas atau model bahasa tetap serta klise. 
Biasanya berisikan mengenai kerajaan, fantastis, dan istanasentris. 


Pengertian Puisi Baru 


Puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru mempunyai bentuk yang lebih bebas dibanding puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. 

Jenis Puis Baru 

Balada adalah salah satu jenis puisi baru. Balada adalah puisi mengenai narasi. Balada terbagi dalam 3 bait serta masing-masing dengan 8 larik dan dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama dipakai refren dalam bait-bait selajutnya. 
Himne adalah puisi yang dipakai sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. 
Ode yaitu puisi sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada dan modelnya begitu resmi, bernada begitu anggun, serta mengulas suatu hal yang mulia, mempunyai karakter yang menyanjung baik itu pada pribadi tertentu atau satu peristiwa umum. 
Epigram yaitu puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. 
Romansa yaitu puisi yang diisi mengenai luapan perasaan penyair mengenai cinta kasih. 
Elegi yaitu puisi yang memiliki isi mengenai rasa sedih. 
Satire yaitu puisi yang berisi mengenai sindiran atau satu kritikan. 
Distikon yaitu satu puisi yang setiap baitnya terbagi dalam 2 baris (puisi 2 seuntai). 
Terzinaa yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 3 baris (puisi 3 seuntai). 
Kuatrain yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 4 baris (puisi 4 seuntai). 
Kuint yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 5 baris (puisi 5 seuntai). 
Sektet yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 6 baris (puisi 6 seuntai). 
Septime, yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 7 baris (puisi 7 seuntai). 
Oktaf atau Stanza adalah puisi yang pada setiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau bisa dimaksud dengan juga puisi 8 seuntai). 
Soneta adalah satu diantara type puisi yang terbagi dalam 14 baris yang terdiri jadi 2, 2 bait pertama masing-masing terbagi dalam 4 baris serta 2 bait ke-2 semasing 3 baris. 


Ciri-Ciri Puisi Baru 

Tanda-tanda puisi baru diantaranya : 
Di ketahui nama pengarangnya, tidak sama dengan puisi lama yang tidak di ketahui nama pengarangnya 
Perubahannya dengan cara lisan dan tercatat. 
Tidak terikat oleh beragam sebagian ketentuan seperti rima, jumlah baris serta suku kata. 
Memakai majas yang dinamis atau berubah-ubah. 
Umumnya berisikan mengenai kehidupan. 
Umumnya semakin banyak menggunakan sajak pantun serta syair. 
Mempunyai bentuk yang lebih rapi serta simetris. 
Mempunyai rima akhir yang teratur. 
Pada masing-masing barisnya berbentuk kesatuan sintaksis. 

Susunan Puisi 


  1. Rima atau Irama yaitu kesamaan bunyi yang ada pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau diakhir baris puisi. 
  2. Imaji adalah suatu kata atau susunan kalimat yang dapat agar bisa mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, pandangan, serta pendengaran. 
  3. Diksi yakni pemilihan sebagian kalimat yang dilakukan penyair dalam karya puisinya. 
  4. Kata konkret yaitu kata yang bisa di tangkap dengan menggunakan indera yang bisa sangat mungkin munculnya imaji. 
  5. Jenis bahasa yaitu pemakaian bahasa yang dapat menghidupkan efek dan menyebabkan konotasi spesifik. 
  6. Tipografi yaitu bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kalimat, pinggir kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris pada setiap puisi yang tidak selamanya diawali dengan memakai huruf kapital dan disudahi dengan sinyal titik. Beberapa hal itu memastikan dalam pemaknaan pada puisi. 


Susunan Batin Puisi


  1. Topik atau arti ; media puisi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu satu hubungan tanda dengan arti, maka puisi harus mempunyai suatu arti baik itu setiap kata maupun keseluruhnya. 
  2. Rasa adalah sikap penyair terhadap suatu pokok persoalan yang ada pada puisinya. 
  3. Suara yaitu sikap penyair terhadap pembacanya dan suara terkait dengan topik serta rasa. 
  4. Amanat adalah pesan yang menginginkan di sampaikan dari penyair kepada pembaca puisi itu. 
Advertisement