Sistem Ekskresi Invertebrata

Sistem Ekskresi Invertebrata
Sistem Ekskresi Invertebrata
Sistem Ekskresi Invertebrata. Sistem Ekskresi Invertebrata dan Segala hal yang Berkaitan dengan Invertebrata.

Invertebrata

Sumber: yusufsila-binatang.blogspot.co.id
Sebelumnya, kita tahu bila sistem ekskresi pada hewan invertebrata termasuk juga ke dalam sistem yang tidak rumit bila dibandingkan dengan sistem ekskresi hewan tingkat tinggi. Maksud dari sistem ekskresi pada hewan ini juga sama, yaitu untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuhnya.

Sistem ekskresi cacing pipih 

Sumber: cibsub.cat
Pada cacing pipih (contoh: Planaria), proses pengeluaran zat sisa dikerjakan lewat pembuluh yang bercabang-cabang dan memanjang pada bagian sisi kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya.

Setiap cabang akan berakhir pada beberapa sel yang diberi nama beberapa sel api (solenoid) yang dilengkapi dengan bulu-bulu getar (silia). Saluran ini disebut juga dengan protonefridium (proton: ketika saat sebelum, nephros: ginjal).

Silia dalam setiap sel api ini punya sifat dinamis (selalu bergerak). Akibat gerakan silia itu, air, cairan tubuh, dan zat sisa metabolisme yang lain akan terdorong masuk ke dalam saluran ekskresi. Dari saluran ekskresi, beberapa zat tadi akan dikeluarkan dari tubuh lewat satu lubang yang diberi nama nefridiofor.

Sistem ekskresi cacing tanah 

Sumber: sule-gratis.blogspot.co.id
Cacing tanah termasuk juga ke dalam golongan Annelida (cacing bersegmen). Pada setiap segmen ada sepasang ginjal atau nefridium (jamak = nefridia), kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen paling akhir. Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan memiliki silia yang disebut juga dengan nefrostom. Nefrostom ada dalam rongga tubuh dan selalu memuat cairan.

Cairan tubuh akan ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang lantas masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Ketika cairan tubuh mengalir lewat nefridia terjadi penyerapan kembali beberapa zat yang masih tetap berguna, seperti glukosa, air, dan ion-ion.

Beberapa zat itu lantas diedarkan ke seluruh kapiler sistem aliran. Sisa cairan tubuh, seperti air, nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh akan dikeluarkan lewat ujung nefrostom yang berupa lubang.

Sistem ekskresi serangga 

Sumber: berkahkhair.com
Alat ekskresi pada serangga yakni tubula atau pembuluh Malpighi. Pembuluh malpighi yakni tabung kecil yang panjang. Pembuluh ini ada di dalam homosol serta tergenang di dalam darah.

Pangkal dari pembuluh Malpighi ini melekat pada ujung anterior dinding usus dan sisi ujungnya menuju homosol yang mempunyai kandungan hemolimfa. Hemolimfa yakni darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.

Pembuluh Malpighi sisi dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan penting dalam perpindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh.

Beberapa bahan yang penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh hemolimfa. Sedangkan bahan yang mempunyai kandungan nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses lewat anus.

System Ekskresi Pada Invertebrata 

Sumber: biologipedia.com
Sistem ekskresi invertebrata tidak sama juga dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur prima seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini tidak sama antara invertebrata satu dengan invertebrata yang lain.

Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium yakni tipe yang umum dari susunan ekskresi khusus pada invertebrata.

Sistem Ekskresi Protozoa

Sumber: microbiologyonline.org
Pada protozoa, pengeluaran beberapa sisa metabolisme lewat membran sel secara difusi.
Protozoa mempunyai organel ekskresi berupa vakuola berdenyut (vakuola kontraktif) yang bekerja secara periodik serta berperan penting dalam mengatur kandungan air dalam sel.
Pada saat mengeluarkan air beberapa sisa air ikut dikeluarkan.

Sistem Ekskresi Porifera

Sumber: quora.com
Pada porifera, pengeluaran sisa metabolisma berjalan secara difusi, dari sel tubuh ke epidermislalu dari epidermis ke lingkungan hidupnya yang berair. Porifera mempunyai sistem saluran air yang berperan penting untuk memasukkan dan mengeluarkan air yang mempunyai kandungan zat makanan, oksigen, dan sisa metabolisme.

Menurut Saluran airnya Porifera dibedakan jadi 3 tipe: 

Acson, Sicon dan Leucon (Rhagon) 
  • Ascon 
Air masuk lewat ostium menuju ke spongocoel dan selanjutnya keluar lewat oskulum.
  • Sicon 
Air masuk lewat ostium menuju ke saluran radial, baru masuk ke spongocoel dan keluar lewat oskulum
  • Leucon (Rhagon) 
Air masuk lewat ostium menuju rongga-rongga bulat yang saling terkait, selanjutnya menuju ke spongocoel dan keluar

Sistem Ekskresi Coelenterata

Sumber: aquaria.co.rs
Pada coelenterata pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Demikian pula pengeluaran beberapa sisa metabolisme dikerjakan secara difusi lewat seluruh permukaan tubuh.

Mulut berperan penting untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena coelentrata tidak memiliki anus.

Sistem Ekskresi Mollusca 

Sumber: animalphylum.weebly.com
Pernapasan mollusca darat dengan rongga mantel berpembuluh darah yang berperan sebagai paru-paru, sedangkan mollusca air dengan insang. Udara masuk dan keluar rongga mantel lewat pori-pori respirasi pada mantel Air yang masuk dan keluar rongga mantel akan lewat sifon (corong).

Organ ekskresinya berbentuk sepasang nefridia. Nefridia atau sering kali di sebut metanefridium yang melakukan tindakan sebagai ginjal. Metanefridum mengekskresikan sisa makanan yang berwujud cair.

Sistem Ekskresi Echinodermata 

Sumber: 2020iscoming.info
Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut juga dengan ambulakral, sering kali di sebut sebagai pembuluh air karena pembuluh ini jadi tempat mengalirnya air masuk dan keluar. Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (paulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) Benjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria.

Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida, ion dan gas antara cairan selom (rongga tubuh) dengan air laut. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam beberapa sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (beberapa sel ameboid) yang ada pada cairan selom ke dermal branchiae untuk berikutnya dilepaskan ke luar tubuh.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Ekskresi Invertebrata, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Invertebrata di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Invertebrata. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Advertisement