Transpor Zat Melalui Membran Sel

Transpor Zat Melalui Membran Sel
Transpor Zat Melalui Membran Sel
Transpor Zat Melalui Membran Sel. Pengertian Membran Sel, Fungsi dari Membran Sel, dan Proses Terjadinya Transpor Zat Melalui Membran Sel.

Membran Sel

Sumber: noviabio.blogspot.co.id
Manfaat membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk peroleh pH yang sesuai, dan konsentrasi beberapa zat jadi teratasi. Sel bisa pula memperoleh masukan beberapa zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang beberapa zat yang tidak diperlukan. Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.

Transpor pasif yakni perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yakni difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yakni perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan daya dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yakni pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

Difusi 

Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Difusi yakni penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan daya. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

Sebagai contoh, setetes wangi-wangian akan menyebar ke seluruh ruang (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air), hingga kerapatan zat itu rata.

Osmosis 

Sumber: keywordsuggest.org
Osmosis yakni perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan lewat satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.

Zat yang dapat melewati membran sel 

Membran sel dapat dilewati beberapa zat khusus yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.

Beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit lemah lebih cepat lewat membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang dapat melalui membran dari yang paling cepat hingga yang paling lambat salah satunya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel miliki sifat permeabel pada beberapa zat yang mudah melalui membran.

Zat yang tidak dapat melewati membran 

Membran sel tidak dapat melalui beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, dan beberapa zat yang mudah larut dalam pelarut organik. Membran berbentuk impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat khusus dan impermeabel pada zat yang lain bisa dapat dikatakan miliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang memiliki potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yakni kapabilitas air untuk berdifusi, yang nilainya dalam unit tekanan. Sama seperti kesepakatan, potensial air (PA) air murni yakni 0 atmosfer. Besarnya PA larutan bergantung pada potensial osmotik (PO) dan potensial tekanan (PT). Persamaannya:

PA = PO + PT
PA = potensial air
PO = potensial osmotik
PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yakni pelengkap tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berupa tekanan turgor. Tekanan turgor yakni tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel.

Tekanan turgor menyebabkan tumbuhan jadi tegak dan segar. Sebaliknya apabila tekanan turgor menyusut, tumbuhan jadi lemas dan layu.

Potensial osmotik lebih memerlihatkan satu status larutan, yaitu memerlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam unit daya. Potensial osmotik memerlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis 

Sumber: labsinfo.wordpress.com
Adakalanya, proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (mempunyai arti kerapatan airnya rendah), apabila ada pada kondisi hipotonis akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel jadi tinggi.

Keadaan yang demikian dapat memecah sel itu. Bisa dapat dikatakan bila sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Sebaliknya, apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis dibanding sel itu, air di dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Kondisi yang ideal untuk sel terang saja apabila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Oleh sebab itu membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut juga dengan plasmolisis. Plasmolisis yang kronis dapat menyebabkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi 

Sumber: pt.slideshare.net
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. Contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak dapat berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yakni sebagai berikut ini:

Semula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Selanjutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi dan mendorong glukosa ke dalam sel. Lantas protein pembawa kembali pada informasi semula. Protein pembawa bisa pula membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl- dan Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium 

Sumber: edubio.info
Pompa Natrium-Kalium termasuk juga ke dalam transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua bentuk ion itu. Pada transpor aktif, zat dapat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat dapat melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ perlu untuk melindungi kegiatan listrik di dalam sel saraf dan meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melalui membran. Karena keperluan akan ion K+ sangat tinggi, diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Apabila terjadi proses osmosis, akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel.

Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, karena gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu diperlukan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran.

Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. itu disebut juga dengan pompa natrium-kalium. Beberapa zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon.

Endositosis dan Eksositosis 

Sumber: myrightspot.com
Endositosis artinya pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk juga transpor aktif dan melawan dapat gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yakni fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein = mengkonsumsi ; chytos = sel) yakni proses di mana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lalu menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom dan lisosom memproses atau menghancurkan partikel itu.

Umpamanya sel darah putih dan sel ameba yang mengkonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan di proses oleh lisosom.

Pinositosis (pinein = meminum) yakni momen sel mengkonsumsi sel mengkonsumsi zat cair dan membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan ke dalam vakuola makanan.

Contoh eksostosis yakni proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada peristiwa sekresi, misalnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu ke dalam usus.

Caranya yakni enzim-enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju tepi sel, membrannya membuka dan mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini memerlukan daya sel. Tanpa daya, sel tidak akan bisa mengeluarkannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Membran Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Membran Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
Advertisement