Sahabat Menurut Nabi Muhammad

Sahabat Menurut Nabi Muhammad
Sahabat Menurut Nabi Muhammad


Menurut aqidah Ahlussunah Waljamaah : Teman dekat yaitu orang yang saat berjumpa (berkumpul) dengan Rasulullah dalam kondisi beriman serta saat mati juga dalam kondisi beriman. Jika ada orang yang saat berjumpa atau berkumpul dengan Rasulullah dalam kondisi beriman, lalu dia murtad (keluar dari Islam), orang itu tak termasuk juga (tak dikelompokkan) sebagai teman dekat. Sebab saat mati dia tak dalam kondisi beriman namun udah murtad. Karenanya di jaman Khalifah Abu Bakar beberapa orang murtad itu diperangi. Mengenai beberapa orang Munafiqin, mereka itu tak termasuk juga teman dekat, lantaran mereka itu tak beriman, namun pura-pura beriman. Dhohirnya beriman, namun batinya tetaplah kafir.

Yang mengherankan kenapa beberapa orang Syiah itu alergi serta amat tidak suka pada beberapa teman dekat. Walau sebenarnya jika kita menyebutkan teman dekat, di dalamnya ada Imam Ali ada Siti Fatimah ada Al Hasan serta Al-Husin dan ada istri-istri Rosulullah saw. Mereka selain sebagai Ahlul Bait sebagai teman dekat Rosulullah saw. Apakah benar Rasululullah SAW pernah melarang umatnya mencaci-maki beberapa teman dekat serta adakah perintah beliau supaya kita menyukai beberapa teman dekat? Rasulullah SAW pernah bersabda : “Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci-maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, berarti dia mencintai aku. Dan barang siapa membenci mereka, berarti dia membenci aku. ” (HR. At Turmudzi)

Sabda Rasulullah yang lain :

“Janganlah kalian mencaci maki sahabat-sahabatku. Demi Tuhan yang menguasai nyawaku, andaikata seseorang dari kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, tentunya ia tidak mencapai satu mud maupun setengahnya yang dibelanjakan oleh seorang dari mereka (sahabat-sahabatku) ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tersebut di antara hadist-hadist yang menunjukkan keutamaan beberapa sahabat dan pujian-pujian dari Rasulullah SAW untuk mereka. Dan perintah Rasulullah supaya kita menghormati serta menyukai mereka. Selain ancaman dari Allah serta RasulNya untuk beberapa orang yang memusuhi serta mencaci-maki beberapa teman dekat.

Adakah ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan kebesaran serta keutamaan beberapa teman dekat? Sesungguhnya jika beberapa orang Syiah itu membaca Al-Quran serta mengerti berarti, tentu mereka akan tidak berlaku yg tidak baik pada beberapa teman dekat. Sebab dalam Al-Quran sangat banyak ayat-ayat yang menunjukkan serta menjelaskan kebesaran serta keutamaan beberapa teman dekat, dan ridha Allah pada mereka, selain janji Allah untuk memasukkan mereka dalam surga.

Allah berfirman :

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah : 100).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman : 

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. ” (QS. Al Anfal : 74).

Firman Allah yang lain : 

 " Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min, ketika mereka berjanji setia kepadanya dibawah pohon, Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). ” (QS. Al Fath : 18).

Sekian ayat-ayat yang menjelaskan kebesaran serta keutamaan beberapa teman dekat dan ayat-ayat yang menunjukkan perjuangan serta pengorbanan beberapa teman dekat, dan pujian serta ridha Allah pada mereka. Demikian halnya janji Allah untuk memasukkan beberapa teman dekat dalam surga. Apa yang mereka peroleh tak lain karena bebrapa layanan mereka dalam membantu Rasulullah dalam menegakkan agama Allah. Mereka yaitu beberapa orang yang mengikuti Rasulullah baik dalam situasi damai ataupun perang, di dalam situasi senang ataupun sedih. Mereka korbankan harta bendanya, dan jiwa serta keluarganya untuk Islam. Hingga wajarlah apabila mereka itu memperoleh kedudukan yang sangat tinggi dari Allah SWT.

Lewat merekalah kita terima ajaran Islam yang sudah teratur, hingga kita tak beberapa sulit lagi mencari-cari serta menghimpun Kalam Allah (Al-Quran) dan hadist-hadist Nabi. Oleh lantaran bebrapa layanan mereka itu serta lantaran Allah serta RasulNya sudah memberikan pujian pada serta memberi kedudukan yang sangat tinggi pada mereka, kita kelompok Ahlus Sunnah Waljamaah menyukai serta menghormati mereka. Kita siap berkorban apa sajakah, baik harta serta benda ataupun jiwa raga untuk membela mereka.

Teman dekat Nabi (ash-shahaabah an-nabiy) yaitu mereka yang mengetahui serta lihat langsung Nabi Muhammad, membantu perjuangannya serta wafat dalam kondisi Muslim. Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi'i pernah berkata : " Sahabat (ash-shahabi) ialah orang yang bertemu dengan rasulullah S. A. W, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam. "

Umumnya muslim mendeskripsikan beberapa teman dekat sebagai mereka yang mengetahui Nabi Muhammad, meyakini ajarannya, serta wafat dalam kondisi Islam. Beberapa teman dekat paling utama yang umumnya dijelaskan sampai 50 hingga 60 nama, yaitu mereka yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad, teman dekat dapat pula dikira sebagai murid Nabi Muhammad. Identifikasi pada teman dekat nabi, termasuk juga status serta tingkatannya adalah hal yang utama dalam dunia Islam lantaran bisa dipakai untuk mengevaluasi keabsahan sebuah hadits ataupun perbuatan nabi yang diriwayatkan oleh mereka.

Menurut al-Hakim dalam Mustadrak, Teman dekat terdiri dari sebagian tingkatan, yakni beberapa teman dekat yang masuk Islam di Mekkah, sebelum lakukan pindah, seperti Khulafa'ur Rasyidin :

  • Khadijah binti Khuwailid 
  • Ali bin Abi Talib 
  • Zaid bin Haritsah 
  • Abu Bakar ash-Shiddiq 
  • Umar bin Khattab 
  • Utsman bin Affan 
  • Abbas bin Abdul Muthalib 
  • Hamzah bin Abdul Muthalib 
  • Ja'far bin Abi Thalib 
Advertisement