7 Langkah Penting Agar Tulisan Dimuat di Koran

7 Langkah Penting Agar Tulisan Dimuat di Koran
7 Langkah Penting Agar Tulisan Dimuat di Koran
Image result for opini koran

Kenapa satu tulisan dapat dimuat di koran/majalah? Pasti jawabannya “tulisan itu memanglah layak muat” bisa jadi jawaban yang paling umum. Tulisan yang layak muat yaitu tulisan yang berisi info serta ide baru, unik, up to date, dan bermanfaat juga penting untuk di ketahui pembaca. Oleh karenanya penulis harus selalu memberi bahan bacaan, observasi, serta diskusi untuk memberi memperkaya rujukan serta perspektif (pojok pandang).

Sebelum kirim tulisan ke media massa, yakinkan kalau tulisan itu sudah betul-betul siap kirim. Berarti, Anda mesti mengoreksi tulisan itu, hingga tak ada yang salah catat, salah eja, hingga telah memakai jenis paragraf yang menjorok ke kanan apa belum.

Berikut adalah panduan supaya tulisan dimuat di koran.

1. Ketahui Karakter Koran 

Mengetahui ciri-ciri koran merupakan hal yang utama saat bakal kirim tulisan. Koran mempunyai segmen pembaca yang tidak sama. Tulisan untuk Kompas tidak sama dengan segmen pembaca Aneka Yes umpamanya. Bila tidak paham segmen pembaca koran, ada kemungkinan salah kirim tulisan.

2. Ketahui Karakter Tulisan di Koran 

Mengetahui karakter tulisan koran yaitu tahu bentuk atau style tulisan di satu koran. Saya umumnya berupaya mencari tahu ini hingga pada berapakah jumlah ciri-ciri (huruf), paragraf, bahkan juga sub-judul untuk tulisan di satu media. Untuk tahu ciri-ciri tulisan di media spesifik, butuh membaca sebagian edisi sebelumnya menulis untuk media itu.

Baca juga: Tips Menembus Radar Malang

3. Penulisan atau Pengetikan yang Rapi 

Ketik tulisan yang bakal di kirim ke koran/majalah serapi mungkin. Minimalkan kekeliruan ketik, peletakan spasi serta titik koma yg tidak pas, dsb. Karenanya yakinkan tidak untuk terburu-buru mengirimkan usai menulis artikel. Review serta suntinglah terlebih dulu sesempurna mungkin saja. Sesudah semua oke, barulah bersiap di kirim.

4. Tuliskan Nama Rubrik di Judul E-mail (surat elektronik) 

Ada koran yang e-mail redaksinya cuma satu, jadi mencantumkan nama rubrik untuk judul e-mail ini perlu supaya terang tulisan yang kita kirim itu untuk rubrik apa. Jadi penulis butuh tahu beberapa nama rubrik di media massa. Sebagai contoh, untuk tulisan opini, Kompas menamai rubriknya “Opini”, Koran Tempo (Pendapat), Suara Merdeka (Wacana Nasional/Lokal), Koran Jakarta (Gagasan), serta lain sebagainya. Menuliskan nama rubrik juga tunjukkan kita intens membaca koran itu.

5. Sertakan Biodata serta Nomer Hape yang Dapat dihubungi 

Sebagai kelengkapan tulisan, dibawah tulisan cantumkan biodata singkat (nama serta instansi/organisasi) tempat penulis berkiprah), nomer handphone/telephone dan nomer rekening. Biodata utama untuk redaktur untuk tahu latar belakang seseorang penulis.

6. Lampirkan Scan photo diri serta Kartu Identitas 

Janganlah lupa scan photo serta kartu identitas (KTP, SIM) dilampirkan. Terlebih untuk penulis baru, upayakan dalam setiap kirim tulisan senantiasa menyertakan dua hal semacam ini.

7. Kirim dalam Format Attachment (Lampiran) 

Kirimkan dalam format attachment (lampiran), tak di body text. Jadi ada 3 lampiran yang di kirim, yaitu tulisan, scan photo, serta scan kartu jati diri.

Banyak tulisan yang mempunyai inspirasi/ide bagus, namun tak dimuat dikarenakan meremehkan beberapa hal yang berbentuk tehnis. Menulis serta kirim tulisan tak bisa meremehkan dua hal : substantif (isi tulisan) serta tehnis (langkah/format kirim).
Advertisement