Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Dan Karakteristik Bahasa

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Dan Karakteristik Bahasa
Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli Dan Karakteristik Bahasa

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli


  1. Pengertian bahasa menurut Harun Rasyid, Suratno dan Mansyur adalah suatu struktur dan makna yang terbebas dari penggunanya sebagai tanda yang dapat menyimpulkan sebuah tujuannya.
  2. Pengertian bahasa menurut Hasan Alwi adalah suatu sistem lambang bunya yang arbitrer dimana dimanfaatkan oleh semua orang atau seluruh anggota masyarakat dalam bekerjasama, berinteraksi dan mengenali diri pada percakapan yang baik dan tingkah laku serta sopan santun yang baik.
  3. Pengertian bahasa menurut Wittgenstein adalah suatu bentuk pemikiran yang bisa dipahami dimana memiliki hubungan dengan kenyataan dan mempunyai struktur dan bentuk yang logis.
  4. Pengertian bahasa menurut Ferdinand De Saussure adalah sebuah ciri yang menjadi pembeda yang sangat menonjol karena dengan menggunakan bahasa maka setiap kelompok yang ada dimasyarakat dapat menjadi dirinya sebagai suatu kesatuanya saling berbeda diantara kelompok yang lain.
  5. Pengertian bahasa menurut Plato adalah suatu pernyataan pada pikiran seseorang dengan menggunakan perantaraan onomata atau nama benda dan rhemata atau ucapan yang tercermin dari ide seseorang didalam arus udara melalui mulut.
  6. Pengertian bahasa menurut Bloch dan Trager adalah suatu sistem yang memiliki struktur yang tersusun teratur mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang bersifat sesukanya digunakan dalam komunikasi sesama individu pada kelompok manusia dan memberi nama kepada setiap benda, peristiwa dan segala proses yang ada dalam lingkungan hidup manusia.
  7. Pengertian bahasa menurut Sudaryono adalah suatu sarana dalam berkomunikasi secara efektif meskipun tidak sempurna sehingga dari ketidaksempurnaan bahasa maka dapat menjadi sarana komunikasi yang juga dapat menjadi sumber kesalahpahaman.
  8. Pengertian bahasa menurut William A. Haviland adalah sebuah sistem bunyi yang ketika digabungkan menurut aturan maka dapat menimbulkan suatu arti yang bisa ditangkap oleh semua orang yang sedang berbicara dalam bahasa tertentu.
  9. Pengertian bahasa menurut Tarigan adalah suatu sistem yang tersusun secara tersistematis yang kemungkinan digunakan pada sistem generatif dan dapat menjadi sebagai simbol atau lambang yang arbitrer.
  10. Pengertian bahasa menurut Mackey adalah suatu bentuk dan keadaan atau sistem lambang bunyi yang arbitrer atau suatu sistem yang berasal dari suatu tatanan yang ada didalam sistem-sistem.
  11. Pengertian bahasa menurut Wibowo adalah suatu sistem persimbolan bunyi yang memiliki makna dan berartikulasi dimana dihasilkan oleh alat ucap secara arbitrer dan konvensional dimana dipakai sebagai alat untuk berkomunikasi pada sekelompok manusia agar dapat melahirkan pikiran dan perasaan.
  12. Pengertian bahasa menurut Walija adalah suatu komunikasi yang sangat lengkap dan efektif dalam menyampaikan pesan, ide, perasaan dan maksud serta pendapat untuk orang lain.
  13. Pengertian bahasa menurut Syamsuddin adalah suatu alat yang digunakan dalam membentuk perasaan, pikiran, perbuatan dan keinginan dimana alat yang digunakan untuk dipengaruhi dan mempengaruhi.
  14. Pengertian bahasa menurut Gorys Keraf adalah suatu alat dalam berkomunikasi antara setiap anggota yang ada dimasyarkat dengan berupa simbol bunyi yang berasal dari alat ucap manusia.
  15. Pengertian bahasa menurut Fodor adalah suatu sistem tanda dan simbol yang saling berhubungan dengan bersifat konvensional dimana memiliki sifat atau ciri tertentu yang dimiliki pada situasi atau benda yang dimaksud.
  16. Pengertian bahasa menurut Bolinger adalah suatu sistem fonem yang terbentuk karena adanya perbedaan bunyi, sintaksis dan sistem morfem untuk mengungkapkan makna yang berhubungan dengan dunia luar dimana dunia luar yang dimaksud yaitu kenyataan.
  17. Pengertian bahasa menurut Felicia adalah suatu alat yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari baik berupa tulis maupun tulisan.
  18. Pengertian bahasa menurut Owen adalah suatu sistem konvensional dalam menyampaikan konsep dengan melalui manfaat dari simbol-simbol yang diinginkan dan mengombinasikan segala simbol yang diatur dan memiliki ketentuan.

Karakteristik Bahasa

Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi, bersifat abitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa di antara karakteristik bahasa adalah abitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

  • Bahasa Bersifat Abritrer


Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Secara kongkret, alasan “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan.

Meskipun bersifat abritrer, tetapi juga konvensional. Artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. Dia akan mematuhi, misalnya, lambang ‘buku’ hanya digunakan untuk menyatakan ‘tumpukan kertas bercetak yang dijilid’, dan tidak untuk melambangkan konsep yang lain, sebab jika dilakukannya berarti dia telah melanggar konvensi itu.

  • Bahasa Bersifat Produktif

Bahasa bersifat produktif artinya, dengan sejumlah besar unsur yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Misalnya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23.000 kosa kata, tetapi dengan 23.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.

  • Bahasa Bersifat Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi.

  • Bahasa Bersifat Beragam

Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta. Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir berbeda dengan yang digunakan di Arab Saudi.

  • Bahasa Bersifat Manusiawi

Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, tetapi dengan cara belajar. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi.
Advertisement